Anda di halaman 1dari 5

RENCANA KEGIATAN PENYULUHAN

BAHAYA HIPERTENSI
DI DESA PONU KABUPATEN TTU
1. IDENTIFIKASI MASALAH
Hipertensi merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi di
masyarakat, oleh karena itu pengetahuan mengenai penyakit
hipertensi dan perawatannya di rumah merupakan informasi yang
sudah selayaknya diketahui oleh masyarakat. Insiden hipertensi
tinggi dan terus meningkat di masyarakat, selain itu komplikasi
akibat penyakit hipertensi dapat berakibat fatal bagi penderita jika
tidak mendapatkan pengobatan dan perawatan yang adekuat.
Hasil kajian menyatakan bahwa tingkat pendidikan
masyarakat di desa Ponu, kabupaten Timor Tengah Utara tergolong
rendah. Karena, sebagian besar masyarakat di Desa tersebut ratarata hanya lulusan SD. Mata pencaharian utama masyarakat
tersebut adalah sebagai nelayan.
Wilayah tersebut juga tergolong terpencil, karena jarak
dengan kota sangat jauh dan akses jalan ke wilayah tersebut sangat
susah.
2. PRIORITAS MASALAH
Pengetahuan tentang hipertensi di desa tersebut masih
sangat rendah.
3. TUJUAN
A. TUJUAN UMUM
Setelah selesai mengikuti penyuluhan tentang hipertensi
selama 1 x 30 menit diharapkan masyarakat desa Ponu mampu
melakukan perawatan kepada dirinya sendiri yang menderita
hipertensi.
B. TUJUAN KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan, masyarakat dapat menjelaskan:
1. Pengertian hipertensi.
2. Penyebab hipertensi.
3. Tanda dan gejala hipertensi.
4. Klasifikasi hipertensi.
5. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan hipertensi.
6. Komplikasi hipertensi.
7. Cara pencegahan dan perawatan hipertensi.

4. ISI

A. Pengertian hipertensi
Hipertensi adalah terjadinya kenaikan darah sistolik (atas) 140
atau lebih dan tekanan darah diastolik (bawah) 90 atau lebih.
Disebut hipertensi apabila seseorang yang terkena:
1. Telah berumur 18 tahun atau lebih.
2. Bila 2 kali kunjungan berbeda tekanan diastolik 90 atau
lebih.
3. Beberapa kali pengukuran dengan hasil tekanan sistolik
menetap 140 atau lebih.
B. Penyebab hipertensi
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang perlu
mendapatkan perhatian karena orang yang terserang cukup
banyak dan akibat jangka panjangnya mempunyai konsekuensi
tertentu.
Berdasarkan penyebab hipertensi dibagi dalam dua golongan
yaitu:
1. Hipertensi primer atau essensiel. Dimana hipertensi ini
tidak diketahui penyebabnya, biasanya dihubungkan
dengan faktor keturunan atau lingkungan.
2. Hipertensi sekunder, penyebabnya diketahui secara pasti
seperti gangguan pembuluh darah dan penyakit ginjal.
C. Tanda dan gejala
1. Sakit kepala dan pusing
2. Nyeri kepala berputar
3. Rasa berat di tengkuk
4. Kadang mimisan
5. Marah/emosi tidak stabil
6. Mata berkunang kunang
7. Telinga berdengung
8. Sukar tidur
9. Kesemutan
10.
Kesulitan bicara
11.
Rasa mual/muntah
K l a s i fi k a s i a t a u d e r a j a t h i p e r t e n s i .
Tahap

Sistolik (atas)

Diastole (bawah)

