Anda di halaman 1dari 8

ISU ETIK KEPERAWATAN

1. Pengertian
Etnik adalah seperangkat kondisi spesifik yang dimiliki oleh kelompok tertentu
(kelompok etnik). Sekelompok etnik adalah sekumpulan individu yang mempunyai
budaya dan sosial yang unik serta menurunkannya ke generasi berikutnya
(Handerson, 1981). Etik berbeda dengan ras (race). Ras merupakan sistem
pengklasifikasian manusia berdasarkan karakteristik fisik pigmentasi, bentuk tubuh,
bentuk wajah, bulu pada tubuh dan bentuk kepala. Ada tiga jenis ras yang umumnya
dikenal, yaitu Kaukasoid, Negroid, Mongoloid.
Budaya adalah keyakinan dan perilaku yang diturunkan atau diajarkan manusia
kepada generasi berikutnya (Taylor, 1989). Budaya adalah sesuatu yang kompleks
yang mengandung pengetahuan,keyakinan, seni, moral, hukum, kebiasaan, dan
kecakapan lain yang merupakan kebiasaan manusia sebagai anggota kemunitas
setempat.
Kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan
dengan belajar, beserta keselurahan hasil budi dan karyanya dan sebuah rencana untuk
melakukan

kegiatan

tertentu

(Leininger,

1991).

Menurut konsep budaya Leininger (1978, 1984), karakteristik budaya dapat


digambarkan sebagai berikut : (1) Budaya adalah pengalaman yang bersifat universal
sehingga tidak ada dua budaya yang sama persis, (2) budaya yang bersifat stabil,
tetapi juga dinamis karena budaya tersebut diturunkan kepada generasi berikutnya
sehingga mengalami perubahan, (3) budaya diisi dan ditentukan oleh kehidupan
manusianya sendiri tanpa disadari.
Transkultural adalah suatu pelayanan keperawatan yang berfokus pada analisis dan
studi perbandingan tentang perbedaan budaya (Leininger, 1978). Keperawatan
transkultural adalah ilmu dan kiat yang humanis, yang difokuskan pada perilaku
individu atau kelompok, serta proses untuk mempertahankan atau meningkatkan
perilaku sehat atau perilaku sakit secara fisik dan psikokultural sesuai latar belakang
budaya. Pelayanan keperawatan transkultural diberikan kepada klien sesuai dengan
latar belakang budayanya.
2. Teori etik

Dalam etika masih dijumpai banyak teori yang mencoba untuk menjelaskan suatu
tindakan, sifat, atau objek perilaku yang sama dari sudut pandang atau perspektif yang
berlainan. Beberapa teori etik adalah sebagai berikut :
1.

Utilitarisme
Sesuai

dengan

namanya Utilitarisme berasal

dari

kata utility dengan

bahasa

latinnya utilis yang artinya bermanfaat. Teori ini menekankan pada perbuatan yang
menghasilkan manfaat, tentu bukan sembarang manfaat tetapi manfaat yang banyak
memberikan kebahagiaan kepada banyak orang. Teori ini sebelum melakukan perbuatan
harus sudah memikirkan konsekuensinya terlebih dahulu.
2.

Deontologi
Deontology berasal dari kata deon dari bahasa yunani yang artinya kewajiban. Teori ini
menekankan pada pelaksanaan kewajiban. Suatu perbuatan akan baik jika didasari atas
pelaksanaan kewajiban, jadi selama melakukan kewajiban sudah melakukan kebaikan. Teori
ini tidak terpatok pada konsekuensi perbuatan dengan kata lain teori ini melaksanakan
terlebih dahulu tanpa memikirkan akibatnya. (Aprilins, 2010)

3. Prinsip moral dalam keperawatan transkultural


1.

Autonomy/OtonomI
Berarti mengatur dirinya sendiri, prinsip moral ini sebagai dasar perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan dengan cara menghargai pasien. Contohnya adalah seorang
perawat apabila akan menyuntik harus memberitahu untuk apa obat tersebut, prinsip otonomi
ini dilanggar ketika seorang perawat tidak menjelaskan suatu tindakan keperawatan yang
akan dilakukannya, tidak menawarkan pilihan misalnya memungkinkan suntikan atau injeksi
bisa dilakukan di pantat kanan atau kiri dan sebagainya. Perawat dalam hal ini telah bertindak
sewenang-wenang pada orang yang lemah.

2.

