Anda di halaman 1dari 8

JURNAL KELAUTAN NASIONAL

Vol. 6, No. 1 April 2011

ANALISIS PEMANFAATAN SISTEM DUAL FUEL


(GAS LPG-SOLAR) PADA UNJUK KERJA MESIN DONG FENG 4 TAK 1
SILINDER
AN ANALYSIS INTO THE USE OF A DUAL FUEL SYSTEM
(GAS LPG-DIESEL) IN 4 STROKE, 1 CYLINDER DONG FENG ENGINE
PERFORMANCE
Donal Daniel dan Riza Zulkarnain
Peneliti pada Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan Perikanan
E-mail: donald3th1975@yahoo.com dan rizazulkarnain@gmail.com
Diterima tanggal: 2 Februari 2011 ; Diterima setelah perbaikan:21 Maret 2011 ;
Disetujui terbit tanggal:31 maret 2011

ABSTRAK
Aplikasi sistem dual fuel (gas LPG-solar) pada mesin penggerak kapal nelayan adalah
salah satu alternatif solusi mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan
mendukung program pemerintah tentang usaha-usaha pengurangan pemanasan global.
Percobaan dilakukan dengan memodifikasi air intake manifold mesin Dong Feng 7
PK dengan memasang mixer agar gas LPG dapat masuk ke ruang bakar, kemudian
mesin di-running pada rpm 1200, 1400, 1600, 1800, 2000, 2200, 2400, dan 2600
pada throttle yang dibuka penuh (100%). Dari hasil percobaan, unjuk kerja mesin
menunjukkan penurunan torsi dan daya motor meskipun terjadinya penghematan
solar.
Kata Kunci: Dual Fuel, Performansi, Mixer
ABSTRACT
Application of dual fuel systems (LPG-diesel) in an engine of a fishing boat is an
alternative solution to reduce dependency on fossil energy and support the
government's program on efforts to reduce global warming. Experiments were carried
out by modifying the air intake manifold Dong Feng 7 HP engine by installing a mixer
for LPG gas which can into the fuel chamber then the engine was in run the rpm of
1200, 1400, 1600, 1800, 2000, 2200, 2400, and 2600 on the throttle which was
opened fully (100%). Experimental results showed that there were reduction of engine
torque and power, whereas there was slight reduction on the use of diesel fuel.
Keywords: Dual Fuel, Performance, Mixer
PENDAHULUAN
Upaya yang terus dilakukan
oleh Kementerian Kelautan dan
Perikanan (KKP) dalam menjawab
permasalahan pasokan solar bagi
nelayan terus dilakukan. Penelitian dari
Balitbang KP mulai dari pemanfaatan
bahan bakar biodiesel (B10 dan B100)
dari biji jarak pagar (Daniel, D dan
Arifuddin
(2007))
kemudian

dilanjutkan
dengan
pemanfaatan
Browns Gas Generator (Zulkarnain,
R., Donal Daniel dan Rendra Hadi
Wibawa (2009)) dan terakhir adalah
pemanfaatan gas Liquified Petroleum
Gas (LPG) dan solar secara dual fuel
sebagai
bahan
bakar
alternatif
pengganti solar. Isu terakhir yang
berkembang hingga sekarang adalah
komitmen
pemerintah
untuk

