Anda di halaman 1dari 13

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN JEMBER

PPSP 2012

BAB II
GAMBARAN UMUM KABUPATEN JEMBER
2.1. GEOGRAFIS, ADMINSTRATIF, DAN KONDISI FISIK
Kondisi Geografis
Kabupaten Jember secara astronomis terletak pada posisi 627'29" s/d 714'35" Bujur
Timur dan 759'6" s/d 833'56" Lintang Selatan dengan luas wilayah seluas 3.293,34 Km 2. dan
memiliki 76 pulau-pulau kecil dengan pulau terbesar adalah Pulau Nusa Barong. Berdasarkan
posisi geografisnya, Kabupaten Jember memiliki batas :
Sebelah Utara

Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Probolinggo

Sebelah Selatan

Samudera Indonesia

Sebelah Timur

Kabupaten Banyuwangi

Sebelah Barat

Kabupaten Lumajang

Penggunaan lahan di Kabupaten Jember didominasi oleh fungsi kegiatan budidaya,


dimana lahan yang dibudidayakan untuk pertanian adalah seluas 46,41 % dari luas wilayah,
sedangkan sisanya digunakan untuk permukiman seluas 9,93 %, hutan seluas 21,17 % dan
lain-lain seluas 22,49 %.
Kondisi Topografis
Kabupaten Jember berada pada ketinggian 0 3.330 meter di atas permukaan laut.
Daerah dengan ketinggian 100 500 meter di atas permukaan air laut merupakan kawasan
terluas, yaitu 1.240,77 km atau 37,68 % dari luas wilayah Kabupaten Jember sedangkan
kawasan tersempit adalah daerah dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan
laut dengan luas 31,34 km atau 0,95 % dari luas wilayah Kabupaten Jember.
Kabupaten Jember memiliki karakter topografi dataran ngarai yang subur pada bagian
Tengah dan Selatan serta dikelilingi oleh pegunungan yang memanjang pada batas Barat dan
Timur. Di wilayah Barat Daya memiliki dataran dengan ketinggian 0 25 meter di atas
permukaan laut, sedangkan di wilayah Timur Laut yang berbatasan dengan Kabupaten
Bondowoso dan wilayah Tenggara yang berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi memiliki
ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan air laut.

POKJA SANITASI KABUPATEN JEMBER

II - 1

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN JEMBER


PPSP 2012

Kondisi Daerah Aliran Sungai


Wilayah Kabupaten Jember memiliki beberapa sungai besar yang bermanfaat untuk
kegiatan-kegiatan di bidang pertanian. Di Kabupaten Jember terdapat 16 Daerah Aliran Sungai
(DAS), dimana masing-masing DAS terdiri dari beberapa sungai yang mengaliri lahan-lahan
pertanian di sekitarnya. Sungai terbesar adalah sungai Bedadung yang berada pada DAS
Bedadung Hilir, melintasi ibu kota Kabupaten dengan panjang 46.875 meter dan mampu
mengairi lahan sawah seluas 93.000 hektar. Sungai terpanjang adalah kali Mayang yang
berada pada DAS Antirogo dengan panjang 145.500 meter dan mengairi lahan seluas 5.860
hektar. Sungai-sungai lainnya adalah Kali Sanen, Kali Agung, Kali Krongkongan, Kali Besini,
Sungai Bondoyudo, Kali Tanggul, Kali Suko, Sungai Watu Urip dan Kali Garanan.
DAS di Kabupaten Jember dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 2.1 Daerah Aliran Sungai di Kabupaten Jember
Nama DAS
Luas (Ha)
No.
1. Sampeyan
175.649,94
2. Mayang
112.312,04
3. Bedadung
117.053,99
4. Wuluhan
Sumber : Kabupaten Jember Dalam AngkaTahun 2011

