Anda di halaman 1dari 20

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem urogenital terdiri dari sistem urinaria dan sistem reproduksi. Sistem urinaria
terdiri atas sepasang ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. Sistem reproduksi pria
terdiri dari sepasang tetstis, saluran reproduksi berupa vas deferens, epididimis, vas
everen dan uretra tunggal. Pada pria dilengkapi penis sebagai organ kopulatoris dan
kelenjar asesoris. Sedangkan sisem reproduksi wanita terdiri dari sepasang ovarium,
saluran reproduksi berupa sepasang tuba falopii serta uterus dan vagina tunggal. Pada
wanita juga terdapat organ genitalia eksternae dan kelenjar mammae (Susilowati, 2003).
Pada uretra terdapat dua buah sfingter yaitu sfingter uretra eksternal dan internal
di mana sfingter uretra interna bekerja di bawah sadar sedangkan sfingter uretra eksterna
tidak. Maka ketika proses miksi, sfingter uretra interna inilah yang berfungsi untuk
menahan keluarnya urin. Uretra terdiri atas uretra posterior dan uretra anterior. Uretra
posterior pada pria terdiri atas uretra pars prostatika yang dilingkupi oleh kelenjar
prostat dan uretra pars membranasea. Pada uretra anterior dibungkus oleh korpus
spongiosum penis, terdiri atas pars bulbosa, pars pendularis, fossa navikularis dan
meatus uretra eksternal (Purnomo, 2008).
Pada bagian inferior di depan rectum dan membungkus uretra posterior terdapat
suatu kelenjar yang dinamakan kelenjar prostat. Di bagian skrotum pada pria terdapat
sebuah organ genitalia terdapat testis yang dibungkus oleh jaringan tunika albugenia.
Epididimis pada organ genitalia pria terdiri atas caput, corpus dan cauda epididimis.
Sedangkan deferens berbentuk tabung kecil bermula dari kauda epidimis dan berakhir
pada duktus ejakulatorius di uretra posterior. Di dasar buli-buli dan di sebelah cranial
kelenjar prostat terdapat vesikula seminalis. Penis terdiri atas tiga buah corpora

berbentuk silindris yaitu 2 buah corpora cavernosa dan sebuah corpus spongiosum dan
di bagian proksimal terpisah menjadi dua sebagai crus penis. Setiap crus penis
dibungkus oleh ishio-kavernosus yang kemudian menempel pada rami osis ischii.
(Tenser, 1998).

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan praktikum ini adalah untuk mengetahui struktur .istology
dari ginjal, penis, testis, ovarium, uterus, vesica urinaria, dan vagina.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Sistem urogenitalia terdiri dari organ urinaria yang terdiri atas ginjal beserta salurannya,
ureter, buli-buli dan uretra. Sedangkan organ reproduksi pada pria terdiri atas testis,
epididimis, vas deferens, vesikula seminalis, prostat dan penis. Kecuali testis,
epididimis, vas deferens dan uretra, histologi urogenitalia terletak di rongga
retroperitoneal dan terlindung oleh organ lain yang melindunginya (Purnomo, 2008).
Sistem urinaria terdiri atas ginjal dan beberapa saruran seperti ureter, uretra dan
kandung kemih. Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh dan berfungsi untuk
membuang sampah .istology. dan racun tubuh dalam bentuk urin atau air seni, yang
kemudian dikeluarkan dari tubuh. Ginjal, bagian dari system urinasi berfungsi
membersihkan sisa kotoran dari air, garam dan sisa makanan dari tubuh. Darah yang
mengalir bersikulasi melalui ginjal, telah melalui miliaran proses filterasi melalui organ
ini. Hasilnya adalah keringat dan urin. Di dalam ginjal terdapat dua system penting
yang berfungsi mengatur tekanan darah, yaitu system dan angiotensin. Ginjal memiliki
karkteristik berbentuk seperti kacang merah dan memiliki dua extremitas, dua batas dan
dua permukaan. Extremitas cranial dan caudal dihubungkan dengan batas lateral yang
cembung dan batas medial yang lupus. Batas medial dapat diidentiikasi dengan bentukan
oval, hillus renalis, yang terbuka ke sinus renalis. Pada hillus renalis terdapat ureter,

