Anda di halaman 1dari 8

Berita Acara Presentasi Portofolio

Pada hari ini, Kamis, 13 Agustus 2015 telah dipresentasikan portofolio oleh:
Nama Peserta : dr Sugianto Mukmin
Judul/Topik

: Malaria

Pendamping

: dr Mona Satriana

Wahana

: RSUD OKU TIMUR

No
1

Nama
Richard

2
3
4
5
6
7

dr.

Tandatangan
Togi 1

Lumban Tobing
dr. Meigi Medika
dr. Sugianto Mukmin
dr. Yuliana Sari
dr. Vanadia Nurul Meta
dr. Mona Satriana

2
3
4
5
6
7

Berita acara ini ditulis dan disampaikan dengan sesungguhnya.


Belitang, 13 Agustus 2015
Pendamping,

dr. Mona Satriana

Borang Portofolio
Nama Peserta :
Nama Wahana :

dr. Sugianto Mukmin


RSUD OKU Timur
1

Topik :
Malaria
Tanggal (kasus) :
12 Agustus 2015
Nama Pasien :
Ny.M
No. RM :
135034
Tanggal Presentasi :
13 Agustus 2015
Pendamping : dr. Mona Satriana
Tempat Presentasi :
RSUD OKU Timur
Objektif Presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus
Bayi
Anak
Remaja
Dewasa
Lansia
Bumil
Seorang perempuan, 33 tahun, dengan keluhan demam sejak 3 hari yang lalu, naik
Deskripsi :

turun, demam terutama pada malam hari disertai menggigil. Nafsu makan
berkurang sejak 1 minggu yang lalu.
Menegakkan diagnosis dan tatalaksana pada pasien malaria

Tujuan :
Bahan

Tinjauan Pustaka

Bahasan :
Cara
Membahas :

Diskusi

Riset

Kasus

Presentasi dan Diskusi

Data

Ny.M
Pasien :
Nama Klinik :
Data Utama untuk Bahan Diskusi :
1. Diagnosis / Gambaran Klinis :
-

Audit

E-mail

Pos

No. Registrasi : ZA/VIII/2015


Telp :

Terdaftar sejak :12 Agustus 2015

Demam sejak 3 hari yang lalu, naik turun, demam terutama pada malam hari disertai

menggigil.
- Nafsu makan berkurang sejak 1 minggu yang lalu
- Riwayat bepergian ke daerah endemis Malaria ada
- Nyeri persendian (+)
- Lidah kotor (-)
2. Riwayat Pengobatan :
Pasien sebelumnya belum pernah berobat untuk mengatasi keluhan ini
3. Riwayat Keluarga :
Tidak ada anggota keluarga yang mengeluhkan keluhan yang sama dengan pasien
4. Kondisi Lingkungan Sosial dan Fisik :
Tinggal bersama ayah dan ibu
5. Lain-lain :
Sosial ekonomi kurang
Daftar Pustaka :
1. Harijanto P.N. 2006. Malaria dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV.
2

Jakarta. FKUI. Hal 1754 1770


2. Laihad, Dr. Ferdinand. 2009. Draft Guideline For Malaria Control/Treatment In
Emergencies. Jakarta. Ministry of Health Indonesia.
Hasil Pembelajaran :
1. Diagnosis Malaria
2. Tatalaksana Malaria
3. Edukasi untuk pasien Malaria

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio


1. Subjektif
- Demam sejak 3 hari yang lalu, naik turun, demam terutama pada malam hari disertai
-

menggigil dan berkeringat.


Nafsu makan berkurang sejak 1 minggu yang lalu
Riwayat bepergian kedaerah endemis Malaria ada
Nyeri persendian (+)
Nyeri kepala (+)
Mual (-), muntah (-), nafsu makan tidak ada 1 minggu ini
Badan terlihat agak kuning sejak 1 minggu ini, BAK berwarna teh pekat.

