Anda di halaman 1dari 69

Ciri PL.

Manusia dan bedanya dgn


makhluk lainnya
1. Kepekaan sosial
2. Kelangsungan tingkah laku
3. PL. Mengarah pd tugas
tertentu
4. Usaha dan perjuangan
5. Keunikan tingkah laku

Metode dalam psikologi


1. Metode eksperimental

di lab dgn eksperimen

prinsipnya memanipulasi manusia

mencari hukum saja berbagai TL


2. Observasi harus objektif
3. Sejarah kehidupan
4. Wawancara
5. Angket
6. Pemeriksaan psikologis

PERKEMBANGAN INDIVIDU
1.
2.

3.
4.
5.

Pengertian perkembangan,
pertumbuhan, kemasakan dan masa
peka
Perkembangan

perubahan
psikologis/mental
dewasa
terorganisisr totalitas
proses
ke depan.
Sigmund Freud
bisa
mengalami gangguan dalam bentuk
regresi dan fiksasi
Pertumbuhan
perubahan fisik
kearah kemasakan fisiologis
berfungsinya organ tubuh optimal
Periode awal perkembangan

saat menentukan masa peka


bisa terhambat

Faktor bawaan (Nativisme, Schipenhauer)


A. Faktor bawaan (nativisme) Schipenhauer
Ciri fisik dan mental
b) Perkembangan
alam anak kecil sbg orang
dewasa dlm bentuk kecil. Lingkungan dan pendidikan
tdk ada konstribusinya
pesimis pedagogis
B. Faktor Lingkungan (Emperisme)
1. Aliran Emperisme
Jhon Locke tabularasa
2. Pendidikan diperlukan
optimisme pedagogis
C. Konvergensi (William Stern)
Nativisme dan emperisme
Bakat penting + Lingkungan

gabungan teori

Perkembangan Manusia
1. Prenatal
Pembentukan wujud manusia
terjadi :
a) Pengalihan ciri genetis b) pembentukan semua organ
tubuh + jenis kelamin c) lingkungan dlm rahim/perut ibu
2. Priode bayi
a) Infacy (orok)
2 minggu sejak lahir
Terjadi 2 fase yang berbeda yakni partunatal (30 menit)
setelah lahir dan neonatal.
Penyesuaian radikal
kondisi dalam perut dan
lingkungan barunya.
Perilaku mass activity dan spesific activities
b) Babyhood
masa pembentukan dasar,
berkurangnya
ketergantungan, mengenal
orang lain, ingin tahu, besar, tumbuh kreativitas, belajar
bahasa ibu, aturan
masa
peka

Ada 2 hal proses pematangan &


proses belajar. Disamping itu ada juga
unsur kekhasan/bakat dan lingkungan
Pematangan proses pertumbuhan
fungsi tubuh secara alamiah
Masa kanak-kanak masa negativistik
Pertama usia 2/3 tahun mulai
melihat kemampuan, sikap berubah,
ingin mengikuti kehendaknya,, sering
membantah.

Kedua 5/6 thn


Lingk. Lbh luas
Pendapat ortu bukan satu-satunya
Suka bantah, tempertantrum.
Ke tiga masa remaja
MASA REMAJA
1. Remaja awal (12-14 thn)
2. R Pertengahan (15-16)
3. R Akhir (17-19)

Masalah pd masa remaja malu, rendah


diri, takut gemuk, ingin punya kumis
mereda
Ciri Pl yg menonjol perilaku sosialnya,
teman sebaya
Cepat tersinggung, suka mimpi2
Dewasa awal (18-40 )
Hura2 sudah lewat hal lbh penting
Serius belajar karir
Pilih pasangan lbh serius
Cita2 lbh realistis
Hal2 ekstrim dikaji dgn tenang

Pengaruh teman sebaya berkurang


Belajar peran yang menetap mis orang
tua, pemuka masy, laki2/perempuan dewasa
Dewasa Madya (40-60 Tahun)
1. Kehidupan mapan
2. Berkeluarga/anak remaja/dewasa
3. Keadaan fisik menurun
4. Mulai kehilangan kecantikan
5. Muncul penyakit fisik
6. Kehidupan RT mungkin tdk semanis dulu

7. Puncak karir
8. Melihat masa lampau Mis serius
kerja, dipertahankan.
9. Perhatian pd anak dewasa
10. Keluarga agak membosankan
11. Usia 50-an menopause (pusing,
sangat lelah, tdk tenang.
12. Laki2 khawatir dlm penampilan,
pencernaan, pusing, insomnia).

