Anda di halaman 1dari 14

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Prof. DR. H. VEITHZAL RIVAI, M.B.A

Superleadership dalam proses dan


penanamannnya di Indonesia
Oleh :
MUHAMMAD SAPRIANYAH
Superleadership dalam proses dan
penanamannnya di Indonesia
Oleh :
MUHAMMAD SAPRIANYAH
ABSTRACT

Superleadership is someone leads others to lead them self. it’s desing and put the
system which followed and learn the workers to be self-leader. This approach
consist of enlargement of behaviour ware, which all of it’s mean followers having
ability of behaviour ang kognitif that important to train self-leadership. it’s always
focus on “what I can do to lead others in order they can lead them self ?”
It’s also known as empowering leader. It have a strength and policy to help
pushing ability the workers around them. Superleader strength finally so much
powerfull couse there’s others powerfull, pushing the followers to inisiate,
responsible,confidence, plan, think positive, also can solve all the problem for
their ownself. it’s gives the spirit to people having responsibilities than giving an
order. One part most important from it infacing 21st century is pressing it’s
followers to mastering more knowledge and information to train their self-
leadership.
Keywords : Superleadership, empowering.
Prof.DR.J.BASUKI.M.Psi.”Kiat Kepemimpinan”,google.com.2009
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalu
berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam
kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk
menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati dan
menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan.
Menciptakan dan menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia. Manusia adalah makhluk
Tuhan yang paling tinggi dibanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk
berpikir, kemampuan untuk memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan
kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik. Tidak hanya
lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan sosial manusiapun perlu dikelola dengan baik.
Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin,
paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. Dalam surat Al baqarah :30
   
       
    
  
     

Artinya :
ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku
hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa
Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat
kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa
bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman:
"Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."(Al baqarah :30)

Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan
dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik dan sulit. Disinilah dituntut
kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan
baik. Apakah arti kepemimpinan? Menurut sejarah, masa “kepemimpinan” muncul pada abad 18. Ada
beberapa pengertian kepemimpinan, antara lain:.

1. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui
proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler
and Nassarik, 1961, 24).
2. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai
tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).
3. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk
mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).
4. Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau
orang mengikuti dan menaati segala keinginannya.
5. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada
kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs &
Jacques, 1990, 281).
Banyak definisi kepemimpinan yang menggambarkan asumsi bahwa kepemimpinan
dihubungkan dengan proses mempengaruhi orang baik individu maupun masyarakat. Dalam kasus ini,
dengan sengaja mempengaruhi dari orang ke orang lain dalam susunan aktivitasnya dan hubungan
dalam kelompok atau organisasi.
Kalaulah John C. Maxwell mengatakan bahwa inti kepemimpinan adalah mempengaruhi
atau mendapatkan pengikut, maka empowering bisa diartikan sebagai Sikap seorang pemimpin
membuat pengikutnya mempercayakan diri padanya. Namun seorang pemimpin perlu membuat gerak
dan perubahan. Untuk itu selain sikap diperlukan serangkaian keterampilan atau skil kepemimpinan.
Secara sederhana definisi keterampilan adalah kemampuan mengubah sesuatu yang ada menjadi apa
yang dikehendaki sesuai dengan rencana. Keterampilan menyangkut pengenalan bahan, input, atau apa
yang dapat diolah. Keterampilan juga terkait dengan tahap-tahap pelaksanaan pengolahan, serta bobot
atau jumlah energi yang dibutuhkan, bahkan kemungkinan-kemungkinan penyimpangan dan
perkecualian.
Dalam bahasa Inggris, keterampilan adalah sesuatu yang dapat Make things happen.
Sesuatu yang terjadi, diolah, atau diubah tadi dapat berupa hubungan antar rekan, cara kerja, cara ber-
organisasi, bangunan, dana, informasi, dan sebagainya. Keterampilan dapat juga disebut sebagai suatu
daya transformasi yang memungkinkan seorang pemimpin menjadikan apa yang tersedia menjadi
sesuatu yang bermanfaat, baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Cara mengubah atau
menjadikan ini adalah proses pengubahan yang paling efektif dan efisien. Artinya, dapat tepat
mencapai sasaran serta menggunakan porsi yang dikehendaki.
Suatu hal yang membedakan dunia sebelum ini dengan zaman ini adalah manusia harus
semakin bergantung satu sama lain. Oleh sebab itu, salah satu keterampilan kepemimpinan yang paling
mendasar untuk dunia modern adalah keterampilan untuk mengelola hubungan dengan baik. Untuk
situasi komunitas Asia, dimana kompleksitas organisasi dan hubungan antara manusianya cukup tinggi,
maka sangat dibutuhkan keterampilan kepemimpinan yang menghasilkan hubungan baik tadi. Untuk
menyokong hal tadi sebuah keterampilan lain dibutuhkan. Seorang pemimpin perlu memiliki
keterampilan berkomunikasi secara interpersonal, dalam kelompok, maupun secara massal. Kegunaan
keterampilan nyata dalam beberapa hal: mencari data, mengubah sudut pandang orang, menjelaskan
sudut pandang kita, menyimak orang lain, menggunakan komunikasi yang memungkinkan terjadinya
sinergi, atau menangani konflik. Keterampilan lain yang sangat penting terutama agar dapat
menciptakan sinergi dalam lingkup kerja, adalah keterampilan menggalang tim kerja yang mampu
bekerja sama (dan bukan cuma sama-sama bekerja). Akibatnya, orang belajar untuk meningkatkan
entusiasme kerja, kompetensi, dan kesadaran saling menopang yang akan menuju pada produktivitas
yang tingkatnya lebih tinggi.
Tim kerja yang baik harus memiliki kemampuan mengambil keputusan secara runtut dan
masuk akal. Keterampilan pengambilan keputusan antara lain menolong orang untuk membedakan
antara informasi dan persepsi atau tafsiran tentang informasi tadi. Keterampilan pengambilan
keputusan membuat kita mampu mengenali alternatif atau pilihan-pilihan, bahkan menentukan
prioritas-prioritas kita. Akhirnya, seorang pemimpin di dalam konteks Indonesia pada khususnya harus
mampu memiliki keterampilan untuk mencari alternatif dan kerangka yang lebih besar, terutama dalam
situasi konflik dan persaingan ketat di tengah masyarakat yang majemuk.
Keseluruhan jenis keterampilan yang diuraikan di atas dapat disimpulkan ke dalam tiga
jenis yang sangat dibutuhkan dewasa ini, di samping keterampilan yang bersifat teknis spesifik, seperti
keterampilan memasak, mengecat, memotong rambut, mengukir es, mengaudit pembukuan, dan lain-
lain. Pertama: jenis-jenis keterampilan untuk merumuskan apa yang mau dicapai bersama dalam
jangka pendek. Kedua: jenis-jenis keterampilan dalam proses mengajak orang lain untuk menyusun
tahap-tahap kerja sama serta pelaksanaannya. Ketiga: jenis keterampilan untuk mengelola diri sendiri
dan memberikan kontribusi yang tepat pada waktu yang tepat.
Bila keterampilan kepemimpinan dihasilkan, bersama dengan sikap yang seharusnya, maka seorang
pemimpin tumbuh melalui pengalamannya bukan saja untuk menjadi semakin handal dan terampil
namun tumbuh pula dalam kebijaksanaannya (wisdom/hokma).
Robby I Chandra BAHAN BAKAR PEMIMPIN: SIKAP, SKIL, SENSITIVITAS, PENDEKATAN SiSTEM DAN SPIRITUALITAS,2009

