Anda di halaman 1dari 15

PORTOFOLIO

PRINSIP AUTONOMY PADA KASUS


DEMAM BERDARAH DENGUE
(Kasus Medikolegal)

Disusun oleh:
dr. Anggun Ari Mukti

Pembimbing:
dr. Imam Prasetyo
dr. Siti Hannah

RSUD KAJEN
KABUPATEN PEKALONGAN
2015

HALAMAN PENGESAHAN
Telah disahkan dan disetujui portofolio Dokter Internsip

PRINSIP AUTONOMY PADA KASUS


DEMAM BERDARAH DENGUE
(Kasus Medikolegal)

Nama

: dr. Anggun Ari Mukti

No. ID

Pada

Pekalongan, 8 Juni 2015


Dokter Internship

dr. Anggun Ari Mukti

Dokter Pendamping 1

dr. Imam Prasetyo


NIP.

Dokter Pendamping 2

dr. Siti Hannah


NIP.

BERITA ACARA PRESENTASI PORTOFOLIO


Pada hari ini tanggal 8 Juni 2015 telah dipresentasikan portofolio
oleh:
Nama Peserta

: dr. Anggun Ari Mukti

Dengan Judul/ Topik :

Prinsip Autonomy Pada Kasus Demam

Berdarah Dengue
Nama Pendamping : dr. Imam Prasetyo
dr. Siti Hannah
Nama Wahana

No.

: RSUD Kajen Kab Pekalongan

Nama Peserta Presentasi

Tanda
Tangan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Berita acara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan yang
sesungguhnya.
Pendamping 1

Pendamping 2

dr. Imam Prasetyo

dr. Siti Hannah


KASUS 1

No. ID dan Nama Peserta : dr. ANGGUN ARI MUKTI


No.

ID

dan

Nama

Wahana

RSUD

KAJEN

KABUPATEN

PEKALONGAN
Topik: Kejang Demam
Tanggal (kasus): 22 03 2015

Pendamping:

dr.

IMAM

Tanggal presentasi : 08 06 PRASETYO


2015

dr. SITI

HANNAH
Tempat presentasi: RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan
Obyektif presentasi:
Keilmuan

Tinjauan Pustaka

Keterampilan

Penyegara

Manajemen

n
Masalah

Istimewa

Diagnostik
Neonatus

Remaja

Bayi

Anak

Dewasa

Lansia

Bumil

Deskripsi:
Alloanamnesis dengan keluarga pasien dilakukan pada tanggal 22
Maret 2015 pukul 12.15 WIB di IGD RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan
Tujuan:
Menerapkan kaidah dasar bioetik sebagai landasan pengambilan tindakan medis dalam
rangka menghargai hak otonomi pasien untuk menentukan nasibnya sendiri.
Bahan bahasan:
Tinjauan Riset

Audit

Pustaka

Kasus

Cara

membahas:
Data pasien:

Diskusi
Nama: An. H

Presentasi&

Nama Klinik: IGD RSUD Kajen

Pos

Diskusi

Email
No. Reg: 174157

Telp:

Terdaftar sejak:

Kab. Pekalongan
Data utama untuk bahan diskusi:
1. Diagnosis/ Gambaran Klinis:
Demam hari ke-4. Muntah sekali tadi malam. Tidak ada mimisan.
BAK terakhir tadi pagi jam 09.00, BAB normal.
2. Riwayat Pengobatan
Pasien sudah dibawa ke dokter 2 hari sebelumnya lalu meminum
obat, namun sampai hari saat masuk rumah sakit belum ada
perbaikan.
3. Riwayat Kesehatan/ Penyakit
Pasien belum pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya.
4. Riwayat Keluarga:
Tidak ada anggota keluarga yang serumah dengan pasien yang
mengalami

keluhan

serupa.

Namun

ada

tetangga

yang

mengalami keluhan serupa.


Hasil pembelajaran:
1. Teori bioetik
2. Penerapan kaidah dasar prinsip autonomy dalam pengambilan
tindakan medis
1. SUBYEKTIF
Pasien dibawa ayahnya dengan keluhan badan dingin dan
lemas. Pasien sudah mengalami demam selama empat hari. Demam
mendadak tinggi. Tidak ada keluhan flu. Semalam pasien muntah satu
kali, dan sampai sekarang masih mengeluh mual. Pasien juga
mengeluhkan nyeri kepala. Pasien tidak mengalami mimisan. BAB
normal. BAK terakhir jam 09.00.
Dua hari sebelum masuk rumah sakit pasien sudah dibawa