Lanjut Usia > 60 tahun


1. Saat mensyukuri
2. Fisik jauh menurun
3. Kesejahteraan ekonomi, status
sosial, ditinggal pasangan hidup
(problem).
4. Masa pensiun

Masa dewasa
Khusus laki-laki persiapan
menghidupi keluarganya. Ada
perbedaan antar budaya dlm hal
pekerjaan.
Bertanggung jawab pd anggota keluarga
Masa tua pensiun
1. Masa MBT sebelum pensiun
2. Pekerjaan lbh ringan
3. Cari pekerjaan lain
4. Kegiatan hobi

Perkembangan emosi
Sejak lahir bawa emosi (Hurlock)
Pada minggu pertama respon senang/tdk
Berikutnya tertarik dan sedih
Emosi heran, gembira, marah, malu dan
takut terjadi sblm belajar berbicara
Sangat dipengaruhi kemasakan dan
belajar
Tahap lanjut harapan orang tua/masy.

Perkembangan Kognitif
(Jean Piaget)

Ada 4 tahap yakni :


A. . Tahap sensor motor (0-2 Tahun)

PL lbh motorik
Usia 18-24 bulan awal timbulnya
kemampuan berfikir
Berakhir dgn terkoordinasi antara
tindakan dgn persepsinya

B. Tahap Pra operasional


1. Masa Pra konseptual (Usia 2-4 tahun)

Ditandai dengan : pola berfikir


egosentris,

melihat dunia dlm hub. Dgn dirinya

Ada 2 pola pada masa ini : 1) penalaran


transduktif dan 2) sinkretik
PT dasar kesimpulannya pd peristiwa
ttt. Mis ayam bertelur semua hewan
bertelur
PS mulai mengubah kriteria
klasifikasinya, mis : jlh roda, warna dan
besar kecilnya objek

C. Tahap operasional konkrit (7-12


tahun)
1. Konservasi menalar objek
diubah bentuk tapi tdk
ditambah/dikurang volumenya
tetap
2. Seriasi kemampuan melakukan
klasifikasi pada objek konkrit
D. Oprasional formal (usia > 12)
Representasi simbolik, lbh fleksibel

Perkembangan moral
Penting menentukan kepribadian
Kholberg
1. Pra konvensional besarnya
pengaruh kepatuhan dan hukuman. Anak
menyesuaikan dgn harapan lingkungan
hadiah (senyum, pujian atau permen).
2. Konvensional terpaksa
mengikuti/menyesuaikan dgn harapan
lingk anak baik/manis

3. Purna Konvensional mengambil


keputusan sendiri. Lbh pd penghargaan dan
rasa hormat.
Menurut Piaget
Dalam 2 tahapan yakni :
1. Realisme moral otomatis menyesuaikan
diri dgn peraturan yg ada tanpa bertanya.
2. Moralitas Otonom usia > 8 tahun

Benar salah tergantung pd situasi dan lbh


rasional.

AKTIVITAS JIWA
1.
2.
3.

4.

Aktivitas terbagi menjadi 2 hal : 1. Fisik dan 2. Psikis


Keduanya dapat dibedakan
tidak dapat dipisahkan
Pembagian menjadi 2 golongan yakni :
a. Menerima perangsang dari luar
sentripetal
(gejala pengenalan)

kognisi
b. Melahirkan yang terkandung dalam jiwa-
Entripugal
(Kehendak)
hasrat/konasi
hal ini menurut Aristoteles
dikotomi
Tetens & Emmanuel Kant perasaan
sehingga
menjadi trikotomi
Bigot dkk
tiga macam sbb :
a. Kognisi (pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan,
berfikir dan intelegensi)
b. Konasi mendorong manusia untuk berbuat
nafsu, kemauan dll.
c. Emosi
merasakan sesuatu ada perangsang dari
dalam
dan luar (ketuhanan, estetika, kesusilaan
dll.)