Debit

Dari potensi air permukaan sebanyak 7.153.660,80 m3 tersebut, dapat dimanfaatkan untuk
domestik sebesar 1.784.177,95 m3, Pertanian sebesar 1.463.539,12 m3, Jumlah pemakaian
untuk domestik dan Pertanian sebesar 3.247.717,07 m3 dan sisa cadangan air permukaan
sebesar 3.905.942,93 m3
Sumber/mata air secara umum berada di sekitar/lereng pegunungan, bukit dan gumuk.
Jumlah gumuk di Kabupaten Jember sebanyak 1.670 buah sudah terinventarisir dan 285 buah
belum terinventarisir yang tersebar di beberapa Kecamatan, antara lain : kecamatan Arjasa,
Sumbersari, Jelbuk, Sukowono, Kalisat, Pakusari, Ledokombo dan Sumberjambe. Di bagian
utara wilayah Kabupaten Jember pada umumnya masyarakat memanfaatkan smber mata air
yang ada untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan air bersih karena belum tersentuh oleh
jaringan pipa PDAM.
Secara administrasi Kabupaten Jember terbagi menjadi 31 Kecamatan, 22 Kelurahan
dan 246 Desa. Pembagian wilayah administrasi Kabupaten Jember berikut luasnya dapat dilihat
pada tabel 2.2.

POKJA SANITASI KABUPATEN JEMBER

II - 2

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN JEMBER


PPSP 2012

Tabel 2.2.Nama, luas Wilayah Per-Kecamatan dan Jumlah Kelurahan/Desa


Luas Wilayah
Jumlah
Kecamatan
No.
Kelurahan/Desa
(km2)
(%) thd Total
1. Kencong
5
65,92
2,001615
2. Gumukmas
8
82,98
2,519631
3. Puger
12
148,99
4,523979
4. Wuluhan
7
137,18
4,165376
5. Ambulu
7
104,56
3,174892
6. Tempurejo
8
524,46
15,92487
7. Silo
9
309,98
9,412329
8. Mayang
7
63,78
1,936636
9. Mumbulsari
7
95,23
2,891593
10. Jenggawah
8
51,02
1,549187
11. Ajung
7
56,61
1,718924
12. Rambipuji
8
52,80
1,603236
13. Balung
8
47,12
1,430766
14. Umbulsari
10
70,52
2,141291
15. Semboro
6
45,43
1,379451
16. Jombang
6
54,30
1,648782
17. Sumberbaru
10
166,37
5,05171
18. Tanggul
8
198,99
6,042194
19. Bangsalsari
11
175,28
5,322256
20. Panti
7
160,71
4,879848
21. Sukorambi
5
60,63
1,840988
22. Arjasa
6
43,75
1,328439
23. Pakusari
7
29,11
0,883905
24. Kalisat
12
53,48
1,623883
25. Ledokombo
10
146,92
4,461125
26. Sumberjambe
9
138,24
4,197562
27. Sukowono
12
44,04
1,337244
28. Jelbuk
6
65,06
1,975502
29. Kaliwates
7
24,94
0,757286
30. Sumbersari
7
37,05
1,124998
31. Patrang
8
36,99
1,123176
248
3.293,34
100
Sumber : Diolah dari beberapa data sekunder
Sedangkan jika dilihat dari peta administratif Kabupaten Jember serta cakupan kajian Buku
Putih sanitasi tergambar dalam gambar berikut:

POKJA SANITASI KABUPATEN JEMBER

II - 3

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN JEMBER


PPSP 2012

Peta 2.1: Peta kabupaten Jember dan cakupan Wilayah Kajian

2.2. DEMOGRAFI
A. Pertumbuhan Penduduk
Jumlah penduduk Kabupaten Jember berdasarkan hasil sensus penduduk
Tahun 2010 tercatat sebanyak 2.329.929 jiwa, terdiri dari 1.143.766 jiwa penduduk lakilaki dan 1.186.163 jiwa penduduk perempuan, dengan sex ratio di Kabupaten Jember
sebesar 96,43. Dari tahun ke tahun jumlah penduduk Kabupaten Jember relatif terus
bertambah. Jika dibandingkan dengan Tahun 2009, penduduk Kabupaten Jember
bertambah 14.227 jiwa atau sebesar 0,61 %. Jika dibandingkan dengan hasil sensus
penduduk Tahun 2000, maka selama 10 (sepuluh) tahun terjadi pertambahan penduduk
sebanyak 142.272 jiwa atau pertumbuhan rata-rata penduduk sebesar 0,63 % per tahun.
B. Persebaran dan Kepadatan
Distribusi penduduk Kabupaten Jember dapat dikatakan tersebar secara merata

