Anda di halaman 1dari 21

Modul Praktikum

TM3101 Teknik Operasi Pemboran I


Semester I 2015 / 2016

MODUL II
SISTEM PERALATAN PEMBORAN

I.

TUJUAN
1. Memahami prinsip kerja peralatan-peralatan pada hoisting system, circulating
system, rotating system, BOP system, dan power system dalam operasi
pengeboran.
2. Mampu mengidentifikasi peralatan-peralatan yang termasuk dalam sistem
3.
4.
5.
6.

peralatan pemboran.
Mengenali dan memahami prinsip kerja peralatan-peralatan khusus yang
digunakan dalam operasi pengeboran.
Mampu menjelaskan fungsi-fungsi dari peralatan-peralatan yang termasuk dalam
sistem peralatan pemboran.
Memahami prinsip kerja dari Sucker Rod Pump dan dapat membedakan tipe,
komponen, dan peralatan-peralatan pada Sucker Rod Pump.
Mengenali komponen-komponen, dan memahami prinsip kerja dari Chrismas Tree.

II. SISTEM PENGANGKATAN (HOISTING SYSTEM)


Fungsi dari hoisting system adalah untuk menyediakan fasilitas dalam mengangkat, menahan
dan menurunkan drillstring, casing string dan perlengkapan bawah permukaan lainnya.
Dua jenis kegiatan yang menggunakan peralatan hoisting system pada operasi pemboran
adalah sebagai berikut.
1. Making connection, yaitu proses penyambungan rangkaian drillstring.
Berhubungan dengan proses penambahan sambungan drillpipe untuk penembusan
yang lebih dalam.
2. Tripping out dan tripping in, yaitu proses mencabut dan menurunkan rangkaian
stringuntuk mengganti kombinasi peralatan pemboran di bawah permukaan.
Komponen-komponen utama dari hoisting system adalah
1. Derick dan substucture
2. Block dan tackle
3. Drawwork

53

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

Derrick dan Substructure


Fungsi dari derrick adalah menyediakan ruang ketinggian vertikal yang diperlukan untuk
mencabut dan menurunkan pipa dari dan ke dalam sumur. Semakin tinggi derrick maka
semakin panjang rangkaian pipa yang bisa ditangani yang berarti semakin cepat proses
pengeboran. Panjang pipa yang umum digunakan berkisar antara 27-30 ft. Kemampuan
derrick menangani panjang rangkaian pipa disebut dengan stand yang tersusun dari dua,
tiga, atau empat sambungan pipa. Selain beban kompresif dalam penambahan ketinggian
derrick, beban angin juga harus diperhitungkan.

Gambar 1- Derrick
Sumber: (http://en.wikipedia.org/wiki/ Derrick)

Gambar 2 - Substruktur
Sumber: (http://www.globalspec.com)

Rig floor
Rig floor berfungsi untuk menyediakan ruang kerja di bawah lantai rig untuk pressure control
valve (blowout preventer). Lantai rig umumnya lebih tinggi dari permukaan tanah dengan
menempatkan substruktur. Substruktur harus dapat menopang beban rig dan seluruh peralatan
yang ada di atas lantai rig.
Istilah-istilah pada rig floor:
1. Rotary table: Peralatan yang berfungsi untuk memutar dan menggantung drillstring.
2. Rotary drive: Peralatan yang berfungsi meneruskan daya dari drawworks ke rotary
table.
3. Drawwork: Mekanisme hoisting system pada rotary drilling rig.
4. Driller console: Panel pusat instrumentasi dari rotary drilling rig.
5. Drillpipe tong: Kunci besar yang dipakai untuk memutar bagian drillstring untuk
menyambung dan melepas bagian-bagian drillstring.
6. Mouse hole: Lubang di samping rotary table untuk meletakan drillpipe untuk
disambungkan ke kelly dan drillstem.
7. Rat hole: Lubang di samping derrick di rig floor untuk meletakkan kelly pada saat
triping in atau tripping out.
54

