Anda di halaman 1dari 21

http://www.google.com/imgres?

imgurl=http://septiadiah.files.wordpress.com/2011/04/plt
n.jpg&imgrefurl=http://septiadiah.wordpress.com/2011/0
4/07/reaktor-nuklir-serta-pengaruh-peristiwakebocorannya-terhadap-manusia-danlingkungan/&usg=__g8BtD7INjsmye6--sXvt5gCcrg=&h=301&w=500&sz=107&hl=en&start=2&zoom=1
&tbnid=IcizYIkZmvaARM:&tbnh=78&tbnw=130&ei=qHu
MUtrCM4b_rAeY64DABw&prev=/images%3Fq
%3DREAKTOR%2BNUKLIR%26sa%3DX%26hl%3Den
%26gbv%3D2%26tbm
%3Disch&itbs=1&sa=X&ved=0CC4QrQMwAQ
septiadiah

Dewasa ini, kebutuhan energi adalah masalah utama yang


dihadapi oleh beberapa negara. Semua kebutuhan hidup manusia
dipasok oleh energi khususnya listrik, mulai dari kebutuhan
rumah tangga hingga industri-industri utama negara yang
menentukan kekuatan ekonomi negara. Negara indonesia adalah
negara dengna jumlah penduduk besar. Secara tidak langsung
kebutuhan energi listrik semakin hari semakin bertambah hanya
dari kebuthan rumah tangga. Belum lagi jika indonesia ingin
menjadi negara industri, maka harga listrik harus murah dan

dalam jumlah yang besar. Semakin besar jumlah energi dan


semakin murahnya harga energi maka secara tidak langsung
industri-industri di indonesia akan cepat berkembang, dan
mampu bersaing secara regional. Semakin banyaknya kebutuhan
energi yang dibutuhkan negara, sedikitnya energi alternatif
ramah lingkunngan dan hemat, menipisnya persediaan sumber
energi tidak dapat diperbaharui, serta naiknya harga bahan bakar
fosil, maka energi yang murah dan hemat seperti energi nuklir
akan menjadi salah satu solusi.
Menurut badan energi atom internasional nuklir dan sumber
sumber tenaga air memiliki 50-100 kali emisi rumah kaca lebih
rendah dari pada batubara. Namun analisis menunjukkan ramah
lingkungan energi nuklir tidak memperhitungkan emisi
pertambangan dan pengangkutan bahan bakar nuklir. Kombinasi
energi alternatif seperti angin, energi matahari dan energi pasang
surut sangat aman tapi sulit menghasilkan energi yang
berkelanjutan. Energi matahari dan energi angin sangat
bergantung pada alam, tidak sepanjang hari angin berhembus
dan matahari bersinar, sehingga sulit untuk mendapatkan energi
yang berkelanjutan. Bisa menjadi daya yang berkelanjutan namun
membutuhkan tempat penyimpanan daya seperti batrai yang
harganya juga tidak murah. Tapi pembangkit listrik tenaga nuklir
memiliki keunggulan dapat menghasilkan tenaga besar dan
dalam waktu yang cukup lama.

Untuk membangun sebuah PLTN maka harus belajar dari peristiwa


Fukushima daichi, chernobyl, dan three mile island. Semuanya
memiliki dampak radiasi tidak baik terhadap mausia juga
terhadap lingkungan. Walaupun begitu dalam kehidupan seharihari sebenarnya manusia menerima radiasi mulai dari sinar
matahari sampai naik pesawat terbang namun dalam radiasi yang
wajar, sehingga mungkin nuklir bisa aman jika digunakan secara
bijak.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu reaktor nuklir dan apa saja jenis-jenisnya?
2. Bagaimana struktur dan prinsip kerja reaktor nuklir?
3. Apa saja peristiwa kebocoran reaktor yang pernah terjadi?
4. Bagaimana efek kebocoran reaktor nuklir bagi manusia dan
lingkungan?
1.3 TUJUAN PENULISAN
1. Mengetahui apa itu reaktor nuklir dan berbagai jenis reaktor
nuklir.
2. Mempelajari struktur dan prinsip kerja reaktor nuklir.
3. Mengetahui peristiwa kebocoran reaktor nuklir yang pernah
terjadi sepanjang sejarah.
4. Mengetahui efek kebocoran reaktor nuklir bagi manusia dan
lingkungan.