POKJA SANITASI KABUPATEN JEMBER

II - 4

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN JEMBER


PPSP 2012

untuk masing-masing kecamatan. Kecamatan dengan jumlah penduduk paling banyak


adalah Kecamatan Sumbersari dengan 125.981 jiwa (5,41 %), sedangkan Kecamatan
Jelbuk merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit yaitu 31.967 jiwa
(1,37 %). Kepadatan penduduk rata-rata di Kabupaten Jember pada Tahun 2010 adalah
707,47 jiwa/km2. Kepadatan penduduk paling tinggi adalah di Kecamatan Kaliwates
dengan tingkat kepadatan sebesar 4.479,55 jiwa/km2, sedangkan Kecamatan Tempurejo
memiliki tingkat kepadatan terendah dengan 134,71 jiwa/km2.
Tabel 2.3 Jumlah dan Kepadatan Penduduk Saat ini dan Proyeksinya untuk 5 tahun
Jumlah Penduduk
Jumlah KK
Tingkat Pertumbuhan
No. Kecamatan
Tahun
Tahun
Tahun
n
n+1
n+4
n
n+1
n+4
n
n+1
n+4
1. Kencong
65.127
2. Gumukmas
79.162
3. Puger
114.332
4. Wuluhan
114.652
5. Ambulu
104.962
6. Tempurejo
70.649
7. Silo
108.757
8. Mayang
48.408
9. Mumbulsari
62.323
10. Jenggawah
80.908
11. Ajung
74.377
12. Rambipuji
78.671
13. Balung
76.782
14. Umbulsari
69.311
15. Semboro
43.861
16. Jombang
54,30
17. Sumberbaru
166,37
18. Tanggul
199,99
19. Bangsalsari
175,28
20. Panti
160,71
21. Sukorambi
60,63
22. Arjasa
43,75
23. Pakusari
29,11
24. Kalisat
53,48
25. Ledokombo
146,92
26. Sumberjamb
138,24
e
27. Sukowono
44,04
28. Jelbuk
65,06
29. Kaliwates
24,94
30. Sumbersari
37,05
31. Patrang
36,99
Sumber : Jember dalam angka

POKJA SANITASI KABUPATEN JEMBER

II - 5

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN JEMBER


PPSP 2012

2.3. PEREKONOMIAN
Tabel 2.4: Ringkasan realisasi APBD 5 tahun terakhir

N
o
(a
)
A
1
2
3

Anggaran
(b)
Pendapatan
Pendapatan
Asli Daerah
(PAD)
Dana
Perimbanga
n (transfer)
Lain-lain
Pendapatan
yang sah
Jumlah
Pendapatan

Belanja
Belanja
Tidak
Langsung
Belanja
Langsung

Jumlah
Belanja

Surplus/Defi
sit Anggaran

n-4

n-3

n-2

n-1

(d)

(e)

(f)

(g)

Rp
113,471,599,896.00
Rp
1,073,953,107,885.
03

Rp
108,808,347,550.00
Rp
1,079,600,625,225.
99

Rp
146,452,637,701.60
Rp
1,116,208,106,255.
99

Rp
178,000,599,064.49
Rp
1,108,201,773,138.
00

Rp
211,617,937,615.15
Rp
1,514,689,161,831.
00

Rp
60,767,941,780.00
Rp
1,248,192,649,561.
03

Rp
60,185,037,680.00
Rp
1,248,594,010,455.
99

Rp
111,931,837,450.14
Rp
1,374,592,581,407.
73

Rp
174,253,288,729.00
Rp
1,460,455,660,931.
49

Rp
291,198,943,040.00
Rp
2,017,506,042,486.
15

Rp
755,609,791,407.13
Rp
568,629,089,327.00
Rp
1,324,238,880,734.
13
Rp
(76,046,231,173.10
)

Rp
769,432,131,310.26
Rp
520,187,274,818.00
Rp
1,289,619,406,128.
26
Rp
(41,025,395,672.27
)

