Anda di halaman 1dari 18

Kompetensi Dasar :

- Kemampuan memahami
- Kemampuan menyelesaikan PD Tingkat n dengan
koefision konstan
- Kemampuan menyelesaikan PD dengan koefision
tak konstan

Tingkat Persamaan Diferensial dapat dilihat dari turunan tertinggi yang termuat
dalam Persamaan Diferensial itu. Dalam bab ini pusat perhatian dititik beratkan pada
unsur-unsur dari teori tentang penyelesaian Persamaan Diferensial linier dan
membicarakan metode untuk memperoleh penyelesaian umum.
Tentu saja penyelesaian umum persamaan diferensial linier tingkat satu dengan
koefisien konstan ataupun koefisien peubah sudah diketahui pada bab 1. Selanjutnya
oleh karena ada beberapa kesulitan aljabar, yang akan dicari dalam penyelesaian ini
adalah Persamaan Diferensial linier tingkat n dengan koefisien konstan dan bentuk
khusus. Adapun Persamaan Diferensial linier dengan koefisien peubah secara eksplisit
sulit dicari penyelesaiannya tetapi dapat diselesaikan dengan metoda deret kuasa atau
secara numerik.

Bentuk umum dari PD linier tingkat n dapat ditulis sebagai berikut :

a n ( x)

dny
d n1 y
dy

a
(
x
)
... a1 ( x) a0 ( x) y R( x)
n 1
n
n 1
dx
dx
dx

(2.1)

dimana ai , i = 0, 1, 2, ,n dan R(x) merupakan fungsi-fungsi dari x atau konstanta


dan a0 0. Apabila ai , i = 0, 1, 2, ,n konstanta maka persamaan diferensial disebut
PD linier tingkat n dengan koefisien konstan. Bentuk PD tersebut diatas (2.1) dapat pula
ditulis sebagai:
n

ai ( x)
i 0

diy
= R(x)
dx i

BilaR(x) 0 maka PD disebut sebagai PD linier tak homogen atau PD Linier Lengkap.
Bila R(x) = 0 maka PD disebut sebagai PD linier homogen atau PD Linier Tereduksi
yang dapat ditulis :
i
n

d y

a ( x) dx
i 0

=0

(2.2)

35

PD Linier Tingkat n

Perlu diketahui bahwa persamaan diferensial yang akan diselesiakan ada [ujud] dan
hanya ada satu (ketunggalan) penyelesaian dari PD (2.1). Teorema berikut menyatakan
syarat-syarat pada fungsi koefisien untuk menjamin keujudan dan ketunggalan
penyelesaian MNA untuk PD order n, meskipun tanpa menyajikan bukti (Bukti dapat
dilihat di E.A.Coddington and N.Levinson, Theory of Differential Equations, MCGrawHill,1955), karena ini merupakan teorema yang terpenting yang berhubungan dengan
PD order n.
Teorema 2.1 :
Misalkan a1 , a2 , a3 ,, an dan R, adalah fungsi yang kontinu dalam suatu interval I
, maka untuk suatu titik x0 dalam I, MNA :
n

ai ( x)
i 0

diy
= R(x) , y( x0 ) 1 , y ( x0 ) 2 , , y ( n ) ( x0 ) n
dx i

mempunyai penyelesaian tunggal dalam I.


Teorema 2.2:

diy
=0
dx i
i 0
Dalam suatu interval I membentuk suatu ruang vector berdimensi n.
n

Himpunan penyelesaian dari persamaan diferensial linier

ai ( x)

Bukti :
Untuk membuktikan bahwa dimensi dari ruang penyelesaian adalah n, harus
ditunjukkan n buah penyelesaian membentuk basis. Untuk mempermudah dibuat kasus
sederhana yaitu n=2.
Misalkan y1 dan y2 adalah penyelesaian tunggal dari MNA
Ly1 = 0 ,
y1(0)= 1
y1 (0) 0
Ly2 = 0 ,
Dimana L = a 2 ( x)