A. Pengamatan
mengenal dunia luar
menggunakan indra.
a. Ada perangsang proses fisik
b. Dibawa oleh urat syaraf ke otak
fisiologis
c. Ada kesadaran
rohani
Syarat terjadinya pengamatan :
1. Ada perhatian pada objek
2. Ada perangsang
3. Urat syaraf
otak
4. Ada kesadaran

a. Indra penglihatan
mata
Dapat dibedakan 3 macam objek (a).Warna
(b).Bentuk (c). Dalam.
1. Penglihatan warna
asli (beda) dgn indra
lainnya.
Warna komplementer : hitam-putih;merahhijau;kuning-biru.
Bila dicampur berubah menjadi
abu-abu
Bigot
mengandung makna tertentu mis: warna
kuning (bergembira);biru (tenang);putih (kesucian)
dsb.
Buta warna ada 2 golongan yakni sebagian dan total
BW total
seseorang yang tidak dapat
membedakan warna merah, biru dan kuning
BW Total
tidak dapat membedakan
keseluruhan warna

2. Penglihatan bentuk misalnya segit tig, segi empat, dsb.


Hukum Gestalt yg mempengaruhi dlm pengamatan :
a. Hukum Kedekatan
b. Hukum Kesamaan
c. Hukum Ketutupan
d. Hukum Kontiniyus
3. Pengamatan dlm dibagi menjadi 2 yakni : (berstruktur
dan tak berstruktur)
Faktor mempengaruhinya:
a. Pembagian terang dan gelap
b. Penutupan benda
c. Perspektif
hukum prepersionalitas
Ada 2 macam perspektif yakni :
1. Perspektif detail
2. Perspektif udara
d. Besar yg relatif

Penglihatan luar biasa


1. Illusi
salah pengamatan
terhadap perangsang yg ditangkap indra
2. Halusinasi
penglihatan yang tdk
disebabkan oleh adanya perangsang
dari luar,merasa melihat sesuatu
padahal objeknya tidak ada.
3. Sintesis
bila salah salah satu
indra kita kena perangsang, alat indra
yg lain ikut bekerja
4. Osilasi
penglihatan berubahubah terhadap objek yang diamati

b. Indra Pendengar (Telinga)


Bunyi dibedakan menjadi 2 macam :
1. Bunyi tdk mempunyai arti atau
bunyi yg timbul oleh getaran yang
tidak beratur, mis: bunyi hujan
turun, suara angin, dsb.
2. Bunyi yang mempunyai arti,
ditimbulkan oleh getaran yang
teratur

c. Indra Pencium
Perangsang yg dapat ditangkap berupa gas
diterima urat syaraf
otak
diolah
bentuk bau yg bermacam-macam
Henning
6 macam bau pokok (bau busuk,
bau bunga, bau buah, bau sangit, bau akar dan bau
getah)
d. Indra Pengecap
pada permukaan lidah
sebelah atas bagian belakang. Ada 4 macam rasa
pokok (asam, manis, asin dan pahit).
e. Indra Perasa
Perasaan yang diterima kulit ada 3 macam yaitu:
rasa sakit, tekanan dan temperatur. Ketiga macam
perasaan tersebut terdapat di bawah kulit

B. TANGGAPAN
Gambaran sesuatu
yg tinggal dalam jiwa setelah terjadi
pengamatan.
Beda tanggapan dengan pengamatan
1. Tanggapan tdk memerlukan
perangsang dr luar
2. Tidak terikat oleh waltu dan tempat
3. Bersifat kabur dan abstrak
4. Bersifat sekunder
Persamaan (a) subyekktif (b) bila ada
perhatian

C. Fantasi
kemampuan jiwa untuk
membentuk tanggapan baru dengan
bantuan tanggapan yg sudah ada. OKI
sejak kanak2 sudah mulai ada fantasi dan
awal dari perkembangan fantasi tersebut.
Ada 3 macam fantasi yaitu:
1. F. Abstraherend : Menghilangkan
beberapa
sifat (alun-alun menjadi
tanah lapang yg gersang)
2. F. Determinerend : Menentukan bentuk
benda yg dikhayalkan (bentuk tertentu)
3. F. Combienerend : Menghubungkan satu
dgn yg lainnya menjadi bentuk baru.

