Anda di halaman 1dari 26

HIDROMETALLURGY – DIRECT ELECTROREFINING NICKEL FROM NICKEL MATTE

HIDROMETALLURGY – DIRECT ELECTROREFINING NICKEL FROM NICKEL MATTE Kamis, 28 Juni 2015 Muhammad Abdurrahman 123.11.004 Fakultas

Kamis, 28 Juni 2015

Muhammad Abdurrahman

123.11.004

Fakultas Teknik dan Desain Jurusan Teknik Metalurgi dan Material Institut Teknologi dan Sains Bandung

OUTLINE

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN  Ditemukan oleh A. F. Cronstedt pada tahun 1751 dalam mineral yang disebut kupfernickel (nikolit).

Ditemukan oleh A. F. Cronstedt pada tahun 1751 dalam mineral yang disebut kupfernickel (nikolit).

Nikel adalah komponen yang ditemukan banyak dalam meteorit besi atau siderit dan menjadi ciri komponen yang membedakan meteorit dari mineral lainnya.

PENDAHULUAN  Ditemukan oleh A. F. Cronstedt pada tahun 1751 dalam mineral yang disebut kupfernickel (nikolit).

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN  Silvery white metal  Resists corrosion and oxidation  Very ductile Alloys readily 

Silvery white metal Resists corrosion and oxidation Very ductile Alloys readily Magnetic at room temperature Can be deposited by electroplating Has catalytic properties

PROPERTIES

Name:

NICKEL

Chemical Symbol

Ni

Atomic Mass

58.71 g.mol -1

Thermal Conductivity

90.9 W/M/K

Young's Modulus

200 GPa

Shear Modulus

76 GPa

Bulk Modulus

180 GPa

Poisson's Ratio

0.31

Ionic Radius

0.069 nm (+2) ; 0.06 nm

(+3)

Isotopes

10

Electronic Shell

[ Ar ] 3d 8 4s 2

Energy Of First Ionisation

735 kJ.mol -1

Energy Of Second Ionisation

1753 kJ.mol -1

Energy Of Third Ionisation

3387 kJ.mol -1

Standard Potential

-0.25 V

PROPERTIES

Jika dibakar, reaksi berlangsung cepat membentuk oksida NiO Bereaksi dengan Cl 2 membentuk NiCl 2 Larut dalam HNO 3 dan aquaregia Ni + HNO 3 → Ni(NO 3 ) 2 + NO +H 2 O Tidak bereaksi dengan basa alkali Bereaksi dengan H 2 S menghasilkan endapan hitam

RAW MATERIAL

RAW MATERIAL

LATERITE PROFILE

LATERITE PROFILE

USES

USES

RESOURCES AND PRODUCTION

RESOURCES AND PRODUCTION
Source: Nickel- U.S. Geological Survey, Mineral Commodity Summaries, February 2014
Source: Nickel- U.S. Geological Survey, Mineral Commodity Summaries, February 2014

Source: Nickel- U.S. Geological Survey, Mineral Commodity Summaries, February 2014

PRICE

PRICE

PROSES ELEKTROREFINING NI- MATTE

Very different from copper

– Many impurities will dissolve from anode and deposit on cathode(Cu, Pb, Sn)

– Use diaphragm cells – anode and cathode separated by cloth diaphragm (cathodes in bags)

– Liquid from anode(anolyte) flows out and pumped to an electrolyte purification plant pumped back into the cathode compartment, Ni deposited.

Elektrorefining Ni-Matte

Electrorefining matte secara langsung (Ni 3 S 2 ) menjadi logam Ni

Nikel

matte

dicor

menjadi

bentuk anoda

dengan ukuran (110 cm x 72 cm x 6 cm) pada suhu 980 0 C.

Anoda didinginkan dengan cepat pada suhu 510 0 C dan diletakkan dalam chamber untuk pendinginan dengan suhu 200 0 C.

Prosedur

ini

Elektrorefining Ni-Matte   Electrorefining matte secara langsung (Ni S ) menjadi logam Ni Nikel matte

menghambat

terjadinya

Crack

pada anoda selama reaksi dengan perubahan fasa pada suhu 505 0 C, langkah ini membutuhkan waktu sekitar 25 jam.

2

Elektrorefining Ni-Matte

Komposisi Anoda dan Katoda

Anoda diletakkan dalam kantong agar lumpur anoda tidak
Anoda
diletakkan
dalam
kantong
agar
lumpur
anoda
tidak

mengkontaminasi katoda (terbawa oleh aliran elektrolit. Kompartemen anoda dan katoda dipisahkan oleh diaphragma.

Elektrorefining Ni-Matte

Apabila potensial anoda disetting diatas 0.84 V vs SHE, maka reaksinya adalah di persamaan 3.

Elektrorefining Ni-Matte    Apabila potensial anoda disetting diatas 0.84 V vs SHE, maka reaksinya

Ketika anoda mulai terkorosi, sulfur membentuk lapisan slime pada anoda. Dalam jangka waktu 22 hari proses elektrorefining menghasilkan slime dengan ukuran 2x lipat dari lapisan biasanya dan tegangannya meningkat 2x lipat juga (dari 3 V menjadi 6 V).

Adanya lapisan sulfur yang menonjol di anoda akan

mempengaruhi

efisiensi

arus

dan

juga

meningkatkan

temperatur elektrolit hingga 10 o C.

Anodanya diproses untuk memisahkan slime sulfur dengan matte yang tidak terlarut. Dan sulfur kemudian dimasukkan kembali kedalam smelter untuk recovery

Schematic operation of conventional nickel electrorefining cell

Schematic operation of conventional nickel electrorefining cell  Anoda dan katoda dipisahkan oleh diafragma untuk mencegah

Anoda dan katoda dipisahkan oleh diafragma untuk mencegah percampuran anolit dan katolit dan juga menghindari kontaminasi Ni deposit dengan lumpur anoda

Anoda

diletakkan

dalam

kantong

agar

lumpur

anoda

tidak

mengkontaminasi katoda (terbawa oleh aliran elektrolit. Kompartemen anoda dan katoda dipisahkan oleh diaphragma.

A schematic of the particulate electrode

A schematic of the particulate electrode

Elektrorefining Ni-Matte

Elektrorefining Ni-Matte Electrolyte For Conventional Nickel Electrorefining

Electrolyte For Conventional Nickel Electrorefining

Perbandingan Elektrorefining Ni- Matte dan Cu-Matte

Perbandingan Elektrorefining Ni- Matte dan Cu-Matte

Perhitungan Mass Balance

Perhitungan Mass Balance
Perhitungan Mass Balance

REFERENSI

Compere, A.L., et. all. 1994. Contaminated Nickel Scrap Processing. Oak Ridge, Tennessee 37831.

McKay, Douglas A. 1993. The Direct Electrorefining of Copper Matte. Canada.