Anda di halaman 1dari 48

BAHAN AJAR MENGGAMBAR TEKNIK KODE : 422032

BAHAN AJAR MENGGAMBAR TEKNIK KODE : 422032 DISUSUN : DJOKO SASONO NIDN : 0702055601 EDISI KE

DISUSUN : DJOKO SASONO NIDN : 0702055601

EDISI KE 3

SEMESTER GASAL TAHUN 2013/2014 UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA FAKULTAS TEKNIK PRODI TEKNIK MESIN

DAFTAR ISI

Daftar isi

…………………………………………………………………………

i

Satuan acara perkuliahan (SAP)

……………………………………………………

iii

Bab 1 Pendahuluan

……………………………………………………

1

A . Latar belakang

…………………………………………………………………………

1

B. Tujuan gambar

…………………………………………………………………………

3

Soal-soal dan latihan Bab 1

……………………………………………………

5

Bab 2 Alat-alat menggambar

……………………………………………………

6

A. Mistar gambar

……………………………………………………

6

B. Mistar segi tiga

……………………………………………………

7

C. Mistar pengukur

……………………………………………………

7

D. Pensil gambar

……………………………………………………

8

E. Jangka

…………………………………………………………………………

9

Bab 3 Kertas gambar dan ukurannya

……………………………………………………

10

A. Macam-macam kertas gambar ……………………………………………………

10

B. Ukuran kertas gambar

……………………………………………………

10

C. Papan gambar

…………………………………………………………………………

11

Soal-soal dan latihan Bab 3

……………………………………………………

12

Bab 4 Macam garis dan tebal garis

……………………………………………………

13

A. Macam garis dan peruntukannya

……………………………………………

14

B. Tebal garis

…………………………………………………………………………

15

C. Garis gambar

…………………………………………………………………………

17

D. Garis gores/garis putus-putus

……………………………………………………

17

E. Garis gores bertitik atau garis putus-putus bertitik

F. Garis ukuran, garis penunjuk ukuran dan garis arsir

……………… 18 ……………… 20

Soal-soal dan latihan bab 4

……………………………………………………

22

Bab 5 Macam huruf dan ukuran huruf

…………………………………………… 23

A. Macam-macam huruf

…………………………………………………………………

23

B. Ukuran huruf

…………………………………………………………………

25

C. Perbandingan dan ukuran huruf dan angka menurut ISO ………………

26

D. Kepala gambar

…………………………………………………………………………

27

Soal-soal dan latihan Bab 5

……………………………………………………

32

Bab 6 Cara-cara proyeksi

……………………………………………………

34

A. Pengertian proyeksi

……………………………………………………

35

B. Cara proyeksi Amerika

……………………………………………………

38

C. Cara proyeksi Eropa

……………………………………………………

39

Soal-soal dan latihan Bab 6

……………………………………………………

40

Bab 7 Cara menggambar baut

……………………………………………………

42

Soal Bab 7

…………………………………………………………………………

43

Bab 7 Arsir

…………………………………………………………………………

44

A. Pengertian arsir

…………………………………………………………………………

44

B. Macam-macam arsir yang menunjukkan bahan

………………

46

Soal untuk Bab 7

…………………………………………………………………………

47

Daftar Pustaka

…………………………………………………………………………

48

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH MENGGAMBAR TEKNIK KODE/SKS : 422032 / 2 SKS

Minggu

Pokok Bahasan

Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar

Cara

Media

Tugas

Reff

ke

dan TIU

Pengajaran

       

LCD,

Soal-soal dan

 

1

FUNGSI DAN SIFAT BAHASA GAMBAR SEBAGAI BAHASA TEKNIK

- Bahasa gambar Penyampaian informasi melalui gambar

Kuliah

Papan

latihan

1, 2

- Tujuan-tujuan gambar

mimbar,

tulis

- Sifat-sifat dan perkembangan standar gambar

diskusi

- Pengenalan ISO

Sasaran belajar

TIU:

- Mahasiswa memahami sisbol-simbol yang digunakan dalam gambar teknik

- Mahasiswa mampu menyampaikan ide-idenya dalam bentuk gambar teknik

Agar mahasiswa memahami fungsi dan sifat gambar sebagai bahasa teknik

- Mahasiswa mampu menggunakan arsip arsip gambar yang ada untuk menggali keterangan yang diperlukan

 

- Mahasiswa memahami tujuan gambar

- Mahasiswa dapat mengikuti perkembangan teknik-teknik menggambar yang berlaku secara internasional.