arteri dan vena renalis, pembuluh limfe, dan syaraf. Pada struktur ini arteri renalis
berada paling dorsal, dan vena renalis paling ventral (Tenser, 1998).
Kedua ginjal terletak di belakang selaput perut berada di daerah sublumbar, satu
di samping dari aorta dan vena cava caudalis. Permukaan dorsal kedua ginjal tidak
terlalu cembung dari pada permukaan ventral. Ujung setiap ginjal dibungkus oleh
peritoneum pada bagian dorsal dan ventralnya. Sebuah ginjal dengan potongan
memanjang mempunyai dua daerah yang cukup jelas. Daerah perifer yang beraspek
gelap disebut korteks dan yang agak cerah disebut medulla, berbentuk pyramid terbalik.
Bagian yang paling lebar atau dasar tersusun tepat dengan tepi dalam korteks dan apeks
atau papik mengarah ke pelvis. Tiap bagian medulla yang berbentuk pyramid dengan
jaringan korteks yang membentuk tudung pada dasar serta menutup sisinya membentuk
lobus yang merupakan unit anatomi ginjal (Solichatun, 2006).
Perjalanan urin yang keluar dari ginjal akan menuju kantong kemih melalui
saluran yang disebut ureter . Jika sudah terkumpul cukup penuh maka ada mekanisme
reflek untuk mengeluarkan urin. Mekanisme itu disebut miksi, atau perasaan ingin
kencing, dan keluar melalui uretra. Uretra pria dan wanita berbeda, pada pria uretra lebih
panjang, dan saluran itu juga merupakan saluran keluarnya sperma. Sedangkan uretra
wanita lebih pendek, dan hanya untuk saluran urine saja. Oleh karena itu, perbedaan ini
juga menimbulkan .isto khas penyakit infeksi saluran kencing pada wanita lebih sering
terjadi, tetapi kasus batu ginjal lebih banyak pada pria, karena saluran yang panjang dan
sempit. Ureter merupakan saluran muscular yang mengalirkan urine dari pelvis ginjal
menuju ke vesica urinaria. Masing-masing ureter bergerak kearah kaudal dan
menumpahkan isinya ke vesica urinaria, di dekat bagian leher yang disebut trigone dan
terbentuklah suatu katup untuk mencegah arus balik urine ke ginjal (Purnomo, 2008).
Ureter merupakan pipa fibromuscular, yang ramping dan datar yang membawa
urine dari ginjal ke vesica urinaria. Ureter dimulai di pelvis renalis, yang menerima urine
dari .istolo renalis. Ureter terletak di dorsal dari pembuluh spermatic interna pada
jantan dan arteri-vena utero-ovarian pada betina. Ureter adalah saluran tunggal yang
menyalurkan urine dari pelvis renalis menuju vesika urinaria (kantong air seni). Mukosa

membentuk lipatan memanjang dengan epithel peralihan, lapisan sel lebih tebal dari
pelvis renalis. Tunika propria terdiri atas jaringan ikat, dengan lumen agak luas. Tunika
muskularis tampak lebih tebal dari pelvis renalis, terdiri dari lapis dalam yang
longitudinal dan lapis luar sirkuler, sebagian lapis luar ada yang longitudinal khususnya
bagian yang paling luar. Dekat permukaan pada vesika urinaria hanya lapis longitudinal
yang jelas (Bevelander, 1988).
Dinding ureter terdiri atas beberapa lapis, yakni tunika mukosa, lapisan dari
dalam ke luar sebagai berikut, epithelium transisional pada kaliks dua sampai empat
lapis, pada ureter empat sampai lima lapis, pada vesica urinaria 6-8 lapis. Tunika
submukosa tidak jelas. Lamina propria beberapa lapisan. Luar jaringan ikat padat tanpa
.istolo, mengandung serabut .istolo dan sedikit .istol limfatiki kecil, dalam jaringan
ikat longgar. Kedua-dua lapisan ini menyebabkan tunika mukosa ureter dan vesika
urinaria dalam keadaan kosong membentuk lipatan membujur. Selanjutnya tunika
muskularis yang terdiri dari otot polos sangat longgar dan saling dipisahkan oleh
jaringan ikat longgar dan anyaman serabut. Otot membentuk tiga lapisan, stratum
internum, stratum sirkulare dan stratum eksternum. Dan terakhir tunika adventisia yaitu
jaringan ikat longgar. Setelah dari ureter urine ditampung dalam kantong yang disebut
vesica urinaria, yang merupakan kantong penampung urine dari kedua ginjal urine
ditampung kemudian dibuang secara .istolog (Solichatun, 2006).
Organ-organ reproduksi pada manusia berbeda antara laki laki dan wanita. Alat
reproduksi perempuan yang terlihat dari luar Cuma bibir kemaluan dan liang senggama
yang ditutupi bulu kelamin. Alat reproduksi perempuan masuk hingga bagian dalam
tubuh perempuan. Alat reproduksi perempuan terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu
uterus, tempat janin tumbuh dan berkembang. Setiap bulan, rahim menyiapkan diri
dengan melapisi dindingnya dengan lapisan khusus untuk menerima bayi. Kalau tidak
jadi hamil, maka lapisan khusus itu runtuh berupa darah haid. Kalau perempuan hamil,
lapisan khusus tidak diruntuhkan lagi, tetapi dipakai untuk menghidupi janin sehingga
perempuan tidak haid saat hamil. Serviks/Mulut Rahim, serviks memisahkan rahim
dengan liang senggama. Bermanfaat menjaga agar kotoran dan kuman tidak mudah