Rp
1,078,287,653,361.
00
Rp
320,855,524,562.00
Rp
1,399,143,177,923.
00
Rp
(24,550,596,515.27
)

Rp
1,056,771,282,402.
01
Rp
458,011,349,343.00
Rp
1,514,782,631,745.
01
Rp
(54,326,970,813.52
)

Rp
1,279,517,962,584.
00
Rp
835,993,174,788.00
Rp
2,115,511,137,372.0
0
Rp
(98,005,094,885.85)

Ket: n = tahun penyusunan buku putih


Sumber: Jember dalam angka

Tabel 2.5: Ringkasan anggaran sanitasi dan belanja modal sanitasi per penduduk 5 tahun
terakhir
No
(a)
A

Subsektor/SKPD
(b)

n-4

n-3
(d)

Rp
1,450,000,000.00
Rp
8,091,761,000.00
Rp
1,042,908,500.00
Rp
1,189,826,800.00

n-2
(e)

n-1
(f)

n
(g)

Rp
12,811,920,000.00
Rp
4,116,769,000.00
Rp
417,516,600.00

Rp
1,500,000,000.00
Rp
2,801,300,000.00
Rp
725,248,300.00

Rp
1,000,000,000.00
Rp
3,900,400,000.00
Rp
426,458,000.00

Rp
1,467,246,800.00

Rp
1,440,000,000.00

Rp
1,639,319,400.00

Air Limbah
1

DPU Pengairan

PU-CK

3
4

KLH
Kimtaru
Persampahan

POKJA SANITASI KABUPATEN JEMBER

II - 6

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN JEMBER


PPSP 2012

C
D
E
F
G
H
I
J

Drainase
Aspek PHBS
(pelatihan,sosialisasi,komunikasi,pe
ndampingan)
Total belanja modal sanitasi (A s/d
D)
Total belanja modal sanitasi dari
APBD murni (bukan pendamping)
Total belanja APBD
Proporsi belanja modal sanitasi
terhadap belanja total (9:10x100%)
Jumlah penduduk
jumlah modal sanitasi per
penduduk (E:I)

Rp
7,168,971,500.00
Rp
18,943,467,800.00

Rp
3,274,351,365.00
Rp
22,087,803,765.00

2,169,732

2,179,829
Rp
10,132.81

Rp
8,730.79

2,197,829

Rp
1,832,737,500.00
Rp
8,299,285,800.00

Rp
4,867,262,500.00
Rp
11,833,439,900.00

2,330,549
Rp
3,561.09

Rp
5,077.53

2,330,549

Ket: belanja modal (investasi baru dan pemeliharaan)


Sumber.Jember dalam angka

Tabel 2.6: Data mengenai ruang fiskal Kabupaten/Kota 5 tahun terakhir


Indeks Kemampuan Fiskal/ Ruang Fiskal
Tahun
Daerah (IRFD)
n-4
n-3
n-2
n-1

0.189

0.169

Sumber
Tabel 2.7: Data perekonomian umum daerah 5 tahun terakhir
No

Deskripsi

n-4

n-3

n-2

n-1

(a)

(b)

( c)

(d)

(e)

(f)

(g)

PDRB harga konstan


( Struktur perekonomian)
(Rp)
Pendapatan perkapita
kabupaten/kota (Rp)
Upah minimum regional
kabupaten/kota (Rp)

Rp
9,783,828,130,000.00
Rp
8,277,230.00
Rp
645,000.00

Rp
10,326,735,610,000.00
Rp
9,198,010.00
Rp
770,000.00

Rp
24,518,550,060,000.00
Rp
9,681,440.00
Rp
875,000.00

Inflasi (%)

11,10%

5,72%

7,87%

0.00%

0.00%

Pertumbuhan ekonomi (%)

6,04%

5,5%

6,04%

0.00%

0.00%

1
2

3.

