Anda di halaman 1dari 22

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PEMAFAATAN ABU SISA PEMBAKARAN SAMPAH SEBAGAI BAHAN


PEMBUAT BATAKO

Diusulkan oleh :
Adelina Wulandari Utomo/12.04.594/2012
Iwan Faizal/4103131028/2013
Reni Adelina/12.04.639/2012
Vicky Kurniawan/4204141012/2014

POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS


BENGKALIS
2014

II

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL .............................................................................. I
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................... II
DAFTAR ISI .............................................................................................. III
RINGKASAN ............................................................................................ IV
BAB I PEDAHULUAN
1. Latar Belakang .................................................................................... 1
2. Luaran Penelitian ................................................................................ 1
3. Manfaat Penelitian .............................................................................. 2
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
a. Sampah Padat Perkotaan ............................................................. 3
b. Abu Sampah .................................................................................. 3
c. Batako ............................................................................................ 4
BAB 3 METODE PENELITIAN
1. Tahap Penelitian ........................................................................... 6
2. Luaran ............................................................................................ 6
3. Indikator Capain ........................................................................... 6
4. Teknik Pengumpulan Data .......................................................... 6
5. Analisis Data .................................................................................. 7
6. Penyimpulan Hasil Penelitian ...................................................... 8
BAB 4 ANGGARAN BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN
4.1. Anggaran Biaya............................................................................ 9
4.2. Jadwal Kegiatan Penelitian ......................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 10
LAMPIRAN ............................................................................................... 11

III

RINGKASAN
Permasalahan sampah merupakan permasalahan yang terjadi hampir diseluruh
kota di Indonesia, dimana sampah menumpuk dengan target olahan adalah didaur
ulang menjadi kompos dan hanya sedikit yang mengelola kembali menjadi barang
siap pakai. Sampah yang tersisa atau tidak dipakai akan dibakar, sehingga hasil
sisa pembakarannya akan menjadi tumpukan yang dapat menyebabkan timbulnya
sumber penyakit. Untuk menghindari hal tersebut maka perlu dilakukan suatu
kajian inovasi terhadap pemanfaatan sampah yang dibakar tersebut menjadi
sesuatu yang dapat digunakan, sehingga perlu dicoba penggunaan hasil sisa
pembakaran (sampah) sebagai bahan campuran untuk pembuatan batako. Jika hal
ini berhasil dilaksanakan, maka hal ini dapat menjadi salah satu cara untuk
mengendalikan penumpukan sampah yang ada khususnya di kota Bengkalis.

IV

BAB 1
PENDAHULUAN
1.

Latar Belakang
Paradigma yang pada saat ini jelas terdengar dimasyarakat tentang
sampah adalah sesua barang/benda yang yang tidak berguna dan berbau
busuk yang dapat menimbulkan banyak macam penyakit serta menghasilkan
lingkungan yang tidak sehat. Dengan adanya pandangan asyarakat mengenai
sampah, hal ini menunjukkan bahwa permasalahan sampah bukanlah
permasalahan yang bisa dianggap remeh.
Bengkalis merupakan salah satu kota yang berada di propinsi Riau
merupakan kota yang selalu mendapatkan penghargaan sebagai kota terbersih
(Adipura) pada tahun 2014, akan tetapi kota ini akan lebih bersih jika
pengelolaan sampah perkotaan lebih terarah dan termanfaatkan.
Pemanfaatan sampah sebagai bahan untuk dijadikan kompos sudah
sering dilaksanakan, akan tetapi digunakan untuk menjadi salah satu bahan
baku ataupun tambahan suatu produk belum banyak digunakan, baik
masyarakat awam ataupun proyek. Salah satu produk yang akan dibentuk dari
sampah sebagai bahan tambah adalah pembuatan batako.
Pada dasarnya batako terbuat dari campuran semen, pasir dan air
dengen persentase terbanyak adalah pasir dan sedikit air. Batako sendiri
sudah banyak digunakan untuk dinding rumah maupun toko, khususnya yang
ada dibengkalis, sehingga perlu dilakukan suatu percobaan tentang
pembuatan batako dengan salah satu bahan tambah adalah sampah dari hasil
sisa pembakaran.

