Anda di halaman 1dari 20

Seorang laki-laki usia 55 tahun, mengeluh nyeri pinggang kanan dan mual.

Pada pemeriksaan
palpasi didapatkan ballottement +. Dokter mendiagnosis nephritis.
1. Sintopi ginjal kanan sebelah belakang terdapat apa?
A. Flexura coli dextra
B. Colon ascendens
C. Duodenum pars descendens
D. Hepar lobus dextra
E. M. quadratus lumborum dextra
2. Rasa nyeri pada daerah tersebut diinervasi oleh apa?
A. N. subcostalis XII dextra
B. N. genitofemoralis dextra
C. N. cutaneous femoris lateralis dextra
D. N. femoralis dextra
E. N. ilioinguinalis dextra
3. Apakah bagian pyramid renalis yang bermuara pada calices renalis minores?
A. Cortex renalis
B. Basis renalis
C. N. columna renalis
D. Sinus renalis
E. Papilla renalis
Seorang laki-laki usia 60 tahun. Datang dengan keluhan bengkak seluruh tubuh. Pada
pemeriksaan palpasi didapatkan pembesaran ginjal. Dokter mendiagnosis hydronephrosis.
4. Pembesaran ginjal tersebut dikarenakan terjadinya regurgitasi urin akibat penutupan
osteum ureteris oleh apa?
A. Pelvis renalis
B. Kontraksi M. destrusor vesicae
C. Kontraksi M. sphincter vesicae
D. Plica interureterica
E. Pembesaran prostat
5. Vaskularisasi vesical urinaria berasal dari Aa. Vesicalis superior dan Aa. Vesicalis inferior
yang keduanya dipercabangkan dari apa?
A. A. iliaca externa
B. A. iliaca interna
C. A. iliaca communis
D. Aorta abdomen
E. A. Femoralis
6. Seorang laki-laki usia 65 tahun datang dengan keluhan susah buang air kecil (BAK).
Pada pemeriksaan colok dubur didapatkan pembesaran prostat pada lobus lateral kiri dan
kanan. Dokter mendiagnosa benign prostat hyperplasia (BPH). Selain lobus lateral kiri
dan kanan prostat, apakah yang sering mengakibatkan terjadinya BPH?
A. lobus anterior
B. lobus posterior
C. lobus media
D. isthmus

E. basis prostat
7. Pada pemasangan catheter sering kali tidak keluar urin walau catheter sudah masuk
semua. Hal ini karena catheter melipat pada apa?
A. Bulbus penis
B. Corpus spongiosum
C. Fossa naviculare
D. Fossa intrabulbaris
E. Vesical urinaris
8. Dibelakang vesical urinaris terdapat ductus ejaculatorius yang merupakan gabungan dari
ductus excretorius dari vesicular seminalis dengan ductus deferens yang akan bermuara
ke dalam apa?
A. Urethra pars membranaceae
B. Urethra pars spongiosa
C. Urethra pars prostatica
D. Fossa naviculare
E. Bulbus penis
9. Didalam glomerulus darah mengalir melalui arteriol aferen, kemudian menembus
glomerulus melewati kompleks sawar dan masuk ke dalam ruang bowman berupa apa?
A. Darah
B. Plasma darah
C. Cairan ultrafiltrat
D. Urin
E. Albumin
10. Kompleks sawar yang disebut dalam soal nomor 9 diatas terdiri dari apa?
A. Endotel dan lamina basal
B. Endotel dan podosit
C. Podosit dan lamina basal
D. Endotel, lamina basal dan pedikel
E. Endotel, lamina basal dan lamina rara eksterna
11. Apa tipe sel yang menyusun tunika mukosa kantung kemih?
A. Epitel silindris bertingkat
B. Epitel selapis silindris
C. Epitel selapis kubis
D. Epitel berlapis kubis
E. Epitel transisional
12. Pembuluh darah apa yang terletak pada batas antara korteks dan medulla ginjal?
A. Arteri dan vena arkuata
B. Arteri dan vena interlobaris
C. Arteri dan vena interlobularis
D. Vena stelata
E. Vasa recta
13. Darah dalam arteri yang ada diantara korteks dan medulla ginjal di soal 12 akan bergerak
menuju ke mana?
A. Arteriol Aferen
B. Arteriol eferen
C. Kapiler glomerular

D. Arteri interlobaris
E. Arteri interlobularis
14. Sepulang dari kerja bakti kampong, seorang warga laki-laki usia 35 tahun mengeluh nyeri
di pinggang bawah. Pada saat kencing, urin berwarna merah. Karena tidak akan tahan
sakitnya, pasien dibawa ke UGD RSUD. Hasil pemeriksaan foto Rontgen abdomen tanpa
zat kontras tampak adanya gambaran batu di ginjal kiri dan vesical urinaria. Secara
kimiawi, unsur kimia apa yang lazim dalam batu ginjal yang diderita pasien?
A. Magnesium
B. Cuprum
C. Kalium
D. Kalsium
E. Ferrum
15. Selama filtrasi glomerular, apa yang terjadi ?
A. Darah disaring untuk menghasilkan komponen sel-sel darah
B. Kadar glukosa darah menurun
C. Fibrin plasma darah diubah menjadi fibrinogen
D. NaCl tidak dijumpai di tubulus proksimal
E. Akan terbentuk cairan ultrafiltrat
16. Ada atau tidak ada batu di ginjal, Ansa Henle nephron berperan dalam apa?
A. Sekresi glukosa
B. Reabsorpsi ureum
C. Ekskresi NaCl
D. Pemekatan urin
E. Pembuangan asam urat
17. Seandainya penyusun batu pada pasien adalah batu asam urat dalam proses pembentukan
urin, dimana asam urat disekresi?
A. Tubulus Konvolutus proksimal
B. Ansa Henle bagian turun
C. Ansa Henle bagian naik
D. Tubulus Konvolutus distal
E. Tubulus Kolektivus
18. Kreatinin urine merupakan hasil katabolisme keratin fosfat yang berlangsung di jaringan
mana?
A. Otak
B. Paru-paru
C. Hati
D. Otot
E. Ginjal
19. Mana senyawa berikut yang bukan merupakan hasil katabolisme senyawa nitrogen dalam
tubuh?
A. Asam amino
B. Asam urat
C. Bilirubin
D. Kreatinin
E. Ureum

