Anda di halaman 1dari 104

PEDOMAN KEBIJAKAN DAN PROSEDUR OPERASIONAL

DAFTAR ISI
Surat Keputusan Direksi
Daftar Isi
Isi Manual
I. PENDAHULUAN
A. Tujuan
B. Perubahan Buku Manual
C. Distribusi Buku Manual
II. KEBIJAKAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.
J.
K.

Kantor Bank
Khasanah
Kas
Teller
Tabungan
Deposito
Inkaso
Transfer/Kiriman Uang
Pembayaran Listrik/Telepon
Standing Order
Pemblokiran

III. PROSEDUR
A. Kantor Bank
01. Membuka Kantor Bank
02. Menutup Kantor Bank
B. Khasanah
01. Membuka Khasanah Pada Awal Hari
02. Membuka Lemaril Besil Pada Awal Hari
03. Penyimpanan Uang Tunai
04. Penyimpanan Non Tunai
05. Pengambilan Uang Tunai
06. Pengambilan Non Tunai

07. Menutup Lemari Besi Pada Akhir Hari


08. Menutup Khasanah Pada Akhir Hari
C. Kas
01. Pengambilan Uang Tunai Dari Kepala Teller
03. Pengambilan Uang Tunai Dari Bank Lain
04. Penyetoran Uang Tunai Ke Kepala Teller
05. Penyetoran Uang Tunai Ke Bank Lain
D. Teller
01. Proses Awal Hari
02. Penyetoran Tunai
03. Penyetoran Warkat Kliring via Bank Umum
04. Pengambilan Tunai Tabungan
05. Pengambilan Tunai Bunga/Pokok Deposito
06. Permohonan Inkaso
07. Permohonan Transfer/Kiriman Uang
08. Proses Akhir Hari
E. Tabungan
01. Pembukaan Rekening
02. Penutupan Rekening
03. Perubahan Data
04. Proses Akhir Hari
05. Pencetakan saldo harian Tabungan
06. Proses Akhir Bulan
F. Deposito
01. Proses Awal Hari
02. Pembukaan Rekening
03. Perpanjangan Deposito
04. Pembayaran Bunga Jatuh Tempo
05. Pencairan Deposito Jatuh Tempo
06. Pencairan Deposito Sebelum Jatuh Tempo
07. Proses Akhir Hari
08. Proses Akhir Bulan
G. Inkaso
01. Penerimaan Inkaso Keluar
02. Pengiriman Warkat Inkaso
03. Pencairan Hasil Inkaso
04. Penerimaan Inkaso Cabang
05. Pembatalan Titipan Inkaso
H. Transfer/Kiriman Uang
01. LLG Keluar

02. LLG Masuk


03. Kiriman Uang Keluar
04. Kiriman Uang Masuk

I. Pembayaran Telepon/Listrik
01. Permohonan
02. Penerimaan Tagihan
03. Pendebetan Rekening
04. Penolakan Pendebetan
05. Pembayaran
06. Pembatalan
J. Standing Order
01. Permohonan
02. Pendebetan
03. Penutupan
K. Pemblokiran
01. Permintaan Interen Bank
02. Permintaan Bank Lain
03. Permintaan Nasabah
04. Pencabutan Blokir Interen Bank
05. Pencabutan Blokir Bank Lain

ISI MANUAL
Buku Manual Pedoman Kebijakan Dan Prosedur Operasional dibagi dalam beberapa
bagian yaitu:
I. PENDAHULUAN
A. Tujuan
Menjelaskan tentang kegunaan dan tujuan disusunnya ketentuan, penerapannya dan
sanksi pelanggaran dari buku manual tersebut.
B. Perubahan Buku Manual
Menjelaskan tentang penggantian, penambahan dan penghapusan isi dari buku
manual tersebut.
C. Distribusi Buku Manual
Menjelaskan tentang yang berhak dan tanggung jawab terhadap penerima buku
manual tersebut.
II. KEBIJAKAN
Dalam kebijakan dijelaskan tentang ketentuan pokok mengenai kebijakan-kebijakan yang
harus dipatuhi oleh seluruh bagian/unit kerja operasional bank.
III. PROSEDUR
Dalam prosedur dijelaskan tentang tahapan atau langkah kerja yang harus dilaksanakan
oleh seluruh bagian/unit kerja operasional bank sehubungan penerapan buku manual
tersebut.

A. TUJUAN
Buku manual ini merupakan pedoman resmi mengenai kebijakan pokok, prosedur kerja
dan sistim pengawasan yang dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kerja
diseluruh bagian/unit kerja operasional PT. BPR Duta Artha Sejahtera (selanjutnya
disebut Bank).
Semua kebijakan pokok dan prosedur kerja yang ada dalam buku manual ini telah di
periksa dan disetujui oleh Pejabat yang berwenang dan Direksi Bank.
Setiap karyawan/ti Bank harus mengerti dan menguasai serta menerapkan isi buku
manual ini, terutama yang berhubungan dengan bidang kerjanya.
Tujuan pokok buku manual ini adalah sebagai:
1. Alat komunikasi antar bagian/unit kerja yang berkepentingan dengan peraturan
dan keseragaman pelaksanaan kerja disetiap bagian/unit kerja yang ada.
2. Informasi bagi Pejabat Bank mengenai kebijakan pokok dan prosedur kerja
operasional yang berlaku.
3. Alat untuk memperkecil kerugian yang timbul karena tidak adanya kebijakan
pokok, prosedur kerja dan sistim pengawasan yang baku dan seragam.
4. Dasar untuk mengadakan perubahan dan pengembangan atas peraturan lama yang
masih berlaku.
5. Dasar bagi internal auditor dalam pemeriksaan penerapan dan pelaksanaannya.
6. Bahan pelatihan kepada karyawan/ti Bank.
7. Dasar evaluasi penerapan dan pelaksanaannya dibagian/unit kerja operasional
bank.
Buku manual ini hanya dapat dipergunakan didalam kantor Bank dan tidak
diperkenankan dibaca maupun dipergunakan oleh pihak lain yang bukan karyawan/ti
Bank.
Semua pejabat pemegang buku manual ini bertanggung jawab atas pengawasannya dan
dapat dipergunakan pada unit kerja dibawah tanggung jawabnya.
Setiap penyimpangan dalam penggunaan buku manual ini akan dilaporkan oleh internal
auditor dalam laporan kerjanya. Dalam kasus tertentu dapat menyebabkan pengalihan
atau pembebasan tugas.

B.PERUBAHAN BUKU MANUAL

Buku manual ini perlu direvisi secara berkala dengan mengikuti perkembangan dan
peraturan yang berlaku.
Semua tanggapan,usulan dan penyimpangan harus diajukan melalui Pejabat yang
berwenang kepada Direksi Bank untuk dianalisa lebih lanjut.
Setiap penyimpangan dan perubahan terhadap isi buku manual ini tidak dibenarkan,
kecuali telah mendapat persetujuan tertulis dari Direksi Bank.
Setiap terjadi perubahan isi buku manual ini akan didistribusikan ke semua bagian /unit
kerja untuk menjaga penerapan yang sama.
Setiap surat edaran yang berhubungan dengan kebijakan dan peraturan terhadap buku
manual akan dimasukan ke dalam buku manual ini.

C. DISTRIBUSI BUKU MANUAL


Buku manual ini disampaikan kepada para Pejabat yang berkaitan dengan pelaksanaan
operasional seluruh unit kerja operasi Bank.
Pejabat yang berhak atas buku manual Pedoman Kebijakan Dan Prosedur Operasional
serta perubahan-perubahan yang terjadi adalah sbb:
-

Dewan Komisaris
Dewan Direksi
Internal Auditor
Manager

Semua Pejabat tersebut di atas tidak berhak memberikan, meminjamkan ataupun


membuat salinan pedoman ini untuk pihak lain.
Bagi pemegang buku manual yang dipindahtugaskan ke bagian /unit kerja lain, harus
menyerahkan kepada penggantinya dengan membuat berita acara tertulis.

KANTOR BANK
A. Pengertian Umum
Membuka dan menutup Kantor Bank adalah suatu kegiatan awal (pagi hari)
membuka pintu Kantor Bank dan kegiatan akhir (sore hari) menutup pintu Kantor
Bank.
B. Kebijakan Pokok
1. Set kunci Kantor Bank menjadi tanggung jawab Direksi atau pejabat yang
berwenang lain yang ditunjuk secara tertulis.
2. Kantor Bank hanya diperkenankan menyimpan set kunci asli dan kunci duplikat
harus disimpan diluar Kantor Bank.
3. Set kunci Kantor Bank harus dipegang oleh sekurangnya 2 (dua) orang yang berbeda
dan penugasannya ditunjuk secara tertulis oleh Direksi.
4. Peralatan pengaman di khasanah harus diperiksa secara periodik atas persetujuan
Direksi.
5. Pemegang kunci Kantor Bank harus sudah hadir (setengah) jam sabelum jam
kantor dibuka untuk umum.
C. Pejabat Berwenang
Pejabat yang berwenang adalah :
- Direksi atau penggantinya
- Manager Operasional atau penggantinya

KHASANAH / LEMARI BESI


A. Pengertian Umum
Khasanah atau lemari besi adalah ruangan /lemari tahan api,anti pencuri dan goncangan
tertentu yang digunakan untuk menyimpan uang,benda dan dokumen berharga lainnya.
B. Kebijakan Pokok
1. Khasanah atau lemari besi tahan api dan anti pencuri harus mempunyai aspek
pengawasan ganda yang sekurang-kurangnya satu angka kombinasi dan satu anak
kunci atau dua anak kunci yang terpisah.
2. Angka kombinasi dan cadangan anak kunci pintu khasanah atau lemari besi
dimasukan dalam masing-masing amplop yang di tandatangani pemegangnya dan
disegel yang disimpan oleh Direksi atau didalam lemari besi tahan api pada lokasi
yang terpisah.
3. Pemegang angka kombinasi harus merahasiakan angka kombinasi yang digunakan.
4. Untuk kesiapan dan kelancaran kegiatan operasional pada awal hari, pejabat yang
bertugas harus sudah hadir setengah jam sebelum jam kantor dibuka.
5. Pembukaan dan penutupan pintu khasanah atau lemari besi harus dilakukan oleh dua
pejabat bersama-sama yang ditunjuk secara tertulis oleh pejabat yang lebih tinggi.
6. Apabila pejabat tersebut tidak dapat hadir untuk melakukan tugasnya, amplop angka
kombinasi dan anak kunci pintu khasanah dapat dibuka oleh Direksi.
7. Setiap penggantian pemegang angka kombinasi atau anak kunci harus mengubah
angka kombinasi yang lama dan di catat dengan persetujuan Direksi.
8. Selama jam kerja pejabat yang masuk dan keluar khasanah harus bersama sama
dengan pejabat yang ditunjuk dan setiap aktivitas yang dilakukan dikhasanah harus
dicatat dalam formulir aktivitas khasanah.
9. Formulir aktivitas khasanah harus diperiksa secara periodik oleh Direksi.
10. Ruang khasanah harus dilengkapi dengan peralatan alat pemadam kebakaran dan
lampu darurat.
11. Kelaikan peralatan ruang khasanah harus diperiksa secara periodik oleh Direksi.
12. Angka kombinasi harus diubah secara periodik dengan persetujuan Direksi.

13. Angka kombinasi harus diubah apabila pejabat yang ditugaskan tersebut
dimutasikan atau berhenti bekerja.
14. Tempat menyimpan uang titipan nasibah harus dipisahkan dari tempat uang kas.
15. Penyimpanan atau pengeluaran uang dari khasanah harus dilakukan oleh pejabat
yang ditunjuk secara tertulis oleh Direksi.
16. Penyimpanan atau pengeluaran barang /dokumen berharga dari khasanah harus
dilakukan oleh pejabat bagian yang berkepentingan yang ditunjuk secara tertulis
oleh Direksi.
17. Selama jam kerja pintu utama khasanah dapat dibuka tetapi pintu jeruji besinya
harus tetap dalam keadaan tertutup dan terkunci.
18. Barang /dokumen berharga yang boleh disimpan di dalam khasanah adalah :
- Persediaan buku cek dan bilyet giro Bank yang dikeluarkan oleh Bank Umum.
- Persediaan bilyet deposito
- Warkat inkaso dan titipan kliring
- Dokumen/barang milik Bank Artos
- Surat tanah dan bangunan milik Bank
- Polis asuransi
- Surat kendaraan
- Dokumen/barang lainnya
- Barang/dokumen pengikatan dan jaminan kredit
- Surat tanah dan bangunan jaminan kredit :
- Surat kendaraan
- Bilyet deposito
- Logam mulia
- Dokumen/barang lainnya
- Barang/dokumen lainnya yang dianggap perlu untuk disimpan dalam khasanah
C. Pejabat Berwenang
Pejabat yang berwenang Level 1 adalah :
-

Direksi atau penggantinya


Manager atau penggantinya

Pejabat yang berwenang Level 2 adalah :


- Kepala Teller atau penggantinya

K AS
A. Pengertian Umum
Kas adalah uang tunai berupa uang kertas dan uang logam yang dikeluarkan oleh
Bank Indonesia berdasarkan nilai nominalnya yang menjadi alat pembayaran yang
sah di Indonesia.
B. Kebijakan Pokok
01.Pejabat yang mengerjakan kegiatan kas adalah Kasir atau Teller.
02.Persediaan uang tunai di khasanah diatur sesuai dengan jumlah yang diperlukan
oleh Kantor Bank.
03.Persediaan uang tunai yang berada dalam tanggung jawab Kantor Bank berupa uang
tunai yang ada pada kas atau khasanah harus diasuransikan (Cash In Safe/CIS) yang
jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan Kantor Bank .
04.Setiap setoran atau penarikan ke dan dari Bank lain atau nasabah harus
menggunakan kotak/peti uang yang terkunci dan dilakukan oleh petugas kas serta
dikawal oleh petugas keamanan dan harus dipertanggungkan dengan asuransi (Cash
In Transit/CIT).
05.Setiap terjadi selisih kas harus diselesaikan pada hari tersebut dan dibuat berita
acara yang ditandatangani oleh Teller yang bersangkutan, Kepala Teller dan Pejabat
Operasional yang lebih tinggi.
06.Selisih lebih kas dibukukan sebagai pendapatan bank setelah 7 (tujuh)hari kerja dari
kejadian tidak ada pengaduan dari nasabah .
07.Selisih kurang kas menjadi tanggung jawab Teller yang bersangkutan dan
penyelesaiannya diputuskan oleh Pejabat Operasional.
08.Setiap lebaran uang harus dirapihkan dan diikat dengan ban uang Bank sesuai
dengan pecahan masing-masing dan diparaf oleh Teller atau Kepala Teller.

