Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM FREKUENSI TINGGI


SEMESTER VI TH 2014/2015

JUDUL

SPEKTRUM AM
GRUP

04

4B
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2015

NAMA ANGGOTA :
1.
2.
3.
4.

AIDA SAFITRI
ODHYE ARIFIANTO
RAFDO FEBRIAN GUSDI
RODIYAH INDAH LESTARI

TGL. SELESAI PRAKTIKUM

: 27 Maret 2015

TGL. PENYERAHAN LAPORAN : 03 April 2015

N I L A I

KETERANGAN

DAFTAR ISI

Halaman Kelompok

Daftar Isi

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Tujuan
Dasar Teori
Alat yang Digunakan
Gambar Rangkaian
Langkah Percobaan
Data Hasil Percobaan
Analisa dan Pembahasan

3
3
7
7
7
9

12
8. Kesimpulan

13

Daftar Pustaka
Lampiran

SPECTRUM AMPLITUDE MODULATION (AM)

1. TUJUAN
Dapat menggunakan spectrum analyzer 1 Ghz
Dapat menampilkan spectrum frekuensi AM
2. DASAR TEORI
Modulasi Amplitudo (Amplitude Modulation, AM) adalah proses
menumpangkan sinyal informasi ke sinyal pembawa (carrier) dengan
sedemikian rupa sehingga amplitudo gelombang pembawa berubah
sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan) sinyal informasi. Pada
jenis modulasi ini amplitudo sinyal pembawa diubah-ubah secara
proporsional terhadap amplitudo sesaat sinyal pemodulasi, sedangkan
frekuensinya tetap selama proses modulasi.
Bentuk Sinyal Modulasi Ampliutudo (AM)

Gambar 1.1 Sinyal Modulasi Ampliutudo (AM)

Tujuan dari modulasi adalah untuk memindahkan posisi spektrum


dari sinyal data, dari pita spektum yang rendah (base band) ke pita
spektrum yang jauh lebih tinggi (band pass). Hal ini dilakukan pada
transmisi data tanpa kabel (dengan antena), yang mana dengan
membesarnya frekuensi data yang dikirim, maka dimensi antena yang
digunakan akan mengecil.
Kegunaan lain dari modulasi adalah, dengannya dimungkinkan proses
pengiriman data/informasi melalui suatu media yang sama secara
bersamaan. Proses modulasi terjadi dengan melakukan variasi pada salah
3

satu besaran karakteristik dari sinyal pembawa (yang berfrekuensi tinggi)


seirama dengan sinyal data (yang berfrekuensi rendah). Sinyal pembawa
yang telah dimodulasikan ini disebut sinyal termodulasi. Sinyal data
disebut juga sinyal pemodulasi. Alat, dimana proses modulasi ini terjadi,
disebut juga modulator.
Frekuensi sinyal pembawa biasanya jauh lebih tinggi daripada
frekuensi sinyal pemodulasi. Frekuensi sinyal pemodulasi biasanya
merupakan sinyal pada rentang frekuensi audio (AF, Audio Frequency)
yaitu antara 20 Hz sampai 20 Khz. Sedangkan frekuensi sinyal pembawa
biasanya berupa sinyal radio (RF, Radio Frequency) pada rentang
frekuensi tengah (MF, Mid-Frequency) yaitu antara 300 Khz sampai
dengan 3 Mhz. Untuk mempermudah pembahasan, hanya akan
didiskusikan modulasi dengan sinyal sinus.

Gambar 1.2 Pemancar AM

Komponen pertama sinyal termodulasi AM


disebut
komponen
pembawa, komponen kedua
disebut
komponen bidang sisi bawah atau LSB : Lower Side Band, dan komponen
ketiga
disebut
komponen bidang sisi atas atau USB : Upper Side Band. Komponen
pembawa mempunyai frekuensi sudut sebesar
, komponen LSB
mempunyai frekuensi sudut sebesar
, dan komponen USB
mempunyai frekuensi sudut sebesar
.
Pada gambar 1.1 diperlihatkan spektrum frekuensi gelombang
termodulasi AM yang dihasilkan oleh spectrum analyzer. Harga amplitudo
masing-masing bidang sisi dinyatakan dalam harga mutlaknya.
4

Menghitung index modulasi :

Index modulasi merupakan ukuran seberapa dalam sinyal informasi


memodulasi sinyal pembawa. Apabila index modulasi terlalu besar (m>1)
maka hasil sinyal termodulasi AM akan cacat dan apabila index modulasi
terlalu renda (m<1) maka daya sinyal termodulasi tidak maksimal. Untuk
menghindari keadaan overmodulasi yaitu keadaan dimana gelombang
pembawa termodulasi lebih dari 100% maka kita harus dapat membatasi
besar-kecilnya modulasi yang terjadi. Hal ini dapat diatasi dengan cara
menentukan nilai index modulasi (m).
Pengaruh Indeks Modulasi
Derajat modulasi merupakan parameter penting dan juga sering
disebut indeks modulasi AM, dinotasikan dengan m. Parameter ini
merupakan pembanding antara amplitudo puncak.