Bagaimana seorang pemimpin dapat mengembangkan self-leadership yang dibutuhkan


untuk menjalankan organisasi pada abad ke 21? berikut ini kita akan menyebut model leadership yang
baru sebagai superleadership yang dimulai dengan gagasan bagaimana memimpin individu untuk
menjadi pemimpin bagi diri mereka sendiri, bergerak ke gagasan untuk memimpin tim dan kemudian
mengusulkan gagasan suntuk mengembangkan budaya total self-leadership melalui organisasi.

SEA – NURS – 429, 1N O OSD 001/1.2., Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003

ADA PIMPINAN TETAPI TAK ADA PEMIMPIN


Topik di atas kedengarannya aneh. Tetapi kenyataannya bisa terjadi. Artinya ada manajer
tetapi tidak mampu memimpin subordinasinya atau pun Pemimpin yang menempatkat pola
kepemimpinannya sebagai seorang pemberdaya bagi sub organisasi yang dipimpinnya sehingga image
atasan dan bawahan tertutupi dengan kinerja yang saling melengkapi dan memahami fungsi serta
keberadaan aplikasi diri masing-masing dalam suatu organisasi.
Bayangkan pendapat John C.Maxwell yang disarikan dari bukunya 360 degree Leader.
Menurutnya ada beberapa akibat kalau suatu organisasi, pada tiap tingkatan, tak ada pemimpin,yaitu:
(1). Kehilangan visi.Jika suatu tim kerja mulai bekerja dengan visi tertentu namun tanpa seorang
pemimpin,hal ini akan menyulitkan. Mengapa? Karena visi menjadi bolong sana bolong
sini. Dan tanpa seorang pemimpin, visi akan menimbulkan ketidak-teraturan dan tim bakal
goyah hingga kehilangan arah. Sebaliknya jika sebuah tim memiliki pemimpin tetapi tanpa
visi, bisa jadi tidak masalah karena akhirnya mereka akan membuatnya. Pemimpin seperti
itu disebut visioner. Pemimpin mengarahkan kerja tim sesuai dengan visi tim.
(2). Keputusan-keputusan yang tertunda. Tidak semua pengambil keputusan yang baik adalah
pemimpin. Namun semua pemimpin yang baik adalah pengambil keputusan. Kalau sesuatu
mendorong seorang pemimpin untuk membuat keputusan dan ternyata belum dilakukannya
maka berarti ada penundaan. Lalu orang lain membantunya untuk membuat keputusan
yang lebih cepat.
(3). Beberapa agenda menumpuk. Ketika satu tim berkumpul dan tidak seorang pun diketahui
mana yang menjadi pemimpin maka semua individu mulai menjalankan agenda mereka
masing-masing. Dan tentunya tanpa ada arahan dan komando dari seseorang. Agenda
akhirnya menumpuk. Ketika mereka akan menyatukan suara dan pekerjaannya maka ketika
itu pula mereka membutuhkan seorang pemimpin.
(4). Konflik meluas. Salah satu peran terpenting seorang pemimpin adalah resolusi konflik.
Ketidak-beradaan kepemimpinan menyebabkan konflik semakin meluas dan merusak.
Sering konflik mendorong seorang pemimpin untuk melangkah dan turun tangan. Lalu
membawa para individu yang berkonflik untuk duduk dalam satu meja menyelesaikan
konflik.
(5). Moral menurun. Napoleon pernah berkata “Leaders are dealers in hope”. Ketika para
pemimpin sedang tidak ada, para pengikutnya kerap kehilangan harapan, dan moral mereka
jatuh. Mengapa? Karena moral dapat didefinisikan sebagai “faith in the leader at top”.
(6). Kinerja menurun. Mutu utama dari seorang pemimpin adalah kemampuan membuat sesuatu
menjadi kenyataan. Para pemimpin seharusnya kreatif mendapatkan cara-cara menolong
orang lain agar produktif. Bagaimana seorang pemimpin patut menciptakan tantangan-
tantangan, melatih, dan mendorong atau memberi insentif agar para individu mampu
bekerja dengan baik.
sjafri mangkuprawira | Maret 17, 2008 ADA PIMPINAN TETAPI TAK ADA PEMIMPIN