KASUS UNTUK SOAL NO 20-21


Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun, dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan bengkak
dibagian kelopak mata yang muncul di pagi hari dan menghilang di sore hari. Buang air kecil
juga menjadi jarang. Keluhan didahului nyeri tenggorok, pasien sudah berobat ke dokter dan
diberi obat sehingga sembuh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan: KU: CM, Tekanan Darah
150/100 mmHg, denyut nadi 90x/mnt, frekuensi napas 20x/mnt, suhu 37oC, edema palpebral +/+,
jantung dan paru dalam batas normal. Pemeriksaan laboratorium: urin jernih, eritrosit 10-15/lpb,
protein ++, epitel (-), leukosit 1-3/lpb. Ureum 0,5 mg/dL, kreatinin 50 mg/dL.
20. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
A. SN
B. ISK
C. GNA
D. Gagal ginjal akut
E. Gagal ginjal kronik
21. Bagaimanakah tata laksana untuk pasien ini?
A. Rawat jalan, berikan eritroisin oral
B. Rawat jalan, berikan penisilin G intra muscular
C. Rawat jalan, tidak perlu antibiotic, periksa ulang urin 1 bulan yang akan datang
D. Rawat inap, berikan furosemide per oral
E. Rawat inap, brikan prednisone per oral dan furosemide intravena
KASUS UNTUK SOAL NO. 22-24
Seorang anak perempuan berusia 5 tahun, dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan panas badan
disertai dengan lebih sering mengompol, padahal sebelumnya pasien sudah tidak mengompol.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan: BB 20 kg, KU CM, tekanan darah 110/70 mmHg, denyut
nadi 100x/mnt, frekuensi napas 24x/mnt, suhu 38,5 oC, nyeri ketok CVA -/-, ballottement ginjal
dalam batas normal. Jantung dan paru dalam batas normal. Pemeriksaan laboratorium: urin
protein +, leukosit 10-15/lpb, eritrosit 3-5/lpb. Ureum 20 mg/dL, kreatinin 1 mg/dL.
22. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
A. SN
B. ISK
C. GNA
D. Gagal Ginjal Akut
E. Insufiesiensi ginjal
23. Apakah tata laksana untuk pasien ini?
A. Rawat inap, berikan cefotaksim 2x500 mg per oral
B. Rawat inap, berikan cefotaksim 2x500 mg intavena
C. Rawat jalan, berikan prednisone 60 mg/m2/hari per oral
D. Rawat jalan, berikan cefixime 160 mg/hari (2 x 1 cth)
E. Rawat jalan, berikan cefaleksin 160 mg/hari (2 x 1 cth)
24. Apakah komplikasi yang mungkin terjadi pada pasien tersebut?
A. Urolitiasis
B. Moonface

C. Nefrolitiasis
D. Refluks vesiko ureter
E. Hipertensi ensefalopati
KASUS UNTUK SOAL NO 25-28
Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun, dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan BAK menjadi
keruh. Keluhan disertai dengan bengkak di kelopak mata dan kedua tangan dan kaki. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan KU: CM, tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 90x/mnt,
frekuensi napas 20x/mnt, suhu 37,5oC. edema palpebral +/+, edema dorsum pedis +/+, pekak
samping/pekak pindah -/-. Pemeriksaan laboratorium: urem 1,5 mg/dL, kreatinin 20 mg/dL,
urine keruh, protein +++, eritrosit 3-5/lpb, leukosit 1-5/lpb.
25. Apakah pemeriksaan penunjang awal untuk pasien ini?
A. INO dan IPV
B. Laju filtrasi glomerulus
C. USG ginjal dan saluran kemih
D. CT Scan ginjal dan saluran kemih
E. Mantoux test dan rontgen thoraks
26. Apakah tata laksana untuk pasien ini?
A. INH profilaksis 5 mg/kgbb/hari
B. Furosemide 1 mg/kgbb/dosis, intravena
C. Prednisone 60 mg/m2/hari, dibagi 3 dosis
D. Eritromisin 10 mg/kgbb/hari, dibagi 3 dosis
E. Metilprednisolon 60 mg/m2/hari, dibagi 2 dosis
27. Setelah perawatan, kapankah pasien dapat dipulangkan?
A. Setelah edema di tungkai menghilang
B. Setelah 4 minggu pemberian prednisone awal
C. Setelah diuresis pasien mencapai 0,5 mg/kgbb/jam
D. Setelah proteinuria negative selama 3 hari berturut-turut
E. Setelah INH profilaksis selesai diberikan dalam waktu 2 minggu
28. Apabila setelah perawatan proteinuria menetap. Bagaimana tata laksana untuk pasien ini?
A. Berikan cyclosporine per oral
B. Berikan cyclophosphamide intra vena
C. Berikan metilprednisolon dan furosemide
D. Berikan prednisone intravena dan levamisole per oral
E. Berikan kortikosteroid ganda yaitu prednisone dan metilprednisolon
KASUS UNTUK SOAL NO 29-33
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, dibawa ibunya ke UGD RS dengan keluhan tidak bisa
BAK dan pasien tampak mengantuk. Keluhan disertai dengan bengkak yang semakin hari
semakin bertambah hingga bengkak di kemaluan. Pasien pernah mengalami keluhan serupa 1
tahun yang lalu. Pasien pernah berobat, tetapi hanya selama 1 bulan, kemudian berhenti karena
alasan biaya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan KU: somnolen, tekanan darah 140/100 mmHg,
denyut nadi 90x/mnt, frekuensi napas 30x/mnt, edema anasarka (+), jantung dan paru dalam
batas normal. Pada pemeriksaan laboratorium: BJ urin meningkat, Hb 9 mg/dL, leukosit

