Anda di halaman 1dari 18

KERANGKA ACUAN KERJA

PROGRAM :

PENGEMBANGAN

PENGELOLAAN
RAWA

DAN

DAN

JARINGAN
JARINGAN

IRIGASI,
PENGAIRAN

LAINNYA
KEGIATAN :

PELAKSANAAN

NORMALISASI

SALURAN SUNGAI
PEKERJAAN

SID

PENATAAN

KEC. ARUT SELATAN


TAHUN ANGGARAN 2014

SUNGAI

ARUT

DINAS PEKERJAAN UMUM


KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
Jl. Sutan Syahrir No. 5 Telp. (0532) 21034 Pangkalan Bun
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
Kegiatan Pelaksanaan Normalisasi Saluran Sungai
Pekerjaan SID Penataan Sungai Arut Kec. Arut Selatan

Uraian Pendahuluan
Latar Belakang
Sebagaimana umumnya sungai-sungai yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan
Tengah memiliki fungsi dan pemanfaatan yang beragam, seperti untuk keperluan air
bersih, keperluan irigasi, sarana transformasi dan untuk sumber energi serta
keperluan lainnya.
Exploitasi terhadap sumber daya alam hutan terutama yang berada di Wilayah
Sungai serta Daerah Aliran Sungai (DAS) telah terjadi selama beberapa tahun
terakhir ini yang mengakibatkan terjadinya kerusakan terhadap kondisi DAS itu
sendiri yang merupakan wilayah pendukung dari sistem tata air sungai tersebut.
Banyaknya jumlah kota yang berada di daerah pesisir dapat menimbulkan beberapa
permasalahan pada kota itu, jika tidak di tata dengan baik. Permasalahan yang
dapat ditimbulkan yaitu pencemaran, kesemerawutan lingkungan, dan sampah.
Kekumuhan lingkungan tersebut juga dapat menimbulkan masalah kriminalitas
didaerah tersebut. Oleh karena itu, pembangunan bantaran sungai harus
memecahkan permasalahan tersebut. Penerapan Waterfront City di berbagai kota di
Indonesia diharapkan mampu untuk memecahkan permasalahan yang timbul akibat
tidak tertatanya bantaran sungai yang ada.
Prinsip perancangan waterfront city adalah dasar-dasar penataan kota atau
kawasan yang memasukan berbagai aspek pertimbangan dan komponen penataan
untuk mencapai suatu perancangan kota atau kawasan yang baik. Kawasan tepi air
merupakan lahan atau area yang terletak berbatasan dengan air seperti kota yang
menghadap ke laut, sungai, danau atau sejenisnya. Bila dihubungkan dengan
pembangunan kota, kawasan tepi air adalah area yang dibatasi oleh air dari
komunitasnya yang dalam pengembangannya mampu memasukkan nilai manusia,
yaitu kebutuhan akan ruang publik dan nilai alami. Aspek yang dipertimbangkan
adalah kondisi yang ingin dicapai dalam penataan kawasan. Komponen penataan
merupakan unsur yang diatur dalam prinsip perancangan sesuai dengan aspek
yang dipetimbangkan. Variabel penataan adalah elemen penataan kawasan yang
merupakan bagian dari tiap komponen dan variabel penataan kawasan dihasilkan
dari kajian (normatif) kebijakan atau aturan dalam penataan kawasan tepi air baik
didalam maupun luar negeri dan hasil pengamatan di kawasan studi (Sastrawati,
2003).

Penelitian dilakukan untuk merumuskan model pengembangan water front city


sebagai alternatif penataan kawasan dalam menanggulangi banjir di perkotaan
melalui peningkatan peran serta masyarakat, dengan melibatkan keterpaduan antar
stakeholders terkait secara holistik dan berkelanjutan dengan pendekatan
partisipatif. Rumusan model pengembangan water front city didasarkan pada
metode panduan antara kajian laboratorium perencanaan dan perancangan tata
ruang dan lingkungan perkotaan yang berbasis pada pendekatan mitigasi taman
kota, serta laboratorium sungai untuk penataan ulang tata air, tata ruang dan
lingkungan sebagai perencanaan luapan aliran air dan area resapan yang ramah
lingkungan.
Untuk itulah maka Dinas Pekerjaan Umum Bidang Sumber Daya Air melakukan
pekerjaan SID Penataan Sungai Arut Kec. Arut Selatan diharapkan dapat diperoleh
desain rumusan draft model pengembangan water front city sebagai alternatif
penataan kawasan.

Maksud dan Tujuan


Maksud dari pekerjaan ini adalah melaksanakan pengukuran dan
merencanakan terhadap SID Penataan Sungai Arut Kec. Arut Selatan dengan
mengembangkan metode perancangan waterfront city.
Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mendapatkan gambar teknis/desain
Penataan Sungai Arut Kec. Arut Selatan dengan mengembangkan metode
perancangan waterfront city dengan konstruksi yang ekonomis, sehingga dapat
dipergunakan sebagai sarana rekreasi/wisata tirta, olahraga dan alternatif
transportasi. Adapun fungsi utama Water front city yaitu adanya kolam yang akan
berfungsi sebagai retarding basin, yang akan meredam aliran banjir lokal sehingga
berguna sebagai penampungan banjir sementara.