masuk kedalam rahim. Juga, ia bermanfaat untuk menyangga kepala bayi saat
perempuan hamil. Ovarium, proses pembentukan ovum (oogenesis) terjadi di dalam
ovarium. Di dalam ovarium terdapat banyak sel induk telur (oogonium) yang bersifat
diploid (2n). Oogonium akan tumbuh menjadi oosit primer (oosit I) melalui pembelahan
mitosis. Oosit primer akan membelah secara meiosis menghasilkan satu oosit sekunder
(oosit II) dan satu badan kutub I (badan kutub primer). Vagina, vagina bentuknya
memanjang seperti tabung. Saat berhubungan seks, penis masuk ke dalam liang vagina.
Darah haid juga keluar melalui vagina. Bayi juga keluar lewat vagina pada saat
perempuan melahirkan. Dalam vagina terdapat jamur dan kuman-kuman yang tidak
mengganggu tubuh kalau keseimbangan hidupnya tidak terganggu (Junquiera, 2007).
Alat reproduksi laki-laki yang dapat dilihat dari luar adalah penis dan scrotum.
Alat reproduksi laki-laki terdiri dari beberapa bagian utama diantaranya penis, penis
adalah bagian penting dari alat reproduksi laki-laki, terdiri dari dua bagaian utama yaitu
kepala penis dan batang penis. Kepala penis sama pekanya dengan kelentit pada
perempuan. Batang penis terdiri dari kelenjar spons yang dapat terisi darah sehingga
penis menjadi keras. Scrotum, scrotum adalah tempat testis. Di dalam testis inilah
sperma dibuat. Testis, laki-laki memiliki dua buah testis. Besarnya seperti bola bekel.
Testis dapatmemproduksi sperma bila suhu testis berada di bawah tubuh. Karena itu
kantong pelir berada diluar tubuh, agar suhu testis menjadi lebih dingin dibandingkan
tubuh. Pada testis pria akan dijumpai tubulus seminiferus yang terpendam dalam dasar
jaringan ikat longgar yang banyak mengandung pembuluh darah dan limfe, saraf dan sel
interstisial (Leydig). Tubulus seminiferus ini akan menghasilkan sel kelamin pria yaitu
spermatozoa, sedangkan sel Leydig mengekskresikan androgen testis (Gunarso, 1979).
Testis yang dikelilingi oleh selaput berserat albuginea, yang banyak encloses
profil dari seminiferous tubules dalam sperma yang dibuat oleh mitosis dan meiosis.
Antara seminiferous tubules adalah interstisial sel-sel leydig (yang memproduksi
testosterone) dan kapal darah. Wilayah yang berkerut dengan dibulatkan spermatogonia
yang mengalami mitosis menjadi dasar spermatocytes (rintik nuclei), dan kemudian
menjadi spermatocytes sekunder oleh proses pertama meiotic divisi. Sekunder

