Anda di halaman 1dari 4

Adenocorticothropinhormon

hormon
Adenocorticothropin
dr.wiwik
kusumawati
dr.wiwik kusumawati

Fotokopi:Restu
RestuFotokopi
Fotokopi(0274
(0274-7001172)
-7001172)
Fotokopi:

ADENOCORTICOTHROPIN
HORMON (ACTH) CORTICOSTEROID
dr.Wiwik Kusumawati

senin, 17 november 2008 (ELS)


Assalaamualaikum Wr. Wb, temen2 ini adalah kuliah ELS yang disampaikan oleh dr.wiwik, karena beliau
menyampaikannya dalam bentuk power point, jd ada sedikit banyak keterangan yang saya tambahkan dari
referensi (sherwood). Ada sedikit Informasi dari dr.wiwik, bahwa : Apabila membutuhkan penjelasan lebih lanjut
atau hendak berdiskusi silakan kontak ke els atau alamat email berikut : wiwik_fk_umy@yahoo.com.sg. Sekian
terima kasih, n met belajar (salam sehat)
PENDAHULUAN
Pada kesempatan ini, akan dibahas beberapa
adrenokortikotropin(ACTH), antara lain :
I.
Corticosteroid (ACTH) Mengapa Penting?
II.
Penggunaan luas
III.
Preparat Cara pemberian
IV.
Efek samping?

hal

yang

penting

terkait

hormon

KOMPETENSI
Setelah mempelajari topik ini mahasiswa akan dapat :
1. menjelaskan prinsip umum dan mekanisme kerja ACTH
2. menyebutkan klasifikasi ACTH
3. menjelaskan penggunaan klinis ACTH
4. menjelaskan efek & efek samping ACTH
seperti
yang
telah
disampaikan
pada
kuliah-kuliah
sebelumnya, bahwasannya, hipotalamus memproduksi 9
hormon penting, dimana salah satunya adalah corticotropin
realising hormon (CRH) yang membantu merangsang hipofisis
anterior untuk memproduksi hormon adrenokortikotropin
(ACTH), dimana ACTH tersebut akan dibawa melalui sirkulasi
menuju ke sistem endokrin di perifer yaitu korteks adrenal
yang terletak di supra renalis. Korteks adrenal terdiri atas
bagian korteks(sebelah luar) dan medulla (sebelah dalam).
Korteks adrenal terdiri atas 3 zona yang masing-masing
memproduksi hormon yang berbeda, zona tersebut antara
lain (dari luar ke dalam) :
I. zona
glomerulosa
memproduksi
hormon
mineralokortikoid
terutama
Aldosteron
yang
mempengaruhi keseimbangan mineral (elektrolit).
II. Zona fasikulata memproduksi hormon glukokortikoid
terutama kortisol yang berperan penting dalam
metabolisme glukosa, protein dan lemak.
III. Zona retikularis memproduksi hormon seks (adrenal
androgen) yang identik atau serupa dengan yang
dihasilkan oleh gonad (testis pada pria, ovarium pada
wanita.

Edited by : Bonxs

Buletin 4, Halaman 173

Adenocorticothropin hormon
dr.wiwik kusumawati

Fotokopi: Restu Fotokopi (0274 -7001172)

Corticosteroid, mekanisme feedback pada beberapa kondisi


A

Keterangan gambar :
= hipotalamus

= pituitari(hipofisis)

= adrenal

A. Pada gambar A, menunjukkan mekanisme umpan balik pada kondisi normal tanpa stres pada
aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal. Secara singkat, hipotalamus memproduksi corticotropin
realising hormon (CRH) yang memicu pituitari/ hipofisis menghasilkan adrenocorticotropin
hormon (ACTH) sehingga memicu adrenal untuk menghasilkan hormon kortisol yang akan
berikatan dengan globulin pengikat kortikosteroid kemudian terjadi efek fisiologis jaringan dan
memberikan umpan balik negatif ke hipotalamus dan hipofisis.
B. Pada gambar B, mekanisme umpan balik yang terjadi pada kondisi selama sakit (stres), stres
dan citokin pada hipotalamus menyebabkan produksi CRH meningkat, sehingga produksi ACTH
oleh hipofisis pun meningkat dan terjadi peningkatan jumlah kortisol dan penurunan jumlah
globulin pengikat kortikosteroid, sehingga terjadi peningkatan aksi fisiologis di jaringan dan
umpan balik negatif yang menurun ke hipotalamus.
C. Penurunan kortikosteroid selama acute illnes. Secara singkat, adanya gangguan di sistem saraf
pusat, terjadi apoplexy pada hipotalamus, penurunan kortisol, penurunan globulin pengikat
kortikosteroid, penurunan aksi fisiologis di jaringan.