Sasaran
Sasaran mutu dari pekerjaan SID Penataan Sungai Arut Kec. Arut Selatan
Kabupaten Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah meliputi seluruh kegiatan
dalam pekerjaan ini :
1.
2.
3.
4.

Pekerjaan Persiapan
Kegiatan Lapangan
Pekerjaan Pra Desain
Pekerjaan Desain
NO

SASARAN MUTU

Monitoring dan
pengendalian
pada tahap
persiapan

TARGET

Mobilisasi alat dan


personil
Pengumpulan data
sekunder dan
literature

STRATEGI
PENCAPAIAN

PERIODE
PEMANTAUAN

Alat dan personil


sesuai dengan
kontrak dan
kebutuhan

Awal
pekerjaan
dan diskusi
pendahuluan

Alat, personil dan


metoda kerja

Pra survey,
periodik

Menyusun rencana
kerja
2

Monitoring dan
pengendalian

Survey topografi
Survey hidrologi dan

FORM
DOKUMEN
PEMANTAUAN

pada tahap
pekerjaan survey
lapangan
3

Monitoring dan
pengendalian
pada tahap
pekerjaan pra
desain

hidrometri
Survey mekanika
tanah
Pengolahan data
sekunder
Pengolahan data
lapangan

sesuai dengan
kontrak, standar
dan kebutuhan

mingguan

Metoda kerja
sesuai dengan
kontrak, standar
dan kebutuhan

Periodik
mingguan

Metoda kerja
sesuai dengan
kontrak, standar
dan kebutuhan

Periodik
mingguan

Model hidrodinamik
Scenario penanganan
masalah
Rekomendasi

Monitoring dan
pengendalian
pada tahap
pekerjaan detil
desain

Analisis struktur
Nota desain dan
spesifikasi teknis
Gambar desain

Perhitungan volume
dan rab (DED)

Lokasi Kegiatan
Lokasi pekerjaan ini terletak di Sungai Arut Kec. Arut Selatan Kabupaten
Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah

Sumber Pendanaan
Kegiatan ini didanai oleh APBD Kabupaten Kotawaringin Barat yang
dialokasikan pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah
(DPA-SKPD) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun Anggaran
2014 dengan pagu sebesar Rp. 400.000.000,- (Empat Ratus Juta Rupiah)
termasuk PPn.

Nama dan Organisasi KPA


Nama dan struktur organisasi Kuasa Pengguna Anggaran yang diperlukan
dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut :
KPA
= ERDY SETIAWAN, ST, MT / NIP. 19760904 200312 1 004
SKPD
= Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kotawaringin Barat
Alamat
= Jl. Sutan Syahrir No. 5 Pangkalan Bun

Data Penunjang
Data Dasar
Data dasar meliputi :
a.
Peta Lokasi Wilayah Pekerjaan
b.
Data Lokasi Pekerjaan
c.
Daftar Inventaris sungai Kabupaten
d.
Daftar Harga Satuan Upah Bahan yang telah disahkan oleh Bupati
Kotawaringin Barat
e.
Data Curah Hujan Dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
f.
Data Hidrologi dan Hidrometri

g.
h.
i.

Data Topografi
Data Geologi/Mekanika Tanah
Data Statistik

Standar Teknis
Standar teknis yang dipergunakan antara lain :
a. Standar Nasional Indonesia (SNI)
SNI 03-1724-1989 : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidrolik untuk
Bangunan di Sungai
SNI 03-2415-1991 : Metode Perhitungan Debit Banjir
SNI 03-6738-2002 : Metode Perhitungan Debit Andalan Air Sungai Dengan
Analisis Lengkung Kekerapatan
AB-K/RT-RE/TC/003/98 : Tata cara survei dan pengkajian hidrologi air
permukaan
SNI 03-6802-2002 : Tata Cara Penyelidikan dan Pengambilan Contoh Uji Tanah
dan Bahan untuk Keperluan Teknik
b. Rancangan Pedoman Teknis
Pd T-xx-200x
: Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang
bersifat Umum Bagian-2, Pekerjaan Pengukuran dan
Pemetaan
Pd T-xx-200x
: Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang
bersifat Umum Bagian-2, Pekerjaan Penyelidikan dan Analisis
Laboratorium Geoteknik
Pd T-03.1-2005-A : Tata Cara Penyelidikan Geoteknik, Volume-1:Penyelidikan
Pendahuluan, Pengeboran dan Deskripsi Lubang Bor
Pd T-03.2-2005-A : Tata Cara Penyelidikan Geoteknik, Volume-2: Pengujian
Lapangan dan Laboratorium
Pd T-03.3-2005-A : Tata Cara Penyelidikan Geoteknik, Volume-3: Interpretasi
Hasil Uji dan Penyusunan Laporan Penyelidikan Geoteknik
c.
Pedoman Teknis
Pd T-03.1-2005-A : Tata Cara Penyelidikan Geoteknik, Volume-1 : Penyelidikan
Pendahuluan, Pengeboran dan Deskripsi Lubang Bor
Pd T-03.2-2005-A : Tata Cara Penyelidikan Geoteknik, Volume-2 : Pengujian
Lapangan dan Laboratorium
Pd T-03.3-2005-A : Tata Cara Penyelidikan Geoteknik, Volume-3 : Interpretasi
Hasil Uji dan Penyusunan Laporan Penyelidikan Geoteknik

Studi-Studi Terdahulu
Studi-studi yang yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten
Kotawaringin Barat sesuai lingkup pekerjaan

Referensi Hukum
Peraturan dan Perundangan yang terkait lainnya yang sesuai dengan lingkup
pekerjaan.
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 7 Tahun 2004 Sumber Daya Air.