Analisis Pemanfaatan Sistem Dual Fuel (Gas LPG-Solar) pada


Unjuk Kerja Mesin Dong Feng 4 Tak 1 Silinder

JURNAL KELAUTAN NASIONAL


mengurangi efek gas rumah kaca
(GRK) sebagai dampak pemanasan
global (global warming) dengan
mengurangi
sebanyak-banyaknya
pembuangan gas CO2 ke atmosfer dan
produksi
oksigen
(O2)
dengan
penanaman pohon dan mencari
alternatif pengganti sumber energi
yang
lebih
ramah
lingkungan
(Kompas, 6 Juli 2010, hal. 21).
Penelitian yang bertemakan dengan
memanfaatkan bahan bakar gas baik
LPG (Liquified Petroleum Gas) atau
Compressed Natural Gas (CNG) (di
Indonesia dikenal dengan istilah BBG)
banyak dilakukan baik didalam negeri
maupun luar negeri. Instansi di dalam
negeri
yang
sudah
melakukan
penelitian pemanfaatan bahan bakar
gas yaitu Lemigas, ITB dan
Universitas Kristen Petra.
Lemigas
(2010)
meneliti
dampak penggunaan bahan bakar gas
baik BBG dan LPG jenis Liquified Gas
for Vehicle (LGV) pada kendaraan
bermotor di darat, sedangkan ITB yang
dilakukan oleh Andri (2007) dan
Antya, B.W (2008) melakukan
penelitian tentang unjuk kinerja dari
pemanfaatan LPG jenis LGV pada
Genset 5 KW dan juga dampak emisi
gas buang.dan juga review penelitian
ITB tentang pemanfaatan bakar
alternatif pada motor
bakar
(Reksowardoyo,
I.K
(2010)).
Sedangkan Universitas Kristen Petra
yang dilakukan oleh Kristanto, P dan
Jemy Gunawan pada tahun 1999 dan
Kristanto, P., Willyanto dan Djoko
Wahyudi pada tahun 2001 lebih
banyak melakukan penelitian pada
pemanfaatan BBG pada motor bensin
serta modifikasi mixer yang digunakan
dalam penelitian.
Adapun penelitian di luar
negeri tentang pemanfaatan bakar
bakar gas yaitu di Bangladesh
dilakukan
oleh
Ehsan
and
Shafiquzzaman
Bhuiyan
(2009)
dengan menggunakan CNG bertekanan

Vol. 6, No. 1 April 2011


rendah. Rao, G.A., A.V.S.Raju.,
K.Govinda Rajulu., and C.V.Mohan
Rao.,(2010) di India melakukan
penelitian
tentang
pengaruh
pembebanan (load) pada sistem dual
fuel untuk bahan bakar solar dan LPG
pad
kecepatan
konstan.
Hasil
penelitiannya menunjukkan bahwa
konsumsi bahan bakar menjadi hemat
pada penggunaan solar murni untuk
beban rendah. Namun, pada beban
tinggi, konsumsi bahan bakarnya
menjadi hemat pada mode dual-fuel
dan untuk mesin diesel stasioner dapat
dioperasikan dengan mudah pada
mode dual-fuel pada beban yang lebih
tinggi. Hasil penelitian yang sama juga
dilakukan oleh Sethi, V. P., Salariya,
K. S (2004).
Adapun tulisan ini bertujuan
untuk
mengetahui
unjuk
kinerja/performansi penggunaan bahan
bakar solar dan gas LPG dari tabung
12 kg pada mesin Dong Feng dalam
keadaan stasioner dan juga hasil
perbandingan biaya bahan bakar serta
hasil pengujian pelumas. Pemilihan
penggunaan gas LPG baik dari tabung
3 kg atau 12 kg yaitu lebih pada
ketersediaan di pasaran, (BBG dan
LGV hanya tersedia pada stasiun
pengisian tertentu), bertekanan rendah
bila dibandingkan tabung CNG atau
BBG sehingga tidak perlu regulator
khusus untuk menurunkan tekanan.
Diharapkan,
uji
coba
pemakaian sistem dual fuel dengan
menggunakan solar dan gas LPG pada
motor penggerak kapal nelayan
merupakan sebagai upaya untuk
menggalakkan
pemakaian
energi
alternatif ramah lingkungan sekaligus
mendukung program pemerintah untuk
menjaga lingkungan.
BAHAN DAN METODE
1. Bahan
Bahan yang digunakan pada
penelitian ini adalah:
a. Bahan bakar solar Pertamina

