Anda di halaman 1dari 5

Ujian Tengah Semester (UTS) Genap T.A.

2013/2014
Institut Teknologi dan Sains Bandung
Mata Kuliah : KU-0116 - Pendidikan Kewarganegaraan (3 SKS)
Dosen

: Dr. Asep Zaenal Ausop, M.Ag

Nama

: Tri Wiatno

NIM

: 12311006

Program Studi

: Teknik Metalurgi dan Material

Pengumpulan Ujian : Senin, 5 Mei 2014


Pertanyaan :
1. Jelaskan kedudukan Pancasila sebagai :
a. Falsafah Negara
b. Dasar Negara
c. Paradigma pembangunan
2. Bagaimana fungsi identitas nasional dalam pergaulan global? Jelaskan faktor
faktor yang merusak citra Indentitas Nasional Indonesia?
3. Dalam Politik dan Strategi Nasional (POLSTRAN) kita harus mempertimbangkan
suprastruktur dan infrastuktur. Apa yang dimaksud dengan POLSTRAN? Dan
bagaimana

dalam

aplikasinya

dalam

membuat

kebijakan

politik

yang

mempertimbangkan suprastruktur dan infrastruktur? Berikan contoh?


4. Jelaskan hak dan kewajiban warga Negara dalam dua sisi, yakni sisi bela
negara dan ekonomi?
5. Jelaskan kelemahan demokrasi Indonesia? dan apa solusinya?
Jawaban :
1. a. Pancasila sebagai falsafah negara merupakan konsepsi dasar tentang
kehidupan yang dicita-citakan, yang terkandung gagasan dan pikiran mengenai
kehidupan yang dianggap baik.
b. Pancasila sebagai dasar negara merupakan suatu asas kerokhanian yang
meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum, sehingga merupakan suatu
sumber nilai, norma serta kaidah, baik moral maupun hukum Negara, dan
menguasai hukum dasar baik yang tertulis atau Undang-Undang Dasar maupun
yang tidak tertulis atau dalam kedudukannya sebagai dasar Negara, Pancasila
mempunyai kekuatan mengikat secara hukum.

c, Pancasila sebagai paradigma pembangunan berarti bahwa Pancasila yang


merupakan kerangka dasar dalam berpikir untuk mengembangkan negara dan
bangsa menuju negara dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke empat.
Maksudnya

adalah

dalam

aspek

pembangunan

nasional

kita

harus

mendasarkan pada hakikat nilai-nilai pancasila. Dengan demikian tujuan


pembangunan nasional kita adalah untuk mewujudkan peningkatan harkat dan
martabat manusia dengan mendasarkan pada nilai-nilai hakikat kodrat manusia.
Oleh sebab itu, pembangunan nasional harus meliputi aspek rohani yang
mencakup akal, rasa dan kehendak, aspek jasmani, aspek sosial dan kehidupan
ketuhanannya.
2. Identitas nasional dalam pergaulan global berfungsi untuk memperkenalkan
bangsa dan negara dimata dunia. Identitas nasional sebagai pembeda, sebagai
pertaruhan jati diri bangsa yang harus dijaga, dihormati dan dipertahankan
apabila ada pihak/bangsa lain yang mengusik identitas tersebut. Dengan adanya
globalisasi, identitas suatu bangsa dan negara dapat dengan mudah dikenalkan
dimata internasional. Seperti halnya lambang negara, bendera kebangsaan,
letak geografis, bahasa, budaya, semboyan negara, dan lain sebagainya.
Faktor faktor yang merusak citra Identitas Nasional Indaonesia adalah :
a. perilaku masyarakat Indonesia
Perilaku masyarakat yang tidak menghargai indentitas Bangsa Indonesia
menjadi salah satu faktor yang merusak citra indentitas nasional.
b. lunturnya sense of belonging, dari perilaku tersebut, rasa memiliki
merupakan hal yang penting dalam menghargai dan menjunjung tinggi
identitas nasional. Apabila rasa memilki terhasap identittas nasional luntur,
maka akan merucak citra dari identitas tersebut.
c. sudah tidak lagi mementingkan fundamental bangsa/hal-hal mendasar
bangsa seperti : Falsafah Bangsa, Dasar Negara, dan ldeologi Negara.
d. sudah tidak menghormati lagi Instrumental negara yang berisi : Tata
Perundangan,

Bahasa,

Lambang

Negara,

Bendera

Negara,

Lagu

Kebangsaan.
e. tidak menjaga dan merawat struktur Alamiah bangsa dan kebudayaan yang
meliputi : wilayah Negara dan pluralisme dalam suku, bahasa, budaya, serta
agama dan kepercayaan (agama).

f. semakin menonjolnya sikap individualistis, yaitu mengutamakan kepentingan


pribadi di atas kepentingan umum, hal ini bertentangan dengan asas gotongroyong;
g. semakin menonjolnya sikap materialistis, yang berarti harkat dan martabat
kemanusiaan hanya diukur dari hasil atau keberhasilan seseorang dalam
memperoleh

kekayaan.