Normal Tinggi

130-139mmHg

85-89mmHg

Ringan

140-159mmHg

90-99mmHg

Sedang

160-179mmHg

100-109mmHg

Berat

180-209mmHg

110-119mmHg

Sangat berat

+ 210mmHg

+ 120mmHg

D. Faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi


1. Riwayat keluarga dengan hipertensi
2. Umur
3. Kegemukan
4. Merokok
5. Stress
6. Alkohol
7. Obat-obatan
8. Kurang olah raga
9. Makanan berlemak
10. Berhenti Haid
11. Penyakit (DM,Jantung,Ginjal)
E. Pencegahan dan perawatan hipertensi
1. Pertahankan BB ideal
2. Olah raga
3. Batasi pemakaian garam
4. Hindari konsumsi alkohol
5. Tidak/berhenti merokok
6. Makan banyak buah & sayuran
7. Hindari minum kopi berlebihan
8. Rekreasi
9. Hindari/atasi stress
10. Cek tensi teratur/bulan (bila umur >40th)
Bagi yang sudah sakit:
1. Berobat secara teratur.
2. Mentaati aturan minum obat.
3. Konsultasi,bila akan minum obat lain.
Komplikasi.
a. Stroke
b. Penyakit jantung koroner
c. Gagal jantung
d. Penyakit ginjal
e. Penyakit pembuluh darah perifer (misal gejalanya semutan)
F. Obat tradisional untuk hipertensi
Banyak tumbuhan obat yang telah lama digunakan oleh
masyarakat secara tradisional untuk mengatasi hipertensi atau
tekanan darah tinggi. Hal yang perlu diinformasikan kepada
masyarakat adalah cara penggunaannya, dosis, serta
kemungkinan adanya efek samping yang tidak diketahui.Obat
obat tradisional tersebut diantaranya:
1. Buah Belimbing
Buah ini dapat mengontrol tekanan darah dalam
keadaan normal dan juga bisa menurunkan tekanan darah
bagi mereka yang sudah mengalaminya. Caranya yaitu buah

2.

3.

4.

5.

belimbing yang sudah masak diparut halus. Kemudian


parutan belimbing diperas sehingga menjadi satu gelas sari
belimbing. Air perasan ini diminum setiap pagi, lakukan
selama tiga minggu sampai satu bulan. Setelah satu bulan
sari belimbing ini dapat diminum dua hari sekali. Tidak perlu
menambahkan gula pasir atau sirup pada air perasan. Bagi
mereka yang sudah terlanjur menderita hipertensi, sebaiknya
gunakan buah belimbing yang besar sehingga air perasannya
lebih banyak.
Daun Seledri
Cara penggunaannya dengan menumbuk segenggam
daun seledri sampai halus, saring dan peras deengan kain
bersih dan halus. Air saringan usahakan satu gelas diamkan
selama satu jam, kemudian diminum pagi dan sore dengan
sedikit ampasnya yang ada di dasar gelas. Menurut
penelitian daun seledri bisa memperkecil fluktuasi kenaikan
tekanan darah.
Bawang Putih
Caranya dengan memakan langsung tiga siung bawang
putih mentah setiap pagi dan sore hari. Pilih bawang putih
yang kulitnya berwarna coklat kehitaman karena mutunya
lebih baik. Jika tidak mau memakannya dalam keadaan
mentah bisa direbus atau dikukus dulu. Namun karena
banyak zatnya yang bisa berkhasiat yang dapat ikut larut
ddalam air rebusannya, sebaiknya ditambaah menjadi 8
sampai 9 siung sekali makan.
Buah Mengkudu / Pace
Buah ini sebagai alternatif untuk menekan hipertensi.
Caranya hampir sama dengan buah belimbing, yaitu dengan
cara memarut halus, kemudian diperas memakai kain kassa
yang bersih, diambil airnya. Minum sari mengkudu setiap
pagi dan sore hari secara teratur.
Avokad
Caranya lima daun avokad dicuci bersih, kemudian
direbus dengan 4 gelas air putih. Tunggu air rebusan hingga
menjaadi 2 gelas, saring. Satu gelas diminum pagi hari, satu
gelas lagi diminum sore hari.

G. SASARAN PENYULUHAN
Sasaran penyuluhan yaitu masyarakat yang menderita
penyakit hipertensi
H. METODE PENYULUHAN
Penyuluhan ini akan digunakan metode caramah, diskusi dan
tanya jawab agar masyarakat dapat lebih mengerti.
I. MEDIA
Dalam penyuluhan ini akan digunakan media cetak dan media
elektronik, dalam hal ini akan di putarkan video tentang bahaya
hipertensi dan akan dibagikan selebaran tentang hipertensi dan
spanduk.

J. JADWAL
Rencana kegiatan penyuluhan di desa Ponu akan dilaksanakan
pada :
Tanggal : 15 Februari 2014
Jam
: 08.00 WITA - Selesai
Tempat : Puskesmas Ponu
N
O
1

KEGIATAN

MINGGU
1
2
3

Administrasi

Lapangan

Implementasi

Rp. 150.000

Perlengkapan

Rp. 500.000

Evaluasi

Rp. 500.000
Rp. 250.000

TOTAL

BIAYA

Rp. 200.000
Rp. 1.600.000

K. EVALUASI
1. Evaluasi struktur
a. Peserta hadir di lapangan puskesmas belimbing
b. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan
sebelum dan saat penyuluhan.
2. Evaluasi proses
a. masyarakat antusias terhadap materi penyuluhan
b. masyarakat mendengarkan penyuluhan dengan seksama
c. masyarakat mengajukan pertanyaan
3. Evaluasi hasil
a. Masyarakat dapat menyebutkan pengertian hipertensi
b. Masyarakat dapat menyebutkan dampak hipertensi pada
kehamilan