Analisis Pemanfaatan Sistem Dual Fuel (Gas LPG-Solar) pada


Unjuk Kerja Mesin Dong Feng 4 Tak 1 Silinder

JURNAL KELAUTAN NASIONAL


b. Bahan bakar gas jenis LPG
c. Pelumas Pertamina Mesran B
heavy duty
d. Tabung LPG 12 kg
e. Selang + regulator
f. Timbangan
g. Stopwatch
h. Konverter/mixer kit
i. Mesin Dong Feng 7PK 4 Tak 1
silinder
j. Alat
ukur
digital
untuk
pengujian performance
Percobaan menggunakan mesin 4
tak, dengan spesifikasi seperti pada
Tabel 1.
Tabel 1. Spesifikasi Mesin
(Engine Specification)
Merk/Type
DONG FENG
Kapasitas (cc)
Daya
7,5 PK
Daya max
8 PK pada 2600 RPM
Putaran max.
2600 RPM
Torsi max
Jumlah Langkah 4 langkah
Jumlah Silinder 1
Diameter
110 mm
silinder
Langkah Piston 112 mm

Gambar 1. Mesin Dong Feng dan Alat


Mixer
(Dong Feng Engine and Its
Mixer)

Vol. 6, No. 1 April 2011


Skema
percobaan
adalah
seperti terlihat pada Gambar 2:

Gambar

2.

Tata Letak Peralatan


Pengujian
(Layout of Experiment
Devices)

Keterangan gambar:
(1) Saringan udara
(2) Muffler/knalpot
(3) Mesin diesel/
DongFeng
(4) Fuel intake
(5) Dyno torque
(6) Butterfly valve

(7) Ventury
(8) Tangki solar
(9) Tangki/tabung LPG
(10) Timbangan digital
(11) Regulator
(12) Selang regulator
(13) Pompa injektor

2. Metode
Pengujian
laboratorium
dilakukan pada bulan Oktober 2010 di
Balai Termodinamika Motor dan
Propulsi (BTMP) BPPT-Puspiptek
Serpong.
Rancangan dari riset ini adalah
sebagai berikut :
a. Engine Performance Test
Selama pengujian, parameterparameter uji yang dicatat
adalah putaran mesin, torsi,
tekanan barometer, temperatur
udara
masuk,
temperatur
minyak pelumas, temperatur
ruangan, temperatur bahan
bakar masuk, tekanan bahan
bakar masuk, Konsumsi bbm.
Kecepatan yang diset adalah
1200, 1400, 1600, 1800, 2000,
2200, 2400 & 2600 rpm pada
throttle penuh (100%).
Pengujian yang sama juga
dilakukan pada sistem dual
fuel.

Analisis Pemanfaatan Sistem Dual Fuel (Gas LPG-Solar) pada


Unjuk Kerja Mesin Dong Feng 4 Tak 1 Silinder

JURNAL KELAUTAN NASIONAL

Vol. 6, No. 1 April 2011

Mulai

Minyak
Solar
(100%)

Dual fuel (Solar


& LPG)

Bahan bakar

Eksperimen

Pengambilan Data (n,P,fuels,


temp, Smoke, dll)

Ya
Rubah Load/rpm
Tidak
Selesai

Gambar 3. Diagram Alir Pengujian


Performance
(Flowchart
of
Performance Testing)
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Hasil Pengujian Performance
Hasil uji performance untuk
bahan bakar solar dan dual fuel
ditampilkan dalam grafik perbandingan
Torsi dan BSFC (Brake Spesific Fuel
Consumption) dan grafik perbandingan

daya dan biaya bahan bakar adalah


sebagai berikut:
PerbandinganTorsi, BSFC Mesin Dual Fuel & Solar
Torsi DF

Torsi Solar

SFC DF

SFC Solar

25

3000

2000
15
1500
10
1000
5

0
1100

500

1300

1500

1700

1900

2100

2300

2500

0
2700

Konsumsi Bahan Bakar Spesifik BSFC


(kJ/kW.h)

2500

20

Torsi (Nm)

b. Langkah langkah Percobaan


Dapat dilihat pada diagram alir
(Gambar 3)
Bahan bakar solar
Bahan bakar solar sebagai
bahan bakar utama (base fuel)
yaitu minyak solar produk
pertamina yang ada di pasaran
lokal
Bahan
bakar
dual
fuel
(Solar+LPG)
Dua jenis bahan bakar yang
akan
dipergunakan
dalam
penelitian ini yaitu minyak
solar produk pertamina yang
ada di pasaran lokal dan bahan
bakar gas (LPG)