BAB II
PEMBAHASAN
Reaktor nuklir adalah tempat terjadinya reaksi inti berantai
terkendali, baik pembelahan inti (fisi) ataupun penggabungan inti
(fusi). Reaksi yang terjadi pada reaktor nuklir baik untuk reaktor
penelitian maupun reaktor daya konvensional, masih didasarkan
pada terjadinya reaksi pembelahan inti fissil (inti dapat belah)
oleh tembakan partikel neutron. Inti fissil yang ada di alam adalah
Uranium dan Thorium, sedangkan neutron bisa dihasilkan dari
sumber neutron. Reaksi nuklir ini akan menghasilkan energi panas
dalam jumlah cukup besar. Pada reaktor daya, energi panas yang
dihasilkan dapat digunakan untuk menghasilkan uap panas, dan
selanjutnya digunakan untuk menggerakkan turbin-generator
yang bisa menghasilkan listrik. Sedangkan pada reaktor
penelitian, panas yang dihasilkan tidak dimanfaatkan dan dapat
dibuang ke lingkungan.
Selain energi panas, ada dua sampai tiga partikel neutron yang
dihasilkan setiap kali terjadi reaksi. Partikel ini bisa dimanfaatkan
untuk proses reaksi berikutnya dengan sasaran inti fissil yang
belum terbelah. Reaksi ini bisa berlangsung secara terus-menerus
pada kondisi neutron dan inti fissil masih memungkinkan.
2.1 KOMPONEN UTAMA REAKTOR NUKLIR
1. Tangki reaktor
Tangki ini bisa berupa tabung (silinder) atau bola yang dibuat dari

logam campuran dengan ketebalan sekitar 25 cm. fungsi dari


tangki adalah sebagai wadah untuk menempatkan komponenkomponen reaktor lainnya dan sebagai tempat berlangsungnya
reaksi nuklir. Tangki yang berdinding tebal ini juga berfungsi
sebagai penahan radiasi agar tidak keluar dari sistem reaktor.
2. Teras reaktor
Komponen reaktor yang berfungsi sebagai tempat untuk bahan
bakar. Teras reaktor dibuat berlubang (kolom) untuk
menempatkan bahan bakar reaktor yang berbentuk batang. Teras
reaktor dibuat dari logam yang tahan panas dan tahan korosi.
3. Bahan bakar nuklir
Bahan bakar adalah komponen utama yang memegang peranan
penting untuk berlangsungnya reaksi nuklir. Bahan bakar dibuat
dari isotop alam seperti Uranium, Thorium yang mempunyai sifat
dapat membelah apabila bereaksi dengan neutron.
4. Bahan pendingin
Untuk mencegah agar tidak terjadi akumulasi panas yang
berlebihan pada teras reaktor, maka dapat dipergunakan bahan
pendingin untuk pertukaran panasnya. Bahan pendingin ini bisa
digunakan air atau gas.
5. Elemen kendali
Reaksi nuklir bisa tidak terkendali apabila partikel-partikel neutron
yang dihasilkan dari reaksi sebelumnya sebagian tidak ditangkap
atau diserap. Untuk mengendalikan reaksi ini, reaktor dilengkapi

dengan elemen kendali yang dibuat dari bahan yang dapat


menangkap atau menyerap neutron. Elemen kendali juga
berfungsi untuk menghentikan operasi reaktor (shut down)
sewaktu-waktu apabila terjadi kecelakaan.
6. Moderator
Fungsi dari moderator adalah untuk memperlambat laju neutron
cepat (moderasi) yang dihasilkan dari reaksi inti hingga mencapai
kecepatan neutron thermal untuk memperbesar kemungkinan
terjadinya reaksi nuklir selanjutnya (reaksi berantai). Bahan yang
digunakan untuk moderator adalah air atau grafit.
2.2 JENIS-JENIS REAKTOR NUKLIR
1. Berdasarkan fungsinya
a. Reaktor penelitian / riset, yaitu reaktor nuklir yang digunakan
untuk tujuan penelitian, pengujian bahan, pendidikan / pelatihan
dan bisa digunakan juga untuk memproduksi radioisotop.
b. Reaktor daya, yaitu reaktor nuklir yang digunakan untuk
menghasilkan daya listrik / pembangkit tenaga listrik.
Ada perbedaan antara kedua reaktor ini, yaitu pada reaktor
penelitian yang diutamakan adalah pemanfaatan yang dihasilkan
dari reaksi nuklir untuk keperluan berbagai penelitian dan
produksi radioisotop. Sedangkan panas yang dihasilkan dirancang
sekecil mungkin, sehingga dapat dibuang ke lingkungan. Pada
reaktor daya yang dimanfaatkan adalah uap yang bersuhu dan