TELLER
A.Pengertian Umum
1. Teller adalah suatu unit kerja bank yang bertanggung jawab atas transaksi
penerimaan atau penarikan dana secara tunai, atau setoran warkat bank lain untuk
menambah saldo rekeningnya setelah dananya efektif diterima.
2. Setoran tunai adalah transaksi penyetoran berupa uang tunai dari nasabah untuk
menambah saldo rekeningnya.
3. Setoran warkat Bank lain adalah transaksi penyetoran berupa warkat Bank lain oleh
nasabah untuk menambah saldo rekeningnya setelah dananya efektif diterima.
4. Setoran warkat kliring adalah transaksi penyetoran berupa warkat Bank lain oleh
nasabah untuk menambah saldo rekeningnya setelah dananya efektif diterima.
5. Warkat Bank lain adalah Cek, Bilyet Giro dan warkat pemindahbukuan untuk
menarik dana dari rekening kreditur.
6. Warkat kliring yang dapat diterima sebagai setoran kliring adalah warkat bank yang
dapat diperhitungkan dalam lembaga kliring yang dinyatakan dalam mata uang
rupiah yang bernilai penuh dan telah jatuh tempo pada saat dikliringkan .
7. Warkat kliring berupa cek dan bilyet giro dari bank lain.
8. Penarikan adalah transaksi untuk menarik/mengambil sejumlah uang dari suatu
rekening dengan menggunakan slip penarikan atau media lain dari Bank
B.Kebijakan Pokok
01.Semua transaksi dengan nasabah hanya dilakukan teller di counter
02.Setiap transaksi harus di layani satu persatu dan tidak diperbolehkan melayani lebih
dari satu transaksi pada saat yang sama.
03.Untuk menjaga keamanan dan mencegah kesalahan perhitungan pada saat melayani
nasabah,semua uang yang berada diatas meja teller harus dimasukan ke dalam laci
meja .
04.Setiap teller harus dilengkapi dengan peralatan untuk menyimpan uang tunai atau
barang berharga lain pada meja counternya seperti kotak teller serta kuncinya dan
stempel teller.

05.Ruangan teller harus dilengkapi dengan pintu dan selama jam kerja harus selalu
dikunci.
06.Karyawan yang boleh memasuki ruang teller adalah karyawan yang telah diberi
wewenang sesuai dengan tugasnya.
07.Teller harus diberi batas nilai transaksi sesuai kemampuan dan pengalaman .
08.Teller wajib menjelaskan secara bijaksana kepada nasabah yang membuat
kekeliruan, kesalahan atau hal lain yang bertentangan dengan peraturan atau
ketentuan bank yang berlaku .
09.Setiap transaksi harus menggunakan slip/formulir yang telah disediakan dan diisi
secara lengkap serta ditandatangani.
10.Setoran berupa uang tunai harus merupakan mata uang dengan pecahan
(denominasi) yang masih berlaku .
11.Setoran berupa uang tunai harus diteliti dan dihitung secara terperinci di depan
nasabah .
12.Transaksi penarikan tunai dapat dilakukan hanya pada waktu yang telah ditentukan,
sedangkan untuk setoran dapat diterima setelah waktu tersebut namun tetap diatur
dan diumumkan di counter Teller.
13.Setiap transaksi baik penyetoran maupun penarikan harus dibubuhi stempel yang
mencantumkan tanggal, jam, identitas teller dan nama bank pada bukti transaksinya.
14.Setiap lembar warkat Bank lain yang disetor harus diisi lengkap nama dan nomor
rekening Bank pada halaman depan bilyet giro atau pada halaman belakang cek.
Bank kemudian mencatatnya sesuai dengan nomor rekening dan nama nasabah.
15.Setiap lembar warkat yang dikliringkan harus diisi lengkap nama dan nomor
rekening Bank dan Bank mencatat sesuai dengan nama dan nomor rekening
nasabah.
16.Semua transaksi setoran tunai maupun non tunai harus diterima melalui Teller.
17.Penulisan pada slip /formulir setiap transaksi sebaiknya dilakukan oleh nasabah .
18.Setiap lembar uang yang diterima apabila diragukan keasliannya, maka harus
diperiksa keasliannya dengan lampu sinar ultra violet.
19.Penyerahan slip/warkat yang diterima oleh teler ke bagian lainnya harus memakai
tanda terima.

20.Pengisian slip setoran non tunai dipisahkan berdasarkan :


- Warkat Bank lain
- Tanggal efektif warkat
- Kota bank penerbit warkat (untuk inkaso)
21.Setiap penarikan tunai harus menggunakan slip penarikan yang ditentukan.
22.Setiap pembayaran tunai atas cek/slip penarikan harus mendapat persetujuan tertulis
yang cukup dari teller dan atau pejabat yang berwenang sesuai batas wewenangnya.
23.Setiap pembayaran slip penarikan Bank, Teller harus memeriksa
- Keabsahan dan kebenaran pengisian slip penarikan.
- Dana yang tersedia di rekening.
- Tanda tangan penarik dengan kartu specimen tanda tangan.
- Persetujuan pejabat yang berwenang (untukjumlah tertentu).
- Identitas yang menarik dana dengan kartu tanda pengenal diri (KTP dan SIM).
24.Untuk penarikan yang diwakilkan hanya dapat dilakukan apabila ada surat kuasa
bermeterai cukup dan disetujui Direksi dengan membawa buku tabungan nasabah
tsb. Direksi harus mengkonfirmasi kebenaran Surat Kuasa tersebut kepada nasabah
yang bersangkutan, dan kemudian Slip Penarikan segera ditandatangani oleh Ybs.
25.Kantor Bank harus mempunyai daftar wewenang tanda tangan teller dan pejabat
yang berwenang yang ditunjuk untuk memberikan persetujuan bayar suatu slip
penarikan.
26.Setiap lembar uang palsu yang di temukan diwajibkan untuk ditahan oleh bank
dengan cara menggunting uang tersebut menjadi dua bagian, sebagian dikembalikan
ke penyetor dan sebagian lagi disimpan oleh bank.
27.Bilamana terdapat uang palsu yang lolos dari identifikasi dan telah dibukukan ke
rekening penyetor, maka atas sejumlah uang palsu tersebut harus dilakukan
penggantian dan menjadi tanggung jawab teller penerima.
28.Kantor Bank harus mempunyai lampu sinar ultraviolet dengan memeriksa keaslian
uang kertas.
C.Pejabat Yang Berwenang
Pejabat yang berwenang adalah
-Direksi atau penggantinya
-Manager atau penggantinya

PROSEDUR

KANTOR BANK

01.Membuka Kantor Bank


01. Pejabat yang berwenang
01.1. Buka pintu ke 1
01.2. Buka pintu ke 2
01.3. Hidupkan listrik
01.4. Aktifkan fasilitas
a.Komputer
-Hidupkan komputer
-Lakukan proses awal hari
b.Telepon
-Hidupkan line telepon
02.Menutup Kantor Bank
01.Pejabat yang berwenang
01.1.Periksa semua fasilitas diseluruh lantai dan ruang apakah sudah dimatikan
-Listrik
-Komputer
-AC
01.2.Non aktifitas fasilitas
a.Komputer
-Matikan komputer
b.Telepon
-Matikan line telepon
c.Listrik
-Matikan aliran listrik
01.3.Tutup pintu ke 2
01.4.Tutup pintu ke 1

PROSEDUR

KHASANAH

01.MEMBUKA KHASANAH PADA AWAL HARI


01.Pejabat yang berwenang 1
01.1.Pastikan kondisi pintu besi dan kunci rung khasanah tidak dalam keadaan rusak
atau terbuka .
01.2.Jika rusak atau terbuka laporkan segera ke pejabat yang lebih tinggi untuk
dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan diproses lebih lanjut dan
dilaporkan ke Direksi.
01.3.Siapkan anak kunci dan buka pintu besi ruang khasanah dan atau .
01.4.Buka pintu besi ruang khasanah .
02.Pejabat yang berwenang 2
02.1.Pastikan kondisi pintu dan kunci jeruji besi tidak dalam keadaan rusak atau
terbuka.
02.2.Jika rusak atau terbuka laporkan segera ke pejabat yang lebih tinggi untuk di
buatkan Berita Acara Pemeriksaan(BAP) dan diproses lebih lanjut dan
dilaporkan ke Direksi.
02.3.Siapkan anak kunci dan buka pintu jeruji besi.
03.Pejabat yang berwenang 1
03.1.Cantumkan tanggal, jam buka khasanah, nama dan tanda tangan pada formulir
AktivitasKhasanah.
04.Pejabat yang berwenang 2
04.1.Cantumkan nama dan tanda tangan pada formulirAktifitas Khasanah.

02.MEMBUKA LEMARI BESI PADA AWAL HARI


01.Pejabat yang berwenang 1
01.1.Pastikan kondisi pintu dan kunci lemari besi tidak dalam keadaan rusak atau
terbuka.
01.2.Jika rusak atau terbuka laporkan segera ke pejabat yang lebih tinggi untuk
dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)dan diproses lebih lanjut dan
dilaporkan ke Direksi.
01.3.Pastikan tidak terlihat oleh pihak lain ,putar angka kombinasi pintu lemari besi.
02.Pejabat yang berwenang 2
02.1.Siapkan anak kunci dan buka pintu lemari besi

03.PENYIMPANAN UANG TUNAI


01.Pejabat yang berwenang 2
01.1.Siapkan uang tunai yang akan disimpan
01.2.Pastikan uang tunai yang tersisa cukup untuk kebutuhan operasional dan tidak
melampaui batas yang ditentukan.
01.3.Isi formulirTerima Dari Kluis /Disimpan Dalam Kluis(TDK) dalam rangkap 2
01.4.Coret kalimat Terima Dari Kluisdan cantumkan jumlah lembar setiap
pecahan,nominal uang tunai,tanggal,nama dan tanda tangan pada kolom Yang
Menyerahkan.
01.5.Serahkan formulir TDKke pejabat yang berwenang 1.
02.Pejabat yang berwenang 1
02.1.Terima formulirTDKdan uang tunai.
02.2.Pastikan uang tunai yang tersisa cukup untuk kebutuhan operasional dan tidak
melampaui batas.

02.3.Periksa dan cocokan jumlah uang tunai yang akan disimpan dengan formulir
TDKdihadapan pejabat yang berwenang 2.
02.4.Bubuhkan nama dan tanda tangan diformulir TDKpada kolom Yang
Menerima
02.5.Serahkan ke pejabat yang berwenang 2 lembar asli formulir TDK
02.6.Simpan lembar copy formulir TDKdan diurut per tanggal.
03.Pejabat yang berwenang 2
03.1.Terima dan periksa formulirTDKapakah sudah dibubuhkan nama dan tanda
tangan oleh pejabat yang berwenang 1.
03.2.Simpan lembar asli formulir TDKdan diurut per tanggal.
03.3.Cantumkan tanggal ,jam masuk, nama, tanda tangan dan keperluan pada
formulir Aktivitas Khasanah .
03.4.Siapkan anak kunci dan buka pintu jeruji besi .
04.Pejabat yang berwenang 1
04.1.Cantumkan nama dan tanda tangan pada buku Aktivitas Khasanah.
04.2.Pastikan tidak terlihat oleh pihak lain,putar angka kombinasi pintu lemari besi.
05.Pejabat yang berwenang 2
05.1.Siapkan anak kunci dan buka pintu lemari besi .
05.2.Simpan uang tunai ke dalam lemari besi.
05.3.Yakinkan semua uang tunai sudah masuk ke dalam lemari besi
05.4.Siapkan anak kunci dan tutup serta kunci pintu lemari besi.
05.5.Yakinkan pintu lemari besi sudah dalam keadaan terkunci.

06.Pejabat yang berwenang 1


06.1.Kunci pintu lemari besi dengan mengacak angka kombinasi
06.2.Yakinkan angka kombinasi sudah teracak atau terkunci.
07.Pejabat yang berwenang 2
07.1.Siapkan anak kunci dan tutup serta kunci pintu jeruji besi.
07.2.Yakinkan pintu jeruji sudah dalam keadaan terkunci .
07.3.Cantumkan jam keluar ,nama dan tanda tangan pada formulirAktivitas
Khasanah
08.Pejabat yang berwenang 1
08.1.Cantumkan nama dan tanda tangan pada formulir Aktivitas Khasanah.

04.PENYIMPANAN NON TUNAI


01.Pejabat yang berwenang 3
01.1.Siapkan barang yang disimpan
01.2.Isi formulir Terima Dari Kluis/Disimpan Dalam Kluis (Khusus Barang
Berharga)(TDKK) dalam rangkap 2.
01.3.Coret kalimat Terima Dari Kluisdan cantumkan keterangan tentang barang
tersebut, tanggal, nama dan tanda tangan .
01.4.Minta tanda tangan ke Manager yang lebih tinggi dalam satu bagian.
01.5.Serahkan formulir TDKKke pejabat yang berwenang 2.
02.Pejabat yang berwenang 2
02.1.Terima formulir TDKK
02.2.Periksa nama dan tanda tangan pejabat yang berwenang 3 dan pejabat yang lebih
tinggi pada formulirTDKK.
02.3.Bubuhkan nama dan tanda tangan formulir TDKK.
02.4.Serahkan ke staf terkait lembar asli formulir TDKK.
02.5.Simpan lembar copy formulir TDKKdan diurut per tanggal .
02.6.Cantumkan tanggal ,jam masuk,nama,tanda tangan dan keperluan kepada
formulirAktivitas Khasanah .
03.Pejabat yang berwenang 2
04.1.Siapkan anak kunci dan kunci serta tutup pintu jeruji besi.
04.2.Yakinkan pintu jeruji besi sudah dalam keadaan terkunci.
04.3.Cantumkan jam keluar ,nama dan tanda tangan pada formulirAktivitas
Khasanah.

04.Pejabat yang berwenang 3


05.1.Cantumkan nama dan tanda tangan pada formulirAktivitas Khasanah.

Apabila barang berharga akan disimpan didalam lemari besi, prosedurnya adalah sbb:
06.Pejabat yang berwenang 2
06.1.Minta pejabat yang berwenang 1 untuk membuka lemari besi.
07.Pejabat yang berwenang 1
07.1.Cantumkan nama dan tanda tangan pada formulir Aktivitas Khasanah.
07.2.Pastikan tidak terlihat oleh pihak lain,putar angka kombinasi pintu lemari besi.
08.Pejabat yang berwenang 2
08.1.Siapkan anak kunci dan buka pintu lemari besi .
09.Pejabat yang berwenang 3
09.1.Simpan barang berharga ke dalam lemari besi.
10.Pejabat yang berwenang 2
10.1.Siapkan anak kunci dan tutup serta kunci pintu lemari besi .
10.2.Yakinkan pintu besi sudah dalam keadaan terkunci
11.Pejabat yang berwenang 1
11.1.Kunci pintu lemari besi dengan mengacak angka kombinasi.
11.2.Yakinkan angka kombinasi sudah teracak atau terkunci.

12.Pejabat yang berwenang 2


12.1.Siapkan anak kunci dan tutup serta kunci pintu jeruji besi.
12.2.Yakinkan pintu besi sudah dalam keadaan terkunci.
12.3.Cantumkan jam keluar ,nama dan tanda tangan formulirAktivitas Khasanah .
13.Pejabat yang berwenang 1dan 3
13.1.Cantumkan nama dan tanda tangan pada formulirAktivitas Khasanah .

05.PENGAMBILAN UANG TUNAI


01.Pejabat yang berwenang 2
01.1.Pastikan uang tunai yang akan diambil cukup untuk kebutuhan operasional dan
tidak melampaui batas dan atau adanya pengambilan yang cukup besar.
01.2.Isi formulirTerima Dari Kluis /Disimpan Dalam Kluis(TDK)dalam rangkap 2.
01.3.Coret kalimatDisimpan Dalam Kluisdan cantumkan jumlah lembar setiap
pecahan, nominal uang tunai, tanggal dan nama .
01.4.Serahkan formulirTDKke pejabat yang berwenang 1.
02.Pejabat yang berwenang 1
02.1.Terima formulirTDK
02.2.Pastikan uang tunai yang akan diambil cukup untuk kebutuhan operasional dan
tidak melampaui batas dan atau adanya pengambilan yang cukup besar .
03.Pejabat yang berwenang 2
03.1.Cantumkan tanggal, jam masuk, nama, tanda tangan dan keperluan pada
formulirAktivitas Khasanah.
03.2.Siapkan anak kunci dan buka pintu jeruji besi.
04.Pejabat yang berwenang 1
04.1.Cantumkan nama dan tanda tangan pada formulirAktivitas Khasanah.
04.2.Pastikan tidak terlihat oleh pihak lain,putar angka kombinasi pintu lemari besi.
05.Pejabat yang berwenang 2
05.1.Siapkan anak kunci dan buka pintu lemari besi .
05.2.Ambil uang tunai dari lemari besi.

05.3.Minta pejabat yang berwenang 1 memeriksa dan mencocokkan uang yang


diambil dengan formulir TDK.
06.Pejabat yang berwenang 1
06.1.Periksa dan cocokkan jumlah uang tunai yang diambil dengan formulir
TDKdihadapan pejabat yang berwenang 2.
06.2.Bubuhkan nama dan tanda tangan di formulir TDKpada kolom Yang
menerima.
06.3.Serahkan ke pejabat yang berwenang 2 formulir TDK.
07.Pejabat yang berwenang 2
07.1.Terima dan periksa formulir TDKapakah sudah dibutuhkan nama dan tanda
tangan oleh pejabat yang berwenang 1.
07.2.Bubuhkan nama dan tanda tangan di formulir TDKpada kolomYang
Menyerahkan.
07.3.Serahkan ke pejabat yang berwenang 2 lembar asli formulirTDK.
07.4.Simpan lembar copy formulir TDKdan diurut per tanggal .
07.5.Siapkan anak kunci dan tutup serta kunci lemari besi .
07.6.Yakinkan pintu lemari besi sudah dalam keadaan terkunci.
08.Pejabat yang berwenang 1
08.1.Terima dan simpan formulir TDK dan diurut per tanggal .
08.2.Kunci pintu lemari besi dengan mengacak angka kombinasi besi .
08.3.Yakinkan angka kombinasi sudah teracak atau terkunci .
09.Pejabat yang berwenang 2
09.1.Siapkan anak kunci dan tutup serta kunci pintu jeruji besi .
09.2.Yakinkan pintu jeruji besi sudah dalam keadaan terkunci.

09.3.Cantumkan jam keluar, nama dan tanda tangan pada formulir Aktivitas
Khasanah.
10.Pejabat yang berwenang 1
10.1.Cantumkan nama dan tanda tangan pada formulir Aktivitas Khasanah .

06.PENGAMBILAN NON TUNAI


01.Pejabat yang berwenang 3
01.1.Isi formulir Terima Dari Kluis/Disimpan Dalam Kluis(Khusus Barang
Berharga)(TDKK) dalam rangkap 2.
01.2.Coret kalimat Disimpan Dalam Kluisdan cantumkan keterangan tentang
barang tersebut, tanggal, nama.
01.3.Minta tanda tangan ke pejabat yang telah ditunjuk dalam satu bagian .
01.4.Serahkan formulir TDKke pejabat yang berwenang 2.
02.Pejabat yang berwenang 2
02.1.Terima formulir TDKK.
02.2.Periksa nama dan tanda tangan pejabat yang lebih tinggi pada formulir TDKK.
02.3.Cantumkan tanggal,jam masuk,nama, tanda tangan dan keperluan pada
formulirAktivitas Khasanah.
03.Pejabat yang berwenang 3
03.1.Cantumkan nama dan tanda tangan pada formulir Aktivitas Khasanah.
04.Pejabat yang berwenang 2
04.1.Siapkan anak kunci dan buka pintu jeruji besi .
05.Pejabat yang berwenang 3
05.1.Ambil barang yang diperlukan dari tempatnya.
05.2.Bubuhkan nama dan tanda tangan formulir TDKK.
05.3.Serahkan ke pejabat yang berwenang 2 formulir TDKK.

06.Pejabat yang berwenang 2


06.1.Terima dan periksa formulir TDKKapakah sudah dibubuhkan nama dan tanda
tangan oleh pejabat yang berwenang 3.
06.2.Bubuhkan nama dan tanda tangan pada formulir TDKK.
06.3.Serahkan ke pejabat yang brewenang 3 lembar copy formulir TDKK.
06.4.Simpan lembar asli formulir TDKKdan diurut per tanggal .
06.5.Siapkan anak kunci dan tutup serta kunci pintu jeruji besi.
06.6.Yakinkan pintu jeruji besi sudah dalam keadaan terkunci.
06.7.Cantumkan jam keluar,nama dan tanda tangan pada formulirAktivitas
Khasanah.
07.Pejabat yang berwenang 3
07.1.Cantumkan nama dan tanda tangan pada formulir Aktivitas Khasanah.

07.MENUTUP LEMARI BESI PADA AKHIR HARI


01.Pejabat yang berwenang 2
01.1.Pastikan tidak ada sesuatu yang tertinggal atau belum disimpan kedalam lemari
besi.
01.2.Siapkan anak kunci dan tutup serta kunci pintu lemari besi .
01.3.Yakinkan pintu lemari besi tidak dalam keadaan terkunci.
02.Pejabat yang berwenang 1
02.1.Kunci pintu besi dengan mengacak angka kombinasi 1 dan atau 2 .
02.2.Yakinkan angka kombinasi sudah teracak atau terkunci.

08.MENUTUP KHASANAH PADA AKHIR HARI


01.Pejabat yang berwenang 2
01.1.Pastikan tidak ada sesuatu yang tertinggal atau belum disimpan ke dalam ruang
khasanah .
01.2.Yakinkan pintu lemari yang terdapat di dalam khasanah dalam keadaan tertutup
dan terkunci.
01.3.Siapkan anak kunci dan tutup serta kunci pintu jeruji besi.
01.4.Yakinkan pintu jeruji besi sudah dalam keadaan terkunci.
02.Pejabat yang berwenang 1
02.1.Pastikan tidak ada sesuatu yang tertinggal atau belum disimpan ke dalam ruang
khasanah.
02.2.Yakinkan pintu jeruji besi sudah dalam keadaan terkunci.
02.3.Siapkan anak kunci dan tutup serta kunci pintu besi ruang khasanah dan atau .
02.4.Tutup dan kunci pintu besi khasanah dengan mengacak angka kombinasi.
02.5.Yakinkan angka kombinasi sudah teracak atau terkunci.
03.Pejabat yang berwenang 2
03.1.Cantumkan jam tutup khasanah,nama dan tanda tangan pada formulirAktivitas
Khasanah.
04.Pejabat yang berwenang 1
04.1.Cantumkan nama dan tanda tangan pada formulir Aktivitas Khasanah.

PROSEDUR

KAS

01.PENGAMBILAN UANG TUNAI DARI KEPALA TELLER


01.Teller
01.1.Pastikan uang tunai yang akan diambil cukup untuk kebutuhan operasional dan
tidak melampaui batas teller dan atau adanya pengambilan yang cukup besar .
01.2.Isi formulirTeller Cross In(TCI)dalam rangkap 2.
01.3.Cantumkan tanggal, jumlah lembar setiap pecahan, jumlah total uang tunai,
nama dan kode user.
01.4.Serahkan formulir TCI ke kepala teller .
02.Kepala Teller
02.1.Terima formulir TCI
02.2.Pastikan uang tunai yang akan di ambil cukup untuk kebutuhan operasional dan
tidak melampaui batas teller dan atau adanya pengambilan yang cukup besar .
02.3.Input ke komputer kode transaksi 8300(Pengisian Uang Kas Teller)
Jurnal pembukuan :

DR.Kas Teller (101.00.00.02)


CR.Kas Besar (101.00.00.00)

02.4.Cetak validasi komputer pada formulir TCI.


02.5.Periksa dan bandingkan data pada validasi sesuai dengan formulir TCI.
02.6.Siapkan uang tunai sejumlah yang diambil.
02.7.Bubuhkan nama dan tanda tangan di formulir TCIpada kolomPembayar.
02.8.Serahkan dan hitung uang tunai dihadapan teller dan minta membubuhi tanda
tangan di formulir TCIpada kolomPenerima.

03.Teller
03.1.Terima uang tunai dan formulir TCI.
03.2.Bubuhkan tanda tangan di formulirTCIpada kolom Penerima.
03.3.Serahkan ke kepala teller lembar asli formulir TCIuntuk disimpan dan diurut
per tanggal.
03.4.Simpan uang tunai dan lembar copy formulirTCIdidalam kotak uang teller.

03.PENGAMBILAN TUNAI DARI BANK LAIN


01.Kepala teller
01.1.Pastikan uang tunai yang akan diambil cukup untuk kebutuhan operasional pada
hari tersebut dan tidak melampaui batas Kantor Bank dan atau adanya
pengambilan yang cukup besar .
01.2.Tanyakan dahulu ke pejabat yang berwenang ke bank mana pengambilan uang
tunai dilakukan.
01.3.Isi formulir Pengambilan /Penyetoran Ke Bank Lain (PPB) dalam rangkap 2.
01.4.Coret kalimatSetoran dan cantumkan kantor cabang, tanggal, jumlah
pengambilan dalam angka dan huruf, keperluan, nama bank, nama pemohon dan
tanda tangan .
01.5.Serahkan formulir PPBke pejabat yang berwenang 1 yang terdaftar pada bank
lain.
02.Pejabat yang berwenang 1
02.1.Terima formulir PPB.
02.2.Pastikan uang tunai yang akan diambil cukup untuk kebutuhan operasional pada
hari tersebut dan tidak melampaui batas Kantor Bank dan atau adanya
pengambilan yang cukup besar.
02.3.Isi lembar warkat (Cek) bank lain serta bubuhkan nama dan tanda tangan.
02.4.Catat pada lembar resi warkat serta bubuhkan paraf .
02.5.Catat pada buku Penggunaan Cek bank lain serta bubuhkan paraf.
02.6.Bubuhkan nomor seri warkat pada formulir PPB.
02.7.Bubuhkan nama dan tanda tangan di formulir PPBpada kolom Pejabat 1.
02.8.Serahkan ke pejabat yang berwenang 2 yang terdaftar pada bank lain
-Formulir PPB
-Lembar warkat serta resinya
-Buku Penggunaan Cek bank lain

03.Pejabat yang berwenang 2


03.1.Terima dari pejabat yang berwenang 1
-FormulirPPB
-Lembar warkat serta resinya
-BukuPenggunaan Cek bank lain
03.2.Pastikan uang tunai yang akan diambil cukup untuk kebutuhan operasional pada
hari tersebut dan tidak melampaui batas Kantor Bank dan atau adanya
pengambilan yang cukup besar.
03.3.Bubuhkan tanda tangan di
-Formulir PPBpada kolom Pejabat 2
-Lembar warkat
-Lembar resi warkat
-Buku Penggunaan Cek bank lain
03.4.Serahkan ke pejabat yang berwenang 1
-Formulir PPB
-Lembar warkat serta resinya
-Buku Penggunaan Cek bank lain
04.Pejabat yang berwenang 1
04.1.Terima dari pejabat yang berwenang 2 dan yakinkan sudah ditandatangani
-Formulir PPB
-Lembar warkat serta resinya
-Buku Penggunaan Cek bank lain
04.2.Serahkan ke kepala teller
-Formulir PPB
-Lembar warkat
04.3.Simpan resi warkat dan buku Penggunaan Cek bank lain
05.Kepala Teller
05.1.Terima dari pejabat yang berwenang 1dan yakinkan sudah ditandatangani
-Formulir PPB
-Lembar warkat
05.2.Serahkan ke petugas yang ditunjuk untuk ke bank lain
-Formulir PPB
-Lembar warkat

06.Petugas yang ditunjuk


06.1.Terima dari kepala teller
-Formulir PPB
-Lembar warkat
06.2.Hubungi bagian umum untuk disediakan kendaraan dan pengawalan oleh pihak
keamanan (Satpam/Kepolisian)
06.3.Berangkat ke bank lain
06.4.Serahkan lembar warkat ke bank lain
06.5.Terima dan cocokan uang tunai dan jumlahnya
06.6.Simpan uang tunai dalam tas/kotak uang dan dikunci
06.7.Kembali ke kantor bank
06.8.Serahkan ke teller uang tunai dan formulir PPB
07.Teller
07.1.Terima uang tunai dan formulir PPB
07.2.Hitung dan cocokan uang tunai dengan formulir PPB dihadapan petugas yang
ditunjuk.
07.3.Input ke komputer kode transaksi 9501 (Setoran Tunai ).
Jurnal pembukuan : DR.Kas Teller
(101.00.00.02)
CR.Rekening Giro Bank Lain
(110.00.00.00)
07.4.Cetak validasi komputer pada formulir PPB
07.5.Periksa dan bandingkan data pada validasi sesuai dengan data pada formulir
PPB.
07.6.Simpan uang tunai.
07.7.Bubuhkan tanda tangan pada formulir PPB.
07.8.Simpan lembar pertama formulir PPB.

07.9.Serahkan lembar kedua formulir PPB ke petugas yang di tunjuk .


08.Petugas yang ditunjuk
08.1.Terima lembar kedua formulir PPB.
08.2.Laporkan ke pejabat yang berwenang 1 bahwa pengambilan dan penyetoran
telah dilaksanakan dan serahkan lembar kedua formulir PPBuntuk disimpan .
Catatan:
Apabila transaksi melebihi limit teller, minta otorisasi ke pejabat yang berwenang dengan
prosedur sbb:
09.Teller
09.1.Input ke komputer kode transaksi sesuai dengan jenis transaksi.
09.2.Hubungi pejabat yang berwenang sesuai wewenang otorisasi
09.3.Serahkan formulir PPBke pejabat yang berwenang
10.Pejabat yang berwenang
10.1.Terima formulir PPB
10.2.Periksa dan yakinkan kebenaran isi formulir PPB
10.3.Input ke komputer kode transaksi 9950 (Stand By Dan Authorisasi)
Ketik huruf A(Accept)untuk menyetujui atau huruf R(Reject) jika tidak
menyetujui.
10.4.Bubuhkan tanda tangan pada formulir PPB.
10.5.Serahkan formulir PPB ke teller.

11.Teller
11.1.Terima formulir PPB
11.2.Periksa dan yakinkan formulir PPBtelah ditanda tangani oleh pejabat yang
berwenang .
11.3.Pastikan pada monitor transaksi telah di otorisasi
11.4.Cetak validasi komputer.

04.PENYETORAN UANG TUNAI KE KEPALA TELLER


01.Teller
01.1.Siapkan uang tunai yang akan disetor dan pastikan uang yang tersisa cukup
untuk kebutuhan operasional dan tidak melampaui batas teller.
01.2.Isi formulir Teller Cross Out (TCO)dalam rangkap 2
01.3.Cantumkan tanggal,jumlah lembar setiap pecahan,jumlah total uang tunai, nama,
kode user dan tanda tangan pada kolom Pembayar.
01.4.Serahkan uang tunai dan formulir TCOke kepala teller.
02.Kepala Teller
02.1.Terima uang tunai dan formulir TCO.
02.2.Pastikan uang yang tersisa cukup untuk kebutuhan operasional dan tidak
melampaui batas teller.
02.3.Periksa dan cocokan jumlah uang tunai dengan formulir TCOdihadapan teller.
02.4.Input ke komputer kode transaksi 8301 (Pengurangan Uang Kas Teller).
Jurnal pembukuan : DR.Kas Besar
CR.Kas Teller

(101.00.00.00)
(101.00.00.02)

02.5.Cetak validasi komputer pada formulir TCO.


02.6.Periksa dan bandingkan data pada validasi sesuai dengan formulir TCO.
02.7.Bubuhkan nama dan tanda tangan di formulir TCOpada kolomPenerima.
02.8.Serahkan lembar asli TCOke teller.
02.9.Simpan
-Lembar copy formulir TCO dan diurut per tanggal
-Uang tunai ke khasanah (Lihat Prosedur Khasanah-Penyimpanan Uang Tunai).
03.Teller
03.1.Simpan lembar asli formulir TCOdalam kotak teller.

06.PENYETORAN TUNAI KE BANK INDONESIA/BANK LAIN


01.Kepala Teller
01.1.Siapkan uang tunai yang akan disetor dan pastikan uang yang tersisa cukup
untuk kebutuhan operasional dan tidak melampaui batas kantor cabang.
01.2.Tanyakan dahulu ke pejabat yang berwenang ke bank mana penyetoran uang
tunai dilakukan .
01.3.Isi formulir Pengambilan/Penyetoran ke Bank Lain(PPB) dalam rangkap 2 dan
formulir Bukti Setoran(BSB) bank bersangkutan.
01.4.Coret pada formulirPPBkalimat Pengambilandan cantumkan kantor cabang,
tanggal, jumlah penyetoran dalam angka dan huruf, keperluan, nama bank,
nama pemohon dan tanda tangan .
01.5.Serahkan formulirPPBdanBSBke pejabat yang berwenang yang terdaftar
pada bank lain.
02.Pejabat yang berwenang
02.1.Terima formulir PPBdan BSB
02.2.Pastikan uang yang tersisa cukup untuk kebutuhan operasional dan tidak
melampaui batas Kantor Bank.
02.3.Bubuhkan nama dan tanda tangan di formulirPPB pada kolom Pejabat 1dan
formulir BSB bank lain.
02.4.Serahkan formulir PPBdanBSBke petugas yang ditunjuk .
03.Petugas yang ditunjuk
03.1.Terima formulir PPBdan BSBserta yakinkan sudah diisi lengkap dan
ditandatangani oleh pejabat yang berwenang .
03.2.Bubuhkan tanda tangan pada formulir
Penyetor/Pemohon.
03.3.Serahkan formulir PPBke teller.

BSB pada kolom

04.Teller
04.1.Terima formulir PPBdan yakinkan sudah ditandatangani oleh pejabat yang
berwenang.
04.2.Konfirmasikan kebenaran dan keabsahannya ke pejabat yang berwenang
tersebut.
04.3.Input ke komputer kode transaksi 9401(Tarikan Tunai)
Jurnal pembukuan :DR.Rekening Giro Bank Lain
CR.Kas Teller

(110.00.00.00)
(101.00.00.02)

04.4.Cetak validasi komputer pada formulirPPB


04.5.Periksa dan bandingkan data pada validasi sesuai dengan data pada
formulirPPB.
04.6.Bubuhkan nama dan tanda tangan pada hasil cetak validasi komputer di formulir
PPB.
04.7.Serahkan formulirPPBke petugas yang ditunjuk dan minta membubuhkan
nama serta tanda tangan.
05.Petugas yang ditunjuk
05.1.Terima formulirPPB
05.2.Bubuhkan nama dan tanda tangan pada formulir PPB
05.3.Serahkan formulirPPBke teller.
06.Teller
06.1.Terima formulirPPBdan yakinkan sudah ditandatangani oleh petugas yang
ditunjuk.
06.2.Siapkan dan hitung uang tunai dihadapan petugas yang ditunjuk.
06.3.Serahkan uang tunai serta lembar kedua formulir PPBke petugas yang
ditunjuk.
06.4.Simpan lembar pertama formulirPPB.

07.Petugas yang ditunjuk


07.1.Terima uang tunai dan lembar kedua formulirPPB.
07.2.Simpan uang tunai dalam tas /kotak uang dan dikunci.
07.3.Hubungi bagian umum untuk minta disediakan kendaraan dan pengawalan oleh
pihak keamanan (Satpam/Kepolisian ).
07.4.Berangkat ke bank dituju.
07.5.Serahkan uang tunai dan formulirBSB
07.6.Terima lembar copy formulirBSB yang telah divalidasi dan ditandatangani
oleh bank tersebut.
07.7.Kembali ke kantor
07.8.Laporkan ke pejabat yang berwenang bahwa penyetoran telah dilaksanakan serta
serahkan lembar copy formulirPPNdan BSBuntuk disimpan
Catatan:
Apabila transaksi melebihi limit teller,minta otorisasi ke pejabat yang berwenang dengan
prosedur sbb:
11.Teller
11.1.Input ke komputer kode transaksi sesuai dengan jenis transaksi .
11.2.Hubungi pejabat yang berwenang sesuai wewenang otorisasi.
11.3.Serahkan formulir PPBke pejabat yang berwenang .
12.Pejabat yang berwenang
12.1.Terima formulir PPB
12.2.Periksa dan yakinkan kebenaran isi formulirPPB
12.3.Input ke komputer kode transaksi 9950(Stand By Dan Authorisasi)
Ketik huruf A(Accept)untuk menyetujui dan huruf R(Reject) jika tidak
menyetujui.
12.4.Bubuhkan tanda tangan pada formulir PPB
12.5.Serahkan formulir PPBke teller.

13.Teller
13.1.Terima formulir PPB
13.2.Periksa dan yakinkan formulir PPBtelah ditandatangani oleh pejabat yang
berwenang .
13.3.Pastikan pada monitor transaksi telah di otorisaso.
13.4.Cetak validasi komputer.

PROSEDUR

TELLER

01.PROSES AWAL HARI


01.Teller
01.1.Ambil dari Kepala Teller kotak uang teller.
01.2.Pastikan kotak uang teller dalam keadaan terkunci.
01.3.Periksa saldo uang pada kotak uang teller.
01.4.Jika ada penambahan, minta uang tunai ke kepala teller (Lihat Prosedur Kas
Pengambilan Uang Tunai Dari Kepala Teller).

02.SETORAN TUNAI
01.Teller
01.1.Terima dari nasabah formulir Bukti Setoran (BS)/Slip Setoran Tabungan
(SST) dalam rangkap 3 serta uang tunai .
01.2.Hitung dihadapan nasabah jumlah uang tunai yang di setorkan dan cocokan
dengan nominal yang tertulis pada formulirBS/SST.
01.3.Periksa
01.3.1.Kebenaran dan kelengkapan pengisian formulirBS/SST.
-Nomor rekening
-Nama pemegang rekening
-Jumlah angka dan huruf sesuai
-Tanggal setor
-Tanda tangan penyetor
-Nama penyetor
01.3.2.Kesamaan pengisian setiap lembar formulirBS/SST.
01.3.3.Keaslian uang dengan menggunakan lampu ultra violet.
01.4.Bubuhkan garis pembatas pada nominal setoran sesuai pecahannya antara
ratusan, ribuan dan jutaan serta garis bawahi terbilang nominal setoran .
01.5.Input ke komputer kode transaksi 9501(Setoran Tunai)
Jurnal pembukuan : DR.Kas Teller
(101.00.00.02)
CR.Rekening Tabungan
(301.00.00.xx)atau
CR.Rekening Deposito
(330.00.00.xx)atau
CR.Titipan Efektif
(380.00.03.xx)
01.6.Cocokan nomor rekening dan nama nasabah di formulir BS/SST dengan data
yang terdapat di komputer .
01.7. Cetak validasi komputer pada formulir BS/SST.
01.8.Periksa dan bandingkan data pada validasi sesuai dengan data pada
formulirBS/SST.
01.9.Bubuhkan stempel Time Stamp dan Diterima serta tanda tangan pada
formulirBS/SST.
01.10.Simpan uang pada kotak uang teller.

01.11.Serahkan dan distribusikan formulir BS/SST


-Lembar pertama ke bagian yang berkepentingan
-Lembar kedua disimpan oleh teller
-Lembar ketiga ke nasabah
Catatan:
Apabila transaksi melebihi limit teller, mintalah otorisasi ke pejabat yang berwenang
dengan prosedur sbb:
02.Teller
02.1.Input ke komputer kode transaksi sesuai dengan jenis transaksi.
02.2.Hubungi pejabat yang berwenang sesuai dengan wewenang untuk otorisasi .
02.3.Serahkan formulir yang dimaksud ke pejabat yang berwenang .
03.Pejabat yang berwenang
03.1.Terima formulir yang dimaksud.
03.2.Periksa dan yakinkan isi formulir yang dimaksud.
03.3.Input ke komputer kode transaksi 9950(Stand By Dan Authorisasi).
Ketik huruf A(Accept)untuk menyetujui atau huruf R(Reject) jika tidak
menyetujui.
03.4.Bubuhkan tanda tangan pada formulir yang dimaksud .
03.5.Serahkan formulir yang dimaksud ke teller.
04.Teller
04.1.Terima formulir yang dimaksud
04.2.Periksa dan yakinkan bahwa formulir yang dimaksud sudah ditandatangani oleh
pejabat yang berwenang .
04.3.Yakinkan pada monitor komputer transaksi sudah di otorisasi .
04.4.Cetak validasi komputer.

05.SETORAN WARKAT KLIRING


01.Teller
01.1.Terima dari nasabah
- Formulir Bukti Setoran(BS)/Slip Setoran Tabungan (SST) dalam rangkap 3
yang telah diisi dan ditandatangani
- Warkat (Cek/BG)kliring
01.2.Periksa
01.2.1.FormulirBS/SST
01.2.1.1.Kebenaran dan kelengkapan pengisian formulir BS/SST
-Nomor Rekening
-Nama Pemegang Rekening
-Jumlah Angka Dan Huruf Sesuai
-Nama Bank Penerbit Warkat
-Nomor Warkat
-Tanggal Setor
-Nama Penyetor
-Tanda Tangan Penyetor
-Jumlah lembar Dan Nominal Warkat
-Perubahan dalam penulisan
01.2.1.2.Kesamaan pengisian setiap lembar formulirBS/SST
01.2.2.Warkat
01.2.2.1.Kebenaran dan kelengkapan pengisian warkat
-Tanggal Efektif
-Jumlah Angka Dan Huruf Sesuai
-Perubahan Dalam Penulisan
-Kondisi Fisik Tidak Cacat
-Nomor Warkat
-Tanda Tangan Pemegang Rekening
-Warkat Bank lain
-Khusus untuk cek
-Cek Atas Nama Atau Pembawa
-Cek Atas Nama Harus Di Endorsement
01.2.2.2.Keaslian warkat dengan menggunakan lampu ultra violet
01.2.2.3.Warkat yang belum dan sudah jatuh waktu harus dipisahkan

01.2.2.4.Setoran kliring dan pindahan harus dipisahkan


01.2.2.5.Bank penerbit warkat harus dalam wilayah kliring yang sama.
01.3.Bubuhkan garis pembatas pada nominal setoran sesuai pecahannya antara
ratusan, ribuan dan jutaan serta garis bawahi terbilang nominal setoran
01.4.Bubuhkan stempel :
-Kliring(bertanggal) pada warkat
- Jika warkat titipan, gunakan stempel Kliring(tanpa tanggal) pada warkat
-Time Stampdan Diterimaserta tanda tangan pada formulirBS/SST
- Jika setoran titipan, bubuhkan pula stempelSetoran Titipan Kliring Untuk
Tglpada formulirBS/SST
01.5.Serahkan dan distribusikan formulirBS/SSTdan warkat
-Lembar pertama dan warkat ke bagian sundries
-Lembar kedua disimpan oleh teller
-Lembar ketiga ke nasabah

06.PENGAMBILAN TUNAI DI KANTOR BANK


01.Teller
01.1.Terima dari nasabah Slip Pengambilan Tabungan(SPT) yang telah diisi dan
ditandatangani beserta Kartu Tabungan.
01.2.Periksa serta yakinkan kebenaran dan kelengkapan pengisian SPT
Slip Pengambilan Tabungan (SPT)
-Nomor rekening
-Nama penabung
-Jumlah angka dan huruf sesuai
-Terdapat tanda tangan penarik
-Perubahan dalam penulisan
-Penarik adalah nasabah cabang sendiri
-Jika dikuasakan harus ada tanda tangan di atas materai yang sesuai oleh nasabah
(pemberi kuasa)
01.4.Periksa dan cocokan serta yakinkan tanda tangan pada SPT sesuai dengan
kartu contoh tanda tangan.
01.5.Kembalikan kartu tanda pengenal diri dan atau tanpa bukti nomor urut panggil,
minta penarik untuk menunggu panggilan
01.6.Periksa dan yakinkan kembali kebenaran serta kelengkapan pengisian SPT
01.7.Input ke komputer kode transaksi ........... (Tarikan Tunai)
Jurnal pembukuan:
Tabungan :
DR.Rekening Tabungan
CR.Kas Teller

(320.00.00.xx)
(101.00.00.02)

01.8.Cetak validasi komputer halaman belakang SPT


01.9.Periksa dan bandingkan data pada validasi sesuai dengan data pada SPT
01.11.Bubuhkan stempel Time Stampdan Dibayarserta tanda tangan pada
halaman depan SPT
01.12.Minta nasabah untuk membubuhkan tanda tangan kedua pada SPTsebagai
tanda terima

01.13.Cocokan tanda tangan pertama dengan tanda tangan kedua


01.14.Siapkan uang tunai sesuai isi SPT dan hitung di hadapan nasabah
01.16.Minta nasabah untuk menghitung uang tunai yang diterima dan jelaskan bahwa
keluhan atau kekurangan setelah meninggalkan bank tidak dilayani
01.17.Simpan lembar SPT
Catatan:
- Jika penerima uang bukan pemegang rekening dan jumlah uang tunai yang ditarik
melebihi limit konfirmasi, maka lakukan konfirmasi terlebih dahulu ke pemegang
rekening
- Jika transaksi melebihi limit teller ,mintalah otorisasi ke pejabat yang berwenang sesuai
dengan prosedur sbb:
02.Teller
02.1.Input ke komputer kode transaksi sesuai dengan jenis transaksi
02.2.Hubungi pejabat yang berwenang sesuai dengan wewenang untuk otorisasi
02.3.Serahkan formulir/warkat yang dimaksud ke pejabat yang berwenang
03.Pejabat yang berwenang
03.1.Terima slip yang dimaksud
03.2.Periksa dan yakinkan isi slip yang dimaksud
03.3.Input ke komputer kode transaksi .......... (Stand By Dan Authorisasi)
Ketik hurufA(Accept)untuk menyetujui dan huruf R(Reject) jika tidak
menyetujui
03.4.Bubuhkan tanda tangan pada slip yang dimaksud
03.5.Serahkan slip yang dimaksud ke teller

04.Teller
04.1.Terima slip yang dimaksud
04.2.Periksa dan yakinkan bahwa slip yang dimaksud sudah ditandatangani oleh
pejabat yang berwenang
04.3.Yakinkan pada monitor komputer transaksi sudah di otorisasi
04.4.Cetak validasi komputer

07.PENGAMBILAN TUNAI BUNGA /POKOK DEPOSITO


01.Teller
01.1.Terima dari nasabah :
-Bilyet Deposito
-Kartu Tanda Pengenal Diri
01.2.Periksa dan cocokan :
- Nama, alamat dan tanda tangan pada kartu tanda pengenal diri dengan bilyet
deposito
- Tanda tangan pada bilyet deposito dengan kartu specimen tanda tangan
01.3.Untuk penarikan tunai pokok deposito, minta nasabah mencantumkan di
halaman belakang bilyet deposito keterangan pemindahan dana yang dicairkan
serta tanda tangan
01.4.Serahkan bilyet deposito ke bagian deposito
01.5.Terima dari bagian deposito
-Voucher Likuidasi (VL)
-Bilyet deposito (jika penarikan tunai bunga deposito)
01.6.Input ke komputer kode transaksi ...............(Tarikan Tunai)
Jurnal pembukuan: DR.TTP Nas.Deposito
CR.Kas Teller

(310.00.00.02)
(101.00.00.02)