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

Gambar 3 - Drilling console


(Sumber: http:// http://peco.ca/ console.htm)

Gambar 4 - Skema Drilling Console


(Sumber: http://geologie.vsb.cz/
DRILLING/drilling/theory.html)

Rig
Rig merupakan gabungan dari derrick dan substructure. Secara garis besar, rig tergolong
menjadi tipe rig dengan kedudukan yang tetap (fixed) dan tipe rig yang dapat bergerak
(moveable). Jenis-jenis rig:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Cable tool rig


Land rig
Standard Derrick
Portable Rig
Conventional Rig
Marine Rig (contohnya: Barge, Jack up, Platform Rig, Semi Submersible Rig,
dan Drill Ship)

Block dan Tackle


Block dan tackle terdiri dari:
1.
2.

3.

4.
5.

Crown Block: Katrol diam yang terletak


di atas derrick.
Travelling Block: Katrol yang bergerak
naik dan turun sambil bergantung
dibawah crown block, tempat melilitkan
drilling line.
Drilling line: Tali Baja yang berfungsi
menghubungkan semua komponen dalam
hoisting system.
Hook: Peralatan berbentuk kait besar
yang terletak di bawah traveling block
Untuk menggantungkan drillstem

Gambar 5 - Bagian hoisting system


(Sumber: http://ffden-2.phys.uaf.edu
/212_spring2011.web.dir/Dan_Luo/web%20page/
Drilling%20rig.html)

55

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

6.

Elevator: Suatu penjepit yang sangat kuat untuk memegang drill pipe dan drill collar
sehingga dapat dimasukkan dan dikeluarkan dari dan ke dalam lubang bor.
Ada dua tipe dari elevator:
1. Bottle neck: digunakan untuk memegang drill pipe.
2. Collar lift: digunakan untuk memegang drill collar.

Drawwork
Drawwork merupakan peralatan mekanik yang merjadi otak dari derrick. Fungsi
drawwork yaitu:
1. Pusat pengontrol bagi driller yang menjalankan operasi pemboran.
2. Rumah bagi gulungan drilling line.
3. Meneruskan daya dari prime mover ke rotary table dan catheads.
Bagian utama dari drawwork adalah
1. Drum : Peralatan yang berfungsi menggulung dan mengulur drilling line.
2. Brake, terdapat dua jenis brake :
a) Main Mechanical Brake: Peralatan dari hoisting system yang mampu membuat
seluruh beban kerja betul-betul berhenti. Bila beban berat diturunkan maka main
brake akan bekerja secara hidrolik atau elektrik untuk meredam energi yang
ditimbulkan beban.
b) Auxiliary Brake: Peralatan hidrolik untuk membantu meringankan tugas
mechanical brake dimana tidak dapat memberhentikan proses pemboran
seluruhnya.
Cat head
Sub-bagian dari drawwork yang terdiri dari make-up cathead dan break-out cathead.
Cathead digunakan untuk menyambung dan melepas sambungan tetapi tugas yang lebih
umum adalah mengangkat peralatan yang ringan dengan catline.

III. SISTEM SIRKULASI (CIRCULATING SYSTEM)


Fungsi utama dari sistem sirkulasi adalah mengangkat serpihan cutting dari dasar sumur ke
permukaan. Aliran dari fluida pemboran melewati:
1. Steel tanks ke mud pump
2. Mud pump ke high pressure surface connection dan ke drillstring
56

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

3. Drill string ke bit


4. Nozzle bit ke annulus sampai permukaan
5. Contaminant-removal equipment dan kembali ke suction tank
Peralatan utama dari circulating system adalah:
Mud pump
Mud pump berfungsi untuk memompa fluida pemboran dengan tekanan tinggi.
Mud pits
Mud pit adalah suatu kolam tempat lumpur sebelum disirkulasikan. Biasanya rig
mempunyai dua atau tiga pit dengan ukuran lebar 8 -12 feet, panjang 20 - 40 feet, tinggi 6 12 feet, dan volumenya antara 200 - 600 bbl.