2

ALAT-ALAT

- Alat-alat gambar

Kuliah

LCD,

 

1, 2

GAMBAR DAN

- Penggunaan alat-alat gambar

mimbar,

papan

PENGGUNAANN

diskusi

tulis

YA

Sasaran belajar:

- Maengetahui ukuran dan kualitas kertas

TIU:

Agar mahasiswa mengetahui apa saja peralatan untuk menggambar serta kegunaannya

- Mampu memilih peralatan gambar dalam penyelesaian gambar teknik

- Mampu menggunakan meja gambar dan mesin gambar baik manual maupun digital (otomatis)

iii

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH MENGGAMBAR TEKNIK KODE/SKS : 422032 / 2 SKS

3

KERTAS

- Macam-macam kertas gambar

Kuliah

LCD,

Soal-soal dan

1, 2

GAMBAR DAN

- Ukran kertas gambar

mimbar,

papan

latihan

UKURANNYA

- Papan gambar

Diskusi

tulis

TIU Agar mahasiswa mengerti ada berbagai macam kertas gambar dan ukurannya yang umum digunakan

Sasaran belajar Mahasiswa mampu :

- Mengenal macam-macam kertas gambar

- Memahami uuran-ukuran kertas gambar

- Memahami papan gambar

4,5

MACAM GARIS

- Macam-macam garis dan peruntukannya

Kuliah

LCD,

Soal-soal dan

1, 2, 3

DAN TEBAL

- Tebal garis

mimbar,

Papan

latihan

GARIS

- Garis gambar

Diskusi

tulis

- Garis gores/garis putus-putus

TIU Agar mahasiswa memahami macam garis dan tebal garis dan peruntukannya

- Garis gores bertitik atau garis putus-putus bertitik

Garis ukuran, garis penunjuk ukuran dan garis arsir Mahasiswa mampu membedakan

-

- Macam-macam garis

- Tebal garis

6

QUIZ

Quiz Sasaran quiz

       

-

Sejauh mana mahasiswa memahami kuliah dari minggu 1 s/d minggu

iv

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH MENGGAMBAR TEKNIK (MESIN) KODE/SKS : 422032 / 2 SKS

     

LCD,

Soal-soal dan

 

7, 9

MACAM HURUF

- Jenis-jenis huruf

Kuliah

Papan

latihan

1, 2, 3

DAN UKURAN

- Macam-macam garis

mimbar,

tulis

HURUF

- Penggunaan garis

diskusi

- Bentuk dan ukuran huruf

TIU:

 

Agar mahasiswa memahami jenis dan macam garis serta bentuk dan ukuran huruf

Sasaran belajar Mahasiswa mampu:

 

- Membedakan jenis-jenis garis

- Memahami macam garis

- Menggunakan garis sesuai aturan dalam menggambar teknik

 

- Memahami bentuk-bentuk huruf

- Membuat huruf sesuai ukuran

8

 

Evaluasi Tengah Semester

10, 11

CARA-CARA

- Pengertian proyeksi

Kuliah

LCD,

Soal-soal dan

1, 2, 3

PROYEKSI

- Cara proyeksi Amerika

mimbar,

Papan

latihan

- Cara proyeksi Eropa

diskusi

tulis

TIU:

Agar mahasiswa

Sasaran belajar:

memahami dan

Mempelajari dan menggambar:

dapat membedakan

- Penampang mesin dari pandangan depan, kiri, kanan, atas dan bawah

proyeksi Amerika

dan Eropa

- Notasi dan arah penglihatan dalam gambar teknik

12

QUIZ

Quiz

       

Sasaran Quiz :

-

Sejauh mana mahasiswa menyerap kuliah yang telah diberikan

v

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH MENGGAMBAR TEKNIK (MESIN) KODE/SKS : 422032 / 2 SKS

13, 14

CARA

- Cara menggambar baut dan mur

Kuliah

LCD,

Soal-soal dan

1,2, 3

MENGGAMBAR

- Cara menggambar aris

mimbar,

Papan

Latihan

BAUT.

- Macam-macam arsir yang menunjukkan bahan

diskusi

tulis

ARSIR

TIU:

Agar mahasiswa dapat menggambar baut dan mur. Memahami pengertian garis arsir dan keguanaan arisr

16

 

EVALUASI AKHIR SEMESTER

DAFTAR REFERENSI

1. Heij, La, J dan Bruijn, L.A De,1999, Ilmu Menggambar Bangunan Mesin, Pradnya Paramita

2. Juhana, Ohan, Suratman, M, 2000, Menggambar Teknik Mesin dengan standar ISO, Pustaka Grafika

3. Sato, Takeshi, G dan Sugiarto, N, H, 1989, Menggambar Mesin Menurut standar ISO, Pradnya Paramita

vi

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Gambar teknik telah digunakan sejak jaman dahulu kala. Sebagai contoh, orang- orang Yunani dan Roma tua sebelum mendirikan bangunan (besar-besar), terlebih dahulu mereka membuat gambar yang sempurna. Padahal jaman itu menggambar teknik masih sedikit sekali diketahui orang.

Orang Yunani, Roma tua

masih sedikit sekali diketahui orang. Orang Yunani, Roma tua Membuat bangunan Gambar 1. Skema orang Yunani,
masih sedikit sekali diketahui orang. Orang Yunani, Roma tua Membuat bangunan Gambar 1. Skema orang Yunani,

Membuat bangunan

Gambar 1. Skema orang Yunani, Romawi tua menggambar untuk membuat bangunan

Ratusan tahun kemudian pada jamannya James Watt (pertengahan abad XVIII), dia berkeluh kesah dia tidak dapat mencari orang yang sejajar dia untuk membuat gambar kerja dari pompa, mesin, sedangkan pegawainya tidak mengerti sama sekali dalam membuat barang sesuai gambar.