bertekanan tinggi yang dihasilkan oleh reaksi fisi untuk memutar


turbin, sedangkan neutron yang dihasilkan sebagian diserap
dengan elemen kendali, dan sebagian diubah menjadi neutron
untuk berlangsungnya reaksi berantai.
2. Berdasarkan bahan pendingin yang digunakan
a. Reaktor berpendingin air, meliputi reaktor jenis PWR
(Pressurized Water Reactor = reaktor air tekan), BWR (Boiling
Water Reactor = reaktor air didih), GMBWR (Graphite Moderated
Boiling Water Reactor = reaktor air didih moderasi grafit), PHWR
(Pressurized Heavy Water Reactor = reaktor air berat tekan).
b. Reaktor berpendingin gas, gas yang biasa digunakan adalah
CO2 dan N2. Reaktor yang termasuk dalam jenis ini adalah MR
(Magnox Reactor = reaktor magnox) dan AGR (Advanced GasCooled Reactor = reaktor maju berpendingin gas).
3. Berdasarkan bahan moderator (pemerlambat) yang digunakan
a. Reaktor air ringan : bahan moderasi yang digunakan adalah air
ringan. Reaktor dalam kelompok ini adalah : PWR, BWR, BMBWR.
b. Reaktor air berat : bahan moderasi yang digunakan adalah air
berat (air yang mempunyai kandungan Deuterium lebih besar
daripada air ringan). Reaktor dalam kelompok ini adalah : PHWR
dan Reaktor Candu (Canadium-Deuterium-Uranium).

c. Reaktor grafit : bahan moderasi yang digunakan adalah grafit.


Reaktor dalam kelompok ini adalah : MR, AGR, dan RBMR (reaktor
yang digunakan oleh Rusia).
2.3 PRINSIP KERJA REAKTOR NUKLIR
Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi nuklir dapat dimanfaatkan
untuk keperluan yang berguna. Untuk itu, reaksi fisi harus
berlangsung secara terkendali di dalam sebuah reaktor nuklir.
Sebuah reaktor nuklir paling tidak memiliki empat komponen
dasar, yaitu elemen bahan bakar, moderator neutron, batang
kendali, dan perisai beton.
Elemen bahan bakar menyediakan sumber inti atom yang akan
mengalami fusi nuklir. Bahan yang biasa digunakan sebagai
bahan bakar adalah uranium U. Elemen bahan bakar dapat
berbentuk batang yang ditempatkan di dalam teras reaktor.
Neutron-neutron yang dihasilkan dalam fisi uranium berada dalam
kelajuan yang cukup tinggi. Adapun, neutron yang memungkinkan
terjadinya fisi nuklir adalah neutron lambat sehingga diperlukan
material yang dapat memperlambat kelajuan neutron ini. Fungsi
ini dijalankan oleh moderator neutron yang umumnya berupa air.
Jadi, di dalam teras reaktor terdapat air sebagai moderator yang
berfungsi memperlambat kelajuan neutron karena neutron akan
kehilangan sebagian energinya saat bertumbukan dengan
molekul-molekul air.

