Anda di halaman 1dari 7

KONSEP PENGUAT (AMPLIFIER)

Penguat bisa dianalogikan sebagai black box yang mempunyai 2 terminal sinyal input
untuk diperkuat, dan 2 terminal output untuk hubungan ke beban, serta sumber daya penyuplai
penguat. Salah satu dari terminal input dan outputnya merupakan netralnya.
Supply
DC (sumber energi)

Sinyal
input

Penguat

beban

Terminal Output

Terminal input

Netral

Sinyal input merupakan tegangan berlevel rendah bisa dari tape head, transducer dan lainlain. Dan beban output bisa berupa load speaker, motor, relay dan lain-lain. Penguat berarti
menaikkan level input, untuk ini penguat perlu sumber energi (Supply DC). Penguat paling tidak
mengandung 1 (satu) komponen aktif (komponen semikonduktor).
Karakteristik (parameter) penguat :

Gain arus (Current Gain), Ai

Gain Tegangan (Voltage Gain), Av

Gain Daya (Power Gain), Ap

Tahanan Input, Ri

Tahanan Output, Ro

Respon frek : -Cut off frek rendah, f1


-Cut off frek tinggi, f2

Gain Arus, Ai
Ratio dari arus output terhadap arus input
Ai=

Io
Is

Gain Tegangan, Av
Merupakan ratio tegangan output terhadap tegangan input
Av =

Vo
Vo
atau
Vi
Vs

Gain Daya, Ap
Ratio daya beban (daya output) terhadap daya input pada penguat
Ap=

Po Vo Io
=
= Av Ai
Pi Vi Is

Tahanan Input, Ri
Pengaruh Ri pada total gain tegangan terlihat pada gambar berikut
Is

rs
Vi

Ri
Vs

Vi=VsI s rs
Vs

Ri
=Vs
Ri+ rs

1
rs
1+
Ri

Tegangan input terhadap penguat akan berkurang dari Vs oleh sejumlah ketergantungan pada rs
dan Ri. Pengurangan tegangan tergantung ratio rs dan Ri.
Jadi bila Ri >> rs, tegangan input Vi terhadap penguat sama dengan tegangan Vs. dan bila Ri >>
rs, maka

Ri=

Vs
Is

Tahanan Output, Ro
Idealnya Ro harus nol, karena itu tegangan output Vo independent terhadap tahanan beban.
Rangkaian pengganti untuk output penguat dengan beban terhubung sebagai berikut.

Vo=k Vi

Av =

Vo
=
Vi

RL
=kVi
RL+ Ro

1
Ro
1+
RL

k
Ro
1+
RL

Kurva Respon Frekuensi


Sepanjang range frekwensi yang digunakan, penguat harus menyediakan penguatan yang sama
besar untuk seluruh frekuensi. Kurva respon frekuensi adalah grafik dari penguatan tegangan atau
penguatan daya (dalam dB) terhadap frekuensi sinyal input. (digambarkan dalam skala logaritma)

f1 = cut off frek. Rendah


f2 = cut off frek. Tinggi
Bandwidth, f = f2 - f1
Merupakan frekwensi sepanjang gain tidak deviasi lebih dari 3 dB dari gain pada frekwensi
referensi. Gain dalam dB 20 log

Vo
Vi

atau

20 log

Io
Ii

atau

10 log

Po
Pi

Tahanan Sumber, rs
Saat sinyal sumber dihubungkan terhadap input penguat, tahanan sumber berada dalam seri
dengan tahanan input penguat Ri.

Vo
=Av
V

dan

V =

Ri
Vs
rs+ Ri

( rs+RiRi ) Vs
Vo
Ri
=Av (
Vs
rs + Ri )

Vo= Av V = Av

Jika Ri sangat besar dibanding rs, maka

Ri
1,
rs+ Ri

hanya terdapat sedikit pengurangan total

gain tegangan yang disebabkan oleh pembagi tegangan tersebut. Jadi secara umum, untuk gain
tegangan Av harus mempunyai tahanan input sebesar mungkin. Dan sebaliknya untuk gain arus
Ai , harus mempunyai tahanan input sekecil mungkin.

