Anda di halaman 1dari 17

PENILAIAN FORMASI

NAMA: WANDA PRAYOGA


NIM: 1001057

PENGERTIAN DENSITIY LOG


Log density adalah kurva yang menunjukkan besarnya densitas (bulk density) dari batuan yang
ditembus dari lubang bor. Dari besaran densitas batuan ini sangat berguna untuk menentukan besarnya
porositas. Di samping itu log density mempunyai kegunaan yang lain yaitu : dapat mendeteksi adanya
Hydrocarbon dan air sama-sama dengan log neutron, menentukan densitas hydrocarbon (h) dan
membantu dalam evaluasi lapisan shally. Prinsip kerjanya Suatu sumber radioaktif dari alat pengukur

sinar gamma dengan intensitas energi tertentu menembus formasi/batuan. Batuan terbentuk dari butiran
mineral, mineral tersusun dari atom-atom yang terdiri dari proton dan elektron. Partikel sinar gamma
membentur elektron-elektron dalam batuan. Akibat benturan ini maka sinar gamma akan mengalami
pengurangan energi. Makin lemah energi yang kembali menunjukkan makin banyaknya elektron
batuan, yang berarti makin banyak/padat butiran penyusun persatuan volume.

Batuan yang mempunyai densitas yang paling besar, dimana = 0, ini disebut densitas matrik
(ma). Setiap jenis batuan mempunyai harga ma yang berbeda. Batuan permeable dengan kandungan air
asin mempunyai densitas paling rendah dibanding batuan yang seluruhnya terdiri dari matrik.
Sedangkan batuan permeable dengan kandungan minyak mempunyai densitas yang lebih rendah
daripada yang berisi air asin, sebab densitas air asin lebih besar dari minyak. Demikian pula batuan
permeable mengandung gas yang densitasnya lebih rendah lagi dibanding dengan yang berisi minyak.

FUNGSI DENSITY LOG


Fungsi dari density log adalah :

Menentukan porositas

Dengan mengukur density bulk batuan,nilai dari porositas batuan tersebut diketahui dari kurva yang
menggambarkan/menunjukkan nilai densitas (bulk densitiy) batuan yang ditembus lubang
bor.disamping itu dapat juga digunakan untuk mendeteksi adanya hidrokarbon atau air, digunakan
besama-sama dengan neutron log, juga menentukan densitas hidrokarbon (h) dan membantu
didalam evaluasi lapisan shaly.

Membedakan minyak dari gas dalam ruang pori-pori

Karena fluida tadi berbeda berat jenisnya.Density log juga dipakai untuk menghitung reflectioan
coefficients bersama log sonic untuk memproses synthetics seismogram. Alat density yang modern
juga mengukur PEF (Photo Electric Effect) yang berguna untuk menentukan lithologi batuan,
mengidentifikasi adanya heavy minerals dan untuk mengevaluasi clay.
Kegunaan lain log densitas adalah :
Identifikasi batuan secara kualitatif.

Menentukan zona gas (bersama dengan log netron).


Mengenal adanya mineral berat dalam formasi.
Untuk picking marker, korelasi dan penentuan fasies.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Density Log menunjukkan besarnya densitas lapisan yang ditembus oleh lubang bor sehingga
berhubungan dengan porositas batuan. Jadi Besar kecilnya density ini dipengaruhi oleh kekompakan
batuan dengan derajat kekompakan yang variatif, dimana semakin kompak batuan maka porositas
batuan tersebut akan semakin kecil. Pada batuan yang sangat kompak, harga porositasnya mendekati
harga nol sehingga densitasnya mendekati densitas matrik.

PRINSIP KERJA DENSITY LOG


Alat yang digunakan untuk mengukur densitas batuan adalah LDT (Litho Density Tool). Dari
pengukuran densitas dapat diperkirakan porositas batuannya. Log densitas dihasilkan dengan
memancarkan sinar gamma ke dalam batuan dari satu sumber dan menangkap sinar gamma yang

10

kembali pada suatu penerima. Besar kecilnya sinar gamma yang kembali berbanding lurus dengan
densitas atau kerapatan partikel penyusun batuan.
Sinar gamma sendiri mempunyai sifat yang mendua, artinya pada suatu saat dapat berbentuk
gelombang elektromagnetik atau menjadi partikel foton. Pada kejadian hamburan Compton, foton sinar
gamma bertumbukan dengan elektron dari atom di dalam batuan. Foton akan kehilangan tenaga karena
proses tumbukan dan dihamburkan ke arah yang tidak sama dengan arah foton awal, sedangkan tenaga

11

foton yang hilang sebetulnya diserap oleh elektron, sehingga elektron mempunyai kekuatan untuk
melepaskan diri dari ikatan atom menjadi elektron bebas. Foton yang dihamburkan ini masih mampu
mengeluarkan elektron-elektron dari atom-atom lain dalam proses tumbukan lanjutan sampai akhirnya
foton yang sudah melemah tersebut terserap secara keseluruhan. Jumlah elektron yang keluar oleh
tumbukan foton merupakan fungsi dari tenaga foton dan jenis mineral. Densitas yang diukur oleh LDT

12

sebagai akibat dari hamburan Compton sebenarnya adalah densitas elektron akan tetapi dapat dicari
hubungannya dengan densitas formasi.
Ketika mengukur densitas formasi, sebenarnya tidak hanya densitas matrik saja yang terukur,
tetapi juga kadar fluida di dalam pori batuan. Karena adanya perbedaan densitas matrik dengan densitas
fluida, maka pembacaan densitas dari formasi yang berpori dan yang tidak berpori tentu akan berbeda,

13

sehingga bila LDT mengukur densitas formasi, maka nilai densitas yang terukur sangat tergantung
kepada densitas matrik, jumlah pori dan densitas fluidanya.
Untuk menghitung porositas, selain densitas bulk (b) yang didapat dari log, juga diperlukan densitas
matrik (ma) dan densitas fluida (f). Porositas dihitung dengan menggunakan rumus : = ma b/ma - f.

14

Pada formasi Density log dapat menentukan adanya kandungan air asin maupun kandungan
hidrokarbon. Apabila densitasnya rendah, maka kedalaman tersebut menunjukkan kandungan air asin,
dan apabila lebih kecil dari densitas air asin pada kedalaman tersebut menunjukkan adanya kandungan
hidrokarbon. Densitas dan Porositas akan terbalik.

CONTOH GAMBAR KURVA DENSITY LOG

15

16

17