berobat ke dokter, namun sampai saat masuk rumah sakit belum ada
perbaian
2. OBYEKTIF
Pemeriksaan Fisik:
KU: lemas, kesadaran Compos Mentis, E4V5M6.
Status gizi: kesan cukup. BB: 15 kg
Nadi : 115 x/ menit teraba cepat dan lemah. RR : 32 x/menit.
Suhu : 36 oC.
SPO2: 97% . TD : 110/75 mmHg
Mata: CA (-/-), SI (-/-), pupil isokor
Hidung: rhinorrea (-)
Mulut: sianosis perifer (+), trismus (-), gum bleeding (-)
Telinga: otorrhea (-)
Thorax: Pulmo SDV (+/+), Rhonki (-/-), Wheezing (-)
Cor BJ I-II reguler, murmur (-)
Abdomen: sejajar dada, supel, peristaltik normal, nyeri tekan (-),
timpani
Ekstremitas: Akral dingin
+
+

+
+

Petechie (+)
Pemeriksaan Laboratorium (22 Maret 2015)
Haemoglobin

13,9

Leukosit

7100

Hematokrit

38

Trombosit

79.000

3. ASSESMENT
Dari anamnesis diketahui pasien datang dalam kondisi seluruh
badan dingin dan demam hari ke-4. Demamnya mendadak tinggi

tanpa ada keluhan flu. Pasien lemas, mual, nyeri kepala dan sempat
muntah sekali. BAK terakhir jam 09.00.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umumnya lemas.
Nadinya 115 kali/ menit teraba lemah dan cepat. Suhu tubuhnya 36C.
Nafasnya cepat. Mulutnya terlihat sianosis. Akralnya teraba dingin dan
ditemukan petechie di ekstremitas.
Dari pemeriksaan penunjang laboratorium ditemukan hasil
trombositopenia (trombosit kurang dari sama dengan 100.000/l).
Dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan laboratorium
menunjukkan bahwa pasien mengalami demam berdarah Dengue
disertai syok derajat III (pre-shock).
Kriteria memulangkan pasien DBD yaitu :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Tidak demam selama 24 jam tanpa antipiretik


Nafsu makan membaik
Secara klinis tampak perbaikan
Hematokrit stabil
Tiga hari setelah syok teratasi
Jumlah trombosit > 50.000/ml
Tidak dijumpai distress pernafasan
Pada pasien ini, saat dirawat di rumah sakit pada hari ke-2,

keluarga pasien memutuskan untuk pulang atas kehendak sendiri.


Karena pasien baru berusia 4 tahun, hak pasien untuk memutuskan
kondisi terbaik untuknya masih ditentukan oleh keluarganya. Padahal
dari kriteria tersebut, kondisi pasien belum memungkinkan untuk
pulang. Secara klinis pasien masih tampak lemas, nafsu makan pasien
masih buruk, baru 2 hari setelah syok teratasi, pasien masih diberikan
injeksi antipiretik untuk mencegah demam, dan hasil pemeriksaan
trombosit semakin menurun (terakhir 40.000/ml).
Pada kasus ini dokter menerapkan kaidah dasar bioetik dalam pengambilan
tindakan medis. Moralitas internal antara dokter dan pasien harus dipertimbangkan.

Dalam prinsip ini seorang dokter menghormati martabat manusia. Setiap individu harus
diperlakukan sebagai manusia yang mempunyai hak menentukan nasib diri sendiri.
Dalam hal ini pasien diberi hak untuk berfikir secara logis dan membuat keputusan
sendiri. Autonomy bermaksud menghendaki, menyetujui, membenarkan, membela, dan
membiarkan pasien demi dirinya sendiri

4. PLANNING
Diagnosis : DEMAM BERDARAH DENGUE
Terapi
Infus RL 20 cc/ kgBB dalam setengah jam

Konsul dr. Hartono Sp.A (12.15)


Manajemen syok dilanjutkan loading cairan 300 cc sambil
memantau tekanan darah, nadi dan perfusi

Konsul dr. Hartono Sp.A (12.30)


Maintenance
cairan
diturunkan

memantau tekanan darah, nadi dan perfusi.


