Anda di halaman 1dari 10

TEKNOLOGI BAHAN BUATAN (BAJA)

Karakteristik/sifat-sifat dasar dari material baja yaitu :

Baja terkenal amat baik untuk bahan utama struktur bangunan karena
memiliki kekuatan tarik dan kekuatan tekan yang sama baiknya.
Baja memiliki kekuatan terhadap beban tarik dan tekan aksial serta beban
lentur yang amat baik.
Kekuatan besar ini membutuhkan volume yang relatif tidak tinggi.
Jenis penampang I dan H biasanya cocok untuk elemen balok dan kolom
struktur
Jenis profil kanal dan siku cocok untuk elemen-elemen sekunder seperti
pengaku atau tumpuan struktur.

Kelebihan dari baja yaitu :

Kekuatan Tinggi
Kekuatan per volume tetap paling tinggi dibanding dengan material lain.
Kemudahan Pemasangan
Umumnya semua komponen konstruksi baja dipersiapkan di bengkel. Yang
dilakukan di lapangan atau site adalah menyambung komponen-komponen
ini.
Keseragaman
Keseragaman sangat tinggi baik dalam hal kekuatan maupun bentuknya
(tingkat kecacatan bentuk rendah).
Daktilitas
Adalah sifat material yang memungkinkan adanya deformasi yang besar
akibat tegangan tarik tanpa hancur dan putus.
Keuntungan Lainnya
a. Proses pemasangan cepat dan tak perlu menunggu untuk mencapai
100% kekuatan.
b. Dapat dilas sehingga mudah untuk disambung/digabung.
c. Komponen-komponen struktumya bisa digunakan lagi untuk keperluan
lainnya.
d. Komponen-komponen yang sudah tidak dapat digunakan lagi masih
mempunyai nilai sebagai besi tua.
e. Bersifat permanen dengan cara pemeliharaan yang tidak terlalu sukar.

Kekurangan dari baja yaitu :

Komponen-komponen struktur yang dibuat dari bahan baja perlu diusahakan


supaya tahan api sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk bahaya
kebakaran.
Diperlukannya suatu biaya pemeliharaan untuk mencegah baja dari bahaya
karat.

Akibat kemampuannya menahan tekukan pada batang-batang yang langsing,


walaupun dapat menahan gaya-gaya aksial, tetapi tidak bisa mencegah
terjadinya pergeseran horisontal.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan baja yaitu :

Kandungan Karbon
Macam-macam tngkat mutu baja ditentukan oleh jumlah kandungan
karbonnya. Makin banyak kandungan karbon, baja semakin keras dan kuat,
tetapi sifat daktilitasnya semakin berkurang.

JENIS-JENIS MATERIAL BAJA PADA BANGUNAN


Secara umum, jenis atau model material baja dibedakan berdasarkan 2 cara
pembentukan, yaitu :

Hot-Rolling (Pembentukan dengan Pemanasan)


Adalah proses dimana bongkahan baja yang masih menyala digelindingkan
diantara beberapa penggiling. Proses akhir penggilingan ini menentukan
tebal penampang profil baja.

Cold-Forming (Pembentukan dengan Pendinginan)


Lembaran-lembaran baja tipis yang sudah dingin dibengkokkan, dilipat
sehingga didapatkan profil yang diinginkan.

CONTOH PENERAPAN MATERIAL BAJA PADA BANGUNAN


Dalam kasus ini, saya mengambil contoh bangunan sekolah SD untuk desain mata
kuliah RSB-2.

TAMPAK DEPAN

Balok dan kolom


Pagar pembatas pada Dinding partisi
struktural
menggunakan
material
lantai 2-3-4 dan lantai
menggunakan
baja
besi baja untuk
framedasar menggunakan
tulangan pada
cat
material besi bajanya yang dilapisi
campurannya
agar
yang dicat warna
kuat dan tahan
lama

TAMPAK BELAKANG
POTONGAN A-A

Plat lantai menggunakan


menggunakan material baja
ringan sebagai perkuatan
struktur lantai

Kuda-kuda dengan bentang


8m menggunakan material
baja konvensional dan profil
kanal C

Railing atau pagar pembatas


pada tangga menggunakan
material besi baja yang
dilapisi cat

Untuk struktur utama


tangga menggunakan
material baja yang diekspos
dan dilapisi cat

POTONGAN B-B

DETAIL DINDING PARTISI BESI BAJA


TULANGAN PADA STRUKTUR

DETAIL BAJA

DETAIL PAGAR BESI BAJA

DETAIL TANGGA
BESI BAJA

DETAIL KUDA-KUDA BAJA KONVENSIONAL

DETAIL PLAT LANTAI BAJA

TEKNOLOGI BAHAN BUATAN


KD2 - PENERAPAN BAHAN BUATAN BAJA PADA BANGUNAN

Disusun Oleh :
FAHRY TRIZA NUGRAHA - I0213031

Dosen Pengampu :
Ir. Rachmadi Nugroho, MT

Program Studi Arsitektur Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret