Anda di halaman 1dari 7

PathologyofofAdrenal

AdrenalGland
Gland
Pathology
dr.
Haryadi,
Sp.PA
dr. Harijadi, Sp.PA

Fotokopi:Restu
RestuFotokopi
Fotokopi(0274
(0274-7001172)
-7001172)
Fotokopi:

PATHOLOGY of ADRENAL
GLANDS
dr. Haryadi, Sp.PA
Senin, 10 Nov 2008 , 07.00-08.00 (1 jam)
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.. Wah, kuliah pagi di Amphi B yang penuh dengan kebaikan niy
insyaAllah, hehe. Meski microphone rusak, namun temen-temen tetep antusias mengikuti kuliah. Begitu pun dengan
editor, yang langsung senyum-senyum sendiri saat tahu kalau sebagian suara dr. Haryadi menjadi tidak terekam dalam
program audiocity :P. Oke, jadi kuliah ini membicarakan tentang patologi anatomi dari kelenjar adrenal/ suprarenal.
Sebetulnya isinya tidak begitu berbeda dengan kuliah-kuliah yang kita dapatkan dari departemen penyakit dalam,
bedah, dll, karena sama-sama membicarakan kelainan-kelainan yang terjadi pada kelenjar adrenal, hanya
ditambahkan tentang gambaran patologis dari masing-masing kelainan.
Kelenjar Adrenal Normal
keterangan gambar 1:
Normal Adrenal Gland
Nampak kelenjar adrenal yang normal. Bentuknya seperti bulan
sabit (histologi dasar L.Carlos Junqueira dkk) atau seperti bukit
(dr. Haryadi, Sp.PA). Letak kelenjar ini di dalam tubuh adalah di
atas ginjal (supra renal). Kelenjar terdiri atas dua lapisan; lapisan
perifer kuning, yaitu korteks adrenal; dan lapisan pusat coklatkemerahan yang warnanya lebih gelap yaitu lapisan medulla.

Gbr 1

Korteks

medula

Normal Cortex Adrenal


Cortex adalah bagian yang bersifat endokrin pada kelenjar adrenal ini. Sel-selnya berperan menghasilkan hormon
steroid. Cortex adrenal dibagi menjadi tiga bagian: zona glomerularis (15%) yang menghasilkan hormon
mineralokortikoid, zona fasciculate (65%) yang menghasilkan hormone glukortikoid dan adrenal androgen, dan zona
retikularis (7%) yang juga menghasilkan glukokortikoid dan adrenal androgen.
kapsul

Tambahan keterangan tentang bagian


medulla adrenal:

Zona Glomerularis

Fungsi normal medulla adrenalis mencakup


produksi 2 jenis katekolamin, yaitu epinefrin
dan norepinefrin, yang member respon
terhadap stimulasi ganglion simpatis (seperti
stress).
Kedua
hormone
tersebut
meningkatkan kadar glukosa darah dengan
merangsang glokogenolisis di hepar serta
dapat meningkatakan sirkulasi darah ke
jantung.

Zona Fasciculata

Zona Retikularis
Gbr 2

Macam-mcam kelainan kelenjar adrenal yang akan kita pelajari di kuliah ini:
CORTEX
- Hypercorticism/ Cushing syndrome
- Hyperaldosteronism
- Adrenal virilsm
- Hypocorticism
MEDULLA Biasanya kelainannya berupa tumor-tumor khusus seperti:
- Pheochromocytoma
- Medulloblastoma
Edited by : Niken

Buletin 3, Halaman 88

Pathology of Adrenal Gland


dr. Harijadi, Sp.PA

Fotokopi: Restu Fotokopi (0274 -7001172)

Keterangan gambar 3:
Penyajian
diagramatik
dari
steroidogenesis kelenjar adrenal
yang normal.

Gbr 3

Pengaturan sintesis diperankan oleh


hipofisis anterior yang melepaskan
ACTH. ACTH akan diterima oleh sel-sel
di korteks adrenal dan akan berkembang
menjadi
bentuk-bentuk
komponen
glukokortikoid, dan sex steroid.
Pada
dasarnya
semua
tahap
pembentukan ketiga steroid ini terjadi di
dalam mitokondria dan reticulum
endoplasma. Setiap tahap dikatalisis
oleh system enzim yang spesifik, yaitu
hidroksilase 17-, 21- dan 11-.
Pada gambar, angka-angka yang diberi
bulatan berarti jenis enzim hidroksilase
yang bekerja. Sebagai contoh perubahan
progesterone
menjadi
11deoxycorticosterone dikatalisis oleh
enzim hidroksilase 21, kemudian oleh
enzim hidroksilase 11 diubah menjadi
corticosteron, dan seterusnya.
Keterangan Gambar 4:
Defek/ blok pada enzim hidroksilase
dapat merusak tahapan sintesis
steroid oleh ACTH. ACTH yang
tidak ada lawannya kemudian
menyebabkan apa yang disebut
hiperplasi
adrenal.
Akibatnya,
terjadi penurunan sintesis kortisol
dan aldosteron dan produksi
berlebihan
pada
steroid
sex
(androgen saja).
Kadang-kadang, kelainannya bisa
menyeluruh
(karena
hiperplasi
adrenal) dan meyebabkan ketiga
hormone steroid meningkat atau
dapat sebagian saja, seperti hanya
sex steroidnya yang meningkat
namun kortisol dan aldosteronnya
turun..

Gbr 4

CUSHINGS SYNDROME
Sindrom klinik ini diakibatkan karena produksi kortisol yang berlebihan.
Gambaran klinis ditandai dengan: obesitas/ kegemukan sentral, hirsutisme, hipertensi, diabetes dan
osteoporosis, serta metabolisme glukosa yang abnormal, lemah otot, amenorrhea, jerawat, dan kelainan mental
yang dapat berupa depresi sampai euphoria ataupun psikosis.
Penyebab utamanya adalah sekresi ACTH yang berlebihan dari kelenjar hipofisis, neoplasma korteks
adrenal atau dapat juga karena efek iatrogenic dari agen-agen steroid ACTH.

Edited by : Niken

Buletin 3, Halaman 89

Pathology of Adrenal Gland


dr. Harijadi, Sp.PA

Fotokopi: Restu Fotokopi (0274 -7001172)

Keterangan gambar:
Pituitary Cushing Syndrome
Sindrom cushing yang diakibatkan sekresi ACTH
yang berlebihan oleh hipofisis anterior dan dapat
menyebabkan
hiperplasi
adrenal
bilateral,
dan
menimbulkan sekresi kortisol yangberlebihan.
Adrenal Cushing Syndrome
Karena hiperfungsi adrenal otonom, sebagian
besar sekresi korteks adrenal keluar dari adenoma
fungsional, kadang-kadang hal ini adalah karsinoma, dan
yang lebih jarang lagi disebabkan karena hiperplasi
nodular dan yang lainnya tidak diketahui sebabnya.
Ditandai dengan tingginya konsentrasi kortisol dan
ACTH yang rendah.
Paraneoplastic Cushings Syndrome
Sebab kelainan ini diakibatkan oleh sekresi
ACTH ektopik, atau beberapa pecahan bahan yang secara
biologis aktif yaitu dari kanker non endokrin.
Iatrogenic Cushings Syndrome
Timbul
dari
pemakaian
glukokortikoid/
kortikosteroid
yang
lama.
Steroid
eksogenus
menimbulkan semua jenis gejala-gejala klinik dari
sindrom Cushing tetapi pada waktu yang sama
menghasilkan atrofi korteks adrenal bilateral, yang
berhubungan dengan supresi dari sekresi ACTH.
Gambaran Patologis dari Kelainan-Kelainan yang Mengakibatkan Hipercorticism/ Cushings Syndrome
ADRENOCORTICAL HYPERPLASIA ADRENOCORTICAL ADENOMA
ADRENAL CORTICAL ADENOMA

Gambaran makroskopis adenoma


korteks adrenal ditandai dengan
korteks
yang
padat
dan
circumscribed (melingkar).