Tujuan dari gambar kerja untuk memudahkan mengerjakan barang-barang.

Oleh karena itu orang menetapkan suatu cara menggambar yang mudah dimengerti, supaya juru gambar dan orang yang mengerjakannya tidak memerlukan keterangan lisan atau tertulis.

Gambar sebagai bahasa teknik

FUNGSI GAMBAR Penyampaian informasi Penyimpanan, dan penggunaan keterangan Cara-cara pemikiran dalam penyiapan informasi

FUNGSI GAMBAR SEBAGAI PENYAMPAIAN INFORMASI

Seperti diketahui dalam setiap negara memiliki bahasa yang berbeda-beda. Tetapi standarisasi aturan gambar menjadikan gambar sebagai bahasa yang dapat dipahami oleh setiap orang.

B. Tujuan-Tujuan Gambar

Internasionalisasi gambar. Seragam secara internasional, baik mengenai ketentuan-ketentuan, lambang, cara penunjukan. Tidak boleh ada bahasa tertentu yang dicantumkan pada gambar.

Mempopulerkan gambar. Gambar harus jelas dan mudah dimengerti, karena kemajuan teknologi golongan yang harus membaca dan menggunakan gambar meningkat jumlahnya.

Perumusan gambar Hubungan yang erat antara industri pemesinan, struktur, perkapalan, perumahan atau arsitektur dan teknik sipil tidak memungkinkan menyelesaikan suatu proyek dari satu bidang saja.

Sistematika gambar Harus sistematik karena isi gambar menyajikan banyak perbedaan tidak hanya dalam bentuk dan ukuran, tetapi tanda toleransi ukuran, toleransi bentuk dan keadaan permukaan juga, lambang grafis yang meningkat yang digunakan sebagai diagram blok atau aliran proses di bidang industri.

Perumusan gambar Hubungan yang erat antara industri pemesinan, struktur, perkapalan, perumahan atau arsitektur dan teknik sipil tidak memungkinkan menyelesaikan suatu proyek dari satu bidang saja.

Sistematika gambar Harus sistematik karena isi gambar menyajikan banyak perbedaan tidak hanya dalam bentuk dan ukuran, tetapi tanda toleransi ukuran, toleransi bentuk dan keadaan permukaan juga, lambang grafis yang meningkat yang digunakan sebagai diagram blok atau aliran proses di bidang industri.

C.

Mata kuliah lain yang berhubungan dengan mata kuliah menggambar.

ELEMEN MESIN

PENGECORAN

KINEMATIKA

dan lain-lain

Soal-soal dan latihan Bab 1

1. Dalam suatu industri, siapa saja yang menggunakan gambar sebagai alat komunikasi ?

2. Jelaskan dengan singkat fungsi gambar sebagai :

- alat menyampaikan informasi

- bahan dokumentasi

- menuangkan gagasan untuk pengembangan

3. Jelaskan dengan singkat apa yang disebut sebagai standarisasi !

4. Sebutkan beberapa fungsi gambar teknik !

5. Jelaskan secara singkat tujuan didirikannya ISO sebagai standar internasional !

Bab 2 Alat-alat menggambar

Alat-alat menggambar yang umumnya diperlukan antara lain adalah :

Meja gambar

Mesin gambar

Mistar gambar

Penggaris Segi tiga

Mistar pengukur

Pensil gambar

Jangka

Jangka orleon

Jangka pegas

Pena tarik

Mal menggambar

F.

Mistar gambar

• Jangka pegas • Pena tarik • Mal menggambar F. Mistar gambar Gambar 2. Mistar gambar

Gambar 2. Mistar gambar

G. Mistar segi tiga

G. Mistar segi tiga H. Mistar pengukur Gambar 3. Mistar segi tiga Gambar 4. Mistar pengukur

H. Mistar pengukur

G. Mistar segi tiga H. Mistar pengukur Gambar 3. Mistar segi tiga Gambar 4. Mistar pengukur

Gambar 3. Mistar segi tiga

G. Mistar segi tiga H. Mistar pengukur Gambar 3. Mistar segi tiga Gambar 4. Mistar pengukur

Gambar 4. Mistar pengukur

I.

Pensil gambar

Pensil gambar dijual dalam macam-macam tingkat kekerasan yang diberi tanda dengan huruf bersama angka. Tingkat kekerasannya adalah B, F dan H. Dimana B adalah black, F adalah Firm, dan H adalah Hard.

B menandakan pensil itu lunak, F menandakan pensil itu sedang, sedangkan H

menandakan pensil itu keras. 4B, 3B. 2B, B, menandakan semakin besar angkanya semakin lunak pensilnya. HB dan F golongan pensil tulis keras sedang.

H s/d 9H golongan keras sampai sangat keras.

Kekerasan pensil tergantung dari kertas dan gambar. Semakin keras kertas gambarnya makin halus gambarnya, oleh karena itu pensil gambar yang digunakan harus semakin keras. Pensil HB dan F tidak boleh digunakan untuk menggambar teknik karena pensil tersebut masih lunak. Garis gambarnya akan mudah luntur dan gambar menjadi kotor, juga tidak dapat digunakan untuk menggambar garis yang tajam. Pensil gambar yang umumnya digunakan adalah pensil H dan 2 H.