Fungsi pengendalian jumlah neutron yang dapat menghasilkan fisi


nuklir dalam reaksi berantai dilakukan oleh batang-batang
kendali. Agar reaksi berantai yang terjadi terkendali dimana
hanya satu neutron saja yang diserap untuk memicu fisi nuklir
berikutnya, digunakan bahan yang dapat menyerap neutronneutron di dalam teras reaktor. Bahan seperti boron atau
kadmium sering digunakan sebagai batang kendali karena efektif
dalam menyerap neutron.

skema reaktor nuklir


(sumber : http://personales.alc.upv.es)
Batang kendali didesain sedemikian rupa agar secara otomatis
dapat keluar-masuk teras reaktor. Jika jumlah neutron di dalam
teras reaktor melebihi jumlah yang diizinkan (kondisi kritis), maka
batang kendali dimasukkan ke dalam teras reaktor untuk

menyerap sebagian neutron agar tercapai kondisi kritis. Batang


kendali akan dikeluarkan dari teras reaktor jika jumlah neutron di
bawah kondisi kritis (kekurangan neutron), untuk mengembalikan
kondisi ke kondisi kritis yang diizinkan.
Radiasi yang dihasilkan dalam proses pembelahan inti atom atau
fisi nuklir dapat membahayakan lingkungan di sekitar reaktor.
Diperlukan sebuah pelindung di sekeliling reaktor nuklir agar
radiasi dari zat radioaktif di dalam reaktor tidak menyebar ke
lingkungan di sekitar reaktor. Fungsi ini dilakukan oleh perisai
beton yang dibuat mengelilingi teras reaktor. Beton diketahui
sangat efektif menyerap sinar hasil radiasi zat radioaktif sehingga
digunakan sebagai bahan perisai.
2.4 PERISTIWA KEBOCORAN REAKTOR NUKLIR
Radiasi bocor dari keempat reaktor PLTN Fukushima. Pemerintah
memperingatkan warga untuk tetap di rumah menghindari
terpapar udara luar.Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, PM
Naoto Kan mengatakan radiasi menyebar dari empat reaktor PLTN
Fukushima Dai-ichi. Ini setelah terjadi ledakan di reaktor ketiga
dan kebakaran di reaktor keempat .Ini merupakan krisis nuklir
terburuk yang dihadapi Jepang sejak tragedy bom atom
Hiroshima da Nagasaki. Ini juga pertama kali muncul ancaman
radiasi nuklir terbesar di dunia sejak peristiwa Chernobyl 1986.
Kebocoran reaktor nuklir yang berikutnya terjadi di Atucha,
Argentina, pada 2005. Kala itu pekerja di reaktor nuklir terpapar

radiasi yang melebihi ambang batas. Juga terjadi di Cadarache,


Prancis, pada 1993, ketika kontaminasi radioaktif menyebar di
lingkungan sekitar tanpa sengaja. Bencana kecelakaan PLTN level
2 juga terjadi di Forsmark, Swedia, pada 2006 saat fungsi
keamanan rusak sehingga mengakibatkan kegagalan di sistem
penyuplai tenaga darurat di PLTN.
Begitu pula di Sellafield, Inggris, pada 2005. Kala itu ada
kebocoran material radioaktif dalam jumlah besar di dalam
instalasi. Terjadi juga di Vandellos, Spanyol, pada 1989. Di tahun
itu ada kecelakaan yang diakibatkan oleh kebakaran sehingga
mengakibatkan hilangnya sistem keamanan di stasiun tenaga
nuklir.
Kebocoran radioaktif juga terjadi dalam jumlah terbatas sehingga
membutuhkan tindakan penanganan. Beberapa orang tewas
akibat radiasi. Beberapa kerusakan terjadi di reaktor inti.
Kebocoran radiasi dalam jumlah besar terjadi dalam instalasi, hal
itulah yang memungkinkan publik terpapar. Hal ini bisa timbul
akibat kecelakaan besar atau kebakaran.Kecelaaan ini terjadi di
Windscale Pile, Inggris, pada 1957. Kala itu material radioaktif
bocor ke lingkungan sekitar sebagai akibat dari kebakaran di
reaktor inti. PLTN Three Mile Island, AS, juga mengalaminya pada
1979, di mana beberapa reaktor inti rusak.
Kebocoran reaktor nuklir terburuk dalam sejarah terjadi di
Chernobyl, Ukraina pada April 1986. Selain memicu evakuasi
ribuan warga di sekitar lokasi kejadian, dampak kesehatan masih