6.000/mm2, trombosit 250.000/mm2, hematocrit 36%, ureum 180 mg/dL, kreatinin 7,5 mEq/L,
natrium 130 mEq/L, kalium 7,5 mEq/L, laju filtrasi glomerulus 90 ml/m/1,73m2.
29. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
A. Gagal ginjal akut
B. Gagal ginjal kronik
C. Gagal ginjal terminal
D. Insufisiensi ginjal akut
E. Acute on chronic renal failure
30. Manakah yang merupakan tata laksana untuk pasien tersebut?
A. Pemberian transfuse darah
B. Pemberian growth hormone
C. Pemberian kayeksalat per oral
D. Pemberian human erythropoietin
E. Pemberian Nebulisasi salbutamol 2,5 mg
31. Setelah dilakukan terapi konservatif, pasien mengalami kegagalan perbaikan keadaan
umum. Dokter kemudian memutuskan untuk melakukan peritoneal dialysis. Manakah
yang merupakan parameter yang menyebabkan dokter memutuskan tindakan tersebut?
A. Gagal jantung
B. Ureum 150 mg/dL
C. Kreatinin 1 mg/dL
D. Kadar Hb 9 mg/dL
E. Serum bikarbonat 12 mmol/L
32. Setelah pulang dan mengalami perbaikan, pasien kemudian control rutin ke dokter. Pada
pemeriksaan laju filtrasi glomerulus didapatkan nilai 50 ml/m/1,73m2. Apakah diagnosis
pasien saat ini?
A. Insufisiensi renal
B. Gagal ginjal akut
C. Gagal ginjal kronik
D. Gagal ginjal terminal
E. Acute on chronic renal failure
33. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan nilai Hb 5,6 gr/dL. Apakah tata laksana untuk
pasien tersebut?
A. Preparat Fe 2 mg/kgBB/hari
B. Transfusi FFP 10 cc/kgBB/hari
C. Transfusi PRC 10 cc/kgBB/hari
D. Pemberian human erythropoietin 3 hari
E. Transfusi darah whole blood 10 cc/kgBB/hari
KASUS UNTUK SOAL NO 34 dan 35
Seorang laki, 60 tahun, datang ke dokter dengan keluhan sakit di daerah suprapubic, demam,
menggigil, dan bila kencing tidak lampias. Dokter mengatakan bahwa kemungkinan pasien
menderita infeksi saluran kemih, sistitis.
34. Sampel untuk isolasi bakteri penyebab infeksi saluran kemih pada pasien tersebut adalah
urin porsi tengah. Kapankah pasien dinyatakan infeksi oleh bakteri?

A. Jumlah bakteri < 10.000 per cc urin


B. Jumlah bakteri > 100.000 per cc urin
C. Berapapun jumlah bakteri per cc urin
D. Jumlah bakteri 10.000-50.000 per cc urin
E. Jumlah bakteri 50.000-90.000 per cc urin
35. Kultur urinnya memberikan hasil bakteri batang Gram negatif dengan koloni berwarna
merah dan terlihat kilat logam. Bakteri apakah yang paling mungkin menyebabkan
penyebab infeksi saluran kemih pada pasien tersebut?
A. Proteus vulgaris
B. Escherechia coli
C. Chlamydia trachomatis
D. Pseudomonas aeruginosa
E. Staphylococcus saprophyticus
36. Seorang laki-laki usia 70 tahun datang ke dokter dengan keluhan demam, sakit pinggang,
sering anyang-anyangan (kencing tidak lampias) dan dysuria. Pada pemeriksaan
diketahui adanya pembesaran prostat dan sakit di daerah kostovertebra. Adanya gejala
demam pada pasien tersebut diduga karena adanya sitokin yang menyebabkan inflamasi
(proinflamatory cytokine, a.l. IL-1, TNF) yang disebabkan oleh factor virulensi yang
dipunyai mikroba penyebab. Factor virulensi apakah yang berperan?
A. Urease
D. Eksotoksin
B. Kapsul
E. Endotoksin
C. Hemolisin
37. Seorang wanita, 21 tahun, datang ke klinik dokter praktik umum dengan dysuria, sering
kencing dan kadang disertai meriang. Tidak ada riwayat sakit yang berat. Pada
pemeriksaan urin banyak ditemukan sel leukosit, dan dari kultur diisolasi bakteri Batang
bersifat Gram negatif dan merupakan flora normal traktus digestivus. Apakah factor
virulensi yang kemungkinan dipunyai bakteri penyebab infeksi tersebut?
A. Pili
B. Kapsul
C. Spora
D. Eksotoksin
E. Flagel
KASUS 1 UNTUK SOAL NO. 38-41
Seorang perempuan, 24 tahun, di rawat dengan keluhan badan bengkak sejak 1 bulan yang lalu.
Penyakit seperti ini sudah dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. PF: kesadaran komposmentis, TD
120/80 mmHg, nadi 90x/menit, pernapasan 18x/menit. Ada edema di tungkai kanan dan kiri.
Laboratorium: Hb 16,6 g/dL, Ht 46,9%, leukosit 5100/L, trombosit 203.000/L, protein total
3,82 g/dL, albumin 1,7 g/dL. Urine lengkap: kuning, keruh, pH 6,0, BJ 1.030, protein (+3),
glukosa (-), blood (+), leukosit (3-5), eritrosit (2-4), epitel (+), granula (0-2), kristalamorf (+).
38. Apabila berdasarkan data diatas, secara garis besar pasien mempunyai permasalahan apa?
A. Lupus nefritis
B. Sindroma nefritik
C. Sindroma nefrotik