Beneficience
Prinsip beneficience ini oleh Chiun dan Jacobs (1997) dedefinisikan dengan kata lain
doing good yaitu melakukan yang terbaik. Beneficience adalah melakukan yang terbaik dan
tidak merugikan orang lain, tidak membahayakan pasien. Apabila membahayakan, tetapi
menurut pasien hal itu yang terbaik maka perawat harus menghargai keputusan pasien
tersebut, sehingga keputusan yang diambil perawatpun yang terbaik bagi pasien dan keluarga.

Beberapa contoh prinsip tersebut dalam aplikasi praktik keperawatan adalah, seorang pasien
mengalami perdarahan setelah melahirkan, menurut program terapi pasien tersebut harus
diberikan tranfusi darah, tetapi pasien mempunyai kepercayaan bahwa pemberian tranfusi
bertentangan dengan keyakinanya, dengan demikian perawat mengambil tindakan yang
terbaik dalam rangka penerapan prinsip moral ini yaitu tidak memberikan tranfusi setelah
pasien memberikan pernyataan tertulis tentang penolakanya. Perawat tidak memberikan
tranfusi, padahal hal tersebut membahayakan pasien, dalam hal ini perawat berusaha berbuat
yang terbaik dan menghargai pasien.
3.

Justice
Setiap individu harus mendapatkan tindakan yang sama, merupakan prinsip dari justice
(Perry and Potter, 1998 ; 326). Justice adalah keadilan, prinsip justice ini adalah dasar dari
tindakan keperawatan bagi seorang perawat untuk berlaku adil pada setiap pasien, artinya
setiap pasien berhak mendapatkan tindakan yang sama. Contohnya dalam keperawatan di
ruang penyakit bedah, sebelum operasi pasien harus mendapatkan penjelasan tentang
persiapan pembedahan baik pasien di ruang VIP maupun kelas III, apabila perawat hanya
memberikan kesempatan salah satunya maka melanggar prinsip justice ini.

4.

Veracity
Menurut Chiun dan Jacobs (1997) sama dengan truth telling yaitu berkata benar atau
mengatakan yang sebenarnya. Veracity merupakan suatu kuajiban untuk mengatakan yang
sebenarnya atau untuk tidak membohongi orang lain atau pasien (Sitorus, 2000).

5.

Avoid Killing
Menekankan perawat untuk menghargai kehidupan manusia (pasien), tidak membunuh
atau mengakhiri kehidupan. Thomhson ( 2000 : 113) menjelasakan tentang masalah avoiding
killing sama dengan Euthanasia yang kata lainya tindak menentukan hidup atau mati yaitu
istilah yang digunakan pada dua kondisi yaitu hidup dengan baik atau meninggal. Ketika
menghadapi pasien dengan kondisi gawat maka seorang perawat harus mempertahankan
kehidupan pasien dengan berbagai cara. Tetapi menurut Chiun dan Jacobs (1997 : 40)
perawat harus menerapkan etika atau prinsip moral terhadap pasien pada kondisi tertentu
misalnya pada pasien koma yang lama yaitu prinsip avoiding killing. Pasien dan keluarga
mempunyai hak-hak menentukan hidup atau mati. Sehingga perawat dalam mengambil

keputusan masalah etik ini harus melihat prinsip moral yang lain yaitu beneficience,
nonmaleficience dan otonomy yaitu melakukan yang terbaik, tidak membahayakan dan
menghargai pilihan pasien serta keluarga untuk hidup atau mati. Mati disini bukan berarti
membunuh pasien tetapi menghentikan perawatan dan pengobatan dengan melihat kondisi
pasien dengan pertimbangan beberapa prinsip moral diatas.
6.

Fidelity
Diartikan dengan setia pada sumpah dan janji. Chiun dan Jacobs (1997 : 40) menuliskan
tentang fidelity sama dengan keeping promises, yaitu perawat selama bekerja mempunyai
niat yang baik untuk memegang sumpah dan setia pada janji. Prinsip fidelity menjelaskan
kewajiaban perawat untuk tetap setia pada komitmennya, yaitu kewajiban memperatahankan
hubungan saling percaya antara perawat dan pasien yang meliputi menepati janji dan
menyimpan rahasia serta caring (Sitorus, 2000 : 3). Prinsip fidelity ini dilanggar ketika
seorang perawat tidak bisa menyimpan rahasia pasien kecuali dibutuhkan, misalnya sebagai
bukti di pengadilan, dibutuhkan untuk menegakan kebenaran seperti penyidikan dan
sebagainya.