dirasakan para korban hingga bertahun-tahun kemudian misalnya


kanker, gangguan kardiovaskular dan bahkan kematian. Secara
alami, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melindungi diri
dari kerusakan sel akibat radiasi maupun pejanan zat kimia
berbahaya lainnya. Namun seperti dikutip dari Foxnews, radiasi
pada tingkatan tertentu tidak bisa ditoleransi oleh tubuh dengan
mekanisme tersebut.
Kebocoran radioaktif dengan jumlah besar terjadi sehingga
berdampak luas pada kesehatan dan lingkungan. Karena itu butuh
respons dan tindakan jangka panjang. Dialami oleh PLTN
Chernobyl, Ukraina, pada 1986. Kala itu reaktor nomor empat
meledak. Akibatnya terjadilah kebakaran dan bocornya radioaktif
dalam jumlah besar. Lingkungan dan masyarakat terpapar radiasi
ini. Uap radioaktif itu mengandung yodium 131, cesium 137 dan
xenon yang volumenya 100 kali bom atom Hiroshima. Uap
radioaktif menyebar ke Uni Soviet, Eropa Timur, Eropa Barat dan
Eropa Utara. Sebagian besar warga di Ukraina, Belarusia dan
Rusia diungsikan. Kala itu lebih dari 336.000 orang mengungsi.
Pada 32 tahun yang lalu, Amerika Serikat (AS) dilanda kecelakaan
reaktor nuklir terbesar dalam sejarah negara itu. Salah satu
reaktor pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Three Mile
Island mengelami kerusakan sehingga mengalami kebocoran
radioaktif.
Menurut stasiun televisi History Channel, peristiwa itu
berlangsung pada dini hari ketika katup tekanan di reaktor Unit-2

gagal berfungsi. Ini mengakibatkan radiasi pada fasilitas


pendingin dan air yang sudah tercemar itu mengalir ke gedunggedung di sebelahnya. Komponen inti pada reaktor nuklir
terancam meleleh sehingga mengakibatkan radiasi skala besar.
PLTN itu dibangun pada 1974 di pinggir sungai Susquehanna,
negara bagian Pennsylvania, dan baru beroperasi pada 1978.
Namun, setahun kemudian, PLTN mengalami kebocoran. Tidak
mau berisiko timbulnya korban jiwa, Gubernur Pennsylvania saat
itu, Dick Thornburgh, langsung memerintahkan evakuasi. Dalam
beberapa hari berikut, lebih dari seratus ribu orang yang berada
di sekitar PLTN Three Mile Island mengungsi ke tempat yang jauh.
Presiden AS saat itu, Jimmy Carter, sampai turun tangan
mengatasi bocornya radioaktif di PLTN Three Mile Island.
Beruntung, reaktor yang rusak itu tidak meledak dan komponen
inti tidak sampai meleleh. Situasi pun terkendali dan radiasi tidak
sampai menyebar luas.
Namun, sejak saat itu, kepercayaan publik AS atas keamanan
PLTN merosot drastis. Reaktor yang rusak itu tidak digunakan lagi.
2.5 DAMPAK KEBOCORAN REAKTOR NUKLIR BAGI MANUSIA
Kebocoran nuklir terjadi ketika sistem pembangkit tenaga nuklir
atau kegagalan komponen menyebabkan inti reaktor tidak dapat
dikontrol dan didinginkan sehingga bahan bakar nuklir yang
dilindungi yang berisi uranium atau plutonium dan produk fisi
radioaktif mulai memanas dan bocor. Sebuah kebocoran
dianggap sangat serius karena kemungkinan bahwa kontainmen

