Anda di halaman 1dari 13

Konsep Turunan (Diferensial) dan integral

Konsep Turunan dan integral pada vektor


posisi, kecepatan dan percepatan
Diketahui bahwa kecepatan merupakan turunan dari posisi, maka jika
kecepatan diintegralkan akan menghasilkan posisi. Percepatan merupakan
turunan dari kecepatan maka jika percepatan diintegralkan akan
menghasilkan kecepata. Secara ringkas dapat digambarkan dengan :

Contoh 1 :

Contoh 2 :

1. Gerak Dua Dimensi


Gerak dua dimensi merupakan gerak yang dapat diuraikan menjadi 2 arah
koordinat yaitu sumbu-x dan sumbu-y. Gerak dua dimensi berbeda dengan gerak
lurus (materi kelas X) yang hanya satu dimensi. Diantara contoh gerak dua
dimensi adalah gerak parabola.
2. Vektor Posisi
Vektor posisi merupakan besaran vektor suatu posisi tertentu yang diukur dari
titik pusat (titik acuhan). Perhatikan ilustrasi berikut.

Posisi r (x,y) jika dinyatakan pada vektor posisi adalah r = x i + y j


Besar vektor r dinyatakan :
Contoh :
Suatu benda berada 6 satuan pada sumbu x positif dan 8 satuan dari y positif.
Maka vektor posisi dan besar jarak posisi dari pusat sumbu koordinat adalah ?
Jawab :
diketahui x = 6 satuan dan y = 8 satuan, maka :
Vektor posisi : r = 6 i + 8 j
Besar vektor posisi :
3. Vektor Perpindahan
Suatu benda dikatakan melakukan perpindahan jika posisi dari benda tersebut
mengalami perubahan terhadap titik acuan. Vektor perubahan posisi disebut
dengan vektor perpindahan. Berikut uraian tentang vektor perpindahan.
Contoh :

4. Vektor Posisi Terhadap Fungsi Waktu


Suatu vektor posisi dapat pula dinyatakan dalam sebuah persamaan yang
mengandung unsur waktu (t),
Contoh :

Pengertian Gerak Parabola


Gerak parabola merupakan gerak dua dimensi suatu benda yang bergerak
membentuk sudut tertentu (sudut elevasi) dengan sumbu x atau y. Bukan gerak
yang lurus vertikal atau lurus horizontal. Sebagai ilustrasi kita melempar buah
apel kepada teman yang berada di depan kita. Jika dicermati, lintasan yang
dilalui oleh apel adalah parabola.

Gerak parabola merupakan gabungan antara gerak lurus beraturan (GLB) dan
gerak lurus berubah beraturan.
Komponen sumbu x

Pada gerak parabola, komponen sumbu x merupakan komponen dari GLB, di


mana kecepatan pada arah horizontal di posisi manapun adalah tetap (konstan).
CATATAN PENTING : Komponen kecepatan awal (Vo) di sumbu x adalah Vox = Vo
cos . Persamaan pada sumbu x diperoleh dari persamaan umum GLB. Tabel
berikut menunjukkan persamaan gerak parabola pada sumbu x yang diambil dari
persamaan umum GLB.
Komponen sumbu y

Pada komponen sumbu y, gerak parabola merupakan GLBB diperlambat karena


berlawanan dengan gravitasi. Masih ingat 3 persamaan GLBB ? perlu diketahui
perubahan simbol pada gerak parabola dari GLBB : posisi atau perpindahan
benda disimbolkan dengan y ( pada GLBB disimbolkan s), percepatan
menggunakan percepatan gravitasi -g karena ke arah atas (pada GLBB
percepatan benda a). CATATAN PENTING : Komponen kecepatan awal (Vo) di

sumbu y adalah Voy = Vo sin . Tabel berikut menunjukkan persamaan gerak


parabola pada sumbu y yang diambil dari persamaan umum GLBB.
Menentukan Waktu untuk Ketinggian Maksimum (puncak)
Ketinggian maksimum dicapai pada sumbu y, maka kita harus menggunakan
tinjauan komponen sumbu y di atas. Pada ketinggian maksimum, kecepatan
benda pada sumbu y adalah nol (Vy =0). sehingga diperoleh persamaan :

Menentukan Waktu untuk kembali ke posisi/ketinggian semula


waktu yang ditempuh benda selama bergerak di udara dari posisi awak ke posisi
akhir pada ketinggian yang sama adalah sama dengan 2 kali waktu yang
diperlukan untuk mencapai ketinggian maksimum. Sehingga diperoleh
persamaan :

Menentukan Ketinggian Maksimum


sama seperti tinjauan menentukan waktu untuk ketinggian maksimum di atas,
namun kita gunakan persamaan kecepatan yang ke dua. Yaitu :

Menentukan Jangkauan Maksimum


Jangkauan maksimum merupakan jarak maksimum yang ditempuh dalam sumbu
x (arah horizontal). Untuk memperoleh persamaannya digunakan tinjauan pada
sumbu x. Ingat untuk menentukan jarak pada arah horizontal digunakan
persamaan x = Vo sin x tx dimana besarnya tx = 2 tp.