y2(0)= 0

y 2 (0) 1

d2
d
a1 ( x)
2
dx
dx

Wronskian dari penyelesaian pada titik x0 adalah W[y1 , y2](x0) = det(I2) = 1 0


Jadi penyelesaian tersebut adalah bebas linier dalam I. selanjutnya harus ditunjukkan
bahwa kedua penyelesaian membangun / merentang ruang penyelesaian. Misalkan
y=U(x) suatu penyelesaian dari PD Ly = 0 dalam I, dan misalkan
U(x0) = c1 dan U1 ( x 0 ) c 2
Dimana c1 da c2 konstan. Maka y = U(x) adalah penyelesaian tunggal dari MNA:
Ly = 0 ,
y(x0)= c1
y ( x 0 ) c 2
Selanjutnya didefinisikan w(x) = c1 y1 + c2 y2
Maka w(x) harus memenuhi MNA diatas. Oleh karena ketunggalan penyelesaian
haruslah U(x) = X(x) yang Mengakibatkan
U(x) = c1 y1 + c2 y2
Telah dapat ditunjukkan bahwa penyelesaian Ly = 0 dapat ditulis sebagai kombinasi
linier dari penyelesaian yang bebas linier y1 , y2 , hal ini menunjukkan bahwa ia
merentang ruang penyelesaian. Oleh karena itu { y1 , y2 } adalah basis untuk ruang
36

PD Linier Tingkat n

penyelesaian maka dimensi dari ruang penyelesaian adalah 2. pembuktian ini dapat
diperluas untuk PD linier tingkat n.
Dengan mengikuti teorema 3.2 diatas, maka n himpunan penyelesaian yang
n

ai ( x)

bebas linier { y1 , y2 , , yn } dari PD

i 0

diy
=0
dx i

membentuk basis untuk ruang penyelesaian dari PD. Jadi penyelesaian dari PD dapat
ditulis sebagai
y = c 1 y1 + c 2 y2 + + c n yn
dimana c1 , c2 , cn adalah konstanta sebarang, dan penyelesaian tersebut dikatakan
penyeleasian umum
Misalkan Penyelesaian Umum PD linier Tereduksi (PUPR ) adalah :
y c = c 1 y1 + c 2 y2 + + c n yn
dimana c1, c2 , , cn menyatakan konstanta sebarang dan { y1 , y2 , , yn } merupakan
himpunan penyelesaian yang bebas linier dari PD tereduksi, PUPR tersebut harus
memenuhi persamaan diferensial (2.2). Sedangkan Penyelesaian Umum PD Lengkap
(PUPL) dari persamaan (2.1) adalah:
y = c 1 y1 + c 2 y2 + + c n yn + yp
dimana yp adalah penyelesaian partikulir dari PD (2.1).
Definisi 2.1:
Misalkan y1 , y2 , , yn menyatakan fungsi dalam Cn (I). Wronskian
dari fungsi-fungsi ini adalah determinan nxn yang didefinisikan oleh :
y1
y2

yn
W[y1 , y2 , , yn](x) =

y1

y1

( n 1)

y 2

y2

( n 1)

y n

( n 1)
yn

Teorema 2.3:
Misalkan y1 , y2 , , yn adalah n buah penyelesaian dari PD
homogen linier (2.2) pada suatu interval I, bebas linier Jika dan hanya jika W[y1,
y2,,yn](x0) 0 pada setiap titik dalam I.
Bukti :
Jika diberikan kombinasi linier dari y1 , y2 , , yn bernilai nol :
c1 y1 + c2 y2 + + cn yn = 0
dan didiferensialkan hingga ke (n-1) diperoleh system persamaan linier :
c1 y1 + c 2 y2 + + c n y n = 0
c1 y1 + c2 y 2 + + cn y n = 0

( n 1)

( n 1)

( n 1)

c1 y1
+ c2 y 2
+ + cn y n
=0
dengan n bilangan tak diketahui c1 , c2 , , cn dengan matrik koefisien darinya adalah :
37

PD Linier Tingkat n

W[y1, y2,,yn](x). Jadi jika W[y1, y2,,yn](x0) 0 untuk suatu x0 dalam I , maka
determinan dari matrik koefisien adalah tidak nol, yang berakibat diperoleh hanya satu
penyelesaian yang trivial, yaitu c1 = 0, c2 = 0, , cn = 0. Jadi himpunan fungsi-fungsi
y1, y2,,yn adalah bebas linier dalam I.
Konsekuensinya adalah Jika y1 , y2 , , yn adalah penyelesaian PD
homogen linier (2.2) dalam interval I, dan jika W[y1 , y2 , , yn](x0) 0 pada suatu
titik dalam I, jika dan hanya jika y1 , y2 , , yn adalah bebas linier dalam I.

