Anda di halaman 1dari 5

UJI TULIS POST TEST DEPARTEMEN ANESTESIOLOGI FKUI

KEPANITERAAN TINGKAT VI
PETUNJUK MENGERJAKAN SOAL :
Berdoalah sebelum dan sesudah mengerjakan soal.
Lembar soal tidak boleh dicorat-coret.
Pilih satu jawaban yang paling tepat.
Beri tanda silang (X) pada huruf yang sesuai dengan jawaban anda pada lembar jawaban.
Waktu mengerjakan soal = 30 menit
SELAMAT MENGERJAKAN !
1.

Pada penderita normovolemik anemia (kronis), untuk menaikkan Hb-nya yang terbaik diberikan
transfusi dengan :
A. Whole blood
D. T Thrombocyt Suspension
B. Pack red cell
E. Bukan salah satu diatas
C. Washed red blood cell

2.

Pernyataan tentang intubasi endotrakea berikut ini benar, kecuali:


A. Pipa endotrakea non kinking dipakai untuk anestesi posisi prone
B. Murphy`s eye adalah lubang yang terdapat dekat bevel ETT
C. Pipa ETTno.7 berarti diameter internal 7 mm pipa
D. Tekanan cuff sebaiknya 50 cmH2O
E. CMA termasuk salah satu artificial airway

3.

Induksi merupakan tahapan pada anestesia umum berupa :


A. Pemberian obat penenang
B. Pemberian obat agar segera tercapai stadium anestesia
C. Pemberian obat agar segera tercapai stadium pembedahan
D. Pemberian obat inhalasi sebagai pilihan pertama untuk induksi
E. Pemberian obat intravena sebagai pilihan pertama untuk induksi pada pasien bayi

4.

Dalam keadaan darurat penentuan mati didasarkan atas terjadinya:


A. Mati jantung
D. Mati seluruh otak
B. Mati klinis
E. Mati biologis
C. Mati batang otak

5.
6.

Oksigen di perlukan tubuh untuk mempertahankan metabolisme tubuh berlangsung secara :


Jenis terapi oksigen yang paling mudah dan banyak di lakukan adalah :
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.

Metabolisme Aerob
Metabolisme Anaerob
Hipoksia
Hipoksemia
Anemia
Nonrebreathing
Nasal Kanul sungkup muka
Sungkup ventury
1

7.

I. Fraksi Inspirasi Oksigen (Fi O2)


Tujuan premedikasi adalah sebagai berikut, kecuali :
A. Memberi relaksasi pasien
B. Menenangkan pasien
C. Agar pasca bedah pasien tidak mual/muntah
D. Mencegah rangsangan simpatoadrenal
E. Untuk mengurangi produksi kelenjar liur dan bronkial

8.

Berikut ini alat monitoring yang menggambarkan perfusi organ perifer, kecuali :
A. Kapnograf
D. B dan C benar
B. Oksimetri denyut
E. A dan C benar
C. Urine output

9.

Pemasangan kateter vena sentral dapat dilakukan melalui, kecuali :


A. Vena Subclavia kiri
D. Vena Jugularis Interna kanan
B. Vena Inominata kiri
E. V Vena basilica kanan
C. Vena femoralis kanan

10.

Fungsi jantung sebagai pompa disebut juga :


A. Kronotropik
B. Inotropik
C. Dromotropik
D. A dan B benar
E. Semua salah

11.

Hal yang dilakukan pada kunjungan pra anestesia adalah sebagai berikut, kecuali :
A. Menentukan ASA pasien
B. Memberikan instruksi premedikasi
C. Memberikan instruksi puasa
D. Memberikan penenang bila diperlukan
E. Klisma pasien malam itu bila pembedahan pada abdomen

12.

Di bawah ini adalah volume static paru, kecuali :


A. Volume tidal
B. Volume cadangan inspirasi
C. Kapasitas vital
D. Kapasitas ruang rugi anatomis
E. Volume cadangan ekspirasi

13.

Berikut ini gejala putus obat opioid, kecuali :


A. nyeri abdominal
B. lakrimasi
C. mual, muntah, kontipasi
D. gelisah
E. piloereksi

14.

Maslah kardiovaskuler yang dapat timbul akibat trauma tulang belakang adalah :
A. Syok neurogenik akibat nyeri hebat
B. Terjadi hambatan parasimpatis
2

C. Syok hipovolemik akibat vasodilatasi pembuluh darah ekstremitas


D. Syok hipovolemik akibat perdarahan
E. Benar semua
15.

Resusitasi Jantung Paru tidak dilakukan pada keadaan, kecuali :


A. DNAR (Do not Attempt Resusciation )
B. Neonatus dengan asfiksia jalan lahir
C. Terdapat tanda kematian : rigor mortis, dekapitasi
D. Sebelumnya dengan fungsi vital yang sudah sangat jelek dengan terapi maksimal
E. Bila menolong korban akan membahayakan penolong

Untuk menjawab soal No 11 s/d 13 Perhatikan Kasus dibawah ini Pasien lelaki 26 tahun, 7 hari
pasca kecelakaan dengan fraktur kaki terbuka, sadar mengalami spasme, kejang-kejang, mulut tak
dapat dibuka. Kejang-kejang disertai dengan kaku dinding perut selama 3 menit. Hasil analisis gas
darah bernafas udara kamar; pH 7.32, PCO2 50mmHg, PO2 50mmHg. TD 120/80, Nadi 100x/mnt.
Pasien dikonsulkan untuk masuk ICU
16.

