Anda di halaman 1dari 42

ALAT-ALAT OPTIK

:OLEH
Drs. AGUS SETIAWAN
ALAT ALAT OPTIK

MATA
KAMERA DAN PROYEKTOR
LUP
MIKROSKOP
TEROPONG
BAGIAN – BAGIAN MATA
Kornea, bagian depan mata memiliki
lengkung lebih tajam dan dilapisi selaput
cahaya,berfungsi melindungi lensa
Aquaeous humor, berfungsi membiaskan
cahaya yang masuk ke lensa mata dan
menjaga kelembaban lensa(agar tidak kering)
Lensa mata, terbuat dari bahan bening,
berserat dan kenyal,berfungsi membiaskan
cahaya agar sampai di retina
Iris, berfungsi memberi warna mata
Pupil, celah lingkaran yang besarnya
tergantung intensitas cahaya ke mata
(mengatur banyaknya cahaya masuk ke
mata)
Retina, berada di belakang mata berfungsi
OPTIKA MATA

Ketika mata relaks (tidak berakomodasi), lensa mata


pipih sehingga jarak fokusnya paling besar, dan benda
yang sangat jauh difokuskan di retina.
Bayangan yang terjadi di retina adalah nyata, terbalik,
diperkecil.
Agar benda pada jarak berbeda dapat difokuskan
dengan cara menebal dan memipihkan lensa mata
(akomodasi mata)
JANGKAUAN PENGLIHATAN

PP cm 25= PR = ∞
Jangkauan Penglihatan

Mata dapat melihat dengan jelas jika letak


benda dalam jangkauan penglihatan, yaitu
diantara titik dekat mata (punctum
proximum) dan titik jauh mata (punctum
(.remontum
Titik dekat = 25 cm
Untuk mata
normal Titik jauh = tak terhingga
CACAT MATA
Yaitu terjadi ketidaknormalan pada
mata, dan dapat di atasi dengan
memakai kacamata, lensa kontak atau
melalui suatu operasi
Rabun Jauh (Miopi)
Rabun Dekat
(Hipermetropi)
JENISNYA
Mata Tua (Presbiop)
Astigmatisma
RABUN JAUH (MIOPI)

Dapat melihat dengan jelas pada jarak 25


cm tetapi tidak dapat melihat benda benda
jauh dengan jelas.
Karena lensa mata tidak dapat memipih,
sehingga bayangan terletak di depan
retina
RABUN JAUH (MIOPI)

PR tertentu PP = 25 cm

Jangkauan Penglihatan

Persamaan untuk
1
meng hitung kuat lensa P =
yang diperlukan f

S’ = - titik jauh penderita


1 1 1 S = titik jauh mata normal
+ =
S S’ f f = jarak fokus (m)
P = kuat lensa (dioptri
Contoh Soal

Seorang penderita rabun jauh (miopi) dengan titik


jauh 100 cm ingin melihat benda yang sangat jauh.
Berapa jarak fokus dan kuat lensa yang harus
digunakan?
Penyelesaian f = -100 cm = -1 m
S’ = 100
Kuat Lensa
S = ∞ 1
P =
1 1 1
+ = f
S S’ f 1
P =
1 1 1 -1
+ =
-100 f = -1 dioptri

Contoh Soal

Seorang penderita rabun jauh (miopi) dengan


memakai kacamata berukuran – 1,5 Dioptri. Berapa
jarak benda terjauh yang masih dapat dilihat dengan
jelas?
Penyelesaian S’ = - 2 / 3 m
= ? ’S
Kuat Lensa
S = ∞ 1
P =
1 1 1
+ = f
S S’ f 1
- 1,5 =
1 1 1 f
+ =
S’ -2/3 f=-2/3 m

RABUN DEKAT (HIPERMETROPI)

Dapat melihat dengan jelas benda jauh tetapi tidak dapat


melihat benda benda dekat dengan jelas.
Karena lensa mata tidak dapat menjadi cembung,
sehingga bayangan terletak di belakang retina
RABUN DEKAT
(HIPERMETROPI)
PR tak terhingga PP > 25 cm