2.

Luaran Penelitian
Pada penelitian ini, luaran yang diharapkan pada penelitian ini adalah
menghasilkan suatu produk batako yang ramah lingkungan yang terbuat dari
hasil residu pembakaran sampah sebagai bahan tambah dan pengganti
aggregat halus.

3.

Manfaat Penelitian
Manfaat yang didapat pada penelitian ini adalah mengembangkan pembuatan
batako yang terbuat dari bahan dasar sampah dengan target pencapaian
mengurangi penumpukan sampah khususnya yang ada di Bengkalis.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

a.

Sampah Padat Perkotaan


Wirahman (2007) menjelaskan bahwa sampah padat perkotaan (Municipal
Solid Waste) dibagi menjadi dua jenis, yaitu organik dan inorganik. Sampah
organik adalah sampah yang dapat diurai oleh mikroba misal kertas, kayu,
daun, dan lainnya, sedangkan sampah inorganik adalah sampah yang tidak
dapat diurai oleh mikroba misalnya kaleng, kaca, keramik, dan lainnya.

b. Abu Sampah
Komponen anorganik penyusunan utama residu hasil pembakaran
adalah Si, Al, Fe, Ca, Mg, K, Na, CI dan logam berat antara lain Cd, Cr, Cu,
Hg, Ni, Pb, dan Zn, komposisi kompoenen ini bervariasi tergantung dari jenis
sampah yang dibakar (Quina, et al, 2007). Naryono, et al (2011) juga
menyatakan bahwa bahan organik jumlah kecil (trace) juga ditemukan dalam
residu antara lain polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH), chloro benzene
(CB), polychlorinated biphenyl (PCB), polychlorinated dibenzo-p-dioksin
(PCDD) dan furan (PCDF).
Prinsip utama pemanfaatan atau pengolahan residu adalah mengubah
bahan tersebut menjadi stabil sehingga pada kondisi terpapar di atmosfer
tidak berbahaya bag lingkungan. Teknik pengolahan residu secara garis besar
dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) proses utama (Chadler, et al., 1997) :
(1) proses pemisahan, (2) pemdatan/stabilisasi, (3) proses termal. Proses
pemisahan merupakan proses ekstaksi beberapa jenis komponen pada residu
yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas agar dapat dimanfaatkan lebih
lanjut. Beberapa metode ekstraksi pada residu antara lain : ekstraksi
menggunakan
(Mohapatra

asam,
dan

peleburan

Rao,

2001).

menggunakan

alkali,

Pemadatan/stabilisasi

ion

exchange

(solidification/

stabilization) bertujuan untuk mengikat secara fisika maupun kimia


komponen beracun pada limbah menggunakan aditif dan binder. Pada proses

pemadatan, biasanya digunakan semen sebagai binder untuk mengikat atau


membungkus abu guna mengurangi terlepasnya (leachability) kontaminan
(Charles, et al., 2010).

c.

Batako
Batako adalah bata yang dibuat dari campuran bahan perekat hidrolis
ditambah dengan agregat halus dan air dengan atau tanpa bahan tambahan
lainnya dan mempunyai luas penampang lubang lebih dari 25% penampang
batanya dan isi lubang lebih dari 25% isi batanya (PUBI, 1982).
Pembuatan batako yang saat ini dilaksanakan secara manual, kini telah
ditinggalkan dan diganti dengan proses pembuatan secara maksimal. Batako
yang diproduksi, bahan bakunya terdiri dari pasir, semen dan air dengan
perbandingan 75:20:5 (Pedoman Teknis Departemen Pekerjaan Umum,
1986).
Menurut Standar Nasional Indoensia (SNI) 03-0349-1989, batako
dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :
1. Batako Pejal
Batako pejal adalah bata yang memiliki penampang pejal 75% atau lebih
dari luas penampang seluruhnya dan memiliki volume pejal lebih dari 75%
volume bata seluruhnya.
2. Batako Berlubang
Batako berlubang adalah bata yang memiliki luas penampang lubang lebih
dari 25% dari luas penampang batanya dan volume lubang bata dari 25%
volume bata seluruhnya.
3. Batako Trass/Puith
Batako putih terbuat dari campuran trass, batu kapur dan air, sehingga
sering juga disebut batu cetak kapur trass.
4. Batako Semen
Batako semen dibuat dari campuran semen dan pasir. Ukuran dan model
lebih beragam dibandingkan batako putih.
5. Batako Ringan

Materila pada batako ini dibuat dari adonan kapur, pasir, silika,semen, air.