Fantasi dilihat dari sisi lain, ada 2 hal yakni :


1. Kreatif/aktif : menciptakan sesuatu
gambaran yg baru berdasarkan inisiatif
2. Terpimpin/pasif : pengaruh orang lain
Kebaikan fantasi:
a. Tercipta karya besar
b. Dalam dunia pendidikan sangat penting
Keburukannya :
a. Kadang2 realitas ditinggalkan
b. Timbul fikiran yang tidak baik

D. Ingatan : berhubungan dengan


penyerapan a.l (pengamatan, tanggapan,
berfikir, dsb)
Kohnstamm : segala macam pekerjaan
jiwa yg berhubungan dengan waktu
lampau, sekarang dan Y.a.d
William Stern : Hubungan pengalaman
dengan masa lampau sudah melekat
dalam jiwa dan ditimbulkan saat skrng.
Pendapat umum : ingatan kemampuan
jiwa untuk mencamkan, menyimpan dan
merepsroduksi (sekaligus sebagai fungdi
ingatan)

1. Mencamkan: Melekatkan suatu kesan dengan erat


sehingga kesan tersebut dpt disimpan direproduksi.
Ada 2 macam mencamkan :
1. Dengan sengaja : yakni dengan kesadaran dan
sungguh2 memahami apa yg dicamkan;
dilakukan
dengan 2 cara yakni: menghafal
(memorizing) dan
mempelajari (studying)
2. Dengan tidak sengaja: tanpa kesadaran
memperoleh pengetahuan misalnya pada anak2
belajar bahasa, berjalan dsb.
3. macam menghafal yakni:
1. Mekanis: menghafal sesuatu yg tidak
menghiraukan arti
2. Logis: lebih dahulu mengenal dan
memperhatikan
hubungan arti.
3. Memoteknis: menggunakan titian keledai

Bahan yg dihafal: ada 3 jenis


1. Metode G (Gans Learn): semua dihafal, diulang
dengan cara yg sama sampai dikuasai
2. Metode T (Teil Learn): sebagian demi sebagian
menuju bagian berikutnya
3. Metode V (Verminttlendes): gabungan keduanya.
Faktor penunjang pencaman
1. Perhatian yg cukup
2. Kemauan dan niat (tidak ada paksaan)
3. Repetation (pengulangan) : Hukum Jost
4. Susun bahan secara sistematis
5. Kondisi tubuh, lingkungan, dsb.

2. Menyimpan
Hal-hal yg disimpan meliputi :
a. Lukisan jiwa dari dunia luar : pengamatan indra.
b. Pengertian yg bersandar pada kekuatan berfikir
Daya simpan berbeda sifat umum pada ingatan
yaitu :
1. Ingatan cepat, bila dapat menerima dengan
mudah
kesan kejiwaan.
2. Ingatan luas, sekaligus dapat menyimpan kesan
yg banyak
3. Ingatan kuat : dapat menyimpan kesan dlm
waktu yg
lama dan tidak mudah lupa
4. Ingatan setia : dapat menyimpan kesan dengan
tidak
berubah dari kesan semula.
5. Ingatan patuh : dapat mengingat dengan mudah
menimbulkan kembali kesan tersimpan dalam jiwa.

Kemampuan mengingat
bergantung pada :
1. Kondisi tubuh
2. Usia seseorang
3. Tingkat intelegensi
4. Minat
5. Pembawaan

3. Mereproduksi : Menimbulkan kembali


kesan yg disimpan.
Ada 2 bentuk reproduksi yakni: 1.
mengenal kembali 2. mengingat kembali.
Apa yg disimpan kadangkala tidak bisa
direproduksi: lupa.
Penyebabnya antara lain:
1. Sakit keras
2. Kesan berlangsung lama
3. Kesan tidak menarik
4. Masuk tanggapan baru

E. Intelegensi
kesanggupan/kemampuan untuk mengerjakan
pekerjaan dengan cepat, tepat dan mudah.
Ada 2 macam yakni:
1. Intelegensi teoritis: kemampuan
menyelesaikan soal/masalah dengan
cepat dan tepat: dalam hubungan logis
dgn bahasa.
2. Intelegensi praktis: kemampuan
mengatasi keadaan yg sulit dalam
situasi
pekerjaan berlansung cepat dan tepat.

