Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN

KASUS
Otitis Media Akut dengan Predisposisi Common Cold

Shelarosa Arumdita (12810), Aulia Kurnia Putri (12688)


Dokter Muda Periode 11 juni-7 juli 2012
Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Leher
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/RS.Sardjito
Yogyakarta
Abstrak : Otitis media akut adalah peradangan telinga tengah yang mengenai sebagian atau
seluruh periosteum dan terjadi dalam waktu kurang dari 3 minggu. Sumbatan pada tuba
eustachius merupakan etiologi utama dari otitis media. Tujuan : Kasus ini diajukan agar para
dokter umum maupun spesialis mengenali kasus OMA sehingga dapat segera diterapi agar tidak
terlambat dan menjadi suatu kasus komplikasi. Kasus : Dilaporkan seorang wanita berusia 26
tahun dengan OMA. Penatalaksanaan : terapi yang diberikan tergantung pada stadium klinis
OMA pada pasien. Penatalaksanaannya dengan obat golongan dekongestan, anti inflamasi,
antibiotika, analgetika dan miringotomi. Kesimpulan : Sumbatan tuba Eustachius merupakan
faktor penyebab utama dari otitis media. Karena fungsi tuba Eustachius terganggu, pencegahan
invasi kuman ke dalam teliga tengah juga terganggu, sehingga kuman masuk ke dalam telinga
tengah dan terjadi peradangan.
Kata kunci : otitis media akut, etiologi, periosteum, terapi.

Background : Acute otitis media (AOM) is a infection of the middle ear with a part or all of
periosteum in 3 weeks. Obstruction of tuba is cause of otitis media acuta. Objectives: This case
is presented to remind general practitioners or otorhinolaryngology specialists on the
complication of AOM so that curative therapy can be done and complication is prevented. Case :
Patient aged 26 years with otitis media acuta is reported. Management : Management of AOM
includes prescription of antibiotic, decongestan, antihistamine, analgethic miringotomy.
Conclusion : The mainly cause of AOM is obstruction of tuba eustachii so that prevention
invansion of bactery is disturb too. And then, inflamation process happen
Key word : otitis media acuta, etiology, periosteum, therapy.

PENDAHULUAN
Otitis media adalah masalah kesehatan
utama pada anak-anak di dunia. Otittis
media

akut

adalah

alasan

tersering

penggunaan antibiotik di AS dan negara


berkembang lainnya. Berdasarkan studi
terakhir, kasus OMA terhitung 33% dari

hilang timbul. Discharge bening dan tidak


berbau.

Pada

pemeriksaan

telinga

didapatkan perforasi membrane timpani


central

dan

masih

keluar

discharge.

Pemeriksaan

hidung

terlihat

hiperemis,

tenggorokan dalam batas normal. Pasien

seluruh kunjungan ke dokter dan 40% dari

tidak mengeluh nyeri telan.


Pada pasien kemungkinan infeksi

seluruh penggunaan antibiotic pada balita.

telinga dikarenakan riwayat influenza. Bila

Insidensi tersering adalah pada umur 6-24

terdapat infeksi bakteri pada nasofaring dan

bulan. 70% anak-anak minimal pernah

faring, secara alamiah terdapat mekanisme

mengalami

pernah

pencegahan penjalaran bakteri memasuki

mengalami 4 kali OMA. Sedangkan kasus

telinga tengah oleh enzim pelindung dan

OMA pada dewasa tidak ada angka statistika

bulu-bulu halus yang dimiliki tuba eustachii.

yang pasti. Insidensi penyakit cenderung

OMA ini terjadi akibat tidak berfungsinya

menurun sebagai fungsi dari umur sesudah 6

system pelindung tersebut. Sumbatan dan

tahun.

peradangan pada tuba eustachii merupakan

OMA

Insidensi

dan

tinggi

20%

pada

laki-laki

kelompok sosioekonomi yang lebih rendah,


suku asli Alaska, suku asli Amerika, dan
lebih tinggi pada orang kulit hitam. Insidensi
juga bertambah pada musim dingin (winter)
dan awal musim semi (Behrman, 2000).

factor utama terjadinya otitis media.


