Anda di halaman 1dari 7

PORTOFOLIO KASUS

Nama Peserta : dr. Reyhan Ahmad Irvanardhy


Nama Wahana: RSUD Asembagus
Topik: Hidrokel
Tanggal (kasus) :
Tanggal Presentasi :
Pendamping : dr. Sindiana
Tempat Persentasi : Ruang Pertemuan RSUD Asembagus
Obyek presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus Bayi
Anak
Remaja Dewasa
Lansia Bumil
Deskripsi:
Pasien bayi laki-laki usia 10 bulan dengan keluhan terdapat benjolan di
kemaluan, pasien sering menangis
Tujuan: Dapat mendiagnosa kasus hidrokel
Bahan Bahasan:
Tinjauan pustaka Riset
Kasus
Cara Membahas: Diskusi
Presentasi dan diskusi E-mail
Data Pasien: Nama: An. S
No.Registrasi: XXXX
Nama klinik
Poli RSUD Asembagus
Data utama untuk bahan diskusi:
1. Gambaran Klinis

Audit
Pos

Pasien bayi laki-laki usia 10 bulan datang dibawa ibu nya ke IGD RSUD Asembagus dengan
keluhan terdapat benjolan di kemaluan sejak 1 minggu lalu, pasien sering menangis dan
memegang bagian kelamin nya.
2. Riwayat pengobatan: Belum ada riwayat pengobatan untuk keluhan saat ini, pengobatan
hanya pada saat pasien menderita batuk dan pilek
3. Riwayat kesehatan/penyakit: Menurut ibu pasien, pasien tidak pernah menderita keluhan
yang sama hanya batuk, demam dan pilek
4. Riwayat keluarga: Pasien merupakan anak kedua, tidak ada keluhan yang sama pada ayah
maupun kakak pasien
5. Riwayat pekerjaan : 6. Kondisi lingkungan sosial dan fisik: Pasien tinggal bersama ayah, ibu dan kakak pasien

7. Lain - Lain
Pemeriksaan fisik dilakukan di IGD RSUD Asembagus pada tanggal
PEMERIKSAAN UMUM

Keadaan umum

: Tampak sakit ringan

Kesadaran

: Compos mentis

Nadi

: 120 x/menit

Suhu

: 36.8 0C

Berat Badan

: 10 Kg

Respirasi

: 30 x/menit

STATUS GENERALIS

Kepala

: Nyeri tekan kepala (-), rambut tidak mudah dicabut, alopecia -.

Wajah

: Nyeri tekan sinus -.

Mata

: Konjungtiva pucat -/-, sklera ikterik -/-, RCL +/+, RCTL +/+, diameter pupil

3mm/3mm.

Telinga

: Nyeri tekan tragus -/-, nyeri tekan mastoid -/-, serumen +/+, sekret -/-,

Membran timpani intak/intak.

Hidung : Sekret -/-, deviasi septum (-), mukosa hiperemis -.

Mulut

: sianosis (-)

Leher

: pembesaran KGB (-)

Dada

1. Paru
I: Pergerakan dinding dada simetris kanan=kiri, retraksi (-), tertinggal (-), pectus excavatum (-),
pectus carinatum(-), spider nevi (-), sikatriks (-).
P: Krepitasi (-), massa (-), Vokal fremitus lapang paru kiri=kanan.
P: Sonor pada seluruh lapang paru.
A: Sp vesikuler +/+, Rh-/-, Wh-/2. Jantung:
I: Ictus cordis tidak terlihat
P: Ictus cordis teraba di SIC 5 2jari medial linea midklavikula kiri
P: Batas jantung kiri di SIC 5 2jari medial linea midklavikula kiri, batas jantung
kanan di ICS 5 linea sternalis kanan.
A: S1>S2, regular, gallop (-), murmur (-).
Abdomen :
I

: Abdomen datar, caput medusa (-), sikatriks (-), venektasi -.

A : Bising usus +, 4 kali per menit.


P : Timpani, pekak alih (-), pekak sisi (-)

P : Dinding abdomen supel, nyeri tekan regio epigastrium (-), nyeri tekan suprapubik (-),
hepar dan lien tidak teraba, H/L: tidak teraba besar.

