Anda di halaman 1dari 2

4/22/2014

Mbak Dhani Aja Deh: PROSES SINTERING


More

Next Blog

Create Blog

Sign In

Mbak Dhani Aja Deh


Beranda

About Me

Contact Me

My Library

PROSES SINTERING
Sintering merupakan pemanasan material / bahan dengan cara memanaskannya tidak
sampai melampaui titik lelehnya.
Solid State Sintering merupakan sintering yang dilakukan pada material padat yang bertujuan untuk
memperbaiki struktur / kualitas material tersebut.
Selama proses sintering, gaya penggerak makroskopik menurunkan kelebihan energi di permukaan.
Ini dapat terjadi dengan :
1)
Penyusutan luas permukaan total karena peningkatan ukuran rata-rata partikel, yang memicu
pada pengasaran coarsening.
2)
Penghapusan antarmuka padatan / gas dan pembentukan batas area butir, diikuti dengan
pertumbuhan butir, yang memicu pada pemadatan densification.
Selama proses sintering, kedua mekanisme ini saling berkompetisi.
Jika dalam proses atomik lebih cenderung pada pemadatan (densification) maka rongga menjadi
lebih kecil dan menghilang seiring dengan lama waktu sintering.
Jika dalam proses atomik pengasaran cenderung lebih cepat, maka rongga dan butir, keduanya
menjadi lebih besar seiring dengan lama waktu sintering.

MEKANISME ATOMIK SELAMA SINTERING


Terdapat 5 tahap :
Evaporasikondensasi : butiran akan mengalami pelekatan dan pengkasaran
Surface diffusion :penyebaran atom pada permukaan
Volume diffusion :
Massa bergerak dari permukaan ke leher area
Massa bergerak dari batas butir ke leher
Penyebaran atom dari daerah leher ke permukaan butir
Viscous or Ceep flow ( Laju pergerakan dan pengentalan atom)

http://masudahkusuma.blogspot.com/2012/11/proses-sintering.html

1/2

4/22/2014

Mbak Dhani Aja Deh: PROSES SINTERING

Coarsening (Pengasaran)
Terjadi pada seluruh area butiran kecuali bagian batas
Kenapa ?
Karena mekanismenya tidak mengijinkan atom yang berada pada batas area berpindah
secara keseluruhan.
Akibatnya :Terjadi pertumbuhan ukuran pada daerah leher, yang menyebabkan butir semakin
kasar.
Tekanan parsial berpengaruh pada coarsening terutama bagi kelengkungan butiran. Tekanan
parsial berupa tekanan uap yang tinggi
Misalnya : tekanan parsial yang ada pada bagian s lebih besar daripada bagian n.
Densifikasi (Pemadatan)
Densifikasi dapat ditunjukkan pada gambar b sebelumnya, dimana 2 butir mendekat secara
bersama-sama dan menyebabkan bagian pinggir melekat / gabung.
Terjadi difusi volume dari batas butir ke leher
Hal ini pula menyebabkan terjadi penyusutan dan menghilangnya pori-pori

KINETIKA SINTERING
Tahap sintering -> di gagas oleh peneliti bernama Coble yang menggambarkan tahap sintering
sebagai interval geometrik
Tahap awal
Bidang kontak interparticle meningkat karena pertumbuhan daerah leher dan
kepadatan relatif meningkat 60-65%
Tahap pertengahan
Ditandai dengan menyempitnya saluran pori. Kepadatan meningkat antara 60-90%
Tahap akhir
Ditandai dengan berakhirnya fase pori (Saluran pori sudah menghilang)

http://masudahkusuma.blogspot.com/2012/11/proses-sintering.html

2/2