Tugas Mandiri
Tunjukkan bahwa

y1 = cos2x,
y2=3(1-2sin2x)
adalah penyelesaian persamaan diferensial y 4 y 0 dalam ( , ). Hitunglah
apakah y1 , y2 bebas linier dalam ( , ).
Jika diberikan suatu persamaan diferensial linier nonhomogen :

dny
d n1 y
dy
a1 ( x) n1 ... an1 ( x) a n ( x) y R( x)
n
dx
dx
dx

( 2.3)

dimana R(x) 0, dalam interval I. Jika R(x) = 0 dalam ( 2.3), didapat suatu persamaan
homogen dari PD yang terkait :

dny
d n1 y
dy

a
(
x
)
... a n 1 ( x) a n ( x) y 0
1
n
n 1
dx
dx
dx

( 2.4)

persamaan ( 2.3) dan ( 2.4) dapat ditulis dengan bentuk operator diferensial sebagai :
F(D) y = R(x)
dan
F(D) y = 0
n
n1
Dimana F(D) = D a1 ( x) D ... an1 ( x) D an ( x) .
Penyelesaian PD nonhomogen diberikan oleh teorema berikut :
Teorema 2.4:

Misalkan y1 , y2 , , yn adalah penyelesaian yang bebas linier dari (2.4)


dalam interval I, dan misalkan y = yp adalah penyelesaian partikulir dari
(2.3) dalam I, maka penyelesaian umum (2.3) dalam I adalah :
y = c1 y1 + c2 y2 + + cn yn + yp.
Bukti :
Oleh karena y = yp. harus memenuhi ( 2.3) maka haruslah F(D) yp = R(x)
( 2.5)
Misalkan y = u juga penyelesaian ( 2.3) , maka F(D) u = R(x) , akibatnya
F(D) [u yp ] = 0
Jadi y = u yp merupakan penyelesaian yang berkauitan dengan persamaan homogen
F(D) y = 0 dan dapat ditulis sebagai :
u yp = c1 y1 + c2 y2 + + c n yn
untuk suatu c1 , c2 , , cn sebarang. Konsekuensinya,
u = c1 y1 + c2 y2 + + cn yn + yp
Jadi Penyelesaian umum dari PD nonhomogen F(D) y = R(x) adalah :
y = yc + yp
dimana yc = c1 y1 + c2 y2 + + cn yn
38

PD Linier Tingkat n

2.1. Persamaan Diferensial Tingkat dua Tereduksi dengan Koefisien konstan.


Bentuk Umum :

a0

d2y
dy
a1
a2 y 0
2
dx
dx

(2.6)

dengan a0, a1, a2 adalah konstan. Misalkan y = emx merupakan penyelesaian dari PD
tersebut, maka harus memenuhi (2.6):

a0 m 2 e mx a1memx a2 e mx 0
e mx (a0 m 2 a1m a2 ) 0

e mx maka (a0 m 2 a1m a2 ) 0


dan persamaan : (m n a1m n1 ... an1m an ) 0
disebut persamaan karakteristik, dengan m1 , m2 merupakan akar-akar karakteristiknya.
Dengan melihat keadaan akar-akar karakteristiknya, ada tiga kondisi :
1) Jika m1 m2 (aka-akarnya real dan berbeda) maka PUPD :
y = c1 e m1 x + c2 e m2 x
2) Jika m1 m2 = m (merupakan akar-akar yang real dan kembar yaitu bernilai m)
, maka PUPD :
y = e m x ( c 1 + c2 x )
3) Jika terdapat akar komplek sekawan m12 = a b i , sedangkan yang lain real
dan berbeda , maka PUPD :
y = e a x ( c1 cos bx + c2 sin bx )
Untuk penyelesaian PD Linier tingkat n dengan koefisien konstan tereduksi caranya
sama dengan tingkat dua tersebut diatas , hanya tinggal menjeneralisir saja.
Contoh :
1) Selesaikan PD y 5 y 6 y 0 , dengan syarat awal y(0) 0,

y (0) 1

Penyelesaian :
Subtitusi y = emx diperoleh :
persamaan karakteristik : m2 + 5 m + 6 = 0
akar-akar karakteristik : m = -3 dan m = -2
PUPD : y = c1 e 3 x + c2 e 2 x
y(0) 0 0 = c1 + c2

y (0) 1

y (x) 3c1e

3 x

2c2 e

2 x

( i )
1 = -3 c1 - 2 c2

( ii )
dari (i) dan (ii) diperoleh c1= -1 dan c2 = 1
jadi PPPD : y = - e 3 x + e 2 x