D. Diabetik nefropati
E. Mesangio proliperatif
39. Pemeriksaan apa yang akan disarankan pada penderita ini untuk memastikan diagnosis?
A. USG ginjal
B. Biopsi ginjal
C. CT scan ginjal
D. CT urography
E. Pencitraan ginjal
40. Terapi awal apa yang bisa diberikan untuk mengurangi terjadinya proteinuria?
A. Losartan 1 x 80 mg
B. Amlodipine 2 x 5 mg
C. Clonidine 3 x 150 mg
D. Furosemide 2 x 40 mg
E. Spironolakton 3 x 100 mg
41. Golongan obat diatas (soal no. 40) dipilih karena alasan apa?
A. Mencegah masuknya ion K ke dalam otot polos
B. Mengurangi retensi air dan garam di tubulus proksimal
C. Memperbaiki disfungsi endotel pada kapsula bowman
D. Meningkatkan reabsorpsi asama amino di tubulus distal
E. Memperbaiki podosit dan membrane basal glomerulus
42. Hasil pemeriksaan protein kuantitatif pasien SN adalah 23.750 mg/hari. Untuk mengatasi
kebocoran ini maka pasien akan diberi obat imunosupresan. Apabila BB pasien 54 kg,
maka berapa dosis metilprednisolon yang akan diberikan yang setara dengan dosis
prednisone 54 mg?
A. 40 mg
B. 41 mg
C. 42 mg
D. 43 mg
E. 44 mg
KASUS 2 UNTUK SOAL NO. 43-45
Seorang laki-laki, 45 tahun, dirawat dengan keluhan badan lemas disertai mencret, frekuensi
napas 15 kali/hari, air > ampas, jumlah 0,5-1 gelas, lendir (+), darah (-), mual (+), muntah (+)
setiap makan atau minum obat. Urine pasien 400 cc/24jam. Keadaan umum tampak sakit sedang,
TD 90/50 mmHg, nadi 80x/menit, pernapasan 24 x/menit, suhu 38 oC. PF: dalam batas normal.
Laboratorium: Hb 10 g/dL, leukosit 15.000/mm 3, trombosit 320.000/mm3, HT 38 vol%. ureum
89 mg/dl, kreatinin 2,6 mg/dl. Dua hari kemudian kreatinin 4 mg/dl.
43. Kelainan ini timbul karena apa?
A. Kerusakan interstitial tubulus
B. Anti diuretic hormone yang tinggi
C. Gangguan termoregulator di hipotalamus
D. Berkurangnya perfusi aliran darah ke ginjal
E. Adanya obstruksi nefropati yang menekan ureter
44. Berdasarkan data diatas apakah kemungkinan diagnosis pada pasien ini?
A. AKI prerenal

B. AKI renal
C. AKI post renal
D. Acute tubular necrosis
E. Chronic kidney disease
45. Berdasarkan kriteria RIFLE, maka diagnosis (soal no.44) masuk pada tahapan apa?
A. Risk
B. Injury
C. Failure
D. Loss
E. End stage renal disease
KASUS 3 UNTUK SOAL NO. 46-47
Seorang perempuan, 24 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan urine berwarna kemerahan.
Pasien sudah sering mengalami hal ini terutama bila disertai batuk dan pilek, tapi umumnya
setelah beberapa hari urine akan jernih kembali. Pasien sering juga mengalami radang
tenggorokan. PF: dalam batas normal. Urine lengkap: protein (+), darah samar (+++), leukosit 23/lpb, eritrosit banyak, silinder eritrosit (+), sel acantosis (+).
46. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien ini?
A. Bergers disease
B. Minimal change GN
C. Membranous nephropathy
D. Membrano proliferative GN
E. Focal segmentalis glomerulosclerosis
47. Untuk mengatasi dan mencegah berulangnya penyakit diatas, pasien sebaiknya diberi
saran apa?
A. Tonsilektomi
B. Kurangi konsumsi garam
C. Meningkatkan daya tahan tubuh
D. Diet rendah protein 0,6-1 gram/kgBB/hari
E. Pemberian steroid 1 mg/kgBB/hari selama 6 bulan
KASUS 4 UNTUK SOAL NO. 48-50
Seorang laki-laki, 58 tahun, dibawa ke UGD RS karena mengalami sesak napas. Pasien
mempunyai riwayat diabetes mellitus sudah 10 tahun. PF: kesadaran somnolen, TD 190/100
mmHg, nadi 90x/menit, pernapasan 26x/menit, cepat dalam, suhu 38oC. konjungtiva palpebral
anemis, ada ronki basah halus di basal paru dan edema tungkai (+)/(+). Lab: Hb 5 g/dl, leukosit
12.000/mm3, trombosit 80.000/mm3, GDS 300 mg/dl, ureum 350 mg/dl, kreatinin 12 mg/dl, Na
132 mg/dl, K 6,7 mg/dl, Cl 94 mg/dl. Urine lengkap: protein (+++).
48. Berdasarkan data diatas, apakah permasalahan pada pasien ini?
A. Acute kidney injury renal
B. Diabetic kidney disease stage V
C. Glomerulonephritis ec diabetes mellitus
D. Chronic kidney disease stage V ec diabetic kidney disease
E. Chronic kidney disease stage V ec obstructive nephropathy

49. Apabila dilakukan USG, gambarannya seperti apa?


A. Pyramid promines
B. Ada bayangan aquistic shadow
C. Ukuran ginjal normal tetapi echodensitas meningkat
D. Ukuran ginjal normal dengan batas korteks medulla bisa dibedakan
E. Ukuran ginjal mengecil dengan batas korteks yang sukar untuk dibedakan
50. Untuk mengatasi hyperkalemia sekaligus mengatasi permasalahan diatas, sebaiknya
dilakukan apa?
A. Hemodialysis
B. Peritoneal dialysis
C. Calsium glukonas 1 ampul
D. Drip insulin dalam larutan dextrose 10%
E. Bikarbonat 25 mEq/L sampai keadaan teratasi
KASUS UNTUK SOAL NO. 51-52
Seorang perempuan, 56 tahun, datang ke Poliklinik dengan keluhan nyeri seperti terbakar saat
BAK disertai jumlah urine yang sedikit. Penderita baru datang dari luar kota dan selama
perjalanan suka menahan BAK. Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, status lokalis
teraba nyeri tekan di daerah simfisis atas.
51. Keluhan yang dirasakan penderita disebut sebagai apa?
A. Dysuria
B. Enuresis
C. Urgensia
D. Polakisuria
E. Inkontinensia
52. Kelainan diatas timbul karena adanya apa?
A. Obstruksi ureter
B. Infeksi dan inflamasi uretra
C. Infeksi pada tubulus proksimal
D. Inflamasi mukosa vesika urinaria
E. Kompleks antigen-antibodi di glomerulus
53. Seorang wanita berusia 58 tahun dengan riwayat infeksi saluran kemih berulang dan telah
diterapi tiga sampai empat kali Selma 18 bulan oleh dokter keluarganya. Saat ini pasien
asimtomatik. Tidak punya riwayat nefrolitiasis. Ultrasound ginjal kiri menunjukkan
hidronefrosis sedang dan gambaran hiperekoik dalam pelvis ginjaln dengan posterior
acoustic shadow. KUB dan tomografi menunjukkan batu semiopak dalam pelvis ginjal
dan kaliks inferior. Hasil kultur urin mengandung spesies Proteus sp. dan Klebseilla sp.
Apa komposisi batu yang paling mungkin pada pasien ini?
A. Kalsium oksalat
B. Asam urat
C. Magnesium ammonium fosfat
D. Sistin
E. Hidroksiapatit
54. Faktor apa yang paling berpengaruh untuk pembentukan batu pada pasien di atas?
A. Usia