spermatocytes membagi lagi (kedua meiotic divisi) untuk menjadi spermatids (dengan
lebih kecil, gelap nuclei), yang mentransformasikan menjadi spermatozoa matang.
Semua ini terjadi tahap-tahap, spermatozoa dewasa memiliki tongkat tipis seperti nuclei
yang bebas dalam lumen. Saluran Sperma (vas deferens), bila sperma sudah matang,
maka melalui saluran sperma, sperma akan naik dan disimpan di kantung mani (vesika
seminalis). Saluran kencing (urethra), urethra adalah saluran di dalam penis, saluran
tempat keluarnya air kencing dan air mani. Keluarnya air seni atau air mani diatur oleh
sebuah katup sehingga tidak tidak keluar secara bersamaan. Kelenjar prostat, kelenjar
prostat berada didalam tubuh, dibawah kandung kencing. Fungsinya adalah membuat
cairan air mani yang akan dikeluarkan bersamaan dengan sperma. Warna cairan yang
dibuatnya putih keruh dan agak kental. Kantung mani (vesika seminalis), kantung mani
menyimpan sperma yang sudah matang. Sperma inilah yang membuahi sel telur pada
perempuan. Sperma dikeluarkan bersamaan dengan cairan kelenjar prostat ketika
berhubungan seks (Solichatun, 2006).

III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat


Pelaksanaan praktikum histologi dilakukan pada hari Senin, 28 April 2014 pukul 13.00
WIB di Laboratorium Teaching II, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada kegiatan praktikum ini adalah, mikroskop cahaya untuk
melihat preparat permanen,pensil untuk menggambar, penggaris untuk menggaris buku
gambar, penghapus pensil untuk menghapus, buku panduan/ Literatur, Buku tulis untuk
panduan, buku gambar untuk menggambar preparat. Sedangkan bahan yang digunakan
pada praktikum ini adalah, preparat permanen ginjal, penis, tesis, ovarium, uterus, vesica
urinaria dan vagina.
3.3 Cara kerja
Bahan preparat yang akan diamati yaitu ginjal, penis, tesis, ovarium, uterus, vesica
urinaria dan vagina disiapkan. Kemudian preparat yang akan diamati diletakkan dimeja

benda pada mikroskop, revolving nosepiece (pemutar lensa objektif) diatur untuk
memutar lensa objektif dan mengubah perbesaran pada lensa objektif sehingga objek
terlihat jelas. Selanjutnya objek digambar pada buku gambar, diberi keterangan dan
didokumentasikan.

DAFTAR PUSTAKA

Bevelander, Gernit. 1988. Dasar-dasar Histologi. Jakarta: Erlangga


Gunarso, W. 1979. Dasar-Dasar Histologi. Jakarta: Erlangga
Junqeira, L.C. 1980. Basic Histology. California: LMP
Purnomo, Yudi. 2008. Biologi umum. Surakarta: Tiga Serangkai.
Ramon, dkk. 1997. Dasar-dasar Histologi. Surabaya: UNS
Sarah, W. 2009. Sistem Urogenital. Bandung: Pustaka Setia
Susilowati, dkk. 2003. Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Malang: UM
Solichatun, dkk. 2006. Biologi umum. Surakarta: UNS
Tenser, Amy. 1998. Struktur Hewan Bagian II. Malang : IKIP Malang.
Zuana, S. 2001. Sistem Reproduksi. Bandung: ITB

IV.HASIL DAN PEMBAHAN

Sistem urogenital adalah gabungan dari dua sistem yaitu sistem urinaria dan sistem
reproduksi.
4.1 Histologi Ginjal

a
b

Gambar 1 preparat ginjal (a) tubulus distal (b) medulla


Pada preparat ginjal diatas terdapat bagian bulat-bulat yang disebut tubulus distal,
tubulus distal terdapat pada bagian medulla oblongata.

