Anda di halaman 1dari 14

FILSAFAT ILMU DAN EKONOMI AKUNTANSI

Makalah ini di susun guna melengkapi tugas mata kuliah Filsafat Ilmu
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Suyahmo, M.Si

Oleh
1.
2.
3.
4.

Noffix Ermawati / 071514021


Carolina Lita Permatasari/ 0701514023
Sheila Febriani Putri / 0701514027
Rahma Maulida / 0701514040

JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI


PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
FILSAFAT ILMU DAN EKONOMI AKUNTANSI
A. PENDAHULUAN
0

Filsafat ilmu merupakan salah satu cabang filsafat ilmu yang


digunakan oleh ilmuwan untuk mengembangkan teorinya. Perkembangan
ilmu pengetahuan selalu dilakukan oleh para pakar ilmuwan untuk menjawab
berbagai pertanyaan, fenomena serta keraguan yang muncul dalam kehidupan
sehari-hari.
Pada dasarnya ilmu pengetahuan merupakan kumpulan pengetahuan
yang berasal dari hasil interaksi manusia dengan dunia kenyataan (empiris)
yang hasilnya dapat di kontrol dan di manfaatkan dalam kehidupan seharihari melalui kajian ilmiah atau metode keilmuan. Sehingga Ilmu pengetahuan
yang fundamental yaitu pengabungan antara rationalisme (cara memperoleh
ilmu pengetahuan dengan menggunakan pikiran saja) dan empirisme (cara
memperoleh ilmu pengetahuan dengan mengandalkan respon dari objek yang
dapat di tangkap oleh panca indera manusia saja) agar saling melengkapi dan
menyempurnakannya.
Kelebihan berpikir secara keilmuan, yaitu logis (menggunakan akal
sehat untuk berpikir dan bekerja), sistematis (tersusun secara teratur sehingga
mudah di cerna), teruji kebenarannya (telah di uji coba), terbuka (dapat
dipublikasikan agar dapat ditanggapi dan dikritik oleh public sehingga ilmu
dapat mengalami perkembangan), tersurat (ilmu dapat didokumentasikan
ataupun

dicetak).

Sedangkan

kelemahan

berpikir

secara

keilmuan

berdasarkan aspek epistemologi adalah bertumpu pada asumsi persepsi


(melalui kegiatan panca indera manusia yang dapat disesatkan), asumsi nalar
dan asumsi ingatan yang amat terbatas tidak dapat selalu diandalkan sebagai
cara memperoleh ilmu pengetahuan. Kelemahan berpikir secara keilmuan
berdasarkan aspek ontologi adalah hanya menelaah apa yang menjadi
pengalaman empiris manusia padahal manusia juga memiliki pengalaman
religius tentang Tuhan dan pengalaman mistis tentang alam gaib.
Akuntansi merupakan ilmu yang mendalami masalah laporan
keuangan, akuntansi juga dapat dipandang sebagai gabungan rasionalisme
dan empirisme. Oleh karena itu, terdapat hubungan yang sangat erat antara
filsafat dan akuntansi.

Dalam makalah ini penulis membatasi rumusan masalah yang akan


di kaji yakni :
1. Bagaimana hubungan filsafat ilmu dan perkembangan teori akuntansi?
2. Bagaimana hubungan filsafat tentang ilmu akuntansi ?
B. PEMBAHASAN
1. Filsafat Ilmu
Filsafat berasal dari bahasa yunani yaitu philosophya yang di gabung
oleh 2 kelompok kata yaitu kata philein (cinta) atau phylo (sahabat)
dan sophos

atau

sophya (kebijaksanaan). Jadi, filsafat berdasarkan

etismologi atau asal kata, adalah cinta akan kebijaksanaan.