Sampai disitu, menggambarkan keadaan bahwa organisasi tanpa adanya pemimpin akan sia-
sia.Dengan kata lain kehadiran seorang pemimpin pada semua tingkatan organisasi adalah sangat

penting. Keberhasilan suatu organisasi merupakan fungsi dari kepemimpinan yang andal. sekarang
mari kita bayangkan kepemimpinan Super Leader yang lebih terfokus pada unsur empowering
Dalam praktiknya, Super Leader dapat diukur dengan kemampuannya membangun dua rasa
yang berlaku untuk dirinya sendiri maupun dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya, terutama
mereka yang dipimpinnya. Dua rasa itu adalah Rasa Saling Percaya dan Rasa Saling Hormat (mutual
trust and mutual respect) yang tulus dan jujur antara dirinya dengan orang lain yang menjadi
pengikutnya (followers) atau siapa pun yang berinteraksi dengannya. Sikap memercayai dan
menghormati the followers atau orang lain merupakan strategi agar perubahan yang kita harapkan
dapat diterima dengan baik. Bila kita menerapkan strategi ini maka otak orang-orang tersebut (dalam
organisasi) akan mendeteksi perilaku kita sebagai kawan (friend), bukan lawan (foe), sehingga
membuat daya akseptasi mereka tinggi untuk menerima masukan. Kualitas leader terefleksi dalam
bentuk motivasi seseorang yang merupakan akumulasi dari keyakinan, nilai-nilai (prinsip), dan hal-hal
mendasar lainnya dalam hidup dan kehidupan yang akan bermuara dalam pola pikirnya. Secara kasat
mata dapat terlihat dalam perilakunya sehari-hari. Perilaku sendiri merupakan refleksi dari dominasi
otak. Jika dominasi otak seorang leader adalah gabungan rasa SQ, IQ, dan EQ, maka dapat dipastikan
perilakunya akan dapat dinilai orang lain sebagai leader yang kecerdasan menonjolnya (strengths)
adalah street smartness yang didukung oleh social smartness dan academic smartness. Perilaku leader
terlihat dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah, berinteraksi dengan lingkungan dan
orang lain, menentukan sikap atau pilihan keputusannya terutama dalam situasi krisis. Leader-lah yang
memiliki peran paling besar dalam melakukan perubahan (the change) atau dalam bahasa Islam adalah
"semangat hijrah". Perubahan dalam diri, dalam keluarga, dalam masyarakat, dan dalam kehidupan
berbangsa-bernegara.
"Brainware Leadership Mastery" by Taufik Bahaudin (2007)

Inilah yang diharapkan bisa kita dapatkan dari penerapan superleadership ini :
Dari: Menjadi :
 Observasi dari luar (eksternal)  Observasi sendiri
 Mencapai sasaran yang ditugaskan  Menyusun sasaran sendiri
 Memotivasi didasarkan atas kompensasi  Motivasi juga didasarkan atas penghargaan
eksternal yg bersifat alamiah dari pekerjaan
 Kritik dari luar (eksternal)  Kritik sendiri
 Pemecahan masalah eksternal  Pemecahan masalah sendiri
 Perencanaan eksternal  Perencanaan sendiri
 Desain tugas eksternal  Desain tugas sendiri
 Berfikir yg menghambat /obstaclethinking  Opportunity thinking
 Taat pada visi organisasi  Komit kepada visi bahwa pengikut dibantu
untuk menciptakannya
Supeleadership Mr.mantani.2009.google.com

KEPEMIMPINAN ROSULULLAH

Di dalam Islam seorang pemimpin haruslah mempunyai sifat :