reaktor mulai gagal, melepaskan elemen radioaktif dan beracun


ke atmosfer dan lingkungan. Dari sudut pandang pembangunan,
sebuah kebocoran dapat menyebabkan kerusakan parah terhadap
reaktor, dan kemungkinan kehancuran total.
Beberapa kebocoran nuklir telah terjadi, dari kerusakan inti
hingga kehancuran total terhadap inti reaktor. Dalam beberapa
kasus hal ini membutuhkan perbaikan besar atau penutupan
reaktor nuklir. Sebuah ledakan nuklir bukanlah hasil dari
kebocoran nuklir karena, menurut desain, geometri dan komposisi
inti reaktor tidak membolehkan kondisi khusus memungkinkan
untuk ledakan nuklir. Tetapi, kondisi yang menyebabkan
kebocoran dapat menyebabkan ledakan non-nuklir. Contohnya,
beberapa kecelakaan tenaga listrik dapat menyebabkan
pendinginan bertekanan tinggi, menyebabkan ledakan uap.
Kebocoran nuklir adalah dampak yang paling ditakutkan di balik
manfaaat energi nuklir bagi manusia. Dalam catatan sejarah
manusia terdapat kejadian kecelakan nuklir terbesar di dunia di
antaranya adalah kecelakaan Chernobyl, Three Mile Island
Amerika dan mungkin di Fukushima Jepang.
Diantaranya dampak dari kebocoran reaktor nuklir adalah :
Dampak sesaat atau jangka pendek akibat radiasi tinggi di
sekitar reaktor nuklir antara lain mual muntah, diare, sakit kepala
dan demam.
Sedangkan dampak jangka menengah atau beberapa hari
setelah paparan adalah pusing, mata berkunang-kunang.

Disorientasi atau bingung menentukan arah, lemah, letih dan


tampak lesu, muntah darah atau berak darah, kerontokan rambut
dan kebotakan, tekanan darah rendah , gangguan pembuluh
darah dan luka susah sembuh.
Dampak jangka panjang dari radiasi nuklir umumnya justru
dipicu oleh tingkat radiasi yang rendah sehingga tidak disadari
dan tidak diantisipasi hingga bertahun-tahu(seperti yang sudah
terjadi di Ukraina).
Beberapa dampak kesehatan akibat paparan radiasi nuklir
jangka panjang antara lain Kanker terutama kanker kelenjar
gondok, mutasi genetik, penuaan dini dan gangguan sistem saraf
dan reproduksi.
Dampak kebocoran reaktor nuklir secara spesifik terhadap
manusia :
RAMBUT Rambut akan menghilang dengan cepat, bila terkena
radiasi di 200 Rems atau lebih. Rems merupakan satuan dari
kekuatan radioaktif.
OTAK sel-sel otak tidak akan rusak secara langsung kecuali
terkena radiasi berkekuatan 5000 Rems atau lebih. Seperti halnya
jantung, radiasi membunuh sel-sel saraf dan pembuluh darah dan
dapat menyebabkan kejang dan kematian mendadak.
KELENJAR GONDOK Kelenjar tiroid sangat rentan terhadap
yodium radioaktif. Dalam jumlah tertentu, yodium radioaktif dapat
menghancurkan sebagian atau seluruh bagian tiroid.
SISTIM PEREDARAN DARAH Ketika terkena radiasi sekitar 100
Rems, jumlah limfosit darah akan berkurang, sehingga korban

lebih rentan terhadap infeksi. Gejala awal ialah seperti penyakit


flu.
JANTUNG Bila terkena radiasi berkekuatan 1000 sampai 5000
Rems mengakibatkan kerusakan langsung pembuluh darah dan
menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak.
SALURAN PENCERNAAN Radiasi dengan kekuatan 200 rems
akan menyebabkan kerusakan pada lapisan saluran usus dan
dapat menyebabkan mual, muntah dan diare berdarah.
SALURAN REPRODUKSI Saluran reproduksi akan merusak
saluran reproduksi cukup dengan kekuatan di bawah 200 Rems.
Dalam jangka panjang, korban radiasi akan mengalami
kemandulan.
2.6 DAMPAK KEBOCORAN REAKTOR NUKLIR TERHADAP
LINGKUNGAN
Tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, dampak
lainnya terhadap lingkungan diantaranya akan terjadi hujan asam
dimana melalui ini akan menyebarkan radiasinya, disamping itu
tumbuhan dan hewan juga akan mati khususnya di daerah yang
radius terkena pencemarannya.
Mengingat bahaya yang ditimbulkan dari kebocoran tersebut kita
harus mengantisipasi beberapa pencegahan yang diusahakan
agar tidak menyebarkan radiasi reaktor nuklir.