Gerak setengah Parabola

Gerak setengah parabola merupakan gerak suatu benda yang pada awalnya
bergerak horizontal pada ketinggian tertentu, sehingga ketika jatuh ke bawah
akan membentuk lintasan setengah parabola. Hal yang perlu diperhatikan pada
gerak ini adalah :
Pada arah vertikal ke bawah berlaku persamaan gerak jatuh bebas h = gt2
Pada arah horizontal berlaku persamaan GLB X = V x t
Contoh soal 1

Contoh Soal 2

1.

Posisi sebuah partikel sepanjang sumbu x dinyatakan dengan persamaan

x= (2t2 + 8t +5 ) meter,

dengan t dalam sekon. Kecepatan awal partikel tersebut adalah ..


a.

2 ms-1

b.

4 ms-1

c.

5 ms-1

d.

8 ms-1

e. 10 ms-1

2.

Kecepatan sebuiah partikel dinyatakan oleh persamaan v=5t2 +4t 8,

dengan t dalam sekon dan v dalam ms-1. Tentukan percepatan partikel rata-rata
antara t = 0 dan t=2 sekon !
a. 4 ms-1
b. 5 ms-1
c. 9 ms-1
d. 10 ms-1
e. 14 ms-1

3.

Vektor posisi sebuah partikel dinyatakan dalam persamaan r= (4t+3) i +

(2t2 5t)j, dengan t dalam sekon dan r dalam meter. Kecepatan partikel pada saat

t = 2 sekon adalah
a. 2 ms-1
b. 4 ms-1
c. 5 ms-1
d. 6 ms-1
e. 8 ms-1

4.

Sebuah benda dilemparkan vertical ke atas dengan persamaan

lintasan

y=(30t 5t2 ) meter, dengan t dalam sekon. Tentukan kecepatan awal


pelemparan benda !
a. 0 ms-1
b. 5 ms-1
c. 10 ms-1
d. 20 ms-1
e. 30 ms-1

5.

Sebuah

partikel

bergerak

sepanjang

sumbu-x

dengan

persamaan

kecepatan yang merupakan fungsi waktu v= 8 + 4t, v dalam ms -1dengan t dalam


sekon. Jika diketahui posisi partikel pada saat t = 0 adalah 12 m, tentukan
persamaan posisi partikel !
a. ( 12 + 8t + 4t2 ) m
b. ( 12 + 8t + 2t2 ) m
c. ( 8t + 2t2 ) m
d. ( 8t + 3t2 ) m
e. ( 8t + 4t2 ) m

6.

Sebuah partikel mula-mula dalam keadaan diam, kemudian mendapatkan

percepatan yang dinyatakan oleh

persamaan a=(7,5i 10tj ) ms-2, dengan t

dalam sekon. Kelajuan partikel tersebut setelah bergerak selama 2 sekon adalah

a. 5 ms-1
b. 10 ms-1
c. 15 ms-1
d. 20 ms-1

e. 25 ms-1

7.

Sebutir peluru ditembakkan dengan sudut elevasi 30 o dengan kecepatan

awal vo. Peluru kedua ditembakkan dengan kelajuan yang sama, tetapi dengan
sudut elevasi berbeda. Dengan sudut elevasi berapakah peluru kedua harus
ditembakkan agar keduanya dapat mencapai jarak tembakan yang sama ?
a. 20o
b. 30o
c. 40o
d. 45o
e. 60o

8.

Sebutir peluru ditembakkan dengan sudut elevasi 60 o dan kecepatan awall

100ms-1. Di titik tertinggi, kecepatan peluru menjadi ..


a. 0
b. 25 ms-1
c. 40 ms-1
d. 50 ms-1
e. 200 ms-1

9.

Sebuah bola kasti dilempar dengan kecepatan awal 10 ms -1. Jika sudut

kemiringan lemparan terhadap horizontal

0=15o dan percepatan gravitasi

Bumi 10ms-2, jarak lemparan dalam arah horizontal adalah


a. 1,2 m
b. 1,6 m
c. 2,4 m
d. 4,8 m
e. 5,0 m

10.

Sebuah roda sepeda mula-mula berotasi dengan kecepatan sudut 20

putaran per sekon. Sebelum berhenti, roda tersebut dapat berotasi sebanyak
160 putaran. Tentukan perlambatan sudut yang dialami oleh roda tersebut !
a. 1,25 putaran / s2
b. 2, 5 putaran / s2
c. 5 putaran / s2
d. 8 putaran / s2
e. 10 putaran / s2

11.

Titik P berada tepi sebuah piringan VCD. Kecepatan sudut putar piringan

memenuhi persamaan ( t) = ( 2t3 ) rads-1. Tentukan besarnya sutu yang


ditempuh piringan tersebtu dalam waktu 5 sekon !
a. 9 rad
b. 10 rad
c. 11 rad
d. 20 rad
e. 25 rad

12.

Sebuah

roda

berputar

dengan

persamaan

posisi 0 (t)=(2t+6)

rad.Kecepatan rata-rata roda antara t1=0 dan t2=2s adalah ..


a. 1 rads-1
b. 2 rads-1
c. 4 rads-1
d. 6 rads-1
e. 8 rads-1

13.

Sebuah piringan hitam memiliki diameter 20 cm bergerak dari keadaan

diam dengan persamaan percepatan


sudut putarannya pada saat t=2s !

(t)=(3t+1)rads

-2

.Tentukanlah kecepatan

a. 2 rads-1
b. 4 rads-1
c. 6 rads-1
d. 8 rads-1
e. 10 rads-1