2. Objektif :
Keadaan Umum
Kesadaran
Tekanan darah
Nadi
Frek. Nafas
Suhu

: Tampak sakit sedang


:Compos mentis
: 110/70 mmHg
: 95 x/menit
: 22x/menit
: 38,9C

PEMERIKSAAN FISIK
Anemis

: anemis (-/-)

Sianosis

: tidak ada

Edema

: edema tungkai -/-

Kepala

: Normochepal

Kulit

: Tidak ada kelainan

Mata

: konjungtiva anemis, sklera sub ikterik

THT

: Tidak ada kelainan

Leher

: KGB tidak membesar


3

Thoraks

Paru

Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

: Simetris kiri kanan


: fremitus sama kiri dan kanan
: sonor
: Suara nafas vesikuler, ronki -/-, wheezing -/-

Jantung

Inspeksi
Palpasi
Perkusi

Auskultasi

Abdomen

Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

: iktus kordis tidak tampak


: iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V
: Atas : RIC II
Kanan : Linea parasternalis dekstra
Kiri : 1 jari medial LMCS RIC V
: Irama teratur, bising (-)
:
: tidak tampak distensi
: hepar teraba tidak teraba, lien tidak teraba, nyeri tekan epigastrium (+).
: timpani
:bising usus (+) normal

Punggung

: tidak ada kelaianan

Alat kelamin

: tidak ada kelainan

Anus

: tidak ada kelainan

Ekstremitas

: Akral hangat, perfusi baik


Edema tungkai -/-

Laboratorium
Hb

: 13,4 g/dL

Leukosit

: 8490/mm3

Ht

: 38%

Trombosit

: 135.000/mm3

DDR Malaria

: Negatif (-)

3. Assessment (Penalaran klinik)

Malaria adalah penyakit infeksi yang dapat bersifat akut maupun kronik, disebabkan oleh
protozoa genus plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan demam,
menggigil, anemia, dan splenomegali.
Plasmodium malaria yang sering dijumpai ialah plasmodium vivax yang menyebabkan
malaria tertiana (Benign Malaria) dan plasmodium falciparum yang menyebabkan
malaria tropika (Malignan Malaria).
Manifestasi klinis malaria tergantung pada imunitas penderita, tingginya transmisi infeksi
malaria. Berat/ ringannya infeksi dipengaruhi oleh jenis plasmodium (P. falciparum sering
memberikan komplikasi), daerah asal infeksi (pola resistensi terhadap pengobatan), umur
(usia lanjut dan bayi sering lebih berat), ada dugaan konstitusi genetic, keadaan kesehatan
dan nutrisi, kemoprofilaktis dan pengobatan sebelumnya.
Malaria mempunyai gambaran karakteristik demam periodic, anemia dan splenomegali.
Masa inkubai bervariasi pada masing-masing plasmodium. Keluhan prodromal dapat
berupa : kelesuan, malaise, sakit kepala, merasa dingin di punggung, nyeri sendi dan
tulang, demam ringan, anoreksia, perut tak enak, diare ringan dan kadang-kadang dingin.
Keluhan prodromal sering pada P. vivax dan ovale. Sedang pada P. falciparum dam
malariae keluhan prodromal tidak jelas bahkan gejala dapat mendadak.
Gejala klasik yaitu terjadinya triase malaria secara berurutan :
-

Periode dingin (15-60 menit) : mulai menggigil, penderita sering membungkus diri
dengan selimut atau sarung dan pada saat menggigil sering seluruh badan bergetar dan

gigi-gigi saling terantuk, diikuti dengan meningkatnya temperature,


Periode panas : muka penderita merah, nadi cepat, dan panas badan tetap tinggi beberapa

jam, diikuti dengan keadaan berkeringat,


Periode berkeringat : penderita berkeringat banyak dan temperature turun, dan penderita
merasa sehat.