Jangkauan Penglihatan

Persamaan untuk
1
meng hitung kuat lensa P =
yang diperlukan f

S’ = - titik dekat penderita

1 1 1 S = titik dekat mata normal


+ =
S S’ f f = jarak fokus (m)
P = kuat lensa (dioptri)
Contoh Soal
Seorang penderita rabun dekat (hipermetropi)
dengan titik dekat 100 cm ingin membaca
pada jarak baca normal (25 cm). Berapa jarak
?fokus dan kuat lensa yang harus digunakan
Penyelesaian
f = 100/3 cm =1/3 m
S’ = 100
Kuat Lensa
S = 25 cm 1
P =
1 1 1
+ = f
S S’ f 1
P =
1 1 1 1/3
+ =
25 -100 f = 3 dioptri
MATA TUA
(PRESBIOPI)

PR tertentu PP > 25 cm

Jangkauan Penglihatan

Persamaan untuk
1
meng hitung kuat lensa P =
yang diperlukan f

MENGGUNAKAN LENSA
1 1 1 RANGKAP ( BIFOKAL )
+ =
S S’ f
Contoh Soal
Seorang penderita mata tua(presbiopi) dengan titik
jauh dn titik dekatnya 100 cm ingin melihat benda
seperti mata normal . Berapa kuat lensa yang harus
digunakan?
Penyelesaian f = -100 cm = -1 m
S’ = 100
Kuat Lensa
S = ∞ 1
P =
1 1 1
+ = f
S S’ f 1
P =
1 1 1 -1
+ =
-100 f = -1 dioptri

Penyelesaian

f = 100/3 cm =1/3 m
S’ = 100
Kuat Lensa
S = 25 cm 1
P =
1 1 1
+ = f
S S’ f 1
P =
1 1 1 1/3
+ =
25 -100 f = 3 dioptri

Jadi kacamata yang harus dipakai adalah dengan


kekuatan lensa P = - 1 dioptri dan P = 3 dioptri
Tugas :
sebut sifat bayangannyake 1 gambar letak benda di
R1,2,3,F dan 2F
ke 2 hal: 130 No. 1, 2 dan 1
Kelas X-2 selesai rabu tgl 10-2-2010 
Kelas X-3 selesai Senin tgl 22-2 2010 
PEMBENTUKAN aperture
BAYANGAN PADA
KAMERA shuttter

NYATA
TERBALIK
DIPERKECIL

S
’S

Berlaku 1 1 1
+ =
:Persamaan S S’ f
PERBEDAAN
KAMERA MATA

Tempat Retina
Film
Bayangan

Pengatur pupil
Diafragma
Cahaya

Berubah, sesuai
Jarak Tetap
dengan jarak
Bayangan
benda

Jarak Berubah sesuai


Tetap
Fokus dengan jarak benda
PERSAMAAN ANTARA
MATA DENGAN KAMERA

SAMA SAMA MEMILIKI JENIS


LENSA CEMBUNG
SIFAT BAYANGANNYA SAMA
SAMA NYATA, TERBALIK,
DIPERKECIL
SLIDE PROYEKTOR
Berfungsi untuk memproyeksikan benda diapositif

NYATA
SIFAT TERBALIK
BAYANGAN
DIPERBESAR
LUP
Lup (kaca pembesar) adalah alat optik yang
.terdiri dari sebuah lensa cembung

.Fungsinya, untuk melihat benda benda kecil

Benda diletakkan antara O dan F

Sifat bayangannya maya, tegak diperbesar


PERBESARAN LUP
Perbesaran Lup untuk Mata Berakomodasi pada jarak x

Sn Sn
Ma = +
+ f x

M F O
S
S’= -X

Sn = titik dekat mata normal S = jarak benda


F = fokus lensa S’ = jarak bayangan
Perbesaran Lup untuk
Sn
Mata Berakomodasi Ma = + 1
Maksimum f

Perbesaran Lup
untuk Mata Tidak Sn
Ma =
Berakomodasi f

Penggunaan normal sebuah lup adalah berakomodasi


maksimum. Jika dalam soal tidak disebutkan, maka selalu
dianggap lup digunakan mata berakomodasi maksimum
Contoh Soal
Sebuah Lup memiliki jarak fokus 5 cm dipakai untuk
melihah benda kecil yang berjarak 4 cm dari Lup.
Tentukan perbesaran yang terjadi.? n

Penyelesaian f = -100 cm = -1 m
S’ = 100
Kuat Lensa
S = ∞ 1
P =
1 1 1
+ = f
S S’ f 1
P =
1 1 1 -1
+ =
-100 f = -1 dioptri