10 cc/kgBB/jam
6 cc/kgBB/jam
5 cc/kgBB/jam
3 cc/kgBB/jam
15 tpm
Trolit ad libitum
Efotax injeksi 3 x 500 mg
Antrain injeksi 150 mg prn
Isprinol syrup 2 x 5 ml

Monitoring : cek darah lengkap

perlahan

sambil

FOLLOW UP
Subyektif & Obyektif
22 Maret 2015 (12.05)

Assesment & Planing

S : demam hari ke-4, muntah semalam sekali, mimisan

A : Demam Berdarah Dengue pre-

(-), BAK terakhir jam 09.00, BAB normal

shock

O : KU lemas, kesadaran compos mentis


N : 115 kali/menit
TD : 110/75 mmHg
S : 36 C
RR : 32 kali/menit
SpO2 : 97%
Akral dingin (+), petechie (+)
Haemoglobin
Leukosit
Hematokrit
Trombosit

13,9
7.100
31,8
79.000

P:
Infus RL 20 cc/kgBB/dalam jam
Konsul dr. Hartono Sp.A
(12.15)

Manajemen

syok

dilanjutkan loading cairan


300 cc sambil memantau
tekanan darah, nadi dan
perfusi

(12.30)
S : BAK (-)
O : KU lemas, kesadaran compos mentis
TD 110/75 mmHg
N : 91 kali/menit
SpO2 : 97%
akral hangat (+)

A : DBD pre shock


P:
Konsul

dr.

Hartono

(12.30)
Maintenance
diturunkan
sambil
(12.45)

Sp.A
cairan

perlahan
memantau

tekanan darah, nadi dan

S : BAK (+) 250 cc

perfusi.
10 cc/kgBB/jam
6 cc/kgBB/jam
5 cc/kgBB/jam
3 cc/kgBB/jam
15 tpm
Trolit ad libitum
Efotax injeksi 3 x 500 mg
Antrain injeksi 150 mg

prn
Isprinol syrup 2 x 5 ml

23 Maret 2015
S : demam hari ke-5, mimisan (-), nafsu makan (-),
BAK normal, BAB belum
O : KU lemas
N : 115 x/menit
S : 37 C
RR : 30
Haemoglobin
Leukosit
Hematokrit
Trombosit
Hitung jenis :
-

A : DBD hari ke-5


P:
Terapi lanjut

11,7
7.100
32
57.000

Batang
1
Segmen
42
Limfosit teraktivasi (+) 44
Monosit
13

Eritrosit berinti
Retikulosit

2/100 leukosit
4/100 leukosit

24 Maret 2015
S : demam hari ke-6, mimisan (-), nafsu makan (-),
BAK normal, BAB belum

A : DBD hari ke-6


P:

Terapi lanjut
Observasi TTV dan perfusi

O : KU lemas
N : 118 x/menit
S : 36 C
RR : 32
Haemoglobin
Leukosit
Hematokrit

10,6
7.200
29

Trombosit

40.000

Pulang atas permintaan sendiri

Keluarga pasien menginginkan pasien pulang atas


kehendak sendiri
TINJAUAN PUSTAKA
A. Prinsip Dasar Kaidah Bioetik
Perkembangan yang begitu pesat di bidang biologi dan ilmu kedokteran
membuat etika kedokteran tidak mampu lagi menampung keseluruhan permasalahan
yang berkaitan dengan kehidupan. Etika kedokteran berbicara tentang bidang medis
dan profesi kedokteran saja, terutama hubungan dokter dengan pasien, keluarga,
masyarakat, dan teman sejawat. 1
Bioetika adalah studi interdisipliner

tentang

masalah-masalah

yang

ditimbulkan oleh perkembangan biologi dan kedokteran, tidak hanya memperhatikan


masalah-masalah yang terjadi pada masa sekarang, tetapi juga memperhitungkan
timbulnya masalah pada masa yang akan datang.
Bioetika berasal dari kata bios yang berati kehidupan dan ethos yang berarti
norma-norma atau nilai-nilai moral.5 Bioetika merupakan studi interdisipliner tentang
masalah yang ditimbulkan oleh perkembangan di bidang biologi dan ilmu kedokteran
baik skala mikro maupun makro, masa kini dan masa mendatang. 1
Bioetika mencakup isu-isu sosial, agama, ekonomi, dan hukum bahkan
politik. Bioetika selain membicarakan bidang medis, seperti abortus, euthanasia,

