Anda di halaman 1dari 7

1

Mrs. Lina, 29 years old, attend the primary health centre with her husband. They have
been trying to get pregnant for 3 years but failed.
a. Bagaimana hubungan usia dan jenis kelamin terhadap kasus?
Fertilitas berubah seiring waktu, baik pada laki-laki dan perempuan. Secara umum,
semakin tua usianya fertilitas menurun. Secara gradual terjadi penurunan fertilitas mulai
usia 30-an, dengan kemungkinan hamil 20%. Usia 40-an kemungkinan hamil kurang dari
5%. Usia reproduksi yang paling baik bagi wanita adalah kisaran usia 20-an (American
Society for ReproductiveMedicine, 2012). Pada kasus ini, usia Ny.Lina adalah 29 tahun,
hal in menunjukkan faktor usia tidak berpengaruh terhadap kondisi infertilitas pasangan
ini.
b. Apa makna klinis dari gagal hamil selama 3 tahun?
Infertilitas didefenisikan sebagai ketidakmampuan pasangan untuk mencapai kehamilan
setelah 1 tahun hubungan seksual tanpa pelindung (KeperawatanMedikalBedah)
Infertilitas (pasanganmandul) adalah pasangan suami istri yang telah menikah selama
satu tahun dan sudah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi,

tetapi belum memiliki anak. (Sarwono, 2000).


Klasifikasi Infertilitas
Infertilitas terdiri dari 2 macam, yaitu :
1. Infertilitas primer yaitu jika perempuan belum berhasil hamil walaupun

bersenggama

teratur dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan


berturut-turut.
2. Infertilitas sekunder yaitu disebu infertilitas sekunder jika perempuan pernah hamil,
akan
tetapi kemudian tidak berhasil hamil lagi walaupun bersenggama teratur dan dihadapkan
kepada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan berturut- turut.
Pada kasus ini.Ny. Lina sudah 3 tahun belum juga hamil maka kemungkinan Ny.lina atau
suaminya infertile.
2

Hipotesis :
Ibu Lina dan suami belum memiliki anak karena suaminya suspect infertile
Diagnosis banding

Learning Issue : Anatomi reproduksi pria dan fisiologi spermatogenesis


A. ANATOMI
Organ seks eksterna

Penis

: alat untuk melakukan persetubuhan pada laki-laki.

Skrotum

: struktur yang tertutup kulit tempat bergantungnya penis

Organ seks interna

Testis

: memproduksi spermatozoa dan testosterone.

Saluran Reproduksi

Epididimis

: saluran panjang berkelok yang menjadi penghubung antara testis dengan

vas deferens dan tempat penyimpanan sperma sementara hingga menjadi matang.

Vas deferens : saluran lanjutan epididimis untuk mengangkut sperma dari epididimis ke
uretra.

Ductus ejaculatorius : saluran penghubung vas deferens dan uretra yang berjalan menuju
prostate.

Uretra

: saluran akhir dari saluran reproduksi untuk menyalurkan sperma dan urin

keluar tubuh
Kelenjar Kelamin

Vesikula seminalis

: mensekresi cairan cadangan makanan bagi sperma berupa

fruktosa dan bahan lain (kental dan kekuningan).

Kelenjar prostate

: penghasil getah yang dialirkan ke saluran sperma.