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 37 Tahun 2012 Tentang


Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 38 Tahun 2011 Tentang
Sungai.
4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 06/PRT/M/2011 tentang Pedoman
Penggunaan Sumber Daya Air.
5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 22/PRT/M/2009 tentang Pedoman
Teknis Dan Tatacara Penyusunan Pola Pengelolaan Sumber Daya Air.
6. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 18/PRT/M/2009 tentang Pedoman
pengalihan alur sungai dan/atau pemanfaatan Ruas bekas sungai.
7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 11 A/PRT/M/2006 tentang Kriteria
dan Penetapan Wilayah Sungai.

Ruang Lingkup
Lingkup Kegiatan
Ruang lingkup Perencanaan teknis ini meliputi kegiatan sebagai berikut :
1. Pekerjaan Persiapan
a. Melaksanakan pengumpulan literatur dan data-data sekunder, antara lain :
Peta Lokasi, Data Meteorologi, Klimatologi, Perencanaan atau Studi
sebelumnya, Laporan dan Gambar serta Peta-peta wilayah serta Lokasi Bench
Mark (BM) terdahulu.
b. Menyusun rencana kajian.
2. Kegiatan Lapangan
a. Melaksanakan Survey Topografi (Pengukuran dan Pemetaan).
b. Melaksanakan Survey Batimetri.
c. Pengukuran pasang surut di 2 lokasi yang akan digunakan sebagi sarat batas
dalam pemodelan numerik hidrodinamika perairan.
d. Pengukuran arus (kecepatan dan arah) pada 2 lokasi secara simultan.
Pengukuran ini dilakukan untuk kalibrasi model.
e. Pengambilan sampel sedimen layang (3 kedalaman) dan sedimen dasar.
f. Survey geologi dan mekanika tanah yang terdiri dari Hand Boring, dan Sondir
3. Pekerjaan Pra Desain
a. Pengolahan data hasil survey
b. Integrasi data hasil survey dengan data sekunder atau data hasil studi
sebelumnya, penyiapan simulasi hidrodinamik sungai.
c. Melakukan kalibrasi model hidrodinamik.

d. Penyusunan skenario penanganan masalah sedimentasi dan erosi pada lokasi


erosi.
e. Penyusunan rekomendasi untuk penanganan masalah erosi dan sedimentasi.
4. Pekerjaan Final Desain
a. Analisis Struktur
b. Penggambaran desain bangunan pengaman tebing
c. Penyusunan Nota Desain dan Spesifikasi Teknis Pekerjaan
d. Perhitungan Volume dan Rencana Anggaran Biaya
e. Penyusunan pedoman pemeliharaan bangunan pengamanan tebing sungai.
f. Penyusunan Laporan Mekanika Tanah (Hand Bor dan Sondir Tanah)

Persyaratan Teknis Dan Administrasi


1.1. Pekerjaan Persiapan
1.1.1.

Administrasi dan koordinasi proyek

a. Persiapan penyediaan kantor dan pengaturan ruang kerja serta fasilitas


pendukungnya.
b. Persiapan administrasi sehubungan dengan pelaksanaan proyek.
c. Mengadakan pertemuan/diskusi dalam rangka koordinasi team yang melibatkan
personil inti membahas persiapan penugasan pekerjaan.
d. Mengatur personil yang terlibat pada proyek untuk segera mempersiapkan diri
untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan posisi masing-masing.
1.1.2.

Pengumpulan Data

Pengumpulan data terdiri dari pekerjaan pengumpulan data sekunder untuk


memberikan gambaran awal dan untuk mempelajari kondisi awal daerah proyek
guna tindak lanjut tahap berikutnya.
Data yang dikumpulkan meliputi :

Data laporan hasil studi yang dihasilkan pada tahap sebelumnya baik berupa
studi identifikasi, feasibility studi, perencanaan awal, perencanaan teknis detail,
maupun kegiatan lainnya terutama mengenai lokasi proyek.

Kondisi sungai yang ada serta infrastruktur yang ada.

Data kondisi iklim terutama curah hujan, pasang surut dan klimatologi.

Data peta topografi, geologi, tanah atau hasil pengukuran yang telah dilakukan
sebelumnya.
Data informasi lapangan dari instansi yang terkait.