Putaran Mesin (rpm)

Gambar 4. Grafik unjuk kerja mesin


solar dan dual fuel
(Engine
performance
chart, diesel and dual fuel)
Pada Gambar 4 dapat dilihat
bahwa performance mesin dengan
bahan bakar solar ditunjukkan dengan
beberapa besaran sebagai berikut:
daya maksimal sebesar 7,1 PK pada
2600 rpm, torsi maksimal sebesar 16,7
Nm pada 1800 rpm serta BSFC sebesar
892,1 gr/kWh pada 2600 rpm.
Sedangkan performance mesin dengan
bahan bakar solar + LPG ditunjukkan
dengan beberapa besaran sebagai
berikut:t nilai daya maksimal sebesar
5,56 PK pada 2600 rpm dan torsi
maksimal sebesar 16,62 Nm pada 2200
rpm. Setelah dilakukan beberapa
pengaturan komposisi bahan bakar
selama pengujian, daya mesin tidak
dapat naik disebabkan oleh terjadinya
knocking.
Pada Gambar 5, dapat dilihat
bahwa dengan mesin diesel dengan
bahan bakar solar didapatkan bahwa
daya maksimal sebesar 7,1 PK pada
2600 rpm dan BSFC sebesar 892,1
gr/kWh dengan biaya solar Rp.
2181/kWh. Jadi, dengan solar mesin

Analisis Pemanfaatan Sistem Dual Fuel (Gas LPG-Solar) pada


Unjuk Kerja Mesin Dong Feng 4 Tak 1 Silinder

JURNAL KELAUTAN NASIONAL

Vol. 6, No. 1 April 2011

akan hemat pada putaran tinggi yaitu


2600 rpm.
8
7

Hasil Pengujian Ketahanan


(Durability) 50 Jam
Dengan bahan bakar solar
PerbandinganDaya, BiayaBahanBakarDF&Solar
DayaDF DayaSolar BiayaperkW
hDF BiayaperkW
hSolar
mesin dapat diuji dengan baik selama
6000
50 jam tanpa mengalami kendala, tapi
untuk pengujian dengan bahan bakar
5000
h
. solar + LPG terjadi kerusakan mesin
4000 W
/k pada saat pengujian memasuki jam kep
R 20, sehingga pengujian dihentikan dan
3000 h
Wdilakukan pengecekan terhadap mesin.
k
r
hasil
pengecekan
mesin
2000 e Dari
p
a mengalami
kerusakan
karena
air
y
1000 a
i masuk ke dalam oil sump dan ada
B
kerusakan pada pompa oli sehingga oli
0
tidak bersirkulasi dan menyebabkan
1300
1500
1700
1900
2100
2300
2500
2700
kerusakan pada mesin.
5030

4979

4622

2.

5184

4649

4416

)5
s
P
(4
a
y
a3
D

3430

2181

1983

1912

1778

1592

2
1
0
1100

1562

1614

1704

1830

PutaranM
esin(rpm
)

Gambar 5. Grafik perbandingan daya


dan biaya bahan bakar
untuk solar dan dual fuel
(Power and fuel price
chart, diesel & dual fuel)

Grafik Perbandingan Daya, SFCdan Biaya Bahan Bakar Uji Ketahanan

DayaDual Fuel (PS)

DayaSolar (PS)

SFCDual Fuel (kJ/PShr)

SFCSolar (kJ/PShr)

Harga Solar (Rp/PShr)

Harga Dual Fuel (Rp/PShr)