Kelenjar cowper

: penghasil getah sebelum ejakulasi untuk melumasi penis agar

mudah masuk ke vagina


Struktur
Testis adalah genitalia pria yang terletak di skrotum, ukuran testis pada orang dewasa
adalah 4 x 3 x 2,5 cm, dengan volume 15 25 ml berbentuk avoid. Kedua buah testis
terbungkus oleh jaringan tunika albuginea yang melekat pada testis.Di luar tunika albuginea
terdapat tunika vagainalis yang terdiri atas lapisan viseralis dan parietalis serta tunika
dortos.Secara histologis, testis terdiri atas 250 lobuli dan tiap lobulus terdiri atas tubuli
seminiferi.Di dalam tubulus seminiferus terdapat sel-sel spermatogonia dan sel
sertoli.Sedang di antara tubuli seminferi terdapat sel-sel leydig. Sel-sel spermatogonium pada
proses spermatogenesis menjadi sel spermatozoa. Sel-sel sertoli berfungsi memberi makan
pada bakal sperma, sedangkan sel-sel kydig atau disebut sel-sel interstisial testis berfungsi
dalam menghasilkan hormon testosteron.Sel-sel spermatozoa yang diproduksi di tubuli
seminiferi testis disimpan dan mengalami pematangan/maturasi di epididimis.
Epididimis adalah organ yang berbentuk seperti sosis terdiri atas kaput, korpus dan
kaudo epididimis korpus epididimis dihubungkan dengan testis melalui duktuli
eferentes.Vaskularisasi epididimis berasal dari arteri testikularis dan arteri deferensialis.Di
sebelah kaudal epididimis berhubungan dengan vasa deferens.
Vas Deferens adalah organ berbentuk tabung kecil dan panjangnya 30 35 cm, dan
berakhir pada duktus ejakulatorius di uretra posterior. Dalam perjalanannya menuju duktus
ejakularius, duktus deferens dibagi dalam beberapa bagian, yaitu (1) pars tunika vaginalis,
(2) pars skrotalis, (3) pars inguinlais, (4) pars palvileum dan (5) pars ampularis.Setelah
mature (dewasa) sel-sel spermatozoa bersama-sama dengan getah dari epididimis dan vas
deferens disalurkan menuju ke ampula vas deferens. Vesikula seminalis serta cairan prostat
membentuk cairan semen atau manis.
Vesikula seminalis terletak di dasar buli-buli dan di sebelah kranial dari kelenjar
prostat panjangnya kurang lebih 6 cm berbentuk sakula-sakula.Vesikula seminalis
menghasilkan cairan yang merupakan bagian dari semen.Cairan ini diantaranya adalah
fruktosa, berfungsi dalam memberi nutrisi pada sperma.Bersama-sama dengan vas deferens,
vesikula seminalis bermuara di dalam duktus ejakularius.
Prostat adalah organ genitalia pria yang terletak di bawah kandung kencing, di atas
diafragma urogenitale dan meliputi bagian pertama uretra. Terdiri atas 2 lobus lateral dan 1
lobus medial. Salurannya dilapisi oleh epitel torak dan bermuara pada uretra pars prostatika

B. FISIOLOGI
Gametogenesis dan ejakulasi
Testis mendapatkan darah dari berbagai cabang arteri yaitu arteri spermatika
interna yang merupakan cabang dari aorta, arteri deferensialis cadang dari arteri
epigastika.Testis taut kedap (tight junction) antara sel sertoli berdekatan lamina basalis
membentuk sawar darah testis yang mencegah protein dan molekul besar lain berjalan
dari jaringan interstisial dan bagian lumen tubulus (ruangan basal) ke daerah dekat lumen
tubulus (ruangan adluminal) dan lumen.
Spermatogenesis (sel benih primitif dekat lamina basalis tubulus seminiferi)
matang ke spermatosit primer. Proses ini dimulai selama adolesen. Spermatosit primer
mengalami pembelahan miosis yang mengurangi spermatosit sekunder dan kemudian ke
spermatoid yang mengandung jumlah haploid 73 kromosom.
Spermatogenesis memerlukan suhu yang jauh lebih rendah dibandingkan interior
badan. Testis normalnya dipertahankan pada suhu sekitar 32 C.Cairan yang
diejakulasikan pada waktu orgasme (semen) mengandung sperma serta sekresi vesikulo
seminalis, prostat, glandula cowper dan mungkin glandula urethra. Volume rata-rata per
ejakulasi 2,5 3,5 ml setelah beberapa hari pantang. Walau iahanya mengambil 1 sperma
untuk memfertilisasi ovum, namun normalnya sekitar 100 juta sperma per mililiter
semen.

