Anda di halaman 1dari 14

Sensor Kimia

(Chemical Sensor)

Dipresentasikan oleh :
Rony
Ronald E
Pendahuluan

Sensor Kimia adalah suatu alat yang


dapat mengubah besaran kimia ke
besaran listrik.
Pada presentasi ini, akan dijelaskan
salah satu contoh sensor kimia, yaitu
pH-Meter.
pH
 pH (power of Hydrogen) adalah suatu satuan ukur yang
menguraikan derajat tingkat kadar keasaman atau kadar alkali
dari suatu larutan. Istilah pH diperkenalkan oleh Søren Peter
Lauritz Sørensen pada tahun 1909.
 Unit pH diukur pada skala 0 sampai 14.
 Definisi yang formal tentang pH adalah negatif logaritma dari
aktivitas ion Hydrogen.
 pH = -log[H+].
 pH dibentuk dari informasi kuantitatif yang dinyatakan oleh
tingkat derajat keasaman atau basa yang berkaitan dengan
aktivitas ion hydrogen. Nilai pH dari suatu unsur adalah
perbandingan antara konsentrasi ion hydrogen [H+] dengan
konsentrasi ion hidroksil [OH-]. Jika konsentrasi H+ lebih besar
dari OH-, material disebut asam; yaitu., nilai pH adalah kurang
dari 7. Jika konsentrasi OH- lebih besar dari H+, material disebut
basa, dengan suatu nilai pH lebih besar dari 7. Jika konsentrasi
H+ sama dengan OH- maka material disebut sebagai material
netral. Asam dan basa mempunyai ion hydrogen bebas dan ion
alkali bebas. Besarnya konsentrasi ion H+ dalam larutan disebut
derajat keasaman.

pH

Untuk menyatakan derajat keasaman suatu larutan


dipakai pengertian pH.
Atas dasar pengertian ini, ditentukan:
 - Jika nilai pH = pOH = 7, maka larutan bersifat
netral.
 - Jika nilai pH < 7, maka larutan bersifat asam.
 - Jika nilai pH > 7, maka larutan bersifat basa.
pH-Meter

Derajat keasaman (pH) dapat diukur dengan


menggunakan pH-Meter.
Bagian-bagian pH-Meter :
 Elektroda Gelas
 Elektroda Referensi (Pembanding)
Pengukuran dengan pH-Meter lebih akurat
dibandingkan dengan pengukuran dengan cara
konvensional.
Sejarah pH-Meter
 Sejarah pengukuran pH suatu larutan dengan menggunakan pH meter
system elektrik dimulai pada tahun 1906, ketika Max Cremer dalam
sebuah penelitiannya, menemukan adanya interaksi dari aktivitas ion
hydrogen yang dihubungkan dengan suatu sel akan menghasilkan
tegangan listrik. Dia menggunakan gelembung kaca yang tipis yang diisi
dengan suatu larutan dan dimasukan ke dalam larutan yang lain dan
ternyata menghasilkan tegangan listrik. Gagasan ini kemudian
dikembangkan oleh Firtz Haber dan Zygmunt Klemsiewcz yang
menemukan bahwa tegangan yang dihasilkan oleh gelembung kaca
tersebut merupakan suatu fungsi logaritmis.
 pH meter untuk penggunaan komersial pertama kali diproduksi oleh
Radiometer pada tahun 1936 di Denmark. Arnold Orville Beckman
dari Amerika Serikat, menemukan pH meter ketika ia menjadi asisten
professor kimia di California Institute of Technology, di mana dengan alat
tersebut didapat metoda yang cepat dan akurat untuk pengukuran kadar
asam dari jus lemon yang diproduksi oleh California Fruit Growers
Exchange (Sunkist). Hasil penemuannya tersebut membawa dia untuk
mendirikan Beckman Instruments Company (sekarang Beckman Coulter).

Gambar pH-Meter
Elektroda Pembanding
(Reference Electrode)

Elektroda pembanding calomel terdiri dari tabung


gelas yang berisi potassium kloride (KCl) yang
merupakan elektrolit yang mana terjadi kontak
dengan mercuri chloride (HgCl) di ujung elektrolit
KCl. Tabung gelas ini mudah pecah sehingga untuk
menghubungkannya digunakan ceramic berpori
atau bahan sejenisnya.

Elektroda Gelas
(Glass Electrode)
Elektroda gelas terdiri dari tabung kaca yang kokoh
yang tersambung dengan gelembung kaca tipis,
yang Didalamnya terdapat larutan KCl sebagai
buffer pH 7. Elektroda perak yang ujungnya
merupakan perak kloride (AgCl2) dihubungkan
kedalam larutan tersebut. Untuk meminimalisir
pengaruh electric yang gak diinginkan, alat tersebut
dilindungi oleh suatu lapisan kertas pelindung yang
biasanya terdapat dibagian dalam elektroda gelas.
pH-Meter Modern
Prinsip Kerja pH-Meter

 Elektroda gelas terbuat dari logam yang tidak reaktif (perak, emas, atau platinum)
dan diletakkan pada gelas yang memiliki struktur gelembung gelas, dan sensitif
terhadap ion hidrogen. Pada ujung gelas terdapat membran gelas. Pada gelas ini
diisi larutan yang diketahui kadar pH-nya ( pada penjelasan ini, larutannya adalah
KCL dengan pH 7).
 Elektroda referensi diletakkan pada larutan yang akan diukur pH-nya.
 Perbedaan pH antara larutan di dalam dan di luar membran gelas akan menimbulkan
emf (electromotive force) yang sebanding dengan perbedaan pH.
 Elektroda referensi akan mengukur besarnya emf yang terjadi pada membran gelas
sehingga apabila elektroda gelas terhubung dengan elektroda referensi, maka
antara keduanya akan ada beda tegangan, sehingga menghasilkan aliran arus yang
dapat diukur. Untuk itu microammeter dipasang diantara elektroda gelas dengan
elektroda referensi, dengan bantuan DC Amplifier.
 Contoh:
 Sebagai gambaran, pada suhu berkisar antara 25 derajat – 30 derajat celsius, apabila perbedaan
larutan di luar dan dalam gelas adalah pH 1, maka akan timbul emf yang setara dengan 60
mV, apabila dihubungkan dengan voltmeter.
Rangkaian umum pH-Meter
Rangkaian DC-Amplifier
Seperti diketahui, probe pH elektroda memiliki
resistansi input yang sangat besar. Hal ini tentunya
membutuhkan komponen amplifier atau penguat
agar output dari pH elektroda dapat diamati. Untuk
mengatasi resistansi output yang tinggi, maka dapat
digunakan amplifier dengan karakteristik arus input
yang sangat kecil.