Hasil pengumpulan data sekunder tersebut dipelajari & kemudian didiskusikan


dengan pihak instansi terkait dan supervisi atau direksi. Dengan demikian sebelum
survey lapangan telah dapat disusun rencana kerja yang lebih baik.
1.1.3.

Kegiatan Survey Lapangan

1.1.3.1.

Pengukuran dan Pemetaan Topografi

Pada garis besarnya lingkup pekerjaan survey topografi adalah sebagai berikut :

Pekerjaan Persiapan

Pekerjaan Lapangan

Inventarisasi dan Pemasangan Benchmark (BM) dan Control Point (CP) baru

Pengukuran Trase

Pekerjaan Perhitungan dan Penggambaran

Perhitungan Draft di Lapangan dan Perhitungan Definitif

Penggambaran
Penggambaran dilakukan dalam dua tahap yaitu :
1. Penggambaran manuskrip (draft)
2. Penggambaran peta dan DED yang meliputi :
Penggambaran situasi detail dan peta ikhtisar
Penggambaran Penampang Memanjang dilengkapi gambar situasi
Penggambaran Situasi Tampak Bangunan yang ada (Existing) dan rencana
Pekerjaan Pembuatan Laporan.

1.1.3.2.
Survey Batimetri
Pekerjaan survey batimetri dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran
kedalaman perairan. Kawasan pekerjaan survey batimetri adalah perairan sungaisungai yang disurvey. Pengukuran batimetri ini terintegrasi dengan pengukuran
topografi.
Pada garis besarnya lingkup pekerjaan survey batimetri adalah sebagai
berikut :
Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Lapangan Pemeruman/Sounding
Inventarisasi dan Pengikatan Peilschaall pasang surut
Pekerjaan Perhitungan dan Penggambaran
Penggambaran situasi detail
Pekerjaan Pembuatan Laporan.

Mendiskusikan rencana kerja dan kondisi lapangan yang ada untuk mendapatkan
persetujuan.

1.1.3.3.

Survey Hidrologi dan Hidrometri

Pekerjaan survey ini dimaksudkan untuk mendapatkan data debit sungai dan
elevasi muka airnya. Sedangkan tujuannya untuk mendapatkan data tentang
karakteristik tata air yang ada seperti sungai, anak/cabang sungai dan muara yang
ada, yang sangat berpengaruh terhadap kondisi sedimentasi dan pengukuran
sungai.
Pada pekerjaan ini kita mendapatkan gambaran mengenai parameter hidrometri
sungai, seperti tinggi muka air, kecepatan arus, elevasi muka air, dan tingkat
sedimentasi.
Pada garis besarnya lingkup pekerjaan survey batimetri adalah sebagai berikut :

Mengumpulkan dan mempelajari data-data sekunder seperti, data iklim dan


curah hujan, serta ramalan pasang surut.

Mempelajari laporan dan data yang tersedia serta membuat rencana kerja dan

jadwal kegiatan survey.

Menyiapkan peta lokasi rencana pengukuran dan penetapan titik-titik


pengukuran (untuk menetapkan jumlah volume pekerjaan) yang disesuaikan
dengan kebutuhan analisa dan model matematik.

Menyiapkan formulir pengukuran, bahan-bahan dan alat-alat yang


digunakan serta penyiapan team yang akan diberangkatkan ke lapangan.

Alat-alat yang diperlukan dalam survey ini adalah : Peilschaal, Currentmeter,


Echosounder, Theodolit/Waterpas, Botol Sample, dan lain-lain. Jumlah alat yang
dibawa disesuaikan dengan volume pekerjaan.

Penyiapan sarana transportasi survey.

Penyiapan tenaga lokal dengan jumlah disesuaikan dengan


kenyamanan bekerja, tingkat kesulitan di lapangan, dan keamanan.

Pengenalan lapangan dan pemasangan tanda-tanda pengukuran sesuai dengan


peta pengukuran.

Pemasangan alat-alat pengukur (a.l. : peilschaal) pada tempat-tempat yang


sudah ditentukan sesuai dengan rencana pengukuran.

Pengamatan lapangan antara lain bekas tinggi muka air maksimum serta surut
terendah yang pernah terjadi.

Pengukuran tinggi muka air

Pengukuran penampang melintang sungai atau saluran dilakukan pada setiap


lokasi pengukuran kecepatan dan pada tempat-tempat lain yang ditetapkan
Direksi.

Pengukuran sipat datar (levelling) untuk mengikat papan duga (peilschaal)


terhadap benchmark dilakukan di setiap lokasi pengukuran tinggi muka air.

Pengambilan contoh sedimen layang dan sedimen dasar selama susut rendah
dan pasang tertinggi.

Semua kegiatan persiapan di atas harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan


Direksi atau Supervisor yang ditunjuk, sebelum berangkat ke lapangan.

