Anda di halaman 1dari 38

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

Pengelolaan Kurikulum
Bahan Pembelajaran
Diklat Penyiapan Calon Kepala Sekolah

LEMBAGA PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN KEPALA SEKOLAH


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN
PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
2011

Bahan Pembelajaran
Pengelolaan Kurikulum
Tim Pengembang Bahan Pembelajaran
Lembaga Pengembangan dan
Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS)
Pengarah

Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd


Dr. Abi Sujak
Prof. Dr, Siswandari, M.Stats

Penanggung Jawab

Dr. Abdul Kamil Marisi

Tim Penulis

Drs. Yuli Cahyono, M.Pd


Drs. Johannes Manggar, M.Sc
Joko Priyadi, S.Pd

Tim Produksi

Ady Saefudin, S.Pd


Ghandi Kusuma Jaya, S.T
Indah Mustika Rini, S.Pd
Siti Budiyah, S.Si

Kepala BPSDMP-PMP
Kepala Pusbangtendik
Kepala LPPKS

Diterbitkan Oleh
LPPKS, Karanganyar
@2011

Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopy, atau memperbanyak sebagian


atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari LPPKS.

KATA PENGANTAR
Dalam rangka peningkatan mutu kepala sekolah/madrasah pemerintah
mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 28 tahun 2010
tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/ Madrasah. Permendiknas
ini memuat tentang sistem penyiapan calon kepala sekolah/madrasah, proses
pengangkatan kepala sekolah/madrasah, masa tugas, Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB), penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah, mutasi dan
pemberhentian tugas guru sebagai kepala sekolah/madrasah
Dalam sistem penyiapan calon kepala sekolah/madrasah, peserta yang telah lulus
seleksi administrasi dan seleksi akademik, mengikuti Pendidikan dan Latihan
Calon Kepala Sekolah/madrasah (Diklat Cakep). Dalam Diklat Calon Kepala sekolah
tersebut, peserta mendapat materi-materi yang berkaitan dengan tugas, pokok
dan fungsi kepala sekolah baik bersifat manajerial sekolah maupun kepemimpinan
sekolah.

Berkaitan dengan hal tersebut, LPPKS menyiapkan bahan pembelajaran sesuai


dengan materi yang dibutuhkan calon kepala sekolah. Materi ini dirancang untuk
pembelajaran mandiri, sehingga calon kepala sekolah dapat menggunakan bahan
pembelajaran ini secara aktif. Dengan harapan pada akhir kegiatan pembelajaran,
pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mempersiapkan diri menjadi
kepala sekolah menujukkan peningkatan yang signiikan dan pada gilirannya akan
dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan keprofesian mereka secara
berkelanjutan. Kemudian dari semua yang diperolehnya itu, diharapkan akan
berdampak pada semakin banyaknya pemimpin-pemimpin baru yang amanah,
berjiwa wirausaha, dan profesional.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan bahan
pembelajaran ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati kita
semua.
Surakarta, Juni 2011
Kepala LPPKS

Prof. Dr. Siswandari, M.Stats

Pengelolaan Kurikulum

ii

Pengelolaan Kurikulum

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR

Kompetensi yang Diharapkan

DAFTAR ISI

iii

Tentang Bahan Pembelajaran Ini

Ruang Lingkup Materi

Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran 1

DISKUSI TENTANG PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH


Materi

Studi Kasus
Latihan

3
5
5
5

11
12

Kegiatan Pembelajaran 2

13

PENYUSUNAN DOKUMEN 2: SILABUS

13

Materi

13

Studi Kasus

21

Latihan

21

Alternatif Kegiatan

22

Materi

23

Alternatif Kegiatan

26

Kegiatan Pembelajaran 3

23

DOKUMEN 2 KTSP: RPP

23

Studi Kasus

25

Latihan

26

Releksi

27

Rangkuman
Glosarium

28

Pengelolaan Kurikulum

28

iii

iv

Pengelolaan Kurikulum

Tentang Bahan Pembelajaran Ini


Dalam rangka menjamin mutu pendidikan nasional,
pemerintah telah menetapkan Standar Nasional
Pendidikan (SNP). SNP adalah kriteria minimal
tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai salah satu
bagian dari komponen pembelajaran juga mengacu
pada standar pendidikan yang berlaku. KTSP adalah
kurikulum yang dikembangkan oleh masing-masing
sekolah/madrasah.
Bahan pembelajaran ini disusun untuk memberikan
pemahaman tentang prinsip, prosedur dan kriteria
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Calon kepala sekolah/madrasah, sebagai calon
pengembang kurikulum di sekolah/madrasah, perlu
memahami konsep dasar penyusunan KTSP sebelum
mereka menjadi kepala sekolah/madrasah.

Kompetensi yang Diharapkan


Saudara diharapkan memahami pengelolaan
kurikulum di sekolah/madrasah. Untuk itu Saudara
perlu memahami Panduan penyusunan KTSP 2006
BSNP yang memuat konsep dasar, prinsip, prosedur
dan kriteria pengembangan KTSP. Permendiknas
No 22/2006 tentang standar isi. Permendiknas
No 23/2006 tentang standar kompetensi lulusan.
Permendiknas No 24/2006 tentang pelaksanaan
Permendiknas No 22 dan 23 Tahun 2006. Dan
Permendiknas No 06/2007 tentang perbaikan
pelaksanaan Permendiknas No 22 dan 23 Tahun
2006. Selain itu saudara juga perlu mengkaji
Permendiknas No 20 Tahun 2007 tentang standar

Pengelolaan Kurikulum

penilaian pendidikan dan Permendiknas No 41


Tahun 2007 tentang standar proses pendidikan.
Saudara juga harus mendalami panduan penyusunan
KTSP yang dikeluarkan oleh direktorat terkait, yakni
Direktorat TK/SD, Direktorat SMP, Direktorat SMA
dan Direktorat PSMK. Pada dasarnya semua panduan
penyusunan KTSP yang diterbitkan oleh masingmasing direktorat adalah sama, yakni mengacu ke
Panduan penyusunan KTSP 2006 BSNP. Perbedaan
yang ada adalah karena penyesuaian dengan
karakteristik masing-masing jenjang pendidikan
yang memang secara alamiah dan akademik
berbeda.