Filsafat merupakan mother of science (induk dari ilmu pengetahuan)
yang memiliki ciri : Radikal (sesuatu hal yang dipikirkan secara mendasar
atau mendalam), Realitas (sesuatu yang nyata dapat ditangkap oleh panca
indera manusia dan segala kemungkinan yang dapat di pikirkan oleh manusia,
meskipun pikiran manusia lebih luas daripada indera manusia), Refleksi
(kegiatan pikiran manusia yang menangkap, memikirkan dan merenungkan
realitas dalam kesadarannya secara intensif), Kritis (segala informasi atau hal
yang tidak di terima begitu saja sebagai sesuatu yang benar melainkan
mempertanyakan kebenarannya), Logis (segala sesuatu yang diterima masuk
akal), Integral (unsur unsur yang dimilikinya merupakan satu bagian yang
tidak terpisahkan), Komprehensif (adanya kesatuan dengan unsur unsur yang
saling berkaitan atau relevan), Sistematik (sesuatu hal yang bertahap dan
teratur yang mampu di pertanggung jawab).
Asal mula filsafat yaitu dari hasil interaksi manusia dengan alam
misalnya manusia melihat pemandangan yang indah seperti pelangi, hal
tersebut menimbulkan rasa ketakjuban dan pertanyaan dalam diri manusia
untuk mencari tahu bagaimana bisa ada pemandangan indah seperti pelangi.
Jawaban yang di dapatkan berupa mitologi dari jaman sebelum masehi (mitos
gempa bumi di jepang di katakan bahwa terjadinya gempa disebabkan oleh
adanya seekor naga yang sedang mengamuk sehingga mengguncang bumi
dan terjadilah gempa). Hal tersebut menyebabkan ketidakpuasan sehingga

mendorong manusia untuk menemukan jawaban yang lebih dalam, luas dan
logis.

2. Fungsi Filsafat Ilmu


Filsafat ilmu merupakan salah satu cabang dari filsafat. Oleh karena
itu, fungsi filsafat ilmu kiranya tidak bisa dilepaskan dari fungsi filsafat
secara keseluruhan, yakni :
a. Sebagai alat mencari kebenaran dari segala fenomena yang ada.
b. Mempertahankan, menunjang dan melawan atau berdiri netral terhadap
pandangan filsafat lainnya.
c. Memberikan pengertian tentang cara hidup, pandangan hidup dan
pandangan dunia.
d. Memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam
kehidupan
e. Menjadi sumber inspirasi dan pedoman untuk kehidupan dalam berbagai
aspek kehidupan itu sendiri, seperti ekonomi, politik, hukum dan
sebagainya. Disarikan dari Agraha Suhandi (1989)
Sedangkan Ismaun (2001) mengemukakan fungsi filsafat ilmu
adalah untuk memberikan landasan filosofik dalam memahami berbagi
konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu dan membekali kemampuan untuk
membangun teori ilmiah. Selanjutnya dikatakan pula, bahwa filsafat ilmu
tumbuh dalam dua fungsi, yaitu: sebagai confirmatory theories yaitu
berupaya mendekripsikan relasi normatif antara hipotesis dengan evidensi dan
theory of explanation yakni berupaya menjelaskan berbagai fenomena kecil
ataupun besar secara sederhana.

3. Akuntansi
Akuntansi secara harafiah yaitu berasal dari bahasa inggris
(accounting) artinya laporan. Dari segi fungsinya akuntansi merupakan: (1)
Suatu aktivitas penyediaan jasa, Akuntansi memberikan informasi keuangan
kepada pihak yang berkepentingan (Stakeholders), untuk membantu dalam
membuat keputusan ekonomik yang menyangkut perusahan tersebut. (2)
Suatu sistem informasi, Akuntansi melakukan pengumpulan dan pengolahan
data keuangan perusahaan yang kemudian dikomunikasikan kepada
stakeholders agar dapat dipakai dalam pengambilan keputusan yang
menyangkut perusahaan. (3) Suatu kegiatan deskriptif-analisis, Akuntansi
mengidentifikasikan berbagai transaksi ekonomi dalam suatu perusahaan
melalui tahap: Pengukuran, Pencatatan,

penggolongan dan peringkasan,

sehingga hanya informasi yang relevan dan saling berhubungan, dan mampu
memberikan secara layak tentang keadaan keuangan dan hasil usaha
perusahaan yang diintregasikan dan disajikan dalam laporan keuangan.
Laporan keuangan dirancang untuk pihak-pihak pembuat keputusan,
baik di dalam maupun diluar perusahaan. Isi laporan keuangan tersebut
mengenai posisi keuangan perusahaan dalam periode tertentu. Laporan
keuangan merupakan hasil akhir dari proses keuangan dan merupakan bagian
terpenting dalam menyampaikan informasi ekonomis suatu perusahaan
kepada pihak-pihak yang memerlukannya.
Penyusunan laporan keuangan bertujuan untuk :
1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja setiap
perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi
sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan economic.
2. Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian
laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi keuangan yang
mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi
karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian
masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non
keuangan

3. Menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen, atau pertanggung


jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
4. Memberikan pengungkapan mengenai informasi lain yang berkaitan
dengan laporan keuangan, misalnya informasi mengenai kebijakan
kauntansi yang diatur perusahaan, seperti penentuan metode depresiasi
dan penilaian persediaan
Untuk bisa mewujudkan tujuan tadi maka laporan keuangan harus
memenuhi karakteristik mutu informasi diantaranya dapat dipahami, relevan
(nilai prediksi, nilai feedback, dan tepat waktu), konsistensi, keandalan (daya
uji, netral dan jujur), daya banding.
Pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi (laporan
keuangan) adalah Pihak Internal, yaitu manajemen (stewardship): Memiliki
kendali terhadap sistem akuntansi dan dapat menentukan informasi apa yang
dibutuhkan dan bagaimana informasi itu dilaporkan. Pihak Eksternal:
(Kreditor

dan

investor).

Kreditor

membutuhkan

informasi

tentang

profitabilitas dan stabilitas perusahaan dalam kaitannya dengan pertanyaan,


apakah kita akan meminjamkan uang? Investor (pemegang saham atau
investor potensial) membutuhkan informasi yang berhunbungan dengan
keamanan dan profitabilitas dari investasi mereka.
Transaksi adalah peristiwa ekonomi dari suatu perusahaan yang
dicatat dalam sebuah pembukuan. Transaksi akuntansi meliputi transaksi
eksternal (terjadi antara perusahaan dan pihak pihak di luar perusahaan) dan
transaksi internal (terjadi hanya didalam perusahaan tersebut).
4. Hubungan Filsafat Ilmu dan Perkembangan Teori Akuntansi
Perkembangan Teori Akuntansi, dimulai dengan sistem pembukuan
yang dilakukan sejak tahun 3600 SM kemudian sistem tata buku berpasangan
ditemukan di dalam catatan pedagang di abad 13 di Italia. Dalam konsep tata
buku berpasangan ditemukan konsep bisnis entitas yang terpisah dari
pemiliknya dan transaksi di catat dengan ukuran uang, maka benda yang

berlainan diperdagangkan pada masa itu dibandingkan satu sama lain dengan
suatu ukuran yakni uang.
Berikut perkembangan teori akuntansi mulai dari abad ke-16 :
1. Teori Metode Italia
a. Abad 16 tujuan utama akuntansi adalah memberikan informasi bagi
pemilik
b. Dilaporkannya masalah usaha dan masalah pribadi secara bersama.
c. Tidak adanya konsep kontinuitas
d. Kurang adanya suatu unit keuangan tanggal dan stabil.
2. Perkembangan Pemikiran Akuntansi dalam abad 17 dan 18
a. Mulai mempersonifikasikan semua perkiraan dan transaksi.
b. Personifikasi lahir sebagai akibat dari usaha para penulis untuk
merasionalisasikan kaidah debt dan credit yang berkenaan dengan
perkiraan-perkiraan yang bersifat impersonal, mula-mula perkiraan
menunjukkan

hubungan

personal

dengan

perdagangan

yang

bersangkutan.
c. Perkembangannya tata buku berpasangan, perkiraan juga diterapkan
untuk hal-hal yg impersonal seperti cash inventory, kemudian teknik
yang sama dipergunakan untuk hal-hal yang abstrak seperti expenses,
maka personifikasi menjadi penting untuk menetapkan kaidah-kaidah
umum pada semua perkiraan.
3. Perkembangan di abad 19 dan 20
Awalnya para akuntan menghitung biaya dari sumber-sumber yang
independen hingga akhir abad 19, dan awal abad 20 ditandai untuk
pengaruh yang penting seperti :
a. Revolusi industri membawa pengaruh terhadap akuntansi biaya dan
akuntansi penyusutan.
b. Perkembangan dalam pembangunan jalan kereta api yang membawa
pengaruh akuntansi penyusutan dan akuntansi yg seragam utk industri
kereta api.
c. Peraturan di bidang perpajakan.
d. Perkembangan yang pesat dari perseroan-perseroan terbatas.
Leo Herbert dalam artikelnya di The Gao Review (Fall 1972, P.31)
dengan judul Growth of Accounting Knowledge 1775-1975, menjelaskan
perkembangan akuntansi sbb:
6