Telinga tengah biasanya

steril,

meskipun terdapat mikroba di nasofaring


dan

faring.

Secara

fisiologik

terdapat

mekanisme pencegahan masuknya mikroba


ke dalam telinga tengah oleh silia mukosa

LAPORAN KASUS
Seorang wanita, Ny. S berusia 26 tahun

tuba Eustachius, enzim dan antibody.

dengan No RM 00642985 mengeluhkan


tinnitus dan keluar cairan dari auricular
dextra yang dirasakan satu hari yang lalu.
Riwayat

demam

disangkal,

pasien

mengalami flu seminggu terakhir yang

DISKUSI
Pada kasus, Ny. S mengalami flu selama
seminggu terakhir. Pasien lalu mengeluhkan
tinitus dan keluar cairan pada auricular

dextra. Pada pemeriksaan didapatkan Rinne

tengah

AD : AC < BC (-), AS : AC > BC (+) dan

Hilangnya

Webber

Bakteri

lateralisasi

ke

kanan

dengan

ke

ruang

nasofaring

kemampuan

3)

proteksi.

piogenik merupakan penyebab

kesimpulan CHL auricular dextra. Studi

OMA yang tersering. Menurut penelitian,

klinis telah berhasil membuktikan hubungan

65-75% kasus OMA dapat ditentukan jenis

yang erat antara OMA dan data laboratorium

bakteri piogeniknya melalui isolasi bakteri

infeksi saluran saluran pernafasan akibat

terhadap kultur cairan atau efusi telinga


tengah.

Kasus

nonpatogenik

lain

tergolong

karena

tidak

sebagai

ditemukan

mikroorganisme penyebabnya. Tiga jenis


bakteri penyebab otitis media tersering
bakteri ataupun virus.

Dalam follow

adalah Streptococcus pneumoniae (40%),


diikuti oleh Haemophilus influenzae

(25-

up, infeksi virus dan bakteri yang

30%) dan

disebabkan oleh respiratory synctitial


virus, influenza virus, dan adenovirus

(Kerschner, 2007).
Virus juga merupakan penyebab OMA.

cenderung memiliki resiko terhadap

Virus

OMA

bersamaan dengan bakteri patogenik yang

yang

lebih

tinggi

daripada

Moraxella catarhalis (10-15%)

dapat

dijumpai

tersendiri

atau

infeksi di nasofaring yang disebabkan

lain. Virus yang paling

oleh Streptococcus pneumonia atau

yaitu

Haemophylus

influenza virus, atau adenovirus (sebanyak

influinzae.

mengakibatkan

Infeksi

adanya

kongesti

sering dijumpai,

respiratory syncytial virus (RSV),

30-40%).

Kira-kira

dijumpai

mukonasal dan nasofaring orifisium

parainfluenza

dari

enterovirus. Virus akan membawa dampak

tuba

eustachii

mengakibatkan

virus,

10-15%

rhinovirus

disfungsi tuba, dimana hal tersebut

buruk terhadap fungsi tuba

adalah

menganggu

factor

pencetus

terpenting

fungsi

atau

Eustachius,

imun

lokal,

kejadian OMA. Disfungsi tuba dapat

meningkatkan adhesi bakteri, menurunkan

menyebabkan : 1) ketidak seimbangan

efisiensi

tekanan antar-ruang telinga tengah

menganggu mekanisme farmakokinetiknya

dengan

(Kerschner, 2007).
Gejala klinis OMA bergantung pada stadium

nasofaring

kemampuan

drainase

2)

Penurunan
dari

telinga

obat

antimikroba

dengan

penyakit serta umur pasien. Pada pasien,

gejala yang lebih dirasakan adalah tinnitus

tersumbat,

dan keluar cairan 1 hari yang lalu dari

terganggu, mengalami infeksi serta terjadi

auricular dextra.
Fungsi abnormal tuba Eustachius merupakan

akumulasi

sekret

di

kemudian

terjadi

proliferasi

faktor yang penting pada otitis media. Tuba


Eustachius

adalah

menghubungkan

saluran

rongga

telinga

yang
tengah

dengan nasofaring, yang terdiri atas tulang


rawan pada dua pertiga ke arah nasofaring

drainase

patogen pada sekret.

telinga
telinga

tengah
tengah,
mikroba

Akibat dari infeksi

virus saluran pernapasan atas, sitokin dan


mediator-mediator

inflamasi

yang

dilepaskan akan menyebabkan disfungsi

dan sepertiganya terdiri atas tulang (Djaafar,

tuba Eustachius. (Kerschner, 2007).