Ruang Lingkup Materi


Bahan pembelajaran ini akan mengantarkan Saudara untuk:
o Menganalisis Dokumen 1 KTSP;
o Menyusun Silabus;
o Menyusun RPP.

Langkah-langkah Pembelajaran
Bahan pembelajaran ini akan memfasilitasi calon
kepala sekolah/madrasah untuk memahami
pengelolaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) melalui:

Pengelolaan Kurikulum

BAHAN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT

PENGELOLAAN KURIKULUM

Pengembangan
Kurikulum Sekolah

Apa itu KTSP?

Diskusi tentang
latar belakang
program
sekolah

1
15 menit

Pemaparan
Pengembangan Kurikulum
Sekolah:
- 20-8372 Pengembangan KTSP (hal 5-24)
- Panduan penyusunan
KTSP 2006 BSNP
- Permendiknas no
22, 23 dan 24 tahun
2006 serta no 20 dan
41 tahun 2007
- Panduan Pengembangan KTSP Direktorat
Terkait (Puskur, Dikdas, Dikmen, PSMK)

90 menit

Belajar Mandiri:
Studi Kasus

2
45 menit

Penyusunan
DOKUMEN 1

Penyusunan DOKUMEN 2:
Silabus

Penyusunan DOKUMEN 2:
RPP

Kerja Kelompok:
ANALISIS
DOKUMEN 1
MODEL

Kerja Individu:
ANALISIS SILABUS MODEL

Kerja Individu:
ANALISIS RPP
MODEL

3
60 menit

Pemaparan hasil analisis dok


1 dan Umpan
Balik

90 menit

Belajar Mandiri:
Studi Kasus

4
60 menit

4
60 menit

Pemaparan hasil
analisis silabus
dan Umpan Balik

90 menit

Belajar Mandiri:
Studi Kasus

Pemaparan hasil
analisis RPP dan
Umpan Balik

90 menit

Belajar Mandiri:
Studi Kasus

Secara keseluruhan proses pembelajaran yang harus


diikuti oleh calon kepala sekolah sebagai berikut:
Telaah contoh dokumen 1 kurikulum sekolah/
madrasah, revisi contoh silabus beserta rencana
pelaksanaan pembelajaran (pada In-1);

Telaah contoh dokumen 1 kurikulum sekolah/


madrasah, revisi contoh silabus beserta rencana
pelaksanaan pembelajarannya di saat magang
di sekolah sendiri dan magang di sekolah lain
(pada OJL);

Laporan
pelaksanaan
telaah
dokumen
1
kurikulum
sekolah/madrasah,
revisi
contoh silabus beserta rencana pelaksanaan
pembelajarannya (pada In-2).

Pengelolaan Kurikulum

Kegiatan Pembelajaran 1

DISKUSI TENTANG
PENGEMBANGAN
KURIKULUM SEKOLAH

Untuk mengantarkan calon kepala sekolah/


madrasah memahami penyusunan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) melalui analisis
Dokumen 1, penyusunan silabus dan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), terlebih dulu
kita akan mengkaji perkembangan pengelolaan
kurikulum di sekolah saat ini.

Diskusi ini penting untuk memberikan pembelajaran


kepada calon kepala sekolah agar memahami betapa
pentingnya penguasaan kompetensi pengelolaan
kurikulum ini sebagai calon kepala sekolah. Diskusi
ini akan berusaha mengungkap pemahaman calon
tentang pengelolaan kurikulum sekolah, kendala
dalam penyusunan kurikulum di sekolah, alternatif
pemecahan yang ditempuh, pengalaman calon
dalam proses penyusunan kurikulum di sekolah dan
visi pengembangan kurikulum calon sebagai kepala
sekolah.

Materi

Panduan Penyusunan KTSP dari BSNP


1. Pengertian KTSP

Panduan yang disusun BSNP terdiri atas dua


bagian. Pertama, Panduan Umum yang memuat
ketentuan umum pengembangan kurikulum.
Kedua, model KTSP sebagai salah satu contoh
pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI dan
SKL dengan berpedoman pada Panduan Umum yang
dikembangkan BSNP.

Pengelolaan Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan


mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.

KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun


oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan
pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan
tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan
kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender
pendidikan, dan silabus.
2. Prinsip-Prinsip Pengembangan KTSP

KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip


sebagai berikut:
a. Berpusat
pada
potensi,
perkembangan,
kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan
lingkungannya.
b. Beragam dan terpadu
c. Tanggap
terhadap
perkembangan
ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni
d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
e. Menyeluruh dan berkesinambungan
f. Belajar sepanjang hayat
g. Seimbang antara kepentingan nasional dan
kepentingan daerah

3. Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum


Tingkat Satuan Pendidikan
KTSP disusun dengan memperhatikan peningkatan
iman dan takwa serta akhlak mulia, potensi,
kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat
perkembangan dan kemampuan peserta didik,
keragaman potensi dan karakteristik daerah
dan lingkungan, tuntutan pembangunan daerah
dan nasional, dunia kerja, perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, agama, dan dinamika
perkembangan global.

