Anda di halaman 1dari 37

PNEUMOTORAKS

DAN
PENANGANANNYA
Dewi Rafika
I11106018
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK

03/05/10 1
Definisi Pneumotorak

 Terdapatnya udara bebas antara


pleura viseral dan pleura parietal.
 Kebocoran udara ke dalam rongga
pleura akan menyebabkan jaringan
paru kolaps sesuai dengan proporsi
udara yang memasuki kavum
pleura.

03/05/10 2
03/05/10 3
Epidemiologi
 Pria : Wanita = 5 : 1
 Insidennya sulit diketahui karena
episodenya banyak yang tidak diketahui
 Pneumotoraks Spontan Primer (PSP) sering
pada individu sehat, terutama pria
dengan usia antara dekade 3 dan 4.
§ Prevalensi
§ 55% kasus pneumotoraks disebabkan oleh
penyakit tuberkulosis paru aktif,
tuberkulosis paru disertai fibrosis atau
emfisema lokal, bronkitis kronis dan
emfisema
§ Wanita  pneumotoraks katamenial 
endometriosis di pleura
§ Mortalitas 12 %
 03/05/10 4
Patogenesis
 Ruptur bleb pleura di daerah apeks
akan menyebabkan pneumotoraks
spontan primer
 Robekan pleura viseral menyebabkan
pneumotorak spontan sekunder.
 Pneumotorak traumatik dapat
menyebabkan diseksi pohon
trakeobronkhial.

03/05/10 5
03/05/10 6
Klasifikasi
Primer

Spontan

Sekunder

Pneumotoraks

Iatrogenik

Traumatik

Non-iatrogenik
Artifisial

03/05/10 7
Klasifikasi Pneumotoraks
 Berdasarkan Lokalisasi
› PNT Parietalis
› PNT Medialis
› PNT Basalis
 Berdasarkan Derajat Kolaps
› PNT Totalis
› PNT Parsialis
 Berdasarkan Jenis Fistel
› PNT Terbuka
› PNT Tertutup
› PNT Ventil

03/05/10 8
Pneumotorak spontan
 PSP: tanpa ada penyakit paru secara
klinis
› Timbul pada umur 10-30 tahun, tinggi,
kurus
› Adanya bullae subpleural
› Rekurensi : 20-60%
› Dipengaruhi jenis kelamin, tinggi,
kebiasaan merokok

03/05/10 9
 PSS:
timbul sebagai komplikasi dari
penyakit paru pada pasien tersebut
› Potensial timbul kegawatan
› Paling sering pada PPOK
› Kematian pada pasien PPOK dengan PSP
bervariasi (1-17 %)
› 5 % meninggal sebelum pemasangan
WSD
› Reccurance rate 40-60 %

03/05/10 10
03/05/10 11
Diagnosis (Anamnesis)
 Sesak napas tiba-tiba
 Bernapas terasa berat, rasa tertekan
 Nyeri dada yang menusuk, unilateral
(sisi yg sakit)
 Batuk-batuk
 Perburukan gejala yang cepat jika ventil
 Riwayat trauma, penyakit paru/tindakan
medis

03/05/10 12
Diagnosis (Pemeriksaan
Fisik)
 Gejala ringan sampai berat
› Gelisah
› Sesak napas
› Takikardi sampai bradikardi
 Tampak sesak ringan sampai berat
tergantung kecepatan udara yang
masuk serta ada tidaknya klep.
 Bernapas tersengal-sengal, pendek-
pendek dengan mulut terbuka.
 Sesak napas dengan/atau tanpa sianosis

03/05/10 13
Pemeriksaan Fisik Toraks
 Inspeksi
› Statis :asimetris, bagian yang sakit
cembung
› Dinamis : yang sakit tertinggal
› Trakea dan jantung terdorong ke sisi yang
sehat
 Palpasi
› Sela iga normal/melebar
› Fremitus melemah
 Perkusi
› Hipersonor
› Pergeseran mediastinum
› Batas jantung terdorong ke arah toraks yang
sehat
 03/05/10 14
Pemeriksaan Radiologis
 Foto toraks PA + Lateral
› Garis penguncupan paru (halus)
› Paru kolaps
› Bayangan radiolusen/avaskular
› Air fluid level
› Pendorongan mediastinum
 Ct-Scan
› mungkin diperlukan jika dengan
pemeriksaan foto dada diagnosis
belum dapat ditegakkan.