Gambar 1.3 Indeks Modulasi AM

Sinyal pemodulasi (Vm) dengan amplitudo puncak sinyal pembawa


(Vc). Besarnya indeks modulasi mempunyai rentang antara 0 dan 1.
Indeks modulasi sebesar nol, berarti tidak ada pemodulasian, sedangkan
indeks modulasi sebesar satu merupakan pemodulasian maksimal yang
dimungkinkan.
Kondisi indeks modulasi m = 1 adalah kondisi ideal, dimana proses
modulasi amplitudo menghasilkan output terbesar di penerima tanpa
distorsi. Spektrum sinyal AM dapat digambarkan sebagai berikut :
Besarnya indeks modulasi AM dinyatakan dengan persamaan :

Indeks modulasi juga dapat dinyatakan dalam persen dan dinotasikan


dengan M,
5

Gambar 1.3 Sinyal termodulasi Amplitudo

Gambar 1.4 Spektrum AM

Dari gambar diatas terlihat, modulasi amplitudo memerlukan


bandwidth 2x bandwidth sinyal pemodulasi (= 2fm). Daya total sinyal AM
dapat dituliskan dalam persamaan matematik sebagai berikut :

Dimana Pc adalah daya sinyal pembawa


adalah daya total sideband (LSB+USB)

Dari persamaan-persamaan diatas dapat kita ketahui bahwa lebar


pita frekuensi (bandwidth) dalam sebuah proses modulasi amplitudo (AM)
adalah dua kali frekuensi sinyal informasi.
3. ALAT YANG DIGUNAKAN

4. GAMBAR RANGKAIAN

5. LANGKAH PERCOBAAN
A. Menampilkan spectrum frequency tanpa carrier
1. Menghubungkan peralatan seperti gambar
2. Setting signal generator, set frequensi carrier 100 Mhz dan
daya output -10 dBm. RF output dalam keadaan OFF.
3. Setting spectrum analyzer
a. Tekan tombol frekuensi, masukkan nilai frekuensi
center 100 Mhz.
b. Tekan tombol spain atur 2 Mhz dengan memutar
rotator.
4. Tekan tombol rev level. Atur referensi level 0,0 dBm dan RBW
220 Khz. Hidupkan RF output dan signal generator.
5. Gambar spectrum frekuensi carrier pada spectrum analyzer.
7

6. Mengubah daya carrier sesuai dengan tabel 6A, gambar


spectrum frekuensinya.
B. Menampilkan spektrum sinyal AM
1. Hubungkan peralatan seperti gambar rangkaian, semua alat
dalam keadaan OFF.
2. Setting Function generator.
Atur amplitudo pada 100 Vpp
Tekan ATT-30 dB (untuk memperkecil amplitudo
dari FG)
Set frekuensi FG 1 Mhz sebagai frekuensi audio
3. Hubungkan output FG pada signal generator mod int/output.
4. Hidupkan signal generator (RF output masih dalam
keadaan OFF).
Pada bagian modulator
Tekan tombol mod AM-Lo Ext
Atur nilai indeks modulasi maksimum (99)
Pada bagian carrier set pada 100 Mhz 0 dBm
5. Pada spectrum analyzer seperti langkah A3
6. Hidupkan output RF
7. Gambarkan spectrum frekuensi AM yang nampak pada
spectrum analyzer, catat frekuensi dan power level (dB)
frekuensi carrier, frekuensi LSB, dan frekuensi USB.
8. Turunkan indeks modulasi signal generator menjadi 55,
gambar spectrum frekuensi AM,catat frekuensi dan power
level.
9. Ulangi langkah (8) dengan indeks modulasi 0.
10.
Naikkan kembali indeks modulasi signal generator
maksimum, atur amplitudo function generator menjadi 600
mVpp, gambarkan spectrum frekuensi AM, catat frekuensi
levelnya dan power levelnya.
11.
Turunkan indeks modulasi menjadi 55, gambarkan
spectrum frekuensi AM catat frekuensi diatas levelnya dan
power levelnya.
12.
Ulangi langkah diatas dengan indeks modulasi 0.
13.
Ulangi langkah diatas dengan amplitudo function
generator 800 mVpp.
14.
Set frekuensi function generation 1.2 Mhz, ulangi
langkah diatas.
15.
Set function generation 1.4 Mhz, ulangi langkah
diatas.

