Anda di halaman 1dari 4

JURNAL BELAJAR

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR


I. Identitas
Nama

: Nila Wahyuni

Pertemuan ke-

: 2 dan 3

Hari/ tanggal

: Senin, 24 Agustus 2015 dan Selasa, 25 Agustus 2015

Konsep yang dipelajari : 1. Hakikat, ciri dan komponen dasar mengajar


2.Mengamati

video

pembelajaran

(pembelajaran

konstruktivis)

A. Isi jurnal
I.
Konsep yang dipelajari
Pada perkuliahan tanggal 24 Agustus 2015 Dosen menjelaskan tentang
hakikat, ciri dan komponen dasar mengajar melalui presentasi, kemudian
pada tanggal 25 Agustus 2015, kegiatan yang dilakukan adalah mahasiswa
II.

mengamati video tentang pembelajaran sains di suatu sekolah.


Hasil eksplorasi
Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yg tidak dapat

dipisahkan
Dua konsep itu menjadi terpadu dlm satu kegiatan manakala terjadi
interaksi guru-siswa, siswa-siswa pada saat pengajaran itu

berlangsung
Makna belajar mengajar sbg suatu proses kedudukan siswa sebagai
subyek dan sekaligus juga sebagai obyek
Hakikat
1. Anak sebagai subjek dan objek
2. Perubahan
3. Guru sebagai fasilitator
Ciri-ciri
1. Memiliki Tujuan
2. Ada Prosedur
3. Desain Materi
4. Aktivitas Anak (KBM)
5. Disiplin
6. Ada Batas waktu

Jadi

proses

belajar

mengajar

adalah

Proses

mengatur,

mengorganisir lingkungan yg ada di sekitar siswa shg dpt

menumbuhkan dan mendorong siswa melakukun proses belajar.


Pd tahap berikutnya belajar mengajar adalah proses memberikan

bimbingan bantuan kpd siswa dalam melakukan proses belajar.


Terdapat 3 ranah tujuan pendidikan yakni ranah kognitif, afektif

dan psikomotorik
Komponen belajar mengajar :
1. Tujuan
2. Bahan
3. Metode
4. Alat
5. Sumber
6. Evaluasi
Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut:
1. Aktifitas yang dapat menghasilkan perubahan dalam diri
seseorang baik secara actual dan potensial.
2. Perubahan yang didapat sesungguhnya adalah kemampuan
yang baru dan ditempuh dalam jangka waktu yang lama.
3. Perubahan terjadi karena ada usaha dari dalam diri setiap

individu.
Gagne (1977): Belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah
laku yang meliputi perubahan kecenderungan manusia seperti
sikap, minat, atau nilai dan perubahan kemampuannya yakni
peningkatan

kemampuan

untuk

melakukan

berbagai

jenis

performance (kinerja).
Sunaryo (1989:1): Belajar adalah suatu kegiatan dimana seseorang
membuat atau menghasilkan suatu perubahan tingkah laku yang

ada pada dirinya dalam pengetahuan, sikap dan ketrampilan.


Pembelajaran: suatu sistem atau proses membelajarkan subjek
didik/pembelajar yang direncanakan atau didesain, dilaksanakan,
dan dievaluasi secara sistematis agar subjek didik/pembelajar dapat

mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.


Pembelajaran sebagai sistem: pembelajaran terdiri dari sejumlah
komponen yang terorganisir antara lain tujuan pembelajaran,

materi pembelajaran, strategi dan metode pembelajaran, media


pembelajaran/alat

peraga,

pengorganisasian

kelas,

evaluasi

pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran (remedial dan

pengayaan).
Pembelajaran

merupakan rangkaian upaya atau kegiatan guru

dalam rangka membuat siswa belaja, meliputi:


1. Persiapan, merencanakan program pengajaran

tahunan,

semester, dan penyusunan persiapan mengajar (lesson plan)


dan

penyiapan perangkat kelengkapannya antara lain alat

peraga, dan alat evaluasi, buku atau media cetak lainnya.


2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan mengacu
pada persiapan pembelajaran yang telah dibuatnya. Banyak
dipengaruhi oleh pendekatan atau strategi dan metode-metode
pembelajaran yang telah dipilih dan dirancang penerapannya,
serta filosofi kerja dan komitmen guru , persepsi, dan sikapnya
terhadap siswa;
3. Menindaklanjuti pembelajaran yang telah dikelolanya.
Kegiatan pasca pembelajaran ini dapat berbentuk enrichment
(pengayaan), dapat pula berupa pemberian layanan remedial

teaching bagi siswa yang berkesulitan belajar.


Guru harus bisa menjadikan pelajaran menjadi pelajaran yang

menarik dan menyenangkan.


Dengan situasi belajar yang menyenangkan maka proses
transformasi dalam belajar mengajar akan berlangsung dengan

baik
Pembelajaran konstruktivis adalah pembelajaran yang rasionalis,

empiris, dan siswa harus memiliki pengalaman awal.


Setelah pembelajaran selesai harapannya siswa

dapat

menggabungkan informasi lama yang ia miliki dengan informasi


baru yang diterima sehingga akan menjadi milik sendiri, itulah

III.

pembelajaran bermakna.
Tujuan pembelajaran adalah memotivasi siswa agar mau belajar.
Permasalahan beserta pemecahannya

1. Bagaimana meningkatkan mutu belajar dan pembelajaran yang efektif


pada generasi mendatang ?
Jawab: agar tercapai pembelajaran yang efektif sebaiknya guru
menggunakan media pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran
selain itu diajak untuk observasi langsung dimana pembelajaran berpusat
pada siswa, sehingga keterampilan dan pengetahuan siswa juga akan

meningkat
2. Apakah hakikat mengajar ?
mengajar adalah kegiatan yang dilakukan dalam forum oleh seorang guru,
disini guru menyediakan lingkungan sehingga siswa bisa belajar. Dalam
pengertian

yang

luas, mengajar diartikan

sebagai

suatu

aktivitas

mengorganisasikan atau mengatur lingkungan sebaik baiknya dan


menghubungkan dengan anak, sehingga terjadi proses belajar.
Refleksi diri
Dari pembelajaran kali ini saya menjadi paham mengenai makna atau hakikat
dari belajar dan mengajar serta bagaimana pembelajaran yang baik itu, selain itu saya
juga mengetahui bagaimana pembelajaran bermakna yang pada awalnya saya tidak
memahami bagaimanakah bentuk pembelajaran bermakna itu. Selain itu pada
pembelajaran kali ini saya juga mendapat informasi mengenai cara pembelajaran
konstruktivisme.