Orang yg pertama melakukan test


intelegensi ialah Alfred Binest
(Perancis 1857 1911). Dibantu oleh
Simon untuk anak usia 3-15 thn.
Rumus yg digunakan MA x 100
CA
MA = Mental Age
CA = Chronological Age

1. Anak kurang normal (feeble minded)


a. Idiot : IQ <50
Cirinya: a. Tidak mampu mengurus
dirinya dan. b. Sulit dididik MA = 2
tahun
b. Embisi IQ: 50-70
Cirinya: a. Dapat mengingat hal yg
mudah. b. Dapat mengerjakan;
menyapu, ngepel lantai dan mencuci.
MA = 6 tahun
c. Debil (moron) IQ 70-85
Cirinya: a. Dpat melakukan pekerjaan
tukang kayu, batu dan kebun.
b.Kurang mampu mengatasi masalah
yg sulit. c. Bisa masak. SMP Khusus.

2. Anak normal (IQ 85-115)


3. Anak cerdas
a. IQ antara 115-130 (Bright Pupil)
b. IQ antara 130-150 (Very Bright
Pupil)
c. IQ> 150 Genius
Semua ini berkairan dengan Heredity,
environmentalitast dan konvergensi
(lihat teori perkembangan manusia)

F. Berfikir
Aktivitas pribadi yg bertujuan
memecahkan problema: menemukan
hubungan dan menentukan sangkut
paut nya.
Dalam berfikir dan memecahkan
masalah melalui proses:
1. Pembentukan pengertian:
himpunan ciri hakiki atau sifat yg
khas dari sesuatu yang menentukan
dan
membedakan dari yg lain.
Pengertian tdk trbatas pada satu
benda atau keadaan
saja.

Ada 2 macam pengertian:


a) Pengertian pengalaman:
diperoleh berdasarkan
pengalaman
b) Pengertian logis/ilmiah: penelitian
Mis: Bujur Sangkar dengan:
a) Analisa b) Abstraksi c)
Kombinasi

2. Pembentukan pendapat
Dibentuk dari dua pengertian atau lebih yg
ada hubungan arti. Pendapat dinyatakan
dengan bahasa dlm bentuk kalimat.
3. Pembentukan kesimpulan
Membentuk suatu pendapat berdasarkan
pendapat lain.
Kesimpulan ada 3 macam:
a) Induktif: diambil dari keputusan yg
khusus; umum.
b) Dedukatif: diambil dari yg umum; khusus
c) Analogi:
menyesuaikan/mempertimbangkan yg
dapat dikiaskan; keputusan.

BELAJAR
1. Bentuk PL: Kelangsungan hidup
2. Belajar: a) Immediate behaviour dan b)
Potential B
3. Belajar dan berfikir: tidak dapt
dipisahkan
4. Berfikir: a) Tidak kasat mata b)
Representasi simbiolis c) Tidak selalu
memecahkan masalah; konsep, ide
kreatif.
5. Teori belajar: Asosiasi S-R
Classical conditioning: Pavlov
Operant/instrumental conditioning:
Skinner&Thorndike law of effect
6. Teori belajar kognitif
7. Belajar mencontoh
8. Alih belajar (transfer learning)

Optimal hasil belajar


a. Prinsip
b. Hadiah untuk penguat
c. Sikap positif
d. Belajar proses
e. Beda individu
f. Guru sebagai model
g. Transfer belajar positif
10. Teori Lupa
a. Decay Theory
b. Interverensi
c. Retrieval Failure
e. Motivated forgetting Psikoanalisis
(Freud)

Proses lupa secara


psikologis

1. Bila materi tdk pernah digunakan


2. Materi mengalami perubahan meliputi:

a. Penghalusan berubah lbh halus,


kurang tajam bentuk aslinya tdk
diingat lagi

b. Penegasan hanya bagian yg


mencolok yg diingat

c. Asimilasi Cenderung mencari


bentuk yg ideal dan sempurna.