Pensil gambar yang umumnya digunakan adalah pensil H dan 2 H. Gambar 5. bentuk ujung pensil

Gambar 5. bentuk ujung pensil yang benar dan yang salah

J.

Trekpen Trekpen merupakan perlengkapan jangka yang gunanya sama dengan rapido. Trekpen dapat diatur penggunaan tebal-tipisnya tinta sesuai dengan keperluan. Hanya saja dalam menggunakan alat ini harus lebih hati-hati karena riskan terhadap rembesan tinta. Tetapi kalau mampu menguasai terkpen tersebut maka hasil gambarnya lebih rapi.

kalau mampu menguasai terkpen tersebut maka hasil gambarnya lebih rapi. Gambar 6. Trekpen, jangka dan perlengkapannya

Gambar 6. Trekpen, jangka dan perlengkapannya

K. Jangka

K. Jangka Gambar 5. Jangka Gambar 7. Jangka orleon 10

Gambar 5. Jangka

K. Jangka Gambar 5. Jangka Gambar 7. Jangka orleon 10

Gambar 7. Jangka orleon

Bab 3

Kertas gambar dan ukurannya

A. Macam-macam kertas gambar

1. Kertas gambar untuk tata letak Untuk menggambar tata letak atau gambar sketsa dengan pensil dapat digunakan kertas gambar putih biasa, kertas sketsa, kertas milimeter atau kertas lainnya yang tidak mudah kusut, tidak mudah rusak bila dihapus.

2. Kertas gambar untuk gambar asli Gambar asli umumnya dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir. Kertas ini tembus pandang (transparan), lebih mudah diperbanyak misalnya dengan cetak biru (blue print). Disamping itu kertas kalkir dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama karena tahan kelembaban dan tidak mudah rapuh seperti kertas biasa.

B. Ukuran kertas gambar

Komisi normalisasi memberikan ukuran-ukuran kertas untuk gambar-gambar teknis. Ada 4 deretan yaitu deretan A, B, C, dan D. Deretan A yang sering

digunakan. Ukuran standar dinyatakan dengan menempatkan angka 0 (nol) dibelakang huruf, sedang ukuran yang lebih kecil diberi tanda 1, 2 dst.

A

0

841

x 1189

B 0

1000 x 1414

C 0

917

x 1297

D

0

771

x 1090

Tabel 1. Empat macam ukuran dasar kertas

Macam-macam ukuran deretan A seperti tabel dibawah ini, ukuran kertas yang diperdagangkan umumnya lebih besar dari daftar tabel dibawah ini Kertas standar tipe A biasanya digunakan untuk percetakan dan juga merupakan perlengkapan kantor. Setiap angka yang terdapat disebelah huruf A menunjukkan bahwa ukuran kertas tersebut adalah ½ dari ukuran kertas sebelumnya . Kertas A 1 adalah ½ dari kertas A 0 (lebar A 1 = ½ panjang A 0 ), kertas A 2 adalah ¼ dari kertas A 0 atau ½ dari kertas A 1 . Kertas A 3 adalah 1/8 dari kertas A 0 atau ¼ dari kertas A 1 atau ½ dari kertas A 2 begitu seterusnya.

No

Ukuran

mm

inch

Lebar

Panjang

Lebar

Panjang

1

4

A 0

1.682

2.378

66,22

93,62

2

2

A 0

1.189

1.682

46,81

66,22

3

 

A 0

841

1.189

33,11

46,81

4

 

A 1

594

841

23,39

33,11

5

 

A 2

420

594

16,54

23,39

6

 

A 3

297

420

11,69

16,54

7

 

A 4

210

297

8,27

11,69

8

 

A 5

148

210

5,83

8,27

9

 

A 6

105

148

4,13

5,83

10

 

A 7

74

105

2,91

4,13

11

 

A 8

52

74

2,05

2,91

12

 

A 9

37

52

1,46

2,05

13

A

10

26

37

1,02

1,46

Tabel 2. Ukuran standar kertas ISO type A

Ukuran

Ukuran kertas siap pakai

Tepi

 

Ruang gambar

2 x A 0

1.189 x 1.682

10

1.169 x 1.662

A 0

841

x 1.189

10

821

x 1.169

A 1

594

x 841

10

574

x 821

A 2

420

x 594

10

400

x 574

A 3

297

x 420

10

277

x 400

A 4

210

x 297

5

200

x 287

A 5

148

x 210

5

138

x 200

A 6

105

x 148

3

99 x 142

Tabel 3. Ukuran ruang gambar kertas tipe A

Kertas standar tipe B, mempunyai ukuran ± diantara 2 ukuran kertas tipe A. Kertas ini biasa digunakan untuk poster ataupun lukisan dinding. Dasar perhitungan kertas tipe B adalah ukuran kertas B 0 yaitu 1.000 mm x 1.414 mm.