Secara makroskopis, dapat dilihat


cortex adrenal berwarna kuning,
menebal, dan multinodular.

MIKROSKOPIS
Sel-sel yang terlihat
adrenal.

pada

adenoma

cortex

Tersusun sel-sel kortikal yang mengandung lemak


dalam sarang-sarang yang nampak seperti pada
gambar.

Edited by : Niken

Buletin 3, Halaman 90

Pathology of Adrenal Gland


dr. Harijadi, Sp.PA

Fotokopi: Restu Fotokopi (0274 -7001172)

Compact adenoma tersusun sel-sel padat

korteks adenoma yang berwarna hitam pada


sindrom Cushing
Keadaan Klinis Sindrom Cushing

Sindrom Cushing terjadi pada setiap usia, tetapi kebanyakan timbul pada usia pertengahan.
Gejala-gejala sindrom Cushing menyertai kerja glukokortikoid.
Penumpukan jaringan adipose pada tempat-tempat tertentu, menimbulkan moon face, pundak
seperti kerbau, namun ekstremitas tetap kecil dikarenakan kelemahan otot, atrofi kulit dengan
easy bruishing dan stria keunguan terutama di bagian bawah abdomen, serta hirsutisme.
Kelemahan otot, osteoporosis, amenorrhea, hipertensi, hiperglikemi dan gangguan psikologis.
Perubahan Morfologi pada Kelenjar Adrenal
Hyperplasia bilateral dari zona fasciculate adrenal terjadi bila sindrom yang ditimbulkan oleh
stimulasi ACTH.
Atrofi korteks adrenal terjadi pada sindrom yang dikarenakan pengobatan glukokortikoid
exogen.
Adenoma atau karsinoma korteks adrenal.
Adenoma lebih sering terjadi.
Tidak dapat ditekan dengan steroid adrenal exogen pada tes supresi dexamethasone.
Sebaliknya, hipercorticisme yang disebabkan karena kelenjar hipofisis biasanya dapat ditekan.
Tes ini berguna untuk membadakan penyebab hipercortisme.
ACTH meningkat pada hipercorticism hipofisis dan pada produksi ektopik. Sedang ACTH
menurun pada hiperticocism yang disebabkan karena kelenjar adrenal.

HYPERALDOSTERONISM
Hiperaldosteron/ aldosteronisme adalah keadaan klinis yang disebabkan oleh produksi berlebihan aldosteron.

Edited by : Niken

Buletin 3, Halaman 91

Pathology of Adrenal Gland


dr. Harijadi, Sp.PA

Fotokopi: Restu Fotokopi (0274 -7001172)

Pengaturan sekresi
aldosteron paling besar diperankan oleh konsentrasi ion
kalium dan system rennin-angiotensin. Mengenai fisiologis
bagaimana system rennin-angiotensin ini berjalan, sudah
kita pelajari pada kuliah faal endokrin dari prof Sri
Kadarsih di bulletin 1 kemarin.
Aldosteron meningkatkan reabsorpsi natrium tubulus
proksimal ginjal dan menyebabkan ekskresi kalium dan ion
hydrogen. Konsekuensi klinis kelebihan aldosteron adalah
retensi natrium dan air, peningkatanvolume cairan ekstra
sel dan hipertensi. Selain itu, juga terjadi hipernatremia,
hipokalemia dan alkalosis metabolic.
Ada dua jenis aldosteronisme:
1. Primer
2. Sekunder
Aldosteronisme Primer ( Syndrome Conn)
Disebabkan karena hiperfungsi primer mineralokortikoid adrenal.
Biasanya merupakan hasil dari adenoma adrenokortikal (aldosteronisma) yang memproduksi
aldosteron.
Dapat disebabkan karena hiperplasi dari zona glomerulosa.
Dapat juga dikarenakan karsinoma adrenokortikal.
Gambaran klinis ditandai hipertensi, retensi air dan natrium, hipokalemia, sering dengan
alkalosis hipokalemik.
Terjadi penurunan serum rennin karena feedback negative dari tekanan darah yang meningkat
pada sekresi rennin.
Aldosteronism Sekunder
Timbul sekunder karena iskemik ginjal, tumor pada ginjal dan edema (example: sirosis, sindrom
nefrotik, dan kegagalan jantung).
Disebabkan oleh stimulasi system rennin-angiotensin.
Terjadi peningkatan serum rennin. Hal ini berkebalikan dengan aldosteronisme primer. Rennin
yang disintesis di apparatus juksta glomerulus ginjal menyebabkan konversi angiotenogen
menjadi angiotensin I, yang dengan dikatalisis oleh angiotensin converting enzyme (terutama di
Paru-paru) dikonversi lagi menjadi angiotensin II. Pelepasan aldosteron difasilitasi oleh
angiotensin II.

ADRENAL VIRILISM (Adrenogenital Syndrome)


Etiologi
Defek enzim congenital, menyebabkan terhentinya produksi kortisol dan sebagai kompensasinya
ACTH meningkat. Efeknya adalah hiperplasi kelenjar adrenal dengan produksi steroid androgen
yang berlebihan.
Defisiensi hidroksilase-21. Lebih sering terjadi, menyebabkan hilangnya garam dan hipotensi.
Defisiensi hidroksilase-11. Lebih jarang terjadi, menyebabkan retensi garam dan hipertensi.
Tumor Korteks Adrenal
Gambaran klinis: virilisme pada wanita dan pubertas prekok pada laki-laki.

HYPOCORTICISM (adrenal hypofunction)


Dapat secara primer disebabkan oleh kelenjar adrenal atau secara sekunder karena hipofungsi
hipotalamus dan hipofisis.
Ditandai dengan: defisiensi glukokortikoid (kortisol primer), sering dihubungkan dengan defisiensi
mineralokortikoid.
1. ADDISON DISEASE
2. Waterhouse Friderichsen syndrome
Insufisiensi Korteks Adrenal
Efek klinis ditimbulkan karena defisiensi mineralokortikoid dan glukokortikoid.

Edited by : Niken

Buletin 3, Halaman 92

Pathology of Adrenal Gland


dr. Harijadi, Sp.PA

Fotokopi: Restu Fotokopi (0274 -7001172)

Gambaran klinis: berat badan menurun, letargi/ kelelahan,


hipotensi, pigmentasi, dan hiponatremi.
Penyebabnya meliputi tuberculosis dan sindrom Waterhouse-Friderichsen.
1. ADDISON DISEASE
Paling banyak disebabkan karena atropi adrenal idiopatik (adrenalitis limfositik autoimun).
Dapat juga karena tuberculosis, metastatic tumor dan berbagai infeksi.
Ditandai dengan hipotensi, meningkatnya pigmentasi kulit, penurunan serum sodium, klorida,
glukosa, dan bikarbonat, seta peningkatan serum potassium.
2. Waterhouse Friderichsen syndrome
Merupakan insufisiensi adrenal dan kolaps vascular karena nekrosis hemoragik pada korteks
adrenal.
Sering dihubungkan dengan penyebaran koagulasi/ bekuan intravascular.
Secara khas disebabkan karena meningococcemia, paling banyak dihubungkan dengan mengitis
meningococcal.
Adrenals pada Waterhouse-Friderichsen syndromedestroyed by hemorrhage
Gambar adrenal dengan syndrome
Waterhouse-Friderichsen.
Bagian
adrenal yang gelap adalah suatu
perdarahan yang nyata