Genital :
Inspeksi : Testis asimetris, benjolan di skrotum (dextra), transiluminasi (+)
Palpasi : Konsistensi benjolan lunak, mobile. Nyeri tekan (-), ukuran 3x4 cm.
Ekstremitas: CRT <2", Tidak ada edema, akral hangat
Daftar Pustaka:
1. Basuki B Purnomo, Dasar-dasar Urologi. Edisi ke-2. Jakarta : CV. Sagung Seto. 2003.
Hal 140-142, 147
2. Grace, Borley, At a Glance ILMU BEDAH. Edisi Ketiga. Jakarta : Penerbit Erlangga.
2006
3. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi Ketiga. Jakarta : Penerbit Media Aesculapius Fakultas
Kedokteran Univeristas Indonesia. 2000
4. Schwartz. Intisari Prinsip-prinsip Ilmu Bedah. Jakarta : EGC 2000.
5. Sjamsuhidajat R, De Jong Wim. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-2. Jakarta : Penerbit
Buku Kedokteran EGC.2004.
6. www.bedahumum.wordpress.com/hidrokelektomi
Hasil Pembelajaran
1. Menegakkan diagnosis Hidrokel
2. Dapat melakukan rujukan dan memberikan edukasi terhadap orang tua tentang
prognosis dari hidrokel

RANGKUMAN HASIL PEMBELAJARAN PORTOFOLIO


SUBJEKTIF
Pasien bayi laki-laki usia 10 bulan datang dibawa ibu nya ke IGD RSUD Asembagus

dengan keluhan terdapat benjolan di kemaluan sejak 1 minggu lalu, pasien sering menangis
dan memegang bagian kelamin nya.
OBJEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum

: Tampak sakit ringan

Kesadaran

: Compos mentis

Nadi

: 120 x/menit

Suhu

: 36.8 0C

Tekanan darah

:-

Respirasi

: 30 x/menit

2. Status Generalis
Genital : Inspeksi : Testis asimetris, benjolan di skrotum (dextra), transiluminasi (+)
Palpasi : Konsistensi benjolan lunak, mobile. Nyeri tekan (-), uk. 3x4 cm.
ASSESMENT
Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan viseralis
tunika vaginalis pada testis. Dalam keadaan normal, cairan yang berada di dalam rongga itu
memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem
limfatik di sekitarnya.
Etiologi :
Hidrokel primer terlihat pada anak akibat yang terjadi pada bayi baru lahir dapat
disebabkan karena:
(1) belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis, suatu divertikulum peritoneum
embrionik yang melintasi kanalis inguinalis dan membentuk tunika vaginalis, sehingga
terjadi aliran cairan peritoneum ke prosesus vaginalis atau
(2) belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorbsi
cairan hidrokel. Pada bayi laki-laki hidrokel dapat terjadi mulai dari dalam rahim. Pada usia
kehamilan 28 minggu, testis turun dari rongga perut bayi ke dalam skrotum, dimana setiap
testis ada kantong yang mengikutinya sehingga terisi cairan yang mengelilingi testis tersebut.
Pada orang dewasa, hidrokel sekunder dapat terjadi secara idiopatik (primer) dan sekunder.
Penyebab hidrokel sekunder terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis
yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan dikantong hidrokel.
Kelainan pada testis itu mungkin suatu tumor, infeksi, atau trauma pada testis/epididimis. Hal

ini cenderung berkembang lambat dalam suatu masa dan kemudian dapat menyebabkan
produksi cairan yang berlebihan oleh testis, maupun obstruksi aliran limfe atau vena di dalam
funikulus spermatikus.
Klasifikasi

1. Hidrokel Primer
Hidrokel primer terlihat pada anak akibat kegagalan penutupan prosesus vaginalis. Prosesus
vaginalis adalah suatu divertikulum peritoneum embrionik yang melintasi kanalis inguinalis
dan membentuk tunika vaginalis. Hidrokel jenis ini tidak diperlukan terapi karena dengan
sendirinya rongga ini akan menutup dan cairan dalam tunika akan diabsorpsi.
2. Hidrokel sekunder
Pada orang dewasa, hidrokel sekunder cenderung berkembang lambat dalam suatu masa dan
dianggap sekunder terhadap obstruksi aliran keluar limfe. Dapat disebabkan oleh kelainan
testis atau epididimis. Keadaan ini dapat karena radang atau karena suatu proses neoplastik.
Radang lapisan mesotel dan tunika vaginalis menyebabkan terjadinya produksi cairan
berlebihan yang tidak dapat dibuang keluar dalam jumlah yang cukup oleh saluran limfe
dalam lapisan luar tunika.
3. Hidrokel akut
Biasanya berlangsung dengan cepat dan dapat menyebabkan nyeri. Cairan berrwarna
kemerahan mengandung protein, fibrin, eritrosit dan sel polimorf.
4. Hidrokel kronis
Hidrokel jenis ini hanya menyebabkan peregangan tunika secara perlahan dan walaupun akan
menjadi besar dan memberikan rasa berat, jarang menyebabkan nyeri.
Menurut letak kantong hidrokel terhadap testis, secara klinis dibedakan menjadi beberapa
macam hidrokel, yaitu;
1. Hidrokel testis
Kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis sehingga testis tak dapat diraba. Pada
anamnesis, besarnya kantong hidrokel tidak berubah sepanjang hari.
2. Hidrokel funikulus