3. Ada hal baru yg dipelajari yg lama lupa

Hambatan retroaktif & hambatan proaktif


4. Melupakan hal-hal yg mengerikan,
menakutkan, menjijikkan, penuh dosa. Proses
ini Proses ini tanpa disadari oleh bagian
unconciousness dari sistem kejiwaan.
5. Proses fisiologi dimentia senilis/karena
tua

Trauma, narkoba

Cara mengingat
Hal-hal yg pernah diketahui a.l
1. Rekoleksi menimbulkan kembali suatu
peristiwa lengkap dengan detailnya
2. Pembaruan ingatan hampir sama dgn
rekoleksi bila ada hal yg merangsang
3. Memanggil kembali ingatan (recall)
mengingat kembali suatu hal terlepas masa
lalu.
4. Rekognisi mengingat kembali sesuatu hal
setelah menjumpai sebagian.
5. Mempelajari kembali sst yg dulu pernah
dipelajari.

Gejala perasaan
1. Pengertian perasaan
2. Unsur perasaan

a. Bersifat subjektif

b. Berkaitan dgn gejala mengenal

c. Tingkatannya tdk sama

Gejala perasaan tergantung pd:


1. Keadaan jasmani
2. Pembawaan
3. Keadaan keluarga, jabatan,
pergaulan dsb

Max Scheler
1. Perasaan tingkat sensoris
Berdasarkan atas kesadaran dan stimulus
pd jasmani ( mis. Rasa sakit, panas, dingin.
2. Perasaan vital dgn keadaan tubuh
(lesu, segar, lelah dsb).
3. Perasaan kejiwaan perubahan spikis
( rasa gembira, senang, sedih, susah, takut)
4. Perasaan kepribadian keseluruhan
pribadi ( harga diri, putus asa, puas,
terasing).

Pembagian menurut
Konstam

1. Perasaan keindraan berkaitan dgn


alat indra ( asin, pahit, manis, lapar, haus,
sakit, lelah dsb).
2. Perasaan kejiwaan
A. Intlektual
B. Kesusilaan
C. Keindahan
D. Kemasyarakatan
E. Harga diri
F. Ke Tuhanan

Affek peristiwa psikis ketegangan


hebat, kuat tiba-tiba, tdk disadari gejala
jasmaniah yg hebat ( ketakutan, kemurkaan,
ledakan dendam, kebencian dsb).
Wilhem Wundt
1. Affek perasaan senang dan tdk senang
2. Menimbulkan kegiatan jiwa/melemahkan
3. Berisi penuh ketegangan dan relaks

Immanuel Kant
1. Affek Sthenis sadar kekuatan dan
kemampuannya dorongan bekerja
2. Affek Asthenis perasaan
kehilangan kekuatan lumpuh.
Stemming/suasana hati agak lama,
lebih tenang, berkesinambungan
perasaan senang.

Simpati dan empati


Simpati kecendrungan utk ikut
merasakan
Persamaan cita-cita, senasib, berasal
dari daerah yg sama
Empati kecenderungan
merasakan sesuatu jika dlm
situasi tsb.

Perasaan senang/tdk senang


mewarnai kehidupan warna afektif
adakalanya kuat, lemah/samarsamar.
Warna afektif yg kuat perasaan
menjadi lbh mendalam, lbh luas,
terarah tingkat mental/psikologi
emosi Mis : gembira, bahagia,
terkejut, benci dsb.

Teori emosi :
1. Nativistik descartes sejak lahir
6 emosi dasar ( cinta, kegembiraan,
keinginan, benci, sedih dan kagum)
2. Emperistik William James dan
Carl Lange
emosi reaksi thdp perubahan
dlm sistem fisiologi tubuh. Dasar terapi
tertawa.