Pengelolaan Kurikulum

a. Tujuan pendidikan

Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar


dan menengah dirumuskan mengacu kepada tujuan
umum pendidikan berikut.

1. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan


dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak
mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan
mengikuti pendidikan lebih lanjut.
2. Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan
kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak
mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan
mengikuti pendidikan lebih lanjut.

3.
Tujuan pendidikan menengah kejuruan
adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk
hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut
sesuai dengan kejuruannya.
b.
Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan

Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan


dasar dan menengah yang tertuang dalam SI meliputi
lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut:
1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak
mulia
2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan
kepribadian
3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
teknologi
4. Kelompok mata pelajaran estetika
5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan
kesehatan

Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang


keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar
bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping
itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan
diri termasuk ke dalam isi kurikulum.

Pengelolaan Kurikulum

KTSP juga mempertimbangkan mata pelajaran,


muatan lokal, kegiatan pengembangan diri,
pengaturan beban belajar, ketuntasan belajar,
kenaikan kelas dan kelulusan, penjurusan,
pendidikan kecakapan hidup, pendidikan berbasis
keunggulan lokal dan global.
c. Kalender Pendidikan

Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat


menyusun kalender pendidikan sesuai dengan
kebutuhan
daerah,
karakteristik
sekolah,
kebutuhan peserta didik dan masyarakat, dengan
memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana
yang dimuat dalam Standar Isi.
d. Langkah-Langkah Penyusunan KTSP

Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan


perencanaan sekolah/madrasah. Langkah-langkah
yang dapat dilakukan adalah:
1. Melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan
setempat.

Koordinasi perlu dilakukan oleh kepala sekolah


dalam merencanakan dan menyusun KTSP. Kegiatan
koordinasi sekurang-kurangnya menyangkut dua
kegiatan sebagai berikut:
a) Membentuk tim pengembang kurikulum
(TPK) sekolah dan program kerjanya;
b) Melakukan koordinasi mengenai rencana
penyusunan KTSP dengan dinas pendidikan
kabupaten/kota setempat;

c) Menghubungi ahli pendidikan setempat untuk


diminta bantuannya sebagai nara sumber
dalam kegiatan penyusunan KTSP.
2. Melakukan analisis konteks;
Analisis konteks merupakan kegiatan yang mengawali
penyusunan KTSP. Kegiatan ini dapat dilakukan
dalam rapat kerja atau lokakarya yang diikuti oleh

Pengelolaan Kurikulum

tim penyusun KTSP. Kegiatan menganalisis konteks


dengan menggunakan SWOT mencakup dua hal
pokok, yaitu:
a) Analisis kondisi yang ada di satuan
pendidikan (peserta didik, pendidik dan
tenaga kependidikan, sarana prasarana, biaya,
dan program kerja) yang akan menghasilkan
seberapa besar potensi (kekuatan dan
kelemahan) yang ada di sekolah berdasarkan
Standar Nasional Pendidikan (SNP).

b) Analisis lingkungan yang ada di satuan


pendidikan
(komite
sekolah,
dewan
pendidikan, dinas pendidikan, asosiasi
profesi, dunia industri dan dunia kerja,
sumber daya alam dan sosial budaya) yang
akan menghasilkan seberapa besar peluang
dan tantangan yang ada di masyarakat dan
lingkungan sekitar sekolah.
3. Penyusunan draf Dokumen 1;
Setelah tim pengembang kurikulum (TPK) sekolah
memahami potensi (kekuatan dan kelemahan)
yang ada di sekolah, serta peluang dan tantangan
yang ada di masyarakat dan lingkungannya,
selanjutnya TPK mulai menyiapkan dan
menyusun draft kurikulum sekolah. Kegiatan
penyusunan draft kurikulum sekolah dapat
dilakukan dalam suatu rapat kerja (raker) atau
lokakarya (workshop).
Sistematika Dokumen 1:

Bab I Pendahuluan (Latar Belakang, Tujuan


Pengembangan KTSP, Prinsip Pengembangan
KTSP)

Bab II Tujuan (Tujuan Pendidikan disesuaikan


dengan jenjang satuan pendidikan, visi misi
sekolah,tujuan sekolah)

Pengelolaan Kurikulum

Bab III Struktur dan Muatan KTSP ( Mata


Pelajaran, Muatan Lokal, Kegiatan Pengembangan
diri, Pengaturan Beban Belajar, Ketuntasan
Belajar, Kenaikan kelas dan Lulusan, Penjurusan,
Pendidikan Kecakapan Hidup dan Pendidikan
Berbasis Keunggulan Lokal dan Global, untuk
PLB/PK ditambah dengan program Khusus)
Bab IV Kalender Pendidikan

4. Penyusunan draf Dokumen 2;

Setelah TPK sekolah menyelesaikan draft


kurikulum Dokumen 1, selanjutnya TPK mulai
bekerja dengan semua guru mata pelajaran
menyiapkan dan menyusun draft KTSP Dokumen
2. Guru setiap mata pelajaran menyusun
silabus dan RPP. Sedangkan untuk guru BK dan
pengembangan diri menyusun program kerja
untuk masing-masing kegiatan yang diampu.