MIKROSKOP
MIKROSKOP
 Adalah alat untuk melihat benda benda yang
sangat kecil
 Terdiri dari 2 lensa positif (lensa cembung)
 Fokus Lensa Okuler > Fokus Lensa Obyektif
 Benda yang diamati diletakkan antara Fob
dan 2 Fob
PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA
MIKROSKOP

Lensa Okuler

2Fob Fob
Fob 2Fob Fok

Lensa Obyektif

Lensa Obyektif : Nyata, Terbalik, Diperbesar


SIFAT
BAYANGAN Lensa Okuler : Maya, Terbalik, Diperbesar
1 1 1
+ =
Sob S’ob f ob

2Fob Fob
Fob 2Fob Fok

Sok
Sob S’ob
d = S’ob + S ok
S’ok
1 1 1 Perbesaran :
+ =
Sok S’ok f ok M = Mob x Mok
KETENTUAN
KETENTUAN UMUM
UMUM
Untuk mata berakomodasi maksimum, bayangan
dari lensa okuler terletak di depan lensa sejauh
titik dekat pengamat.
S’ok = - Sn

Jika mikroskup digunakan oleh mata tidak


berakomodasi maksimum, titik jauh berada di tak
terhingga, sehingga jarak benda okuler sama
dengan jarak fokus okuler.
S’ok = tak terhingga, shg Sok = F ok
PERBESARAN MIKROSKOP M = Mob x Mok

h’ ob S’ob
Perbesaran Lensa M ob = =
Obyektif
h ob S ob

Perbesaran Lensa Okuler


Sn
Mata berakomodasi M ok = + 1
maksimum f ok

Sn
Mata tidak M ok =
berakomodasi f ok
Contoh Soal

Sebuah mikroskop memiliki panjang


fokus lensa obyektif dan okuler
masing-masing 5 cm dan 10 cm .Jika
jarak antara lensa obyektif dan okuler
35 cm dan mata tidak
berakomodasi,Tentukan perbesaran
total ?
PR : Individu
Selesai : tgl 2 Maret 2010
Mengerjakan Soal Halaman 131 No. B.3. 1 1.
Merangkum Teleskop/teropong. 2 2.
Disebut juga TELESKOP
Fungsinya untuk melihat benda benda yang sangat jauh

Teropong  Teropong Bintang (Teropong


JENISNYA
Bias Astronomi)
 Teropong Bumi
 Teropong Prisma (Binokuler)
 Teropong Panggung (Galileo)

Teropong Pantul
TEROPONG BINTANG
Lensa Obyektif Lensa Okuler

d = f ob + f ok

f ob = f ok

Perbesaran
f ob f ok f ob
Sifat bayangan Ma =
Maya , Diperbesar, Terbalik S ok
TEROPONG BUMI
Untuk mata tidak berakomodasi
Lensa Obyektif Lensa Okuler
d = f ob + 4 fp + f ok

Lensa Pembalik

f ob 2fp 2fp fok

Maya f ob
Perbesaran Ma=
Sifat bayangan Diperbesar
Tegak S ok
TEROPONG PRISMA
 Disebut juga teropong binokuler
 Untuk memperpendek teropong, lensa pembalik
diganti dengan dua prisma samakaki yang akan
memantulkan bayangan secara sempurna
 Bayangan akhir tegak, maya, diperbesar

Pemantulan
pada prisma
TEROPONG PANGGUNG (TEROPONG GALILEI)

d = f ob + f ok
T f ok

f ob = f ok

L. Obyektif L. Okuler
f ob
Sinar datang sejajar dari lensa obyektif membentuk
bayangan tepat di fokusnya, sebagai benda maya Perbesaran
lensa okuler
f ob
Sinar sejajar yang keluar dari lensa okuler menuju Ma=
mata bersifat tegak di titik tak terhingga S ok
TEROPONG
TEROPONG PANTUL
PANTUL

sebagai obyektif
cermin cekung
cermin datar

f ob

lensa okuler

Menggunakan cermin cekung besar yang berfungsi sebagai pemantul


cahaya dengan alasan :
cermin mudah dibuat diabndingkan lensa
cermin tidak mengalami aberasi
cermin lebih ringan daripada lensa
Semoga bermanfaat …

Sampai jumpa