Pengolahan dan Analisa Data

akan

kebutuhan,

1. Hidrometri
Perhitungan kecepatan air dan debit rata-rata pada tiap lokasi pengukuran.
Perhitungan taraf muka air rata-rata, maximum, beda tinggi dan taraf
muka air minimum serta tinggi muka air banjir (jika ada).
Tinggi muka air ini sudah diikatkan dengan elevasi topografi (Bench Mark).
Perhitungan
kecepatan.

luas

penampang

basah

pada

tiap

lokasi

pengukuran

2. Hidrologi
Analisa data hidrologi meliputi :
Pengolahan data klimatologi yang meliputi anasir-anasir suhu, kelembaban

relatif, lama penyinaran matahari, kecepatan angin, curah hujan dan


penguapan (evapotranspirasi).Data yang akan diolah diambil dari stasiun
pencatat iklim yang berada di wilayah studi/terdekat atau yang berada
dalam regime iklim yang sama selama minimum 10 tahun berturut-turut.
Analisa frekuensi hujan harian ekstrim.
Distribusi frekuensi curah hujan.
Perhitungan curah hujan maximum, dengan 1,3,4,5 dan 6 harian dengan
return periode 2,5,10 dan 20 th.
Perhitungan debit banjir dengan return periode 2,5,10 dan 20 th.
Perhitungan
berturutan.

drainase

modul

untuk

hujan

1,2,3,4,5,

dan

harian

Pengolahan data hidrologi dilakukan dengan menggunakan sofware SMADA


(Storm water Management dan Desaign Aid) 6.43 for Windows yang dibuat
oleh Dr. R D Eaglin.
1.1.3.4.

Survey dan Investigasi Geoteknik dan Mekanika Tanah

Pekerjaan Survey Geoteknik dan mekanika tanah ini dimaksudkan untuk


mengadakan penyelidikan sifat-sifat mekanika tanah untuk mengetahui kondisi
tanah yang diperlukan. Hasil dari survey ini harus dapat memberikan penjelasan
yang cukup mengenai :

Daya dukung pondasi, kestabilan lereng dan tanggul, serta perhitungan


penurunan tanah (settlement).

Saran-saran mengenai sistem yang dipakai dengan perhitungan-perhitungannya


seperti penentuan macam pondasi dan lain-lain.

Perencanaan titik-titik pengamatan dengan penggambaran pada peta kerja


(melalui konsultasi terlebih dahulu dengan Direksi), penyiapan bahan - bahan
dan peralatan survey.

Pengumpulan dan penyelidikan parameter tanah yang meliputi pekerjaanpekerjaan :


Pemboran tanah (boring).
Pemboran dilaksanakan dengan menggunakan mata bor Iwan biasa (Iwan
Auger) dengan diameter 10 cm dan diputar dengan tangan sampai mencapai
kedalaman maksimum 8-10 m atau sampai pada suatu lapisan keras di mana
pemboran ini diambil contoh tanah tidak terganggu (undisturbed sample)
yang selanjutnya akan diperiksa/dianalisa di laboratorium mekanika tanah.
Contoh tanah diambil pada setiap perubahan lapisan tanah.
Penetration test (sondir).
Alat yang digunakan dalam penetration test ini adalah alat penetrometer yang
berkapasitas sampai batas maksimum tekanan ujung P=300 kg/cm2 atau
sampai pada kedalaman perencanaan. Pembacaan tekanan ujung tanah

dilakukan pada setiap kedalaman 20 cm.


Penyelidikan di Laboratorium.
Penyusunan Spesifikasi Teknis dan Persyaratan Teknis :
Menyusun spesifikasi teknis yang diperlukan sebagai pedoman dalam tata
laksana pelaksanaan pembangunan agar prosedur dan hasil dari pelaksanaan
tidak menyimpang dari ketentuan yang disyaratkan dalam perencanaan.
Menyusun
pedoman
dan
persyaratan
yang
diperlukan
untuk
menyelenggarakan pemeriksaan kualitas (quality control) maupun uji
kelulusan (acceptance test) terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan fisik
bangunan.

Keluaran Umum
Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah
Dokumen, pedoman dan petunjuk teknis pengelolaan waterfront city
Panduan untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan fisik bangunan
pendukung
Tersedianya spesifikasi teknis pekerjaan
Tersedianya acuan rencana anggaran biaya (RAB) pelaksanaan pekerjaan
Tersedianya gambar-gambar kerja bagi pelaksanaan konstruksi di lapangan
Dokumentasi yang dibuat berupa soft copy dalam bentuk compact disk (CD)
dan hard copy

Peralatan, Material, Personil dan Fasilitas dari PPK


Pengguna jasa menyiapkan peta situasi dan tenaga pengawas/pendamping
untuk pelaksanaan jasa konsultansi

Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi


Dengan dana yang disiapkan oleh pengguna barang/jasa, maka penyedia jasa
konsultansi harus mengupayakan tersedianya peralatan dan material yang
diperlukan untuk menunjang kelancaran pembuatan perencanaan teknis dimaksud.

Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa


Lingkup kewenangan penyedia jasa sesuai dengan kerangka acuan kerja ini
dan pelaksanaan kontrak

Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan


Rangkaian kegiatan perencanaan teknis ini diharapkan dapat diselesaikan
dalam jangka waktu pelaksanaan 4 bulan = 120 (Seratus dua puluh) hari
kalender terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari
pemberi tugas termasuk mobilisasi personil dan peralatan. Konsultan harus
menyusun rencana kerja dan jadwal pelaksanaan pekerjaan.
RENCANA JADWAL PEKERJAAN
No

Uraian

Bulan (Tahun 2014)

1
1

10

11

12

Lelang Pengadaan barang/Jasa


Konsultansi
(Pekerjaan
SID
Penataan Sungai Arut Kec. Arut
Selatan)
Pelaksanaan Pekerjaan SID
Penataan Sungai Arut Kec. Arut
Selatan

Personil
Agar pekerjaan ini mempunyai kualitas pencapaian sasaran yang memadai,
maka pekerjaan ini membutuhkan dukungan personil yang terdiri dari tenaga
profesional dan tenaga pendamping yang terdiri dari :

A. Tenaga Profesional :
Ketua Team (Team Leader/Design Engineer)
Team Leader (Ahli Pratama) 1 orang, minimal lulusan S1 Teknik Sipil,
berpengalaman sebagai Team Leader minimal selama 3 tahun anggaran.
Tugas dan tanggung jawab team Leader :
Sebagai Ketua Team keseluruhan kegiatan, Team Leader berfungsi sebagai
Koordinator dan bertugas melakukan koordinasi dan pengawasan keseluruhan
pekerjaan, baik pekerjaan kantor maupun pekerjaan lapangan termasuk :
Memberikan petunjuk "day to day" kepada seluruh team pelaksana.
Mengkoordinasikan program kerja termasuk kegiatan persiapan maupun kegiatan
lainnya.
Mengawasi
investigasi).

pelaksanaan

kegiatan

lapangan

(survey,

inventarisasi

dan

Memberikan pengarahan, petunjuk dalam pelaksanaan kegiatan pengolahan


(elaborasi) data temuan.
Mengkoordinir dan memberikan petunjuk serta bertanggung jawab terhadap
pekerjaan desain.
Bertanggung jawab terhadap pembuatan laporan, pembuatan gambar-gambar
perencanaan dan penyusunan spesifikasi teknis, perhitungan volume pekerjaan
dan perkiraan biaya.
Disamping team leader juga sebagai Design Engineer bertugas melakukan
koordinasi dan pengawasan keseluruhan pekerjaan, baik pekerjaan kantor maupun
pekerjaan lapangan termasuk :
Ikut bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menyangkut aspek perencanaan
teknis antara lain mengenai pengumpulan, review, analisa dan superimpose data.
Mengawasi dan memberi petunjuk dalam pembuatan gambar-gambar
perencanaan dokumen tender yang meliputi : Perhitungan volume pekerjaan,
perkiraan biaya maupun penyusunan spesifikasi teknis.

Perencana Geodesi
Perencana Geodesi (Assistent Profesional Staff) 1 orang, minimal lulusan S1
Teknik Geodesi, berpengalaman sebagai Perencana Geodesi minimal selama 3
tahun anggaran.
Tugas dan tanggung jawab Perencana Geodesi :
1. Mengerjakan kegiatan topografi pada studi ini melakukan pengumpulan data
peta tofografi.
2. Menyusun rencana kerja dan pembagian tugas kerja.
3. Melakukan analisa keadaan tofografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk
dan ukuran suatu DAS peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan
kondisi tata guna lahan pada daerah yang distudi dimana kondisi tata guna
lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi, kecepatan aliran permukaan dan
daya infiltrasi.
4. Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menyangkut masalah desain.
5. Memberi petunjuk dan pengarahan kepada surveyor dalam hal pelaksanaan
kegiatan lapangan, analisa, pengolahan dan evaluasi data.
6. Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menyangkut aspek Survey dan
Inventarisasi (Pengukuran dan Pemetaan bidang Topografi dan Batimetri), baik
pekerjaan lapangan (survey) maupun pekerjaan kantor (studio) seperti
pengolahan (elaborasi data), penggambaran (pembuatan peta-peta) dan lainlain.
7. Membantu Design Engineer dan Stafnya dalam mempersiapkan proses
perencanaan (perhitungan dan penggambaran) terutama yang menyangkut
aspek Topografi dan Batimetri.
8. Turut menyusun laporan-laporan dan mampu mempresentasikan hasil
pekerjaan.

Perencana Mekanika Tanah


Perencana Mekanika Tanah (Assistent Profesional Staff) 1 orang, minimal
lulusan S1 Teknik Sipil, berpengalaman sebagai Perencana Mekanika Tanah minimal
selama 3 tahun anggaran.
Tugas dan tanggung jawab Perencana Mekanika Tanah :
1. Mengatur semua personil yang terlibat dalam pekerjaan mekanika tanah.
2. Menyusun rencana kerja dan pembagian tugas kerja.
3. Menganalisa data-data pendukung baik data primer maupun sekunder terhadap
aspek mekanika tanah
4. Menganalisa kondisi tanah, kesetabilan dan daya dukung tanah terhadap
rencana pembangunan.
5. Membantu ketua tim meneliti jenis tanah, air, kandungannya, serta sifat-sifat
karakteristiknya.
6. Melakukan pekerjaan perencanaan dan perhitungan-perhitungan desain yang
berhubungan dengan daya dukung tanah.
7. Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menyangkut aspek Survey dan
Inventarisasi (Mekanika Tanah), baik pekerjaan lapangan (survey) maupun
pekerjaan laboratorium.
8. Turut menyusun laporan-laporan dan mampu mempresentasikan hasil
pekerjaan.