5. Reviu draft Dokumen 1 dan 2.


Setelah TPK menyelesaikan draft kurikulum
Dokumen 1 dan 2, TPK mereviu draft kurikulum
sekolah. Kegiatan ini berupa sosialisasi draft
kurikulum sekolah melalui pemaparan, dan
curah pendapat untuk memperoleh masukan
dari semua pihak yang terkait. Sekolah juga
bisa mengundang pembicara ahli dari lembaga
yang berkompeten misalnya dinas pendidikan
provinsi, kabupaten, kota, untuk mengkaji draft
kurikulum sekolah yang sudah dibuat.
6 Revisi dan inalisasi
Setelah TPK mensosialisasikan draft Dokumen
1 dan 2, TPK merevisi draft kurikulum sekolah
berdasarkan masukan yang diperoleh. Kegiatan
ini dilakukan dalam rapat kerja atau lokakarya.
7. Pemberlakuan KTSP.

Setelah inalisasi draft kurikulum Dokumen 1 dan


2 selesai dilakukan, tim mulai bekerja mengurus

Pengelolaan Kurikulum

legalitas kurikulum yang sudah dibuat oleh


sekolah. Sekolah bisa mengajukan draft kurikulum
ke dinas pendidikan provinsi untuk jenjang SMA/
SMK dan ke dinas pendidikan kabupaten/kota
untuk jenjang pendidikan SD dan SMP.

Untuk menyusun draft kurikulum sekolah


dokumen 1 dan 2 Saudara harus membaca
standar isi, standar kompetensi lulusan, panduan
penyusunan KTSP, standar proses, dan standar
penilaian. Untuk lebih memahami bagaimana
menyusun dokumen 1, Saudara diharapkan
membaca Panduan Penyusunan KTSP dari BSNP.

Studi Kasus

Tugas Saudara selanjutnya adalah melakukan


analisis konteks secara individu dengan analisis
SWOT dari data sekolah yang telah disiapkan sesuai
jenjang sekolah.
Lihat kasus 1.
Tugas mandiri terstruktur ini dilakukan secara
individu.
Di dalam bahan pembelajaran terdapat 4 kasus
yang berbeda menurut jenjang pendidikan,
yakni SD, SMP, SMA dan SMK. Pilihlah salah
satu sesuai dengan jenjang pendidikan dimana
saudara bertugas. Bacalah studi kasus tersebut
baik-baik.
Selanjutnya,
lakukan
analisis
konteks
menggunakan Analisis SWOT
(Strength,
Weaknesses, Opportunity, Threath) dari data
sekolah yang ada.
Lalu buatlah PROFIL SEKOLAH berdasarkan
hasil analisis sebelumnya.

10

Serahkan Proil Sekolah tersebut kepada Master


Trainer untuk mendapatkan umpan balik dan
penilaian.

Pengelolaan Kurikulum

Latihan
Tugas Saudara selanjutnya adalah mengkaji
Dokumen 1 sebuah kurikulum sekolah model yang
telah disiapkan sesuai dengan jenjang sekolah.
Peserta bekerja secara kelompok (4-5 orang)
berdasarkan jenjang pendidikan.
Setiap kelompok menerima sebuah kurikulum
sekolah model.
Kajilah kurikulum sekolah model tersebut dengan
mengisi Instrumen Analisis Dokumen I.
Presentasikan hasil analisis tersebut di kelas (15
menit/kelompok) untuk mendapatkan tanggapan
dari kelompok lain dan umpan balik dari Master
Trainer.

Alternatif Kegiatan

Mari Kita Terapkan Apa Yang Telah Saudara


Pelajari.

Untuk mengaplikasikan rencana tindak, Saudara


perlu
meningkatkan
kembali
keterampilan
Saudara dalam mengkaji kurikulum tingkat satuan
pendidikan, maka Saudara perlu melakukan kegiatan
berikut ini.
Tema:

Studi komparasi kurikulum tingkat


pendidikan di Kabupaten/Kota X.

satuan

Rambu-rambu:
Dokumen kurikulum yang dianalisis, minimal 2
sekolah (sekolah sendiri dan sekolah lain).
Menggunakan format analisis kurikulum yang
sudah diberikan.
Bisa dilakukan secara mandiri atau kelompok.

Pengelolaan Kurikulum

11

Kegiatan Pembelajaran 2

PENYUSUNAN DOKUMEN 2:
SILABUS
Kegiatan pembelajaran ini akan memfasilitasi calon
kepala sekolah/madrasah memahami pengelolaan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) melalui
penyusunan silabus
Bagaimana pendapat Saudara tentang Silabus?
Jawablah pertanyaan berikut ini, berdasarkan
pengalaman Saudara dalam berbagai kegiatan
penyusunan silabus di sekolah, KKG/MGMP dan
lainnya.
1. Bagaimana pemahaman Saudara tentang Silabus?
2. Apa kendala yang Saudara temukan dalam
penyusunan silabus?
3. Apa Solusi yang Saudara tempuh ketika mengalami
kesulitan tersebut?
4. Bagaimana pendapat Saudara tentang proses
penyusunan silabus?
5. Apakah seorang calon kepala sekolah perlu memahami penyusunan silabus?