Obstruksi tuba Eustachius dapat terjadi

2007). Tuba

secara

Eustachius biasanya dalam

keadaan steril serta

intraluminal

dan

ekstraluminal.

tertutup dan baru

Faktor intraluminal adalah seperti akibat

terbuka apabila udara diperlukan masuk ke

ISPA, dimana proses inflamasi terjadi, lalu


timbul edema pada mukosa tuba serta

telinga tengah atau pada saat mengunyah,


menelan

dan

menguap.

Pada

kasus,

kemungkinan fungsi yang terganggu adalah


fungsi proteksi, yaitu perlindungan telinga
tengah dari tekanan suara, dan menghalangi
masuknya sekret atau cairan dari nasofaring
ke telinga tengah.
Pathogenesis OMA pada pasien ini dimulai
oleh infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)
atau alergi, sehingga terjadi kongesti dan
edema

pada mukosa saluran napas atas,

termasuk nasofaring dan tuba Eustachius.


Tuba Eustachius menjadi sempit, sehingga
terjadi sumbatan tekanan negatif

pada

telinga tengah. Bila keadaan demikian


berlangsung

lama

akan

menyebabkan

refluks dan aspirasi virus atau bakteri dari


nasofaring ke dalam telinga tengah melalui
tuba Eustachius. Bila tuba Eustachius

akumulasi sekret di telinga tengah. Selain


itu, sebagian besar pasien dengan otitis
media dihubungkan dengan riwayat fungsi
abnormal dari tuba

Eustachius, sehingga

mekanisme pembukaan tuba terganggu.


Faktor ekstraluminal seperti tumor, dan
hipertrofi adenoid (Kerschner, 2007).
Pasien datang setelah berada dalam stadium
perforasi ditandai oleh ruptur membran
timpani sehingga sekret berupa cairan yang
jumlahnya banyak akan mengalir dari
telinga tengah ke liang telinga luar. Kadangkadang pengeluaran sekret bersifat pulsasi
(berdenyut). Stadium ini sering disebabkan
oleh terlambatnya pemberian antibiotik dan
tingginya virulensi kuman. Jika mebran
timpani tetap perforasi dan pengeluaran
sekret

atau

nanah

tetap

berlangsung

melebihi tiga minggu, maka keadaan ini

Nasional VI PERHATI Medan 30

disebut otitis media supuratif subakut. Jika

Juni-2 Juli 2007 : 30-6.


4. Stroma M, Kelly JH, Fried MP.

kedua keadaan tersebut tetap berlangsung


selama lebih satu setengah sampai dengan
dua bulan, maka keadaan itu disebut otitis

Manual

of

Diagnosis

and

Brown

media supuratif kronik

Otolaryngology.
Therapy.

and

Little,

Company

Boston/Toronto. 1985 : p 59-64.


DAFTAR PUSTAKA
KOMENTAR:
1. Adams GL; Bois LR, Paparella MM.
of

1. Pendahuluan harus diganti karena

Otolaryngology. A textbook of Ear,

tidak nyambung dengan kasusnya.

Nose and Throat Diseases. Fifth ed.


2. Philadelphia, London, Toronto. WB

Mustinya fokus pada oma dewasa

Boiess

Fundamentals

Saunders Company, 2001; p 195215.


3. Zainul

A.

Djaafar.

Pentinnya

Diagnosis Dini pada Otitis Media


Akut. Kumpulan Naskah Kongres

bukan anak anak. Jelaskan faktor


faktor

apa

menyebabkan

saja

yang

dapat

oma

pada

orang

dewasa
2. Lainnya sudah baik.

Anda mungkin juga menyukai