No

Ukuran

mm

inch

   

Lebar

Panjang

Lebar

Panjang

1

B

0

1.000

1.414

39,37

55,67

2

B

1

707

1.000

27,83

39,37

3

B

2

500

707

19,68

27,83

4

B

3

353

500

13,90

19,68

5

B

4

250

353

9,84

13,90

6

B

5

176

250

3,93

9,84

7

B

6

125

176

4,92

6,93

8

B

7

88

125

3,46

4,92

9

B

8

62

88

2,44

3,46

10

B

9

44

62

1,73

2,44

11

B

10

31

44

1,22

1,73

Tabel 3. Ukuran standar kertas ISO tipe B

C.

Papan gambar

Digunting sesuai ukuran Kertas Gambar
Digunting sesuai ukuran
Kertas Gambar
C. Papan gambar Digunting sesuai ukuran Kertas Gambar Gambar 8. Gambar ukuran kertas 15

Gambar 8. Gambar ukuran kertas

C. Papan gambar Digunting sesuai ukuran Kertas Gambar Gambar 8. Gambar ukuran kertas 15
C. Papan gambar Digunting sesuai ukuran Kertas Gambar Gambar 8. Gambar ukuran kertas 15

15

Soal-soal dan latihan Bab 3

1. Lengkapi tabel ukuran kertas dibawah ini sesuai serinya, C = ukuran garis tepi atas,
1.
Lengkapi tabel ukuran kertas dibawah ini sesuai serinya, C = ukuran
garis tepi atas, bawah dan kanan.
Tipe
Ukuran kertas
Ukuran garis tepi
A4
Kiri
C
A3
A2
A1
A0

2. Tuliskan ukuran masing-masing sudut penggaris segi tiga !

kertas Ukuran garis tepi A4 Kiri C A3 A2 A1 A0 2. Tuliskan ukuran masing-masing sudut
kertas Ukuran garis tepi A4 Kiri C A3 A2 A1 A0 2. Tuliskan ukuran masing-masing sudut

BAB 4

MACAM GARIS & TEBAL GARIS

A. Macam garis dan peruntukannya

 

Macam garis

 

Peruntukan

1. Garis gambar (garis tebal)

 

Untuk semua garis benda yang kelihatan atau garis gambar yang nyata

 

2. Garis putus-putus. Tebal garis = ½ tebal garis gambar

 

Untuk benda yang tidak terlihat karena letaknya dibelakang pandangan atau penampang

3. Garis putus - titik, putus-titik Tebal garis = ½ tebal garis gambar

Garis sumbu

Petunjuk tempat permulaan atau akhir penampang (lihat N 65)

 

Pembatas gambar apabila bagian-bagian dari benda yang dihilangkan

Apa yang terletak didepan penampang

4. Garis tipis. Tebal garis =

 

Garis ukuran dan garis penolong

¼ garis gambar

Gambar dari bagian yang ukurannya ditentukan pada gambar lain (N 25)

 

Garis arsir

B. Tebal garis

Tebal

Jenis garis

Keterangan

Contoh penggunaan

0,7

A

Garis tebal

A1. Garis nyata A2. Garis tepi

0,35

B

Garis tipis (lurus atau lengkung)

B1. Garis khayal suatu perpotongan atau tekukan B2. Garis ukuran B3. Garis proyeksi (bantu) B4. Garis penunjuk B5. Garis arsir B6. Garis nyata dari penampang yang diputar tempat B7. Garis sumbu pendek

0,35

C

Garis tipis bebas

C1. Garis batas dari suatu bagian yang dipotong bila pemotongnya tidak tepat pada garis sumbu

0,35

D

Garis tipis zig-zag

D1. Sama dengan C1, lebih tepat untuk gambar yang dipro si dengan mesin

0,5

E

Garis gores tebal

E1. Garis nyata terhalang E2. Garis tepi terhalang

0,35

F

Garis gores tipis

F1. Garis nyata terhalang F2. Garis tepi terhalang

0,35

G

Garis gores titik tipis

G1. Garis sumbu G2. Garis simetri G3. Lintasan

0,7/

H

Garis gores titik tipis yang dipertebal ada ujung- ujungnya dan ada belokannya

H. Garis (bidang) potong

0,35

Tebal

Jenis garis

Keterangan

 

Contoh penggunaan

0,7

J

Garis gores titik tebal

J

Garis untuk menunjukkan permukaan yg akan men- dapat pekerjaan tambahan

0,35

K

Garis gores titik ganda

K1. Garis untuk benda berdekatan K2. Garis batas kedudukan benda yang bergerak K3. Garis sistem (pada baja profil) K4. Bentuk semula sebelum ditekuk K5. Bagian bedna yang berada didepan bidang potong

Tabel 3. Macam dan tebal garis

C.

Garis gambar

Garis gambar adalah garis tebal yang menyatakan semua garis yang terlihat. Sebagai contoh pada gambar 9 (dibawah ini), garis keliling luar, pada potongan (irisan) juga garis keliling dalam, garis-garis pandangan digambar dengan garis gambar (garis tebal)

Garis gores (garis tidak terlihat) Garis gambar (garis kelihatan) Garis gores bertitik (garis sumbu)
Garis gores (garis tidak terlihat)
Garis gambar (garis kelihatan)
Garis gores bertitik (garis sumbu)

Gambar 9. Garis tebal

D. Garis gores/garis putus-putus

Garis gores atau garis putus-putus merupakan garis yang menunjukkan garis yang tidak kelihatan seperti contoh pada gambar 10. Apabila garis gores bertemu pada satu sudut, maka garis gores harus bersambung di titik sudut.