Materi

A. Pengertian Silabus
1. Pengertian Silabus

12

Istilah silabus dapat dideinisikan sebagai Garis


besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi
atau materi pelajaran (Salim, 1987: 98). Istilah
silabus digunakan untuk menyebut suatu produk
pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih
lanjut dari SK dan KD yang ingin dicapai, dan materi
pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari
peserta didik dalam rangka mencapai SK dan KD.
Seperti diketahui, dalam pengembangan kurikulum

Pengelolaan Kurikulum

dan pembelajaran, terlebih dahulu perlu ditentukan


SK yang berisikan kebulatan pengetahuan, sikap,
dan keterampilan yang ingin dicapai, materi yang
harus dipelajari, pengalaman belajar yang harus
dilakukan, dan sistem evaluasi untuk mengetahui
pencapaian SK. Dengan kata lain, pengembangan
kurikulum dan pembelajaran menjawab pertanyaan
(1) Apa yang akan diajarkan (SK, KD, dan Materi
Pembelajaran); (2) Bagaimana cara melaksanakan
kegiatan pembelajaran, metode, media); (3)
Bagaimana dapat diketahui bahwa SK dan KD telah
tercapai (indikator dan penilaian).
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/
atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang
mencakup SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi,
penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Silabus bermanfaat sebagai pedoman dalam


pengembangan pembelajaran lebih lanjut, seperti
pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan
kegiatan pembelajaran, dan pengembangan sistem
penilaian. Silabus merupakan sumber pokok
dalam penyusunan rencana pembelajaran, baik
rencana pembelajaran untuk satu SK maupun satu
KD. Silabus juga bermanfaat sebagai pedoman
untuk merencanakan pengelolaan kegiatan
pembelajaran, misalnya kegiatan belajar secara
klasikal, kelompok kecil, atau pembelajaran secara
individual. Demikian pula, silabus sangat bermanfaat
untuk mengembangkan sistem penilaian. Dalam
pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi
sistem penilaian selalu mengacu pada SK, KD, dan
indikator yang terdapat di dalam silabus.
2. Prinsip Pengembangan Silabus

Untuk memperoleh silabus yang baik, dalam


penyusunan silabus perlu memperhatikan ilmiah,

Pengelolaan Kurikulum

13

relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual dan


Kontekstual, leksibel, dan menyeluruh.

3. Unit Waktu Silabus


a. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan
seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk
setiap mata pelajaran selama penyelenggaraan
pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
b. Penyusunan silabus suatu mata pelajaran
memperhatikan alokasi waktu yang disediakan
per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata
pelajaran lain yang sekelompok.
c. Implementasi pembelajaran per semester
menggunakan penggalan silabus sesuai dengan
SK dan KD untuk mata pelajaran dengan alokasi
waktu yang tersedia pada struktur kurikulum.
B. Pengembangan Silabus
1. Pengembangan silabus dilakukan oleh kelompok
guru mata pelajaran sejenis pada satu sekolah atau
beberapa sekolah pada kelompok Musyawarah
Guru Mata Pelajaran (MGMP).
2. Disusun secara mandiri oleh kelompok guru mata
pelajaran sejenis pada setiap sekolah apabila
guru-guru di sekolah yang bersangkutan mampu
mengenali karakteristik peserta didik, kondisi
sekolah/ madrasah dan lingkungannya.
3. Sekolah/madrasah yang belum mampu
mengembangkan silabus secara mandiri,
sebaiknya bergabung dengan sekolah/madrasah
lain melalui forum MGMP untuk bersama-sama
mengembangkan silabus yang akan digunakan
oleh
sekolah-sekolah/madrasah-madrasah
dalam lingkup MGMP setempat. Dapat pula
mengadaptasi atau mengadopsi contoh model
yang dikeluarkan oleh BSNP.
C. Komponen Silabus

14

Silabus merupakan salah satu bentuk penjabaran

Pengelolaan Kurikulum

kurikulum. Produk pengembangan kurikulum ini


memuat pokok-pokok pikiran yang memberikan
rambu-rambu dalam menjawab tiga pertanyaan
mendasar dalam pembelajaran, yakni (1)
kompetensi apa yang hendak dikuasai peserta didik,
(2) bagaimana memfasilitasi peserta didik untuk
menguasai kompetensi itu, dan (3) bagaimana
mengetahui tingkat pencapaian kompetensi oleh
peserta didik. Dari sini jelas bahwa silabus memuat
pokok-pokok kompetensi dan materi, pokok-pokok
strategi pembelajaran dan pokok-pokok penilaian.
Pertanyaan mengenai kompetensi yang hendaknya
dikuasai peserta didik dapat terjawab dengan
menampilkan secara sistematis, mulai dari SK, KD
dan indikator pencapaian kompetensi serta hasil
identiikasi materi pembelajaran yang digunakan.
Pertanyaan mengenai bagaimana memfasilitasi
peserta didik agar mencapai kompetensi, dijabarkan
dengan mengungkapkan strategi, pendekatan dan
metode yang akan dikembangkan dalam kegiatan
pembelajaran. Pertanyaan mengenai bagaimana
mengetahui ketercapaian kompetensi dapat
dijawab dengan menjabarkan teknik dan instrumen
penilaian. Di samping itu, perlu pula diidentiikasi
ketersediaan sumber belajar sebagai pendukung
pencapaian kompetensi.Berikut disajikan ikhtisar
tentang komponen pokok dari silabus yang lazim
digunakan:
a. Komponen yang berkaitan dengan kompetensi
yang hendak dikuasai, meliputi : SK, KD, indikator,
dan materi pembelajaran.
b. Komponen yang berkaitan dengan cara menguasai
kompetensi, memuat pokok pokok kegiatan
dalam pembelajaran.
c. Komponen yang berkaitan dengan cara
mengetahui pencapaian kompetensi, mencakup
teknik penilaian (jenis dan bentuk), instumen

Pengelolaan Kurikulum

15

Penilaian.
d. Komponen pendukung, terdiri dari :alokasi waktu
dan sumber belajar.
D. Langkah-langkah Pengembangan Silabus

1. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi


Dasar
Mengkaji SK dan KD mata pelajaran sebagaimana
tercantum pada SI, dengan memperhatikan urutan
berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/
atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu
sesuai dengan urutan yang ada di SI dalam tingkat,
keterkaitan antara SK dan KD dalam mata pelajaran;
keterkaitan antar KD pada mata pelajaran; dan
keterkaitan antara SK dan KD antar mata pelajaran.
2. Mengidentiikasi Materi Pembelajaran

Mengidentiikasi
materi
pembelajaran
yang menunjang pencapaian KD dengan
mempertimbangkan
potensi
peserta
didik;karakteristik mata pelajaran;relevansi dengan
karakteristik daerah;tingkat perkembangan isik,
intelektual, emosional, sosial dan spritual peserta
didik;kebermanfaatan bagi peserta didik;struktur
keilmuan;aktualitas, kedalaman, dan keluasan
materi pembelajaran;relevansi dengan kebutuhan
peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan alokasi
waktu.
3. Melakukan Pemetaan Kompetensi

Pemetaan
kompetensi
dilakukan
untuk
mengidentiikasi SK, KD dan materi pembelajaran,
mengelompokkan SK, KD dan materi pembelajaran
dan menyusun SK, KD sesuai dengan keterkaitan.
4. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

16

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan


pengalaman belajar yang melibatkan proses mental
dan isik melalui interaksi antarpeserta didik,

Pengelolaan Kurikulum

peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber


belajar lainnya dalam rangka pencapaian KD.
Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud
melalui penggunaan pendekatan pembelajaran
yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik.
Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang
perlu dikuasai peserta didik.
Hal-hal
yang
harus
diperhatikan
dalam
mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah:
a. Disusun untuk memberikan bantuan kepada
para pendidik (guru), agar dapat melaksanakan
proses pembelajaran secara profesional.
b. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian
kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik
secara berurutan untuk mencapai KD.
c. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran
harus sesuai dengan hierarki konsep materi
pembelajaran.
d. Rumusan
pernyataan
dalam
kegiatan
pembelajaran minimal mengandung dua unsur
penciri yang mencerminkan pengelolaan
pengalaman belajar peserta didik, yaitu kegiatan
peserta didik dan materi.
5. Merumuskan
Kompetensi

Indikator

Pencapaian

Indikator merupakan penanda pencapaian KD


yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat
diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.

Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik


peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan,
potensi daerah dan dirumuskan dalam kata
kerja operasional yang terukur dan/atau dapat
diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar
untuk menyusun alat penilaian.

Kata Kerja Operasional (KKO) indikator dimulai dari

Pengelolaan Kurikulum

17

tingkatan berpikir mudah ke sukar, sederhana ke


kompleks, dekat ke jauh, dan dari konkret ke abstrak
(bukan sebaliknya).

Kata kerja operasional pada KD benar-benar


terwakili dan teruji akurasinya pada deskripsi yang
ada di kata kerja operasional indikator.
6. Penentuan Jenis Penilaian

Penilaian pencapaian KD peserta didik dilakukan


berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan
menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis
maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran
sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek
dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan
penilaian diri.
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk
memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data
tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang
dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan,
sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam
pengambilan keputusan.
7. Menentukan Alokasi Waktu

Penentuan alokasi waktu pada setiap KD didasarkan


pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata
pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan
jumlah KD, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan,
dan tingkat kepentingan KD. Alokasi waktu yang
dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan
waktu rerata untuk menguasai KD yang dibutuhkan
oleh peserta didik yang beragam.
8. Menentukan Sumber Belajar

Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau


bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran,
yang berupa media cetak dan elektronik, nara
sumber, serta lingkungan isik, alam, sosial, dan

18

Pengelolaan Kurikulum

budaya. Penulisan buku sumber harus sesuai kaidah


yang berlaku dalam Bahasa Indonesia.
Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK dan KD
serta materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran,
dan indikator pencapaian kompetensi.
E. Format Silabus
Berikut ini adalah Format Silabus berdasarkan
petunjuk teknis Pengembangan Silabus Tahun
2010.
Nama Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Standar Kompetensi
Alokasi waktu
KOMPETENSI

DASAR

MATERI

PEMBELAJARAN

SILABUS
: .........................................
: .........................................
: /.
: .........................................
: x menit

KEGIATAN

PEMBELAJARAN

TM

PT

KMTT

INDIKATOR

PENCAPAIAN

KOMPETENSI

PE-

NILAIAN

ALOKASI

WAKTU

SUMBER

BELAJAR

NILAI

KARAKTER

Catatan:
1. Untuk menentukan nilai karakter Saudara dapat
membaca bahan ajar tentang pendidikan karakter
sesuai dengan kegiatan pembelajaran di silabus.
2. Selain bentuk format di atas, Saudara juga boleh
membuat format silabus dalam bentuk narasi

Pengelolaan Kurikulum

19

Studi Kasus
Sekolah Saudara pada tahun ajaran yang akan datang
akan diakreditasi. Kepala sekolah menginformasikan
kepada guru agar menyusun silabus dan RPP. Format
silabus sudah dibagikan sebagai contoh. Silabus harus
dikumpulkan secepatnya agar kepala sekolah mempunyai waktu untuk menelaahnya sebelum masa akreditasi sekolah.
Ternyata pada saat silabus dikumpulkan terdapat format yang digunakan guru bermacam-macam, Sebagian besar guru dalam menuliskan indicator belum operasional serta langkah-langkah pembelajaran belum
menunjukkan aktivitas siswa yang kreatif. Sebagian
guru yang lain masih kelihatan hanya mengcopy paste
silabus orang lain.
Tugas Mandiri Kelompok:
1. Diskusikan di dalam kelompok kecil apakah perlakuan kepala sekolah kepada guru-gurunya sudah
benar? Kalau tidak, bagaimana seharusnya tindakan
kepala sekolah terhadap guru-guru di sekolahnya?

