Anda di halaman 1dari 4

Landasan Pendidikan Pancasila

Landasan pancasila dibedakan menjadi 4 yaitu landasan historis, landasan kultural, landasan
yuridis dan landasan filosofis. Berikut ini adalah pembahasan mengenai landasan pendidikan
pancasila.
1. Landasan Historis
Bangsa Indonesia terbentuk dengan melalui proses yang begitu panjang mulai dari jaman
kerajaaan kerajaan kutai, sriwijaya, majapahit sampai datangnya penjajah. Bangsa Indonesia
adalah suatu bangsa yang ingin menemukan jati dirinya sebagai bangsa yang merdeka serta
memiliki prinsip pandangan hidup serta filsafat hidup yang dan memiliki ciri khas, karakteristik
yang berbeda dengan bengsa lain. Bangsa Indonesia pada era reformasi juga harus memiliki visi
yang kuat (nasionalisme) agar tidak terombang ambing ditengah masyarakat internasional yang
visi tersebut dilaksanakan dengan kesadaran berbangsa pada sejarah bangsa.
1. Landasan Kultural
Bangsa Indonesia mendasarkan terhadap pandangan hidup bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara yang terdapat pada asas kultural yang dimiliki bangsa itu sendiri. Nilai-nilai
kenegaraan dan kemasyarakatan yang terkandung dalam sila-sila pancasila bukan merupakan
hasil konseptual ssendiri yang diangkat dari nilai kultur sendiri yang dimiliki melalui proses
refleksi filosofis para pendiri negara. Oleh karena itu sudah seharusnya kalangan intelektual
kampus melestarikan dan mengkaji secara dinamis dalam arti mengembangkan sesuai tuntutan
jaman.
1. Landasan Yuridis
Landasan yuridis (hukum) perkuliahan pendidikan pancasila dipendidikan tertinggi diiatur dalam
UU No.2 tahun 1989 tentang suatu sistem pendidikan nasional, pasal 39 menyatakan isi
kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat Pendidikan Pancasila,
Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan.
Demikian juga berdasarkan SK Mendiknas RI, No.232/U/2000, tentang Pedoman Penyusunan
Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, pasal 10 ayat 1 dijelaskan
bahwa kelompok Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, wajib diberikan dalam kurikulum
setiap program studi, yang terdiri atas Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan
Kewarganegaraan. Sebagai pelaksanaan dari SK tersebut, Dirjen Pendidikan Tinggi
mengeluarkan Surat Keputusan No.38/DIKTI/Kep/2002, tentang Rambu-rambu Pelaksanaan
Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). Dalam pasal 3 dijelaskan bahwa kompetensi
kelompok mata kuliah MPK bertujuan menguasai kemampuan berfikir, bersikap rasional dan
dinamis, berpandangan luas sebagai manusia intelektual. Adapun rambu-rambu mata kuliah
MPK Pancasila adalah terdiri atas segi historis, filosofis, ketatanegaraan, kehidupan berbangsa
dan bernegara serta etika politik. Pengembangan tersebut dengan harapan agar mahasiswa
mampu mengambil sikap sesuai dengan hati nuraninya, mengenali masalah hidup terutama

kehidupan rakyat, mengenali perubahan serta mampu memaknai peristiwa sejarah, nilai-nilai
budaya demi persatuan bangsa.
1. Landasan Filosofis
Pancasiala merupakan suatu dasar filsafat dari negara dan pandangan filosofis bangsa Indonesia,
oleh karna itu sudah mejadi suatu keharusan moral bagi anak bangsa untuk secara konsisten
merealisasikannya dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Syarat mutlak suatu negara adalah dengan adanya persatuan yang terwujudkan sebagai rakyat
(unsur pokok negara), dengan demikian rakyat merupakan dasar ontologis demokrasi karena
rakyat merupakan asal mula terbentuknya dan kekuasaan suatu negara. Setiap aspek
penyelanggaraan Negara harus bersumber pada nilai-nilai pancasila termasuk sistem peraturan
perundang-undangan Indonesia. Oleh sebab itu dalam perealisasian kenegaraan termasuk dalam
suatu proses reformasi dewasa ini merupakan suatu keharusan bahwa Pancasila merupakan
sumber nilai dalam pelaksanaan kenegaraan, baik dalam pembangunan nasional, ekonomi,
politik, hokum, sosial budaya, maupun pertahanan keamanan.
Rumusan tentang pancasila tidak muncul dari sekedar pemikiran logis-rasional, tetapi digali dari
akar budaya masyarakat bangsa Indonesia sendiri. Oleh karena itulah pancasila disebut
mengandung nilai-nilai dasar filsafat (philosophische gronslag), merupakan jiwa bangsa
(volksgeist) atau jati diri bangsa (innerself of nation), dan menjadi cara hidup (way of life)
bangsa Indonesia yang sesungguhnya. Pendidikan pancasila perlu karna dengan cara itulah
karakter bangsa dapat dilestarikan, terpelihara dari ancaman gelombang globalisasi yang
semakin besar.

TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

Rakyat Indonesia melalui Majelis Perwakilannya, menyatakan bahwa pendidikan nasional


sendiri berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia, dan berdasarkan kebudayaan bangsa
Indoensia diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat martabat bangsa Indonesia.
Pendidikan Pancasila mengerahkan seluruh perhatiannya pada moral yang diharapkan dapat
terwujud dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perilaku yang dapat memancarkan iman dan takwa
kepada Tuhan YME dalam lingkungan masyarakat sendiri yang terdiri dari berbagai macam
agama, golongan, perilaku berbudaya, dan beraneka ragamnya kepentingan bersama diatas
kepentingan golongan atau perorangan.
Melalui pendidikan pancasila sendiri, warga negara Indonesia diharapkan dapat memahami,
menganalisa, dan menjawab setiap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat bangsanya
secara berkesinambungan dan konsisten sesuai dengan cita-cita dan tujuan nasional dalam
pembukaan UUD 1945. Tujuan nasional sebagaimana yang ditegaskan pada pembukaan UUD
1945 dapat diwujudkan melalui pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara yang berkedaulatan
rakyat dan demokratis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan dari bangsa yang
berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Pembangunan nasional sendiri merupakan usaha untuk peningkatan kualitas manusia dan
masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berlandaskan kemampuan nasional

dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta harus memperhatikan
tantangan dari perkembangan secara global. Dalam pelaksanaannya sendiri mengacu pada
kepribadian bangsa dan nilai-nilai luhur yang universal dengan tujuan untuk mewujudkan suatu
kehidupan bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju dan kukuh kekuatan baik
secara moral dan etikanya. Dengan demikian peranan pancasila sebagai ideologi dan falsafah
dari bangsa indonesia sangat penting dalam menentukan tercapainya untuk tujuan nasional.
Pada UU No. 2 tahun 1989 mengenai system Pendidikan Nasional dan juga termuat dalam SK
Dirjen Dikti No. 38/DIKTI/Kep/2001, menjelaskan bahwa tujuan Pendidikan Pancasila
mengarahkan perhatian pada morall yang diharapkan terwujud dalam setiap kehidupan seharihari, yaitu :
1. Beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, disini maksudnya ialah perilaku yang
memancarkan iman serta taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang
terdiri atas golongan agama, kebudayaan serta beraneka ragam kepentingan melalui sikap
dan perilaku sebagai berikut:
2. Memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai hati
nuraninya.
3. Memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta berbagai
cara dalam mengatasi permaslahan tersebut.
4. Mengenali kemampuan untuk memaknai setaip perubahan-perubahan dan setiap
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
5. Memiliki kemampuan dalam memaknai setiap peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya
bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia.
6. Berkemanusiaan yang adil dan beradab
7. Mendukung persatuan bangsa
8. Mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan
individu/golongan, sehingga perbedaan pemikiran diarahkan pada suatu perilaku yang
mendukung upaya demi terwujudnya ssuatu keadilan social bagi seluruh rakyat
Indonesia.
9. Mendukung upaya untuk mewujudkan suatu keadilan social dalam masyarakat.
Melalui pendidikan pancasila diharapkan warga Negara Indonesia dapat mampu memahami,
menganalisa dan menjawab (menyelesaikan) setiap permasalahan yang tengah dihadapi oleh
bangsanya secara berkesinambungan dan koonsisten dengan cita-cita serta tujuan nasional dalam
Pembukaan UUD 1945.

Daftar pustaka: https://aztaryuan.wordpress.com/2014/10/01/landasan-dan-tujuan-pendidikanpancasila/

Anda mungkin juga menyukai