TUMOR PADA MEDULA ADRENAL


Phaeochromocytoma
Berasal dari sel-sel kromafin medulla adrenal (jika berasal dari sel-sel kromafin ekstra adrenal,
disebut paraganglioma).
Lebih sering jinak, hanya 10% menjadi ganas.
Ditandai dengan meningkatnya ekskresi katekolamin (epinefrin atau norepinefrin) dan
metabolitnya (metanefrin, normetanephrine, dan vanilly mandelicacid/ VMA) melalui urin.
Dapat menyebabkan hiperglikemia.
Dapat merupakan bagian dari MEN IIa atau MEN IIb (III).
Dapat dihubungkan juga dengan neurofibromatosis atau dengan penyakit von Hippel-Lindau.
Gejala timbul karena sekresi berlebihan katekolamin (example: hipertensi, berkeringat).
Dapat familial dan dihubungkan dengan tumor endokrin lainnya.
Merupakan penyebab hipertensi sekunder yang dapat disembuhkan/ curable.

Gambaran perbandingan kelenjar adrenal dengan


medulamengalami phaeochromocytoma (kiri
dengan kelenjar adrenal normal (kanan)
Edited by : Niken

Gambaran mikroskopis sel-sel kromafin pada


phaeochromocytoma

Buletin 3, Halaman 93

Fotokopi: Restu Fotokopi (0274 -7001172)

Pathology of Adrenal Gland


dr. Harijadi, Sp.PA

Neuroblastoma
Merupakan tumor penghasil katekolamin dengan keganasan tinggi pada awal masa anak-anak.
Katekolamin urin dan metabolitnya sama seperti pada phaeokromositoma.
Menyebabkan hipertensi.
Biasanya berasal dari medulla adrenal dan sering tampak sebagai massa abdomen yang luas.
Kemungkinan berkonversi menjadi bentuk yang lebih terdiferensiasi yang disebut
ganglioneuroma.
Ditandai dengan amplifikasi M-myc oncogene dengan ribuan copy gen tiap sel.
Amplifikasi menghasilkan perubahan kariotipik menjadi region staining yang homogeny atau
double minute kromosom
Jumlah copy N-myc gen tergantung pada keagresifitasan dari tumor.
Neuroblastoma ganas kadang-kadang berdiferensiasi menjadi sel jinak, dan perubahan ini
direfleksikan oleh reduksi bertanda dari amplifikasi gen.
Gambaran mikroskopis dari neuroblastoma
(sel-sel neurogenik primitive)

MULTIPLE ENDOCRINE NEOPLASIA (MEN) SYNDROMES


Adalah sekelompok sindrom dominan autosomal dengan lebih dari satu organ endokrin mengalami
hiperfungsi. Dapat dihubungkan dengan hyperplasia atau tumor.
1. MEN I (WERMER SYNDROME)
Meliputi hiperplasi atau tumor kelenjar hipofisis, paratiroid, atau pulau-pulau pancreas (3Ps)
Sebagai tambahan dapat termasuk hiperplasi atau tumor pada tiroid atau korteks adrenal.
Dapat bermanifestasi pada komponen pancreas oleh sindrom Zollinger-Ellison, hiperinsulinisme,
atau kolera pankreatik.
Terkait dengan gen MEN I.
2. MEN IIa (Sipple syndrome)
Termasuk phaeochromocytoma, karsinoma tiroidyang medular dan hiperparatiroidisme
dikarenakan hyperplasia atau tumor.
Terkait dengan mutasi pada ret oncogene.
3. MEN IIb/ III
Meliputi phaeochromocytoma, karsinoma medular dan neuroma mukokutaneus multiple atau
ganglioneuroma.
Berlawanan
dengan
MENIIa,
MEN
IIb/
III
tidak
menimbulkan
hiperparatiroidisme.
Terkait dengan mutasi pada ret oncogene yang berbeda pada MEN IIa.

Edited by : Niken

Buletin 3, Halaman 94