Latihan

20

Mari kita berlatih lagi.


Tugas Saudara selanjutnya adalah mengkaji Dokumen
2 sebuah silabus model yang telah disiapkan sesuai
dengan jenjang sekolah.
Peserta bekerja secara individu.
Di dalam bahan pembelajaran, pada bagian bahan
pembelajaran, terdapat banyak silabus model.
Pilihlah salah satu yang saudara kehendaki.
Buatlah silabus baru dari silabus model tadi, yang
menurut saudara lebih baik.
Pertukarkan silabus baru yang saudara buat
beserta silabus model paling tidak dengan 2 orang
peserta lain untuk mendapatkan tanggapan dari
peserta lain dan umpan balik dari Master Trainer.

Pengelolaan Kurikulum

Alternatif Kegiatan
Mari Kita Terapkan Apa Yang Telah Saudara Pelajari.
Untuk memperdalam pengetahuan Saudara tentang penyusunan silabus, Saudara perlu menelaah
beberapa silabus di sekolah Saudara dan sekaligus
merevisinya.

Rambu-rambu:
Dokumen silabus yang dianalisis, minimal 2 sekolah (sekolah sendiri dan sekolah lain).
Menggunakan format analisis silabus yang sudah
diberikan.
Melakukan revisi silabus berdasarkan hasil analisis silabus

Pengelolaan Kurikulum

21

Kegiatan Pembelajaran 3

DOKUMEN 2 KTSP: RPP

Kegiatan Pembelajaran ini akan memfasilitasi calon kepala


sekolah/madrasah memahami pengelolaan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) melalui penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Curah Pendapat.

Jawablah pertanyaan berikut ini, berdasarkan


pengalaman Saudara dalam berbagai kegiatan
penyusunan RPP di sekolah, KKG/MGMP dan lainnya.
1. Bagaimana pemahaman Saudara tentang RPP?
2. Apa kendala yang Saudara temukan dalam
penyusunan RPP?
3. Apa Solusi yang Saudara tempuh ketika mengalami
kesulitan tersebut?
4. Bagaimana pendapat Saudara tentang proses
penyusunan RPP?
5. Apakah seorang calon kepala sekolah perlu
memahami penyusunan RPP?

Materi

A. Konsep RPP
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus
dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang
memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran,
materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan
penilaian hasil belajar.

22

RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur


dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai
satu kompetensi dasar. RPP dijabarkan dari silabus
untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik
dalam upaya mencapai KD.

Pengelolaan Kurikulum

Setiap Guru wajib menyusun RPP secara lengkap dan


sistematis agar pembelajaran berlangsung secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi
secara aktif, serta memberikan ruang yang cukup
bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai
dengan bakat, minat, dan perkembangan isik serta
psikologis peserta didik.
RPP memuat identitas mata pelajaran, Standart
kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator
pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran,
materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan
sumber belajar. RPP disusun untuk setiap KD yang
dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau
lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap
pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di
satuan pendidikan.
Untuk lebih memahami bagaimana menyusun
RPP, sebaiknya Saudara membaca Pedoman
Pengembangan RPP Depdiknas 2008 dan
Permendiknas Nomor 41 tahun 2007 tentang
StSaudarar Proses yang memuat komponen RPP,
prinsip-prinsip penyusunan RPP, dan hal-hal apa
saja yang harus dituliskan pada format RPP.
B. FORMAT RPP

Berikut ini adalah Format RPP berdasarkan petunjuk


teknis Pengembangan Silabus Tahun 2010.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan :.
Mata Pelajaran

Kelas/Semester
Alokasi Waktu

: .....

: .....

: ..... x menit ( pertemuan)

Pengelolaan Kurikulum

23

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Tujuan Pembelajaran
Materi Pembelajaran
Metode Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
a. Pendahuluan

b. Kegiatan Inti (Eksplorasi, Elaborasi dan Konirmasi)

c. Penutup
8. Penilaian Hasil Belajar
9. Sumber Belajar

Studi Kasus

Tahun pelajaran baru sudah berjalan selama dua


bulan, Penilaian Kinerja guru akan dilakukan oleh
pengawas sekolah. Kepala sekolah menginformasikan
kepada guru agar menyiapkan RPP karena akan
dilakukan supervisi kelas. Contoh-contoh RPP sudah
dibagikan sebagai acuan. RPP harus dikumpulkan
secepatnya agar kepala sekolah mempunyai waktu
untuk menandatanganinya.
Ternyata, sebagian besar guru RPP nya tidak
dilengkapi dengan instrumen dan pedoman penilaian.
Sebagian yang lain instrumen penilaiannya tidak
sesuai dengan pedoman pengembangan RPP. Rata-rata
RPP yang dibuat menggunakan metode yang sama,
tidak sesuai dengan standar proses. Di dalam kegiatan
pembelajaran tidak tergambar aktivitas siswa.
Melihat hal demikian, kepala sekolah langsung
mengumpulkan guru-guru untuk membicarakan
masalah tersebut.
Diskusi Mandiri Kelompok:

24

Diskusikan di dalam kelompok kecil apakah kira-kira

Pengelolaan Kurikulum

masalah utama dari kasus di atas? Apa penyebab


dari masalah utama tersebut? Dan terakhir, apa
kira-kira solusi yang akan diambil Saudara sebagai
kepala sekolah tersebut?