a. Tahun 1775 : Mulai dikenal Single Entry & Double Entry


b. Tahun 1800 : Neraca digunakan sebagai laporan untuk menilai
perusahaan
c. Tahun 1825 : Periode dikenal pemeriksaan keuangan.
d. Tahun 1850 : Mulai digunakan laporan rugi/laba.
e. Tahun 1900 : Di USA mulai ujian sertifikasi profesi, cost accounting
dan laporan pajak.
f. Tahun 1925 : Mulai ada akuntansi pemerintahan, analisa biaya, laporan
keuangan diseragamkan, perumusan norma keuangan, EDP dan
akuntansi perpajakan.
g. Tahun 1950 s.d 1975 : Komputerisasi akuntansi, perumusan prinsip
akuntansi, analisa cost revenue, jasa konsultasi pajak, management
accounting, management auditing.
h. Tahun 1975 : Management Science, sistem informasi akuntansi, social
accounting, total system review, komputerisasi.
5. Hubungan antara Filsafat dan Ilmu Akuntansi
Ilmu akuntansi merupakan pengabungan antara rasionalisme dan
empirisme karena akuntansi merupakan ilmu yang menggunakan pemikiran
untuk menganalisis data transaksi akuntansi dalam membuatan laporan
keuangan dimana data transaksi akuntansi merupakan hal yang kongkrit dapat
di respon oleh panca indera manusia.
Ilmu akuntansi digunakan sesuai dengan keperluan dalam suatu
profesi tertentu sebagai aspek dalam aksiologi atau bagaimana ilmu akuntansi
tersebut digunakan. Dalam aspek epistemologi ilmu akuntansi menjabarkan
bagaimana langkah langkah atau proses dalam pembuatan suatu laporan
keuangan dan bagaimana suatu transaksi saling mempengaruhi dalam suatu
laporan keuangan. Dalam aspek ontologi, ilmu akuntansi menjelaskan apa isi
atau hal yang di telaah dalam ilmu akuntansi tersebut.
Ilmu akuntansi terikat pada kaidah atau kode etik ilmu tersebut. Ilmu
akuntansi membahas tentang kuantifikasi dan frekuensi yang merupakan data
transaksi laporan keuangan.

6. Aspek Ontology Dalam Ilmu Akuntansi


Hal yang di telaah atau yang menjadi isi dari ilmu akuntansi sebagai
salah satu aspek ontology dalam ilmu akuntansi adalah prinsip akuntansi yang
dikembangkan oleh asumsi dasar bagi proses akuntansi, prinsip akuntansi
yang di jadikan standar universal, unsure dasar persamaan akuntansi dalam
suatu laporan keuangan, dan jenis jenis laporan keuangan yang umum.
Prinsip akuntansi yang berlaku umum dikembangkan oleh asumsi
asumsi dasar bagi proses akuntansi yaitu:
1. Asumsi satuan uang (monetary unit assumption), menyaktakan bahwa
hanya data transaksi yang dapat diungkapkan dalam satuan uang yang di
masukan kedalam catatan catatan akuntansi.
2. Asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption), menyaktakan
bahwa aktivitas entitas dipisahkan dan dibedakan dari aktivitas aktivitas
para pemiliknya dan entitas entitas ekonomi lainnya.
Prinsip akuntansi yang berlaku umum menggunakan standar yang
digunakan secara universal, yaitu GAAP (Generally Accepted Accounting
Principles).

Standar

yang

mengatur

peristiwa

peristiwa

ekonomi

dilaporkan.Dalam persamaan dasar akuntansi, unsure dasar suatu bisnis


adalah asset (sumber daya yang dimiliki ) dan kewajiban (klaim terhadap
asset kepada kreditor/ utang yang harus dipenuhi), sedangkan klaim dari
pemilik merupakan ekuitas pemilik. Sehingga jumlah asset harus sama
dengan jumlah kewajiban dan ekuitas pemilik. Persamaan akuntansi berlaku
bagi seluruh entitas ekonomi tanpa melihat ukuran, sifat, dan bentuk
organisasi bisnisnya.
Menghitung besarnya jumlah ekuitas pemilik, yaitu total asset
dikurang total kewajiban. Peningkatan ekuitas pemilik merupakan akibat dari
investasi pemilik dan hasil penjualan/pendapatan perusahaannya. Sedangkan
penurunan ekuitas pemilik merupakan akibat dari penarikan oleh pemilik itu
sendiri (prive) dan pengeluaran yang digunakan untuk pengoperasian bisnis.
Sehingga laba bersih didapat jika pendapatan melebihi pengeluaran
sedangkan rugi bersih didapat jika pengeluaran melebihi pendapatan.

Ekuitas dari persamaan akuntansi harus di jaga keseimbangannya.