1. Siddiq artinya jujur, benar, berintegritas tinggi dan terjaga dari kesalahan
2. Fathonah artinya jerdas, memiliki intelektualitas tinggi dan professional
3. Amanah artinya dapat dipercaya, memiliki legitimasi dan akuntabel
4. Tabligh artinya senantiasa menyampaikan risalah kebenaran, tidak pernah menyembunyikan
apa yang wajib disampaikan, dan komunikatif.
Ini merupakan mutu kepimpinan yang penting dalam diri Muhammad SAW. Beliau menuntut
perlakuan yang adil bagi semua orang dan membenci diskriminasi di antara manusia. Ketika mesjid
pertama dibangun di Madinah, beliau bekerja sebagai buruh kasar dengan para sahabatnya dawn tidak
suka menjauhkan diri dari tempat pekerjaan itu. Kemudian, dengan perang Ahzab, beliau ikut menggali
parit pertahanan dengan para sahabatnya dan ikut memikul pengki pembawa tanah. Salman Al-Farsi
melaporkan bahwa ketika dia sedang bekerja dengan sebuah cangkul dalam pertahanan, di mana
sebuah batu menghalangi pekerjaannya, Nabi segera datang membantunya. Beliau cangkul dari
tangannya dan memukul batu hingga pecah. Nabi selalu memperlakukan orang dengan adil dan tidak
pernah melakukan diskriminasi di antara mereka dalam pekerjaannya di Mekkah dan dalam jabatannya
sebagai kepala Negara di Madinah. Abdullah bin Sehi dikirim ke khaibar untuk mengumpulkan pajak
dari orang yahudi. Beliau dibunuh dan mayatnya ditemukan oleh sepupunya Muhisah, yang kemudian
pergi menemui Nabi dan meminta supaya dilakukan pembalasan pada orang yahudi.Nabi berkata,’’
dapatkan engkau bersumpah bahwa ia dibunuh oleh orang yahudi?’’Dia menjawab bahwa dia tidak
melihat pembunuhan tersebut dengan matanya sendiri. Nabi berkata bahwa oarang yahudi harus
disuruh untuk bersumpah. Muhlisah berkata’’, bagaimana kita dapat mempercayai sumpah mereka?’’
mereka akan melakukan sumpah palsu ratusan kali.Tidak ada orang lain yang tinggal di Khaibar
kecuali orang yahudi dan tidak diragukan lagi orang yahudilah yang telah membunuh Abdullah.Tetapi
karena tidak ada saksi mata, Nabi menanyakan apapun pada orang yahudi dan membayarkan ganti rugi
(uang darah) dari uang Negara. Menurut Taqiq Muharbi, Nabi Tuhan memberikan khotbah di Mesjid
Nabi, ketika seorwang Ansari melihatnya berdiri dan berkata : ‘’oh Nabi Tuhan! Orang ini berasal dari
suku bani Thalabah. Nenek moyangnya membunuh seorang anggota keluarga kami. Kami memohon
kepadamu untuk menangkap salah seorang dari mereka untuk digantung sebagai pembalasan’’. Nabi
menjawab, pembalasan terhadap seorang Ayah tidak dapat dilakukan terhadap anaknya. Nabi
Muhammad membuktikan dengan contohnya bahwa tidak ada orang yang lebih teguh terhadap
kebenaran dibanding beliau, bahkan jika hal itu bertentangan dengan kepentingannya atau kepentingan
orang yang terdekat dengan dirinya dan sangat dikasihinya. Beliau memutuskan setiap perkara yang
dibawa kehadapannya oleh teman maupun musuh dengan adil. Beliau tidak memenangkan si kaya atau
simiskin, tetapi memutuskan perkara mereka berdasarkan persamaan dan keadilan (4:45). Beliau
memutuskan perkara, bahkan perkara musuhnya, secara adil. Musuhnya membawa perselisihan
padanya tanpa rasa takut atau bimbang karena mereka tahu bahwa mereka akan memperoleh keadilan
darinya.
Beliau memperlakukan orang sama rata dan tidak membedakan seseorang dengan yang
lainnya, bahkan untuk dirinya sendiri. Jika, karena kekhilafan, beliau menyakiti seseorang, beliau akan
segera meminta maaf. Ketika pada pertemuan Badar beliau sedang memeriksa pasukan panah; beliau
lewat dekat Sawad bin perutnya dengan sebatang anak panah dan berkata. ‘’Berdiri dalam barisan
dengan baik Sawaf’’. Engkau menyakitiku, Oh Utusan jadi biarkanlah Aku membalasmu’’. Nabi
membuka bajunya dan berkata ‘’lakukanlah pembalasanmu’’. Sawad memeluknya dan mencium
perutnya’’. Oh Utusan Tuhan, engkau melihat apa yang ada dihadapan kami dan saya mungkin tidak
akan hidup setelah perang ini dan karena ini adalah terakhir kali aku bersamaanmu aku ingin kulitku
menyentuh kulitmu’’ nabi membelainya. Sikap yang telah dicerminkan Nabi Muhammad Saw Kepada
ummatnya sangat memberikan tauladan seorang pemimpin yang sejati.
Hijratunnisa, KEPEMIMPINAN ROSULULLAH CERMINAN KEPEMIMPINAN ISLAM, 2009

BACK STAGE “KEPEMIMPINAN INDONESIA”