4. TIPE-TIPE ETIKA
1.

Bioetik
Bioetika merupakan studi filosofi yang mempelajari tentang kontroversi dalam etik,
menyangkut masalah biologi dan pengobatan. Lebih lanjut, bioetika difokuskan pada
pertanyaan etik yang muncul tentang hubungan antara ilmu kehidupan, bioteknologi,
pengobatan, politik, hukum, dan theology. Pada lingkup yang lebih sempit, bioetik
merupakan evaluasi etika pada moralitas treatment atau inovasi teknologi, dan waktu
pelaksanaan pengobatan pada manusia. Pada lingkup yang lebih luas, bioetik mengevaluasi
pada semua tindakan moral yang mungkin membantu atau bahkan membahayakan
kemampuan organisme terhadap perasaan takut dan nyeri, yang meliputi semua tindakan
yang berhubungan dengan pengobatan dan biologi. Isu dalam bioetik antara lain :
peningkatan mutu genetik, etika lingkungan, pemberian pelayanan kesehatan.

2. Clinical

ethics/Etik

klinik

Etik klinik merupakan bagian dari bioetik yang lebih memperhatikan pada masalah etik
selama pemberian pelayanan pada klien. Contoh clinical ethics : adanya persetujuan atau

penolakan, dan bagaimana seseorang sebaiknya merespon permintaan medis yang kurang
bermanfaat (sia-sia).
3.

Nursing ethics/Etik Perawatan


Bagian dari bioetik, yang merupakan studi formal tentang isu etik dan dikembangkan dalam
tindakan keperawatan serta dianalisis untuk mendapatkan keputusan etik. Etika keperawatan
dapat diartikan sebagai filsafat yang mengarahkan tanggung jawab moral yang mendasari
pelaksanaan praktek keperawatan. Inti falsafah keperawatan adalah hak dan martabat
manusia, sedangkan fokus etika keperawatan adalah sifat manusia yang unik (k2-nurse, 2009)
5. Tujuan
Menurut Leinenger, sangat penting memperhatikan keragaman budaya dan nilai-nilai
dalam penerapan asuhan keperawatan kepada klien. Bila hal tersebut diabaikan oleh
perawat, akan mengakibatkan terjadinya cultural shock. Cultural shock akan dialami
oleh klien pada suatu kondisi dimana perawat tidak mampu beradaptasi dengan
perbedaan nilai budaya.Keperawatan transkultural adalah ilmu dengan kiat yang
humanis yang difokuskan pada perilaku individu atau kelompok serta proses untuk
mempertahankan atau meningkatkan perilaku sehat atau sakit secara fisik dan
psikokultural sesuai latar belakang budaya. Sedangkan menurut Leinenger (1978),
keperawatan transkultural adalah suatu pelayanan keperawatan yang berfokus pada
analisa dan studi perbandingan tentang perbedaan budaya.

Tujuan dari transcultural nursing adalah untuk mengidentifikasi, menguji, mengerti


dan menggunakan norma pemahaman keperawatan transcultural dalam meningkatkan
kebudayaan spesifik dalam asuhan keperawatan. Asumsinya adalah berdasarkan teori
caring, caring adalah esensi dari, membedakan, mendominasi serta mempersatukan
tindakan keperawatan. Perilaku caring diberikan kepada manusia sejak lahir hingga
meninggal dunia. Human caring merupakan fenomena universal dimana,ekspresi,
struktur polanya bervariasi diantara kultur satu tempat dengan tempat lainnya.
Tujuan penggunaan keperawatan transkultural adalah untuk mengembangkan sains
dan pohon keilmuan yang humanis sehingga tercipta praktik keperawatan pada kultur
yang spesifik dan universal. Kultur yang spesifik adalah kultur dengan nilai-nilai

norma spesifik yang tidak dimiliki oleh kelompok lain, seperti bahasa. Sedangkan
kultur yang universal adalah nilai atau norma yang diyakini dan dilakukan hampir
oleh semua kultur seperti budaya berolahraga membuat badan sehat, bugar; budaya
minum

teh

dapat

membuat

tubuh

sehat

(Leininger,

1978).

Dalam melaksanakan praktikkeperawatan yang bersifat humanis, perawat perlu


memahami landasan teori dan praktik keperawatan yang berdasarkan budaya. Budaya
yang telah menjadi kebiasaan tersebut diterapkan dalam asuhan keperawatan
transkultural, melalui 3 strategi utama intervensi, yaitu mempertahankan, bernegosiasi
dan merestrukturisasi budaya.