39

PD Linier Tingkat n

Tugas Mandiri

1) Selesaikan
dengan
y 6 y 9 y 0 ,

y(0) 0, y (0) 2
Kunci jawaban :
Akar-akar pers. Karakteristik : m12 = 3
PUPD: y = e 3 x ( c1 + c2 x)
PPPD: y = 2 x e 3 x

syarat

awal

2) Selesaikan y 3 y 9 y 13 y 0
Kunci Jawaban :
Akar-akar karakteristik : m1= -1 , m23 = 2 3 i
PUPD: y = c1 e x + e 2 x (c2 cos3x+ c3 sin3x)

3) Selesaikan y ( 4) 8 y 16 y 0
Kunci jawaban :
Akar-akar karakteristik : m12= 2i , m34 = 2 3i
PUPD : y = ( c1 cos 2x + c2 sin 2x)+ x ( c4 cos 2x + c5 sin 2x)

2.2. PD Lengkap
2.2.1.Metode Variasi Parameter
Penyelesaian umum dari PD linier nonhomogen dengan koefisien konstan :

dny
d n1 y
dy

a
... an1
a n y F ( x)
1
n
n 1
dx
dx
dx
( 2.7)
dengan a1, a2, a3, , an konstan, kita peroleh dari penyelesaian PD tereduksi (PD
homogen) , yaitu yc , dan penyelesaian partikulirnya yaitu yp.
PUPL : y = yc + yp.
Kita akan mulai dengan memberikan kasus PD non homogen tingkat 2, yang diberikan
oleh persamaan :
(2.8)
y py qy F (x)
dina p dan q adalah konstan. Misalkan y1(x) dan y2(x) adalah dua penyelesaian yang
bebas linier yang berkaitan dengan PD homogen :

y py qy 0

maka penyelesaian umum dari PD homogen :

yc = c1 y1(x) + c2 y2(x)

Metoda variasi parameter meletakkan kembali konstanta c1 dan c2 sebagai fungsi


L1(x) dan L2(x) sedemikian hingga yp penyelesaian dari PD (2.8) :
40

PD Linier Tingkat n

Yp = L1(x) y1(x) + L2(x) y2(x)


Dimana L1(x) dan L2(x) mengikuti sifat :

L1 (x) y1(x) + L2 (x) y2(x) = 0


L1 (x) y1 (x) + L2 (x) y 2 (x) = F(x)
Dua persamaan dengan 2 bilangan anu L1 (x) dan L2 (x) pasti dapat diselesaikan
dengan aturan Cramer : L1 (x) =

dan L2 (x) = 2 .

Contoh :
Dapatkan penyelesaian umum dari y 4 y 4 y e 2 x ln x
Penyelesaian :
Penyelesaian umum dari PD homogen yang berkaitan adalah :
yc = c1 e-2x + c2 x e-2x
sehingga penyelesaian partikulir dari PD Lengkap diatas adalah :
yp = L1(x) e-2x + L2(x) x e-2x
dimana :
L1 (x) e-2x + L2 (x) x e-2x = 0

L1 (x)
atau
L1 (x)
L1 (x)
0
ln x
L1 (x) =
1
2

(-2 e-2x ) + L2 (x) e-2x (-2x +1) = e-2x ln x


+ L2 (x) x = 0

(-2 ) + L2 (x) (-2x +1) = ln x

x
1 2x
x ln x
=
= -x lnx
x
1
1 2x
1
L1(x) = x ln x dx = x2 (1-2lnx)
4
1
0
2 ln x
ln x
L2(x) =
=
= lnx
L2 (x) =
1
x
1
2 1 2x

ln x dx = x ( lnx 1 )

sehingga penyelesaian partikulir dari PD Lengkap diatas adalah :

1 2
x (1-2lnx) e-2x + x ( lnx 1 ) x e-2x
4
1 2 -2x
=
x e (2 lnx 3 )
4

yp =

41

PD Linier Tingkat n

Jadi PUPL y = c1 e-2x + c2 x e-2x +

1 2 -2x
x e (2 lnx 3 ) .
4

Sekarang secara umum kita perluas untuk PD linier tk n dengan metode variasi
parameter. Bentuk umum PD :

dny
d n1 y
dy

a
... an1
a n y F ( x)
1
n
n 1
dx
dx
dx

(2.9)

dny
d n1 y
dy

a
... an1
an y 0
1
n
n 1
dx
dx
dx

(2.10)

dengan a1, a2, a3, , an konstan. Misalkan


yang bebas linier dari PD homogen

y1(x) , y2(x) , , yn(x) adalah penyelesaian

Mempunyai penyelesaian umum


yc = c1 y1 + c2 y2 + + cn yn
dan penyelesaian partikulir diberikan oleh persamaan :
yp = L1 y1 + L2 y2 + + Ln yn
yang memenuhi sifat :