Karena setiap transaksi memiliki pengaruh ganda pada persamaan. Contoh
kenaikan asset dapat berpengaruh pada penurunan asset lain, kenaikan
kewajiban tertentu dan kenaikan ekuitas pemilik.Laporan keuangan
akuntansi, yaitu laporan laba rugi (menyajikan pendapatan dan beban atau
laba dan rugi bersih yang di hasilkan dalam suatu periode waktu tertentu),
laporan ekuitas pemilik (mencatat perubahan yang terjadi pada ekuitas
pemilik dalam suatu periode waktu tertentu), neraca (melaporkan asset,
kewajiban, dan ekuitas pemilik pada tanggal tertentu), dan laporan arus kas
(merangkum segala informasi mengenai arus kas masuk dan keluar dalam
suatu periode waktu tertentu).
7. Aspek Epistemology Dalam Ilmu Akuntansi
Dalam aspek epistemology ilmu akuntasi menggunakan berbagai
matode sesuai kebutuhannya. Contohnya matode induktif digunakan pada
saat pengambilan keputusan dengan melihat laporan tersebut, pihak
berwenang akan menyimpulkan langkah apa yang akan di ambil. Matode
positivism digunakan ketika akan membuat sebuah laporan keuangan harus
menggunakan data yang ada atau yang telah di ketahui dengan bukti yang
akurat berupa nota, dll.
Perbedaan antara pembukuan dan akuntansi yaitu proses akuntansi
memasukkan fungsi fungsi pembukuan sedangkan pembukuan hanya
melibatkan pencatatan peristiwa ekonomi. Jadi pembukuan merupakan bagian
dari proses akuntansi. Akuntansi di bagi menjadi akuntansi keuangan (bidang
akuntansi yang menyediakan informasi keuangan dan perekonomian bagi
investor, kreditor dan pengguna eksternal lainnya) dan akuntansi managerial
(bidang akuntansi yang menyediakan informasi keuangan dan perekonomian
bagi para manajer dan pengguna internal lainnya).

Hal-hal yang di perhatikan dalam menganalisis sebuah transaksi,


adalah:
1. Setiap transaksi dianalisis berdasarkan pengaruhnya pada 3 komponen
(asset, kewajiban dan ekuitas pemilik) dalam persamaan akuntansi dasar
dan jenis jenis hal spesifik dalam setiap komponen.
2. Dua sisi persamaan harus selalu sama atau seimbang, yaitu sisi asset dan
sisi kewajiban di tambah ekuitas pemilik.
3. Penyebab terjadinya setiap perubahan dalam klaim pemilik atas asset di
tunjukkan dalam ekuitas pemilik.Persamaan akuntansi dasar adalah asset
= kewajiban + ekuitas pemilik.
8. Aspek Aksiology Dalam Ilmu Akuntansi
Dalam ilmu akuntansi, Hal yang menjadi alasan etika menjadi salah
satu konsep bisnis yang mendasar, yaitu karena Etika adalah standar perilaku
yang menjadi penilaian benar atau salahnya suatu tindakan. Sehingga tiap
individu dapat melakukan aktivitasnya secara efektif dan menghindari
penyimpangan yang terjadi dalam suatu bisnis perusahaan tersebut.Pengguna
data akuntansi yaitu:
a. pengguna internal informasi akuntansi, yaitu para manajer (manajer
pemasaran,

supervisor

produksi,

direktur

keuangan,

dan

pejabat

perusahaan) yang merencanakan, mengorganisasikan, dan mengelola


bisnis. Mereka bertanggung jawab atas ketersediaan kas untuk membayar
tagihan, memprediksi biaya produksi untuk tiap unit produksi,
memperkirakan peluang terjadinya kenaikan gaji bagi karyawan dalam
satu tahun periode, dan menganalisis produk apa yang menguntungkan
untuk di produksi perusahaan tersebut. Laporan laporan keuangannya
adalah laporan perbandingan keuangan dari alternative operasional,
proyeksi laba dari suatu event penjualan perusahaan tersebut, prediksi
kebutuhan kas untuk tahun periode selanjutnya.
b. pengguna eksternal informasi akuntansi, yaitu para investor (pemilik
perusahaan menggunakan informasi akuntansi untuk membuat keputusan
membeli, menahan atau menjual sahamnya), para kreditor (pemasok atau