Gambar 6 - Mud Pit


(Sumber: https://gazniekonwencjonalny.
wordpress.com/tag/odwierty/)

Mud mixing equiment


Suatu peralatan yang berfungsi untuk mencampurkan bahan-bahan atau material pada
lumpur dengan menggunakan mixing hopper. Mixing hopper adalah alat berbentuk
corong yang dipakai untuk menambahkan bahan-bahan padat ke dalam fluida pemboran
saat treatment di dalam mud pit.

57

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

Gambar 7 - Mixing Hopper


(Sumber: https://www.osha.gov/SLTC/
etools/oilandgas/drilling/drilling_ahead.html)

Contaminant Removal
Peralatan yang berfungsi untuk membersihkan fluida pemboran yang keluar dari lubang
sumur setelah disirkulasikan, terdiri dari:
1.
2.
3.
4.
5.

Mud gas separator, berfungsi memisahkan gas dari fluida pemboran.


Shale shaker, berfungsi memisahkan cutting berukuran besar dari fluida pemboran.
Degasser, berfungsi memisahkan gas dari fluida pemboran secara kontinu.
Desander, berfungsi untuk memisahkan pasir dari fluida pemboran.
Desilter, berfungsi memisahkan fluida pemboran dari partikel yang lebih kecil dari
pasir.

Gambar 8 - Sistem sirkulasi pada contaminant removal


(Sumber: https://www.osha.gov/SLTC/etools/oilandgas/drilling/mud_system.html)

58

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

IV.

ROTATING SYSTEM

Gambar 9 - Bagian dari Rotating System


(Sumber: http://oilfieldrillers.blogspot.com/2014/08/basics-of-drilling-rig.html)

Rotary system termasuk semua peralatan yang digunakan untuk mentrasmisikan putaran meja
putar ke bit. Bagian utama dari rotary system adalah:
Swivel
Swivel berfungsi sebagai penahan beban drillstring dan bagian statis pada drillstring
yang berputar. Swivel merupakan titik penghubung antara circulating system dan
rotating system serta sebagai punutup fluida dan menahan putaran selama diberikan
tekanan.
Kelly
Kelly adalah pipa pertama di bawah swivel. Bentuknya dapat berupa segi empat atau
segi enam sehingga akan memudahkan rotary table untuk memutar rangkaian di
bawahnya. Torsi ditransmisikan ke kelly melalui kelly bushing yang terletak di
dalam master bushing dari rotary table dan kelly harus dipertahankan setegak lurus
mungkin. Kelly mempunyai ukuran standard yaitu panjang 40 feet dengan bagian
pengeraknya 37 feet.

59

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

Rotary Drive
Rotary Drive berfungsi meneruskan daya dari drawworks ke rotary table.
Rotary Table
Rotary table berfungsi untuk memutar drillstring melalui kelly, dan untuk menggantung
drillstring. Kelly bushing dan rotary bushing dalam rotary table berfungsi untuk memutar
kelly.
Rotary bushing digerakkan oleh prime mover sedangkan kelly bushing didudukkan di dalam
rotary bushing dan ditahan oleh empat penjepit.

Gambar 10 - Rotary Table


(Sumber: http://www.offshore-technology.com/projects/
kravtsovskoye/kravtsovskoye6.html)

Drillpipe
Drillpipe merupakan pipa baja yang digantung di bawah kelly untuk mentransmisikan
putaran ke bit. Porsi utama dari drillstring sendiri adalah drillpipe.
Heavy Weight Drillpipe
Heavy Weight Drillpipe mempunyai dinding yang tebal dengan berat 2-3 kali drillpipe
standard. Kegunaan heavy weight drillpipe adalah:
1. Mengurangi kerusakan pipa dengan adanya zona transisi.
2. Menggurangi penggunaan drill collar.
3. Menghemat biaya directional drilling, mengurangi torque dan kecenderungan
perubahan kemiringan.