Latihan

Tugas Saudara selanjutnya adalah mengkaji


Dokumen 2 sebuah RPP model yang telah disiapkan
sesuai dengan jenjang sekolah.
Peserta bekerja secara individu.
Di dalam bahan ajar, pada bagian bahan
pembelajaran, terdapat banyak RPP model.
Pilihlah salah satu yang saudara kehendaki, di
luar mata pelajaran yang saudara ampu.
Kajilah RPP model tersebut dengan mengisi
Instrumen Analisis Dokumen 2: Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Pertukarkan hasil analisis tersebut paling tidak
dengan 2 orang peserta lain untuk mendapatkan
tanggapan dari peserta lain dan umpan balik dari
Master Trainer.

Alternatif Kegiatan
Mari Kita Terapkan Apa Yang Telah Saudara Pelajari

Untuk memperdalam pengetahuan Saudara tentang


penyusunan RPP, Saudara perlu menelaah beberapa
RPP di sekolah Saudara dan sekaligus merevisinya.
Rambu-rambu:
Menganalisis Dokumen RPP, minimal RPP dari
mata pelajaran yang diampu berasal dari 2
sekolah (sekolah sendiri dan sekolah lain).
Menggunakan format analisis RPP yang sudah
diberikan.
Melakukan revisi sesuai hasil analisis RPP.

Pengelolaan Kurikulum

25

Reeksi
Mohon untuk mengisi lembar releksi di bawah ini
berdasarkan materi yang Bapak/Ibu sudah pelajari.
Nama

: _____________________

Tanggal : _____________________
Apa saja yang telah saya lakukan berkaitan
dengan materi kegiatan belajar ini?
Bagaimana pikiran/perasaan saya tentang materi
kegiatan belajar ini?
Apa saja yang telah saya lakukan yang ada
hubungannya dengan materi kegiatan ini tetapi
belum ditulis di materi ini?
Materi apa yang ingin saya tambahkan?
Bagaimana kelebihan dan kekurangan materi
kegiatan ini?
Manfaat apa saja yang saya dapatkan dari materi
kegiatan ini?
Berapa persen kira-kira materi kegiatan ini dapat
saya kuasai?
Apa yang akan saya lakukan?

26

Pengelolaan Kurikulum

Rangkuman
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun
oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan
pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan
tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan
kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender
pendidikan, dan silabus. Silabus adalah rencana
pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok
mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup SK,
KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran,
indikator pencapaian kompetensi, penilaian,
alokasi waktu, dan sumber belajar. Perencanaan
proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat
sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi
ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan
penilaian hasil belajar.

Glosarium

1. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria


minimal tentang sistem pendidikan di seluruh
wilayah hukum Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
2. OJL On the Job Learning, Sebuah bagian dari
modul yang merupakan petunjuk/arah dalam
melaksanakan kegiatan praktik sesuai materimateri yang diterima dalam pelatihan yang harus
dilaksanakan di sekolah sendiri dan sekolah
magang.
3. Kurikulum adalah seperangkat rencana
dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan

Pengelolaan Kurikulum

27

28

tertentu.
4. KKG Kelompok Kerja Guru SD
5. Releksi Sebuah bagian dari modul yang
dimaksudkan untuk memberi ruang bagi
peserta memberikan pendapat, ide, gagasan,
komentar secara personal secara tertulis atau
lisan tentang perkembangan pembelajaran yang
telah dilakukan.
6. Studi Kasus Sebuah permasalahan nyata yang
diangkat sebagai topik diskusi sesuai dengan
satuan pembelajaran yang akan dibahas di kelas
dalam kelompok.
7. MGMP Musyawarah Guru Mata Pelajaran
8. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah
kurikulum operasional yang disusun oleh
dan dilaksanakan di masing-masing satuan
pendidikan.
9. Kompetensi adalah kemampuan bersikap,
berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai
perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan
keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik.
10.Standar Kompetensi Lulusan adalah kualiikasi
kemampuan lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan; StSaudarar
Kompetensi Lulusan meliputi kompetensi untuk
seluruh mata pelajaran atau seluruh kelompok
mata pelajaran.
11. Standar Kompetensi Mata Pelajaran adalah
kualiikasi kemampuan minimal peserta didik
yang menggambarkan penguasaan sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan
dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester
untuk mata pelajaran tertentu.
12. TM (Kegiatan Tatap Muka) adalah kegiatan
pembelajaran yang berupa proses interaksi
antara peserta didik, materi pembelajaran,
pendidik dan lingkungan.

Pengelolaan Kurikulum

13. PT (Penugasan Terstruktur) adalah kegiatan


pembelajaran yang berupa pendalaman materi
pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang
oleh pendidik untuk mencapai stSaudarar
kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan
terstruktur ditentukan oleh pendidik. Penugasan
terstruktur termasuk kegiatan perbaikan,
pengayaan, dan percepatan
14. MTT (Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur)
adalah kegiatan pembelajaran yang berupa
pendalaman materi pembelajaran oleh peserta
didik yang dirancang oleh pendidik untuk
mencapai stSaudarar
kompetensi. Waktu
penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta
didik.
15. Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu
untuk kegiatan pembelajaran peserta didik
selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan
mencakup permulaan tahun ajaran, minggu
efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan
hari libur.
16. Satuan Pendidikan adalah kelompok layanan
pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan

Pengelolaan Kurikulum

29

Anda mungkin juga menyukai