Kantong hidrokel berada di funikulus yaitu terletak di sebelah cranial dari testis, sehingga
pada palpasi, testis dapat diraba dan berada diluar kantong hidrokel. Pada anamnesis kantong
hidrokel besarnya tetap sepanjang hari.
3. Hidrokel komunikan
Merupakan hidrokel yang terjadi pada anak- anak akibat terdapat hubungan antara
prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum sehingga prosesus vaginalis dapat terisi cairan
peritoneum. Pada anamnesis kantong hidrokel besarnya dapat berubah-ubah yaitu bertambah
pada saat anak menangis. Pada palpasi kantong hidrokel terpisah dari testis dan dapat
dimasukkan ke dalam rongga abdomen.
4. Hidrokel non-komunikan
Merupakan jenis hidrokel yang biasa terjadi pada orang dewasa. Pada hidrokel jenis ini
tidak didapatkan hubungan antara tunika vaginalis dengan rongga peritoneum dan prosesus
vaginalis paten.
Diagnosis :
Anamnesis
Pada anamnesis keluhan utama pasien adalah adanya benjolan di kantong skrotum yang tidak
nyeri. Biasanya pasien mengeluh benjolan yang berat dan besar di daerah skrotum. Benjolan
atau massa kistik yang lunak dan kecil pada pagi hari dan membesar serta tegang pada malam
hari. Tergantung pada jenis hidrokel biasanya benjolan tersebut berubah ukuran atau volume
sesuai waktu tertentu.
Pada hidrokel testis besarnya kantong hidrokel tidak berubah sepanjang hari. Pada hidrokel
komunikan, kantong hidrokel besarnya dapat beruba-ubah yang bertambah besar pada saat
anak menangis. Pada riwayat penyakit dahulu, hidrokel testis biasa disebabkan oleh penyakit
seperti infeksi atau riwayat trauma pada testis.
Pemeriksaan Fisik
Pada inspeksi skrotum akan tampak lebih besar dari yang lain. Palpasi pada skrotum yang
hidrokel terasa ada fluktuasi, dan relatif kenyal atau lunak tergantung pada tegangan di dalam
hidrokel, permukaan biasanya halus.
Palpasi hidrokel seperti balon yang berisi air. Bila jumlah cairan minimun, testis relatif
mudah diraba. Sedangkan bila cairan yang tekumpul banyak, testis akan sulit diraba. Juga

penting dilakukan palpasi korda spermatikus di atas insersi tunika vaginalis. Pembengkakan
kistik karena hernia atau hidrokel atau padat karena tumor. Normalnya korda spermatikus
tidak terdapat penonjolan, yang membedakannya dengan hernia skrotalis yang kadangkadang transiluminasinya juga positif. Pada auskultasi dilakukan untuk mengetahui adanya
bising usus untuk menyingkirkan adanya hernia.
Langkah diagnostik yang paling penting adalah transiluminasi massa hidrokel dengan cahaya
di dalam ruang gelap. Hidrokel berisi cairan jernih, straw-coloured dan mentransiluminasi
(meneruskan) berkas cahaya. Kegagalan transiluminasi dapat terjadi akibat penebalan tunika
vaginalis karena infeksi kronik atau massa di skrotum tersebut bukan hidrokel.

PLAN :
Diagnosis
: Hidrokel
Penatalaksanaan :
Edukasi:
Dilakukan kepada keluarga pasien mengenai arti dari hidrokel, penyebab timbulnya
hidrokel dan bahwa hendaknya dapat ditunggu sampai dengan pasien usia 1 tahun untuk
tindakan lebih lanjut.
Prognosis:
Dubia ad Bonam
Konsultasi:
Dijelaskan adanya indikasi operasi apabila sampai dengan usia 1 tahun belum terjadi
perbaikan.
Rujukan:
Diperlukan jika keluarga bersedia untuk langsung dikonsultasikan kepada spesialis bedah.

Asembagus,

Peserta

Pendamping

( dr. Reyhan Ahmad )

( dr. Sindiana)