Anda di halaman 1dari 51

MANAJEMEN KONFLIK

DIKLAT PENJEJANGAN JFA AUDITOR MADYA

Fasilitator Anda
AGUS TRI
PRASETYO
Ak STAN
ME UNPAD
CRMP - LSPMR
CET - APEI
guspras71@yahoo.com
0813-1706-7571

Nilai: Inspirasi, Integritas,


Sukacita
Hoby: Sepeda, Musik, Puisi

Aduh, lupa beri makan ikan,


semoga anak-anak ingat, atau
nanti kuingatkan.
Maha Suci Engkau, Yaa Wahhab,
dari kealpaan memberi.
Hujan untuk bumi, gelombang
untuk lautan, energi untuk
bintang-bintang.
Jika Engkau lupa beri rotasi
bumi, hendak tinggal dimana
kami?
Yaa Wahhab 3x, Maha Pemberi,
kuatkan langkah kami
mensyukuri segala nikmatMU.
Kami syukuri hujan pagi,
secangkir kopi dan puisi untuk
memujaMU, juga segala

LATAR BELAKANG
WATCHDOG >< SELF DEFENSE MECHANISME
AGENT OF CHANGE >< RESISTENCE TO
CHANGE

POTENSI
KONFLIK
MENINGK
AT

SKILL

MEMOTIVASI
AUDIT
BERKOMUNIKASI
INTER
MENGELOLA KONFLIK
N
BERNEGOSIASI

PENINGKAT
AN KINERJA
ORGANISA
SI

AGENDA
MOTIVASI
KOMUNIKASI
MANAJEMEN KONFLIK
NEGOSIASI

AGENDA 1

MOTIVASI

Indikator Keberhasilan
Mampu mengomunikasikan strategi
pengawasan kepada seluruh tim secara
inspiratif dan memotivasi tim untuk
bersama-sama mencapai tujuan
penugasan

Tantangan
Memahami motivasi individu
Mengintegrasikan motivasi individu
ke dalam upaya pencapaian tujuan
tim

Perbedaan Tim dan Kelompok

Perilaku Organisasi
Studi sistematik tentang bagaimana manusia,
baik secara individu maupun secara kelompok,
bertindak dalam suatu organisasi.

Dasar Perilaku Organisasi


Sifat Manusia
Perbedaan Individu
Persepsi
Manusia seutuhnya
Perilaku bermotivasi
Keinginan berperan
serta
Nilai kemanusiaan

Sifat organisasi
Sistem sosial
Kepentingan
bersama

PENGERTIAN MOTIVASI

T. R. MITCHEL MENGARTIKAN MOTIVASI SEBAGAI:


PROSES YANG IKUT MENENTUKAN INTENSITAS, ARAH, DAN
KETEKUNAN INDIVIDU DALAM UPAYA MENCAPAI SASARAN.

TIGA UNSUR KUNCI DALAM MOTIVASI (STEPHEN P ROBBIN)


1. INTENSITAS (INTENSITY)
2. ARAH (DIRECTION)
3. KETEKUNAN (PERSISTENCE)

Teori Motivasi
3 Teori Klasik Motivasi
Hirarki Kebutuhan (Abraham Maslow)
X dan Y (Douglas McGregor)
Dua Faktor (Frederick Herzberg)
3 Teori Kontemporer Motivasi
ERG Existence, Relatedness, Growth
(Clayton Alderfer)
Kebutuhan McClelland Prestasi, Kekuasaan,
Pertemanan
Penetapan Sasaran (Edwin Locke)

HIRARKI KEBUTUHAN MASLOW

Teori X Y (McGregor)

Karyawan tidak menyukai


X kerja dan bila
dimungkinkan akan
menghindarinya.
Karyawan harus dipaksa,
diawasi, dan diancam
dengan hukuman untuk
mencapai sasaran.
Karayawan akan
menghindari tanggung
jawab.
Kebanyakan karyawan
menempatkan keamanan
di atas semua faktor lain
yang terkait dengan kerja
dan menunjukkan ambisi
yang rendah.

Karyawan memandang
kerja sebagai kegiatan
alami yang sama dengan
istirahat atau bermain.
Orang-orang melakukan
pengarahan diri dan
pengawasan diri jika
mereka memiliki komitmen
pada sasaran.
Rata-rata orang dapat
belajar untuk menerima
dan bertanggung jawab.
Kemampuan untuk
mengambil keputusan
inovatif menyebar luas ke
semua arah dan tidak
hanya milik manajemen.