Psikologi kognitif emosi


tergantung pengalaman,
dipelajari dan empirik.
Emosi yg kuat perubahan pd
tubuh :
Peredaran darah, denyut jantung,
pernafasan, pupil mata, liur, bulu
roma, pencernaan

Beberapa jenis emosi :


Takut menghindari
Bentuk ekstrim phobia
Mis. Clautro phobia, acrophobia,
ochlophobia.
Cemburu, gembira, marah

Gejala Kemauan (Konasi)


1. Pengertian
Salah satu fungsi hidup kejiwaan manusia ialah usaha aktif
dan berkaitan dgn pelaksanaan tujuan.
Dalam istilah sehari-hari kehendak/hasrat
fungsi
jiwa untuk mencapai suatu tujuan
Berfungsinya terkait dengan fikiran dan perasaan.
Dorongan, keinginan, hasrat, kecendrungan, hawa nafsu dan
kemaun
DORONGAN
- Kekuatan dari dalam berlangsung di luar kesadaran kita
Dibedakan atas dorongan nafsu dan rohaniah
- Dorongan tropisme
tumbuhan dan binatang
- Dorongan hidup
pada manusia
otomatisme
mis: peredaran darah, pencernaan makanan,
pernafasan. dsb.
- Harus diawasi dan dikontrol
mengancam

DORONGAN
- Kekuatan dari dalam berlangsung di
luar kesadaran kita
Dibedakan atas dorongan nafsu dan
rohaniah
- Dorongan tropisme
tumbuhan
dan binatang
- Dorongan hidup
pada manusia
otomatisme mis: peredaran darah,
pencernaan makanan, pernafasan. dsb.
- Harus diawasi dan dikontrol
mengancam

Untuk meniru harus disalurkan pada hal


yg positif
Semua dorongan berpangkal pada:
1) mempertahankan diri
2) mempertahankan jenis
3) mengambangkan diri
Jenis dorongan nafsu (makan, seksual,
sosial dan meniru) untuk melanjutkan
hidup kita
Jenis dorongan (keamanan, menonjolkan
diri, ingin tahu, keindahan, kebaikan,
kebebasan dan bekerja).

Keinginan ialah dorongan nafsu pada


benda, kebiasaan, hasrat dan keinginan
dpt diulang-ulang.
Kecendrungan ialah hasrat yg aktif dan
lekas bertindak .
Hawa nafsu ialah hasrat yg besar dan kuat
dan menguasai seluruh fungsi jiwa dalam
kesadaran.
Kemauan ialah kekuatan yg sadar dan
hidup menciptakan sesuatu dasarnya
pikiran dan perasaan.

Proses kemauan
tindakan
1. Motif
alasan
2. Perjuangan motif
ada beberapa motif luhur
dan rendah.
3. Keputusan
pemilihan
4. Perbuatan
sesuai keputusan
Hasrat yg berpusat pada kejasmanian
1. Tropisme
pada tumbuhan
2. Refleks
reaksi yang tidak disadari
perangsang.

. Ciri-cirinya :
Hubungan perangsang dan reaksi
Tidak disadari
Bersifat mekanis
Terkait perangsang
Pada sumsum tulang belakang
Cara bertindak dibawa sejak lahir

Jenis refleks
1. Bawaan
refleks asli
2. Latihan -
pengalaman selalu
diulang
3. Refleks bersyarat perangsang
alam
Insting kemampuan berbuat
sejak lahir
pemuas dorongan
nafsu

Cirinya :
a. Lebih majemuk dari refleks
b. Tidak memerlukan latihan
c. Gerak pembawaan alami
d. Secara mekanis
e. Dapat dilatih oleh keadaan
f. Berakar pada dorongan nafsu
g. Berubah

Frustrasi
Keadaan dlm diri tdk tercapai
tujuan ada rintangan
1. Frustrasi lingkungan
2. Frustrasi pribadi.
3. Frustrasi konflik

Reaksi terhadap frustrasi


1. Bertindak secara eksplosif
2. Melakukan konpensasi
3. Introversi
4. Sublimasi tujuan
5. Reaksi psikopatis
6. Simbolisasi

Frustrasi dan Mekanisme


Pertahanan Diri
1. Represi menekan pengalaman tdk
menyenangkan.
2. Regresi Tl sperti anak kecil lbh
perhatikan.
3. Rasionalisasi berusaha menalar
situasi frustrasinya selogis mungkin
4. Proyeksi melempar penyebab pd
orang lain
5. Reaksi formasi berbalik mis.
sangat sayg

Mekanisme penyesuaian diri


A. Keadaan fisik