Rp
920,000.00

Rp
920,000.00

Sumber PDRB kabupaten Jember

2.4 TATA RUANG WILAYAH


Di dalam struktur tata ruang Kabupaten Jember direncanakan pembentukan struktur wilayah
fungsional yang didasarkan pada kecenderungan dan pengarahan kegiatan serta potensi dan

POKJA SANITASI KABUPATEN JEMBER

II - 7

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN JEMBER


PPSP 2012

karakteristik fisik pada bagian wilayah Kabupaten Jember. Sasaran yang dituju dalam
pembentukan struktur wilayah fungsional tersebut antara lain adalah :
Adanya kesamaan fungsi (homogenitas) dan dominasi kegiatan tertentu, dimana
pengelompokan kegiatan-kegiatan tersebut dalam satu satuan wilayah akan lebih
menguntungkan baik dalam segi pengadaan sarana dan prasarana pelayanan, interaksi
antar kegiatan sejenis maupun pengawasan segala kegiatan yang terjadi.
Batasan Kemampuan Jangkauan Pelayanan (radius pelayanan) fasilitas sosial ekonomi
skala BWK.
Adanya batas fisik yang jelas seperti jalan, sungai dan lain-lain.
Kekompakan wilayah terhadap daerah-daerah yang akan dikembangkan,
Kemudahan hubungan antar bagian wilayah, tercapainya keserasian, dan integrasi antara
kota lama dengan kawasan pengembangan,
Memantapkan peran BWK dengan meningkatkan sarana-prasarana yang sesuai dengan
karakteristik wilayahnya.
Kemudahan dalam pengawasan dan pengelolaan masing-masing wilayah fungsional,
Pada setiap Bagian Wilayah Kota (BWK) tersebut dialokasikan pusat-pusat kegiatan dengan
pengarahan pada skala pelayanannya, sedangkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan
pembangunan, wilayah Kabupatn Jember dibagi dalam beberapa wilayah pengembangan
Bagian Wilayah Kota (BWK), yaitu :
Peta 2.2: Rencana pusat layanan Kabupaten Kabupaten Jember

POKJA SANITASI KABUPATEN JEMBER

II - 8

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN JEMBER


PPSP 2012

Peta 2.3: Rencana pola ruang Kabupaten/Kota

2.5 SOSIAL DAN BUDAYA


Berdasarkan data Kantor Departeman Agama Kabupaten Jember, Kabupaten Jember Dalam

POKJA SANITASI KABUPATEN JEMBER

II - 9

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN JEMBER


PPSP 2012

Angka 2010 tercatat bahwa jumlah bangunan masjid 2.355 buah,, bangunan mushola 10.285
buah, bangunan gereja Kristen Protestan 72 buah, bangunan gereja Kristen Katholik 14 buah,
bagunan pura 12 buah dan bangunan vihara 2 buah.
Banyaknya sekolah dan kelas negeri dan swasta tahun pelajaran 2010/2011 di
Kabupaten Jember dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.8: Fasilitas pendidikan yang tersedia di Kabupaten/Kota
Jumlah Sarana Pendidikan
Nama Kecamatan
SD

Umum
SLTP
SMA

SMK

Agama
MTs

MI

MA

Data seperti tabel diatas tidak tersedia datanya, namun tabel berikut hampir memiliki kontens yang
serupa

No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.

Kecamatan
Kencong
Gumukmas
Puger
Wuluhan
Ambulu
Tempurejo
Silo
Mayang
Mumbulsari
Jenggawah
Ajung
Rambipuji
Balung
Umbulsari
Semboro
Jombang
Sumberbaru
Tanggul
Bangsalsari
Panti
Sukorambi
Arjasa
Pakusari
Kalisat

TK
N
1
1
1
1
1

S
30
29
45
48
46
26
33
12
12
30
23
26
38
32
16
24
22
27
28
25
14
7
13
15

SD/MI
N
S
25
21
35
23
43
24
37
33
40
24
45
6
42
22
23
13
21
14
27
16
18
13
31
10
26
24
31
18
19
6
22
13
45
35
35
22
46
23
20
20
20
7
21
3
18
2
40
5

SMP/MTS SMA/MAN
N
S
N
S
3
7
1
1
2
14
4
2
16
6
2
17
4
2
14
1
5
3
10
1
5
10
4
2
15
2
2
8
1
1
2
16
1
2
2
13
1
3
12
1
3
3
13
1
4
3
7
1
2
1
7
2
2
8
1
2
3
12
3
8
13
2
5
4
17
9
2
10
11
1
8
1
4
1
1
3
1
4
10
1
4

POKJA SANITASI KABUPATEN JEMBER

SMK
N
1
1
1
1
-

PT
S

N
3
4
4
3
6
4
1
1
4
2
2
3
2
1
2
4
4
2
2
1
4

S
-

II - 10

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN JEMBER


PPSP 2012

No.

SD/MI
SMP/MTS SMA/MAN
SMK
PT
S
N
S
N
S
N
S
N
S
N
S
25. Ledokombo
16
33
6
3
7
2
1
26. Sumberjambe
11
30
9
5
6
2
27. Sukowono
22
26
7
5
10
1
1
3
28. Jelbuk
4
18
6
3
6
2
1
29. Kaliwates
1
47
25
16
6
18
3
11
3
1
1
30. Sumbersari
43
31
13
4
11
2
5
1
8
2
6
31. Patrang
34
28
10
6
13
2
4
3
9
1
2010
6 798 921 464
98 332
18 106
8
84
4
7
Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Kabupaten Jember Dalam Angka Tahun 2010
Kecamatan

Keterangan :

TK

N : Negeri
S : Swasta

Tabel 2.9: Jumlah penduduk miskin per kecamatan


Kecamatan

No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.

Kencong
Gumukmas
Puger
Wuluhan
Ambulu
Tempurejo
Silo
Mayang
Mumbulsari
Jenggawah
Ajung
Rambipuji
Balung
Umbulsari
Semboro
Jombang
Sumberbaru
Tanggul
Bangsalsari
Panti
Sukorambi
Arjasa
Pakusari
Kalisat
Ledokombo
Sumberjambe
Sukowono
Jelbuk
Kaliwates
Sumbersari
Patrang

POKJA SANITASI KABUPATEN JEMBER

Jumlah Keluarga Miskin


3.155
3.507
5.004
4.448
6.035
9.199
13.340
8.407
10.864
7.220
5.905
5.650
5.668
4.349
2.933
4.349
13.982
9.344
15.187
7.495
4.826
7.293
7.925
16.746
15.758
12.726
11.694
6.377
4.908
6.035
7.425

II - 11

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN JEMBER


PPSP 2012

Kecamatan

No.

Jumlah Keluarga Miskin


248.356

Tabel 2.10: Jumlah rumah per kecamatan


Nama Kecamatan
Kencong
Gumukmas
Puger
Wuluhan
Ambulu
Tempurejo
Silo
Mayang
Mumbulsari
Jenggawah
Ajung
Rambipuji
Balung
Umbulsari
Semboro
Jombang
Sumberbaru
Tanggul
Bangsalsari
Panti
Sukorambi
Arjasa
Pakusari
Kalisat
Ledokombo
Sumberjambe
Sukowono
Jelbuk
Kaliwates
Sumbersari
Patrang

Jumlah Rumah
19,155
23,283
33,627
33,721
30,871
20,779
30,517
14,238
18,330
23,796
21,876
23,139
22,583
20,386
12,900
14,696
29,138
24,289
33,504
17,625
11,145
11,191
12,235
21,991
18,324
17,713
17,309
9,402
32,859
37,053
27,785

sumber : Jember dalam angka 2011

POKJA SANITASI KABUPATEN JEMBER

II - 12

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN JEMBER


PPSP 2012

2.6

KELEMBAGAAN PEMERINTAH DAERAH


Setelah adanya perubahan SOTK di Pemerintah Kabupaten Jember berdasarkan Peraturan
Daerah Kabupaten Jember Nomor .... Tahun 2010 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas
Kabupaten Jember dan juga Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 12 Tahun 2008
tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,
Lembaga Teknis Daerah an Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Jember. Nama
Satuan Kerja Perangkat Dearah pemerintah Kabupaten Jember yang masuk dalam Kelompok
Kerja (Pokja) Sanitasi adalah sebagai berikut : Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Dinas
Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Jember, Kantor Lingkungan Hidup
Kabupaten Jember, Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten ( BAPPEKAB ) Jember,
Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Jember, Bagian Hubungan Masyarakat Setda
Kabupaten Jember.

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Jember

POKJA SANITASI KABUPATEN JEMBER

II - 13