L1 y1 L2 y 2 ... Ln y n 0
L1 y1 L2 y 2 ... Ln y n 0
L1 y1 L2 y 2 ... Ln y n 0

( n2)
( n2)
( n2)
L1 y1
... Ln y n
0
1 L2 y 2
( n 1)
( n 1)
( n 1)
L1 y1 1 L2 y 2
... Ln y n
F ( x)
L1 , L2 ,...Ln diperoleh dari aturan Cramer, kemudian masing-masing diintegralkan

sehingga diperoleh nilai dari L1 , L2 ,...Ln .


Contoh:

Dapatkan penyelesaian umum :

y 3 y 3 y y 36 e x ln x

Tugas mandiri
PUPR: y = ex (c1 + c2 x + c3 x2 ).
PUPL : y = c1 ex + c2x ex + c3x2ex + x3 ex (6 lnx -11)

2.2.2. Metode Operator D


Operator D adalah operator diferensial. Jika

d
dapat ditulis sebagai D maka
dx

dy
d2y
= Dy dan
= D2y . Sedangkan D-1adalah operator integral: D-1y =
dx
dx 2

y dx

atau

42

PD Linier Tingkat n

D-1 =

dx dengan demikian D-2y berarti mengintegralkan y dua kali.

Padang

dny
d n1 y
dy

a
... an1
a n y R( x)
1
n
n 1
dx
dx
dx

kembali PD lengkap (2.9):

dengan a1, a2, a3, , an konstan , berubah menjadi :

D n y a1 D n1 y ... an1 Dy an y R( x)

(2.11)

n 1

Jika dimisalkan F(D ) = D a1 D ... an1 D an


F(D ) disebut Polonomial operator D . Dan persamaan (2.11) dapat ditulis menjadi :
F(D ) y = R(x)
(2.12)
n

PD homogen dapat ditulis :


F(D ) y = 0
(2.13)
yp adalah penyelesaian partikulir yang merupakan penyelesaian dari (2.11).
Metode operator D dapat digunakan untuk mendapatkan penyelesaian partikulir :
yp =

1
R( x)
F ( D)

(2.14)

Sekarang perhatikan (2.14), F(D ) dapat diuraikan menjadi :


F(D ) = (D m1) (D m2) (D-mn)
maka

yp

1
1
1
......
R( x)
( D m1 ) ( D m2 )
( D mn )

dimana masing masing pecahan operator dioperasikan terhadap R(x), misalkan pada
bagian

1
R( x) = u atau Du mn u = R(x) merupakan PD linier tingkat satu,
( D mn )

dengan bentuk penyelesaian : u =

e mn x

mn x

R( x)dx , dan kemudian hasilnya

dioperasikan kembali pada operator berikutnya sehingga didapat penyelesaian


partikulir. Diberikan teorema berikut yang sangat bermanfaat untuk memperoleh
penyelesaian PD lengkap, namun untuk kemudahan pembuktian kita terapkan pada PD
order 2:

( D 2 pD q) y R( x)
yang kemudian dapat di generalisasi pada F(D) derajat n.
Teorema 2.5 :
1)
2)
3)

1
1 ax
[ eax ] =
e , dimana F(a) 0
F ( D)
F (a)
1
1
[ eax f(x) ] = eax
f(x).
F ( D)
F ( D a)
1
1
[ sin(ax+b) ] =
sin(ax+b) , dimana F( -a2 ) 0
2
F (D )
F (a 2 )
1
1
[ cos(ax+b) ] =
cos(ax+b) , dimana F( -a2 ) 0
2
2
F (D )
F (a )

43

PD Linier Tingkat n

4)
5)

1
Pn(x) = ( a0 + a1 D + a2 D2 + + an Dn ) Pn (x).
F ( D)
1
1
F ( D)
[ x V(x) ] = x
V(x) V(x).
F ( D)
F ( D)
{F ( D)}2

Rumus berikut ini akan banyak penggunaannya :


