Anda di halaman 1dari 7

STATUS ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILEGON

Nama

: Nadya Adnita

NPM

: 110.2010.200

I.

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Ny. SS
Umur
: 54 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat
: PCI
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Pendidikan
: SMA
Suku Bangsa : Jawa
Agama
: Islam
Status
: Menikah

II.

ANAMNESIS
a. Keluhan Utama
Kulit telapak tangan kanan kering, pecah-pecah, dan terasa gatal sejak 2
minggu sebelum masuk Rumah Sakit (SMRS).
b. Keluhan Tambahan
Tidak ada
c. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Cilegon dengan
keluhan kulit telapak tangan kanan kering, pecah-pecah, dan terasa gatal sejak
2 minggu sebelum masuk Rumah Sakit (SMRS). Awalnya, 4 tahun SMRS
pasien tidak sengaja memegang wajan penggorengan yang masih panas,
karena merasa kesakitan pasien kemudian memasukkan tangannya ke dalam
freezer untuk menghilangkan rasa nyerinya. Setelah kejadian tersebut pasien
mengatakan tidak mengeluhkan adanya keluhan seperti rasa nyeri maupun
gatal serta kaku pada tangannya sehingga ia tidak berobat ke dokter atau
mencari pengobatan sendiri.

2 bulan kemudian, pasien mengeluhkan telapak tangan nya terasa kaku,


tidak bisa dibuka, dan juga terasa baal, sehingga pasien memutuskan untuk
berobat ke salah satu klinik dokter umum di daerah PCI. Pasien kemudian
diberikan salep Betamethasone yang dioleskan 2 kali sehari di daerah telapak
tangan. Setelah 1 tahun menggunakan salep tersebut, pasien merasakan tidak
ada perubahan, sehingga ia berobat ke sebuah klinik kecantikan, dan dokter
mengatakan luka tersebut tidak dapat disembuhkan kecuali jika luka tersebut
dihancurkan dan dibut koreng agar obat bisa meresap ke dalam kulit. Hal
tersebut membuat pasien merasa takut dan memutuskan untuk tidak berobat
lagi ke dokter.
3 tahun SMRS, pasien mengeluhkan telapak tangan nya pecah-pecah dan
terasa nyeri sehingga ia tidak dapat melakukan kegiatan seperti memasak dan
membersihkan rumah, ia pun berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD
Cilegon. Pasien diberi 2 obat racikan berbentuk salep yang berwarna putih dan
dioleskan dua kali sehari yaitu pada siang dan malam hari. Setelah 2 minggu
menggunakan obat salep tersebut, pasien mengatakan tangan nya mulai jadi
halus kembali dan sudah tidak terasa nyeri. Karena merasa cocok dengan obat
yang diberikan dokter, pasien mengatakan ia rajin kontrol ke dokter sekali
sebulan dan teratur memakai obat salep yang diresepkan dokter. Ia pun
menuruti anjuran dokter untuk mengganti sabun mandi dengan sabun bayi dan
menggunakan sarung tangan saat mencuci piring atau mencuci baju.
2 bulan SMRS pasien mengeluhkan telapak tangannya mulai pecah-pecah
dan mengeluarkan bau amis serta terasa nyeri dan kadang berdarah. Hal ini
dikeluhkan pasien setelah sebelumnya pasien kembali mencuci baju dengan
Rinso dan tidak menggunakan sarung tangan saat mencuci. Pasien saat itu
kembali berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Cilegon. Pasien
diberikan salep Desoximethasone 15 gr yang dioleskan ke telapak tangan 2
kali sehari. Setelah menggunakan salep tersebut, pasien mengatakan tidak
terlalu banyak perubahan. Namun meskipun begitu ia tetap rajin kontrol ke
dokter karena ingin sembuh dari penyakitnya.

2 minggu SMRS pasien mengeluhkan kulit telapak tangan kanannya


pecah-pecah dan terasa gatal, dan pasien mengatakan hal ini mungkin
disebabkan karena satu minggu belakangan ia mencuci baju dengan Rinso
tanpa menggunakan sarung tangan.
d. Pengobatan yang Pernah Didapat
4 tahun SMRS pasien pernah menggunakan salep Betamethasone yang
dioleskan 2 kali sehari di daerah telapak tangan. Setelah 1 tahun menggunakan
salep tersebut, pasien merasakan tidak ada perubahan.
3 tahun SMRS, pasien berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD
Cilegon dan diberikan 2 obat racikan berbentuk salep yang berwarna putih dan
dioleskan dua kali sehari yaitu pada siang dan malam hari. Setelah 2 minggu
menggunakan obat salep tersebut, pasien mengatakan tangan nya mulai jadi
halus kembali dan sudah tidak terasa nyeri.
2 bulan SMRS pasien kembali berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin
RSUD Cilegon dan diberikan salep Desoximethasone 15 gr yang dioleskan ke
telapak tangan 2 kali sehari. Setelah menggunakan salep tersebut, pasien
mengatakan tidak terlalu banyak perubahan.
e. Riwayat Penyakit Dahulu
Terdapat riwayat keluhan yang sama sebelumnya, yaitu sejak 3 tahun SMRS.
Riwayat asma, dermatitis, dan rhinitis disangkal.
f. Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat keluhan yang sama dalam keluarga disangkal. Riwayat asma,
dermatitis, dan rhinitis dalam keluarga disangkal
III.

