Anda di halaman 1dari 4

Jurnal Belajar

Nama
NIM
Kelas
Pertemuan
Hari /Tanggal

: Martin Artiyono Pratama


: 140341807409
:D
: IV
: Rabu/24 September 2014

A. Konsep penting yang dipahami


Behavioristik memandang bahwa belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan
mengajar adalah memindahkan pengetahuan ke orang yang belajar. Terdapat 3 konsep
penting yang menjadi prinsip teori behavioristik, diantaranya: (1) Rangsangan
(stimulus) yang disimbolkan dengan S, (2) tanggapan atau respons (response) dengan
simbol R, (3) penguatan (reinforcement) dengan simbol P.
Belajar kognitivisme adalah bahwa belajar merupakan proses penemuan (discovery)
dan transformasi informasi kompleks yang berlangsung pada diri seseorang. Menurut
teori belajar kognitif, belajar dipandang sebagai usaha untuk mengerti sesuatu. Usaha
untuk mengerti tentang sesuatu itu dilakukan secara aktif oleh pembelajar. Keaktifan
itu dapat dapat berupa mencari pengalaman, mencari informasi, memecahkan
masalah, mencermati lingkungan, mempraktekkan, mengabaikan respon-respon
lainnya guna mencapai tujuan. Teori teori belajar kognitif menekankan pada
bagaimana informasi diproses.
Menurut cara pandang teori konstruksivisme belajar adalah proses untuk membanguin
pengetahuan melalui pengalaman nyata dari lapangan. Artinya siswa akan cepat
memiliki pengetahuan jika pengetahuan itu dibangun atas dasar realitas yang ada di
dalam masyarakat. Konstruktivisme sebagai deskripsi kognitif manusia seringkali
diasosiasikan dengan pendekatan paedagogi yang mempromosikan learning by doing.
Teori ini memberikan keaktifan terhadap manusia untuk belajar menemukan sendiri
kompetensi, pengetahuan atau teknologi, dan hal lain yang diperlakukan guna
mengembangkan dirinya sendiri.
Teori konstruktivisme belajar adalah proses mengkonstruksi pengetahuan dengan cara
mengabstraksi pengalaman sebagai hasil interaksi antara siswa dengan realitas baik
realitas pribadi, alam, maupun realitas sosial. Proses konstruksi pengetahuan
berlangsung secara pribadi maupun sosial. Proses ini adalah proses yang aktif dan
dinamis. Beberapa faktor seperti pengalaman, pengetahuan awal, kemampuan kognitif
dan lingkungan sangat berpengaruh dalam proses konstruksi makna.

Dari ketiga teori tersebut semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masingmasing, dan ketiga teori ini merupakan pijakan atau landasan dalam proses
pembelajaran, serta semua teori ini dapat kita aplikasikan di sekolah tergantung pada
tujuan pembelajaran, meteri yang diajarkan, karakteristik siswa, sarana, prasaran dll.
B. Konsep yang belum dipahami
1. Dari ketiga aplikasi teori pembelajaran di kelas, pada bagian apa yang paling
membedakan dari masing-masing teori pembelajaran tersebut?
2. Kekurangan dan kelebihan dari masing-masing teori pembelajaran tersebut?
C. Pertanyaan
Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang muncul setelah persentasi kelompok III:
1. Harissudin
Teori mana yang paling sesuai diterapkan di sekolah? Kriteria apa saja dari ketiga
teori tersebut agar bisa diterapkan, sedangkan kemampuan anak yang tinggal di
perkotaan dan di pedesaan tidak sama?
Jawabannya: ketiga teori ini sebenarnya ditererapkan di sekolah, karena ketiga teori
ini merupakan suatu kesatuan dalam proses pembelajaran. Sebenarnya dalam proses
pembelajaran di kelas ketiga teori ini dapat diterapkan. Bukan jadi alasan perbedaan
kemampuan anak disesa dan di kota, karena setiap anak memiliki proses
perkembangan kognitif yang sama hanya saja mungkin kecepatannya yang berbeda
saja. Sehingga tidak ada perbedaan antara di desa dan di kota, guru harus mampu
menyesuaikan pembelajaran sesuai karakteristik siswanya. Karakteristik ini yang
dimaksud adalah perbedaan kecepatan perkembangan kognitif setiap siswa.
2. Anton
Dalam teori behaviorisme, menurut Watson, belajar adalah proses interaksi antara
stimulus dan respon, namun stimulus dan respon ini harus berbentuk tingkah laku
yang dapat diukur dan dapat diamati, maksudnya seperti apa?
Jawabannya: Bentuk perubahan yang dapat diukur dapat berupa hasil belajar dari
ranah kognitif, psikomotor, dan afektif. Sehingga perubahan perubahan mental
dalam diri seseorang selama proses belajar tidak dapat diamati.
3. Reza
Dari ketiga teori tersebut yang cocok untuk diterapkan di jenjang sekolah dasar?
Jawabannya: Sebenarnya ketiga teori ini bisa diterapkan di jenjang dasar, kalau
behaviorisme yakni metode menghafal, kognitif dan konstruktivis juga bisa
diterapkan dengan inkuiri demostrasi.
4. Dwida
Bagaimana keterkaitan antara teori yang dijelaskan dengan kurikulum 2013?