transplantasi organ, teknologi reproduksi butan, dan rekayasa genetik, membahas


pula masalah kesehatan, faktor budaya yang berperan dalam lingkup kesehatan
masyarakat, hak pasien, moralitas penyembuhan tradisional, lingkungan kerja,
demografi, dan sebagainya.3
B. Kaidah Bioetik Terhadap Kedokteran
Fondasi etika kedokteran dibangun oleh 3 hal pokok yaitu: moralitas
eksternal, etika internal dan moralitas internal. Moralitas eksternal merupakan teoriteori etika yang diterapkan dalam dunia kedokteran. Sedangkan etika internal adalah
kode etik profesi yang dibuat dan ditetapkan oleh dokter dan untuk dokter sebagai
bentuk pertanggungjawaban profesi pada masyarakat. Yang membuat dinamis adalah
moralitas internal. Moralitas internal adalah merupakan fenomena umum yang terjadi
dalam hubungan dokter pasien. Dalam konteks ini amat tergantung dengan fakta
empirik yang ada pada pasien secara individual.
Menurut Pellegrino, meskipun ketiga aspek tersebut tumbuh dan berkembang
secara bebas satu sama lain, empat principle based of bioethics atau kini populer
dengan kaidah dasar bioetika dari Beuchamps and Childress merupakan salah satu
contoh teori yang dapat menyatukan antara moralitas eksternal dan fakta empirik
klinik (moralitas internal). Etika kedokteran sebagai profesi luhur, bersama dengan
etika lingkungan hidup dan ilmu pengetahuan telah memberi andil terhadap kaidah
dasar ini dengan menyumbangkan 4 kaidah dasar bioetika yakni: sikap berbuat baik
(beneficence), tidak merugikan orang lain (non maleficence), berlaku adil (justice)
dan menghormati otonomi pasien (autonomy).
1. Beneficence
Beneficence adalah bahwa seorang dokter berbuat baik, menghormati
martabat manusia, dokter tersebut juga harus mengusahakan agar pasiennya
dirawat dalam keadaan kesehatan. Dalam suatu prinsip ini dikatakan bahwa
perlunya perlakuan yang terbaik bagi pasien. Beneficence membawa arti
menyediakan kemudahan dan kesenangan kepada pasien mengambil langkah
positif untuk memaksimalisasi akibat baik dari pada hal yang buruk.2

Ciri-ciri prinsip ini, yaitu :4


a. Mengutamakan Alturisme
b. Memandang pasien atau keluarga bukanlah suatu tindakan tidak hanya
menguntungkan seorang dokter
c. Mengusahakan agar kebaikan

atau

manfaatnya

lebih

banyak

dibandingkan dengan suatu keburukannya


d. Menjamin kehidupan baik-minimal manusia
e. Memaksimalisasi hak-hak pasien secara keseluruhan
f. Meenerapkan Golden Rule Principle, yaitu melakukan hal yang baik
seperti yang orang lain inginkan
g. Memberi suatu resep
h. Meminimalisasi akibat buruk
i. Paternalisme bertanggung jawab
2. Non-Maleficence
Non-maleficence adalah suatu prinsip yang mana seorang dokter tidak
melakukan perbuatan yang memperburuk pasien dan memilih pengobatan yang
paling kecil resikonya bagi pasien sendiri.2
Non-maleficence mempunyai ciri-ciri:4
a. Menolong pasien emergensi
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Mengobati pasien yang luka


Tidak membunuh pasien
Tidak memandang pasien sebagai objek
Melindungi pasien dari serangan
Manfaat pasien lebih banyak daripada kerugian dokter
Tidak membahayakan pasien karena kelalaian
Tidak melakukan White Collar Crime

3. Justice
Keadilan (justice) adalah suatu prinsip dimana seorang dokter
memperlakukan sama rata dan adil terhadap untuk kebahagiaan dan kenyamanan
pasien tersebut. Perbedaan tingkat ekonomi, pandangan politik, agama,
kebangsaan, perbedaan kedudukan sosial, kebangsaan, dan kewarganegaraan
tidak dapat mengubah sikap dokter terhadap pasiennya.2

Justice mempunyai ciri-ciri :4


1. Memberlakukan segala sesuatu secara universal
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan


Menghargai hak sehat pasien
Menghargai hak hukum pasien
Tidak menyalahgunakan wewenang
Bijak dalam makroalokasi
Menghormati hak populasi

4. Autonomy
Dalam prinsip ini seorang dokter menghormati martabat manusia. Setiap
individu harus diperlakukan sebagai manusia yang mempunyai hak menentukan
nasib diri sendiri. Dalam hal ini pasien diberi hak untuk berfikir secara logis dan
membuat keputusan sendiri. Autonomy bermaksud menghendaki, menyetujui,
membenarkan, membela, dan membiarkan pasien demi dirinya sendiri.2
Autonomy mempunyai ciri-ciri :4
a. Menghargai hak menentukan nasib sendiri
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Berterus terang menghargai privasi


Menjaga rahasia pasien
Melaksanakan Informed Consent
Menjaga hubungan kontrak
Menghargai rasionalitas pasien
Mencegah pihak lain mengintervensi pasien dalam membuat keputusan