Anda di halaman 1dari 11

Laporan Uji Protein

Disusun Oleh:
1.
2.
3.
4.

Tommy Saputra
Valentine
Victor Alberto Valentino
Vishientrie Sylviana Asta

SMA XAVERIUS 3
PALEMBANG
2013
BAB I

(40)
(41)
(42)
(43)

Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pada percobaan uji protein ini dilakukan berbagai macam uji, yaitu uji
buret, pengendapan dengan logam, pengendapan dengan garam, denaturasi
protein, uji sullfur dan pengendapan dengan alkohol.
Pada uji biuret dihasilkan warna violet. Hal ini disebakan penambahan
CuSO4 sehingga terbentuk kompleks antar Cu2+dengan gugus amino dari protein..
makin kuat intensitas warna ungu yang dihasilkan ini menunjukan makin panjang
ikatan peptidanya. Dengan perubahan warna ungu yang diperoleh ini menunjukan
bahwa uji ini positif terhadap biuret.
Pada uji pengendapan logam dihasilkan endapan berwarna putih dan
larutan keruh. Endapan yang terbentuk merupakan endapan yang berasal dari
protein yang diuji, endapan ini terjadi karena adanya reaksi logam Pb dngan
protein. Logam Pb ini merupakan logam yang mengandung ion positif. Dimana
salah satu sifat dari logam yang mengandung ion positif dapan menghasilkan
endapan jika direaksikan dengan protein. Sama halnya dengan Hg yang juga
merupakan logam yang mengandung ion positif yang juga dapat menghasilkan
endapan jika direaksikan dengan protrein dasar reaksi pengendapan oleh logam
berat adalah penetralan muatan. Dimana pengendapan akan terjadi bila protein
berada dalam bentuk isoelektrik yang bermuatan negatif, dengan adanya muatan
positif dari logam berat akan terjadi reaksi netralisasi dari protein dan dihasilakan
garam proitein yang mengendap. Endapan ini akan melarut kembali dengan
penambahan alkali yang sifat pengendapan ini adalah reversibel.
Untuk percobaan pada uji pengendapan dengan garam itu hasil yang
diperoleh yaitu endapan yang bewarna merah. Endapan ini menunjukkan atau
merupakan hasil dari garam-garam organic dalam persentase tinggi yang dapat
mempengaruhi sifat kelarutan protein. Pengendapan yang dikarenakan
penambahan ammonium sulfat menyebabkan terjadi dehidrasi protein atau sering
dikenal dengan kehilangan air, sehingga proses dehidratasi ini molekul protein
yang mempunyai kelarutan paling kecil akan mudah mengendapa. Hasil
pencampuran antara serbuk ammonium sulfat dengan protein menghasilkan
endapan dan filtrate, untuk endapan dilakukan uji millondan menghasilkan larutan
dengan endapan merah, hal ini dikarenakan karena pereaksi millon adalah larutan
merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrit. Apabila pereaksi ini ditambahkan
pada larutan protein, akan menghasilkan endapan putih yang dapat menjadi merah

pada pemanasan. Pada dasarnya reaksi ini positif untuk fenol-fenol dikarenakan
terbentuknya senyawa merkuri dengan gugus hidroksifenil yang bewarna, protein
yang mengandung tirosin akan memberikan uji positif
Pada percobaan uji koagulasi ini dimana berdasarkan literatur jika protein
ditambahkan dengan larutan asam atau basa, maka akan terdenaturasi atau terjadi
penggumpalan. Penggumpalan ini dapat juga terjadi karena pemanasan yang
dilakukan, dengan proses pemanasan struktur protein akan menjadi rusak, untuk
itulah pada percobaan ini diperoleh endapan, setelah endapan diperoleh
ditambahkan dengan reagen millon dan menghasilkan larutan bening dan endapan
merah. Hal ini menunjukkan bahwa uji koagulasi menghasilkan positif terhadap
uji millon. Pada pemanasan 50 derajat protein sudah mengalami koagulasi.
Koagulasi ini terjadi bila larutan protein berada pada titik isoelektriknya. Ion-ion
logam berat yang masuk ke dalam tubuh akan bereaksi dengan sebagian protein,
sehingga menyebabkan terjadinya koagulasi (penggumpalan).

1.2 Tujuan
1. Mempelajari uji protein
2. Untuk mengetahui apa saja kegunaan dari pengujian protein ini
1.3 Manfaat
1. Dengan adanya praktikum ini siswa/siswi diharapkan mampu
melakukan proses uji protein
2. Siswa/siswi mengetahui hal-hal yang dibutuhkan pada praktikum uji
protein
3. Dapat mengetahui secara mendalam bagaimana cirri-ciri bahan yang
mengandung protein

BAB II
Metodologi

1.1 Alat & Bahan:


Alat :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Beker Gelas
Pipet tetes
Labu ukur
Gelas ukur
Tabung reaksi
Rak tabung reaksi
Bahan :
o
o
o
o
o

Putih telur
Susu kental
Susu kedelai
Agar-agar
Gelatin

1.2 Cara kerja :


I.