B. Infeksi saluran kemih berulang


C. Tidak punya riwayat nephrolithiasis
D. Hasil kultur urin
E. Lama terapi
55. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan utama buang air
kecil tidak lancer. Dari pemeriksaan colok dubur didapatkan adanya indurasi dan nosul
pada kedua lobus prostat. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
A. BPH
B. Prostatitis
C. Kanker prostat
D. Striktur uretra
E. Hipospadia
56. Pemeriksaan penunjang apakah yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis
pasien diatas?
A. Biposi prostat
B. Prostatic Specific Antigen (PSA)
C. Trans Rectal Ultrasound (TRUS)
D. Darah lengkap
E. Foto Kidney Ureter Bladder (KUB)
57. Seorang anak laki-laki usia 7 tahun dibawa oleh orang tuanya ke poliklinik untuk
dilakukan sirkumsisi, dari pemeriksaan fisik status lokalis genitalia eksterna didapatkan
lokasi meatus uretra pada ventral corpus penis. Apakah diagnosis pasien ini?
A. Epispadia
B. Hipospadia
C. Fimosis
D. Parafimosis
E. Undersensus testis
58. Apakah rencana tindakan anda untuk pasien diatas?
A. Sirkumsisi
B. Pasang foley kateter
C. Rujuk untuk dilakukan orkidopeksi
D. Rujuk untuk dilakukan uretroplasti
E. Terapi dengan antibiotic dan analgetik
59. Seorang laki-laki datang ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien
tersebut mengeluh tidak dapat buang air kecil sejak kejadian. Dari pemeriksaan survey
primer tidak ditemukan adanya kelainan. Apabila pasien diduga mengalami rupture uretra
posterior. Apakah tanda-tanda lain yang dapat mendukung diagnosis?
A. Gross hematuria dan butterfly hematoma
B. High riding prostate dab sleeve hematoma
C. Bengkak pada penis dan meatal bleeding
D. Meatal bleeding dan buli-buli teraba penuh
E. Inkontinensia urin dan disfungsi ereksi
60. Pernyataan manakah tentang trauma di atas yang benar ?
A. Perlu dilakukan pemeriksaan uretrosistografi
B. Dapat dibagi menjadi trauma intraperitoneal dan ekstraperitoneal
C. Pemasangan kateter dapat dilakukan sebagai tatalaksana awal

D. Fraktur penis merupakan salah satu mekanisme penyebab trauma di atas


E. Straddle injury umumnya merupakan penyebab trauma di atas
61. Pengawet urin apa yang mempengaruhi tes glukosa dan protein?
A. Thymol
B. Formalin
C. Toluen
D. Kloroform
E. Asam borat
62. Perubahan apa yang terjadi pada urin bila dibiarkan pada suhu kamar tanpa pengawet?
A. Penurunan pH
B. Penurunan proses glikosis
C. Penurunan kadar bilirubin
D. Peningkatan kadar urobilinogen
E. Peningkatan kadar nitrit
63. Hipostenuria didapatkan pada keadaan apa?
A. Diabetes insipidus
B. Gagal jantung kongestif
C. Syok
D. Hepatoma
E. Glukosuria
64. Oligouria didapatkan pada keadaaan apa?
A. Gagal ginjal kronik
B. Diabetes insipidus
C. Stress berat
D. Akromegali
E. Syok septik
65. Hasil pemeriksaan sedimen urin pada pasien yang dirawat di RS YARSI dijumpai
Silinder leukosit, adanya silinder tersebut sesuai dengan kelainan berupa apa?
A. Pyelonephritis
B. Cystitis
C. Glomerulonephritis
D. Viral infection
E. Prostatitis
66. Hasil pemeriksaan protein urin dengan asam sulfosalisil seorang pasien dijumpai positif,
dokter meminta pemeriksaan protein Bence Jones. Apakah sifat dari protein tersebut?
A. Protein abnormal yang berhubungan dengan infeksi saluran kemih
B. Protein abnormal yang berhubungan dengan hemolysis
C. Protein abnormal yang larut pada titik didih dan keruh pada suhu 60 celcius
D. Protein yang keruh pada titik didih dan larut pada suhu 60 celcius
E. Protein serum yang normal
67. Apa kemungkinan diagnosa pasa pasien tersebut?
A. Anemia hemolitik
B. Anemia defisiensi besi
C. Leukemia mielositik akut
D. Leukimia limfositik akut
E. Multiple myeloma

68. Pada wanita dengan keluhan dysuria, sbufebris, pada pemeriksaan urin: warna kuning
keruh, BJ 1025, pH: 6,5, glukosa -, darah -, keton -, bilirubin -, urobilinogen normal,
nitrit negative, leukosit esterase +, pada sedimen urin dijumpai leukosit 30-45/lpb,
eritrosit 0-1/lpb, epitel 5-10/lpk. Apa diagnosis saudara?
A. Pyelonephritis
B. Urethritis
C. Glomerulonephritis
D. Viral infection
E. Prostatitis
KASUS UNTUK SOAL NO. 69-70
Seorang anak laki-laki usia 23 th masuk ke UGD RS karena kesakitan pada pinggang dan
perutnya. Dari anamnesa didapatkan ayah dan pamannya menderita batu ginjal. Hasil
pemeriksaan laboratorium didapatkan hitung sel darah dalam batas normal, hasil urinalisisnya
warna kuning, keruh, BJ 1.025, pH 6, protein negatif, glukosa negatif, keton negatif. Blood
moderate, bilirubin negatif, urobilinogen normal, nitrit negatif, leukosit esterase negatif.
Mikroskopik didapatkan eritrosit = 10-20/LPB, leukosit 5-8/LPB, epitel squamosal ++/LPK,
Kristal tripel fosfat +, Kristal kalsium ++, Kristal oksalat +++
69. Apa kemungkinan diagnosis pasien ini?
A. Batu ginjal
B. Batu ureter
C. Batu uretra
D. Batu empedu
E. Batu kandung kemih
70. Bila dilakukan pemeriksaan analisa batu apa yang didapatkan ?
A. Cysteine
B. Phospat
C. Sel darah
D. Asam urat
E. Calcium oksalat
KASUS UNTUK SOAL NO. 71 & 72
Seorang laki-laki usia 38 tahun datang ke RS karena bengkak seluruh tubuh disertai dengan
kencing sedikit. Pemeriksaan fisik ditemukan: nadi 80x/menit, tekanan darah 100/70 mmHg,
suhu 37oC, RR 12 x/menit, edema seluruh tubuh.
Pemeriksaan laboratorium : Hb 8 gr%, leukosit 8000/mm3, hitung jenis 0/2/0/53/43/2, kimia
darah: albumin 2,1 gr%, globulin 4,5 gr%, kolesterol total 400 mg/dl
Hasil urinalisis urin : warna urin putih susu, berminyak, protein pos (4+), reduksi negative,
sedimen eritrosit negatif, leukosit 2-4/LPB, silinder granula 3-5/LPK, silinder lilin 0-1/LPK
berukuran besar, epitel (2+), Kristal asam urat negatif.
71. Apa kemungkinan diagnosisnya?
A. Urolithiasis

