Anda di halaman 1dari 6

Berdasarkan fenomena yang diperoleh, tampak bahwa

ketika seorang mahasiswi di fakultas psikologi mengerjakan


tugas kelompok dalam membagi tugasnya, tugas yang berkaitan
dengan statistik akan diberikan kepada para mahasiswa. Mereka
akan mengatakan bahwa ?statistik kerjaannya anak cowok?.
Dengan adanya fenomena tersebut dapat ditelaah lebih lanjut
bahwa ada kecenderungan seorang perempuan untuk
menghindari bidang yang berkaitan dengan matematika.
Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu, yaitu penelitian
yang dilakukan oleh Gerald Piel dalam Ernest (1976), Ernest
(1976), Benbow dalam Michal Beller dan Naomi Gafni (1996),
Heinrich Stumpf dan Julian Stanley (1996), dan Rostiawati dan
Ajikusmo (2004), kecenderungan seorang perempuan
menghindari matematika tampak sejak Sekolah Menengah
Pertama dan kemudian berlanjut ke Sekolah Menengah Atas dan
terus berlanjut hingga jenjang Perguruan Tinggi.
Menurut Fennema dan Peterson dalam Steinberg (1993), EcclesParsons (1982), dan Benbow dalam Beller & Naomi Gafni (1996),
perbedaan baru muncul pada masa Sekolah Menengah Pertama.
Dimana ada perbedaan ketertarikan dalam matematika antara
perempuan dan laki-laki. Hal tersebut cukup mengherankan,
karena dalam hal kemampuan matematika tidak ditemukan
adanya perbedaan.
Jika dilihat secara sekilas, tampak bahwa permasalahan yang
muncul adalah berkaitan dengan jenis kelamin dan matematika.
Namun ketika ditelaah secara lebih mendalam tampak bahwa
bukan hanya sekedar jenis kelamin saja yang mempengaruhi.
Menurut Eccles (1982), kecenderungan seorang perempuan
menghindari matematika, lebih disebabkan karena faktor
budaya, yaitu peran gender.
Dengan didasari oleh fenomena di atas, tampak bahwa ketika
mengenai kecenderungan seorang perempuan menghindari
matematika, ada beberapa variabel yang dapat digunakan, yaitu
konsep diri, self esteem, serta self efficacy. Menurut Pajares
(2002), berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, tampak
bahwa self efficacy merupakan variabel psikologis yang tepat
dalam memprediksi kecenderungan seseorang menghindari
suatu bidang, karena self efficacy merupakan suatu konsep
psikologis yang lebih spesifik dibandingkan dengan self concept

dan self esteem yang sifatnya lebih general.


Di atas telah diuraikan Berdasarkan uraian dalam latar belakang
di atas, dapat dirumuskan secara singkat permasalahan yang
akan diteliti dalam penelitian ini, yaitu ? Apakah terdapat
pengaruh gender role terhadap self efficacy dalam
matematika? ?
Hipotesa alternatif yang menjadi dasar teoritis dalam penelitian
ini adalah ?Terdapat pengaruh peran gender terhadap self
efficacy dalam matematika?. Sedangkan hipotesa null-nya dapat
dikatakan bahwa ?Tidak terdapat pengaruh peran gender
terhadap self efficacy dalam matematika.? Hipotesa utama
tersebut kemudian dipecah ke dalam beberapa hipotesa minor
yang melihat perbedaan rata-rata di antara ketiga kelompok
peran gender, yaitu maskulin, feminin dan androgini.
Ketika hipotesa tersebut diuji secara praktis diperolehlah
beberapa hasil penelitian yaitu dengan menggunakan
perhitungan anova untuk hipotesa mayor dan t-test untuk
hipotesa minor. Hasilnya menyatakan bahwa terdapat pengaruh
yang signifikan antara peran gender dengan self efficacy dalam
matematika. Namun ketika peneliti melakukan uji t-test untuk
hipotesa minornya, diperoleh bahwa perbedaan self efficacy
dalam matematika secara signifikan hanya tampak pada peran
feminin dan androgini. Sedangkan pada kelompok maskulin dan
feminin serta kelompok androgini dan maskulin tidak
menunjukkan adanya perbedaan self efficacy dalam matematika
yang signifikan.
Dengan adanya hasil tersebut, maka peneliti menyampaikan
beberapa hal yang perlu didiskusikan secara lebih lanjut. Hal
tersebut berkaitan dengan alat ukur Bem Sex Role Inventory
yang digunakan untuk mengukur peran gender. Ada baiknya jika
dalam penelitian selanjutnya digunakan penggolongan maskulin,
feminin dan androgini dengan menggunakan t-rasio. Selain itu,
ada baiknya sebelum mengada
Penelitian
HUBUNGAN PERKEMBANGAN MORAL
DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA SISWA KELAS I
SMA KRISTEN METHODIST JAKARTA UTARA

