Anda di halaman 1dari 1

BAB 5

ANALISA DAN INTERPRETASI

5.1

Kaitan Peribadatan Agama Islam Dengan Masjid

Masyarakat Kampung Naga memeluk agama Islam. Meski demikian seperti


halnya masyarakat adat lainnya yang ada di Indonesia, mereka juga sangat taat
memegang adat istiadat dan kepercayaan nenek moyang mereka. Artinya,
meskipun mereka menyatakan memeluk agama Islam, namun syariat Islam yang
mereka jalankan agak berbeda dengan pemeluk agama Islam lainnya.
Salah satu di antaranya, shalat lima waktu; Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib,
dan Isya, hanya dilakukan pada hari Jumat. Di luar itu, mereka tidak
melaksanakan shalat lima waktu. Meski demikian toleransi kepada keyakinan
lainnya tetaplah dijaga luhur. Mereka tak melarang para pelancong yang hendak
melaksanakan shalat lima waktu di luar hari Jumat. Jumlah rumah di Kampung
Naga berjumlah tetap selama puluhan tahun. Mereka menjaganya dengan agak
membatasi jumlah anak, mengecilkan ruang-ruang di dalam rumah, dan
menciptakan ruang- ruang kosong tanpa furnitur di dalam rumah agar ruang dapat
berfungsi banyak. Namun tentu perkembangan penduduk lama kelamaan tak
dapat ditampung lagi oleh kawasan arsitektural perkampungan ini, yang dengan
aturan adat, terus berusaha menerapkan aturan tidak bertambahnya luasan
kampung dan tidak bertambah jumlah rumah. Karenanya sebagian warga yang
tidak tertampung , bertempat tinggal di luar Kampung Naga inti, namun tetap
disebut sebagai warga kampung Naga.

56