B. Cirrhosis hepatis
C. Glomerulus acuta
D. Multiple mieolma
E. Nephrotic syndrome
72. Apa penyebab proteinuria pada pasien ini?
A. Adanya protein Bence Jones
B. Peningkatan protein globulin
C. Peningkatan protein fibrinogen
D. Peningkatan protein albumin urin
E. Peningkatan protein Gamma globulin.
73. Wanita, 30 tahun, datang ke Poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan nyeri yang hebat
di daerah pinggang belakang sejak 1 hari yang lalu. Hasil urinalisis sebagai berikut:
warna urin kuning muda, jernih, BJ 1.019, protein trace, darah ++, nitrit negatif, leukosit
esterase negatif.
Sedimen urin : eritrosit 50-70/LPB, leukosit 3-5/LPB, epitel skuamosa 0-5/LPK, silinder
hialin 0-2/LPK, Kristal oksalat ++/LPK.
Diagnosis manakah yang paling sesuai dengan penemuan di atas?/
A. Pielonefritis
B. Appendicitis
C. Myeloma multiple
D. Batu saluran kemih
E. Glomerulonephritis akut
74. Wanita, 30 tahun, datang ke Poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan sakit dan panas
saat buang air kecil, sejak 1 hari yang lalu. Hasil urinalisis sebagai berikut: warna urin
kuning, keruh, BJ 1.019, protein 1+, glukosa negatif, bilirubin negatif, darah negatif,
leukosit esterase 2+, nitrit + ; sedimen urin : eritrosit 0-2/LPB, leukosit 30-40/LPB,
silinder negatif, epitel skuamosa 2+/LPK.
Diagnosis manakah yang paling sesuai dengan penemuan di atas?
A. Urethritis
B. Pielonefritis akut
C. Sindroma nefrotik
D. Batu saluran kemih
E. Glomerulonephritis akut
75. Seorang laki-laki, usia 56 tahun, dibawa ke dokter oleh keluarganya dengan keluhan
penurunan berat badan, mual, dan rasa lelah lesu sejak 2 bulan terakhir. Pasien
mempunyai riwayat DM. setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium dan USG, dokter
menegakkan diagnosis Gagal ginjal kronik (GGK).
Dari hasil tes laboratorium berikut, manakah yang paling sesuai dengan diagnosis GGK?
A. Kadar Cystatin menurun
B. Estimated GFR menurun
C. Kadar ureum darah meningkat
D. Kadar kreatinin darah meningkat
E. Jumlah protein urin kuantitatif meningkat
76. Laki-laki, 40 tahun, dengan tinggi badan berat badan 72 kg, hasil pemeriksaan
laboratorium kadar kreatinin darah 2,0 mg/dL (NN: 0,5-1,5 mg/dL). Dokter
menganjurkan pemeriksaan klirens kreatinin (CCT) dengan pengumpulan urin 24 jam.

Hasil CCT adalah 25 mL/menit (NN : 90-137 ml/mnt). Dokter yang merawat menyatakan
hasil CCT tidak sesuai klinis.
Manakah sumber kesalahan paling utama pada tes klirens kreatinin?
A. Kesalahan dalam kalkulasi hasil
B. Bakteri berbiak dalam wadah urin
C. Pengumpulan urin yang tidak adekuat
D. Konsumsi banyak protein sebelum tes
E. Variasi kdar kreatinin darah selama 24 jam
77. Bpk A (58 thn) seorang penderita Diabetes Melitus sejak 10 tahun yang lalu. Dari
pemeriksaan fisik tidak ada kelainan, BB = 65 kg, TB = 167 cm. Dokter ingin
mengetahui fungsi ginjal Bpk A, kemudian meminta beberapa pemeriksaan di
laboratorium. Hasil laboratorium sbb: ureum 50 mg/dL (N: 19-44 mg/dL), kreatinin 1,5
mg/dL (N: 0,7-1,3 mg/dL).
Dari data-data yang ada, apakah yang dapat kita simpulkan?
A. Harus dikumpulkan urin 24 jam
B. Dapat menghitung estimated GFR
C. Harus periksa protein kuantitatif urin
D. Karena kadar ureum sudah meningkat, maka fungsi ginjal sudah pasti menurun
E. Karena kadar kreatinin sudah meningkat, maka fungsi ginjal sudah pasti menurun
78. Berdasarkan skenario diatas, bagaimana fungsi ginjal Bpk A?
a. Normal
b. Terdapat penurunan fungsi ringan
c. Terdapat penurunan fungsi sedang
d. Terdapat penurunan fungsi berat
e. Penyakit ginjal stadium akhir
79. Anak laki-laki, 4 tahun datang dengan keluhan demam dan urin berwarna merah. Pada
pemeriksaan urinalisis didapatkan urin berwarna merah, keruh, protein 2+, darah 2+;
mikroskopis : eritrosit 30-60/LPB, leukosit 2-4/LPB, silinder eritrosit 1-3/LPK, silinder
hialin 2-4/LPK. Pada pemeriksaan darah didapatkan kadar ureum 50 mg/dL (N: 20-40),
kreatinin 1,0 mg/dL (N: 0,5-1,5).
Dari data-data diatas manakah diagnosis yang paling mungkin?
A. Sistitis
B. Pielonefritis
C. Batu saluran kemih
D. Glomerulonephritis akut
E. Thrombosis vena renalis
80. Tn. M, 36 tahun, datang berobat ke poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan penurunan
frekuensi berkemih dan bengkak di bawah mata pada saat bangun tidur. Pemeriksaan
kimia darah menunjukkan adanya hipoalbuminemia dan hyperlipidemia.
Hasil urinalisis sebagai berikut:
Urin agak keruh, busa putih +, protein 3+, glukosa 2+, darah 1+, leukosit 0-2/LPB,
eritrosi 2-5/LPB, sel epitel ginjal +, silinder lemak 0-2/LPK, silinder lilin 0-2/LPK,
silinder hyaline 2-5/LPK.
Proteinuria pada pasien ini diklasifikasikan sebagai apa?
A. Glomerular proteinuria
B. Tubular proteinuria