Tes Biuret
a. Pada kira-kira 1 mL larutan putih telur ditambahkan 2-3 tetes larutan
tembaga(II) sulfat 1%. Kemudian tambahkan kira-kira 1 mL larutan
NaOH 0,1M.
b. Ulangi langkah 1 a dengan menggunakan susu,gelatin,dll. Bila ada yang
tidak mudah larut setelah ditambahkan larutan NaOH, panaskan
dahulu beberapa menit,lalu dinginkan

II.

Tes Xantoproteat
a. Pada 1 mL larutan putih telur, tambahkan 2 tetes asam nitrat pekat.
Panaskan 1-2 menit. Amati warna yang terjadi. Setelah dingin,
tambahkan larutan NaOH 1 M tetes demi tetes hingga berlebihan.
b. Ulangi langkah 2a dengan menggunakan susu,gelatin,dll. Jika sampel
yang diuji berupa padatan, tambahkan 5-10 tetes air sebelum diberi
pereaksi

III.

Tes Timbel(II) Asetat

a. Ke dalam tabung reaksi yang berisi 1mL larutan NaOH 6M, tambahkan
larutan putih telur 1 mL. didihkan selama 2 menit, lalu dinginkan.
Kemudian asamkan dengan 2mL asam asetat 3M.
b. Ulangi percobaan ini dengan menggunakan susu,gelatin,dll zat-zat ini
tidak perlu dilarutkan dahulu.

BAB III
Hasil Pengamatan

3.1 Pembahasan
Protein terbentuk dari asam-asam amino. Molekul-molekul asam amino ini
saling terkait melalui ikatan peptide. Adanya ikatan peptide dapat ditunjukan
dengan uji biuret. Jika suatu bahan percobaan itu terbentuk warna ungu maka
bahan tersebut mengandung protein, seperti putih telur,susu kental,susu kedelai,
serta gelatin.
Sedangkan untuk uji xantoproteat, pada bahan uji akan terbentuk cincin
berwarna kuning, yang menandakan bahwa bahan uji tersebut mengandung cincin
benzene seperti putih telur.
Lalu untuj pengujian belerang, bahan-bahan uji yang telah dipanaskan
akan membuat perubahan warna pada kertas yaitu menjadi warna hitam yang
menandakan bahwa bahan tersebut mengandung belerang.
3.2 Tabel Pengamatan
Tes biuret
Putih telur

Susu kental

Gelatin

Agar-agar

kapas

Ada

Ada

Ada

Tidak ada

Tidak ada

Putih telur

Susu kental

Gelatin

Agar-agar

kapas

Ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Susu
kedelai
Ada

Tes Xantoproteat
Susu
kedelai
Tidak ada

Tes Timbel(II)Asetat
Putih telur

Susu kental

Gelatin

Agar-agar

kapas

Ada

Tidak ada

Tidak ada

Ada

Tidak ada

Susu
kedelai
Tidak ada

3.3 Pertanyaan
1. Di antara bahan yang diuji,mana saja yang
a. Mengandung protein?
b. Mengandung cincin benzene?
c. Mengandung belerang?
2. Pada pengujian untuk belerang, sampel protein dipanaskan dengan larutan
NaOH 6M selama beberapa menit kemudian larutan itu diasamkan dengan
asam asetat. Jelaskan manfaat dari masing-masing tindakan tersebut?
3. Tariklah kesimpulan dari percobaan ini.
Jawaban:

1.

A. Mengandung protein: Putih telur,susu,gelatin,susu kedelai


B. Mengandung cincin benzena: Putih telur
C. Mengandung belerang:Putih telur, agar-agar

2. Untuk menunjukan terdapatnya endapan asam,yang menunjukan adanya


belerang pada uji protein
3. Protein terbentuk dari asam-asam amino. Molekul-molekul asam amino
saling terkait melalui ikatan peptide. Uji biuret yang dilakukan adalah
untuk protein tetapi tidak bisa menunjukan asam amino. Jika terbentuk
warna ungu berarti mengandung protein. Uji xantoproteat adalah uji
terhadap protein yang mengandung gugus fenil. Apabila tebentuk warna
kuning berarti mengandung cincin benzene. Uji belerang di tunjukan
dengan terbentuknya endapan hitam.

BAB IV
Penutup
4.1.

Kesimpulan

1. Pengujian protein ini berfungsi untuk memastikan apakah bahan


tersebut mengandung protein
2. Bahan yang diuji dan mengandung protein akan menunjukan
perubahan warna

3. Makin kuat intensitas warna ungu yang dihasilkan pada uji biuret ini
menunjukan makin panjang ikatran peptidanya.
4.2.

Saran
1. Dalam meneteskan harus teliti dan sesuai takaran
2. Saat melihat perbedaan, harus sangat telaten, ingat warna sebelum
berubah dan sesudah berbubah
3. Saat melakukan uji timbel (II) asetat, jangan lupa teteskan larutan yang
disuruh di kertas timbel asetat.

Daftar Pustaka
http://lovechemistryeducation.blogspot.com/2012/04/laporan-praktikum-ujiprotein.html

http://diankristanti.blogspot.com/2012/05/laporan-biokimia-protein.html
http://kimiamanpesanggaranbanyuwangi.blogspot.com/2013/02/laporanpraktikum-uji-protein.html

Lampiran