60

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

Drill Collar
Pipa baja penyambung berdinding tebal yang terletak di bagian bawah drillstem di atas bit.
Fungsi utamanya untuk menambah beban yang terpusat pada bit.

Gambar 11 - Drill Pipe


(Sumber: http://www.jtmillerllc
.com/drill_pipe1.html)

Gambar 12 - Drill Collar


(Sumber: http://www.jtmillerllc
.com/drill_pipe1.html)

Bit
Bit merupakan ujung dari drillstring yang menyentuh formasi, diputar dan diberi beban
untuk menghancurkan serta menembus formasi, bit dapat dibagi tiga tipe, yaitu:
1. Drag bit
Bit yang telah dipakai sejak dulu hingga saat ini dalam proses rotary
drilling. Bit ini terbatas pada formasi yang tidak keras dan dan dangkal. Pisau
potongnya mirip ekor ikan dan pemboran dilakukan dengan cara menggeruk.
Pemboran tergantung dari beban, putaran, dan kekuatan pisau potong.
2. Diamond bit
Bit yang memilki butir-butir intan sebagai penggeruk pada matriks besi.
Diamond bi ttidak memiliki bagian yang bergerak dan digunakan untuk membor
formasi yang keras dan abrasif.
3. Rolling Cutter Bit
Bit yang mempunyai kerucut-kerucut yang berputar untuk
menghancurkan batuan. Terdapat jenis mill tooth bit ataupun TCI.

61

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

Gbr 13 - Drag Bit

Gbr 14 - Diamond Bit

Gbr 15 - Rolling Cutter

(Sumber: http://www.petroleumonline.com/content/overview.asp?mod=4)

V.

SISTEM PENCEGAHAN SEMBUR LIAR (BOP SYSTEM)

Gambar 16 - Blow Out Preventer


(Sumber: http://www.ogpe.com/news/2014/04/14/the-lloyd-sregister-blowout-preventer-risk-model.html)

Fungsi dari sistem BOP adalah untuk menyediakan fasilitas untuk mencegah terjadinya
semburan liar (tidak terkontrol) lumpur dari sumur, yang merupakan bahaya utama pada
operasi pengeboran. Pengoperasian BOP dilakukan melalui control panel yang ditangani oleh
driller dan pengaturan aliran lumpur dilakukan melalui choke manifold secara manual.
Komponen - komponen Blow Out Preventer System terdiri dari :
1.

BOP Stack

Peralatan pencegah semburan liar ditempatkan pada kepala casing dibawah rotary
table. BOP stack (peralatan dengan valve bertekanan tinggi yang didesain untuk menahan
tekanan lubang bor bila terjadi kick) meliputi :
1) Annular Preventer

62

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

Ditempatkan paling atas dari susunan BOP stack. Berisi rubber packing element
yang dapat menutup annulus baik lubang dalam keadaan kosong atau ada
rangkaian bor. Semakin besar tekanan dari bawah semakin rapat menutupnya.
2) Ram Preventer
Menutup lubang bor pada waktu rangkaian pipa bor berada pada lubang. Ram
preventer memiliki tiga jenis yang berbeda, yaitu :
a) Pipe Ram (menutup sumur jika ada pipa ukuran tertentu)
b) Blind Ram (menutup sumur jika tidak ada pipa didalamnya)
c) Shear Ram (menutup sumur apabila terjadi kick dengan memotong pipa yang
ada di dalamnya)

3) Drilling Spool
Terletak diantara preventers. Berfungsi sebagai tempat pemasangan choke line dan
kill line.
4) Casing Head
Merupakan alat tambahan pada bagian atas casing yang berfungsi sebagai pondasi
BOP stack.
2.

