Anda di halaman 1dari 2

FATWA DAN IJTIHAD

Kondisi sosial yang berkembang cepat, sementara sumber hukum utama untuk menjawab
berbagai permasalahan sosial telah selesai bersamaan dengan meninggalnya Rasulullah saw. AlQuran dan hadis yang merupakan sumber utama untuk menjawab berbagai permasalahan
tersebut, pada hakekatnya merupakan sumber hukum yang statis, artinya keduanya tidak bisa
menjawab permasalahan sosial, kecuali apabila telah diterjemahkan dan diinterpretasikan oleh
manusia dalam rangka menjawab berbagai macam permasalahan sosial tersebut. Rasulullah
bersabda:

:
: :
[]
Dari Abu Hurarirah ra. Berkata: Rasulullah saw. pernah bersabda: Sesungguhnya saya telah
meninggalkan untuk kalian dua perkara di mana kamu tidak akan tersesat setelah ada keduanya
(apabila kalian berpegang kepadanya), yaitu: Kitab Allah dan Sunnahku (HR. Hakim).



" :









[ " ]






Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah akan mengutus untuk
umat ini pada setiap awal seratus tahun, orang yang memperbaharui agama umat ini. (HR.
Thabarani).

A. Pengertian Fatwa
Fatwa berasal dari bahasa Arab yang merupakan bentuk mashdar dari kata kerja fata
dan fatiya yang berarti muda. Fatwa yang memiliki bentuk jamak fatwin atau fatw
merupakan pendapat hukum formal (formal legal opinion). Fatwa juga sering disebut dengan
futy1. Menurut Raghib al-Ashfahn, fatwa atau futy merupakan jawaban atas
permasalahan-permasalahan hukum. Fatwa adalah buah yang dihasilkan oleh jawaban
seorang alim ketika menjelaskan hukum.2 Dengan demikian dapat ditarik benang merah
bahwa fatwa adalah jawaban hukum yang diberikan oleh seorang ulama (muft) atas
permasalahan hukum yang diajukan kepadanya oleh seorang penanya (mustaft).
Dari definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hal-hal yang menjadi rukun fatwa
adalah: a) Mufti, b) Mustafti, c) pertanyaan hukum, dan d) jawaban hukum (fatwa)
B. Kedudukan Fatwa
Fatwa yang dalam hal ini mufti memiliki kedudukan mulia di dalam Islam, karena
seorang mufti berkedudukan seperti Nabi di dalam memberikan jawaban hukum atas
1

Hans Wehr, A Dictionary of Modern Written Arabic (Itacha, New York: Spoken Language
Services, 1976), 695.
2
Muhammad Jaml al-Dn al-Qsim, al-Fatw f al-Islm (Beirut: Dr al-Kutub al-Ilmiyyah,
1986), 46-48.

permasalahan yang terjadi di masyarakat. Mufti merupakan penerus dan ahli waris dalam
menegakkan dan menyebarkan hukum Islam, sebagaimana hadis Rasulullah:


[ ]







Dari Katsir ibn Qais dari Abu Darda berkata: Rasulullah saw pernah bersabda: Barang siapa
menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memberikan salah satu jalan
menuju surga. Sesungguhnya Malaikat akan merendahkan sayapnya penuh kerelaan
menghormat kepada pencari ilmu. Sesungguhnya makhluk-makhluk yang ada di langit dan di
bumi serta ikan paus di dalam lautan senantiasa memintakan maaf untuk orang-orang yang
alim. Keutamaan orang alim atas orang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan
ketika purnama atas semua bintang-bintang. Ulama adalah penerus para nabi, para nabi tidak
mewariskan uang Dinar dan uang Dirham, mereka mewariskan ilmu, barang siapa mengambil
ilmu tersebut, maka dia telah mengambil bagian yang melimpah. (HR. Dawud dan Turmudzi).
C.