Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PEMERIKSAAN KEHAMILAN (ANTENATAL CARE [ANC])


POLIKLINIK KANDUNGAN
RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin

Oleh:
KELOMPOK C
Selvia Harum Sari, S.Kep

I4B111007

Helma Rasyida, S.Kep

I4B111012

Grace E. Simarmata, S.Kep

I4B111023

Ermawati Rohana, S.Kep

I4B111026

Jannatur Rahmah, S.Kep

I4B111033

Indah Dwi Astuti, S.Kep

I4B111201

Nor Ella Dayani, S.Kep

I4B111205

Farida Raudah, S.Kep

I4B111215

Alpianor, S.Kep

I4B111216

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
2015

LEMBAR PENGESAHAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PEMERIKSAAN KEHAMILAN (ANTENATAL CARE [ANC])
POLIKLINIK KANDUNGAN
RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin

Oleh:
KELOMPOK C
Selvia Harum Sari, S.Kep

I4B111007

Helma Rasyida, S.Kep

I4B111012

Grace E. Simarmata, S.Kep

I4B111023

Ermawati Rohana, S.Kep

I4B111026

Jannatur Rahmah, S.Kep

I4B111033

Indah Dwi Astuti, S.Kep

I4B111201

Nor Ella Dayani, S.Kep

I4B111205

Farida Raudah, S.Kep

I4B111215

Alpianor, S.Kep

I4B111216

Banjarmasin, September 2015


Mengetahui,
Pembimbing Akademik

Pembimbing Lahan

Noor Fithriyah, S.Kep., Ns

Ermadayanti, S.Kep., Ns

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Topik

: Pemeriksaan Kehamilan (Antenatal Care [ANC])

Pokok Bahasan

: Kunjungan ANC

Sasaran

: Ibu hamil dan keluarga yang berkunjung


ke Poliklinik Kandungan
RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin

Waktu

: 35 menit (10.00-10.35 WITA)

Tanggal

: Senin, 7 September 2015

Pelaksana

: Kelompok C Ners Universitas Lambung Mangkurat

Tempat

: Poliklinik Kandungan RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh

A.

TUJUAN INSTRUKSIONAL
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 35 menit, diharapkan ibu hamil dan
keluarga dapat mengetahui dan memahami tentang kunjungan ANC.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 35 menit diharapkan ibu hamil dan
keluarga mengetahui tentang:
a. Pengertian pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care [ANC]).
b. Tujuan dan manfaat ANC.
c. Jadwal kunjungan ANC.
d. Tempat kunjungan ANC.
e. Pemeriksaan yang dilakukan ketika kunjungan ANC.
f. Akibat yang dapat timbul jika tidak melakukan pemeriksaan
kehamilan.
g. Mitos mengenai pemeriksaan kehamilan.

B.

MATERI (terlampir)

C.

METODE
1. Ceramah
2. Diskusi/tanya jawab

D.

E.
NO.
1.

2.

3.

4.

F.

MEDIA
1. Leaflet
2. Laptop
3. LCD
KEGIATAN PENYULUHAN
WAKTU
KEGIATAN PENYULUHAN
KEGIATAN PESERTA
5 menit
Pembukaan:
a. Membuka kegiatan dengan mengucapkan
Menjawab salam
salam.
b. Memperkenalkan diri.
Mendengarkan
c. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan.
Memperhatikan
d. Memvalidasi
pengetahuan
peserta
Memperhatikan
penyuluhan mengenai materi yang akan
diberikan.
e. Menyebutkan materi yang akan diberikan.
20 menit Pelaksanaan:
1. Menjelaskan mengenai:
Memperhatikan
a. Pengertian
pemeriksaan
kehamilan
(Antenatal Care [ANC]).
b. Tujuan dan manfaat ANC.
c. Jadwal kunjungan ANC.
d. Tempat kunjungan ANC.
e. Pemeriksaan yang dilakukan ketika
kunjungan ANC.
f. Akibat yang dapat timbul jika tidak
melakukan pemeriksaan kehamilan.
g. Mitos mengenai pemeriksaan kehamilan.
2. Memberikan kesempatan kepada peserta
untuk bertanya.
8 menit
Evaluasi:
a. Menanyakan kepada peserta tentang materi Menjawab pertanyaan
yang telah diberikan.
b. Memberikan reinforcement positif kepada
peserta yang dapat menjawab pertanyaan.
2 menit
Terminasi:
a. Mengucapkan terimakasih atas peran serta
Mendengarkan
peserta.
b. Mengucapkan salam penutup
Menjawab salam
KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur

a. Tujuh puluh persen (70%) pengunjung Poliklinik Kandungan RSUD

Dr. H. Moch. Ansari Saleh mengikuti kegiatan penyuluhan.


b. Penyelenggaraan kegiatan penyuluhan di Poliklinik Kandungan

RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh.


c. Pengorganisasian kegiatan sebelum hari pelaksanaan penyuluhan.
2. Evaluasi Proses
a. Tujuh puluh persen (70%) pengunjung Poliklinik Kandungan RSUD
Dr. H. Moch. Ansari Saleh mengikuti kegiatan penyuluhan.
b. Peserta penyuluhan tidak ada yang meninggalkan tempat penyuluhan
sebelum kegiatan selesai.
c. Seluruh peserta terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan.
3. Evaluasi Hasil
Sesuai dengan TIK, diharapkan peserta mengikuti penyuluhan mampu
menyebutkan:
a. Pengertian pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care [ANC]).
b. Tujuan dan manfaat ANC.
c. Jadwal kunjungan ANC.
d. Tempat kunjungan ANC.
e. Pemeriksaan yang dilakukan ketika kunjungan ANC.
G.