01.7.Cetak validasi komputer pada VL


01.8.Periksa dan bandingkan data pada validasi sesuai dengan data pada VL
01.9.Bubuhkan stempel Time Stamp,Dibayar,dan Penerimaan Uangserta tanda
tangan pada VL
01.10.Serahkan VLdan minta nasabah membubuhkan nama, alamat serta tanda
tangan pertama dan kedua hasil stempel Penerimaan Uangsebagai tanda
terima
01.11.Siapkan uang tunai sesuai dengan isi VL dan hitung dihadapan nasabah
01.12.Serahkan ke nasabah
-Uang tunai
-Kartu tanda pengenal diri
-Bilyet deposito (jika penarikan tunai Bunga deposito)

01.13.Minta nasabah untuk menghitung uang yang diterima dan jelaskan bahwa
keluhan atau kekurangan setelah meninggalkan bank tidak dilayani
01.14.Serahkan VL ke bagian deposito

08.PERMOHONAN TITIPAN INKASO


01.Teller
01.1.Terima dari nasabah
-FormulirPermohonan Untuk Inkaso(PUI) dalam rangkap 3 yang telah diisi
dan ditandatangani
-Warkat (Cek/BG) inkaso
01.2.Periksa
01.2.1.Pengisian permohonan inkaso berdasarkan atas
-Kota dari bank penerbit
-Tanggal jatuh waktu warkat
-Untuk tanggal jatuh waktu yang sudah berlalu disamakan dengan tanggal
setor
01.2.2.Formulir PUI
01.2.2.1.Kebenaran dan kelengkapan pengisian formulirPUI (Ditulis
dalam huruf cetak)
-Nama Nasabah
-Alamat Nasabah
-Nomor Rekening Nasabah
-Tanggal Permohonan
-Nama Bank Penerbit Warkat (Tertarik)
-Nomor Warkat
-Tanggal Jatuh Waktu Warkat
-Nominal Warkat
-Kota Tujuan Inkaso
-Nama Penyetor
-Tanda Tangan Penyetor
-Disposisi Hasil Inkaso
-Perubahan Dalam Penulisan
01.2.2.2.Kesamaan pengisian setiap lembar formulirPUI
01.2.3.Warkat
01.2.3.1.Kebenaran dan kelengkapan pengisian warkat
-Merupakan Warkat Inkaso (Bank Penerbit Diluar Wilayah
Kliring)
-Tanggal Efektif
-Jumlah Angka Dan Huruf Sesuai

-Perubahan Dalam Penulisan Ditandatangani Penarik


-Kondisi Fisik Tidak Cacat
-Nomor Warkat
-Khusus Untuk Cek
-Cek Atas Nama Atau Pembawa
-Cek Atas Nama Harus Di Endorsement
01.2.3.2.Keaslian warkat dengan menggunakan lampu ultra violet
01.2.3.3.Warkat yang belum dan jatuh waktunya berbeda harus
dipisahkan
01.3.Bubuhkan garis pembatas pada nominal setoran sesuai pecahannya antara
ratusan, ribuan dan jutaan serta garis bawahi terbilang nominal setoran
01.4.Bubuhkan stempel Time Stampdan Diterimaserta tanda tangan pada
formulir PUI
01.5.Serahkan dan distribusikan formulir PUIdan warkat
-Lembar pertama dan warkat inkaso ke bagian sundries
-Lembar kedua disimpan oleh teller
-Lembar ketiga ke nasabah

10.PERMOHONAN KIRIMAN UANG /LLG


01.Teller
01.1.Terima dari nasabah
- Formulir Permohonan Pengiriman Uang(PPU) dalam rangkap 3 yang telah
diisi dan ditandatangani
-Uang tunai (untuk penyetoran dengan tunai)
01.2.Hitung dihadapan nasabah jumlah uang tunai yang disetorkan termasuk biaya
pengiriman dan bandingkan dengan nominal setoran yang tertulis pada formulir
PPU
01.3.Untuk setoran dengan tunai, formulir PPU dapat dipakai sebagai bukti setoran
(Lihat Prosedur Teller-Setoran Tunai)
01.4.Periksa
01.4.1.FormulirPPU
01.4.1.1.Kebenaran dan kelengkapan pengisian formulirPPU(Ditulis dalam
huruf cetak
-Tanggal Setor
-Cara Pengiriman(Transfer biasa atau RTGS)
-Nama Penerima
-Alamat Dan Nomor Telepon Penerima Atau Nomor Kartu Tanda
Pengenal Diri
-Nomor Rekening Penerima
-Bank Penerima Lengkap Dengan Alamatnya
-Tanggal Pengiriman
-Nama Bank Penerbit Warkat
-Nomor Warkat
-Jumlah Angka Dan Huruf Sesuai
-Biaya Pengiriman (Diisi oleh bank)
-Tanda Tangan Pengirim
-Nama Pengirim
-Alamat Dan Nomor Telepon Pengirim
01.4.1.2.Kesamaan pengisian setiap lembar formulirPUI
-Cek Atas Nama Atau Pembawa
-Cek Atas Nama Harus Di Endorsement

11.PROSES AKHIR HARI


01.Teller
01.1.Tutup counter dan yakinkan tidak ada transaksi lagi
01.2.Input ke komputer kode transaksi ......(Print Transaksi Menurut Kode User) serta
bubuhkan nama dan tanda tangan
01.3.Jika saldo uang melebihi limit teller, lakukan penyetoran ke kepala teller (Lihat
Prosedur Kas Penyetoran Uang Tunai Ke Kepala Teller)
01.4.Siapkan serta rapihkan uang tunai dan bukti fisik lainnya lainnya seperti bukti
setoran/pengambilan
01.5.Siapkan dan isi formulir Sub Jurnal Kasir(SJK) serta bubuhkan nama dan
tanda tangan pada kolom Teller
01.6.Serahkan ke kepala teller
-Uang tunai yang sudah disimpan dalam kotak uang teller
-Bukti fisik lainnya
-Hasil cetak komputer kode transaksi 9762
-Formulir SJK
02.Kepala teller
02.1.Terima
-Uang tunai yang sudah disimpan dalam kotak uang teller
-Bukti fisik lainnya
-Hasil cetak komputer kode transaksi 9762
-Formulir SJK
02.2.Input ke komputer kode transaksi 9862(Lihat Transaksi Menurut Kode User)
02.3.Periksa dan cocokan
- Uang di dalam kotak uang teller dengan formulirSJKserta bubuhkan tanda
tangan pada kolom Kepala Teller
- Hasil cetak komputer kode transaksi 9762 dengan tampilan layar komputer
kode transaksi 9862 serta bubuhkan paraf
- Bukti fisik lainnya dengan hasil cetak komputer kode transaksi 9762 serta
bubuhkan paraf

02.4.Siapkan dan isi formulir Mutasi Harian Khusus Uang Tunai


(Gabungan)(MHKUT) dalam rangkap 2
02.5.Bubuhkan nama dan tanda tangan pada formulir MHKUT
02.6.Serahkan formulir MHKUT ke pejabat yang berwenang
03.Pejabat yang bertwenang
03.1.Terima formulir MHKUT
03.2.Periksa isi formulirMHKUTserta bubuhkan nama dan tanda tangan
03.3.Serahkan formulir MHKUT ke kepala teller
04.Kepala teller
04.1.Terima formulir MHKUTdan yakinkan sudah ditandatangani oleh pejabat
yang berwenang
04.2.Simpan lembar pertama formulir MHKUT
04.3.Serahkan ke bagian pembukuan
-Lembar kedua formulir MHKUT
-Bukti fisik lainnya
-Hasil cetak komputer kode transaksi 9762
-Formulir SJK

PROSEDUR

TABUNGAN

01.PEMBUKAAN REKENING
01.Customer Service
01.1.Tanyakan kepada nasabah jenis rekening tabungan yang akan dibuka dan
jelaskan spesifikasi dari setiap jenisnya
01.2.Siapkan dan minta kepada nasabah untuk mengisi serta melengkapi
01.2.1.Tabungan
-Formulir Permohonan Pembukaan Rekening(PPR)dalam rangkap 3
-Kartu specimen tanda tangan (3 lembar)
-Foto copy kartu tanda pengenal diri yang masih berlaku
-Surat kuasa (jika diperlukan)
01.2.2.Tabungan
-FormulirPermohonan Rekening ( ......) dalam rangkap 2
-Kartu specimen tanda tangan (3 lembar)
-Foto copy kartu tanda pengenal diri yang masih berlaku
-Surat kuasa (jika diperlukan )
01.3.Minta ke nasabah kartu tanda pengenal diri yang asli, periksa dan cocokkan data
pada formulir PPR serta kartu specimen dengan kartu tanda pengenal diri asli
01.4.Periksa dan yakinkan data dan tanda tangan pada formulir PPR, kartu
specimen tanda tangan dan kartu tanda pengenal diri telah benar, sama dan
sesuai
01.5.Input ke komputer kode transaksi 9801 (Lihat Data Nasabah Menurut Nama
Nasabah ), untuk mengetahui apakah calon nasabah pernah atau sudah terdaftar
sebagai nasabah rekening yang lain
01.6.Jika sudah terdaftar, catat nomor nasabah
01.7.Jika belum terdaftar, input ke komputer kode transaksi 9100 (Pembukaan
Nasabah) untuk mencatat data nasabah ke dalam komputer dan memperoleh
nomor nasabah
01.8.Untuk rekening Tabungan ....., siapkan buku Tabungan .....dan minta nasabah
untuk membubuhkan tanda tangan pada Kartu Contoh Tanda Tangan.
01.9.Serahkan berkas pembukaan rekening ke pejabat yang berwenang untuk
disetujui dan minta nasabah untuk menunggu

02.Pejabat Yang Berwenang


02.1.Terima berkas pembukuan rekening
02.2.Periksa dan yakinkan kebenaran serta kelengkapan data pembukuan rekening
02.3.Bubuhkan tanda tangan pada berkas pembukuan rekening,untuk rekening
Tabungan bubuhkan pula tanda tangan dan stempel Logo Bank pada buku
tabungan.
02.4.Serahkan berkas pembukaan rekening ke customer service
03.Customer Service
03.1.Terima dan periksa berkas pembukuan rekening sudah ditandatangani oleh
pejabat yang berwenang
03.2.Input ke komputer kode transaksi 3101 (Pembukuan Rekening Tabungan)
03.3.Bubuhkan nomor nasabah, nomor rekening, nama dan tanda tangan pada
formulirPPR
03.4.Serahkan lembar nasabah formulir PPR ke nasabah.
03.5.Siapkan formulirSlip Setoran Tabungan(SST)dan minta nasabah untuk
mengisi serta menandatangani.
03.6.Serahkan dan minta nasabah untuk menyerahkan ke teller
-FormulirSSTyang telah diisi dan ditandatangani
-Buku Tabungan.............. (untuk rekening Tabungan...............)
04.Teller
04.1.Tabungan .......
04.1.1.Terima dari nasabah
-FormulirSSTyang telah diisi dan ditandatangani
-Buku Tabungan ...........(untuk rekening Tabungan .............)
04.1.2. Terima uang tunai dari nasabah sebagai setoran pertama (Lihat Prosedur
Teller-Setoran Tunai)

04.1.3. Siapkan buku Tabungan ..........dan input ke komputer kode transaksi


3700 (Print Buku Tabungan Baru)
04.1.4. Periksa kebenaran hasil cetak pada bukuTabungan .....dengan data pada
formulir PPR.
04.1.5. Siapkan bukuTabungan ............dan Input ke komputer kode transaksi
3701 (Print Ulang Mutasi Tabungan)
04.1.6.Periksa kebenaran hasil cetak mutasi pada buku Tabungan ........dengan
formulir SST
04.1.7.Serahkan ke nasabah buku Tabungan .......dalam lembar nasabah
formulir SSTyang telah divalidasi
04.2.Tabungan ........................
04.2.1. Terima dari nasabah formulir SSTyang telah diisi dan ditandatangani
dan uang tunai sebagai setoran pertama (Lihat Prosedur Teller-Setoran
Tunai)
04.2.2.Serahkan ke nasabah lembar nasabah formulir SSTyang telah divalidasi
05.Customer Service
05.1.Serahkan dan distribusikan
-Formulir PPR :

Lembar pertama disimpan customer service


Lembar kedua untuk nasabah

-Kartu speciment tanda tangan : 1(satu)lembar untuk bagian teller


2(dua)lembar untuk kantor bank

02.PENUTUPAN REKENING
01.Customer service
01.1.Tanyakan kepada nasabah alasan penutupan rekening dan tawarkan produk yang
lainnya
01.2.Siapkan dan minta kepada nasabah untuk mengisi dan menandatangani formulir
Permohonan Penutupan Rekening Tabungan(PPRT) serta mengembalikan
buku tabungan.
01.3.Periksa kebenaran dan kelengkapan pengisian formulir PPRT serta
kepemilikan buku tabungan.
01.4.Serahkan formulir PPRTdan buku tabungan serta kartu tanda pengenal diri ke
bagian teller
02.Teller
02.1.Terima formulir PPRT dan buku tabungan serta kartu tanda pengenal diri
02.2.Periksa kebenaran dan keabsahan tanda tangan pada formulir PPRT dan buku
tabungan serta kartu tanda pengenal diri dengan membandingkannya pada kartu
specimen tanda tangan dan perhatikan ketentuan tanda tangan yang berlaku
kemudian bubuhkan tanda tangan
02.3.Serahkan formulir PPRTdan buku tabungan, serta kartu tanda pengenal diri ke
customer service
03.Customer Service
03.1.Terima berkas penutupan rekening dan kartu tanda pengenal diri
03.2.Periksa dan yakinkan berkas penutupan rekening sudah ditandatangani
03.3.Kembalikan kartu tanda pengenal diri ke nasabah
03.4.Serahkan berkas penutupan rekening ke pejabat yang berwenang

04.Pejabat Yang Berwenang


04.1.Terima berkas penutupan rekening
04.2.Periksa dan yakinkan kebenaran serta kelengkapan data penutupan rekening
04.3.Bubuhkan tanda tangan pada berkas penutupan rekening dan serahkan ke
customer service
05.Customer Service
05.1.Terima dan periksa berkas penutupan rekening sudah ditandatangani oleh pejabat
yang berwenang
05.2.Serahkan berkas penutupan rekening ke bagian tabungan
06.Bagian Tabungan
06.1.Terima berkas penutupan rekening
06.2.Lakukan proses penutupan rekening tabungan dengan input ke komputer kode
transaksi :
-

3589 (Pemberian Bunga Tabungan Untuk Penutupan Rekening )


Jurnal pembukuan :
-Pajak : DR.Tabungan
CR.Kas PPH Bunga Tabungan

(320.00.00.xx)
(310.00.01.01)

-Bunga : DR.Bunga Tabungan


CR.Tabungan

(801.00.01.01)
(320.00.00.xx)

- 3489 (Pembebanan Biaya Administrasi Penutupan Tabungan )


Jurnal pembukuan:
DR.Tabungan
CR.Hasil Adm

(320.00.00.xx)
(720.00.02.00)

06.3.Beritahukan customer service proses penutupan rekening tabungan telah


dilakukan.

07.Customer Servuce
07.1.Terima pemberitahuan dari bagian tabungan
07.2.Input ke komputer kode transaksi 9867 (Lihat Mutasi Dan Saldo Rekening )
07.3.Beritahu dan jelaskan ke nasabah saldo yang tersisa setelah ditambah bunga
tabungan dan dikurangi pajak serta biaya administrasi penutupan rekening
07.4.Siapkan Slip Pengambilan Tabungan (SPT) dan minta nasabah untuk mengisi
serta menandatangani kemudian mengambil sisa saldo di teller (Lihat Prosedur
Teller-Pengambilan Tunai)
07.5.Input ke komputer kode transaksi 3199 (Penutupan Rekening Tabungan)
07.6.Ambil dan keluarkan semua berkas pembukaan rekening nasabah tersebut serta
bubuhkan stempel Rekening Telah Ditutup
07.7.Simpan semua berkas pembukaan rekening tersebut bersama dengan berkas
penutupannya.

