Anda di halaman 1dari 1

Terlihat seperti pembengkakan pada tulang. Bagian yang sering terjadi adalah tulang maksila.

3. Fibroma
Tumor yang terutama terdiri dari jaringan fibrosa atau jaringan penyambung yang
berkembang sempurna.
4. Angiofibroma
Suatu tumor yang secara histologi jinak, tetapi secara klinis bersifat ganas, karena
secara klinis mempunyai kemampuan mendestruksi tulang dan meluas kejaringan
sekitar.
5. Neurilemoma.
Jenis tumor neurogenik yang paling sering, biasanya terisolasi dan berkapsul.
Berasal dari sel neurilema (Schwann) saraf-saraf yang bermielin, massa yang tanpa
nyeri, tumbuh lambat.
6. Nasal Glioma
Terbentuk oleh jaringan glia ekstradural dan tidak berhubungan dengan sistim saraf
pusat. Glioma merupakan massa yang padat, tak berdenyut, berwarna abu-abu atau
keunguan. Biasanya glioma diketahui pada saat lahir atau segera sesudah lahir. 60 %
terletak ekstranasal, baiasanya disepanjang sutura nasomaksilaris atau dekat garis
tengah, 30% terletak intranasal, dan 10 % didalam dan diluar hidung.
7. Hemangioma
Hemangioma adalah tumor pembuluh darah yang mudah berdarah dan sukar
dibedakan dari teleangiektasis atau dilatassi pembuluh darah yang sebelumnya sudah
ada. Hemangioma ini dapat tumbuh disemua bagian tubuh kita, termasuk rongga
hidung. Pada pemeriksaan tampak warna agak kemerahan, tumor teraba kenyal,
batas tegas, dan tertutup kapsul sebagian, pertumbuhan tumor lambat seakan-akan
tidak bertambah berat.
Tumor ganas yang tersering adalah karsinoma sel skuamosa (70%), disusul oleh
karsinoma yang berdeferensiasi dan tumor kelenjar. Sinus maksila adalah yang tersering
terkena (65-80%), disusul sinus etmoid (15-25%), hidung sendiri (24%), sedangkan sinus
sphenoid dan frontal jarang terkena. Metastasis ke kelenjar leher jarang terjadi (kurang dari
5%) karena rongga sinus sangat miskin dengan system limfa kecuali bila tumor sudah
menginfiltrasi jaringan lunak hidung dan pipi yang kaya akan system limfatik.Metastasis jauh
juga jarang ditemukan (kurang dari 10%) dan organ yang sering terkena metastasis jauh
adalah hati dan paru.
Klasifikasi histologi tumor ganas di daerah hidung dan sinus paranasal menurut WHO:
a. Karsinoma Sel Skuamosa
Karsinoma sel skuamosa merupakan neoplasma epitelial maligna yang berasal dari epitelium
mukosa kavum nasi atau sinus paranasal termasuk tipe keratinizing dan non
keratinizing.Karsinoma sel skuamosa sinonasal terutama ditemukan di dalam sinus maksilaris
(sekitar 60-70%), diikuti oleh kavum nasi (sekitar 10-15%) dan sinus sfenoidalis dan frontalis
(sekitar 1%).Simtom berupa rasa penuh atau hidung tersumbat, epistaksis, rinorea, nyeri,
parastesia, pembengkakan pada hidung, pipi atau palatum, luka yang tidak kunjung sembuh
atau ulkus, adanya massa pada kavum nasi, pada kasus lanjut dapat terjadi proptosis, diplopia
atau lakrimasi. Pemeriksaan radiologis, CT scan atau MRI didapatkan perluasan lesi, invasi
tulang dan perluasan pada struktur-struktur yang bersebelahan seperti pada mata,
pterygopalatine atau ruang infratemporal. Secara makroskopik, karsinoma sel skuamosa
kemungkinan berupa exophytic, fungating atau