Euler
: eiax = cos ax + i sin ax .
1
MacLaurint
:
1 x x 2 x 3 x 4 x 5 ...
1 x
1
1 x x 2 x 3 x 4 x 5 ...
1 x
contoh:
1. Dapatkan penyelesaian umum dari y y e 2 x
Penyelesaian :
PR
: D2 + 1 = 0
2
PK : m + 1 = 0
Akar-akar : m12 = i
PUPR
: yc = c1 cos x + c2 sin x.
PP

: yp =

1
1
e2x = e2x
5
D 1
2

1 2x
e
5
2. Dapatkan penyelesaian umum dari y y 12 cos 2 x sin x
PUPL

: y = c1 cos x + c2 sin x +

Penyelesaian :
PUPR
: yc = c1 cos x + c2 sin x.
PP
: yp = 1 ( 12 cos 2 x sin x )
D2 1

1
1
12 cos 2 x 2
sin x )
D 1
D 1
1
= 1 12 cos 2 x Im{
ei x
( D i)( D i)
3

yp =

= 4 cos 2 x Im{

ix
= 4 cos 2 x Im{e 1 1}
2i D
i
= 4 cos 2 x Im{ e i x x} = 4 cos 2 x Im{ i x(cos x i sin x)}
2
2
1
= 4 cos 2 x x cos x
2
1
y = c1 cos x + c2 sin x 4 cos 2 x x cos x
2

= 4 cos 2 x Im{

PUPL :

1
e i x = 4 cos 2 x Im{ 1
e i x .1
( D i)2i
2i ( D i)

1
e i x .1
2i ( D i)

44

PD Linier Tingkat n

Dapatkan penyelesaian umum :

Dapatkan penyelesaian umum :

y 4 y 5 y cos 2 x

y 3 y 2 y 5x 3 2 x 2 4 x 1

Tugas mandiri

Tugas mandiri

PUPR yc = e2x (c1 cosx + c2 sinx)


yp = cos 2 x 8 sin 2 x
65

PUPR yc = c1 ex + c2 e2x
PUPL : y = c1 ex + c2 e2x +

5 3 49 2 109
37
x
x
x
2
4
4
8

2.2.3.Persamaan Diferensial Linier dengan Koefisien Tidak konstan.


Sering kali persamaan diferensial yang diselesaikan merupakan persamaan
diferensial dengan koefisien tidak konstan sehingga untuk menyelesaikannya
diperlukan teknik teknik tersendiri. Dalam bab ini akan dicari penyelesaian dari
persamaan diferensial linier tingkat n dengan koefisien tidak konstan yang berbentuk
khusus, yaitu PD Cauchy-Euler. Adapun Persamaan Diferensial linier dengan koefisien
peubah yang diluar bentuk khusus tadi secara eksplisit sulit dicari penyelesaiannya
tetapi dapat diselesaikan dengan metoda deret kuasa atau secara numerik.
Salah satu PD tingkat n dengan koefisien tidak konstan adalah :
dny
d n1 y
dy
(2.15)
(ax b) n n p1 (ax b) n1 n1 ... pn1 (ax b) pn y R( x)
dx
dx
dx
disebut dengan Persamaan Diferensial Cauchy-Euler.Pada persamaan tersebut
a1 , a2 ,..., an merupakan konstanta-konstanta dan R adalah fungsi yang kontinu. Untuk
menyelesaikan (2.15) dilakukan subtitusi sehingga (2.15) menjadi PD dengan koefisien
konstan. Untuk itu dimisalkan
et = ax + b maka t = ln(ax+b)
dt
a
sehingga

dx

ax b

selanjutnya turunan tingkat satu dan dua dari y dapat diperoleh :


y = dy dy dt a dy = a dy
dx dt dx ax b dt ax b dt
y

d dy = d
a dy



dx dx dx ax b dt

(2.16)

= a 2 d 2 y dy

2
2
dt
(ax b) dt

a2
dd

1 y
2
(ax b) dt dt

(2.17)

dengan cara yang sama dapat diperoleh turunan ke tiga s/d ke-n dari y adalah :
45

PD Linier Tingkat n

a3
dd
d

1 2 y
3
(ax b) dt dt dt

y ( n)

(2.18)

an
dd
d
d

1 2 n y
n
(ax b) dt dt dt
dt

(2.19)