Perencana Hidrolika/Hidrologi/Hidrometri
Perencana Hidrolika/Hidrologi/Hidrometri (Assistent Profesional Staff) 1 orang,
minimal
lulusan
S1
Teknik
Sipil,
berpengalaman
sebagai
Perencana
Hidrolika/Hidrologi/Hidrometri minimal selama 3 tahun anggaran.
Tugas dan tanggung jawab Perencana Hidrolika/Hidrologi/Hidrometri :
1. Mengatur semua personil yang terlibat dalam pekerjaan Hidrologi.
2. Menyusun rencana kerja dan pembagian tugas kerja.
3. Menganalisa data curah hujan, mengolah data debit dan menghitung periode
ulang hujan rencana dan debit rencana.
4. Mengerjakan kegiatan perhitungan seperti perhitungan aspek hidraulik (dimensi
Jaringan pengairan termasuk saluran dan bangunan), desain saluran dan
bangunan air, dan aspek struktur dan fondasi.
5. Melakukan analisa unsteady flow model matematik terhadap perilaku hidraulika
sungai di jaringan drainase serta pengaruhnya terhadap sistem yang dipilih.
6. Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menyangkut masalah inventarisasi
hidrologi dan survey hidrometri.
7. Melakukan analisa model matematik hidrodinamika dan fine tuning model
transport sedimen.
8. Bertanggung jawab terhadap penanganan masalah sedimentasi/erosi.
9. Turut menyusun laporan-laporan dan mampu mempresentasikan hasil
pekerjaan.

Perencana Sungai
Perencana Sungai (Assistent Profesional Staff) 1 orang, minimal lulusan S1
Teknik Sipil, berpengalaman sebagai Perencana Sungai minimal selama 3 tahun
anggaran.
Tugas dan tanggung jawab Perencana Sungai :
1. Mengatur semua personil yang terlibat dalam pekerjaan perencanaan sungai.
2. Menyusun rencana kerja dan pembagian tugas kerja.
3. Menganalisa data sungai.
4. Mengerjakan kegiatan perhitungan seperti perhitungan aspek sungai (dimensi
Jaringan sungai dan bangunan), desain sungai dan bangunan air, dan aspek
struktur dan fondasi.
5. Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang menyangkut masalah inventarisasi
sungai.
6. Turut menyusun laporan-laporan dan mampu mempresentasikan hasil
pekerjaan.

Perencana Struktur
Perencana Struktur (Assistent Profesional Staff) 1 orang, minimal lulusan S1
Teknik Sipil, berpengalaman sebagai Perencana Struktur minimal selama 3 tahun
anggaran.
Tugas dan tanggung jawab Perencana Arsitektur :
1. Mengatur semua personil yang terlibat dalam pekerjaan perencanaan struktur.
2. Menyusun rencana kerja dan pembagian tugas kerja.

3. Memberi petunjuk dan pengarahan kepada surveyor dalam hal pelaksanaan


kegiatan lapangan, analisa, pengolahan dan evaluasi data.
4. Menganalisa data-data pendukung baik data primer maupun sekunder terhadap
aspek kekuatan Struktur
5. Membantu ketua tim memperhitungkan karakteristik struktur.
6. Melakukan pekerjaan perencanaan dan perhitungan-perhitungan desain yang
berhubungan dengan kekuatan / kestabilan struktur.
7. Mengerjakan Kegiatan yang berhubungan dengan bentuk desain bangunan yang
akan direncanakan.
8. Turut menyusun laporan-laporan dan mampu mempresentasikan hasil
pekerjaan.

B. Tenaga Pendamping :
Operator Auto CAD
CAD Operator 1 orang minimal S1 Arsitek berpengalaman sebagai CAD Operator
minimal selama 1 (satu) tahun anggaran.
Tugas dan tanggung jawab :
1. Merencanakan/membuat desain gambar rencana konstruksi yang akan dibangun
baik gambar existing lapangan, gambar layout, gambar rencana, gambar
tampak, gambar detail dll.
2. Turut menyusun laporan-laporan

Surveyor
Surveyor 3 orang minimal S1 teknik sipil berpengalaman sebagai Surveyor minimal
selama 4 (empat) tahun anggaran.
Tugas dan tanggung jawab :
1. Mengatur semua personil yang terlibat dalam pekerjaan Survey di lapangan.
2. Mengumpulkan data lapangan.
3. Menentukan titik koordinat pekerjaan
4. Memasang patok rencana pekerjaan.
5. Melaksanakan koordinasi rencana pekerjaan dengan pihak yang terkait.
6. Bertanggung jawab terhadap hasil survey
7. Turut menyusun laporan-laporan.