Sesuai structural dan fungsional ginjal terdiri dari kumpulan nefron. Tiap tiap
nefron terdiri atas komponen vaskuler dan tubuler. Komponen vaskuler terdiri atas
pembuluh pembuluh darah yaitu glomerolus dan kapiler peritubuler yang mengitari
tubuli. Dalam komponen tubuler terdapat kapsul Bowman, serta tubulus tubulus, yaitu
tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, tubulus pengumpul dan lengkung
Henle. Kapsula Bowman terdiri atas lapisan parietal (luar) berbentuk gepeng dan lapis
visceral. Kapsula bowman bersama glomerolus disebut korpuskel renal, bagian tubulus
yang keluar dari korpuskel renal disabut dengan tubulus kontortus proksimal karena
jalannya yang berbelok belok, kemudian menjadi saluran yang lurus yang semula
tebal kemudian menjadi tipis disebut ansa Henle atau loop of Henle, karena membuat
lengkungan tajam berbalik kembali ke korpuskel renal asal, kemudian berlanjut sebagai
tubulus kontortus distal. Korteks yang bertugas melaksanakan penyaringan darah yang
disebut nefron. Pada tempat penyarinagn darah ini banyak mengandung kapiler
kapiler darah yang tersusun bergumpal gumpal disebut glomerolus. Tiap glomerolus
dikelilingi oleh simpai bownman, dan gabungan antara glomerolus dengan simpai
bownman disebut badanmalphigiPenyaringan darah terjadi pada badan malphigi, yaitu
diantara glomerolus dan simpai bownman. Zat zat yang terlarut dalam darah akan
masuk kedalam simpai bownman (Ramon, 1997).
Medula terdiri dari beberapa badan berbentuk kerucut yang disebut piramid
renal. Dengan dasarnya menghadap korteks dan puncaknya disebut apeks atau papila
renis, mengarah ke bagian dalam ginjal. Satu piramid dengan jaringan korteks di
dalamnya disebut lobus ginjal. Piramid antara 8 hingga 18 buah tampak bergaris garis
karena terdiri atas berkas saluran paralel (tubuli dan duktus koligentes). Diantara
pyramid terdapat jaringan korteks yang disebut dengan kolumna renal. Pada bagian ini
berkumpul ribuan pembuluh halus yang merupakan lanjutan dari simpai bownman. Di
dalam pembuluh halus ini terangkut urine yang merupakan hasil penyaringan darah
dalam badan malphigi, setelah mengalami berbagai proses (Zuana, 2001 ).
Ureter berjalan hampir vertikal ke bawah sepanjang fasia muskulus dan dilapisi
oleh pedtodinium. Penyempitan ureter terjadi pada tempat ureter terjadi pada tempat

ureter meninggalkan pelvis renalis, pembuluh darah, saraf dan pembuluh sekitarnya
mempunyai saraf sensorik (Ramon, 1997 ).

4.2 Histologi vesica urinaria

a
b
c
d

Gambar 2 preparat vesica urinaria (a) muskularis mukosa, (b) serosa,


(c) mukosa, (d) lumen
Pada preparat vesica urinaria ditunjukkan bagian seperti serabut-serabut otot
polos yang disebut muskularis mukosa. Kemudian bagian mukosa yang berbentuk
seperti vili-vili dan bagian terladalam dari vesica urinaria tersebut terdapat rongga yang
disebut lumen.
Kandung kemih dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet,terletak
di belakang simfisis pubis di dalam ronga panggul.Bentuk kandung kemih seperti
kerucut yang dikelilingi oleh otot yang kuat,berhubungan ligamentum vesika umbikalis

medius.Fundus, yaitu bagian yang mengahadap kearah belakang dan bawah, bagian ini
terpisah dari rektum oleh spatium rectosivikale yang terisi oleh jaringan ikat duktus
deferent, vesika seminalis dan prostate. Korpus, yaitu bagian antara verteks dan
fundus.Verteks, bagian yang maju kearah muka dan berhubungan dengan ligamentum
vesika umbilikalis.Dinding kandung kemih terdiri dari beberapa lapisan yaitu,
peritonium (lapisan sebelah luar), tunika muskularis, tunika submukosa, dan lapisan
mukosa ( Sarah,2009 ).
Uretra merupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi
menyalurkan air kemih keluar.Pada laki- laki uretra bewrjalan berkelok kelok melalui
tengah tengah prostat kemudian menembus lapisan fibrosa yang menembus tulang.
Uretra pada wanita terletak dibelakang simfisis pubisberjalan miring sedikit kearah atas,
panjangnya 3 4 cm. Lapisan uretra pada wanita terdiri dari Tunika muskularis
(sebelah luar), lapisan spongeosa merupakan pleksus dari vena vena, dan lapisan
mukosa (lapisan sebelah dalam).Muara uretra pada wanita terletak di sebelah atas
vagina( Zuana,2005 ).
4.3 Histologi testis
a
b
c