“Sungguh, seharusnya kita bangga karena bangsa kita merupakan


bangsa yang besar yang memiliki jiwa besar dan rendah hati yang tidak
mampu di miliki bangsa – bangsa lain di dunia. Bangsa kita tidak hanya
bangsa pilihan yang unggul, namun lebih dari itu – dari konteks
pemikiran, bangsa kita adalah bangsa terdepan yang selalu beberapa
langkah lebih maju daripada bangsa – bangsa lain di muka bumi ini”
Di seluruh dunia, para pakar ilmu sosial, ekonomi, politik, dan kebudayan telah terjebak
kepada pemikiran salah akan bangsa ini. Seluruh dunia membayangkan Indonesia merupakan negara
dengan kampung – kampung kumuh di tepi sungai, busung lapar, korupsi dan berbagai macam bencana
alam yang tak kunjung henti
Padahal sebenarnya, tidak ada bangsa di seluruh dunia yang lebih bahagia dari pada
bahagianya penduduk indonesia. Tak ada masyarakat yang berpesta dan tertawa-tawa, jagongan, serta
segala macam kehangatan yang melebihi kebiasaan masyarakat kita. Tidak ada di dunia ini anggaran
biaya pakaian dinas pejabat melebihi apa yang ada di Indonesia. Import kendaraan, dan alat elektronik
disini pasti akan dijamin laku terbeli, berapa kontainerpun yang mereka datangkan ke negeri ini.
Masyarakat Internasional menyangka kita sedang krisis, padahal berita tentang krisis
moneter itu adalah suatu ungkapan kerendahan hati dari kita. Masyarakat Internasional sering tidak
memahami retorika budaya masyarakat kita. Kalau ada yang mengatakan “marilah mampir ke gubug
saya” . Mereka pasti menyangka kita benar-benar memiliki gubug, padahal rumah kita adalah istana,
yang gubernur argentina dan Menteri di Mesirpun tidak memiliki apa yang kita miliki ini.
Dahulu, ketika bangsa ini memiliki seorang Presiden buta, semua masyarakat internasional
mengejek “Apakah 300 juta masyarakat indonesia tidak lagi mempunyai seorangpun yang mampu jadi
presiden, sampai-sampai harus mengangkat seorang pimpinan pesantren menjadi presiden?”, Dan
ketika ada seorang wanita yang menjadi Presiden negeri ini, mereka juga mencemooh: “Apakah
Masyarakat Indonesia 99%nya adalah wanita, sehingga tidak ada satupun laki – laki yang bisa menjadi
Presiden?”

Bukan hanya di bidang politik, dan sosial. Di Bidang Olahrgapun juga demikian, Tim
nasional sepakbola kita pun dirancang sedemikian rupa sehingga jangan sampai menang atas
kesebelasan bangsa-bangsa lain. Sudah berpuluh-puluh tahun kita mempraktekkan filosofi ngalah kuwi
dhuwur wekasanane, mengalah itu luhur derajatnya.
Tidak hanya itu. masyarakat negeri ini juga memiliki sebuah konsep wibawa yang tidak
mampu ditandingi bangsa lain di seluruh dunia. Malaysia yang merupakan negara tetangga kita itupun
sudah mulai kehilangan wibawa. Anda tidak akan pernah bisa menemukan orang Malaysia yang
mempunyai wibawa, seperti apa yang orang – orang kita punya. Datanglah ke malaysia dan berdiri
tegaplah dengan tangan bersedekap sambil memandang tajam ke orang-orang di sana. Saya yakin, tidak
akan ada orang yang berani menatap balik anda. Namun, coba jika hal tersebut anda lakukan di
Indonesia, misalnya di pasar Tanah Abang. Saya bisa menjamin tidak lebih dari 5 menit akan terjadi
pertengkaran.
Pemerintahan negeri inipun adalah pemerintahan yang paling mudah, sebab rakyatnya
adalah rakyat yang paling mandiri di seluruh dunia. Bencana yang begitu dahsyatnya bisa dihadapi
dengan tenang dan dengan sikap bersyukur. Bagaimana kalo dibelahan bumi lain? di Amerika
misalnya, Badai Katerina yang melanda California membuat orang-orang di sana panik dan marah-
marah kepada pemerintah Amerika. Mereka mendemo pemerintahnya yang tidak antisipatif dan tidak
becus mengurusi masalah bencana alam itu. Begitu pula bencana badai di New Orleans yang tidak ada
sekukunya Tsunami di Aceh menyebabkan terjadinya dehumanisasi total dan pemerintahnya dikritik
habis-habisan. Coba lihat di indonesia, mana ada masyarakat indonesia yang cengeng seperti itu?
Kebijakan menaikkan harga BBM hanya akan menyebabkan gejolak sosial yang sejenak, namun
setelah itu rakyat akan kembali tenang-tenang saja, jalan-jalan akan tetap macet penuh mobil seolah
kenaikan harga BBM tidak mempengaruhi konsumsi bensin mereka. Pemerintah telah silih berganti
serta naik dan turun, tetapi rakyat tetap stabil seperti biasa.
Potensi yang dimiliki bangsa ini sangat besar untuk digali sehingga bangsa kita bisa tampil
dalam panggung kepemimpinan dunia. Masyarakat Indonesia memiliki budaya yang kuat, iman yang
kuat, dan tawakkalnyapun juga kuat, namun sayang kurang serius dalam berilmu. Namun itu bukan
berarti bodoh. Sehingga yang namanya Indonesia itu adalah negeri yang kontraversial. Di lain pihak
seperti terlihat miskin dan dilanda krisis, namun sungguh kita tidak bisa menemukan tingkat
kemewahan hidup melebihi orang-orang yang ada di Indonesia ini.
Ilmu yang serius bisa juga berarti menyadari bahwa hanya bangsa yang besar yang diberi
ujian beruntun dan mau menjadikan kejadian – kejadian yang ada sebagai pembelajaran untuk menjadi
kekuatan dan untuk bersiap menyambut masa depan: yaitu Menjadi bangsa yang memimpin jagad raya.
“(TEDY Dalam Tulisan : Bangsa Indonesia Bangsa Pemimpin Dunia’ 2009