Salah

Salah

Betul

Betul

maka garis gores harus bersambung di titik sudut. Salah Salah Betul Betul Gambar 10. Garis gores
maka garis gores harus bersambung di titik sudut. Salah Salah Betul Betul Gambar 10. Garis gores

Gambar 10. Garis gores bertemu di satu sudut

E. Garis gores bertitik atau garis putus-putus bertitik

Garis gores bertitik digunakan untuk

1. Garis sumbu

2. Penjelasan penampang pada titik awal dan penghabisan diberi huruf dan dinyatakan dengan panah, dari jurusan dilihat (gambar 14).

3. Sebagai garis yang menjelaskan batas dari penampang apabila sebagian dihilangkan (gambar 14).

4. Menjelaskan bagian-bagian yang berada didepan bidang penampang atau gambar. Demikianlah duduknya flens tegak dalam potongan A-B dari gambar 14

5. Menjelaskan pembentangan pandangan

dalam potongan A-B dari gambar 14 5. Menjelaskan pembentangan pandangan Gambar 14. Garis gores bertemu di
dalam potongan A-B dari gambar 14 5. Menjelaskan pembentangan pandangan Gambar 14. Garis gores bertemu di

Gambar 14. Garis gores bertemu di satu sudut

Apabila dalam sebuah gambar ada 2 garis sumbu yang berpotongan satu sama lain, maka 2 garis harus berpotongan seperti pada gambar 12.

Salah

Betul

garis harus berpotongan seperti pada gambar 12. Salah Betul a) b) Gambar 15. Garis gores bertitik

a)

harus berpotongan seperti pada gambar 12. Salah Betul a) b) Gambar 15. Garis gores bertitik berpotongan

b) Gambar 15. Garis gores bertitik berpotongan

Perpotongan garis sumbu seperti gambar 15. a salah karena perpotongan garis

sumbu seperti pada gambar tersebut. Yang betul seperti ditunjukkan gambar 15

b.

gambar tersebut. Yang betul seperti ditunjukkan gambar 15 b. Gambar 16. Cara menggambar benda kerja yang
gambar tersebut. Yang betul seperti ditunjukkan gambar 15 b. Gambar 16. Cara menggambar benda kerja yang

Gambar 16. Cara menggambar benda kerja yang simetris

Cara menggambar benda kerja yang simetris, pertama kali yang digambar garis sumbu terlebih dahulu baru menggambar benda kerjanya. Jangan menggambar benda kerja terlebih dahulu baru menggambar garis sumbu.

F. Garis ukuran, garis penunjuk ukuran dan garis arsir

Garis ukuran, garis penunjuk ukuran dan garis arsir disebut juga garis pertolongan, berupa garis tipis lebih kurang ¼ tebal garis gambar. Sedangkan bentuk panah ukuran seperti ditunjukkan pada gambar 17.

Perbandingan ukuran anak panah

ditunjukkan pada gambar 17. Perbandingan ukuran anak panah Gambar 17. Perbandingan ukuran anak panah Gambar 18.

Gambar 17. Perbandingan ukuran anak panah

ukuran anak panah Gambar 17. Perbandingan ukuran anak panah Gambar 18. Garis sejajar yang berpotongan Garis-garis

Gambar 18. Garis sejajar yang berpotongan

Garis-garis sejajar yang berpotongan, jarak yang dianjurkan minimal 4 kali tebal garis (gambar 19).

Gambar 19 a. Tidak baik Gambar 19 b. Baik
Gambar 19 a. Tidak baik
Gambar 19 b. Baik

Untuk beberapa garis yang berpusat pada sebuah titik, garis-garisnya dianjurkan tidak digambar berpotongan pada titik pusatnya (gambar 19 a), tetapi berhenti pada titik dimana jarak antara garis yang berdekatan kurang lebih sama dengan 3 kali tebal garisnya (gambar 19 b)

Benar

Salah

Benar

Salah

Benar

Salah

sama dengan 3 kali tebal garisnya (gambar 19 b) Benar Salah Benar Salah Benar Salah Gambar

Gambar 20. Garis yang berpotongan

Soal-soal dan latihan Bab 4

1. Sebutkan macam-macam garis dan peruntukannya.

2. Sebutkan macam-macam tebal garis dan penggunaannya yang saudara ketahui.

3. Sebutkan macam-macam garis dan penggunaannya.

4. Apa yang tidak boleh untuk penggambar garis sumbu yang berpotongan ? Gambarkan contohnya.

5. Gambarkan anak panah dan perbandingan ukurannya.

Bab 5

Macam huruf dan ukuran huruf

A. Macam-macam huruf

Bab 5 Macam huruf dan ukuran huruf A. Macam-macam huruf Gambar 21. huruf tegak Gambar 22.

Gambar 21. huruf tegak

Bab 5 Macam huruf dan ukuran huruf A. Macam-macam huruf Gambar 21. huruf tegak Gambar 22.