Edited by : Bonxs

Buletin 4, Halaman 174

Adenocorticothropin hormon
dr.wiwik kusumawati

Fotokopi: Restu Fotokopi (0274 -7001172)

I. GLUCOCORTICOID
Hidrocortison (cortisol/cortisone)
Prednison
Prednisolon
Metil prednisolon
Betametason
Dexametason
Triamcinolon
Kortisol adalah glukokortikoid utama, berperan penting dalam metabolisme karbohidrat, protein
dan lemak serta memperlihatkan efek permisif yang bermakna pada aktivitas hormon lain dan
membantu kita mengatasi stres.
Corticosteroid, mekanisme dalam menimbulkan efek
Pada
gambar
disamping
dijelaskan
mekanisme
cortocosteroid dalam menimbulkan efek. Dijelaskan bahwa
corticosteroid bersama reseptor (sel sasaran.red), membentuk
kompleks corticosteroid reseptor, sehingga memicu MRNA untuk
melakukan sintesis protein, dan akhirnya terjadilah respon
steroid seperti efek metabolik, imunosupresif dan anti inflamasi
pada glukokortikoid.

Corticosteroid, mekanisme dalam menimbulkan efek samping


Setelah
kita
mengetahui
efek
fisiologis
dari
kortikosteroid diatas, sekarang kita lihat gambar
disamping
yang
menjelaskan
tentang
mekanisme
kortikosteroid dalam menimbulkan efek samping. Efek
samping yang terjadi ada kaitannya dengan pemberian
kortikosteroid yang terus menerus, seharusnya pemberian
kortikosteroid yang ditujukan untuk terapi, diberikan jika
terdapat indikasi dan penggunaannya jangan terus
menerus karena beberapa alasan, antara lain :
Obat2 tersebut menekan respon peradangan dan
imunitas normal.
Efek farmakologis yang kurang menguntungkan
dapat muncul pada pemberian glukokortikoid
jangka panjang
Glukokortikoid
eksogen
dosis
tinggi
akan
menimbulkan umpan balik negatif yang menekan
sumbu hipotalamus-hipofisis anterior yang penting
untuk mendorong sekresi glukokortikoid normal.
EFEK GLUCOCORTICOID
1. Efek Metabolik
2. Efek Antiinflamasi
3. Efek Immunosuppresan
1. Efek Metabolik
Gluconeogenesis (pembentukan glukosa baru), letaknya di hati(hepar) yang mengacu
kepada perubahan sumber-sumber nonkarbohidrat (asam amino) menjadi karbohidrat di
hati.
katabolisme protein & tulang
output glukosa liver
utilisasi glukosa
Edited by : Bonxs

Buletin 4, Halaman 175

Fotokopi: Restu Fotokopi (0274 -7001172)

Adenocorticothropin hormon
dr.wiwik kusumawati

2. Efek Antiinflamasi
Imunokompeten dan makrofag
Sintesis mediator inflamasi
lipokortin , menekan gen (Fosfolipase A2)
3. Efek Immunosuppresan
Fungsi monosit/makrofag
T helper cells (T4)
Release IL1 & IL2
Transpor limfosit dan produksi antibody
PENGGUNAAN
Antiinflamasi : Arthritis rematoid, Ulcerative colitis, Inflamasi pada mata, kulit
Antialergi
: Asthma bronchial
Supresi imun : Transplantasi jaringan/organ, Leukemia/limfoma
Hydrocortison : oral, injeksi iv, topical
Prednisolon : oral, antiinflamasi & antialergi
Betametason & dexametason: poten, tanpa efek retensi Na (oedem cerebri)
Beclometason,dipropionat, budesonide: lebih aktif oral, aerosol (asma), topical (eksim)
Triamcinolon : asma berat, injeksi intra artikular
II. MINERALOKORTIKOID
Aldosteron
Fludrocortison (insufisiensi adrenal)
Reabsorbsi Na
Ekskresi K & H
Kerja dan pengaturan mineralokortikoid adrenokorteks yang utama adalah aldosteron, secara
singkat, aktivitas aldosteron terutama adalah ditubulus distal ginjal, tempat hormon ini meningkatkan
retensi Na+ dan meningkatkan eliminasi K+ selama proses pembentukan urin. Peningkatan retensi Na+
oleh aldosteron secara sekunder memicu retensi osmotik H2O sehingga volume CES bertambah, yang
penting dalam pengaturan jangka panjang tekanan darah.
EFEK SAMPING
Dosis tinggi
Metabolik (moon face, striae, hiperglikemia, weakness, osteoporesis)
Retensi cairan (hipokalemia, hipertensi)
Supresi adrenal (atrofi adrenal)
Infeksi ( kepekaan)
Komplikasi lain (psikosis, katarak, glaukoma, ulkus peptik, reaktivasi tbc)
Mekanisme efek samping dari mineralokortikoid hampir sama dengan efek samping yang terjadi pada
glukokortikoid.

Alhamdulillahirabbilalamin..

Edited by : Bonxs

Buletin 4, Halaman 176