Pada prinsipnya di Indonesia seharusnya memiliki Tata Pemerintahan Yang baik “good
corporate governance ‘guna dapat menyusun kerangka etika politik yang terukur, Teuku rezasyah
dalam pemimpin Indonesia dan dunia menjabarkan kerangka tersebut berikut ini :

PRINSIP DASAR PENJABARAN


 Mempercepat proses pengambilan keputusan yang
menyangkut hajat hidup orang banyak
PARTISIPASI  Secara teratur melakukan konsultasi
 Soptimal mungkin melibatkan peran aktif masyarakat
dalam pengambilan keputusan
 Bekerja sama menjunjung tegaknya supremasi hukum
PENEGAKAN HUKUM  Menindak aparat yang menyalahgunakan
kewenangannnya
 Membangun sikap saling mempercayai
KETERBUKAAN  Secara teratur menyampaikan hasil yang telah dicapai
pada bidang yang diprioritaskan
 Mempertinggi kinerja penyelenggaraan Negara melalui
BERTANGGUNG JAWAB pelaksanaan hak-hak yang dilindungi undang-undang
 Kordinasi kebijakan
 Menyediakan peluang yang sama bagi waraga Negara
PERSAMAAN
 Mempermudah perijinan
 Merumuskan strategi pembangunan yang tepat
VISI SRTATEGIS  Melaksanakan pembangunan dengan dasar kepentingan
rakyat
 Mempermudah investasi
TEPAT GUNA DAN BERHASIL
 Menyediakan fasilitas bagi masyarakat
GUNA
 Membangun daerah terpencil
 Berusaha keras meningkatkan kemampuan
PROFESIONAL
 Menjamin kinerja
 Bekerja keras
AKUNTABILITAS  Mengundang partisipasi masyarakat untuk dapat
terlibat
 Melakukan pengawasan yang ketat
PENGAWASAN
 Informasi yang mudah di dapat dan terjamin
Teuku rezasyah dalam pemimpin Indonesia dan dunia
SUPER LEADERSHIP DALAM KEPEMIMPINAN ISLAM DAN DUNIA TERHADAP
KEPEMIMPINAN INDONESIA DALAM PENERAPAN KEBIJAKAN DARI BAWAH-KEATAS
Indonesia pada Akhir milenium kedua ditandai dengan perubahan besar. Rezim Orde Baru
yang telah berkuasa selama 32 tahun yang dipimpin oleh Soeharto akhirnya tumbang. Demokrasi
Pancasila versi Orde Baru mulai digantikan dengan demokrasi dalam arti sesungguhnya. Hanya saja
tidak mudah mewujudkan hal ini, karena setelah Soeharto tumbang tidak ada kekuatan yang mampu
mengarahkan perubahan secara damai, bertahap dan progresif. Yang ada justru muncul berbagai
konflik serta terjadi perubahan genetika sosial masyarakat Indonesia.
Hal ini tak lepas dari pengaruh krisis moneter yang menjalar kepada krisis keuangan
sehingga pengaruh depresiasi rupiah berpengaruh signifikan terhadap kehidupan ekonomi rakyat
Indonesia. Inflasi yang dipicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sangat berpengaruh kepada
kualitas kehidupan masyarakat. Rakyat Indonesia sebagian besar masuk ke dalam sebuah era
demokrasi sesungguhnya dimana pada saat yang sama tingkat kehidupan ekonomi mereka justru tidak
lebih baik dibandingkan ketika masa Orde Baru. Indonesia setidaknya telah melalui empat masa
demokrasi dengan berbagai versi. Pertama adalah demokrasi liberal dimasa kemerdekaan. Kedua
adalah demokrasi terpimpin, ketika Presiden Soekarno membubarkan konstituante dan
mendeklarasikan demokrasi terpimpin. Ketiga adalah demokrasi Pancasila yang dimulai sejak
pemerintahan Presiden Soeharto. Keempat adalah demokrasi yang saat ini masih dalam masa transisi.
Kelebihan dan kekurangan pada masing-masing masa demokrasi tersebut pada dasarnya bisa
memberikan pelajaran berharga bagi kita. Demokrasi liberal ternyata pada saat itu belum bisa
memberikan perubahan yang berarti bagi Indonesia. Namun demikian, berbagai kabinet yang jatuh-
bangun pada masa itu telah memperlihatkan berbagai ragam pribadi beserta pemikiran mereka yang
cemerlang dalam memimpin namun mudah dijatuhkan oleh parlemen dengan mosi tidak percaya.
Sementara demokrasi terpimpin yang dideklarasikan oleh Soekarno (setelah melihat terlalu lamanya
konstituante mengeluarkan undang-undang dasar baru) telah memperkuat posisi Soekarno secara
absolut. Di satu sisi, hal ini berdampak pada kewibawaan Indonesia di forum Internasional yang
diperlihatkan oleh berbagai manuver yang dilakukan Soekarno serta munculnya Indonesia sebagai
salah satu kekuatan militer yang patut diperhitungkan di Asia. Namun pada sisi lain segi ekonomi
rakyat kurang terperhatikan akibat berbagai kebijakan politik pada masa itu. Lain pula dengan masa
demokrasi Pancasila pada kepemimpinan Soeharto. Stabilitas keamanan sangat dijaga sehingga terjadi
pemasungan kebebasan berbicara. Namun tingkat kehidupan ekonomi rakyat relatif baik. Hal ini juga
tidak terlepas dari sistem nilai tukar dan alokasi subsidi BBM sehingga harga-harga barang dan jasa
berada pada titik keterjangkauan masyarakat secara umum. Namun demikian penyakit korupsi, kolusi
dan nepotisme (KKN) semakin parah menjangkiti pemerintahan. Lembaga pemerintahan yang ada di
legislatif, eksekutif dan yudikatif terkena virus KKN ini. Selain itu, pemasungan kebebasan berbicara