Teori 2 Faktor (Herzberg)

4 Insting Sumber Motivasi


Insting Bertahan Hidup
Maslow: Kebutuhan Fisik dan Keamanan
Clayton: Existence

Insting Sex
Maslow: Social Needs
McClelland: Pertemanan
Clayton:Relatedness

Insting Kompetisi
Maslow: Penghargaan/Prestasi
McClelland: Prestasi dan Kekuasaan
Clayton: Growth

Insting Menolong
Maslow: Aktualisasi Diri

Ego dan Empati


Ego mempertahankan keberadaan individu
Empati menghubungkan individu, manusia
makhluk sosial
Manusia hanya termotivasi oleh alasan
pribadi

Hal yang Memotivasi

Trustworthy Leadership
Being Relevant
Proving Others Wrong
Career Advancement
No Regrets
Stable Future
Self Indulgence
Impact
Happiness

CARA MENGETAHUI MOTIVASI


1.
2.
3.
4.

MEGGUNAKAN EMPATI
AMATI PERILAKU
ESTIMASI APA KEINGINANNYA
KETAHUI APA YANG DISUKAI DAN APA YANG TIDAK DISUKAI

LATIHAN DAN DISKUSI

APA YANG MEMOTIVASI


KITA?

AGENDA 2

KOMUNIKASI

Indikator Keberhasilan
Mampu mengembangkan alat dan gaya
komunikasi yang tepat.

Tantangan
Mengenali alat dan gaya komunikasi
Menggunakan alat dan gaya yang
sesuai dengan tujuan dan situasi
komunikasi

Komunikasi
Transmisi informasi dan pemahaman melalui
penggunaan simbol-simbol biasa atau umum.

Komunikator

Encoding

Umpa
n Balik
Komunikan

Pesan
Saluran

Decoding

Pesan

Hambatan Komunikasi

Hambatan
Hambatan
Hambatan
Hambatan

Komunikator Komunikan
Kode yang digunakan
Saluran
Situasi

Alat Komunikasi
Model

Proses

Keterbatasan

Komunikasi
Pertemuan

Fokus,

formal

grup

berkumpul,

Cepat, interaktif

informasi
Tidak

Rinci
Cepat, focus

individual
Umpan balik lambat
Respons tidak fokus,

Fokus, interaktif

cakupan informasi
Gangguan
koneksi,

Pertemuan
informal
Pelaporan
Email
Telepon
Video

Fokus,

conference

grup

interaktif, Waktu

untuk
Cakupan
terprediksi,

individual
interaktif, Gangguan koneksi

Gaya Komunikasi

Controlling Style Mengendalikan


Equalitarian Style - Kesamaan
Structuring Style - Berbagi informasi
Dynamic Style Mempengaruhi tindakan
Relinguishing Style Memberi saran
Withdrawal Style Menghindari masalah

Kunci Komunikasi: 3E
Hargai EGO
Gunakan EMPATI Memperhatikan
(Telinga. Mata, Hati)
Selaraskan EMOSI Menggunakan
emosi yang sesuai

LATIHAN DAN DISKUSI

BAGAIMANA
MENGKOMUNIKASIKANNYA?

Mengapa Auditor perlu memiliki pengetahuan


pengelolaan konflik?
Susun cara mengetahui apa faktor motivasi seseorang.
Bagaimana memotivasi anggota tim audit yang
termotivasi dengan No regrets
Susun cara mengkomunikasikan tujuan audit pelayanan
perijinan adalah meningkatkan efektifitas pemberian
ijin, bukan membuktikan terjadinya suap.
Susun cara mendapatkan data yang disembunyikan
auditi berupa klaim/keluhan masyarakat
Susun cara menyampaikan temuan negatif, misal,
terjadi kelebihan pembayaran.

AGENDA 3

MANAJEMEN KONFLIK

Kekasihku Rumi,
menamsilkan Hadirat-MU sebagai
Perajin Tembikar.
KehendakMU menyatu dengan
KuasaMU
untuk membentuk semesta, juga
hidup kami.
Kami tanah liat di meja putar
tembikarMU,
berputar-putar seperti tarian Rumi,
tegak dan tunduk di TanganMU.
Yaa Mushawwir 3x, Pembentuk
Segala Bentuk,
kami bermohon keindahan sebagai
bentuk akhir kehidupan kami.

Indikator Keberhasilan
Mampu memahami sumber konflik,
perkembangan konflik dan
menetapkan penyelesaian konflik
yang tepat.

Tantangan
Memahami situasi konflik
Menggunakan pendekatan
penyelesaian konflik yang sesuai

Pengertian Konflik
Pertentangan pendapat antara
orang-orang, kelompok-kelompok
atau organisasi-organisasi.
Jika beberapa individu berinteraksi dan bekerja
sama dalam suatu tim atau organisasi, maka
potensi terjadinya konflik akan selalu ada.

Jenis Konflik
Konflik Destruktif: Pertikaian Tekanan
psikologis Kepuasan kerja turun Motivasi
turun Kinerja turun
Konflik konstruktif:
1.
2.
3.
4.