Misalkan operator d = maka (2.16) , (2.17), (2.18), (2.19) dapat ditulis kembali :
dt
(ax b) y = a y
2
(ax b) 2 y = a (-1) y
3
(ax b) 3 y = a (-1) ( -2) y

(ax b) n y ( n ) = a (-1)(-2) . . . (-n) y

dan persamaan ( 2.15) menjadi PD linier tingkat n dengan koefisien konstan :


{an (-1)(-2) ... (-n)}+ + p2 a2 (-1)+ p1 a y + p0 y = R(x)

Sebagai tugas Tentukan penyelesaian dari :

(2.20)

(3x+2)2 y + 3 (3x+2) y - 9 y = 6 x

Kunci jawaban :PUPL:y=c1(3x+2)+c2(3x+2)-1+ 1 ln(3x 2) (3x 2)


3

46

PD Linier Tingkat n

Untuk soal 1 3.
Tunjukkan bahwa fungsi berikut adalah penyelesaian dari Persamaan
Diferensial yang diberikan dalam , dan tentukan yang mana dari
mereka yang merupakan basis dari Persamaan Diferensial.
1.
2.
3.

y" y'6 y 0 , y1 e 3 x , y 2 e 2
y"4 y 0 , y1 cos 2 x , y2 sin 2 x
y"2 y' y 0 , y1 e x , y 2 xe x , y3 e x ( x 2)

4. Diberikan Persamaan Diferensial y" y'6 y 018e 3 x


a) Tentukan nilai dari r yang konstan sedemikian hingga y e rx adalah
penyelesaian dari Persamaan Diferensial homogen dalam ,
dapatkan pula fungsi komplemennya.
b) Dapatkan nilaidari A0 yang konstan sedemikian hingga y p A0 e 3 x
adalah penyelesaian partikulir di Persamaan Diferensial.
c) Dengan menggunakan hasil dari a) dan b) tentukan penyelesaian umum
5. Diberikan Persamaan Diferensial y" y'2 y 4 x 2
a) Tentukan nilai dari r yang konstan sedemikian hingga y e rx adalah

penyelesaian dari Persamaan Diferensial homogen dalam ,


dapatkan pula fungsi komplemennya.
b) Tentukan nilai a0 , a1 , a 2 yang konstan sedemikian hingga

y p a0 a1 x a2 x 2

adalah penyelesaian partikulir di Persamaan

Diferensial.
c) Dengan menggunakan hasil dari a) dan b) tentukan penyelesaian umum.
Untuk nomer 6 12 Tentukan penyelesaian umum dari persamaan diferensial yang
diberikan:
6.
7.
8.
9.
10.

D 4D 2D 3y 0
y"5 y 6 y 0
y' ' ' y"4 y'4 y 0
y y 4 y 4 y 0

D 22 y 0

11. D 2 6D 34 y 0
12. D 2 4D 1y 0
47

PD Linier Tingkat n

13. Dapatkan penyelesaian dari MNA y" y'6 y 0 ,

y(0) 3 , y' (0) 1

14. Diberikan persamaan Laplace : u u 0


2
2
2

Tentukan dengan substitusi ux, y e

f ( ) dimana x y ,

2
( , konstan positif) menjadi Persamaan Diferensial d f 2 p df a f 0
d 2
d 2

1
Dimana p
, q 2
2 2
2
15. D 2 2D 3y 15e 4 x
16. DD 2y 49e x sin 2 x
17. D 2 2D 1y 3xx 4

18. y"2 y'2 y 4 x 2

n
2

19. y"9 y 5 cos 2 x , y (0) y 2

d 2x
20.
W02 x F0 cos t
2
dt
dimana 0 dan baik persamaan konstan, F0 adalah konstan sembarang.
Jelaskan dua kasus yang berbeda 0 dan 0
21. y"6 y '9 y

2e 3 x
x2 1

22. y"4 y '4 y

e 2 x
, x0
x2

64e x
3 sin 2 (4 x)
24. ( x3 D3 + 2x D -2 ) = x2 lnx + 3x
25. {( 3x+2)3 D2 + 3 (3x+2) D 36 }y = 3x2 + 4x + 1