PENGORGANISASIAN
Moderator

: Ermawati Rohana, S.Kep

Pembicara

: Helma Rasyida, S.Kep

Observer

: Alpianor, S.Kep
Farida Raudah, S.Kep

Fasilitator

: Jannatur Rahmah, S.Kep


Selvia Harum Sari, S.Kep
Grace E. Simarmata, S.Kep
Indah Dwi Astuti, S.Kep
Nor Ella Dayani, S.Kep

Lampiran Materi Penyuluhan


PEMERIKSAAN KEHAMILAN (ANTENATAL CARE [ANC])

A.

PENGERTIAN
1. Asuhan antenatal adalah suatu program yang terencana berupa observasi,
edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu
proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan.
2. Menurut Prawiroharjo (2005), pemeriksaan kehamilan merupakan
pemeriksaan ibu hamil baik fisik dan mental serta menyelamatkan ibu
dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas, sehingga keadaan
mereka post partum sehat dan normal, tidak hanya fisik tetapi juga
mental.
3. Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan
untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil, hingga
mampu menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan pemberiaan ASI
dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar (Manuaba, 2008).

B.

TUJUAN DAN MANFAAT KUNJUNGAN ANC


Tujuan ANC yaitu:
1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan Ibu dan
tumbuh kembang bayi.
2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial
ibu dan bayi.
3. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang
mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum,
kebidanan, dan pembedahan.
4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, Ibu
maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5. Mempersiapkan peran Ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi
agar dapat tumbuh kembang secara normal.
6. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal.
Adapun manfaat dari kunjungan ANC adalah agar dapat mengetahui
berbagai resiko dan komplikasi hamil sehingga ibu hamil dapat diarahkan
untuk melakukan rujukan ke rumah sakit.

C.

JADWAL KUNJUNGAN ANC


Kunjungan ANC adalah kontak antara ibu hamil dan petugas kesehatan
yang memberi pelayanan antenatal untuk mendapatkan pemeriksaan
kehamilan. Istilah kunjungan tidak mengandung arti bahwa selalu ibu hamil
yang datang ke fasilitas pelayanan tetapi dapat juga sebaliknya yaitu ibu
hamil yang dikunjungi petugas kesehatan dirumahnya. Selama kehamilan
keadaan ibu dan janin harus selalu dipantau jika terjadi penyimpangan dari
keadaan normal dapat dideteksi secara dini dan diberikan penanganan yang
tepat. Oleh karena itu ibu hamil diharuskan memeriksakan diri secara
berkala

selama

kehamilannya.

Dalam

pelaksanaan

ANC

terdapat

kesepakatan adanya standar minimal yaitu dengan pemeriksaan ANC 4 kali


selama kehamilan dengan distribusi sebagai berikut:
1. Minimal satu kali selama trimester I (< 14 minggu)
Tujuan pada kunjungan pertama adalah:
a. Menentukan diagnosis ada/tidaknya kehamilan.
b. Menentukan usia kehamilan dan perkiraan persalinan.
c. Menentukan status kesehatan ibu dan janin.
d. Menentukan kehamilan normal atau abnormal, serta ada/tidaknya
faktor risiko kehamilan.
e. Menentukan rencana pemeriksaan/penatalaksanaan selanjutnya.
2. Minimal satu kali selama trimester II (14-28 minggu)
Pada kunjungan di trimester ini ibu hamil akan lebih mendapatkan
informasi yang lebih dalam mengenai kehamilan di trimester kedua dan
kewaspadaan khusus terhadap komplikasi yang mungkin terjadi pada
trimester ini.
3. Minimal dua kali pada trimester III (28-36 minggu dan sesudah minggu
ke-36)
Biasanya pada kunjungan pertama pada trimester ini akan mendeteksi
ada/tidaknya kehamilan ganda sedangkan pada kunjungan keduanya
akan memeriksa dan mendeteksi ada/tidaknya kelainan letak janin.
D.

TEMPAT KUNJUNGAN ANC


Menurut DepKes RI (1994:16), tempat pemberian pelayanan ANC dapat

bersifat statis dan aktif meliputi:

E.

1.

Puskesmas/puskesmas pembantu.

2.

Pondok bersalin desa.

3.

Posyandu.

4.

Rumah sakit pemerintah/swasta.

5.

Rumah sakit bersalin.

6.

Tempat praktik swasta (bidan dan dokter).