Ejakulasi merupakan refleks spinalis 2 bagian yang melibatkan emisi (gerakan


semen ke dalam urethra) dan ejakulasi yang sebenarnya dorongan semen keluar urethra
pada waktu orgasme.Ereksi dimulai dari penglihatan atau dari bau yang dapat
menyebabkan dilatasi arteriola penis akibat rangsangan dari hipotalamus yang
menyebabkan jaringan eriktil penis terisi dengan darah, maka vena tertekan, yang
menyumbat aliran keluar dan menambah turgor organ ini. Pusat terpadu di dalam pars
lumbalis medula spinalis diaktivasi oleh impuls dalam aferen dari genetalia dan traktus
desendens yang memperantarai ereksi dalam respon terhadap rangsangan psikis
erotik.Serabut parasimpatis eferen terletak dalam nervus splanchnicus pelvis (nervi
erigentes).Serabut yang mungkin mengandung asetikolin dan VIP sebagai konstransmiter,
serta pelepasan keduanya menimbulkan vasodilatasi dalam kasus apapun, suntikan VIP
lokal menimbulkan ereksi.Impuls vasokontriktor ke arteriola mengakhiri ereksi.
Fungsi Endokrin Testis
Kimiawi dan biosintesis testosteron (hormon utama testis) merupakan steorid C19
dengan suatu gugusan OH pada posisi 17, ia disintesis dari kolesterol dlam sel
lydig.Kecepatan sekresi testosteron 4 9 mg/hari (13,9 31,2 n mol/hari) dalam pria
dewasa normal.Sejumlah kecil testosteron yang disekresi dalam wanita, mungkin dari
ovarium, tetapi mungkin dari adrenalis juga.
Transpor dan metabolisme, sembilan puluh persen testosteron dalam plasma
terikat ke protein, 40% diikat ke b-globulin yang dinamakan globulin pengikat steroid
gonad (GBG : Gonad Steroid dinding globulin) atau globulin pengikat steroid seks, 40
% ke albumin dan 17% ke protein lain.Disamping kerjanya selama perkembangan
testosteron dan androgen lain menimbulkan efek umpan balik inhibisi atas sekresi LH
hypothesis. Perkembangan dan pemeliharaan sifat seks sekunder pria serta menimbulkan
efek peningkatan pertumbuhan, anabolik protein yang penting.Perubahan luas dalam
distribusi rambut, konfigurasi tubuh dan ukuran genitalia yang berkembang pada anak
laki-laki pada pubertas tidak hanya prostat dan vesicula seminalis membesar tetapi
vesicula seminalis mulai mensekresi fruktosa.Efek anabolik androgen meningkatkan
sintesis dan menurunkan pemecahan protein, yang menyebabkan peningkatan dalam
kecepatan pertumbuhan.Mekanisme kerja seperti steroid lain testosteron terikat ke
reseptor intra sel dan kemudian kompleks reseptor, steroid terikat ke DNA di dalam hati,
yang memfasilitasi transkripsi berbagai gen.Produksi estrogen testis 70 % estradiol dalam
plasma prima dewasa dibentuk oleh aromatisasi testosteron dan androstinedion yang
bersirkulasi.
Kendali fungsi Testis

FSH bersifat tropik bagi sel sertoli serta FSH dan androgen mempertahankan
fungsi gametogenik testis.FSH juga merangsang sekresi protein pengikat androgen dan
inhibin. Testosteron mengurangi LH plasma, tetapi kecuali dalam dosis besar, ia tidak
berefek atas FSH plasma.Umpan balik steroid, hipotesis kerja saat ini tentang cara fungsi
testis diregulasi dipertahankan, kastrasi diikuti oleh peningkatan dalam isi hypophysis
serta sekresi FSH dan LH, serta lesi hypothalamus mencegah peningkatan ini.Testosteron
menghambat sekresi LH dengan bekerja langsung atas lobus anterior hypophysis dan
menghambat sekresi LHRH dari hypothalamus.