Gambar 3 preparat testis (a) sel leydig, (b) sel sertoli (c) tubulus seminiferus

Pada gambar tersebut ditunjukan bagian sel leydig yang terdapat diluar tubulus
seminiferus, sedang sel sertoli terdapat pada bagian didalam tubulus seminiferus. Secara

histologi pada testis pria akan dijumpai tubulus seminiferus yang terpendam dalam
dasar jaringan ikat longgar yang banyak mengandung pembuluh darah dan limfe, saraf
dan sel interstisial (Leydig). Tubulus seminiferus ini akan menghasilkan sel kelamin
pria yaitu spermatozoa, sedangkan sel Leydig mengekskresikan androgen testis.
Testis yang dikelilingi oleh selaput berserat albuginea, yang banyak encloses
profil dari seminiferous tubules dalam sperma yang dibuat oleh mitosis dan meiosis.
Antara seminiferous tubules adalah interstisial sel-sel Leydig (yang memproduksi
testosterone) dan kapal darah. wilayah yang berkerut dengan dibulatkan spermatogonia
yang mengalami mitosis menjadi dasar spermatocytes (rintik nuclei), dan kemudian
menjadi spermatocytes sekunder oleh proses pertama meiotic divisi. Sekunder
spermatocytes membagi lagi (kedua meiotic divisi) untuk menjadi spermatids (dengan
lebih kecil, gelap nuclei), yang mentransformasikan menjadi spermatozoa matang.
Semua ini terjadi tahap-tahap ke arah lumen. Spermatozoa dewasa memiliki tongkat
tipis seperti nuclei yang bebas dalam lumen. Sertoli dinding tabung kecil, dan
memelihara sel-sel yang berkembang di antara banyak hal lainnya (Bevelnder, 1988).
4.4 Histologi Vagina
a
b
c

Gambar 4 preparat vagina (a) lumen, (b) muskularis mukosa, (c) serosa
Pada gambar preparat vagina dapat dilihat serosa pada bagian terluar, muskularis
mukosa merupaan bagian otot dan bagian rongga pada gambar merupakan lumen.

Histologi dari smear vagina menampakkan suatu fenomena kehadiran sel-sel


yang bergeser dari sel-sel parabasal ke sel-sel superfisial, selain itu sel darah merah dan
neutrofil juga dapat diamati. Vagina bentuknya memanjang seperti tabung. Saat
berhubungan seks, penis masuk ke dalam liang vagina. Darah haid juga keluar melalui
vagina. Bayi juga keluar lewat vagina pada saat perempuan melahirkan. Dalam vagina
terdapat jamur dan kuman-kuman yang tidak mengganggu tubuh kalau keseimbangan
hidupnya tidak terganggu (Gunarso, 1979).

4.5 Histologi uterus


a
b
c

Gambar 5 preparat uterus (a) perimetrium, (b) miometrium, (c) endometrium


Pada gambar preparat uterus tersebut bagian-bagian yang tampak adalah
peimetirum yaitu bagian terluar dari uterus, kemudian miometrium bagian tengah atau
disebut juga bagian muskularis mukosa, dan bagian yang paling dalam yaitu
endometrium (mukosa).
Rahim atau uterus merupakan tempat janin tumbuh dan berkembang. Setiap
bulan, rahim menyiapkan diri dengan melapisi dindingnya dengan lapisan khusus untuk
menerima bayi. Jika tidak terjadi kehamilan, maka lapisan khusus itu runtuh berupa
darah haid. Jika perempuan kehamilan, lapisan khusus tidak diruntuhkan lagi, tetapi
dipakai untuk menghidupi janin sehingga perempuan tidak haid saat hamil (Beveander,
1988).

4.6 Histologi Ovarium


a
b
c

Gambar 6 preparat ovarium (a) folikel primer, (b) folikel de gruff


(c) medulla
Pada preparat ovarium diatas menunjukkan bagian-bagian seperti bulatanbulatan yang disebut folikel primer. Folikel de gruff yaitu bagian bulatan yang berisikan
korpus lateum. Kemudian ada bagian yang melengkung disebut bagian medulla.
Proses pembentukan ovum (oogenesis) terjadi di dalam ovarium. Di dalam
ovarium terdapat banyak sel induk telur (oogonium) yang bersifat diploid (2n).
Oogonium akan tumbuh menjadi oosit primer (oosit I) melalui pembelahan mitosis.
Oosit primer akan membelah secara meiosis menghasilkan satu oosit sekunder (oosit II)