ternyata menjadi bola salju yang semakin membesar yang siap meledak. Bom waktu ini telah
terakumulasi sekian lama dan ledakannya terjadi pada bulan Mei 1998. Selepas kejatuhan Soeharto,
selain terjadinya kenaikan harga barang dan jasa beberapa kali dalam kurun waktu 8 tahun terakhir,
instabilitas keamanan dan politik serta KKN bersamaan terjadi sehingga yang paling terkena
dampaknya adalah rakyat kecil yang jumlahnya mayoritas dan menyebabkan posisi tawar Indonesia
sangat lemah di mata internasional akibat tidak adanya kepemimpinan yang kuat.
Namun demikian, demokratisasi yang sedang berjalan di Indonesia memperlihatkan
beberapa kemajuan dibandingkan masa-masa sebelumnya. Pemilihan umum dengan diikuti banyak
partai adalah sebuah kemajuan yang harus dicatat. Disamping itu pemilihan presiden secara langsung
yang juga diikuti oleh pemilihan kepala daerah secara langsung adalah kemajuan lain dalam tahapan
demokratisasi di Indonesia. Diluar hal tersebut, kebebasan mengeluarkan pendapat dan menyampaikan
aspirasi di masyarakat juga semakin meningkat. Para kaum tertindas mampu menyuarakan keluhan
mereka di depan publik sehingga masalah-masalah yang selama ini terpendam dapat diketahui oleh
publik. Pemerintah pun sangat mudah dikritik bila terlihat melakukan penyimpangan dan bisa diajukan
ke pengadilan bila terbukti melakukan kesalahan dalam mengambil suatu kebijakan publik. Jika
diasumsikan bahwa pemilihan langsung akan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa
masyarakat kepada kehidupan yang lebih baik, maka seharusnya dalam beberapa tahun ke depan
Indonesia akan mengalami peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat.
Namun sayangnya hal ini belum terjadi secara signifikan. Hal ini sebagai akibat masih
terlalu kuatnya kelompok yang pro-KKN maupun anti perbaikan. Demokrasi di Indonesia masih berada
pada masa transisi dimana berbagai prestasi sudah muncul dan diiringi ”prestasi” yang lain. Sebagai
contoh, munculnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dirasakan mampu menimbulkan efek jera
para koruptor dengan dipenjarakannya beberapa koruptor. Namun di sisi lain, para pengemplang dana
bantuan likuiditas bank Indonesia (BLBI) mendapat pengampunan yang tidak sepadan dengan ”dosa-
dosa” mereka terhadap perekonomian. Namun demikian, masih ada sisi positif yang bisa dilihat seperti
lahirnya undang-undang sistem pendidikan nasional yang mengamanatkan anggaran pendidikan
sebesar 20 persen. Demikian pula rancangan undang-undang anti pornografi dan pornoaksi yang masih
dibahas di parlemen. Rancangan undang-undang ini telah mendapat masukan dan dukungan dari
ratusan organisasi Islam yang ada di tanah air. Hal ini juga memperlihatkan adanya partisipasi umat
Islam yang meningkat dalam perkembangan demokrasi di Indonesia. Sementara undang-undang sistem
pendidikan nasional yang telah disahkan parlemen juga pada masa pembahasannya mendapat
dukungan yang kuat dari berbagai organisasi Islam. Sementara itu, ekonomi di era demokrasi ternyata
mendapat pengaruh besar dari kapitalisme internasional. Hal ini menyebabkan dilema. Bahkan di
tingkat pemerintah, ada kesan mereka tunduk dibawah tekanan kapitalis internasional yang tidak
diperlihatkan secara kasat mata kepada publik namun bisa dirasakan.
Dari uraian singkat tersebut diatas,maka jelaslah pada dasarnya dalam perjalannya Bangsa
Indonesia telah berupaya semaksimal mungkin untuk melahirkan system kepemimpinan yang efektif,
akan tetapi Bangsa ini masih memiliki permasalahan yang besar dalam regenerasi kepemimpinan,
dimana tidak ada yang rela untuk melepas ataupun memberikan kesempatan untuk orang lain
memimpin. Ini adalah ciri khas Negara berkembang, dimana factor pengakuan masih sangat dominan
dalam membangun suatu bangsa, yang akibatnya banyak orang yang berebut bertumpahan “materi dan
pikiran” untuk mencari peluang menjadi pemimpin yang diakui guna pendapat dan seruannya diikuti.
Dalam middle management bangsa ini pun, superleadership sangat sulit di terapkan karna
banyak factor tradisional yang bermain, kedaerahan, kesukuan, keagamaan yang selalu coba
disingkirkan tapi lalu diangkat kembali bila menjadi bagian yang tersingkir, sedangkan pada tahap
lower kendala sarana dan prasarana adalah bagian yang menimbulkan tantangan terbesar dalam
penerapannya.
Namun demikian proses tetaplah berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan dan
kemauan untuk mengembangkan diri menjadi menjadi bangsa yang lebih maju, karna bangsa yang
berkembang adalah mereka yang memikirkan hari esok dan Bangsa yang maju adalah yang
memikirkan hari lusa, walaupun terkadang kita senantiasa harus tersenyum walaupun sekarang
waktunya untuk menangis.