Accumulator

Ditempatkan pada jarak sekitar seratus meter dari rig, bekerja pada BOP stack dengan
high pressure hydraulic. Pada saat terjadi kick, kru dapat dengan cepat menutup blowout preventer dengan menghidupkan kontrol pada accumulator atau remote pada panel
yang terletak di lantai bor. Unit ini dijalankan pada saat kru sudah meninggalkan lantai rig
pemboran.
3.

Supporting System

Selain kedua hal diatas, terdapat supporting system untuk blow out prevention system,
yaitu :
1) Choke Manifold
Bekerja pada BOP stack dengan high pressure line disebut choke line.
Membantu menjaga back pressure dalam lubang bor untuk mencegah terjadinya
intrusi fluida formasi.
2) Kill Line
Bekerja dengan BOP stack, lumpur berat dipompakan melalui kill line kedalam
lumpur bor sampai tekanan hidrostatik lumpur dapat mengimbangi formasi.

63

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

VI.

SISTEM DAYA (POWER SYSTEM)

Power system merupakan komponen berupa sumber tenaga yang berfungsi untuk
menggerakkan semua sistem yang ada dalam proses pengeboran. Selain itu, power
system berfungsi untuk menyuplai listrik ke sistem-sistem yang ada dalam operasi
pengeboran. Umumnya, hoisting dan circulating system membutuhkan daya yang lebih
besar dibandingkan sistem lainnya. Namun, kedua sistem tersebut digunakan dalam waktu
yang berbeda sehingga dapat menggunakan sumber tenaga yang sama. Sebuah rig biasanya
menggunakan mesin diesel sebagai sumber tenaga. Umumnya, sebuah rig membutuhkan daya
sekitar 1000 - 3000 hp.
Sumber daya dari rig biasanya tediri dari mesin diesel dengan pembakaran internal
yang diklasifikasikan menjadi :
1. Diesel electric type
2. Direct drive type
Power system terdiri dari:
1. Prime mover
Prime mover merupakan motor utama yang menyalurkan tenaga ke sistem-sistem
lainnya dalam operasi pengeboran. Prime mover memiliki sistem pembakaran
internal yang dapat menghasilkan 500 hingga 5000 hp. Jumlah prime mover yang
dibutuhkan dipengaruhi dari daya yang dibutuhkan oleh seluruh sistem operasi
pengeboran dan kedalaman sumur. Biasanya, dibutuhkan satu atau lebih prime mover untuk
menghasilkan daya pada operasi pengeboran. Prime mover biasanya diletakkan di rig floor
ataudi dekat rig floor.
2. Sistem transmisi
Sistem transmisi berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari prime mover ke bagian sistem
peralatan pemboran. Transmisi tenaga dari prime mover dilakukan melalui:
1) Sistem penggerak mekanik
Sistem transmisi dengan penggerak mekanik menggunakan gear/rantai untuk
menyalurkan tenaga dari prime mover. Namun, tenaga yang dihasilkan dari prime
mover akan menurun setelah melewati gear sehingga efisiensi mekanik
berkurang menjadi 0,75 hingga 0,85.
2) Sistem pengerak elektrik
Sistem transmisi berupa penggerak elektrik dapat dikelompokkan menjadi 2
64

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

jenis yakni:
a) Generator DC - motor DC
Motor DC yang digerakkan oleh generator DC akan dihubungkan ke prime
mover. Salah datu keuntungan sistem ini adalah meningkatnya efisiensi
mekanik menjadi 0,85 hingga 0,9 dan mengurangi kebisingan.
b) Sistem AC (Alternatic current) dan SCR (sillicone controlled rectifier)
Sistem ini lebih banyak digunakan pada rig yang baru. Keuntungan sistem
ini adalah biaya pemeliharaannya lebih murah, lebih tahan lama dan lebih
ringan dibandingkan mesin DC.
VII. PERALATAN-PERALATAN KHUSUS
1. Stabilizer
Stabilizer digunakan di dalam BHA untuk menjaga keseimbangan bit dan drill collar di
dalam lubang bor selama operasi pemboran.
2. Rotary Reamer
Rotary Reamer digunakan untuk memperbesar lubang sumur setelah dibor.