03.PERUBAHAN DATA TABUNGAN


01.Customer Service
01.1.Terima surat pemberitahuan dari nasabah mengenai perubahan data
01.2.Periksa dan yakinkan kebenaran pemberitahuan tersebut serta cocokan tanda
tangan dan kartu tanda pengenal diri dengan kartu specimen tanda tangan
01.3.Input ke komputer kode transaksi berdasarkan kegunaannya
-

3201 (Edit Rekening Tabungan )

Catatan :
Untuk perubahan lainnya seperti suku bunga atau default parameter hanya boleh
dilakukan oleh pejabat yang berwenang
02.Pejabat Yang Berwenang
02.1.Terima surat (internal memorandum ) dari pejabat yang berwenang mengenai
perubahan parameter tabungan / suku bunga / saldo minimum standard
02.2.Periksa dan yakinkan kebenaran surat tersebut
02.3.Input ke komputer kode transaksi berdasarkan kegunaannya
-

3200 (Edit Default Parameter Rekening Tabungan)


3206 (Edit Suku Bunga Menurut Kode Product Tabungan )
3207 (Edit Bunga Dan Saldo Minimum Standard Tabungan )

02.4.Simpan surat tersebut

04.PROSES AKHIR HARI


01.Bagian Tabungan
01.1.Terima bukti fisik transaksi dari teller
01.2.Cetak laporan dengan menginput ke komputer kode transaksi
-

9700 (Print Transaksi Harian )

9760 (Print Transaksi Menurut Kode Jenis Aplikasi)

9704 (Print Rekapitulasi Transaksi Menurut Jenis Nasabah )

01.3.Periksa dan cocokkan hasil cetak komputer dengan fisik transaksi serta
bubuhkan paraf.
01.4.Cetak laporan dari layar komputer dengan menginput kode transaksi 3820 (Lihat
Rekapitulasi Saldo Tabungan Menurut Kode Jenis Product)
01.5.Cocokkan hasil cetak layar komputer kode transaksi 3820 dengan saldo buku
besar pembukuan serta bubuhkan paraf
01.6.Simpan lembar pertama hasil cetak komputer
01.7.Serahkan ke bagian pembukuan
-Lembar kedua hasil cetak komputer
-Bukti fisik yang berhubungan dengan hasil cetak komputer

05.PROSES AKHIR BULAN


01.Bagian Tabungan
01.1.Input ke komputer kode transaksi 3993 (Proses Akhir Periode Tabungan )
01.2.Cetak laporan dengan menginput ke komputer kode transaksi sbb:
-

3718 (Print Bunga , Pajak, Biaya-Adm Akhir Periode )

3711 (Print Saldo Tabungan Menurut Kode Jenis Tabungan)

3820 (Lihat Rekapitulasi Saldo Tabungan Menurut Kode Jenis Product)

9703 (Print Daftar Mutasi Per Periode )

9797 (Print Daftar Rincian Giro/Tabungan (Laporan Bulanan B.I))

01.3.Cocokkan mutasi dan saldo dengan saldo buku besar pembukuan


01.4.Simpan lembar pertama hasil cetak komputer
01.5.Serahkan lembar kedua dan ketiga hasil cetak komputer ke bagian pembukuan
dan Internal Audit.

PROSEDUR

DEPOSITO

01.PROSES AWAL HARI


01.Deposito
01.1.Cetak daftar dengan menginput ke komputer kode transaksi sbb:
-

2704 (Print Deposito Yang Jatuh Tempo )

2705 (Print Bunga Deposito Yang Jatuh Tempo)

2711 (Print Deposito Yang Diperpanjang)

01.2.Proses pemindahan bunga deposito yang menginput ke komputer kode transaksi


2997 (Proses Pemindahan Bunga Deposito Secara Automatic)
01.3.Simpan hasi cetak komputer

02.PEMBUKAAN REKENING
01.Customer Service
01.1.Tanyakan kepada nasabah jenis rekening deposito yang akan dibuka dan jelaskan
spesifikasinya
01.2.Siapkan dan minta nasabah mengisi serta melengkapi
-Formulir Permohonan Pembukaan Rekening(PPR)
-Kartu specimen tanda tangan (1 lembar)
-Foto copy kartu tanda pengenal diri yang masih berlaku
-Surat kuasa (Jika diperlukan)
01.3.Minta ke nasabah kartu tanda pengenal diri yang asli, periksa dan cocokkan data
pada formulir PPR serta kartu specimen tanda tangan dengan kartu tanda
pengenal diri yang asli
01.4.Periksa dan yakinkan data dan tanda tangan pada formulir PPR,kartu specimen
tanda tangan dan kartu tanda pengenal diri telah benar sama dan sesuai
01.5.Jika tanda tangan pada kartu tanda pengenal diri berbeda dengan dokumen
lainnya, nasabah harus membuat surat pernyataan yang bermaterai mengenai
beda tanda tangan
01.6.Kembalikan ke nasabah kartu tanda pengenal diri yang asli
01.7.Input ke komputer kode transaksi 9801 (Lihat Data Nasabah Menurut Nama
Nasabah), untuk mengetahui apakah calon nasabah pernah atau sudah terdaftar
sebagai nasabah rekening yang lain
01.8.Jika sudah terdaftar, catat nomor nasabah
01.9.Jika belum terdaftar,input ke komputer kode transaksi 9100 (Pembukaan
Nasabah) untuk mencatat data nasabah ke dalam komputer dan memperoleh
nomor nasabah.
01.10.Serahkan berkas pembukaan rekening ke pejabat yang berwenang untuk
disetujui dan minta nasabah untuk menunggu
02.Pejabat Yang Berwenang
02.1.Terima berkas pembukaan rekening
02.2.Periksa dan yakinkan kebenaran serta kelengkapan data pembukaan rekening

02.3.Bubuhkan tanda tangan pada berkas pembukaan rekening


02.4.Serahkan berkas pembukaan rekening ke customer service
03.Customer Service
03.1.Terima dan periksa berkas pembukaan rekening sudah ditandatangani oleh
pejabat yang berwenang
03.2.Input ke komputer kode transaksi 2101 (Pembukaan Rekening Deposito )
03.3.Bubuhkan nomor nasabah, nomor rekening,nama dan tanda tangan pada berkas
pembukaan rekening
03.4.Siapkan Slip Setoran (SS) dalam rangkap 2, minta nasabah untuk mengisi
serta menandatangani
03.5.Serahkan SS ke teller dan minta nasabah untuk menunggu.
03.6.Terima setoran (Lihat Prosedur Teller-Setoran Tunai /Warkat Kliring)
04.Deposito
04.1.Terima serta periksa kelengkapan pengisian formulir PPR
04.2.Input ke komputer kode transaksi untuk memeriksa saldo efektif jika dana sudah
tersedia .
-

2802 (Lihat Data Nasabah Menurut Nama Nasabah )atau

2803 (Lihat Data Deposito Menurut Nomor Rekening)

04.3.Siapkan lembar bilyet deposito baru dalam rangkap 5


-Lembar ke 1
Bilyet deposito asli
-Lembar ke 2
Slip kredit (Pembukuan Asal) sebagai lampiran ke bagian pembukuan
-Lembar ke 3
Slip debet (Pembukuan Likuidasi) sebagai arsip bagian deposito dan disatukan
dengan kartu pembayaran bunga deposito.

-Lembar ke 4
Sebagai lembar registerasi dan kontrol ke bagian audit
-Lembar ke 5
Sebagai catatan bunga deposito yang dibayarkan dan arsip bagian deposito
04.4.Catat pada buku Registerasi Deposito(RD)pembukaan rekening tersebut
04.5.Cetak pada lembar bilyet deposito dengan menginput ke komputer kode
transaksi 2102 (Proses Realisasi Rekening Deposito)
Jurnal pembukuan:
DR.KS.TTP Nas.Deposito
CR.Deposito Berjangka

(310.00.00.02)
(330.00.01.00)

04.6.Setoran nominal dengan :


04.6.1.Kredit ke rekening,input ke komputer kode transaksi 9423
(Pemindahbukuan Secara Nota Debet /Kredit)
Jurnal pembukuan:
DR.Rekening Tabungan
DR.Rekening Giro
DR.Deposito Berjangka
CR.Deposito Berjangka

(320.00.00.xx)atau
(301.00.00.xx)atau
(330.00.01.00)atau
(330.00.01.00)

04.6.2.Tunai
Jurnal pembukuan:
DR.Kas Teller
CR.Deposito Berjangka

(101.00.00.02)
(330.00.01.00)

04.6.3.Kliring
Jurnal pembukuan:
DR.Rekening Giro Bank lain
CR.Pos Penyelesaian Kliring

(110.00.00.00)
(380.00.04.00)

Pada saat dana tersebut efektif:


DR.Pos Penyelesaian Kliring
CR.Deposito Berjangka

(380.00.04.00)
(330.00.01.00)

04.6.4.Transfer /LLG
Jurnal pembukuan:
DR.Rekening Giro Bank Lain
Cr.Deposito Berjangka

(110.00.00.00)
(330.00.01.00)

04.7.Periksa dan yakinkan data yang tercantum pada lembar bilyet deposito sudah
benar dan sesuai dengan permohonan
04.8.Bubuhkan pada lembar bilyet deposito
-Materai yang sesuai
-Stempel logo dan nama bank
-Check writter nominal deposito
-Tanda tangan (sesuai dengan ketentuan yang berlaku)
04.9.Serahkan lembar bilyet deposito dan formulir PPR ke pejabat yang
berwenang.
05.Pejabat yang berwenang
05.1.Terima lembar bilyet deposito dan formulir PPR
05.2.Periksa dan yakinkan kebenaran dan kelengkapan
-Formulir PPR
-Data pada lembar bilyet deposito
05.3.Bubuhkan tanda tangan pada lembar bilyet deposito dan formulir PPR (sesuai
dengan ketentuan yang berlaku)
05.4.Serahkan lembar bilyet deposito dan formulirPPR ke bagian deposito
06.Deposito
06.1.Terima lembar bilyet deposito dan formulir PPR
06.2.Periksa dan yakinkan lembar bilyet deposito dan formulir PPR sudah
ditandatangani oleh pejabat yang berwenang
06.3.Serahkan lembar bilyet deposito asli dan buku Tanda Terima(TT) ke customer
service.

07.Customer Service
07.1.Terima lembar bilyet deposito asli dan buku TT
07.2.Periksa dan yakinkan lembar bilyet deposito asli sudah ditandatangani oleh
pejabat yang berwenang
07.3.Minta nasabah membubuhkan nama jelas dan tanda tangan buku TTsebagai
tanda yerima bilyet deposito asli
07.4.Serahkan lembar bilyet deposito asli ke nasabah dan buku TT ke bagian
deposito.
08.Deposito
08.1.Terima dan periksa serta yakinkan buku TTsudah ditandatangani oleh nasabah
08.2.Serahkan dan distribusikan
-Formulir PPR :

Lembar pertama ke bagian pembukuan


Lembar ketiga disimpan bagian deposito

-Bilyet Deposito :

Lembar kedua ke bagian pembukuan


Lembar ketiga disimpan ke bagian deposito
Lembar keempat ke bagian audit
Lembar kelima disimpan bagian deposito

03.PERPANJANGAN DEPOSITO
01.Bagian Deposito
01.1.Lihat dan periksa hasil cetakan komputer untuk proses awal hari sistem (Daftar
Deposito Jatuh Tempo Tgl.........)
01.2.Terima memo intern yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang (jika ada
perubahan pada rekening deposito)
01.3.Perubahan dilakukan dengan menginput ke komputer kode transaksi berdasarkan
kegunaannya
-

2201 (Edit Rekening Deposito)

2202 (Edit Suku Bunga,Jangka Waktu Register Deposito)

01.4.Siapkan formulir Surat Penegasan Perpanjangan Deposito (SPPD) dalam


rangkap 3.
01.5.Cetak pada SPPDdengan Input ke komputer kode transaksi sesuai
kegunaannya
-

2206 (Perpanjangan Deposito) kondisi Non ARO (Non Automatic Roll Over)

2712 (Print Perpanjangan Deposito ) kondisi ARO (Automatic Roll Over)

Jurnal pembukuan:
DR.Deposito Berjangka
CR.Deposito Berjangka

(330.00.01.00)
(330.00.01.00)

Untuk ARO dan Bunga jurnalnya :


DR.Cadangan Bunga Deposito
CR.Deposito Berjangka

(370.00.00.01)
(330.00.01.00)

01.6.Simpan lembar asli surat perpanjangan deposito dengan diurut per nama nasabah
dan lembar copy disatukan dengan berkas pembukaan rekening

Catatan :
Apabila terdapat perubahan dengan suku bunga khusus (special rate) maka serahkan
SPPDke pejabat yang berwenang untuk ditandatangani sebagai persetujuan
02.Customer Service
02.1.Terima dari nasabah permintaan untuk perpanjangan rekening deposito
02.2.Siapkan dan minta nasabah untuk mengisi serta menandatangani formulir
Permohonan Perpanjangan Deposito (PPD)
02.3.Periksa kebenaran dan kelengkapan pengisian formulir PPD
02.4.Serahkan formulir PPDke bagian deposito dan minta nasabah untuk menunggu
03.Bagian Deposito
03.1.Terima dan periksa kebenaran dan kelengkapan pengisian formulirPPD
03.2.Ambil SPPDdari tempat penyimpanan
03.3.Periksa dan cocokkan SPPDdengan isi formulir PPD
03.4.Bubuhkan nama dan tanda tangan pada formulir PPD
03.5.Serahkan SPPD lembar pertama dan buku Tanda Terima (TT) ke bagian
customer service
04.Customer Service
04.1.Terima SPPD lembar pertama dan buku TT
04.2.Periksa dan yakinkan SPPDsudah di paraf oleh pejabat yang berwenang
04.3.Minta nasabah untuk membubuhkan nama lengkap dan tanda tangan pada buku
TT sebagai tanda terima
04.4.Serahkan SPPDke nasabah dan buku TTke bagian deposito

05.Deposito
05.1.Terima dan periksa buku TTsudah ditandatangani oleh nasabah
05.2.Serahkan dan distribusikan
-Surat SPPD

Lembar kedua ke bagian deposito


Lembar ketiga disimpan bagian pembukuan

04.PEMBAYARAN BUNGA JATUH TEMPO


01.Bagian Deposito
01.1.Lihat dan periksa hasil cetakan komputer kode transaksi 2705 (Print Bunga
Deposito Yang Jatuh Tempo)pada proses awal hari
01.2.Pembayaran bunga dengan cara :
01.2.1. Kredit ke rekening,input ke komputer kode transaksi 2997 (Proses
Pemindahan Bunga Deposito Secara Automatic)
Jurnal pembukuan:
DR.Cadangan Bunga Deposito
CR.Rekening Giro
CR.Rekening Tabungan

(370.00.00.01)
(301.00.00.xx)atau
(320.00.00.xx)

01.2.2.Tunai
01.2.2.1.Input ke komputer kode transaksi 2997 (Process Pemindahan
Bunga Deposito Secara Automatic)
01.2.2.2.Siapkan dan isi Nota Pengeluaran Kassa serta bubuhkan tanda
tangan .
Jurnal pembukuan :
DR.Cadangan Bunga Deposito
CR.Kas Teller

(370.00.00.01)
(101.00.00.02)

Apabila bunga deposito berupa titipan jurnalnya:


DR.KS.TTP.Nasabah Deposito
CR.Kas Teller

(310.00.00.02)
(101.00.00.02)