Kesimpulan
Superleader adalah seseorang yang memimpin orang lain untuk memimpin diri mereka sendiri.
Superleader mendisain dan meletakkan sistem yang diikuti dan mengajar karyawan untuk menjadi self-
leader. Pendekatan tersebut terdiri dari perluasan perangkat perilaku, yang semuanya dimaksudkan
untuk menjadikan pengikut mempunyai kemampuan perilaku dan kognitif yang penting untuk melatih
selfleadership. Superleader akan selalu berfokus pada “Apa yang dapat saya lakukan untuk memimpin
orang lain agar mereka memimpin diri mereka sendiri ?”
Superleadership dikenal juga sebagai pemimpin empowering (pemberdaya). Pemimpin super
mempunyai kekuatan dan kebijakan untuk membantu mendorong kemampuan pengikut yang
mengelilingi mereka. Kekuatan superleader pada akhirnya berlipat-lipat karena adanya kekuatan orang
lain. Superleader mendorong pengikutnya untuk berinisiatif, bertanggung jawab sendiri, percaya diri,
merencanakan tujuan sendiri, berpikir secara positif, dan mampu mengatasi permasalahan. Superleader
memberi semangat kepada orang lain untuk bertanggung jawab dari pada memberi perintah. Satu
bagian penting dari superleadership dalam menghadapi tantangan abad ke 21 adalah mengharuskan
para pengikutnya untuk berpengetahuan dan perlu informasi untuk melatih kepemimpinan mereka
sendiri.
Di Indonesia sendiri pada dasarnya dalam perjalannya telah berupaya semaksimal mungkin
untuk melahirkan system kepemimpinan yang efektif, akan tetapi Bangsa ini masih memiliki
permasalahan yang besar dalam regenerasi kepemimpinan, dimana tidak ada yang rela untuk melepas
ataupun memberikan kesempatan untuk orang lain memimpin. Ini adalah ciri khas Negara berkembang,
dimana factor pengakuan masih sangat dominan dalam membangun suatu bangsa, yang akibatnya
banyak orang yang berebut bertumpahan “materi dan pikiran” untuk mencari peluang menjadi
pemimpin yang diakui guna pendapat dan seruannya diikuti
Namun demikian proses tetaplah berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan dan
kemauan untuk mengembangkan diri menjadi menjadi bangsa yang lebih maju, karna bangsa yang
berkembang adalah mereka yang memikirkan hari esok dan Bangsa yang maju adalah yang
memikirkan hari lusa,walaupun terkadang kita senantiasa harus tersenyum walaupun sekarang
waktunya untuk menangis.
DAFTAR PUSTAKA

Prof.DR.J.BASUKI.M.Psi.”Kiat Kepemimpinan”,di download pada tanggal 11-08-2009 pada situs


google.com.2009
Robby I Chandra BAHAN BAKAR PEMIMPIN: SIKAP, SKIL, SENSITIVITAS, PENDEKATAN
SiSTEM DAN SPIRITUALITAS, di download pada tanggal 11-08-2009 pada situs
google.com.2009
SEA – NURS – 429, 1N O OSD 001/1.2., Pelatihan Keterampilan Manajerial SPMK – Januari 2003
di download pada tanggal 11-08-2009 pada situs google.com.2009
Sjafri Mangkuprawira | Maret 17, 2008 ADA PIMPINAN TETAPI TAK ADA PEMIMPIN di
download pada tanggal 11-08-2009 pada situs google.com.2009
Taufik Bahaudin "Brainware Leadership Mastery" (2007) di download pada tanggal 11-08-2009
pada situs di download pada tanggal 11-08-2009 pada situs google.com.2009
Mr. Mantani Supeleadership Mr.mantani.2009. di download pada tanggal 11-08-2009 pada situs
google.com
Hijratunnisa, KEPEMIMPINAN ROSULULLAH CERMINAN KEPEMIMPINAN ISLAM, 2009 di
download pada tanggal 23-08-2009 pada situs google.com.2009
“(TEDY Dalam Tulisan : Bangsa Indonesia Bangsa Pemimpin Dunia’ 2009 di download pada
tanggal 24-08-2009 pada situs google.com.2009
Teuku rezasyah dalam pemimpin Indonesia dan dunia di download pada tanggal 24-08-2009 pada
situs google.com.2009