03/05/10 15
03/05/10 16
03/05/10 17
03/05/10 18
03/05/10 19
03/05/10 20
Cara perhitungan luas daerah pneumotorak

 Persentase kolaps area


 Hemitorak – kolaps area : Hemitoraks
 ( A x B ) - (a x b) : (AxB)

03/05/10 21
A

B
b

03/05/10 22
Cara menentukan
ukuran/luas pneumotoraks

% pneum ot oraks= A + B + C x 10
3
03/05/10 23
KOMPLIKASI
 Dapat mengakibatkan :
› Pio-pneumotoraks
› Hidropneumotoraks
› Pneumomediastinum dan emfisema
subkutan.
› Pneumotoraks simultan bilateral
› Pneumotoraks kronik

03/05/10 24
Penatalaksanaan Umum
 Mengeluarkan udara dalam rongga
pleura
 Mengusahakan penyembuhan lesi di
pleura
 Mencegah timbulnya pneumotorak
ulangan
 Mengurangi masa rawat

03/05/10 25
PENATALAKSANAAN
 British Thoracic Society and American
Collage of Chest physician telah
memberikan rekomendasi penanganan
pneumotoraks dengan prinsip :
› Observasi dan pemberian tambahan
oksigen.
› Aspirasi sederhana dengan jarum dan
pemasangan tube torakostomi dengan
atau tanpa pluerodosis.
› Torakoskopi dengan pluerodesis dan
penanganan terhadap adanya bleb atau
bula.
› Torakotomi. 03/05/10 26
Observasi dan pemberian
tambahan oksigen
 Jika luas pneumotoraks <15% dari
hemitoraks.
 Fistula dari alveoli ke rongga pleura telah
menutup, udara perlahan akan
diresorbsi (1,25% perhari).
 Laju resorpsi akan meningkat dengan
tambahan oksigen.
 Observasi dilakukan dalam beberapa hari
dengan foto dada serial setiap 12-24
jam selama 2 hari dengan atau tanpa
dirawat di RS.
03/05/10 27
Aspirasi dengan jarum dan tube
torakostomi
 Jika luas pneumotoraks >15%  mengeluarkan
udara dari rongga pleura.
 Dengan cara :
› Menusukkan jarum melalui dinding dada
sampai masuk rongga pleura.
› Membuat hubungan dengan udara luar
melalui kontra ventil, yaitu dengan :
 Jarum infus
Jarum abbocath 14
WSD (Water Sealed Drainage)

03/05/10 28
Posisi penderit a saat
pem asangan WSD

Penderit a dengan
selang WSD

03/05/10 29
03/05/10 30
Jenis WSD

1.WSD dengan
satu botol

2.WSD dengan dua


botol

3.WSD dengan 3
botol

03/05/10 31
Pemeriksaan Sistem WSD
 Swing
 Bubbling
 Drainage
 Suction
 Aspek keamanan

03/05/10 32
Torakoskopi
 Suatu tindakan untuk melihat langsung ke
dalam rongga toraks dengan alat bantu
torakoskop.
 Torakoskopi dipandu dengan video (Video
Assisted Thoracoscopy Surgery=VATS).
Memberikan keamanan dan
kenyamanan baik bagi operator maupun
pasien.
 Tindakan ini dilakukan apabila :
› Tindakan aspirasi maupun WSD gagal
› Paru tidak mengembang setelah 3 hari
pemasangan tube torakostomi
› Terjadinya fistula bronkopleura
› Timbulya kembali pneumotoraks setelah
tindakan pleurodosis
03/05/10 33
03/05/10 34
Torakotomi
 Indikasinya hampir sama dengan
torakoskopi.
 Dilakukan jika torakoskopi gagal atau
bleb ataubulla terdapat di apeks
paru, maka tindakan ini lebih efektif.

03/05/10 35
PROGNOSIS
 Hampir separuhnya akan mengalami
kekambuhan, setelah sembuh dari
observasi atau pemasangan tube
thoracostomy.
 Kekambuhan jarang terjadi pada pasien
pneumotoraks yang dilakukan
torakotomi terbuka.

03/05/10 36
TERIMA KASIH

03/05/10 37