1900
6

1700

)r
h
S
P
/
p
1300 R
(
a
y
a
1100 i
B
1500

Sedangkan dengan mesin diesel


dengan bahan bakar solar + LPG
didapatkan bahwa nilai daya maksimal
sebesar 5,56 PK pada 2600 rpm yang
berarti sama dengan daya untuk bahan
bakar solar. Jika biaya bahan bakar
dual fuel dibandingkan solar pada 2600
rpm, biaya dual fuel sebesar Rp.
1830.kWh. Biaya ini bukan merupakan
biaya yang paling hemat untuk dual
fuel karena pada Gambar 5 terlihat
biaya yang paling hemat yaitu Rp.
1562/kWh pada 2000 rpm. Untuk
biaya bahan bakar, asumsi harga yang
dipakai adalah Rp. 5850/kg LPG dan
Rp. 4500/liter solar. Daya dan torsi
pada pengujian ini sudah diusahakan
untuk
semirip
mungkin
agar
memudahkan
dalam
menghitung
perbandingan konsumsi bahan bakar,
akan tetapi dalam kenyataannya di
lapangan terjadi perbedaan pada daya
yang
dihasilkan,
hal
tersebut
kemungkinan terjadi karena campuran
antara bahan bakar solar dan LPG
sudah mencapai batasnya sehingga jika
dinaikkan lagi akan terjadi knocking.

)4
S
(P
r
e3
w
o
P

900
700

500
1
300
0

100
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 52 54

Jamke

Gambar 6. Grafik perbandingan daya,


SFC, dan biaya bahan
bakar
uji
ketahanan
(Power, SFC, and Fuel
Price Chart for durability
test)
Uji ketahanan dilanjutkan
setelah dilakukan perbaikan terhadap
mesin yang rusak. Perbaikan meliputi
penggantian beberapa komponen yang
rusak seperti piston, ring piston dan
liner. Uji ketahanan lanjutan dilakukan
selama 30 jam dengan bahan bakar
solar + LPG.
Gambar 6 memperlihatkan
hasil dari pengujian ketahanan selama
50 jam pada masing-masing jenis
bahan bakar, dimana pengujian

Analisis Pemanfaatan Sistem Dual Fuel (Gas LPG-Solar) pada


Unjuk Kerja Mesin Dong Feng 4 Tak 1 Silinder

)r
h
S
P
/
J
k
(
C
F
S
B

JURNAL KELAUTAN NASIONAL


dilakukan pada putaran dan beban
konstan yaitu 2600 rpm dan beban
sebesar 6 PK.
Pengujian ketahanan 50 jam
untuk mesin Dongfeng dengan
menggunakan dual fuel dilakukan pada
putaran 2600 rpm dan power sekitar
5.8 PK. Power berusaha untuk diatur
pada 6 PK pada putaran 2600 rpm
tetapi mesin tidak dapat mencapai
power tersebut sehingga diatur sedikit
di bawahnya yaitu 5,8 PK.
Untuk konsumsi bahan bakar
kita dapat membandingkan hasil uji
ketahanan dengan bahan bakar solar
dan dual fuel pada konsumsi bahan
bakar spesifiknya dimana bahan bakar
yang digunakan dibagi dengan power
yang dihasilkan. Dalam hal ini
digunakan satuan Joule untuk bisa
mendapatkan hasil gabungan antara
solar dan LPG.
Pada Gambar 6 terlihat
penurunan SFC yang cukup signifikan
pada jam ke-22, kemungkinan hal itu
terjadi karena mesin baru diperbaiki
dengan
melakukan
beberapa
penggantian komponen utama mesin.
Pada 20 jam awal pengujian, jelas
terlihat bahwa penggunaan dual fuel
lebih boros daripada penggunaan solar,
tetapi setelah terjadi kerusakan pada
mesin dan kemudian diperbaiki,
konsumsi bahan bakar specific antara
solar dengan dual fuel hampir sama,
bahkan
penggunaan
dual
fuel
cenderung lebih irit.
3. Hasil Pengujian Pelumas
Pengujian properties pelumas
setelah running 50 jam baik
menggunakan solar maupun dual fuel
dinilai berdasarkan 4 (empat) tingkatan
yaitu normal, atensi/perlu mendapat
perhatian, urgent/segera diganti, dan
parah/severe. Secara umum, kualitas
pelumas dengan menggunakan dualfuel pada kondisi urgent/segera diganti,
sedangkan dengan solar pada kondisi
parah (severe). Hal ini menunjukkan
kualitas pelumas menggunakan dual