PEMERIKSAAN YANG DILAKUKAN KETIKA KUNJUNGAN ANC


Pelayanan ANC selengkapnya mencakup anemnesis, pemeriksaan fisik
(umum dan kebidanan), pemeriksaan laboratorium atas indikasi dasar dan
intervensi khusus sesuai dengan tingkat risiko. Dengan penerapan
operasionalnya dikenal standar minimal 7T untuk pelayanan antenatal
yang terdiri atas:
1.

Timbang berat badan


Penimbangan dilakukan setiap kali ibu hamil memeriksakan diri, karena
hubungannnya erat dengan pertambahan berat badan lahir bayi. Berat
badan ibu hamil yang sehat akan bertambah antara 10-12 kg sejak
sebelum hamil.

2.

Ukuran tekanan darah, diukur setiap kunjungan


Pengukuran tekanan darah harus dilakukan secara rutin dengan tujuan
untuk melakukan deteksi dini terhadap terjadinya tiga gejala preeklamsi.
Tekanan darah tinggi, protein urin positif, pandangan kabur atau oedema
pada ekstremitas. Apabila tekanan darah mengalami kenaikan 15 mmHg
dalam dua kali pengukuran dengan jarak 1 jam atau tekanan darah
>140/90 mmHg , maka ibu hamil mengalami preeklamsi.

3.

Ukur tinggi fundus uteri


Dilakukan setiap kunjungan dimana fundus uteri mulai teraba setelah
usia kehamilan >12 minggu. Pengukuran tinggi fundus uteri dilakukan
secara rutin untuk mendeteksi secara dini terhadap berat badan janin.
Indikator pertumbuhan janin intrauterin, tinggi fundus uteri juga dapat

digunakan untuk mendeteksi terhadap terjadinya mola hidatidosa, janin


ganda atau hidramnion.
4.

Pemberian imunisasi Tetanus Toxoid atau TT lengkap


Mulai diberikan usia kehamilan 16 minggu dengan interval pemberian
selanjutnya 4 minggu. Pemberian imunisasi TT ini untuk mencegah
terjadinya penyakit tetanus.

5.

Pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama hamil,


mulai diberikan pada usia kehamilan 20 minggu diminum 1 hari 1
tablet
Pemberian tablet tambah darah dimulai setelah rasa mual hilang satu
tablet setiap hari, minimal 90 tablet. Tiap tablet mengandung FeSO4 320
mg (zat besi 60 mg) dan asam folat 500 g. Tablet besi sebaiknya tidak
minum bersama kopi, teh karena dapat mengganggu penyerapan.

6.

Tes laboratorium (rutin dan khusus)


Pemeriksaan laboratorium rutin mencakup pemeriksaan hemoglobin,
protein urine, gula darah, dan hepatitis B. Pemeriksaan khusus dilakukan
didaerah prevalensi tinggi dan atau kelompok perilaku terhadap HIV,
sifilis, malaria, tubercolosis, cacingan dan thalasemia.

7.

Temu wicara (konseling)


Memberikan penyuluhan sesuai dengan kebutuhan seperti perawatan diri
selam hamil, perawatan payudara, gizi ibu hamil, tanda-tanda bahaya
kehamilan dan janin sehingga ibu dan keluarga dapat segera mengambil

keputusan dalam perawatan selanjutnya dan mendengarkan keluhan yang


disampaikan.
F.

AKIBAT YANG DAPAT TIMBUL JIKA TIDAK MELAKUKAN


PEMERIKSAAN KEHAMILAN
1. Tidak dapat diketahui kelainan-kelainan pada ibu dan janin.
2. Tidak dapat diketahui faktor-faktor resiko yang mungkin terjadi pada ibu.
3. Tidak dapat mendeteksi secara dini penyakit yang ada pada ibu selama
masa hamil.

G.

MITOS MENGENAI PEMERIKSAAN KEHAMILAN


1. Ultra Sonografi (USG) Berbahaya Jika Dilakukan Setiap Kali
Periksa Kehamilan
Salah. Kenyataannya Ibu hamil disaranakan untuk rutin memeriksakan
kondisi kehamilannya, salah satunya dengan USG. Pemeriksaan ini
menggunakan energi gelombang suara bukan menggunakan gelombang
radiasi, jadi tidak berbahaya. Justru banyak hal yang bisa diperoleh
melalui pemeriksaaan kehamilan dengan USG. Informasi kondisi dan
kesehatan janin akan lebih akurat, dan akan diperoleh informasi yang
lebih banyak mengenai berat janin, plasenta, air ketuban, letak dan posisi
janin, usia janin, kelainan janin, jenis kelamin dan sebagainya.
Pemakaian USG bakan sangat diperlukan bagi Ibu hamil dengan resiko
tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
Bobak, Irene M; DL Lowdermilk; Perry. 2004. Buku ajar keperawatan maternitas.
Jakarta: EGC.
Farrer, Helen. 2001. Perawatan maternitas. Jakarta: EGC.
Manuaba, I.B.G. 2008. Pengantar kuliah obstetri. Jakarta: EGC.
Mary Hamilton, Persis. 1995. Dasar-dasar keperawatan maternitas. Jakarta: EGC.

Anda mungkin juga menyukai