Oleh: Elissa Suryani Irawan & Aliah B. Purwakania Hasan


This moral development and self adaptation research was conducted to students of class I
Methodist Christianity High School in North Jakarta because there were some gaps between
hopes and reality, such as students with high moral reasoning development didnt show good
adaptation. Therefore, the aim of this research was to describe relation between moral
development and self adaptation in student class 1 Methodist Christianity High School in North
Jakarta.
This cross sectional study was using quantitative approach with standardized Kohlberg moral
dilemma questionnaire and Likert scale self adaptation questionnaire. Inter rater and Alpha
Cronbach formula was used to test its validity and reliability. This research data were processed
by Chi-Square formula with SPSS.
This research results showed there was no significant relation between moral development and
self adaptation for students class I at Methodist Christianity High School in Jakarta Utara. This
happened because of instead of moral development, there are other factors that have greater
influence to self adaptation, including social economic status, physical condition,
personality/character, religiousity (Powel,1983), peer pressure (Hurlock, 2004), or other factors.
Keywords:
Moral Development, Self Adaptation, Students
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR
PADA SISWA KELAS XI SMA PI JAKARTA
Oleh: Sylvia Tjindaidi & Primus Domino
The objective of this research was to study the relationship between self concept and learning
motivation toward grade XI student of PI School, Jakarta. The amount of subject involved in this
study was 73 students, 43 male and 30 female. All of data was collected on Wednesday, 30th
April 2008, using quantitative method. There were 2 kinds of scales used in gathering data;
learning motivation scale and self concept scale. Some aspects on learning motivation scale: the
desire of student in learning and the strong degree of student to get high score in performance.
Self concept scale contain some aspects, they are; physical ability and performance, the
relationship with parents and others, emotional stability and general perception about self.
The result from statistical analysis with product moment correlation indicated that there is a
significant relationship between self concept and learning motivation (F = 0,729; P=0,01).
Student with positive self concept have high motivation on learning. A positive self concept
student make an assumption that learning always important for themselves, as well as they could
make strong friendship with their learning partner. Therefore, student with positive self concept
more successful to get a good results in learning process.

Keywords:
Learning Motivation, Self Concept, High School Student
CORRELATION BETWEEN
LEARNING MOTIVATION AND
ACADEMIC CHEATING BEHAVIOR
AT PI HIGH SCHOOL STUDENTS JAKARTA
By: Aliah B. Purwakania Hasan
Mencontek merupakan salah satu ketidakjujuran akademik yang cukup sering terjadi. Di
Amerika Serikat, misalnya, terdapat sekitar 60 70% siswa yang mengakui pernah mencontek
paling sedikit dalam satu ujian yang mereka ikuti. Selain itu, terdapat tren bahwa angka ini terus
meningkat sepanjang waktu. Hal ini sangat mengkhawatirkan, mengingat perilaku ini dapat saja
menetap ketika mereka masuk dalam dunia kerja.
Penelitian terdahulu menunjukan bahwa terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku
mencontek, yang meliputi faktor-faktor individual dan faktor-faktor kontekstual. Penelitian ini
mencoba melihat motivasi sebagai variabel mediator dari pengaruh faktor-faktor individual dan
kontekstual terhadap perilaku mencontek.
Dari penelitian ini, terlihat bahwa sekitar 90,7 % siswa kelas XI SMA (usia 16-18 tahun, N=43)
pernah mencontek minimal satu kali, bahkan sebagian besar (65,1%) mencontek lebih dari 10
kali. Dengan menggunakan rumus korelasi nonparametrik, penelitian ini\menguji hubungan
antara motivasi belajar dengan perilaku mencontek. Terdapat hubungan yang signifikan (<0,05
dan r = -0,335) antara motivasi belajar dengan perilaku mencontek siswa. Hubungan yang
signifikan (<0,05 dan r = -0,385) terdapat pada motivasi belajar intrinsik, namun tidak terdapat
hubungan yang signifikan (>0,05 dan r = -0,273) pada motivasi belajar ekstrinsik, terhadap
perilaku mencontek. Dengan demikian, motivasi belajar intrinsik lebih memegang peranan
penting dibanding motivasi belajar ekstrinsik dalam perilaku mencontek. Sehubungan hal ini,
maka para edukator diharapkan untuk lebih meningkatkan motivasi belajar intrinsik siswa dalam
mengatasi masalah mencontek di Indonesia, dengan meningkatkan tanggung jawab pribadi dan
penghargaan terhadap nilai-nilai etika akademik.
Keywords:
School Psychology, Learning Motivation, Academic Dishonesty, Ethics
ANALISIS JANUARY EFFECT PADA RETURN SAHAM BERKAPITALISASI BESAR
DAN KECIL DI BURSA EFEK JAKARTA PADA TAHUN 2004-2007