Vol. 6, No. 1 April 2011


fuel pada kondisi lebih baik
dibandingkan solar saja. Kondisi
pelumas baik dual fuel maupun solar
disebabkan
adanya
sumber
ketidaknormalan.
Sumber ketidaknormalan pada
pelumas yang menggunakan solar:
Nilai viskositas naik cukup tinggi.
Kenaikan ini disebabkan tingginya
kandungan air dan soot. Soot atau
jelaga merupakan. istilah umum
yang mengacu pada najis partikel
karbon tidak murni yang dihasilkan
dari pembakaran tidak lengkap dari
hidrokarbon
(Wikipedia).
Kontaminan air sangat tinggi,
kemungkinan terjadi kebocoran
pada sistem pendingin mesin. Kadar
soot cukup tinggi, indikasi terjadi
pembakaran
tidak
sempurna.
Kontaminan bahan bakar cukup
tinggi,
kemungkinan
terjadi
kebocoran pada sistem bahan bakar.
Besi (Fe) cukup tinggi, diperkirakan
berasal
dari
keausan
pada
komponen cylinder liner, camshaft
atau valve mechanism.
Sumber ketidaknormalan pada
pelumas yang menggunakan dual
fuel:
Total
Base
Number
(TBN)
merupakan kapasitas pelumas untuk
menetralisir asam yang berasal dari
bahan bakar (sulfur) dan akibat dari
oksidasi
temperatur
tinggi,
kondensasi, dan proses pembakaran
((Troyer, D and Fitch, J), Trakindo).
Kehadiran asam dapat meninbulkan
korosi dalam mesin. Suatu pelumas
harus mempunyai TBN yang cukup
tinggi agar dapat menetralisir asam
dalam jangka waktu tertentu. Oleh
karena itu, besar TBN suatu
pelumas tergantung jenis bahan
bakar yang digunakan (kandungan
sulfur). Semakin besar TBN dari
sebuah pelumas,semakin lama usia
pakainya (Fajar, R dan Yubaidah, S
(2007)).

Analisis Pemanfaatan Sistem Dual Fuel (Gas LPG-Solar) pada


Unjuk Kerja Mesin Dong Feng 4 Tak 1 Silinder

JURNAL KELAUTAN NASIONAL


Dari hasil pengujian, didapatkan
bahwa nilai TBN turun tetapi masih
dalam batas normal. Keausan Fe
dan Aluminium (Al) cukup tinggi,
diduga berasal dari keausan pada
komponen cylinder liner, piston,
camshaft atau valve mechanism.
KESIMPULAN
1. Kesimpulan
Operasi mesin dengan dual fuel
lebih cocok dan ekonomis untuk
mengurangi bahan bakar cair yang
biasa digunakan oleh nelayan. Sebuah
mesin diesel dapat dioperasikan pada
moda dual fuel dengan sedikit
modifikasi mesin.
Dari hasil pengujian dapat
diambil beberapa kesimpulan :
- Komposisi penggunaan solar pada
mesin dual fuel rata-rata masih
sekitar 60 % pada kondisi mesin
diuji ketahanan atau pada beban
kontinyu.
- Ada penurunan power pada saat
penggunaan dual fuel, diduga
penurunan terjadi karena mesin
mengalami knocking pada saat
penggunaan bahan bakar dual fuel.
- Pada uji ketahanan lanjutan dengan
dilakukan beberapa penggantian
komponen yang baru didapatkan
hasil konsumsi bahan bakar spesifik
dual fuel lebih baik dibanding
dengan uji ketahanan sebelumnya
dengan bahan bakar dual fuel.
Komsumsi bahan bakar dual fuel
pada uji ketahanan lanjutan lebih
mirip dengan konsumsi bahan bakar
spesifik dengan solar, yaitu sekitar
530 kJ/PKhr
2. Saran
Untuk pengujian yang sifatnya
riset dan memerlukan ketahanan mesin
sebaiknya digunakan mesin yang
masih baru dan dilakukan rating serta
penggantian komponen mesin pada
saat penggantian jenis bahan bakar.