dan satu badan kutub I (badan kutub primer). Oosit sekunder akan membelah
menghasilkan sebuah ootid dan sebuah badan kutub II. Ootid akan berkembang menjadi
sel telur (ovum), sedangkan badan kutub II akan luruh atau berdegenerasi. Sementara
itu, badan kutub I juga akan membelah dan menghasilkan dua buah badan kutub II yang
juga akan mengalami degenerasi. Seperti pada pembentukan sperma, pembentukan sel
telur juga dikendalikan oleh FSH. Hormon yang juga mempengaruhi pertumbuhan sel
folikel ini menghasilkan hormon estrogen dan LH. FSH sendiri dihasilkan oleh kelenjar
hipofisis. FSH dan LH berfungsi mempengaruhi sel folikel untuk melepaskan sel telur.
Proses pelepasan sel telur dinamakan ovulasi. Sel folikel yang telah kosong akan
menjadi korpus luteum yang akan menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.
Sementara itu, sel telur yang telah dilepaskan akan bergerak menuju saluran Tuba
Falopii. Di sepertiga permulaan saluran ini, jika ada sperma yang masuk, sel telur akan
dibuahi oleh sperma. Sel telur akan terus bergerak menuju rahim baik dibuahi maupun
tidak dibuahi (Solichatun, 2006).

4.7 Histologi penis


a
b

Gambar 7 preparat penis (a) uretra, (b) muskularis mukosa

Pada gambar preparat penis tersebut, terlihat bagian yang berbentuk bulat dan
memiliki rongga yang disebut dengan uretra. Adapun lapisannya teridiri dari otot polos
yang disebut muskularis mukosa.
Penis adalah bagian penting dari alat reproduksi laki-laki, terdiri dari dua
bagaian utama yaitu kepala penis dan batang penis. Kepala penis sama pekanya dengan
kelentit pada perempuan. Batang penis terdiri dari kelenjar spons yang dapat terisi darah
sehingga penis menjadi keras. Menurut literature jaringan erektil penis merupakan
rongga vaskular iregular yang sangat banyak dengan sistem menyerupai spons yang
mendapatkan pasokan darah dari arteriole eferen dan kemduai dialirkan ke venule
eferen. Masing-masing corpus cavernosum di bungkus oleh tunica albuginea suatu
membrana fibrosa yang tebal. Vena yang mengalirkan darah dari corpus cavernosum
berada sedikit dibawah tunica albuginea. Bagian dalam corpus cavernosum
mengandung banyak trabekulae. Trabekula tersusun atas serat elastis dan otot polos
yang terbenam dalam gelondong kolagen yang tebal dan terbungus oleh sel-sel endotel.
(Ramon, 1997).

V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Histologi ginjal terdapat bagian bulat-bulat yang disebut tubulus distal, tubulus distal
terdapat pada bagian medulla oblongata.

2. Vesica urinaria tersusun dari lapisan muskularis mukosa. Bagian mukosa yang
berbentuk seperti vili-vili dan bagian terladalam dari vesica urinaria tersebut
terdapat rongga yang disebut lumen.
3. Testis terdiri dari sel leydig yang terdapat diluar tubulus seminiferus, sedang sel
sertoli terdapat pada bagian didalam tubulus seminiferus.
4. Vagina teridiri dari serosa pada bagian terluar, muskularis mukosa merupaan
bagian otot dan bagian rongga pada gambar merupakan lumen.
5. Uterus terdiri dari lapisan perimetirum yaitu bagian terluar dari uterus, kemudian
miometrium bagian tengah atau disebut juga bagian muskularis mukosa, dan
bagian yang paling dalam yaitu endometrium (mukosa).

6. Ovarium terdiri dari folikel primer yang berbentuk bulatan. Folikel de gruff
yaitu bagian bulatan yang berisikan korpus lateum. Kemudian ada bagian yang
melengkung disebut bagian medulla.
7. Penis terdiri dari bagian bulat dan memiliki rongga yang disebut dengan uretra.
Kemudian bagian-bagian otot polos yang disebut muskularis mukosa.

5.2 Saran
Adapun saran untuk praktikum histology urogenital ini yaitu praktikan lebih berhati-hati
dan teliti dalam bekerja sehingga kesalahan dalam praktikum dapat diminimalisir.