DIAGNOSIS
A. Anamnesis
- Riwayat demam intermitten atau terus-menerus
5

- Riwayat dari atau pergi ke daerah endemik malaria


- Trias Malaria
- Diare ( dapat merupakan gejala utama )
B. Pemeriksaan fisik
- Konjungtiva pucat
- Sclera ikterik
- Splenomegali
C. Laboratorium
Pemeriksaan tetes darah
- Tetesan preparat darah tebal : cara terbaik menemukan parasit malaria.
- Tetesan preparat darah tipis : digunakan untuk identifikasi jenis plasmodium.
Tes antigen : P-F test
Mendeteksi antigen dari P. falciparum ( Histidine Rich Protein II ).
Tes serologi
Mendeteksi adanya antibody spesifik terhadap malaria atau pada keadaan dimana parasit
sangat minimal.
Pemeriksaan PCR ( Polymerase Chain Reaction )
Sangat peka dengan teknologi amplifikasi DNA, waktu dipakai cukup cepat dan
sensitivitasmaupun spesifisitas nya tinggi.
Tatalaksana
Secara global WHO telah menetapkan tatalaksana malaria dengan ACT

( Artemisinin

base Combination Therapy ). Kombinasi obat ini dapat berupa kombinasi obat tetap ( fixed
dose ) atau kombinasi tidak tetap ( non-fixed dose ). Kombinasi dosis tetap lebih memudahkan
pemberian pengobatan. Contohnya ialah Co-Artem, Artekin. Kombinasi tidak tetap misalnya
Artesunat + meflokuin, Artecom + primakuin ( CV8 ), Artesunat + klorokuin, dll.
Infeksi P. vivax atau P. ovale
a. Daerah sensitif klorokuin
Klorokuin basa 150 mg
Hari I : 4 tablet + 2 tablet ( 6 jam kemudian )
Hari II dan III : 2 tablet atau
Hari I dan II : 4 tablet,
Hari III
: 2 tablet
Terapi radikal : + primakuin 1x15 mg selama 14 hari
Bila gagal dengan terapi klorokuin, beri kina sulfat 3x400-600 mg/hari selama 7 hari.
b. Daerah resisten klorokuin
6

Kina 3x400-600 mg selama 7 hari


Terapi radikal : + primakuin 1x15 mg selama 14 hari.
Infeksi P. falciparum ringan/sedang, infeksi campur P. falciparum dan P. vivax
- Artemisin
Hari I : 4 tablet (200 mg)
Hari II : 4 tablet
Hari III: 4 tablet
- Amodiaquin
Hari I : 4 tablet (600 mg)
Hari II : 4 tablet
Hari III: 2 tablet
-

Klorokuin basa 150 mg


Hari I : 4 tablet + 2 tablet ( 6 jam kemudian )
Hari II : 2 tablet
Hari III: 2 tablet atau
Hari I : 4 tablet
Hari II : 4 tablet
Hari III: 2 tablet
Terapi radikal : + primakuin 45 mg ( 3 tablet ). Dosis tunggal ; infeksi campur :

primakuin 1x15 mg selama 14 hari


Bila resisten dengan pengobatan tersebut : SP 3 tablet ( dosis tunggal ) matau kina sulfat

3x400-600 mg/hari selama 7 hari.


Malaria berat
Artesunat iv/im 2,4 mg/kgBB diberikan pada jam ke-0, 12, 24, dilanjutkan satu kali

perhari.
Drip kina HCl 500 mg ( 10 mb/kgBB ) dalam 250-500 ml D5% diberikan dalam 6-8 jam

( maksimum 2000 mg ) dengan pemantauan EKG dan kadar gula darah 8-12 jam.
Kombinasi kina dengan tetrasiklin 94 mg/kgBB 4 x sehari atau doksisiklin 3 mg/kgBB 1
x sehari.

4. Plan
Diagnosis : Malaria tertiana
Tatalaksana :
-

Istirahat
IVFD RL/D5% 28 tetes/menit
Paracetamol 3 x 500 mg
Obat malaria: Darplex 1 x 4 tab (selama 3 hari)
Primakuin 1 x1 tab (selama 14 hari)
7

Tranfusi PRC
Neurodex 3 x 1 tab

Edukasi :
-

Pencegahan terhadap gigitan nyamuk.


Penggunaan obat profilaksis malaria bila akan berpergian ke daerah endemis.
Memberi penjelasan tentang kemungkinan relaps dari malaria yang dapat terjadi pada
masa akan datang.