Vol. 6, No. 1 April 2011


DAFTAR PUSTAKA
Andri. 2007. Pengaruh Sistem
Pemasukan Bahan Bakar
Liquefied Gas for Vehicle
(LGV) terhadap Emisi Gas
Buang.
Laporan
Tugas
Sarjana Institut Teknologi
Bandung.
Antya, B.W, 2008. Prestasi Motor
Diesel 5 KW Satu Silinder
dengan Bahan Bakar Ganda
LPG-SOLAR.
Laporan
Tugas
Sarjana
Institut
Teknologi Bandung.
Daniel,

D dan Arifuddin. 2007.


Pengujian Bahan Bakar
Biodiesel
Produksi
Lengkong Cilacap pada
Kapal
Nelayan.
Jurnal
Kelautan Nasional Vol. 2
No. 2, Agustus 2007. ISSN :
1907797X.

Ehsan and Shafiquzzaman Bhuiyan.


2009. Dual fuel Performance
of a Small Diesel Engine for
Applications with Less
Frequent Load Variations.
International Journal of
Mechanical & Mechatronics
Engineering IJMME Vol: 9
No: 10.
Fajar, R dan Yubaidah, S. 2007.
Penetuan
Kualitas
Pelumasan Mesin. Jurnal
MESIN Volume 9 No 1
Januari 2007 halaman 8-15.
http://en.wikipedia.org/wiki/Soot
http://www.kompas.com/kompascetak/0607/21/Otomotif/278
7195.htm
Kristanto, P dan Jemy Gunawan. 1999.
Peningkatan
Performance
Motor Bensin 4 Tak 3

Analisis Pemanfaatan Sistem Dual Fuel (Gas LPG-Solar) pada


Unjuk Kerja Mesin Dong Feng 4 Tak 1 Silinder

JURNAL KELAUTAN NASIONAL


Silinder yang Menggunakan
Bahan Bakar Gas dengan
Penambahan Blower dan
Sistem
Injeksi.
Jurnal
Teknik Mesin Vol. 1, No. 1,
April 1999 : 1 7.
Kristanto, P., Willyanto dan Djoko
Wahyudi. 2001. Pengaruh
Perubahan Pemajuan Waktu
Penyalaan Terhadap Motor
Dual fuel (Bensin-BBG).
Jurnal
Teknik
Mesin
Universitas Kristen Petra
Vol. 3, No. 1, April 2001: 1
6.
Lemigas.

2010. Pemanfaatan Gas


(BBG dan LPG) untuk
Kendaraan
Bermotor.
Laporan Hasil Penelitian
Lemigas
untuk
Badan
Litbang
Kelautan
dan
Perikanan, 2010.

Vol. 6, No. 1 April 2011


Trakindo.

Minyak Pelumas dan


Pengaruhnya terhadap Mesin
Anda.

Troyer, D and Fitch, J. 2001. Oil


Analysis Basics.
Zulkarnain, R., Donal Daniel dan
Rendra Hadi Wibawa. 2009.
The Application of Browns
Gas Generator to Two
Stroke
Diesel
Engine.Prosiding Prosiding
Seminar Nasional Teori dan
Aplikasi Teknologi Kelautan
(SENTA) ITS 2009 Surabaya.
Fakultas
Teknologi Kelautan - ITS
Surabaya. ISSN 1412-2332.

Rao, G.A., A.V.S.Raju., K.Govinda


Rajulu., and C.V.Mohan
Rao., 2010. Performance
evaluation of a dual fuel
engine (Diesel + LPG).
Indian Journal of Science
and Technology Vol. 3 No.
3 (Mar 2010) ISSN: 09746846.
Reksowardoyo, I.K. 2010. Review
Paper: Research on The
Application of Alternative
Fuels
of
Combustion
Engines and Propulsion
Systems Laboratory. Institut
Teknologi Bandung.
Sethi, V. P., Salariya, K. S. 2004.
Exhaust
Analysis
and
Performance of a Single
Cylinder Diesel Engine Run
on Dual Fuels, Journal of
Institute of Engineers, 85 , 1,
pp. 1-7.

Analisis Pemanfaatan Sistem Dual Fuel (Gas LPG-Solar) pada


Unjuk Kerja Mesin Dong Feng 4 Tak 1 Silinder