Bahan penyusunan batako terdiri dari semen, pasir, dan air. Hasil dari
susunan batako akan dilakukan pengujian kuat tekan batako dengan
mengunakan mesin uji tekan sesuai dengan SNI 03-0349-1989.
Untuk pengukuran kuat tekan batako mengacu kepada standar SNI 030349-1989 dengan menggunakan persamaan :
f ck

P (kgf )
.......................................................................(1)
Luas Penampang (cm 2 )

Dimana :
fck = kuat tekan batako (Mpa)
P = beban tekan hancur batako (kgf)
A = Luas Penampang (cm2)

BAB 3
METODE PENELITIAN

Metode penelitian dilaksanakan dengan tujuan agar penelitian terarah sesua


dengan standar operasi prosedur (SOP) yang ada agar hasil yang dicapai sesuai
dengan harapan. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Uji
Bahan Politeknik Negeri Bengkalis.
1.

Tahapan Penelitian
Tahapan penelitian dalam penelitian ini antara alin adalah :
a. Persiapan material pembuatan batako
b. Pembakaran sampah (insinerator)
c. Pengumpulan abu sampah (residu) pembakaran
d. Penentuan takaran pengabungan
e. Pengabungan dan pengadukan material (pembuatan campuran batako)
f. Cetak batako
g. Pengujian kuat tekan batako dengan menggunakan alat uji tekan

2.

Luaran
Luaran yang didapat pada penelitian ini adalah mendapat hasil uji kekuatan
batako yang dirancang yang sesuai dengan batas ambang kekuatan yang telah
distandarkan menurut SNI 03-0349-1989.

3.

Indikator Capaian
Pencapaian yang dihasilkan pada uji coba pembuatan batako dengan
campuran abu sisa pembakaran sampah (residu) adalah menghasilkan batako
yang siap digunakan untuk rumah atau bangunan lainnya, sehingga dengan
pemanfaatan sampah dapat meminimalisir jumlah sampah yang ada di pulau
Bengkalis.

4.

Teknik Pengumpulan Data


a. Semen

Semen yang digunakan dalam uji coba ini adalah semen holcim dengan
komposisi campuran paling sedikit dibandingkan pasir.
b. Sisa Pembakaran
Sisa pembakaran sampah yang digunakan berasal dari hasil pembakaran
menggunakan inicinerator. Pemilihan incinerator yang akan digunakan
disesuaikan dengan keadaan lingkungan, jenis dan komposisi sampah,
serta volume sampah, sehingga dapat dilakukan secara lebih efisien baik
prosesnya maupun transportasi dan tenaga operasionalnya, serta pula
penggunaan lahan lebih efisien. Meminimalkan sampah yang berukuran
besar dan berat untuk dapat dipilah masuk ke dalam tempat tersendiri.
Untuk menjaga kesempurnaan pembakaran di incinerator dan mencegah
kerusakan pada dinding pembakar, maka Gelas dan Logam tidak ikut
dibakar.
c. Pasir
Pasir yang digunakan dalam uji coba pembuatan batako adalah pasir dari
sungai injap (rupat) dengan terlebih dahulu dicuci untuk mengurangi kadar
lumpur yang terkandung dalam pasir.
d. Air
Air yang digunakan dalam penelitian ini adalah air bersih yang berasal dari
sumur bor Politeknik Negeri Bengkalis, hal ini dikarenakan menyesuaikan
kondisi pembuatan batako yang ada di pulau Bengkalis dan sekitarnya.

5.