Gambar 22. Huruf miring

Gambar 23. Bentuk huruf JIS
Gambar 23. Bentuk huruf JIS

h

c

B. Ukuran huruf

Tinggi h dari huruf besar diambil sebagai dasar ukuran. Daerah standar tinggi huruf adalah sbb.:

2,5, 3,5, 5, 7, 10, 14 dan 20 mm.

d
d

ISO 81 ejAM R

huruf adalah sbb.: 2,5, 3,5, 5, 7, 10, 14 dan 20 mm. d ISO 81 ejAM

a

huruf adalah sbb.: 2,5, 3,5, 5, 7, 10, 14 dan 20 mm. d ISO 81 ejAM
e
e

f

b

b

Gambar 24. Ukuran dan perbandingan huruf

C.

Perbandingan dan ukuran huruf dan angka menurut ISO

Untuk ukuran dan perbandingan huruf/angka menurut ISO 3098/I-1974 diberikan seperti pada tabel dibawah ini.

huruf/angka menurut ISO 3098/I-1974 diberikan seperti pada tabel dibawah ini. Tabel 4. Ukuran dan perbandingan huruf

Tabel 4. Ukuran dan perbandingan huruf

D. Kepala Gambar

Kepala Gambar diletakkan pada sudut kanan bawah kertas gambar. Keterangan- keterangan yang menunjukkan isi gambar meliputi hal-hal sebagai berikut :

Nomor gambar

Judul/nama gambar

Nama instansi/perusahaan

Skala

Nama yang menggambar, yang memeriksa, dan yang mengesahkan atau

menyetujui

Cara proyeksi yang digunakan

Keterangan lain sesuai yang diperlukan

Dibawah ini disajikan berbagai macam format kepala gambar yang umumnya digunakan. Tetapi format tersebut tidak bersifat mengikat untuk harus digunakan dalam setiap gambar. Bisa juga digunakan format lain asal hal-hal prinsip diatas tercantum didalamnya atau format yang sudah dibakukan perusahaan.

Gambar 25 a. Macam-macam kepala gambar Gambar 25 b. Macam-macam kepala gambar 31

Gambar 25 a. Macam-macam kepala gambar

Gambar 25 a. Macam-macam kepala gambar Gambar 25 b. Macam-macam kepala gambar 31

Gambar 25 b. Macam-macam kepala gambar

Gambar 25 c. Macam-macam kepala gambar 32

Gambar 25 c. Macam-macam kepala gambar

Soal-soal latihan Bab 5

1. Sebut dan gambarkan sepuluh jenis garis dalam standar ISO

2. Mengapa setiap gambar selalu harus dilengkapi dengan kepala gambar ? Dimana kepala gambar tersebut diletakkan ?

3. Keterangan-keterangan apa yang dicantumkan pada kepala gambar ?

4. Gambarkan 2 macam kepala gambar, salah satunya yang ada kolom Normalisasinya masing-masing pada kertas A4 !

Bab 6

A. Pengertian proyeksi

Cara-cara Proyeksi

Bab 6 A. Pengertian proyeksi Cara-cara Proyeksi Gambar 22. Proyeksi siku-siku dari 1 titik pada bidang

Gambar 22. Proyeksi siku-siku dari 1 titik pada bidang

Dengan proyeksi siku-siku dari 1 titik pada suatu bidang tertentu (bidang proyeksi), dimaksudkan titik kaki dari garis tegak, yang diturunkan ke bidang proyeksi dari titik itu.

Terbentuknya sebuah proyeksi garis adalah titik-titik kaki dari garis tegak, yang dapat diturunkan dari semua titik dari garis tersebut ke bidang proyeksi. Untuk menetapkan suatu proyeksi dari suatu garis lurus, cukup apabila 2 buah titik misalnya 2 titik akhir dari garis tersebut diproyeksi pada bidang proyeksi.

Gambar 23. Proyeksi siku-siku dari garis titik pada bidang Apabila garis P-Q sejajar dengan garis

Gambar 23. Proyeksi siku-siku dari garis titik pada bidang

Apabila garis P-Q sejajar dengan garis proyeksi, maka proyeksi itu sama panjangnya dengan garis yang diproyeksikan (gambar 23). Dalam kasus lain proyeksi itu lebih pendek daripada garis yang diproyeksikan (gambar 24).

kasus lain proyeksi itu lebih pendek daripada garis yang diproyeksikan (gambar 24). Gambar 24. Proyeksi lebih

Gambar 24. Proyeksi lebih pendek

Bila garis yang kita lihat itu tegak lurus pada bidang proyeksi, maka proyeksinya berupa 1 titik seperti pada gambar 25.

maka proyeksinya berupa 1 titik seperti pada gambar 25. Gambar 25. Proyeksi garis menjadi titik pada

Gambar 25. Proyeksi garis menjadi titik pada bidang

B. Aturan dasar penyajian gambar

Dalam suatu gambar pandangan merupakan satu hal yang utama, terutama pandangan depan. Yang dimaksud dengan pandangan depan adalah pandangan suatu benda kerja yang mewakili keseluruhan benda kerja. Bukan pandangan dari depan seperti pada umumnya. Sebagai contoh gambar 26a dibawah ini.