01.2.3.Transfer ke bank lain


01.2.3.1.Siapkan dan isi memo Untuk Transfer (UT) dan bubuhkan
tanda tangan serta serahkan ke bagian transfer
01.2.3.2.Input ke komputer kode transaksi 2997 (Process Pemindahan
Bunga Deposito Secara Automatic)

Jurnal pembukuan:
DR.Cadangan Bunga Deposito
CR.Rekening Giro Bank Lain

(370.00.00.01)
(110.00.00.00)

05.PENCAIRAN DEPOSITO JATUH TEMPO


01.Customer Service
01.1.Tanyakan ke nasabah alasan pencairan deposito dan coba tawarkan kemungkinan
lainnya yang lebih menarik
01.2.Minta ke nasabah
-Kartu tanda pengenal diri
-Menandatangani sebanyak 2 (dua) kali pada halaman belakang bilyet deposito
dan mencantumkan keterangan pemindahan dana yang dicairkan serta bubuhkan
tanda tangan
01.3.Periksa dan cocokkan data pada bilyet deposito dengan kartu tanda pengenal diri
01.4.Serahkan kartu tanda pengenal diri ke nasabah dan minta untuk ke bagian teller
(Lihat Prosedur Teller-Pengambilan Tunai Bunga /Pokok Depositop)
02.Bagian Deposito
02.1.Terima dari teller bilyet deposito yang akan dicairkan
02.2.Periksa dan yakinkan keaslian bilyet deposito serta cocokkan tanda tangan
dengan kartu speciman tanda tangan.
02.3.Input ke komputer kode transaksi 2302 (Pemindahan Nominal Deposito Jatuh
Tempo) untuk pemindahan nominal jatuh tempo ke saldo titipan efektif
Jurnal pembukuan :
DR.Deposito Berjangka
CR.KS TTP Nas.Deposito

(330.00.01.00)
(310.00.01.02)

02.4.Pencairan nominal dengan cara :


02.4.1. Kredit ke rekening, input ke komputer kode transaksi 9423
(Pemindahbukuan Secara Nota Debet /Kredit)
Jurnal pembukuan :
DR.KS.TTP Nas.Deposito
CR.Rekening Tabungan
CR.Deposito Berjangka

(310.00.00.02)
(320.00.00.xx)atau
(330.00.01.00)

02.4.2.Tunai
-Siapkan dan isi Nota Pengeluaran Kassa serta bubuhkan tanda tangan
Jurnal pembukuan :
DR.KS.TTP Nas.Deposito
CR.Kas Teller

(310.00.00.02)
(101.00.00.02)

02.4.3.Transfer ke bank lain


-Siapkan dan isi memo Untuk Transfer (UT) dan bubuhkan tanda
tangan serta serahkan ke bagian transfer
-Input ke komputer kode transaksi 9404 (Tarikan Nota Debet)
Jurnal pembukuan:
DR.KS.TTP Nas.Deposito
CR.Rekening Giro Bank Lain

(310.00.00.02)
(110.00.00.00)

02.5.Input ke komputer kode transaksi untuk memeriksa saldo efektif deposito


rekening tersebut sudah nihil
-

2802 (Lihat Data Nasabah Menurut Nama Nasabah) atau

2803 (Lihat Data Nasabah Menurut Nomor Rekening)

02.6.Input ke komputer kode transaksi 2199 (Penutupan Rekening Deposito)


02.7.Bubuhkan stempel Dicairkan Tgl......... pada bilyet deposito dan minta ke
pejabat yang berwenang membubuhkan tanda tangan
02.8.Simpan bilyet deposito yang dicairkan tersebut

06.PENCAIRAN DEPOSITO SEBELUM JATUH TEMPO


01.Customer Service
01.1.Tanyakan ke nasabah alasan pencairan deposito dan coba tawarkan kemungkinan
lainnya yang lebih menarik
01.2.Minta ke nasabah
-Kartu tanda pengenal diri
-Menandatangani sebanyak 2 (dua)kali pada halaman belakang bilyet deposito
dan mencantumkan keterangan pemindahan dana yang dicairkan serta bubuhkan
tanda tangan
01.3.Periksa dan cocokkan data pada bilyet deposito dengan kartu tanda pengenal
diri.
01.4.Serahkan kartu tanda pengenal diri ke nasabah dan minta untuk ke bagian teller
(Lihat Prosedur Teller-Pengambilan Tunai Bunga/Pokok Deposito)
02.Bagian Deposito
02.1.Terima dari teller bilyet deposito yang akan dicairkan
02.2.Periksa dan yakinkan keaslian bilyet deposito serta cocokkan tanda tangan
dengan kartu speciment tanda tangan
02.3.Input ke komputer kode transaksi 2306 (Pemberian Bunga Deposito Sebelum
Jatuh Tempo)
02.4.Input ke komputer kode transaksi 2307 (Pencairan Nominal Deposito Sebelum
Jatuh Tempo)untuk pemindahan nominal sebelum jatuh tempo ke saldo titipan
efektif
Jurnal pembukuan:
DR.Deposito Berjangka
CR.KS.TTP Nas.Deposito

(330.00.01.00)
(310.00.00.02)

02.5.Hitung penalti pembayaran yang harus dibayar nasabah (sesuai ketentuan yang
berlaku).
02.6.Pencairan nominal serta proses selanjutnya (Lihat Prosedur Deposito Pencairan
Deposito Jatuh Tempo)

07.PROSES AKHIR HARI


01.Bagian Deposito
01.1.Cetak laporan dengan menginput ke komputer kode transaksi
-

9700 (Print Transaksi Harian )

9760 (Print Transaksi Menurut Kode Jenis amplikasi)

9704 (Print Rekapitulasi Transaksi Menurut Jenis Nasabah)

2726 (Print Saldo Titipan Efektif Deposito)

2820 (Lihat Rekapitulasi Deposito Menurut Kode Jenis Product)

01.2.Cocokkan saldo deposito dengan saldo buku besar pewmbukuan


01.3.Cocokkan fisik dengan hasil cetak komputer dan bubuhkan tanda tangan
01.4.Simpan lembar asli hasil cetak komputer
01.5.Serahkan ke bagian pembukuan
-Lembar copy hasil cetak komputer
-Seluruh bukti fisik yang berhubungan dengan hasil cetak komputer

08.PROSES AKHIR BULAN


01.Bagian Deposito
01.1.Cetak laporan dengan menginput ke komputer kode transaksi
-

2702 (Print Deposito Baru)

2704 (Print Deposito Yang Jatuh Tempo)

2706 (Print Deposito Menurut Lama Jangka Waktu)

2707 (Print Deposito Menurut Kode Jenis Nasabah)

2711 (Print Deposito Yang Diperpanjang )

2723 (Print Akumulasi Bunga Deposito)

2726 (Print Saldo Titipan Efektif Deposito)

2727 (Print Deposito yang Dicairkan )

2728 (Print Deposito Diblokir)

2729 (Print Deposito yang Dicairkan Sebelum Jatuh Tempo)

2791 (Print Deposito Menurut Sandi Bunga)

2792 (Print Rincian Deposito(Laporan Bulanan B.I))

2795 (Print Perkiraan Kewajiban /Pencadangan Bunga ) Deposito Per Periode

01.2.Cocokkan mutasi dan saldo dengan saldo buku besar pembukuan


01.3.Simpan lembar pertama hasil cetak komputer
01.4.Serahkan lembar kedua hasil cetak komputer ke bagian pembukuan

PROSEDUR

INKASO

01.PENERIMAAN INKASO KELUAR


01.Inkaso
01.1.Terima dari teller
- Formulir Permohonan Untuk Inkaso (PUI) yang telah dibubuhi stempel
Time Stampdan ditandatangani oleh teller
- Warkat (Cek/BG) inkaso
01.2.Periksa kelengkapan dan kebenaran pengisian formulir PUI
-Nama nasabah
-Nomor rekening
-Kota tujuan
-Tanggal jatuh waktu
-Tanggal penyetoran
01.3.Untuk warkat inkaso
-Tanggal efektif
-Nama penerima
-Bank penerbit diluar wilayah kliring
01.4.Input ke komputer kode transaksi 9508 (Setoran Titipan Inkaso)
Jurnal pembukuan : DR.Inkaso Keluar
CR.Inkaso Keluar

(930.00.00.00)
(970.00.00.00)

01.5.Cetak validasi komputer pada formulir PUI,periksa dan bandingkan data pada
validasi sesuai dengan data pada formulir PUI
01.6.Jika terdapat kesalahan maka dapat dilakukan pembatalan dengan menginput ke
komputer kode transaksi 9518 (Reversal Setoran Titipan Inkaso)
01.7.Simpan formulir PUIdan warkat titipan inkaso dengan diurut per tanggal jatuh
waktu.

03.PENCAIRAN HASIL INKASO


01.Inkaso
01.1.Terima hasil inkaso masuk melalui
01.1.1.Bank Lain
-Informasi melalui telepon
-Nota kredit hasil inkaso dari bank lain
-Keterangan tolakan inkaso dan warkat yang ditolak (bila warkat inkaso
ditolak)
01.2.Periksa
01.2.1.Cocokkan hasil inkaso sesuai nomor PUI dan nominalnya.
01.3.Keluarkan
-Lembar copy formulir permohonan inkaso bank lain (kalau ditolak)
-Lembar pertama formulir PUI
01.4.Periksa dan cocokkan dengan nota kredit hsil inkaso dari bank lain
-Nomor inkaso
-Jumlah uang
-Nomor rekening
-Nama nasabah
01.5.Input dan cetak nota kredit melalui komputer kode transaksi
01.5.1.Untuk dana efektif, 9505 (Pencairan Titipan Inkaso Menurut Nomor
Warkat)
Jurnal pembukuan:
-

Rekening Administratif
DR.Giro Pada Bank Lain

(120.00.xx.00)

CR.Titipan Deposito
CR.Rekening Tabungan
CR.Titipan Inkaso

(310.00.00.02)atau
(320.00.00.xx)atau
(310.00.02.01)atau

Nominal Inkaso via Bank Lain


DR. Giro Pada Bank Lain
CR. Titipan Deposito
CR. Rekening Tabungan

(120.00.xx.00)
(310.00.00.02)atau
(320.00.00.xx)

Biaya Inkaso
DR. Giro Pada Bank Lain
CR. Hasil Inkaso

(120.00.xx.00)atau
(720.00.02.06)

01.5.2.Untuk Tolakan, 9525 (Tolakan Warkat Inkaso)


Jurnal pembukuan :
DR. Titipan Warkat Inkaso
CR. Titipan Warkat Inkaso

(936.00.00.01)
(976.00.00.01)

01.6.Jika terdapat kesalahan maka dapat dilakukan koreksi melalui komputer kode
transaksi 9535 (Reversal Tolakan Warkat Inkaso)
01.7.Hubungi nasabah untuk menyerahkan warkat inkaso yang ditolak serta
keterangan penolakan
01.8.Serahkan nota kredit hasil inkaso dan minta tanda tangan ke pejabat yang
berwenang.
02.Pejabat Yang Berwenang
02.1.Terima nota kredit hasil inkaso
02.2.Periksa dan cocokkan
-Keterangan tolakan inkaso dan warkat yang ditolak (bila warkat inkaso ditolak)
-Lembar pertama formulir PUI
02.3.Bubuhkan tanda tangan pada nota kredit hasil inkaso dan serahkan ke bagian
sundries.
03.Sundries/Inkaso
03.1.Terima dan periksa nota kredit hasil inkaso telah ditandatangani oleh pejabat
yang berwenang
03.2.Serahkan nota kredit ke customer service untuk diserahkan ke nasabah
03.3.Serahkan keterangan tolakan inkaso dan warkat yang ditolak ke customer service
untuk diberikan ke nasabah.

PROSEDUR

TRANSFER

01.TITIPAN TRANSFER KELUAR


01.LLG
01.1.Terima dari teller
-Formulir Permohonan Pengiriman Uang (PPU) yang telah dibubuhi stempel
Time Stampdan ditandatangani oleh teller.
-Warkat Cek/ BG (bila menggunakan warkat)
01.2.Periksa kelengkapan dan kebenaran pengisian formulir PPU
-Nama penerima
-Nama bank penerima
-Jumlah angka dan huruf sesuai
-Nomor rekening penerima
-Nama dan alamat pengirim
01.3.Untuk pembayaran dengan warkat
-Tanggal efektif
-Kebenaran penulis jumlah angka dan huruf
-Keaslian Warkat
-Perubahan dan penulisan
-Tanda tangan penarik
01.4.Periksa apakah biaya LLG telah dilunasi, jika belum dibebankan maka lakukan
pembebanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
01.5.Input ke komputer kode transaksi 9406 (LLG Keluar Secara Non Cheque/BG)
Jurnal pembukuan:
-

Titipan Transfer Keluar/LLG Keluar


DR. Kas Teller
DR. Titipan Deposito
DR. Rekening Tabungan
CR. Titipan Transfer
CR. Rekening Giro Bank Lain

(101.00.00.02)atau
(310.00.00.02)atau
(320.00.00.xx)atau
(310.00.02.00)atau
(110.00.00.00)

Biaya transfer
DR Titipan Deposito
DR Rekening Tabungan
DR Titipan Transfer
CR Hasil Transfer

(310.00.00.02)atau
(320.00.00.xx)atau
(310.00.02.00)
( 720.00.02.02)

01.6. Jika terdapat kesalahan maka dapat dilikukan pembatalan dengan


menginput ke komputer kode transaksi 9416 (Reversal LLG Keluar secara
Non Cheque/BG)
01.9. Lakukan jurnal pembukuan
DR Titipan Deposito
DR Rekening Tabungan
DR Titipan Transfer
DR Kas
CR Giro pada Bank lain

(310.00.00.02) atau
(320.00.00.xx) atau
(310.00.02.00) atau
(101.00.00.xx) atau
(120.00.xx.00)

02.KU MASUK
1. KU MASUK
1.1. Terima nota kredit LLG bank lain (2 rangkap) dari bagian kliring
1.2. Input ke komputer kode transaksi 9506 (LLG Masuk)
1.3. Jika terdapat kesalahan maka harus dilakukan pembatalan melalui komputer
kode transaksi 9516 (Reversal LLG Masuk)
1.4. Bubuhkan stempel Konfirmasi Kredit ..... pada lembar ke 2 nota kredit
LLG Bank lain.
1.5. Serahkan dan minta tanta tangan ke pejabat yang berwenang,pada nota
kredit LLG Bank lain
1.6. Jika nota kredit LLG tsb ditolak ,simpan untuk proses LLG keluar esok hari
1.7. Serahkan lembar ke 2 nota kredit LLG bank lain ke customer service untuk
disampaikan ke nasabah
1.8. Simpan lembar ke 1 nota kredit LLG Bank lain
1.9. Lakukan jurnal
Jurnal pembukuan :
-KU Masuk
DR Rekening Giro Bank Lain (110.00.00.00)
CR Titipan deposito
(310.00.00.02)atau
CR.Rekening Tabungan
(320.00.00.xx)atau
CR.Titipan Transfer
(310.00.02.00)
-Titipan KU Masuk
DR.Rekening Giro Bank Lain
CR. Titipan KU Masuk

(110.00.00.00)
(310.00.02.00)