6. Contoh
. Isu tentang Legal dan etik keperawatan yang berkembang dalam masyarakat saat ini.
contohnya Kasusnya :
Kelalaian dalam tindakan keperawatan , dimana tidak terpenuhi nya hak hak
Klien, seperti hak untuk memperoleh pelayanan keperawatan yang maksimal dan bermutu.
Kasus yang biasa terjadi adalah kesalahan pemberian obat, hal ini dikarenakan begitu
banyaknya jumlah obat yang beredar metode pemberian yang bervariasi. Kelalaian yang
sering terjadi, diantaranya kegagalan membaca label obat, kesalahan menghitung dosis obat,
obat diberikan kepada pasien yang tidak tepat, kesalahan mempersiapkan konsentrasi, atau
kesalahan rute pemberian.Beberapa kesalahan tersebut akan menimbulkan akibat yang fatal,
bahkan menimbulkan kematian, dan sudah menjadi kepercayaan masyarakat, kesalahan
pemberian obat seperti ini akan menjadi rahasia oleh perawat perawat lain, demi menjaga
hubungan Kesejawatan antara anggota Profesi serta menjaga nama baik instansi pelayanan
kesehatan terkait.
Dalam contoh diatas, maka ditinjau dari beberapa komponen isu etik dan
Legal keperawatan, berdasarkan :
a. Standar Profesi : Perawat tidak lagi berdisiplin terhadap ilmu yang diperoleh, tidak
berkomitmen pada profesi, dan tidak bekerja sesuai standar profesi.
b. Implikasi Komitmen Keperawatan : Perawat tidak melaksanakan kewajiban profesi
keperawatan dan melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan Nuraninya.
c. Advokasi : Perawat tidak membela atau mendukung hak hak pasien.

d. Kesejawatan : Terjadi Interaksi antar sejawat dalam tindakan non terapeutik terhadap
klien, timbul hubungan tidak sehat dalam tindakan profesi keperawatan ( Medis) dan
masyarakat.
e. Hubungan Perawat

- Klien : Meningkatnya kesadaran akan hakl hak nya,

masyarakat (klien) bisa saja menempuh jalur hukum untuk membela haknya.
7. Konsep dalam transcultural nursing
1.

Budaya

Norma atau aturan tindakan dari anggota kelompok yang dipelajari, dibagi serta memberi
petunjuk dalam berfikir, bertindak dan mengambil keputusan.
2.

Nilai budaya

Keinginan individu atau tindakan yang lebih diinginkan atau suatu tindakan yang
dipertahankan pada suatu waktu tertentu dan melandasi tindakan dan keputusan
Perbedaan budaya dalam asuhan keperawatan .
3.

Etnosentris

Budaya-budaya yang dimiliki oleh orang lain adalah persepsi yang dimiliki individu
menganggap budayanya adalah yang terbaik
4.

Etnis

Berkaitan dengan manusia ras tertentu atau kelompok budaya yang digolongkan menurut
cirri-ciri dan kebiasaan yang lazim
5.

Ras

Perbedaan macam-macam manusia didasarkan pada mendiskreditkan asal muasal manusia.


Jenis ras umum dikenal kaukasoid, negroid,mongoloid.
6.

Etnografi: Ilmu budaya

Pendekatan

metodologi

padapenelitian

etnografi

memungkinkan

perawat

untuk

mengembangkan kesadaran yang tinggi pada pemberdayaan budaya setiap individu.


7.

Care

Fenomena yang berhubungan dengan bimbingan bantuan, dukungan perilaku pada individu,
keluarga dan kelompok dengan adanya kejadian untuk memenuhikebutuhan baik actual
maupun potensial untuk meningkatkan kondisi dan kualitas kehidupan manusia
8.

Caring

Tindakan langsung yang diarahkan untuk membimbing, mendukung dan mengarahkan


individu, keluarga atau kelompok pada keadaan yang nyata atau antisipasi kebutuhan untuk
meningkatkan kondisi kehidupan manusia

9.

Culture care

Kemampuan kognitif untuk mengetahui nilai, kepercayaan dan pola ekspresi digunakan
untuk membimbing, mendukung atau member kesempatan individu, keluarga atau kelompok
untuk mempertahankan kesehatan, sehat dan berkembang bertahan hidup dalam keterbatasan
dan mencapai kematian dengan damai

DAFTAR PUSTAKA
Leininger.
Theories,

&

McFarland.

Research

and

M.R,

(2002),

Practice,

3rd

Transcultural
Ed,

Nursing

USA,

Concepts,

Mc-Graw

Hill

Companies
Andrew . M & Boyle. J.S, (1995), Transcultural Concepts in Nursing Care, 2nd Ed,
Philadelphia, JB Lippincot Company Cultural Diversity in Nursing, (1997),
Transcultural

Nursing

Basic

Concepts

dari http://www.google.com/rnc.org/transculturalnursing

and

Case

Studies,