Kreativitas dan inovasi yang meningkat.


Intesitas upaya yang meningkat.
Ikatan (Kohesi) yang makin kuat.
Ketegangan yang menyusut.

Konflik yang gagal dikelola akan menjadi Konflik


Destruktif. Sebaliknya, konflik yang dikelola
dengan baik akan menjadi Konflik Konstruktif

Penyebab Konflik
Pihak manajemen berkepentingan untuk menjaga auditor
tetap pada fungsinya dan memperingatkan auditor akan
peran auditor di organisasi.
Auditor merekomendasikan perubahan konstruktif terutama
untuk kepentingan organisasi, yang mungkin bertentangan
dengan kepentingan individual anggota organisasi.
Auditor membawa perubahan dan sebagian besar individu
tidak menyukai perubahan.
Dalam melakukan pekerjaan, auditor harus memeriksa
dengan mendatangi tempat-tempat, menanyai pegawai dan
meneliti dokumen-dokumen yang menimbulkan kesan
mencari sesuatu dan sebagian besar individu benci jika
diperiksa tentang apa yang telah mereka lakukan, apalagi
dicari kesalahannya.

Tahapan Konflik
Tanda-tanda peringatan.
Cetusan perbedaan ekspektasi.
Konflik terbuka / Pertikaian.

Reaksi atas Konflik


Tinggi AKOMODASI
Kompabilita

s Sasaran
Rendah PENGHINDAR
AN

Rendah

KOLABORASI

KOMPROMI

KOMPETISI

Kepentinga
n Sasaran

Tinggi

Langkah Penyelesaian Konflik


Persiapan
Kumpulkan Informasi
Sepakati permasalahan
Eksplorasi alternatif-alternatif solusi
melalui sumbang saran
Negosiasikan solusi

AGENDA 4

NEGOSIASI

Indikator Keberhasilan
Mampu memahami negosiasi,
menyusun persiapan, melaksanakan
dan mendapatkan kesepakatan.

Tantangan
Menyusun rencana dan
melaksanakan negosiasi kolaboratif

Negosiasi
Proses tawar menawar (bargaining) antar 2
pihak atau lebih untuk mencari kesepahaman
dan mencapai kesepakatan dalam
penyelesaian masalah yang menjadi
perhatian bersama atau penyelesaian konflik.

Tujuan Negosiasi
Mencapai kesepakatan yang saling
menguntungkan.
Menyelesaikan perbedaan.
Mendapatkan manfaat dari pihak lain.
Mendapatkan hasil yang diterima berbagai
kepentingan.

Pendekatan Negosiasi
Negosiasi distributif adalah negosiasi antara dua pihak dimana
masing-masing pihak memiliki sasaran tertentu yang saling
dipersaingkan. Setiap pihak akan bersaing untuk mendapatkan
keuntungan lebih. Setiap keuntungan bagi satu pihak, merupakan
kerugian bagi pihak lain. Jadi, jika kesepakatan tercapai, ada pihak
yang diuntungkan dan ada pihak yang dirugikan atau dikorbankan
kepentingannya.
Negosiasi Kolaboratif / integratif. Pihak-pihak yang terlibat akan
bekerja sama untuk mencapai keuntungan maksimal dengan
mengintegrasikan kepentingan mereka. Melalui kolaborasi dan
pertukaran informasi, setiap pihak akan berupaya untuk
membentuk kesepakatan yang mengakomodasi kepentingan dari
semua pihak. Dalam menjalankan negosiasi ini, sharing informasi
merupakan hal yang perlu dilakukan agar semua pihak saling
mengerti apa yang menjadi keinginan dan kepentingan dari
masing-masing pihak.

Negosiasi Kolaboratif
Konflik internal akan mencapai solusi optimal jika
dilakukan dengan pendekatan negosiasi kolaboratif,
karena pendekatan ini disamping bisa
mengembangkan solusi juga meningkatkan kohesi tim
dan organisasi.
Ada 2 perilaku kunci dalam melakukan negosiasi
kolaboratif, yaitu:
Mengetahui sudut pandang semua pihak yang
terlibat dalam negosiasi, dan
Mengekplorasi alternatif-alternatif solusi.
Perilaku ini akan membawa negosiasi ke penyelesaian
yang bersifat kolaboratif yaitu:
hasil yang memuaskan bagi semua pihak (win-win
solution),

7 Langkah Negosiasi Kolaboratif


Persiapan.
Menetapkan Situasi (Set the Tone).
Mendengarkan dan Menyatakan Masalah.
Menyusun area-area yang telah disepakati.
Mengajukan Kerjasama.
Menyatakan Keputusan.
Menutup dengan Simpulan Akhir.

UTAMAKAN KOLABORASI

CUKUP SEKIAN, TERIMA


KASIH