Gambar 17 - Rotary Reamer


(Sumber: http://asiatechnic.com/engineering2/projects/)

3. Shock Absorber
Shock absorber dipasang di bagian bawah drillcollar untuk menyerap getaran dan beban
kejut yang mungkin terjadi saat proses pemboran sehingga mengurangi kemungkinan
kerusakan drillstem.

65

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

4. Square Drill Collar


Square drill collar menambah beban pada drillstem bagian bawah, juga digunakan sebagai
specialized downhole stabilizer.
5. Peralatan pembelokan lubang
1) Badger Bit: bit dengan salah satu nozzle lebih besar dari yang lain.
2) Spud Bit: bit yang berbentuk baji, tanpa roller dan mempunyai satu nozzle.
3) Knuckle Joint: suatu rangkaian drillstring yang diperpanjang dengan sendi peluru
yang memungkinkan melakukan putaran bersudut antara drillstring dan
bit-nya.
4) Whipstock: suatu alat yang berbentuk baji yang dibuat dari besi dengan saluran
melengkung sehingga bit dapat dibelokan.
5) Turbodrill dan Dynadrill: peralatan yang mampu memutar bit tanpa memutar
drillstring. Kecepatan putarannya tergantung pada kecepatan lumpur. Pembelokan
disebabkan adanya bent sub pada turbodrill dan dynadrill.
6) Bent Sub: pipa baja pendek yang bengkok dengan sudut 1 - 3 derajat.
7) Jet Deflector Bit: bit dengan ujung penyemprot besar yang dapat mengarahkan
fluida pemboran ke satu arah.
6. Peralatan Cementing
1) Peralatan permukaan
a) Mixer: untuk mencampurkan air dan semen.
b) Pompa semen: mengontrol rate dan tekanan yang diperlukan saat proses
penyemenan.
c) Casing Cementing Head: penghubung antara pipa pengaman dari pompa
semen ke casing serta pipa lumpur/cairan pendorong.
2) Peralatan di bawah permukaan
a) Casing Shoe dan Float Collar
Berfungsi sebagai penuntun casing saat diturunkan agar tidak tersangkut.
b) Wiper Plug
Karet berbentuk silinder untuk membersihkan lumpur di dinding dalam
casing sebelum dilewati semen.
c)

Scratcher
Digunakan untuk melepaskan mud cake dari formasi agar semen dapat
melekat langsung ke formasi.
d) Casing Centralizer
Berfungsi untuk menempatkan casing di tengah-tengah lubang bor.

66

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

VIII. PERALATAN-PERALATAN KHUSUS NON-PEMBORAN


1. Sucker Rod Pump (SRP)
Sucker Rod Pump merupakan salah satu metode artificial lift yang paling banyak
digunakan di dunia. Dua per tiga sumur minyak di dunia menggunakan SRP. Selain itu, 85%
dari 90% sumur minyak di USA menggunakan artificial lift berupa sucker rod pump.
Sucker rod pump biasa juga disebut beam pumping dimana menyediakan energi mekanik
untuk mengangkat oil pada sumur produksi ke permukaan. SRP dapat digunakan hingga
kedalaman 10000 feet.

Gambar 18 - SRP
(Sumber: Dokumentasi asisten, depan gedung TM)

Komponen dari Sucker Rod Pump adalah :


1) Motor (Prime mover)
Motor berfungsi untuk menggerakkan pompa. Motor dapat berupa motor listrik atau
mesin dengan internal combustion.
2) Alat-alat permukaan
Daya dari motor dialirkan ke input shaft dari gear reducer melalui V-blet drive. Input
shaft dari gear reducer menyebabkan crank berputar. Pitman arm akan mengubah
putaran dari crank menjadi gerakan naik turun pada walking beams. Untuk merubah
dari gerakan berputar menjadi gerakan naik turun maka kecepatan rpm mesin
harus dikurangi dengan gear reducer dan ukuran pulley belt sehingga
kecepatannya akan sama dengan kecepatan naik turun.
Bagian teratas dari rod adalah polished rod yang di-klem pada horse head
melalui wireline hanger agar polished rod tetap tegak lurus dan bisa bergerak lancar
melalui stuffing box.
67