Hal

ini

bisa

berakibat

bagaimana

cara

memperolehnya menjadi tidak dipersoalkan lagi. Apabila hal ini terjadi, berarti
etika dan moral telah dikesampingkan.
3. Politik adalah bermacam-macam kegiatan yang menyangkut proses penentuan
tujuan-tujuan dari sistem negara dan upaya-upaya dalam mewujudkan tujuan itu,
pengambilan keputusan (decision making) mengenai seleksi antara beberapa
alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah
ditentukan. Politik secara umum adalah mengenai proses penentuan tujuan
negara dan cara melaksanakannya. Pelaksanaan tujuan itu memerlukan
kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan,
pembagian, atau alokasi sumber-sumber yang ada. Dengan begitu, politik
membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara, kekuasaan, pengambilan
keputusan , kebijakan umum (policy), dan distribusi kekuasaan .
Strategi nasional adalah perencanaan dan memutuskan sesuatu untuk
kepentingan negara. Kata strategi sendiri berasal dari bahasa Yunani stratgos.
Politik dan strategi nasional harus berjalan selaras. Strategi nasional dirancang
untuk menjawab kepentingan nasional negara tersebut. Setiap strategi di
masing-maisng negara berbeda karena kebijakan dan kebutuhan masyarakat
disetiap negar berbeda-beda satu sama lainnya. Sebagai salah satu negara
berdaulat dan bermartabat, tentunya Indonesia harus memiliki strategi besar
yang

dapat

menjamin

tercapainya

segala

kepentingan

nasional

guna

mewujudkan tujuan nasional menciptakan masyarakat adil dan makmur.


Aplikasi dan contoh POLSTRAN adalah dalam membuat kebijakan politik para
pemangku kebijakan di tingkat atas suprastruktur (Legislatif ; MPR, DPR, PDP.
Eksekutif ; Presiden dan Wakil Presiden. Yudikatif ; MA, MK) dipengaruhi dan
harus mempertimbangkan matang matang keputusan yang akan dibuat,
karena dalam golongan lain yakni infrastruktur (Partai Politik, Kelompok
Kepentingan, Kelompok Penekan, Alat Komunikasi Politik, Tokoh Politik) selalu

mengawasi dan menjadi kontraol sosial kinerja suprastruktur. Dikhawatirkan


terjadi sebuah ketidak-selarasan pendapat dimana kelompok infrastruktur ini
memiliki kepentingan lain dalam strategi politiknya, sehingga strategi national
yang di cita citakan .
4. Hak dan kewajiban warga negara dalam dua sisi :
- Sisi bela negara
Seperti yang tercantum dalam UU 1945 Pasal 20 hak dan kewajiban warga
negara dalam bela negara antara lain :
(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha
pertahanan dan keamanan negara.
(2) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem
pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional
Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan
utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung.
(3) Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut,
dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan,
melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.
(4) Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang
menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi,
mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.
(5) Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara
Republik Indonesia, hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia
dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan
tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha
pertahanan dan keamanan negara, serta hal-hal yang terkait dengan
pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undang.
-

Sisi ekomoni
Pasal 33 ayat (1), menyatakan, bahwa Perekonomian disusun
sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.
Pasal 33 ayat (2), menyatakan bahwa Cabang-cabang produksi yang
penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak
dikuasai oleh negara.
Pasal 33 ayat (3), menyatakan bahwa Bumi dan air dan kekayaan
alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan
dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pasal 34 menyatakan bahwa Fakir miskin dan anak-anak terlantar


dipelihara oleh negara.
Hak memperoleh jaminan kesejahteraan ekonomi, misalnya dengan
tersedianya barang dan jasa keperluan hidup yang terjangkau oleh
daya beli rakyat.
Hak dipelihara oleh negara untuk fakir miskin dan anak-anak terlantar.
Kewajiban bekerja keras dan terarah untuk menggali dan mengolah
berbagai sumber daya alam.
Kewajiban dalam mengembangkan

kehidupan

ekonomi

yang

berazaskan kekeluargaan, tidak merugikan kepentingan orang lain.


Kewajiban membantu negara dalam pembangunan misalnya
membayar pajak tepat waktu.
5. Beberapa kelemahan demokrasi Indonesia antara lain :
Terlalu banyaknya Partai yang menjadi ajang

tanding

dalam

memperebutkan kursi Presiden.


Terlalu banyak aturan dan undang - undang yang dikeluarkan dan
semuanya saling bertolak belakang satu dan yang lainnya.
DPR tidak bisa memberikan contoh kepada rakyatnya, bahwa mereka
memang layak untuk dipilih, karena terlalu banyaknya kasus KKN yang
terjadi saat ini.
Para Anggota Parlemen sudah tidak lagi memliki harga diri dalam
melakukan atau menjalankan kehidupan pribadinya.
Solusinya adalah Indonesia harus mengubah sistem ketatanegaraan, atau
bahkan mengganti para petinggi di dewan perwakilan oleh orang orang
yang bertanggung jawab, tidak memikirkan kelompok atau golongan, jujur,
amanah dan adil. Solusi lainnya adalah dengan meninggalkan sistem
demokrasi dan merubah sistem pemerintahnnya ke sistem Khilafah
Islamiyah.