Anda di halaman 1dari 28

Reaksi substitusi

nukleofilik sebuah reaksi


SN1

Mengapa sebuah mekanisme


berbeda diperlukan?
ketika sebuah nukleofil menyerang
sebuah halogenalkana primer, dia
akan mendekati atom karbon + dari
sisi yang jauh dari atom halogen.
Pada halogenalkana tersier, hal ini
tidak mungkin. Belakang molekul
telah terisi oleh gugus-gugus CH3.

Karena serangan nukleofil dari arah


lain tidak bisa terjadi akibat adanya
atom bromin, maka reaksi harus
berlangsung dengan sebuah
mekanisme alternatif.

Mekanisme SN1
Mekanisme SN1 dalah proses dua
tahap. Pada tahap pertama, ikatan
antara
karbon dengan gugus pergi putus.

Ciri-ciri suatu reaksi yang berjalan melalui


mekanisme SN1:
Kecepatan reaksinya tidak tergantung
pada konsentrasi nukleofil.
Tahap penentu kecepatan reaksi adalah
tahap pertama di mana nukleofil tidak
terlibat.
Jika karbon pembawa gugus pergi
adalah bersifat kiral, reaksi
menyebabkan
hilangnya aktivitas optik karena terjadi
rasemik.

Pada ion karbonium hanya


memp.tiga gugus yg terikat pada
karbon positif (hibridisasi sp2, btk
planar) jd nukleofil punya 2 arah
penyerangan dari depan dan
belakang, hasilnya rasemik (S dan R)

Pada tahap pertama dalam mekanisme SN1


adalah tahap pembentukan ion,sehingga
mekanisme ini dapat berlangsung lebih baik
dalam pelarut polar. Jadi halida sekunder
yang dapat bereaksi melalui kedua
mekanisme tersebut, kita dapatmengubah
mekanismenya dengan menyesuaikan
kepolaran pelarutnya.
Misalnya,mekanisme reaksi halida sekunder
dengan air (membentuk alkohol) dapat
diubah dari SN2 menjadi SN1 dengan
mengubah pelarutnya dari 95% aseton-5%
air (relatif tidak-polar) menjadi 50% aseton50% air (lebih polar, dan pelarut peng-ion
yang lebih baik).

Contoh
Tuliskan pers. Rx Tahap-tahap reaksi
SN1 dari 2-kloro-2-metilbutana dg
MeOH
Jawab:
Tahap 1 (ionisasi)
Cl

H3C

C
CH3

H2
C CH3

H3C

H2
C CH3 +

CH3
Suatu Karbokation

:Cl :

Tahap 2 (kombinasi dengan Nu:_)


+
CH3OH
H3C

CH3

H2
C CH3 + CH3OH

H3C

C
CH3

H2
C CH3

eter-berproton

Tahap 3 (Lepasnya H+ ke pelarut)


+

CH3OH +

H3C

C
CH3

CH3
H2
C CH3

:O

H3C

C
CH3

Sebuah eter

CH3
H2
+
C CH3 + CH3OH2

Reaksi Eliminasi

Mekanisme E2
Reaksi E2 adalah proses satu tahap.
Nukleofil bertindak sebagai basa dan
mengambil proton (hidrogen) dari atom
karbon yang bersebelahan dengan karbon
pembawa gugus pergi. Pada waktu yang
bersamaan, gugus pergi terlepas dan
ikatan
rangkap dua terbentuk.

PERSAINGAN SUBSTITUSI
DAN ELIMINASI
Ditinjau reaksi antara alkil halida dengan
kalium hidroksida yang dilarutkan dalam metil
alkohol. Nukleofilnya adalah ion hidroksida,
OH-, yaitu nukleofil kuat dan sekaligus adalah
basa kuat.
Pelarut alkohol kurang polar jika dibandingkan
dengan air. Keadaan-keadaan ini
menguntungkan proses-proses SN2 dan E2
jika
dibandingkan dengan SN1 dan E1.

Contoh:
alkil halida primer ( 1-bromobutana)
Kedua proses dapat terjadi.

Hasilnya adalah campuran 1-butanol dan


1-butena.
Reaksi SN2 cenderung terjadi jika
digunakan pelarut yang lebih polar (air),
konsentrasi basa yang sedang, dan suhu
sedang. Reaksi E2, cenderung terjadi jika
digunakan pelarut yang kurang polar,
konsentrasi basa yang tinggi, dan suhu
tinggi.

Jika alkil halida primer menjadi tersier,


reaksi substitusi akan terhambat
( urutan reaktivitas untuk reaktivitas
SN2 adalah 1o >2o >> 3o).
Tetapi, reaksi eliminasi akan cenderung
terjadi karena hasilnya adalah alkena
yang
lebih tersubtitusi. Pada t-butil bromida,
hanya proses E2 yang terjadi.