23. y"2 y 17 y

48

PD Linier Tingkat n

1) Selesaikan PD berikut : ( D2 1 ) y = sin2 2 x


2) Diberikan suatu bentuk masalah nilai awal (MNA)
y" y'6 y e x ;
y( 0 ) y0 , y' ( 0 ) y1
dimana konstan.
a) Selesaikan MNA tersebut.
b) Berikan kondisi untuk y 0 dan y1 agar solusi MNA berasimtotis ke 0 jika
x .
2
2
3)
Diberikan persamaan Laplace : u u 0
x 2

y 2

Tunjukkan dengan substitusi ux, y e

f ( ) dimana x y , ( ,

konstan positif) menjadi Persamaan Diferensial


dimana p=

( 2 )
2

4)

, q=

d2 f
df
a
2p

f 0
d 2
d 2

1
( 2 2 )

3x
Seleaikan (D2 6D +9) = e

x2

Kerjakan sungguh-sungguh soal test formatif_3 ini. Sebelum anda


membandingkan pekerjaan anda dengan petunjuk yang terdapat dalam kunci
jawaban pada akhir bab ini. Jika anda dapat mengerjakan 3 dari 4 soal yang
diberikan berarti bahwa tingkat penguasaan anda atas materi kegiatan belajar
ini cukup baik. Jika tidak demikian sebaiknya anda pelejari lagi bagian yang
belum anda kuasai.

49

PD Linier Tingkat n

KUNCI JAWABAN LATIHAN


1) Basis ( e3x , e-2x ), PU : y = c1 e3x + c2 e-2x.
3) Basis ( e-x , x e-x ), PU : y = c1 e-x + c2 x e-x
5)a. y = c1 e-2x + c2 ex ,b. yp = - (3+2 x +2 x2 ), c. y = c1 e-2x + c2 ex - (3+2 x +2 x2 )
7) y = c1 e-4x + c2 e2x + c3 e-3x
9) y = c1 ex + c2 e2x + c3 e-2x
11) y = e3x ( c1 cos5x + c2 sin5x)
13) y = 2 e2x + e-3x
15) y = c1 e-x + c2 e3x + 3 e4x
17) y = ex ( c1 + c2 x ) + 3 x2 6
19) y = cos3x + 2 sin3x + cos2x
21) y = e-3x [ c1 + c2 x + 2 x tan-1x ln(x2+ 1)]
4
sin 4 x ]
23)y = e-x [ c1 cos4x + c2 sin4x + cos4x ln( cos 4 x 2 )+
tan 1 (
)
cos 4 x 2
3 sin 4 x
3
25) y = c1 (3x+2)2 + c2 (3x+2)-2 + 1 [ (3x+2)2 ln(3x+2) + 1]
180

Kunci Jawaban test formatif 3


1

1)

( D2 + 1 ) y = sin2 2 x = 2 ( 1- cos x )
PUPR : PR : yc = c1 cos x + c2 sin x
1

PP :

yp =

(1 cos x) =

(1 cos x) =

1
1
- 2 2 cos x
2 D 1

D 1
D 1
1 1
1 1
xsin x
yp = + Real{ xi (cos x i sin x) }= 2 4
2 4
2) PD : y" y'6 y 0
a)

PK : m2 m 6 = 0
PUPR : yc = c1 e3x + c2 e-2x
PP : yp = -

x
e
4

y(0) y0

y0 = c1 + c2 -

y' (0) y1 ,

y1 = 3c1 - 2c2 +

Diperoleh : c1 = 1 (2 y 0 y1 ) dan c2 = 1 (3 y0 y1 )
5
4
5

Jadi penyelesaian khusus : y = 1 (2 y 0 y1 ) e3x + 1 (3 y 0 y1 ) e-2x - e x


4
5
4
5
b) Agar penyelesaian berasimtotis ke 0 untuk x , lim y( x) 0
x

50

PD Linier Tingkat n

Haruslah dipilih c1 = 1 (2 y 0 y1 ) = 0 atau (2 y 0 y1 ) 0


5
4
4
3)

2
2
Diberikan persamaan Laplace : u u 0
2
2

Dengan substitusi ux, y e f ( ) dimana x y , , konstan , masuk


pada PD diperoleh :
1

f ( ) 2
f ( ) f ( ) 0
2 ( 2 2 )
( 2 2 )
x

atau PD :

d2 f
df
a
2p
2 f 0
2
d

1
, q=
( 2 )
( 2 2 )
4) PUPR : y = c1 e3x + c2 x e3x

dimana p=

Dan

yp = - lnx e3x -

1 3x
x e = - lnx e3x - e3x
x

Jadi PUPD : y = c1 e3x + c2 x e3x - lnx e3x - e3x

51

PD Linier Tingkat n

52