Io Io Ii
=
Is Ii Is

Ii=

rs
Is
rs+ Ri

Io
rs
= Ai
Is
rs + Ri

ANALISA SINYAL KECIL PENGUAT TRANSISTOR


1. Parameter Sinyal kecil Transistor
a. = Ic/Ib =

Ic
Ib

; pada saat VCE Konstan

Ic
; pada saat VCB Konstan
IE
c. Tahanan emitter, re , merupakan tahanan sinyal kecil antara basis dan emitter.
Resistansi ini sama seperti tahanan input sinyal kecil pada Common-Basis.
r VBE
; pada saat Vce Konstan
b.

e=

IE

Karena pertemuan basis-emitter sama seperti bias maju dioda, maka re


VT
dapat ditentukan sama seperti tahanan dinamis dioda rd yaitu rd =
I
dimana VT = Teg Thermal pada suhu ruang.
= 0,026 V
I = Arus DC dioda
VT 0,026
=

Sama halnya : re =
dimana IE = Arus DC Emitter
IE
IE
d. Tahanan Collector , rc
VCB
; pada saat Ie konstan
IC
rc merupakan tahanan antara basis dan collector dan yang merupakan
tahanan output trans pada Common-Basis.
Harga rc pada umumnya sangat besar dalam orde M
rc =

2. Model Sinyal Kecil Penguat Common-Basis

Penguat Common-Basis
Pada rangkaian dibawah buatkan rangkaian penggantinya dan tentukan VL = ? Jika

=1

Rangkaian Penggantinya :

Av =

VL VL Vin
=

dimana VL= I C [ rc // RC//RL ]


Vs Vin Vs
karena

harga

rc

sangat

besar,

rc // RC//RL ) Rc/ / RL, dan VL= Ic ( Rc RL ) = IE ( Rc RL)

Vin= Ie re dan Vin=

Ie =

re Re
Vs
rs + ( re Re)

60,7
=2,65 mA
2k

0,026
=9,81
0,00265

Av=

VL VL Vin Ie (RcRL) re Re
Rc RL re Re
=

=
x
Vs Vin Vs Ie re
rs + ( reRe ) re
rs + ( reRe )

2k
9,81//

50+
IK 4K 9,81/ 2 k
Av=

9,81
Av=13,32
Av =

VL
VL=Av Vs =13,3210mV =133,2mv = 0,1332V
Vs

maka(

3. Analisa Sinyal kecil Penguat Common-Emitter :

Rin=

VBE
dimana IE=( + 1 ) IB
IB

Rin=

VBE
VBE
=
( +1 )=( +1)
IE /( + 1) IE

Penguat Common-Emitter
Tentukan VL dan buatkan rangkaian penggan tinya dari rangkaian dibawah :

VL
=?
VS
IB =

15-0,7
=71, 5A
200k

I E =10171,5A=7,22mA

re =

0,026
=3,6
0,00722

r
( C / ) R C R L

V L = I C

Karena rc/>>>Rc//RL, maka (rc/)//Rc//RL = RC RL

VL = -IB (Rc//RL)

Vs = IB re
R RL
VL - I B (RC R L )
1k 4 k 800
=
= C
=
=
= 222,22
VS I B

3,6
3,6

VL= 222,2220mV= 4,44V

4. Model Sinyal kecil Penguat Common-Colector :

Vin = Vo + Ib (+1)re
Rin =

Vin
dimanaVin = Ib ( +1 ) re+Ie (R E // R L) = Ib ( +1 ) re+Ib ( +1 ) (R E // R L)
Ib

Rin =

Vin
= (+1 ) ( re+R E // R L)
Ib

( re+R E // R L ) , dan karena R E // R L> > >re; Rin ( R E // R L )


Rin penguat = RB Rin

Ro penguat R E re+

RB rs

Dari rangk diatas Jika rs = 10k, R B= 120K, RE= 1k, RL= 1K, =100, Vcc =16V.
Tent: Av, Ai, Ap, Ri, Ro