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

Gambar 19 - Bagian dari peralatan permukaan pada SRP


(Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Sucker_rod)

3) Alat-alat bawah permukaan


Peralatan bawah permukaan pada sucker rod pump terdiri dari working barrel, liner,
standing valve, dan traveling valve. Gambar 19 dapat menjelaskan gerakan ke atas
dan ke bawah dari plunger pompa. Pada gerakan ke bawah, standing valve dari
woking barrel akan tertutup sedangkan traveling valve pada plunger akan terbuka
sehingga fluida yang telah terkumpul dalam working barrel akan masuk
melalui traveling valve ke dalam plunger. Sedangkan pada gerakan ke atas,
traveling valve akan tertutup akibat beban fluida yang ada dalam plunger dan
standing valve akan terbuka akibat adanya efek pengisapan sehingga fluida
formasi akan mengisi working barrel.

Gambar 20 - Bagian peralatan bawah permukaan dari sucker rod pump


(Sumber: http://www.scielo.org.co/img/revistas/iei/v34n3/v34n3a02f3.jpg)

68

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

Ada 2 macam variasi pompa pada sucker rod pump yakni tubing pump dan rod
pump. Pada tubing pump, working barrel melekat pada tubing dan harus dipasang
bersamaan dengan tubing. Sedangkan pada rod pump, working barrel dan
plunger merupakan bagian yang terpisah dan dipasang tidak bersamaan dengan
tubing sehingga akan lebih mudah untuk diperbaiki. Selain itu, kapasitas
tubing pump lebih besar dibandingkan rod pump.
Selain itu, terdapat jenis casing pump dan pompa ganda. Casing pump biasanya
digunakan untuk laju produksi yang besar dan fluida produksi yang tidak
menyebabkan karat. Pada casing pump, plunger biasanya dipasang tanpa tubing
dengan diberi packer pada top dan bottom working barrel. Pompa ganda biasanya
digunakan untuk sumur dengan dua formasi yang berjauhan.
4) Sucker rod
Energi mekanik ditransfer dari peralatan permukaan ke peralatan bawah permukaan
melalui rod. Ukuran yang umum digunakan adalah 5/8 inchi, inchi, 7/8 inchi, dan 1
inchi. Rod memberikan efek terbesar dari seluruh gerakan dan kinerja SRP. Batasan
kedalaman dan kapasitas produksi dari rod tergantung pada range stress dan
kecepatan pompa.
Keuntungan penggunaan SRP adalah :
1) Terdiri dari komponen yang sederhana, mudah dioperasikan dan diperbaiki
2) Cocok untuk sumur dengan tekanan yang rendah. Peralatan bawah permukaan
pada SRP harus dipasang hingga fluid level dari fluida formasi. Tekanan
reservoir yang rendah menyebabkan fluida formasi tidak bisa mengalir secara
alami (tanpa bantuan artificial lift) ke permukaan. Oleh karena itu, SRP cocok untuk
sumur dengan tekanan reservoir yang rendah dimana kemampuan dari SRP masih
dapat mencapai kedalaman dari fluid level sumur tersebut.
3) Mudah dideteksi jika terjadi kerusakan. Berhentinya putaran dari crank
dangerakan naik turun dari walking beam dapat mengindikasikan terjadinya
kerusakan pada SRP.
4) Harganya relatif murah. Umumnya, SRP untuk kedalaman 3000 ft
berhargasekitar $35.000 - $40.000.
Kelemahan penggunaan SRP adalah
1) Berat dan butuh tempat yang luas. Hal ini juga mengakibatkan SRP kurang
cocok untukdigunakan di offshore.
2) SRP tidak cocok untuk sumur miring. SRP menggunakan rod yang berfungsi
untuk menyalurkan energi mekanik dari walking beam ke plunger. Rod haruslah
69