Jawabannya: Semua teori terkait dalam kurikulum 2013. Karena tori sebagai landasan
strategi pembelajaran.
5. Yulia
Teori konstruktivisme berdasarkan pengalaman, bagaimana cara guru menyatukan dua
berbedaan pendapat teori pada proses pembelajaran di kelas?
Jawabannya: Di teori kontruktivisme itu ada interaksi sosial, artinya guru
membimbing siswa untuk berdiskusi antar siswa, kemudian dilakukan diskusi kelas.
saat diskusi kelas inilah guru memberi penguatan dan penegasan terhadap materi,
selain itu guru meluruskan jika ada miskonsepsi.
6. Atiqa
Dalam contoh aplikasi teori behaviorisme, memberi stimulus baru maksudnya seperti
apa?
Jawabannya: Contoh aplikasi ada pemberian stimulus awal yang dapat berupa
pertanyaan-pertanyaan yang memancing siswa untuk memberikan respon positif
terhadap kegiatan pembelajaran, kemudian pemberian respon baru dapat berupa tugas,
tes untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman materi siswa akan materi yang
telah diajarkan.
7. Suparno
a. Contoh konkrit teori behaviorisme di jenjang pembelajaran SD & SMP dilihat dari
implikasinya!
Jawabannya: Misalnya untuk tujuan pembelajaran: untuk mengathui faktor-faktor
apa saja yang mempengaruhi proses fotosintesis. Stimulus yang diberikan dapat
berupa pertanyaan yang berhubungan dengan fotosintesis, namun dalam kegiatan
pembelajaran di kelas, pemilihan materi, dan lainnya tergantung pemilihan dari
guru yang mengajar di kelas.
b. Karakter siswa yang cocok untuk teori tersebut seperti apa?
Jawabannya: Yang dimaksud karakteristik siswa adalah perkembangan kognitif
siswa yang sudah dibagi oleh beberapa pakar seperti Piaget.
8. Husdiani
Dalam implikasi teori behaviorisme, ada penguatan positif dan penguatan negatif,
maksudnya seperti apa?
Jawabannya:
a. Penguatan positif: prinsipnya frekuensi suatu respon meningkat karena diikuti
oleh stimulus yang mengandung penghargaan (bersifat menyenangkan), contoh
memuji atau memberi hadiah.
b. Penguatan negatif: prinsipnya frekuensi suatu respon meningkat karena diikuti
stimulus yang tidak menyenangkan, jadi respon yang diharapkan akan tetap
muncul karena diikuti penghilangan stimulus yang tidak menyenangkan. Contoh

memberikan jawaban, jawaban kurang tepat, ada yang mau menambahkan atau
memberi hukuman tetapi mendidik.
D. Upaya yang dilakukan
Setelah saya mengikuti proses pembelajaran ini saya mendapatkan beberapa informasi
tentang pengertian teori bihavioristik, kognitivistik, dan konstrutivistik, serta bagaimana
implikasi teori dari kedua teori pembelajaran tersebut di sekolah. Selain itu ada beberapa hal
yang masih belum saya pahami dari konsep teori bihavioristik, kognitivistik, dan
konstrutivistik akan saya coba membaca literatur lebih banyak dan diskusi dengan temanteman agar saya mendapatkan penyelesaiannya.