Anda di halaman 1dari 22

April 2013

Fraktur Pada Basis Cranii


Shienowa Andaya Sari
102012445
D5

Skenario 8
Seorang pengendara mobil di bawa ke UGD
karena mengalami kecelakaan beruntun.
Hasil pemeriksaan fisik pasien tidak sadar,
hasil pemeriksaan rontgen didapati fraktur
pada basis cranii.

Istilah yang tidak


diketahui

Pemeriksaan
Rontgen

Pemeriksaan rontgen
(radiodiagnostic)
merupakan
pemeriksaan yang
menggunakan
Sinar X untuk
dapat
menampilkan
organ tubuh.

Fraktur

Fraktur adalah patah


tulang atau
terputusnya
kontinuitas
jaringan tulang
dan ditentukan
sesuai jenis dan
luasnya

Rumusan masalah

Seorang pengendara mobil mengalami


kecelakaan beruntun, sehingga tidak
sadar dan mengalami fraktur pada
basis cranii.

Mind Map

Hipotesis
Fraktur pada basis cranii menyebabkan
gangguan pada struktur kepala dan saraf
kranial.

Sasaran pembelajaran
Mengetahui struktur cranium dan

fungsinya
Mengetahui pembentukan LCS

Meninges
Dura mater

LCS (liquor cerebrospinalis)


Sifat , komposisi
, nilai normal
Jernih
pH : 7,4
Rasio albumin : globulin
=4
Kolestrol: 0,06-0,22 mg
%
Ca: 4,5-5,5 mg%
Tekanan: 10-160 mm air
Volume: 120-140 ml
Protein: 20-45 mg/100
ml 20-45 g/l
Glukosa: 50-85 mg/100
ml 2,2-3,4 mmol/l
Klorida:
120-130
mEq/liter
120-130
mmol/l
Sel: 0-5 limfosit/ mm3

Dihasilkan oleh : pleksus


koroid
Fungsi:

sebagai bantalan
untuk jaringan lunak
otak dan medulla
spinalis, juga
berperan sebagai
media pertukaran
nutrien dan zat
buangan antara
darah dan otak serta
medulla spinalis.

foramen interventrikular (Munro)

akuaduktus serebral (Sylvius)

2 foramen
luschka
1 foramen
magendi

direarbsorbsi

Sawar Darah Otak


Strukturunik sistem vaskularisasi
yang mencegah masuknya material
darah ke cairan serebrospinal.
Fungsi :
- Mengatur cairan yang keluar dari
sirkulasi umum untuk membasahi sel
otak.
- Melindungi sel otak yang halus dari
zat berbahaya

Sistem Saraf Perifer


No
I
II
III

Saraf kranial
Olfaktorius
Optikus
Okulomotorius

Komponen
Sensorik
Sensorik
Motorik

IV
V

Troklearis
Trigeminus
I. Opthalmius
II. Maxillaries
III. Mandibularis

Motorik
Motorik dan sensorik

VI
VII

Abdusens
Fasialis

Motorik
Motorik, sensorik

VIII

Vestibulokoklearis

Sensorik

IX

Glosofaringeus

Motorik, sensorik

Vagus

Motorik, sensorik

XI

Asesorius

Motorik

XII

Hipoglosis

Motorik

Fungsi
Penciuman
Penglihatan
Menegakkan kelopak mata atas,
kontraksi pupil, sebagian besar gerakan
ekstraokular
Gerakan mata ke bawah dan ke dalam
Motorik: otot temporalis dan maseter
(menutup rahang dan mengunyah)
gerakan lahan ke lateral.
Sensorik: kulit wajah, dua pertiga depan
kulit kepala, mukosa mata, mukosa
hidung di rongga mulut, lidah dan gigi.

Tempat Keluar
Lamina cribosa
Canalis optikus
Fissura orbitalis superior

Deviasi mata ke lateral


Motorik: otot-otot ekspresi wajah
termasuk otot dahi, sekeliling mata
serta mulut.
Sensorik: pengecapan dua pertiga
depan lidah (rasa, manis, asam, dan
asin)
Keseimbangan

Fissura orbitalis superior


Meatus acusticus
internus

Fissura orbitalis superior


I.
Fissura orbitalis
superior
II.
Foramen
Rotundum
III. Formen Ovale

Meatus acusticus
internus
Foramen jugulare

Motorik: faring menelan, refleks


muntah, partis salivasi.
Sensorik: faring, lidah posterior,
termasuk rasa pahit.
Faring: menelan, refleks muntah, fonasi: Foramen jugulare
visera abdomen.
Otot stemokleidomastideus dan bagian Foramen jugulare
atas dari otot trapezius; pergerakan
kepala dan bahu.
Pergerakan lidah
Canalis nervi hypoglossi

Sistem Saraf Pusat

Otak

Otak depan : belahan


otak (hemisferium
serebri), korpus
striatum dan
talami (thalamus
dan hipotalamus).
Otak tengah : otak
tengah atau
diensefalon.
Otak belakang
menjadi pons
varoli, medula

Sistem Saraf Pusat


Batang Otak
Penghubung vital
medula spinalis
dan bagian otak
yang lebih tinggi.
Berperan dalam
mengatur reflex
otot untuk
keseimbangan dan
postur.
Tempat sebagian asal
12 pasang saraf
kranialis.
Tempat

Formasio Retikularis : anyaman


neuron-neuron yang saling
berhubungan
Menerima dan mengintegrasikan
semua masukan sinaps.
Serat asendens (membawa
sinyal) koteks serebrum aktif.

Sistem Saraf Pusat

Medula Spinalis

Berawal dari foramen


magnum- berakhir
di lumbal pertama
tulang belakang.
Sebagai penyalur
impuls dari perifer
ke otak dan dari
otak ke perifer.

Kesimpulan
Hipotesis dibenarkan karena telah di
sebutkan pada pembahasan di atas basis
cranii sangat keras dan fraktur pada
daerah ini sering melukai struktur lain
yaitu sinus udara, pembuluh darah yang
melaluinya, dan saraf kranial. Selain itu
fraktur ini seringkali disertai dengan
robekan pada duramater. Dengan demikian
dapat di pastikan apabila terjadi fraktur
pada basis crania maka dapat mengganggu
kerja batang otak, 12 pasang saraf kranial,

TERIMAKASIH