6. DATA HASIL PERCOBAAN


A.
Signal
Generato
r
Daya
Reff
output
Leve
l
(dB
m)

Spectrum Analyzer

RBW
(Khz
)

Gambar Spektrum Sinyal

Frekue
nsi
Carrier
(Mhz)

Daya
Carrie
r
(dBm)

-10

220

100

-10

-5

220

100

-5

220

100

220

100

10

220

100

10

B. Signal Generator : 100 Mhz, 0 dBm FG = 1 Mhz


Functio
n
Generat
or

Amp
(mV)

100

Spectrum Analyzer

Inde
kMo
dula
si

Reff.
Leve
l
(dB
m)

RBW
(Kxz)

99

220

55

220

Gambar Spektrum Sinyal

10

Frek.
Carri
er
(Mhz
)

Daya
Carri
er
(dBm
)

100

100

220

100

99

220

100

55

220

100

600
0

220

100

11

C. Signal Generator : 100 Mhz, 0 dBm FG = 1.4 Mhz


Functio
n
Generat
or

Amp
(mV)

800

Spectrum Analyzer

Inde
kMo
dula
si

Reff.
Leve
l
(dB
m)

RBW
(Kxz)

99

220

55

Gambar Spektrum Sinyal

Frek.
Carri
er
(Mhz
)

Daya
Carri
er
(dBm
)

100

220

100

220

100

12

7. ANALISA DAN PEMBAHASAN


Pada percobaan minggu ke enam ini, membahas mengenai materi
Spektrum Amplitudo Modulation yaitu percobaan yang menggambarkan
penggunaan Specktrum Analyzer untuk menampilkan spektrum
frekuensi AM. Pengertian dari Modulasi Amplitudo (AM) itu sendiri
adalah proses menumpangkan sinyal informasi ke sinyal pembawa
(carrier) dengan sedemikian rupa sehingga amplitudo gelombang
pembawa berubah sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan)
sinyal informasi, sehingga pada jenis modulasi ini amplitudo sinyal
pembawa diubah-ubah secara proporsional terhadap amplitudo sesaat
sinyal pemodulasi, sedangkan frekuensinya tetap selama proses
modulasi. Adapun tujuan dari modulasi itu sendiri adalah untuk
memindahkan posisi spektrum sinyal data dari pita spektrum yang
rendah (base band) menuju pita spektrum yang jauh lebih tinggi (band
pass). Penggunaan modulasi tersebut dilakukan pada transmisi data
tanpa kabel (menggunakan antena), yang mana dengan membesarnya
frekuensi data yang dikirim, maka dimensi antena yang digunakan akan
mengecil, sehingga akan lebih efisien dalam penggunaannya.
Berdasarkan data hasil percobaan yang telah dilakukan pada tabel 6A
yaitu menampilkan spektrum frekuensi dengan tanpa carrier,
mengalami modulasi sebesar 1 Khz dengan menggunakan daya output
sebesar -10 dBm dan frekuensi center sebesar 100 Mhz, maka akan
menunjukan hasil gambar yang terlihat pada tabel 6A. Selanjutnya
percobaan untuk menampilkan spektrum AM yaitu dengan
menggunakan input external dari function generator untuk mengetahui
tingkat modulasinya. Pada percobaan ini function generator difungsikan
sebagai input frekuensi audio dengan frekuensi yang ditentukan
sebesar 1 Mhz - 1,4 Mhz dengan amplitudo sebesar 100 Vpp, 600 Vpp,
dan 800 Vpp. serta indeks modulasi sebesar 0, 55, dan 99 yang telah
ditentukan. Hasil gambar spektrum dapat dilihat pada tabel 6B dan
tabel 6C. Diantara hasil gambar spektrum tidak terlalu terlihat
perubahan atau perbedaan. Hal demikian disebabkan karena tingkat
modulasi yang tidak terlalu besar serta daya output yang
telah
ditentukan. Daya output di set dengan nilai bertingkat dari -10 sampai
10 dBm, menghasilkan amplitudo dari gambar spektrum sinyal AM yang
terlihat akan terus naik setiap setengah kotak pada layar Spectrum
Analyzer. Untuk perbedaan lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 6A,
6B dan 6C.
8. KESIMPULAN

13

Pada percobaan kali ini dapat disimpulkan bahwa untuk dapat


menampilkan bentuk gambar spektrum frekuensi AM yang terpenting
adalah dengan mengetahui dan memahami terlebih dahulu
penggunaan dari alat Spectrum Analyzer, hal demikian dikarenakan
bentuk spektrum sinyal yang diinginkan akan terlihat pada alat
tersebut, sehingga diperlukan pemahaman khusus untuk menggunakan
alat tersebut, agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaan dan
menghindari hal yang tidak diingikan.
Pada percobaan ini spektrum yang terbaca mengalami perubahan,
dimana perubahan tersebut terbilang konstan. Adapun pengaruh
modulasi pada sinyal yang terlihat tidak begitu nampak dikarenakan
pengaruh tingkat modulasi yang kecil.

DAFTAR PUSTAKA

14

http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2010-100284-IF-Bab%202.pdf
http://www.egr.msu.edu/em/research/goali/notes/module7_a
m_fm.pdf
http://cp.literature.agilent.com/litweb/pdf/5954-9130.pdf
http://materias.fi.uba.ar/6644/info/anespec/basico/an1286-1spectrumanalyzers-8hits.pdf

LAMPIRAN

15

16

17

18

19