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

berada dalam posisi vertikal agar mudah untuk diangkat dan diturunkan melalui
stuffing box. Oleh karena itu, SRP kurang cocok untuk sumur miring.
3) Efektifitas rendah pada sumur dengan kandungan gas yang tinggi. Pada peralatan
bawah permukaan dari SRP terdapat gas anchor yang berfungsi untuk mengurangi
kadar gas yang masuk ke plunger sehingga efektifitas pengangkatan minyak akan
lebih tinggi. Gas anchor memiliki efisiensi 80% dimana 20% dari gas akan tetap
masuk ke dalam plunger. Kandungan gas formasi yang cukup tinggi akan
menyebabkan semakin banyak gas yang masuk ke plunger sehingga efektifitas
plunger berkurang.
Jenis dari sucker rod pump berdasarkan letak titik pusat putarannya adalah
1) Conventional pumping unit (titik pusat putaran berada di tengah)

Gambar 21 - Conventional pumping unit


(Sumber: http://www.lufkin.com/index.php/products-a-services/
oilfield/beam-pumping-unit/)

70

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

2) Mark II (titik pusat putaran berada di ujung depan)

Gambar 22 - Mark II
(Sumber: http://www.lufkin.com/index.php/products-a-services/
oilfield/beam-pumping-unit/)

3) Air balanced unit (titik pusat putaran berada di ujung belakang)

Gambar 23 - Air Balanced unit


(Sumber: http://www.lufkin.com/index.php/products-a-services/
oilfield/beam-pumping-unit/)

2. Christmas tree
71

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

Fungsi utama dari christmas tree adalah mengontrol aliran keluar atau ke dalam well, dan
memungkinkan keluar masuknya peralatan kedalam dan keluar sumur untuk perawatan. Hal
ini bisa dilakukan karena di christmas tree terdapat valve-valve yang bisa membuka
dan menutup dan mengatur arahnya aliran fluida. Pada christmas terdapat empat valve yaitu:
1) Master valve adalah valve utama dari christmas tree dan berfungsi untuk
mengontrol aliran dari dalam sumur kepermukaan. Biasanya di christmas tree
terdapat dua master valve yakni lower dan upper. Upper master valve untuk alasan
safety. Lower master valve merupakan hydraulic valve, sedangkan upper valve adalah
manual valve.
2) Wing valve, terdapat dua umumnya, dimana wing valve yang pertama adalah
production wing valve. Production wing valve merupakan valve yang mengatur
aliran dari christmas tree menuju flowline dan separator. Sedangkan wing valve
yang kedua adalah kill wing valve yang digunakan bila kita ingin memasukan killing
fluid kedalam sumur.
3) Swab valve yang berfungsi untuk memasukkan peralatan-peralatan ke dalam
sumur. Chirstmas tree didudukkan di atas tubing head dan disambungkan dengan
tubing head adapter.

Gambar 24, 25 - Christmas Tree (API Spec 06A)


(Sumber: http://blogs.platts.com/2014/12/25/oil-price-100/)
(Sumber: Dokumentasi asisten, depan gedung TM)

72

Modul Praktikum
TM3101 Teknik Operasi Pemboran I
Semester I 2015 / 2016

DAFTAR PUSTAKA
Bourgoyne A.T. et.al.,Aplied Drilling Engineering, First Printing Society of
Petroleum Engineering, Richardson TX, 1986.
Guo,Boyun,2006,Petroleum Production Engineering, GPP.
Moore P.L.,Drilling Practices Manual, Penn Well Publishing Company, Second
Edition, Tulsa-Oklahoma, 1986.
Rabia,H.1985,Oilwell drilling engineering:principles and practice,Graham&Troatman
limited,USA.

73