Bagus D. lasono
Reaktor Nuklir
Posted on 24-Maret-2011 by Bagus D. Laksono

Sejarah
Nuklir ditemukan pertama kali pada tahun 1939 dan pada tahun 1942 reaksi nuklir
pertama kali dicoba, lalu dikembangkan reaktor nuklir yang membangkitkan listrik
pada tahun 1951 di Arco Idaho, Amerika Serikat. PLTN di Obnisk, Uni Soviet adalah
yang pertama kali menghasilkan listrik untuk jaringan listrik pada 27 Juni 1954,
sedangkan PLTN Calder Hall di Inggris merupakan PLTN pertama yang digunakan
untuk kebutuhan listrik komersial pada 17 Oktober 1956.

Reaktor Nuklir, Apa dan Bagaimana?


Reaktor nuklir adalah lokasi atau alat yang digunakan untuk membuat, mengatur, dan
menjaga kesinambungan dari reaksi nuklir yang terjadi secara terus menerus pada laju
tetap.

Jenis-jenis reaktor nuklir


Reaktor-reaktor nuklir komersial berbasis fisi nuklir yang sering diperdebatkan
masalah keamanannya, tetapi sebagian kalangan berpendapat bahwa pembangkit listrik
tenaga nuklir merupakan cara aman dan bebas polusi untuk membangkitkan listrik.
Reaksi fisis nuklir yang digunakan pada reaktor-reaktor nuklir adalah reaksi yang
menggunakan metode penumbukan sebuah inti berat oleh partikel dan membelah
menjadi dua inti dan beberapa partikel lain, dalam reaksi nuklir inti berat yang
ditumbuk adalah Uranium, dan partikel yang menumbuk adalah neutron.

Ilustrasi reaksi fisis berantai nuklir


Good or Bad
Reaktor nuklir jika digunakan sesuai prosedur dan tidak ada gangguan maka energi
nuklir dapat meningkatkan kualitas energi, tetapi jika terjadi sesuatu yang salah maka
resiko radiasi bahan radioaktif adalah bayarannya.
Keuntungan menggunakan PLTN dibandingkan dengan pembangkit daya lain :
1.

Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal), gas rumah
kaca hanya dikeluarkan ketika Generator Diesel Darurat dinyalakan dan hanya
sedikit menghasilkan gas)
2.
Tidak mencemari udara, tidak menghasilkan gas-gas berbahaya sepert karbon
monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida, partikulate atau asap
fotokimia
3.
Sedikit menghasilkan limbah padat (selama operasi normal)
4.
Biaya bahan bakar rendah, hanya sedikit bahan bakar yang diperlukan
5.
Ketersedian bahan bakar yang melimpah, karena sangat sedikit bahan bakar
yang diperlukan
6.
Baterai nuklir
Ketika terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap reaktor-reaktor nuklir ini, maka akan
terjadi hal-hal seperti ini :
1.

Kecelakaan Reaktor Nuklir Chernobyl, pada tanggal 26 April 1986 reaktor nuklir
nomor 4 meledak dan menyebabkan kebakaran juga penyebaran radiasi, penduduk
sekitar ada yang tekontaminasi dan di evakuasi, hingga sekarang dampak dari

radiasi tersebut masih tersisa di sekitar bekas reaktor itu.

2.

Pompa air yang digunakan untuk mendinginkan reaktor rusak dan menyebabkan
kerusakan pada reaktor nuklir Three Mile Island di di Pennsylvania AS, 28 Maret
1979, sekitar 500 orang pekerja

terkontaminasi.
3.
Tiga ledakan dan satu kebakaran terjadi dalam empat hari (12 Maret 14 Maret
2011) di Reaktor Nuklir Fukushima, Jepang. Evakuasi penduduk yang tinggal di
radius 20 km telah dilakukan, sementara mereka yang tinggal dalam 10 km
berikutnya disarankan untuk tetap di dalam rumah. Yang juga ditakutkan,
hembusan angin akan membawa radiasi ini menuju samudera

Pasifik.

Negara negara yang teknologinya maju saja masih terlihat kerepotan jika sesuatu hal
yang salah terjadi pada reaktor nuklir, dibutuhkan kontribusi besar dari pemerintah
agar pemantauan dari reaktor tersebut benar-benar baik. Reaktor nuklir adalah salah
satu energi ramah lingkungan (dalam keadaan normal) dengan produktifitas yang
tinggi, tetapi juga memegang resiko yang sangat besar jika ada kesalahan dalam
pengelolaannya.