10

banker menggunakan informasi akuntansi untuk mengevaluasi resiko


pemberian kredit atau pinjaman). Mereka bertanggung jawab terhadap
masalah berupa besarnya laba yang didapatoleh perusahaan tersebut,
membandingkan ukuran dan jumlah keuntungan degas pesaingnya,
memperkirakan kemampuan perusahaan dalam pelunasan utang utangnya
saat jatuh tempo.
Manfaat akuntansi (hal yang relevan) dalam suatu pekerjaan adalah
sebagai :
a. Manajemen umum membutuhkan pemahaman akan ilmu akuntansi untuk
pengambilan keputusan bijak bagi perusahaannya.
b. Pemasaran membutuhkan pemahaman akan ilmu akuntansi untuk
memahami strategi yang menentukan keberhasilan tenaga penjualan dan
melakukan kuantifikasi terhadap biaya dan keuntungan.
c. Akuntan public melibatkan pengauditan untuk memeriksa laporan
keuangan perusahaan dan menyaktakan opini mengenai kewajaran
penyajian suatu laporan keuangan.
d. Perpajakan (otoritas perpajakkan, akuntan pajak) melakukan perencanaan
pajak perusahaan dan pemberian saran perpajakkan, membuat surat
setoran pajak, dan mewakili klien ketika bertemu pegawai di kantor pajak.
e. Konsultasi manajemen melakukan pembuatan system akuntansi dasar
untuk membantu perushaan dalam mengambil keputusan.
f. Keuangan (banker, penganalisis investasi, pialang saham) membutuhkan
pemahaman ilmu akuntansi untuk nmemeriksa dan menganalisis laporan
laporan keuangan.
g. Real estat (makelar/ penjual properti) membutuhkan pemahaman ilmu
akuntansi untuk memahami angka angka terkait dan masalah berupa
apakah pembeli dapat melakukan pembayaran ke bank? apakah arus kas
suatu property industry dapat di benarkan harga pembeliannya? dan
apakah manfaat pajak bagi pembeli?
h. Kelompok lain yang menggunakan informasi akuntansi adalah badan
badan pembuat peraturan, pelanggan, serikat pekerja, dan perencana
perekonomian.
i. Akuntan swasta meliputi akuntan umum (mencatat transaksi setiap hari
dan membuat laporan keuangan/ informasi lain yang berkaitan), akuntan
11

biaya (menentukan biaya dalam memproduksi suatu produk tertentu),


penganggaran

(menguantifikasi

sasaran

pendapatan,

harga

pokok

penjualan, dan beban operasi), system informasi akuntansi (merancang


system pemrosesan data secara manual atau komputerisasi), audit internal
(meninjau operasi perusahaan agar sesuai degas kebijakkan manajemen
dan mengevaluasi efisiensi operasi).
j. Akuntan nirlaba membutuhkan pelaporan dan pengendalian keuangan
yang baik agar dapat menyinambungkan dukungan yang akan diberi.
C. KESIMPULAN
Filsafat meninjau ilmu akuntansi sebagai ilmu pengetahuan yang
dipelajari untuk keperluan sebuah pekerjaan dalam hal membuat laporan
keuangan dan penganalisaan sebuah data transaksi. Ilmu akuntansi
merupakan ilmu yang memiliki matode dalam pembuatan sebuah laporan,
antara lain laporan laba rugi, laporan ekuitas pemilik, neraca dan laporan arus
kas. Data dalam akuntansi merupakan data yang kongkrit dan memiliki bukti
pembayaran atau penerimaan yang mempengaruhi sebuah laporan keuangan
dalam perusahaan tersebut.
Adanya gabungan antara rasionalisme dan empirisme pada akuntansi
disebabkan dalam proses analisa atas data transaksi sampai dengan
pembuatan laporan keuangan dilakukan secara konkrit, sehingga hasil laporan
keuangan tersebut dapat direspon dan diterima oleh panca indera. Kondisi
inilah yang menjadikan akuntansi selalu berkaitan dengan kode etik dan
kaidah. Mengingat akuntansi juga dapat digunakan untuk beberapa tujuan
yang berbeda sesuai dengan tujuan.

DAFTAR PUSTAKA
-

Diah Purnamasari, SE, M.Si ; Teori Akuntansi; Handout kuliah filsafat ilmu
Tinjauan
filsafat
tentang
ilmu
akuntansi;
di
unduh
dari
http://n2cs.wordpress.com /2013/03/12/filsafat-ilmu-akuntansi/ pada tanggal
23 November 2014.

12

Muntu Abdullah; Peran Filsafat Ilmu dalam perkembangan teori akuntansi;


JAMBSP Vol. 4 No. 1 Oktober 2007.

13