C. Overflow proteinuria
D. Postrenal proteinuria
E. Postinfection proteinuria
81. Hyperplasia fibroelastik arteriol ginjal ditemukan pada apa?
A. SLE
D. hipertensi maligna
B. Diabetes mellitus
E. nefropatik analgetik
C. Hipertensi benigna
82. Laki-laki (40 th) dengan keluhan buang air kecil beserta darah. Pada BNO/ IVP
ditemukan massa pada ginjal kiri pool atas, kemudian di operasi. Hasil PA terdapat sel-sel
tumor sebagian clear cell, sebagian dark cell. Apakah diagnosisnya?
A. Karsinoma sel renal
D. karsinoma supra renalis
B. Tumor wilm
E. kista simpleks
C. Karsinoma sel transtitional
83. Hasil pemeriksaan BNO/ IVP seorang pasien didapatkan dilatasi ureter, pelvis, calyx,
atropi parenkim ginjal, dan gambaran kistik multiple. Apakah diagnosisnya?
A. Hidronefrosis
B. Kista ginjal
C. Kelainan congenital ureter
D. Sindroma nefrotik
E. Nekrosis kronis
84. Laki-laki (40 tahun) dengan keluhan buang air kecil terus (15 kali), disertai muntahmuntah. Pasien berobat ke Bagian Penyakit Dalam. Komplikasi apakah yang mungkin
dialami penderita ini?
A. Pielonefritis akut
B. Nekrosis tubuler akut
C. Glomerulonephritis membranosa
D. Glomerulonephritis post infeksi streptokokus
E. Sindroma nefrotik
85. Gambaran klinis pada kasus No. 84 terjadi akibat apa?
A. Abses ginjal
B. Nekrosis tubulus ginjal
C. Deposit kompleks antigen-antibodi
D. Infeksi streptokokus
E. Glomerulonephritis kronis
86. Wanita ( 42 tahun) dengan kesimpulan hasil laboratorium: proteinuria, yang berlangsung
satu tahun terakhir ini. Pada keadaan ini biopsy ginjal terdapat hialinasis glomerulus
ginjal. Apakah diagnosis kemungkinannya/
A. Glomerulonephritis lipoid
B. Glomerulonephritis proliferative membranosa
C. Pielonefritis
D. Glomerulonephritis kronis
E. Rapidly progressive glomerulonephritis
87. Laki-laki 62 tahun mengeluh sulit buang air kecil sejak 3 bulan yang lalu. Pada
pemeriksaan colok dubur terdapat pembesaran prostat dengan konstitensi keras. Hasil
biopsy prostate terdapat sel-sel tumor tersusun asiner kecil-kecil. Apa kemungkinan
diagnosisnya?

A. Karsinoma sel skuamosa


B. Adenokarsinoma
C. Leiomiosarkoma
D. Rhabdomiosarkoma
E. Hyperplasia prostat
88. Wanita (30 tahun) dengan keluhan tungkai dan perut bengkak. Pada pemeriksaan fisik
ditemukan edema tungkai dan ascites. Pemeriksaan laboratorium urin: protein +++, lipid
++. Pada kasus ini, apakah etiologi yang paling sering?
A. Glomerulonefritis lipoid
B. Glomerulonefritis membranosa
C. Glomerulonephritis membrano-proliferatif
D. Rapidly progressive glomerulonephritis
E. Ig A glomerulonephritis
89. Seorang wanita (27 tahun) dengan keluhan sakit menelan, dua hari kemudian kelopak
mata bengkak. Pada pemeriksaan fisik, tonsil membesar T3/T2, laboratorium urin: RBC
++, protein +. Apakah diagnosis kemungkinannya?
A. Glomerulonephritis akut
B. Glomerulonephritis kronis
C. Acute tubular necrosis
D. Pielonefritis akut
E. Sistitis akut
90. Kelainan tersering pada traktus urinarius adalah batu. Secara radilogis bagaimanakah
gambaran batu pada traktus urinarius?
A. Batu radioopak tidak terlihat pada foto polos abdomen
B. Batu radioopak dan radiolusen terlihat pada foto polos abdomen
C. Batu radioopak maupun radiolusen tidak terlihat pada foto polos abdomen
D. Hanya batu radioopak yang terlihat pada foto polos abdomen
E. Hanya batu radiolusen yang terlihat pada foto polos abdomen
91. Pada seorang pasien dengan keluhan air seni berwarna merah, dilakukan pemeriksaan
foto polos abdomen. Apakah yang dinilai pada foto polos abdomen?
A. Psoas line, kontur ginjal, ureter dan vesical urinaria
B. Psoas line, kontur ginjal, udara usus, ureter dan tulang-tulang
C. Psoas line, kontur ginjal, ureter, vesical urinaria dan tulang-tulang
D. Pre peritoneal fat line, psoas line, kontur ginjal, ureter dan vesical urinaria
E. Pre peritoneal fat line, psoas line, kontur ginjal, udara usus, dan tulang-tulang
92. Pada seorang laki-laki dengan keluhan gangguan buang air kecil dilakukan pemeriksaan
BNO cystogram. Dari hasil pemeriksaan dinyatakan adanya neurogenic bladder
berdasarkan adanya apa?
A. Bentuk vesica urinaria oval dengan diameter cranio-caudal lebih besar dari latero
lateral sehingga menyerupai pohon pinus.
B. Bentuk vesica urinaria oval dengan diameter latero lateral lebih besar dari craniocaudal sehingga menyerupai pohon pinus.
C. Bentuk vesica urinaria oval dengan diameter latero lateral lebih besar dari craniocaudal disertai additional shadow
D. Bentuk vesica urinaria membulat dengan dinding irregular
E. Bentuk vesica urinaria membulat dengan dinding regular

