Anda di halaman 1dari 3

Multi Stage Flash Evaporator Desalination Plant

Desalinasi adalah proses pemisahan kandungan garam yang terlarut dalam air laut
sehingga menghasilkan produk berupa air tawar (fresh water). Metode yang paling
banyak digunakan pada proses desalinasi ini adalah destilasi dan osmosis. Dalam
laporan ini akan dijelaskan mengenai proses desalinasi dengan metode destilasi. Gambar
1 di bawah ini menunjukkan proses single stage flash evaporator sedangkan pada
Gambar 2 menunjukkan proses multistage flash distillation.

Gambar 1: Proses single stage flash evaporator. [http://cakjon.blogspot.com/2011/10/blogpost_30.html]

Gambar 2: Diagram Multi-Stage Flash Distillation.


[http://www.separationprocesses.com/Distillation/DT_Chp07a.htm]

Secara umum beberapa tahap dari proses desalinasi, yaitu:


1. Vacuum up
Merupakan proses penarikan udara keluar dari suatu ruangan (chamber). Dalam
proses desalinasi, keadaan vacuum merupakan hal penting yang pertama
dilakukan, dimana bagian yang mengalami proses vacuum up adalah: evaporator
chamber dan brine heater chamber. Tujuan dilakukan vacuum up adalah untuk
mempercepat proses terbentuknya uap atau vapor, karena titik didih pada tekanan
rendah (vacuum) adalah lebih rendah daripada titik didih pada ruang bertekanan.
Sebagai contoh, pada tekanan udara 1 atm atau 0.1 MPa titik didih air adalah
100C, sedang pada tekanan yang lebih rendah (vacuum) titik didih air adalah
<100C.
2. Evaporasi
Merupakan proses penguapan, dalam hal ini adalah air laut. Sedangkan air laut
adalah suatu campuran NaCl + H2O + mineral lain. Pada proses ini dilakukan
pemanasan dengan suatu heater pada titik didih H2O. Pada proses ini dilakukan
pemanasan dengan suatu heater pada titik didih H2O. Beberapa komponen
penyusun air laut diantaranya NaCl memiliki titik didih lebih tinggi dari H 2O,
sehingga yang menguap hanya H2O.
3. Destilasi
Merupakan proses pengembunan, dimana pada H2O yang telah berubah bentuk
menjadi uap (evaporasi) akan dilakukan proses pengembunan melalui suatu
sistem pendingin. Hasil dari proses destilasi adalah distillate, yaitu H2O (fresh
water). Dengan daya hantar atau konduktivitas kurang dari 25 uS/cm, serta
kandungan Cl (Chlor) kurang dari 1000 ppb.
4. Drainase
Merupakan proses pembuangan komponen air laut yang tidak terevaporasi ke
sistem pembuangan (dibuang lagi ke laut).
Flash evaporator adalah suatu alat yang digunakan untuk menguapkan suatu fluida
cair dalam hal ini air laut, dengan tekanan rendah, sehingga pada tekanan rendah
tersebut diharapkan terjadi penguapan lebih cepat. Sistem multi stage flash evaporator ini
dapat mengurangi rugi-rugi panas, maksudnya agar panas yang diserap oleh air laut dari
heater dapat efisien (temperatur 100C), dengan cara pertukaran kalor, yaitu evaporator
melepas panas untuk proses destilasi dan inlet air laut menyerap panas.
Pada Gambar 2, air laut sebagai umpan sekaligus merupakan fluida dingin dalam
proses kondensasi masuk melalui pipa ke brine heater akibat adanya suction dari pompa
yang dipasang setelah stage terakhir. Temperatur air laut yang masuk mengalami

kenaikan tiap melewati stage sehingga dapat mengurangi energi panas yang diberikan
brine heater. Air laut yang dipanaskan keluar dari brine heater dalam fase saturasi cair.
Kemudian aliran tersebut mengalami penurunan tekanan karena melewati katup throttling
dan terjadi proses evaporasi flashing pada saat masuk ke bejana di stage 1. Selama
proses flashing, sebagian uap air (steam) mengalami proses kondensasi menjadi produk
fresh water. Sisa air laut yang tidak menguap dialirkan ke stage berikutnya melewati katup
throttling untuk menurunkan tekanannya. Jadi tekanan dan temperatur di stage 1 lebih
tinggi dibandingkan stage berikutnya yang menyebabkan penurunan titik didih brine water,
sehingga aliran tersebut dapat berubah fasa menjadi uap tanpa ada pemanasan dari luar.
Kesetimbangan energi dan massa menjadi hal utama untuk mengoptimasi sistem
tersebut.