Analisis Data
Pada proses analisa data, batako yang sudah siap dicetak dengan
menggunakan cetakan dengan ukuran 40 x 20 x 10 cm, maka selanjutnya
akan dilakukan proses uji tekan batako sesuai dengan SNI 03-0349-1989.
Jika batako yang diuji tekan memiliki nilai kekuatan rata-rata sama dengan
kekuatan batako yang disyaratkan, maka batako tersebut dapat dinyatakan
bahwa batako yang dibuat dengan bahan tambahan abu sisa pembakaran
sampah dapat digunakan.

6.

Penyimpulan hasil Penelitian


Dalam penyimpulan hasil penelitian batako dengan tambahan bahan
campuran abu sisa pembakaran sampah diharapkan bahwa selain mengurangi
jumlah sampah yang ada juga akan menghasilkan batako ramah lingkungan
yang dapat mengurangi penggunaan agregat halus (pasir) sebagai bahan
utama dalam campuran pembuatan batako selain semen.

BAB 4
ANGGARAN BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN
4.1. Anggaran Biaya
No
Jenis Pengeluaran
1
Peralatan penunjang
2
Bahan habis pakai
3
Perjalanan
4
Seminar, Laporan, Presentasi dan Lainnya
Total

Biaya (Rp)
2.190.000
3.699.000
2.960.000
1.545.000
10.394.000

4.2. Jadwal Kegiatan Penelitian


No

Jenis Kegiatan

1
2

Persiapan Peralatan Laboratorium


Pengumpulan
dan
Pemisahan
Sampah
Pelaksanaan Pembakaran Sampah
Proses Cetak dan Uji Tekan Batako
Penyelesaian Laporan
Monitoring dan Evaluasi
Cetak Laporan Akhir

3
4
5
6
7

Bulan
3

10

DAFTAR PUSTAKA

Chandler,A.J., Eighmy. T.T., O.Hartlen, D.Kosson, S.E.Sawel, H.van der Sloot


dan J.Vehlow. 1997. Municipal solid waste incinerator residues. IAWG
(International Ash Working Group). Studies in Environmental Science.
vol. 67. Amsterdam
Charles, H., K. Lam, W.M.Alvin, J.P. Barford dan G.McKay. 2010. Use of
Incineration MSW Ash: A Review Sustainability. 2. 1943-1968.
Mohapatra,R. dan J.R.Rao. 2001. Review- some aspects of characterization.
utilization and environmental effects of fly ash. Journal of Chemical
Technology and Biotechnology. 76(1). Pp. 9-26.
Naryono, E., dan Soemarno (2011) Pemanfaatan Residu Pembakaran Sampah
Organis Rumah Tangga, J-PAL, Vol.2, No. 1.
Quina,

M.J.,

R.C.Santos,

J.C.M.Bordado

dan

R.M.Q.

Ferreira.

2007.

Characterization of air pollution control residues produced in a municipal


solid waste incinerator in portugal. J. Hazard. Mater.
Wiradarma, L.W (2007) Pemanfaatan Abu Sampah Padat Perkotaan (Municipal
Solid Waste) Kota Mataram Sebagai Alternatif Bahan Stabilisasi Tanah Lempung,
Vol. 3, No. 1, pp. 26-37.

11

12

13

14

15

Lampiran 3.3. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Peralatan Penunjang
Material
Kertas A4
Spidol
Sarung Tangan
Cetak Batako

Justifikasi Pemakaian
Cetak form dan deskripsi laporan
Alat tulis petunjuk sampel
Pelindung pengambilan sampel
Sebagai media pencetak batako

Harga Satuan
(Rp)

Jumlah (Rp)

37.000
8.000
30.000
480.000
SUB TOTAL (Rp)

74.000
16.000
180.000
1.920.000
2.190.000

Kuantitas
2
2
6
4

Rim
Unit
Unit
Lbr

2. Bahan Habis Pakai dan


Peralatan
Material
Semen Holcim
Pasir Sungai Injap (Rupat)
Isi Gas 3 kg
Slang Gas
Drum Pembakar
Plat Besi Tungku
Nampan Jaring Pembakaran
Plastik Kembes
Triplek 4 mm