Oleh: Christian Putra


In the beginning of the year, stocks return has an abnormal return. Small capital stocks produce
better return than the large capital stocks which listed in Bursa Efek Jakarta (BEJ). This anomaly
is known as January Effect. Thats why, when turn over especially occurs in the beginning of
trading market activity, many investor will invest their assets in small capital stocks. This
research tries to found out whether there is or there isnt January effect anomaly in Bursa Efek
Jakarta in 2004 till 2007. This research uses non probability method which chooses 30 stocks in
each category. The significance level of the research is always bigger than 0.05 and that result
shows us that there is no January effect in Bursa Efek Jakarta (BEJ) from 2004 till 2007.
Keywords:
Return, January Effect, Stocks

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MENABUNG PADA BANK


SYARIAH
(BANK RIAU SYARIAH CABANG PEKANBARU)
Oleh: Nobel Aqualdo, Lanang Diayudha
The background of this research on Syariah banking is based on the opinion and supposition that
the interest given by conventional banking is a usury. As can be seen on the national and
regional development on Syariah Banking, it is shown that the public interest in Syariah Banking
is very high. This reseacrh is conducted mainly in the city of Pekanbaru on Bank Riau Syariah
Pekanbaru Branch. the purpose of this research is to find out the factors often influencing the
public interest in saving their money on Bank Riau Syariah. There are primary and secondary
data used in this research. The primary data is directly acquired from the main resources through
the use of questionairre. The secondary data used in this research is gathered with the help from
Bank Riau Syariah Pekanbaru Branch. The secondary data shows the detail on the development
on the type of saving and the number of customer of Bank Riau Syariah Pekanbaru Branch, and
the organizational structure of said bank. The method used in analysing the data of the research
is a descriptive method which is done by following the procedure of solving the problem being
investigated and by describing the state of the object of the research at the time of the research,
based on the fact and reality. Then, the data collected is organized and arranged in the form of
tables to be later elaborated and analyzed. The result of the research shows that the dominant
factors in influencing the public interest in saving their money in Bank Riau Syariah Pekanbaru
Branch is to avoid the act of committing usury. The other factors are profit and the belief that
saving in a Syariah Bank is one form of confirming the Islamic Syariah. Moreover, there are also
other factors influencing the public interest in saving in a Syariah Bank, such as accessibility,
security, and other non-related factors such as the good service provided by the bank in serving
its customer.

Keywords:
Syariah Bank, Saving, Customer
More Articles...

PENGARUH KEBIJAKAN BAURAN PEMASARAN UNIVERSITAS BUNDA


MULIA TERHADAP KEPUTUSAN MAHASISWA UNTUK KULIAH DI
UNIVERSITAS BUNDA MULIA

SISTEM TRANSPORTASI UMUM DI KOTA PEKANBARU TERHADAP KUALITAS


HIDUP MASYARAKAT

TEORI-TEORI DOMINAN KOMUNIKASI MASSA

HIPER REALITAS FACEBOOK DALAM RANAH POLITIK INDONESIA

OPINI PUBLIK SEBAGAI KAJIAN ILMU KOMUNIKASI