93. Pada seorang pasien dengan gangguan mictie, dicurigai adanya kelainan pada urethra.
Diagnosis dapat ditunjang dengan pemeriksaan apa?
A. Retrograde urethrocystografi.
B. Foto polos abdomen
C. Foto polos abdomen dan intravenous pyelografi.
D. Intravenous pyelografi dan USG abdomen
E. Intravenous pyelografi dan retrograde urethrografi.
94. Seorang pasien gagal jantung kongestif datang berobat ke dokter dengan keluhan sesak
nafas, mudah capek, dan udem di kedua tungkai. Setelah memeriksa secukupnya
kemudian dokter memberikan obat diuretic.
Obat apakah yang paling mungkin yang diberikan dokter tersebut?
A. Asetazolamid
B. Furosemide
C. Hidroklortiazid
D. Manitol
E. Spironolakton
95. Pada bagian ginjal manakah diuretic tersebut (pada no. 94) bekerja?
A. Ansa Henle Ascendens
B. Ansa Henle Descendens
C. Tubulus proksimal
D. Tubulus distal
E. Ductus koligens
96. Seorang penderita hipertensi dengan riwayat artritis gout , mengalami kenaikan kadar
asam urat darah setelah mendapatkan pengobatan dengan hidroklortiazid. Bagaimanakah
penjelasan hal tersebut?
A. Sintesis asam urat meningkat
B. Metabolism asam urat menurun
C. Sekresi asam urat di tubulus ginjal terhambat
D. Reabsorbsi asam urat di ductus koligen meningkat
E. Aktivitas enzim xantin oksidase meningkat.
97. Obat berikut manakah yang bermanfaat untuk penderita nefrolitiasis batu kalsium?
A. Amilorid
B. Asetazolamid
C. Eplerenon
D. Furosemide
E. Hidroklortiazid
98. Laki-laki, 58 tahun datang berobat ke Poliklinik Bedah dengan keluhan susah buang air
kecil sejak 3 hari yang lalu. Kencing keluar dengan pancaran lemah walaupun sudah
mengedan, terasa masih ada yang tersisa dan frekuensi kencing meningkat. Setelah
memeriksa secukupnya dokter menyimpulkan pasien menderita Benign Prostate
Hypertrophy (BPH). Dokter kemudian memberikan obat finasteride 1 mg, 2 kali sehari.
Bagaimanakah mekanisme kerja obat tersebut?
A. Menurunkan sintesis DHT
B. Menurunkan sintesis testosterone
C. Merelaksasi otot polos prostat
D. Merelaksasi pembuluh darah prostat

E. Meningkatkan motilitas uretra pars prostatika


99. Dua minggu kemudian (kasus soal no. 98) pasien control kembali ke dokter. Dokter
kemudian memutuskan untuk menambah obat yaitu Terazosin 1 mg 1 kali sehari.
Bagaimanakah mekanisme kerja obat tersebut?
A. Menghambat enzim 5-alfa reductase
B. Menghambat reseptor alfa-1 adrenergik
C. Menghambat reseptor beta-1 adrenergik
D. Menghambat enzim aromatase
E. Menghambat enzim monoamine oksidase
100.
Apakah efek samping Terazosin?
A. Hipertensi
B. Hipotensi
C. Ulcus peptikum
D. Bronkokontriksi
E. Diare
101.
Uniform Determination of Death Act di AS dan hukum transplantasi organ di
beberapa Negara Asia menganut definisi mati adalah kematian apa?
A. Jantung
B. Batang otak
C. Otak
D. Henti napas
E. Kombinasi jantung dan SSP
102.
Hukum islam mengatakan transplantasi organ dari kadaver adalah haram,
sementara Hukum Inggris transplantasi organ dari kadaver dipengaruhi oleh apa?
A. Hak Veto Keluarga
B. Hak donor sewaktu hidup
C. Surat dari Kantor Pajak
D. Ijin dari Menteri Kesehatan UK
E. Ijin dari Akademik/Universitas
103.
Apa hukum Islam berikut alasannya tentang terapi urine manusia?
A. Boleh, alasannya, qiyas terhadap anjuran Nabi kepada orang-orang Araniyyin agar
minum urine unta
B. Tidak boleh, alasannya terdapat larangan khusus agar tidak berobat dengan urine.
C. Boleh, berdasarkan hadis yang shahih bahwa ada sahabat Nabi pernah meminum
urine Nabi, juga karena darurat dan hajat.
D. Tidak boleh, berdasarkan hadits Nabi ketika ditanya tentang berobat dengan urine
Nabi menyatakan bahwa urine bukan obat tetapi penyakit.
E. Haram, alasannya bahwa urine manusia haram dikonsumsi dan atau karena najis,
termasuk dalam larangan berobat dengan al-khabits, khabaits, al-muharam, dan almuharramat dalam Al-Quran dan Hadits
104.
Apa alasan para ulama menghalalkan transplantasi ginjal dari donor orang mati?
A. Kareana darurat dan hajat, bermaslahah, dan lebih mementingkan kepentingan orang
hidup.
B. Ada hadis sahih yang secara khusus menghalalkannya
C. Tidak ada dalil yang mengharamkannya yang berarti jaiz
D. Sudah menjadi kebutuhan dan tujuannya baik

E. Sudah terbukti dapat mengobati pasien yang bermasalah dengan ginjalnya


105.
Apakah hukum berikut alasannya tentang khitan perempuan?
A. Ulama sepakat hukumnya wajib, dasarnya keumuman perintah khitan dalam hadis
sahih
B. Ulama berbeda pendapat tentang hukumnya, karena tidak ada dalil yang sahih secara
spesifik dan hikmahnya masih diperdebatkan oleh para pakar di bidangnya.
C. Ulama sepakat hukumnya tidak wajib, karena tidak ada dalil yang sahih
D. Ulama sepakat hukumnya makrumah seperti terdapat dalam hadis yang
memerintahkannya.
E. Ulama sepakat, hukumnya Sunnah, karena ada perintah tidak keras dalam hadis.