Bukan pandangan dari depan seperti pada umumnya. Sebagai contoh gambar 26a dibawah ini. Gambar 26 a.
Bukan pandangan dari depan seperti pada umumnya. Sebagai contoh gambar 26a dibawah ini. Gambar 26 a.
Bukan pandangan dari depan seperti pada umumnya. Sebagai contoh gambar 26a dibawah ini. Gambar 26 a.

Gambar 26 a. Pandangan depan

Gambar 26 b. Pandangan atas Gambar 26 c. Pandangan samping kiri Gambar 27. Cara menggambar

Gambar 26 b. Pandangan atas

Gambar 26 b. Pandangan atas Gambar 26 c. Pandangan samping kiri Gambar 27. Cara menggambar proyeksi
Gambar 26 b. Pandangan atas Gambar 26 c. Pandangan samping kiri Gambar 27. Cara menggambar proyeksi

Gambar 26 c. Pandangan samping kiri

Gambar 26 b. Pandangan atas Gambar 26 c. Pandangan samping kiri Gambar 27. Cara menggambar proyeksi

Gambar 27. Cara menggambar proyeksi

Proyeksi 2 dimensi adalah penerjemahan suatu benda bentuk 3 dimensi kedalam bentuk 2 dimensi, artinya benda tersebut digambarkan hanya dari salah satu sudut pandang, dan oleh sebab itu gambar proyeksi 2 dimensi hanya memiliki dua komponen ukuran , yaitu panjang dan lebar. Kekurangan satu elemen ukuran yang lain yaitu ukuran tinggi dikompensasi dengan di buatkan proyeksi dari sudut pandang yang lain yang dapat memperlihatkan ketinggian benda tersebut. Apabila benda yang hendak diproyeksikan memiliki kerumitan yang tinggi, tidak menutup kemungkinan gambar proyeksi yang dibuat menampilkan banyak sudut pandang. Gambar tampilan proyeksi 2 dimensi diusahakan menampilkan sesedikit mungkin pandangan dengan memperhatikan faktor kerapian dan kemudahan pembacaan gambar.

pandangan dengan memperhatikan faktor kerapian dan kemudahan pembacaan gambar. scissorGambar 28.a. Konsep proyeksi 38

scissorGambar 28.a.

Konsep proyeksi

Gambar 28.b. Konsep proyeksi Mengapa kita membutuhkan lebih dari satu pandangan ? Dalam pembuatan gambar

Gambar 28.b.

Konsep proyeksi

Mengapa kita membutuhkan lebih dari satu pandangan ? Dalam pembuatan gambar teknik, ada kalanya satu pandangan tidak mencukupi untuk menerjemahkan suatu benda ke dalam gambar proyeksi 2 dimensi. Perhatikan gambar contoh di bawah;

Gambar 29. Gambar proyeksi Bila hanya ada gambar proyeksi seperti gambar 29 diatas saja, akan

Gambar 29. Gambar proyeksi

Bila hanya ada gambar proyeksi seperti gambar 29 diatas saja, akan terdapat lebih dari satu alternatif gambar 3 dimensi, seperti gambar 30 dibawah ini.

alternatif gambar 3 dimensi, seperti gambar 30 dibawah ini. Gambar 30. Beberapa alternatif benda kerja sesuai

Gambar 30. Beberapa alternatif benda kerja sesuai gambar proyeksi gambar 29

Pada gambar 30 terlihat bahwa semua bentuk benda tersebut memiliki gambar proyeksi yang sama seperti gambar 29 (dilihat dari pandangan depan). Untuk mengetahui dengan pasti bagaimana bentuk benda yang sebenarnya, kita harus menambah gambar proyeksi tersebut dengan mengambil sudut pandang yang lain, bisa 2 pandangan, 3 pandangan atau lebih, tergantung dari tingkat kerumitan yang dimiliki oleh benda tersebut. Peraturan dalam menentukan jumlah sudut pandang proyeksi adalah buatlah pandangan sesedikit mungkin, dengan menampilkan seluruh informasi yang diperlukan, dengan catatan keseluruhan gambar tersebut mudah dibaca semua orang (artinya lebih baik membuat gambar

3 pandangan dengan kondisi yang mudah dibaca daripada membuat gambar 2 pandangan dengan kondisi yang sulit dibaca).

gambar 2 pandangan dengan kondisi yang sulit dibaca). a b c Gambar 31. Gambar proyeksi dari

a

gambar 2 pandangan dengan kondisi yang sulit dibaca). a b c Gambar 31. Gambar proyeksi dari

b

c

Gambar 31. Gambar proyeksi dari benda kerja

Dari gambar 31 terlihat bahwa untuk menerjemahkan benda 3 dimensi diperlukan paling sedikit 2 pandangan, bisa terdiri dari bermacam kombinasi pandangan, bisa tediri dari pandangan depan (gambar 31.a) + pandangan samping (gambar 31.b), atau pandangan depan + pandangan atas, atau yang lainnya sepanjang semua informasi bentuk tercakup dalam gambar proyeksi tersebut.