Tenaga Administrasi/Operator Komputer


Tenaga administrasi 1 (satu) orang, minimal lulusan SMK / SMU dan cakap
mengoperasikan aplikasi Word, Excel, Power Point dll.
Tugas dan tanggung jawab :
1. Mengatur, membuat dan mengurus pekerjaan yang berhubungan dengan
administrasi kantor.

Laporan
Laporan Pendahuluan
Laporan pendahuluan (inception report) memuat :
Data, laporan dan informasi yang dikumpulkan

Penelitian data, laporan dan informasi


Rencana kerja selanjutnya
Kriteria perencanaan/desain yang diusulkan
Rencana analisis hidrologi, hidrolik, kondisi lapangan, tata guna tanah dan
sebagainya
Rencana analisa permasalahan teknis, sosial, ekonomi dan sebagainya
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya : 10 (sepuluh) hari kerja setelah
diterbitkan SPMK sebanyak 7 (tujuh) buku laporan

Draft Laporan Akhir


Draft Laporan Akhir (draft final report) memuat :
Alternatif-alternatif pemecahan masalah
Perhitungan hidrologi dan hidrolik
Analisis permasalahan teknis, sosial, ekonomi dan sebagainya
Konsep rencana
Analisa pemilihan jenis konstruksi
Prinsip-prinsip perhitungan konstruksi
Penyajian gambar-gambar perencanaan teknik dan pengukuran
Kesimpulan hasil pekerjaan studi atau penyelidikan dan analisis data
Rencana alternatif
Formulasi dan metode pengembangan
Dan lain-lain yang diperlukan
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya : 10 (sepuluh) hari kerja sebelum
kontrak berakhir sebanyak 7 (tujuh) set buku laporan

Laporan Akhir
Laporan akhir (final report) memuat :
Rangkuman semua hasil pekerjaan
Tanggapan hasil perbaikan, masukan dan saran
Rencana detail penataan sungai
Perhitungan dan gambar konstruksi bangunan pendukung yang diperlukan
Penyelesaian seluruh perhitungan dan penggambaran
Konsep syarat-syarat teknis, umum dan administrasi
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya : 7 (tujuh) hari sebelum jangka
waktu kontrak berakhir dan diterbitkan sebanyak 7 (tujuh) buku laporan dan 1
(satu) buah dalam cakram padat (compact disc).

Notulen diskusi
Notulen hasil diskusi yang terdiri dari :
Diskusi laporan pendahuluan (inception report)
Diskusi konsep laporan akhir (draft final report)

Dokumentasi hasil pekerjaan


Dokumentasi ini memuat dari hasil pekerjaan yang telah dikerjakan. Dan diserahkan
sebanyak 1 (satu) album.

Hal-hal Lain
Produksi Dalam Negeri
Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam
wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam KAK
dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri

Pedoman Pengumpulan Data Lapangan


Dalam rangka pengumpulan data di lapangan harus mengikuti pedoman/standar
teknis yang berlaku.

Alih Pengetahuan
Penyedia jasa konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan dan
pembahasan (asistensi dan diskusi) dalam rangka alih pengetahuan kepada personil
Pejabat Pembuat Komitmen
Diskusi dan pembahasan dilakukan dengan melibatkan pihak Direksi, konsultan, dan
instansi terkait baik di tingkat daerah maupun pusat. Sesuai dengan tahap dan
sasaran pembahasan yang hendak dicapai, maka jenis kegiatan diskusi yang akan
dilaksanakan terdiri dari :
a.
Diskusi Laporan Pendahuluan
Materi pembahasan mencakup metodologi dan rencana kerja konsultan, dalam
pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan. Bahan diskusi diambil dari laporan
pendahuluan yang telah disampaikan.
b.
Diskusi Interim
Diskusi ini secara khusus akan membahas Konsep Laporan Akhir (Draft Final
Report), yang dilengkapi dengan analisis kelayakan, dampak lingkungan dan
perhitungan yang termuat pada laporan Nota Desain, volume pekerjaan dan
estimasi biaya. Pada diskusi ini juga memuat semua perkembangan hasil-hasil
perencanaan yang sudah dihasilkan konsultan selama menjalankan kegiatan jasa
konsultansinya berikut alternatif-alternatif pemilihan konstruksi
c.
Diskusi Final
Diskusi ini berisi uraian dan status akhir seluruh kegiatan perencanaan yang
sudah dilakukan, dimana pembahasannya dilaksanakan bersama Kementrian PU di
tingkat pusat.
d.
Pembiayaan Diskusi
Untuk seluruh biaya pelaksanaan diskusi tersebut menjadi tanggung jawab dan
beban konsultan pelaksana.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


1. Dalam pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi, penyedia jasa wajib menerapkan
sistem manajemen K3.
2. Keluaran yang dihasilkan dalam kegiatan jasa konsultansi harus mencakup aspekaspek K3.
Pangkalan Bun, Mei 2014
Dibuat Oleh,
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)
Kegiatan Pelaksanaan Normalisasi Saluran
Sungai
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten
Kotawaringin Barat
Tahun Anggaran 2014

ERDY SETIAWAN, ST, MT


Penata Tk.1
NIP. 19760904 200312 1 004