03.KIRIMAN UANG KELUAR


01.Transfer
01.1.Terima dari teller
-Formulir Permohonan Pengiriman Uang (PPU) yang telah dibubuhi stempel
Time Stampdan ditandatangani teller
01.2.Periksa kelengkapan dan kebenaran pengisian formulir PPU
-Nama penerima
-Nama bank penerima
-Jumlah angka dan huruf sesuai
-Nomor rekening penerima
-Nama dan alamat pengirim
01.3.Periksa apakah biaya kiriman uang telah dilunasi, jika belum dibebankan maka
lakukan pembebanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
01.5.Bubuhkan nomor urut kiriman uang pada formulir PPU
01.6.Input ke komputer kode transaksi 9406 (LLG Keluar Secara Non Cheque/BG)
01.7.Jurnal pembukuan (Lihat Prosedur Transfer LLG Keluar)
01.8.Jika terdapat kesalahan maka dapat dilakukan pembatalan dengan menginput ke
komputer kode transaksi 9416 (Revrsal LLG Keluar Secara Non Cheque/ BG)
01.12.2.Bank Lain
01.12.2.1.Siapkan formulir pengiriman uang dari bank yang bersangkutan
01.12.2.2.Siapkan warkat Cek/BG bank yang bersangkutan untuk
pembayarannya
01.12.2.3.Serahkan dan minta ke pejabat yang berwenang menandatangani
pada :
-Formulir pengiriman uang bank yang bersangkutan
-Warkat Cek/BG bank yang bersangkutan
01.12.2.4.Serahkan formulir pengiriman uang dan warkat Cek/BG bank yang
bersangkutan ke bank koresponden

01.12.2.5.Setelah kembali,periksa dan yakinkan lembar copy formulir


pengiriman uang tersebut telah dibubuhi stempel serta tanda
tangan oleh bank koresponden
01.13.Lakukan jurnal :
Jurnal pembukuan:
DR.Titipan Deposito
DR.Rekening Tabungan
DR.Titipan Transfer
DR.Kas
CR.Giro Pada Bank Lain

(310.00.00.02)atau
(320.00.00.xx)atau
(310.00.02.00)atau
(101.00.00.xx)
(120.00.xx.00)

PROSEDUR

PEMBAYARAN TELEPON / LISTRIK

01.PERMOHONAN
01.Customer Service
01.1.Siapkan dan minta nasabah mengisi dan menandatangani diatas materai yang
cukup serta lengkapi
-Formulir Surat Kuasa Untuk Melaksanakan Pembayaran(SKP) dalam
rangkap 2
-Foto copy tagihan rekening terakhir
01.2.Periksa dan yakinkank kebenaran pengisian formulir SKP
-Nama nasabah
-Nomor rekening
-Nama pelanggan
-Alamat pelanggan
-Nomor kontrol listrik dan atau
-Nomor telepon
01.3.Periksa dan cocokkan tanda tangan nasabah pada formulir SKP dengan kartu
specimen tanda tangan serta bubuhkan paraf
01.4.Input ke komputer kode transaksi 7110 (Tambah Data Nasabah Jasa)
01.5.Serahkan lembar copy formulir SKP ke nasabah
01.6.Simpan lembar asli formulir SKP

02.PENERIMAAN TAGIHAN
01.Customer Service :
01.1.Terima kuitansi tagihan listrik dari PLN atau telepon dari Perumtel
01.2.Periksa kebenaran kuitansi tagihan tersebut
01.3.Keluarkan daftar nasabah debet rekening pembayaran listrik atau telepon
01.4.Periksa dan cocokkan kuitansi tagihan listrik / telepon dengan daftar nasabah
debet rekening tersebut
01.5.Serahkan kuitansi tagihan listrik/telepon ke unit jasa

03.PENDEBETAN REKENING
01.Unit Jasa
01.1.Terima kuitansi tagihan listrik atau telepon dari customer service
01.2.Periksa kebenaran dan kelengkapan kuitansi tersebut
01.3.Input ke komputer kode transaksi
-

7404 (Tarikan Nota Debet Nasabah Jasa Menurut Nomor Kontrol)atau


7405 (Tarikan Nota Debet Nasabah Jasa Menurut Nomor Rekening)

Jurnal pembukuan :
DR.Rekening Tabungan
CR.TTP.NAS U/Pemb.Telepon
CR.TTP.NAS U/Pemb.Listrik

(320.00.00.xx)
(310.00.02.02)atau
(310.00.02.03)

01.4.Jika terdapat kesalahan maka dapat dilakukan pembatalan melalui komputer


kode transaksi :
- 7414 (Reversal Tarikan Nota Debet Jasa Menurut Nomor Kontrol)atau
- 7415 (Reversal Tarikan Nota Debet Jasa Menurut Nomor Rekening)
01.5.Siapkan nota debet dan cetak
01.6.Jika saldo tidak mencukupi,hubungi nasabah yang bersangkutan untuk
menyetorkan dana ke rekeningnya
01.7.Cetak laporan komputer kode transaksi 7720 (Print Data Transaksi Jasa Menurut
Nomor Kontrol )untuk laporan transaksi pembayaran rekening listrik / telepon
pada hari tersebut
01.8.Serahkan dan minta tanda tangan ke pejabat yang berwenang pada :
-Nota debet
-Hasil cetak komputer kode transaksi 7720
-Kuitansi tagihan listrik / telepon
02.Pejabat Yang Berwenang
02.1.Terima berkas pendebetan dan kuitansi

02.2.Periksa dan cocokkan kebenarannya serta bubuhkan tanda tangan pada hasil
cetak kode transaksi 7720 dan nota debet
03.Unit Jasa
03.1.Periksa dan yakinkan nota debet dan hasil cetak komputer telah ditandatangani
oleh pejabat yang berwenang
03.2.Serahkan dan distribusikan
-Hasil cetak kode transaksi 7720 :
-Lembar asli ke customer service
-Lembar copy ke pembukuan
-Lembar copy disimpan unit jasa
-Nota debet dan kuitansi tagihan listrik / telepon ke customer service
04.Customer Service
04.1.Terima :
-Lembar asli hasil cetak kode transaksi 7720
-Nota debet
-Kuitansi tagihan
04.2.Periksa dan yakinkan berkas pendebetan telah ditandatangani oleh pejabat yang
berwenang
04.3.Simpan hasil cetak komputer kode transaksi 7720
04.4.Simpan nota debet dan kuitansi tagihan untuk diserahkan ke nasabah

04.PENOLAKAN PENDEBETAN
01.Customer Service
01.1.Jika sampai dengan batas waktu yang ditentukan nasabah belum juga
menyetorkan dana pada rekeningnya,maka
01.1.1. Kembalikan kuitansi tagihan nasabah ke PLN atau Perumtel dengan
tanda terima tertulis.
01.1.2. Input ke komputer kode transaksi 7211 (Edit Status Nasabah)untuk di
non aktifkan
01.1.3.Simpan tanda terima pengembalian kuitansi tagihan

05.PEMBAYARAN
01.Unit Jasa
01.1.Lakukan pembayaran dengan cara transfer untuk semua tagihan listrik / telepon
nasabah yang telah didebet ke PLN atau Perumtel di bank yang telah ditunjuk
01.2.Lihat Prosedur Transfer-LLG

06.PEMBATALAN
01.Customer Service
01.1.Siapkan dan minta nasabah mengisi dan menandatangani diatas materai yang
cukup formulir Pencabutan Surat Kuasa(PSK)
01.2.Periksa dan yakinkan kebenaran pengisian formulir PSK
-Nama nasabah
-Alamat rumah
-Nomor rekening
-Nama pelanggan
-Nomor kontrol listrik dan atau
-Nomor telepon
01.3.Keluarkan berkas permohonan pemberian kuasa nasabah bersangkutan
01.4.Periksa dan cocokkan kebenaran formulir PSKserta tanda tangan nasabah
dengan kartu specimen tanda tangan kemudian bubuhkan paraf
01.5.Serahkan formulir PSKserta berkas pemberian kuasa dan minta tanda tangan
ke pejabat yang berwenang
01.6.Input ke komputer kode transaksi 7910 (Hapus Data Nasabah Jasa )
01.7.Siapkan surat pemberitahuan pencabutan kuasa pendebetan melalui Bank untuk
nasabah yang bersangkutan ke PLN / Perumtel dan minta tanda tangan ke
pejabat yang berwenang
01.8.Kirimkan surat pemberitahuan tersebut ke PLN / Perumtel dengan tanda terima
secara tertulis
01.9.Simpan berkas pembatalan dan permohonan kuasa tersebut

PROSEDUR

STANDING ORDER

01.PERMOHONAN
01.Customer Service
01.1.Terima surat perintah standing order yang telah diisi dan ditandatangani oleh
nasabah
01.2.Periksa dan cocokkan tanda tangan nasabah pada surat perintah dengan kartu
specimen tanda tangan
01.3.Bubuhkan stempel Signature Verified dan tanda tangan pada surat perintah
01.4.Catat standing order pada buku registerasi dan bubuhkan tanda tangan
01.5.Serahkan dan minta tanda tangan ke pejabat yang berwenang pada surat perintah
dan buku registerasi
01.6.Input ke komputer kode transaksi
-

9170 (Tambah Data automatic Transfer)

01.7.Buat foto copy surat perintah


01.8.Simpan lembar asli surat perintah
01.9.Serahkan lembar copy surat perintah ke bagian yang berkepentingan

02.PENDEBETAN
01.Bagian yang berkepentingan
01.1.keluarkan berkas standing order
01.2.Periksa saldo nasabah
01.3.Jika saldo tidak cukup, perintah standing order ditunda kemudian
hubungi nasabah sampai saldo rekening nasabah cukup untuk didebet
01.4.Siapkan memo untuk transfer dan bubuhkan tanda tangan kemudian
serahkan ke bagian sundries/transfer.
01.5.Input ke komputer kode transfer 9404 (Tarikan Nota Debet)
Jurnal pembukuan :
DR.KS.TTP.Nasabah
CR.Rekening Giro Bank Lain

(310.00.00.xx)
(110.00.00.00.)

01.6.Simpan :
- Lembar copy formulir pengiriman uang
- Berkas standing order

03.PENUTUPAN
01.Customer Service
01.1.Terima surat pencabutan standing order yang telah diisi dan ditandatangani oleh
nasabah
01.2.Periksa dan cocokkan tanda tangan nasabah pada surat pencabutan dengan kartu
specimen tanda tangan
01.3.Periksa dan cocokkan surat pencabutan dengan surat perintah dan buku
registerasi :
-Nama nasabah
-Nomor rekening
-Jumlah uang
-Jangka waktu
01.4.Serahkan dan minta tanda tangan ke pejabat yang berwenang pada surat
pencabutan
01.5.Input ke komputer kode transaksi :
-9179 (Pembatalan Data Automatic Transfer)
01.6.Bubuhkan stempel Pembatalan pada surat perintah dan buku registerasi serta
bubuhkan tanda tangan
01.7.Buat copy surat pencabutan
01.8.Simpan lembar asli surat pencabutan
01.9.Serahkan lembar copy surat pencabutan ke bagian yang berkepentingan

PROSEDUR

PEMBLOKIRAN

01.PERMINTAAN INTEREN BANK


01.Pejabat yang berwenang
01.1.Terima surat pemberitahuan (internal memorandum) dari pejabat yang
berwenang mengenai pemblokiran yang dimaksud
01.2.Periksa dan yakinkan kebenaran surat tersebut
01.3.Lakukan pemblokiran melalui komputer kode transaksi sesuai kegunaannya
-

2205 (Edit Status Rekening Deposito )untuk rekening deposito

3205 (Edit Status Rekening Tabungan) untuk rekening tabungan

01.4.Bubuhkan tanda tangan dan tanggal dilakukan pemblokiran pada surat


pemberitahuan
01.5.Simpan surat pemberitahuan tersebut

02.PERMINTAAN BANK LAIN


01.Pejabat yang berwenang
01.1.Terima surat permohonan pemblokiran dari bank lain (dalam rangkap 2 ) yang
ditandatangani oleh pejabat yang berwenang bank tersebut
01.2.Periksa dan yakinkan kebenaran tanda tangan dengan konfirmasi ulang ke Bank
tersebut dan dapatkan bukti verifikasi dari Pejabat Bank tsb.
01.3.Periksa data pada surat tersebut dengan data pada komputer serta dokumen
rekening deposito yang dimaksud
01.4.Serahkan dan minta tanda tangan ke pejabat yang berwenang yang terdaftar serta
bubuhkan stempel BPR pada surat permohonan
01.6.Lakukan pemblokiran melalui komputer kode transaksi
-

2205 (Edit Status Rekening Deposito)

01.7.Bubuhkan tanda tangan dan tanggal dilakukan pemblokiran pada surat


permohonan
01.8.Bubuhkan stempel Diblokirpada dokumen rekening deposito yang dimaksud
01.9.Kirim lembar copy surat permohonan yang telah ditandatangani ke bank yang
mengirimkan/memohon blokir.
01.10.Simpan lembar asli surat permohonan tersebut

03.PERMINTAAN NASABAH
01.Customer Service
01.1.Terima dari nasabah
-Surat pernyataan kehilangan buku tabungan atau bilyet deposito
-Surat keterangan dari kepolisisan tentang kehilangan tersebut
-Foto copy kartu tanda pengenal diri
-Kartu tanda pengenal diri asli
01.2.Periksa dan yakinkan kebenaran surat tersebut
01.3.Cocokkan tanda tangan nasabah dengan kartu specimen tanda tangan
01.4.Serahkan berkas ke pejabat yang berwenang
02.Pejabat yang berwenang
02.1.Terima berkas kehilangan
02.2.Periksa kebenaran pernyataan tersebut
02.3.Lakukan pemblokiran atas Tabungan atau Deposito tersebut melalui komputer
kode transaksi
-

0251 ( Pemblokiran Tabungan )


0252 ( Pemblokiran Deposito)

02.4.Bubuhkan tanda tangan dan tanggal dilakukan pemblokiran pada surat


pernyataan kehilangan
02.5.Serahkan berkas kehilangan ke customer service
03.Customer Service
03.1.Terima dan yakinkan telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang pada
surat pernyataan kehilangan
03.2.Kembalikan kartu tanda pengenal diri asli ke nasabah
03.3.Simpan semua berkas tersebut

04.PENCABUTAN BLOKIR INTEREN


01.Pejabat yang berwenang
01.1.Terima surat pemberitahuan (Internal Memorandum) dari pejabat yang
berwenang mengenai pencabutan pemblokiran yang dimaksud
01.2.Periksa dan yakinkan kebenaran surat tersebut
01.3.Lakukan pencabutan pemblokiran melalui komputer kode transaksi sesuai
kegunaannya
-

2205 (Edit Status Rekening Deposito)untuk rekening deposito


3205 (Edit Status Rekening Tabungan)untuk rekening tabungan

01.4.Bubuhkan tanda tangan dan tanggal dilakukan pencabutan pemblokiran pada


surat pemberitahuan
01.5.Simpan surat penberitahuan tersebut

05.PENCABUTAN BLOKIR BANK LAIN


01.Pejabat yang berwenang
01.1.Terima surat permohonan pencabutan pemblokiran dari bank lain (dalam
rangkap 2) yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang bank tersebut
01.2.Periksa dan yakinkan kebenaran surat tersebut dengan verifikasi kepada Bank
tsb.
01.3.Periksa data pada surat tersebut dengan data pada komputer serta dokumen
rekening deposito yang dimaksud
01.4.Serahkan dan minta tanda tangan ke pejabat yang berwenang yang terdaftar pada
specimen tanda tangan kliring serta bubuhkan stempel BPR pada surat
permohonan tersebut
01.5.Lakukan pemblokiran melalui komputer kode transaksi
-

2205 (Edit Status Rekening Deposito)

01.6.Bubuhkan tanda tangan dan tanggal dilakukan pencabutan pemblokiran pada


surat permohonan
01.7.Bubuhkan stempel Dibatalkan di bekas stempel Diblokir Pada dokumen
rekening deposito yang dimaksud
01.8.Kirim lembar copy surat permohonan pencabutan pemblokiran yang telah
ditandatangani ke bank yang mengirimkan
01.9.Simpan lembar asli surat permohonan pencabutan pemblokiran tersebut.