Untuk mengatasi kejang pasien tetanus diberikan


A. antibiotic
B. Oksigen
C. Ventilasi mekanik
D. Benzodiazepine
E. Bikarbonat

17.

Dengan nilai analisis gas darah tersebut pasien memerlukan terapi


A. Ventilasi mekanik
B. Oksigen
C. Benzodiazepine
D. Bikarbonat
E. Antibiotic

18.

Gejala dan tanda intoksikasi opioid adalah sebagai berikut, kecuali :


A. A. Depresi napas
D. Spasme bronkus
B. Perubahan status mental
E. Analgesia
C. Inkontinensia urin

Untuk soal No. 17 s/d 19, pilihlah jawaban sebagai berikut :


Modus ventilasi
A. volume controlled ventilation
B. Pressure controlled ventilation
C. Assisted ventilation
D. Intermitten Mandatory ventilation
E. Spontaneous ventilation
19.

Pasien pasca operasi abdomen bagian atas baru masuk ICU dengan nafas spontan tetapi belum
adekuat, modus ventilasi yang memungkinkan nafas spontan dan nafas kendali sehingga
memudahkan penyapihan dari ventilator adalah : D

20.

Pasien dengan frekuensi nafas 12 kali permenit dan volume semenit 6 liter, modus ventilasi
yang sesuai adalah: E

21.

Pasien dengan hasil pemeriksaan respirometri restriksi berat modus ventilasi paling sesuai bila
pasien mengalami gagal nafas adalah: B

Untuk soal berikut pilihlah:


A. Jika pernyataan (1), (2), dan (3) benar
B . Jika pernyataan (1) dan (3) benar
C . Jika pernyataan (2) dan (4) benar
D. Jika pernyataan (4) benar
E. Jika semua pernyataan benar
22.

Wanita 69 tahun dia mengalami henti jantung diruang resusitasi IGD. Gambaran EKG
menunjukkan asistole dan diberikan adrenalin 1 mg intra vena perifer, agar obat secepatnya
dapat masuk ke jalur sirkulasi sentral, tindakan apa saja yang harus dilakukan ? (A)
1. Flush dengan NaCI 10-20 cc
2. Angkat ekstremitas
3. Segera lanjutkan kompresi jantung
4. Lakukan defibrilasi

23.

Bain adalah sirkuit anestesia yang mempunyai karakteristik :


1. Modifikasi dari Mapleson D
2. Merupakan saluran napas Co-axial
3. Panjang saluran napas 1.2 meter
4. Lebih mudah dipakai untuk operasi didaerah kepala

23. Pasien laki-laki, 75 tahun, pasca pembedahan reduksi tertutup dan pemasangan fiksasi internal
fraktur tibia dan fibula dengan riwayat penyakit paru obstruktif menahun dan penyakit jantung
koroner. Analgesia yang tidak adekuat pada pasien ini bisa menimbulkan :
1. Pneumonia
2. Atelektasis
3. Infark miokard
4. Gangguan penyembuhan luka operasih
24. Untuk pemantauan tekanan darah pada teknik anestesi hipotensi kendali dianjurkan
mempergunakan cara:
1. Korotkof
2. Palpasi
3. Flush
4. Osilotonometer
26. Derajat nyeri pada pasien ini dapat dinilai dengan :
1. Visual Analog Scale
2. Verbal Numerical Rating Scale
3. Categorical Rating Scale
4. Oucher dan Wong Baker Scale

27. Epiglotis adalah :


1. Bagian pangkal lidah
2. Berfungsi sebagai pita suara
3. Tersusun oleh jaringan otot polos
4. Terletak disebelah anterior laring dan berhubungan dengan pangkal lidah
28. Atrium bekerja pasif mengisi darah ke ventrikel pada fase diastole melalui pengaruh gravitasi
sebesar :
1. 100%
2. 50%
3. 25%
4. 75%
29. Pada waktu melakukan napas kendali aliran gas segar (Fresh gas flow) yang lebih sedikit terbuang
ke ruang kamar operasi, pada sirkuit :
1. Mapleson A
2. Mapleson B
3. Mapleson C
4. Mapleson D
30. Frekuensi denyut jantung yang relatif rendah (<70 per menit ) dalam pembiusan lebih bermanfaat
karena akan :
1. Mengurangi kebutuhan (demand) metabolisme miokard
2. Memberi waktu yang lebih panjang untuk perfusi koroner
3. Menambah isi sekuncup (stroke volume)
4. Mencegah hipoglikemia