PEMERIKSAAN FISIK
A. Status Generalis
Keadaan Umum
: Baik
Kesadaran
: Composmentis
Tanda-tanda vital
Tekanan Darah
: 120/80 mmHg
Nadi
: 88x/ menit
Suhu
: 36,5 oC
Pernafasan
: 20 x/ menit
Kulit
: Coklat sawo matang, ikterik (-), sianosis (-), turgor baik,
kelembaban normal,.efloresensi primer/sekunder (-)
Kepala
: Normocephali, rambut warna hitam, dipotong pendek

Mata

: Pupil bulat isokor, refleks cahaya langsung +/+, refleks


cahaya tidak langsung +/+, konjungtiva anemis -/-, sklera

Hidung
Telinga
Mulut
Lidah
Gigi geligi
Uvula
Tonsil
Tenggorokan
Leher

ikterik -/: Bentuk normal, septum deviasi (-), nafas cuping hidung
(-), sekret -/: Sekret -/-, membran timpani intak +/+, nyeri tekan -/: Bibir kecoklatan, agak kering, sianosis (-), trismus (-),
: Normoglossia, warna merah muda, lidah kotor (-).
: Baik
: Letak di tengah, hiperemis (-)
: T1/T1, tidak hiperemis
: Faring tidak hiperemis
: KGB tidak teraba membesar, kelenjar tiroid tidak teraba .
membesar

Thorax
Paru
Inspeksi

: Bentuk dada normal, simetris dalam keadaan statis


maupun dinamis, efloresensi primer/ sekunder dinding
dada (-), pulsasi abnormal (-), gerak napas simetris,
irama teratur, retraksi suprasternal (-)

Palpasi

: Gerak napas simetris, vocal fremitus simetris

Perkusi

: Sonor pada semua lapangan paru

Auskultasi

: Suara nafas vesikuler pada seluruh lapang paru

Jantung
Inspeksi

: Ictus cordis tidak tampak

Palpasi

: Ictus cordis teraba

Perkusi

: Tidak dilakukan

Auskultasi

: S1 S2 reguler, murmur -, gallop -

Abdomen
Inspeks
Auskultasi

: Bentuk datar, efloresensi (-)


: Bising usus (+)

Perkusi

: Timpani pada keempat kuadran abdomen, shifting


dullness (-), Nyeri ketok CVA (-)

Palpasi

: Supel, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba


membesar, balotemen (-)

Ekstremitas
-Atas

: Akral hangat, CRT < 2 detik, sianosis (-), edema (-)

-Bawah : Akral hangat, CRT < 2 detik, sianosis (-), edema (-)
Genitalia

: Tidak diperiksa karena tidak ada indikasi

B. Status Dermatologis
Lokasi I
: Regio palmaris manus dekstra
Efloresensi : Patch eritem, skuama (+), fissura (+)

IV.

DIAGNOSIS BANDING
Dermatitis kontak alergi
Dermatitis kontak iritan
Dermatitis atopi
V.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Anjuran pemeriksaan :
Pemeriksaan darah lengkap, hitung jenis
Patch test (uji tempel)
VI. DIAGNOSA KERJA
Dermatitis kontak alergi
VII. PENATALAKSANAAN
A. Medikamentosa
a. Topikal
Kortikosteroid : Desoximetasone cream dioles 2 x sehari di daerah telapak
tangan yang kering dan pecah-pecah
b. Sistemik/oral
Antihistamin : Cetirizine tab 10 mg (2x1)
B. Non medikamentosa

Menjelaskan kondisi pasien, dan menjelaskan hal yang perlu diperhatikan


pada pengobatan penyakitnya adalah upaya pencegahan terulangnya kontak
kembali dengan alergen penyebab.
VIII. PROGNOSIS
Quo ad vitam
: ad bonam
Quo ad functionam
: ad bonam
Quo ad sanationam
: dubia ad bonam