Justifikasi Pemakaian
Bahan campuran pembuatan batako
Bahan campuran pembuatan batako
Sumber pembakaran sampah
Sumber pembakaran sampah
Tempat pembakaran yang dimodifikasi
Sebagai tempat perletakan dari Drum
Sebagai media pemisah abu dengan pembakaran
Media alas penjemur sampah
Media pelapis tempat kerja

Kuantitas
3
4
2
1
1
1
1
1
2

Zak
m3
Bh
Unit
Unit
Unit
Unit
Unit
Lbr

Harga Satuan
(Rp)
61.000
230.000
37.000
220.000
615.000
400.000
525.000
450.000
130.000

Jumlah (Rp)
183.000
920.000
74.000
220.000
615.000
400.000
525.000
450.000
260.000

16

Goni Plastik
Ember Plastik
Plastik 2 kg

Media pengangkutan dan pengupulan sampah


Media penentuan jumlah takaran Batako
Media pengumpul abu sisa pembakaran

5 Lbr
2 Unit
1 Kg

5.000
8.000
11.000
SUB TOTAL (Rp)

25.000
16.000
11.000
3.699.000

3. Perjalanan
Material
Sewa
Truk
Pengambilan
Sampel
Transportasi Laut (Bks-Pku)
PP
Biaya Konsumsi (Uang Saku)
Biaya Penginapan Pekanbaru

Media pengankutan sampah dari TPA

2 OR

Harga Satuan
(Rp)
200.000

Lokasi pelaksanaan MONEV

8 OR

185.000

Konsumsi pelaksanaan MONEV


Pelaksanaan MONEV (4 Org x 2 Kmr x 2 Hr)

4 OH
4 OR

70.000
200.000

Justifikasi Perjalanan

Kuantitas

SUB TOTAL (Rp)

Jumlah (Rp)
400.000
1.480.000
280.000
800.000
2.960.000

4. Seminar, Laporan, Presentasi dan Lainnya


Kegiatan
Foto Copy Laporan Akhir
Pembuatan Leaflet
Pembuatan Spanduk
Flas Disk
Tinta Printer
Pengandaan dan Foto Copy

Justifikasi
Pengandaan Laporan Akhir dan Jilid PKM-P
Media penunjuk hasil karya
Media penunjuk hasil karya ( 2 x 1 m)
Media Penyimpanan Data Penelitian
Media Cetak
Duplikat dan Jilid Proposal PKM-P

Kuantitas
6
10
2
2
4
9

Exp
Lbr
Lbr
Unit
Btl
Exp

Harga Satuan
(Rp)
30.000
5.500
80.000
180.000
100.000
20.000

Jumlah (Rp)
180.000
55.000
160.000
360.000
400.000
180.000

17

Proposal
Jilid Laporan (Hard Cover)

Penjikidan Laporan Akhir

6 Exp

35.000
SUB TOTAL (Rp)
TOTAL ANGGARAN (Rp)

210.000
1.545.000
10.394.000

Lampiran 3.4. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas


No

Nama/NIM

Program
Studi

Bidang
Ilmu

Alokasi
Waktu
(Jam/minggu)

Adelina
Wulandari
Utomo

Teknik
Sipil

Iwan Faizal

Teknik
Sipil

Reni Adelina

Teknik
Sipil

Vicky
Kurniawan

Teknik
Sipil

Uraian Tugas
Ketua peneliti, bertanggung jawab secara penuh terhadap semua
kegiatan penelitian termasuk terlebih dalam proses penelitian
serta bertanggung jawab mendisiminasikan hasil-hasil penelitian
berupa membuat laporan akhir.
Anggota peneliti bertanggung jawab penuh terhadap kesiapan
modul dalam mematematikakan hasil pengujian di laboratorium
dan lapangan dan mendesain hasil dan pengujian lainnya.
Anggota peneliti bertanggung jawab penuh terhadap kesiapan
modul dalam mematematikakan hasil pengujian di laboratorium
dan lapangan dan mendesain hasil dan pengujian lainnya.
Anggota peneliti bertanggung jawab penuh terhadap kesiapan
modul dalam mematematikakan hasil pengujian di laboratorium
dan lapangan dan mendesain hasil dan pengujian lainnya.

18